Anda di halaman 1dari 48

METODE NUMERIK DALAM MATLAB

HABIB ABDILLAH
122406113
KOM C1’12

D3 TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karuniaNya kepada saya sehingga saya berhasil menyelesaikan Modul ini yang alhamdulillah tepat
pada waktunya yang berjudul “METODE NUMERIK DALAM MATLAB”. Tanpa pertolongan
Dia mungkin saya tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.

Modul ini disusun agar pembaca dapat mengetahui penggunaan metode numerik dalam
Matlab. Modul ini disusun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari
diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama
pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

Semoga modul ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca.
Walaupun modul ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan
kritiknya.

Saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam
penyusunan modul ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala
usaha kita. Amin. Terima kasih.

Medan, 10 April 2014

( Habib Abdillah)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Metode numerik merupakan suatu metode untuk menyelesaikan masalah- masalah
matematika dengan menggunakan sekumpulan aritmatik sederhana dan operasi logika
pada sekumpulan bilangan atau data numerik yang diberikan. Metode komputasi
yang digunakan disebut algoritma. Proses penyelesaiannya mungkin memerlukan
puluhan bahkan sampai jutaan operasi, tergantung pada kompleksitas masalah yang
harus diselesaikan, tingkat keakuratan yang diinginkan dan seterusnya.

Pendekatan yang digunakan dalam metode numerik merupakan pendekatan
analitis matematis. Sehingga dasar pemikirannya tidak keluar dari dasar pemikiran
analitis, hanya saja teknik perhitungan yang mudah merupakan pertimbangan dalam
pemakaian metode numerik. Mengingat bahwa algoritma yang dikembangkan dalam
metode numerik adalah algoritma pendekatan maka dalam algoritma tersebut akan
muncul istilah iterasi yaitu pengulangan proses perhitungan. Dengan kata lain
perhitungan dengan metode numerik adalah perhitungan yang dilakukan secara
berulang-ulang untuk terus-menerus memperoleh hasil yang semakin mendekati nilai
penyelesaian yang sebenarnya.

Dengan menggunakan metode pendekatan semacam ini, tentunya setiap nilai
hasil perhitungan akan mempunyai galat (error) atau nilai kesalahan. Kesalahan ini
penting artinya, karena kesalahan dalam pemakaian algoritma pendekatan akan
menyebabkan nilai kesalahan yang besar, tentunya ini tidak diharapkan. Sehingga
pendekatan metode numerik selalu membahas tingkat kesalahan dan tingkat kecepatan
proses yang akan terjadi.

Masalah-masalah matematika yang sering kita hadapi merupakan masalah
matematika yang diselesaikan dengan metode analitik atau metode sejati, yaitu suatu
metode yang memberikan solusi sejati atau solusi yang sesungguhnya, karena memiliki
galat (error) yang bernilai nol. Tetapi penyelesaian dengan menggunakan metode
analitik hanya terbatas pada masalah tertentu saja. Bila metode analitik tidak dapat
lagi diterapkan, maka solusinya masih dapat dicari yaitu dengan menggunakan
metode

numerik.

Pada

metode

numerik

solusinya

merupakan hampiran

(pendekatan) terhadap solusi sejati.

1.2

Tujuan

Diharapkan setelah praktikum ini mahasiswa sebagai praktikan dapat :
1. Mengenal MATLAB dan tools yang disediakannya,
2. Mengetahui dan mampu memahami beberapa fungsi dasar MATLAB.
3. Mampu melakukan perhitungan matematis dalam bilangan riil maupun
bilangan kompleks dengan bantuan MATLAB.

Analisa data. explorasi. dan pembuatan prototipe 5. Grafik Keilmuan dan bidang Rekayasa MATLAB merupakan suatu sistem interaktif yang memiliki elemen data dalam suatu array sehingga tidak lagi kita dipusingkan dengan masalah dimensi.1 Dasar Teori Matlab MATLAB adalah sebuah bahasa dengan (high-performance) komputasi masalah teknik. Hal ini memungkinkan kita untuk memecahkan banyak masalah teknis yang terkait dengan komputasi. Pembentukan Algorithm 3. C dan Basic. Akusisi Data 4. Penggunaan Matlab meliputi bidang–bidang: 1. simulasi. kususnya yang berhubungan dengan matrix dan formulasi vektor. dan visualisasi 6.BAB 2 PEMBAHASAN 2. . kinerja tinggi untuk Matlab mengintegrasikan komputasi. Matematika dan Komputasi 2. yang merupakan satu kesatuan dari sebuah seni tersendiri dalam perangkat lunak untuk komputasi matrix. Nama MATLAB merupakan singkatan dari matrix laboratory. Saat ini perangkat MATLAB telah menggabung dengan LAPACK dan BLAS library. Pemodelan. yang mana masalah tersebut merupakan momok apabila kita harus menyelesaikannya dengan menggunakan bahasa level rendah seperti Pascall. dan pemrograman dalam suatu model yang sangat mudah untuk pakai dimana masalah-masalah dan penyelesaiannya diekspresikan dalam notasi matematika yang familiar. visualisasi. MATLAB pada awalnya ditulis untuk memudahkan akses perangkat lunak matrik yang telah dibentuk oleh LINPACK dan EISPACK.

dan search path. files. dan fitur-fitur objectoriented programming. MATLAB Language. Development Environment. sebuah editor dan debugger. matrix eigenvalues. dan complex arithmetic. Matlab merupakan perangkat standar untuk memperkenalkan dan mengembangkan penyajian materi matematika. dan lebih kita kenal dengan nama toolbox. neural networks.1. sampai dengan fungsi-fungsi yang lebih kompek seperti matrix inverse. input/output. 2. dan lain-lain. MATLAB Mathematical Function Library. Ini memungkinkan bagi kita untuk melakukan kedua hal baik "pemrograman dalam lingkup sederhana " untuk mendapatkan hasil yang cepat. Merupakan sekumpulan algoritma komputasi mulai dari fungsi-fungsi dasar sepertri: sum. cos. Beberapa perangkat ini merupakan sebuah graphical user interfaces (GUI). Merupakan suatu high-level matrix/array language dengan control flow statements. . dan fast Fourier transforms. workspace. Fitur-fitur MATLAB sudah banyak dikembangkan. pengembangan dan analisanya.1 Kelengkapan pada Sistem MATLAB Sebagai sebuah system. Termasuk didalamnya adalah MATLAB desktop dan Command Window. fuzzy logic. system kontrol. Sangat penting bagi seorang pengguna Matlab. MATLAB merupakan perangkat pilihan untuk penelitian dengan produktifitas yang tingi. Di industri. toolbox mana yang mandukung untuk learn dan apply technologi yang sedang dipelajarinya. wavelets. rekayasa dan kelimuan. MATLAB tersusun dari 5 bagian utama: 1. Merupakan sekumpulan perangkat dan fasilitas yang membantuanda untuk menggunakan fungsi-fungsi dan file-file MATLAB. Bessel functions. command history. 3. data structures. Toolbox toolbox ini merupakan kumpulan dari fungsi-fungsi MATLAB (M-files) yang telah dikembangkan ke suatu lingkungan kerja MATLAB untuk memecahkan masalah dalam kelas particular.Dalam lingkungan perguruan tinggi teknik. sin. dan browsers untuk melihat help. functions. 2. Area-area yang sudah bisa dipecahkan dengan toolbox saat ini meliputi pengolahan sinyal. dan "pemrograman dalam lingkup yang lebih besar" untuk memperoleh hasil-hasil dan aplikasi yang komplek.

2. Graphics.1. Pertama kali MATLAB dijalankan akan tampil desktop dengan ilustrasi sebagai berikut. image processing. . MATLAB desktop tampil. berisi tools (graphical user interfaces) untuk mengatur file. MATLAB Application Program Interface (API). 5. MATLAB memiliki fasilitas untuk menampilkan vector dan matrices sebagai suatu grafik. variables. Ini melibatkan fasilitas untuk pemanggilan routines dari MATLAB (dynamic linking). dan untuk membaca dan menuliskan MAT-files.2 Desktop Tools MATLAB Ketika MATLAB dijalankan pertama kali. animation.4. dan aplikasi MATLAB. Ini juga melibatkan fungsi level rendah yang memungkinkan bagi anda untuk membiasakan diri untuk memunculkan grafik mulai dari benutk yang sederhana sampai dengan tingkatan graphical user interfaces pada aplikasi MATLAB anda. pemanggilan MATLAB sebagai sebuah computational engine. Merupakan suatu library yang memungkinkan program yang telah anda tulis dalam bahasa C dan Fortran mampu berinterakasi dengan MATLAB. dan presentation graphics. Didalamnya melibatkan high-level functions (fungsi-fungsi level tinggi) untuk visualisasi data dua dikensi dan data tiga dimensi.

3. demo dan dokumentasi. . 5. Current diectory browser Operasi MATLAB file menggunakan current directory dan search path sebagai referensi. Launch pad Menyediakan akses yang mudah ke tools. mengkopi dan menjalankannya kembali dari command history. 4. 2.Jendela-jendela yang ada di MATLAB adalah sebagai berikut : 1. Command window Digunakan untuk menjalankan fungsi-fungsi MATLAB. File yang akan dijalankan harus berada di current directory atau ada pada search path. Command history Digunakan untuk menyimpan baris-baris perintah yang telah diketikkan di command window. Kita dapat melihat fungsi-fungsi yang digunakan sebelumnya. Help browser Untuk mencari dan menampilkan dokumentasi semua produk MathWorks.

Figure Figure adalah jendela untuk menampilkan gambar grafik seperti perintah plot dan sejenisnya. 9. dan men-debug M-files.1. MATLAB menyediakan bantuan dengan menyediakan help online. Help untuk menghafalkan semua perintah MATLAB mungkin akan menemui banyak kesulitan.3 Operator komputasi. digunakan tanda kurung ‘( )’. 8. 2. Operator komputasi mempunyai prioritas dengan urutan tertentu. 10. 7. Gambar pada jendela figure ini dapat disimpan ke dalam sebuah file yang sewaktu-waktu dapat dipanggil kembali. Untuk menemukan perintah-perintah itu. Editor/Debugger Digunakan untuk membuat. Array editor Menampilkan isi array dalam format tabel dan dapat digunakan untuk mengedit isi array. Workspace browser Berisi kumpulan variabel yang terbentuk sepanjang sesi MATLAB dan di simpan di memory.6. yakni program yang dibuat untuk menjalankan fungsi-fungsi MATLAB. Untuk menentukan prioritas. Kemampuan ini meliputi perintah MATLAB untuk memperoleh keterangan cepat pada command window atau pada help browser. Adapun beberapa operator komputasi dalam MATLAB adalah : . mengedit.

4 Bilangan kompleks. fungsi yang berguna untuk menyelesaikan . abs Nilai absolute atau magnitude dalam koordinat polar. Bilangan kompleks adalah bilangan yang terdiri dari bagian imaginer dan bagian riil. angle Sudut fase dalam koordinat polar ( dalam satuan radian ) 2. a + b - Pengurangan. teknik. Operasi bilangan kompleks juga menggunakan operator komputasi di atas. dapat juga dinyatakan dalam koordinat polar dan diagram fasor yang berupa magnitude dan sudut fase. Sebagai tambahan atas fungsi-fungsi tersebut. Bilangan kompleks selain dapat dinyatakan dalam koordinat kartesian . ab 2.Simbol Operasi + Penambahan. a x b / atau \ Pembagian.1. a : b ^ Pemangkatan. dan ilmu pengetahuan. imag Bagian imaginer dalam koordinat kartesian. a . Bagian imaginer ditandai dengan simbol imaginer “i“ atau ”j” . MATLAB juga menyediakan ratusan permasalahan tertentu.5 Fungsi matematis Sebagai kalkulator.b * Perkalian. MATLAB mempunyai berbagai fungsi umum yang penting untuk matematika.1. Beberapa fungsi dasar yang berhubungan dengan bilangan kompleks adalah: Perintah Keterangan real Bagian riil dalam koordinat kartesian.

Fungsi matematika keterangan abs(x) Nilai mutlak atau magnitudo bilangan kompleks acos(x) Invers cosinus acosh(x) Invers cosinus hiperbolik asin(x) Invers sinus atan(x) Invers tangen ceil(x) Pembulatan ke arah plus tak hingga cos(x) Cosinus exp(x) Eksponensial : ex fix(x) Pembulatan ke arah nol floor(x) Pembulatan ke arah minus tak hingga imag(x) Bagian imajiner bilangan kompleks log(x) Logaritma natural log10(x) Logaritma dengan basis 10 real(x) Bagian riil suatu bilangan kompleks rem(x.6 Variabel Data dan variabel yang dibuat dalam command window tersimpan dalam workspace MATLAB.Beberapa fungsi matematis yang tersedia antara lain fungsi trigonometri.1. fungsi eksponensial dan fungsi pembulatan.y) Sisa pembagian x/y round(x) Pembulatan ke bilangan bulat terdekat sin(x) Sinus sqrt(x) Akar kuadrat tan(x) Tangen 2. Ada beberapa aturan dalam penamaan variabel : .

nama variabel harus diawali dengan huruf. . .nama variabel harus terdiri atas satu kata tanpa spasi. misalnya 1/0 NaN Bukan sebuah bilangan.. huruf atau garis bawah (under line). . .nama variabel dibedakan antara huruf besar dan huruf kecil (case sensitive). misalnya 0/0 i dan j i=j=-1 nargin Banyaknya argument input yang digunakan pada suatu fungsi nargout Banyaknya argument output yang digunakan pada suatu fungsi realmin Bilangan real positif terkecil yang dapat digunakan realmax Bilangan real positif terbesar yang dapat digunakan . karakter setelahnya akan diabaikan. MATLAB mempunyai beberapa variabel spesial yakni : Variabel spesial Nilai ans Nama variabel standar untuk menampilkan hasil pi Perbandingan antara keliling lingkaran dengan diameternya inf Tak berhingga.panjang maksimum nama variabel adalah 31 karakter. diikuti dengan sembarang bilangan.karakter tanda baca tidak diperbolehkan karena banyak diantaranya mempunyai arti tersendiri dalam MATLAB.

. 3 .2.  4 5 MATLAB menyediakan fasilitas untuk membuat array sederhana dengan cara-cara berikut : Pembentukan array x=[2 2*pi sqrt(2) 2-3j] keterangan Membentuk vektor baris x dengan elemen yang disebutkan x=first:last Membentuk vektor baris x dimulai dengan first.2 Array Array atau disebut juga larik adalah bentuk dasar penyimpanan data pada MATLAB. menggunakan subscript arrays. masukan nilai dipisahkan dengan koma atau spasi. 2. 4 5] . Dengan array. Array dapat berupa array kosong dengan dimensi 0x0. Sebuah matriks adalah sebuah array dua dimensi dengan elemen dapat berupa riil maupun komplek. x=first:increment:last Membentuk vektor baris x dimulai dengan first. kita dapat membuat vektor. berakhir sampai atau sebelum last. dimulai dengan kurung siku buka. dinaikan satu. merupakan perintah untuk membuat array dua  2 3 dimensi A   .1 Pembentukan array Untuk membentuk array pada Matlab. Misalnya perintah : A = [2.2. hingga array dengan n-dimensi. dinaikan sebesar increment. dan diakhiri dengan kurung tutup siku. berakhir sampai atau sebelum last. matrik. dan penggunaan khusus untuk iterasi.

c) Pengalamatan elemen array di A ditentukan dengan vektor indeks baris di r dan vektor indeks kolom di c A(r.:) Pengalamatan subarray di A ditentukan dengan vektor indeks baris r dan semua kolom A(:.x=linspace(first.last. berakhir di 10last. Pengetahuan mengenai hal tersebut.1:1)*pi X=linspace(0.2 Pengalamatan Elemen (Array) dan manipulasi array Ketika sebuah array didefinisikan. Teknik-teknik pengalamatan array disajikan dalam tabel berikut. Pengalamatan Array A(r.n) Membuat vektor baris x yang memiliki spasi logaritmik. berakhir pada last. dengan n elemen.last. mengekstrak. dimulai dengan 10first. MATLAB menyediakan cara yang powerful untuk menyisipkan.pi.n) Membentuk vektor baris x dimulai dengan first. merupakan kunci untuk memanfaatkan MATLAB secara efisien.c) Pengalamatan subarray di A ditentukan dengan semua baris dan vektor indeks kolom c A(:) Pengalamatan semua elemen A sebagai vektor kolom diambil kolom per kolom . mempunyai n elemen Cobalah perintah-perintah dibawah ini pada command window!!! Lalu amati hasilnya! X=(0:0. x=logspace(first.11) M=logspace(0.2.2. dan mengatur kembali bagian-bagiannya dengan mengidentifikasi indeks bagian tersebut.11) x=[2 2*pi sqrt(2) 2-3j] 2.

seolah A adalah vektor kolom A(:) A(x) Pengalamatan subarray di A ditentukan oleh array logika x.n) menghasilkan matriks ukuran mxn dengan elemen diambil searah kolom dari A.m. X(7) . Y = [1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21]. x harus berisi nilai 0 dan 1 dan harus berukuran sama dengan A. Untuk memanipulasi array dapat digunakan fungsi-fungsi sebagai berikut : Fungsi Manipulasi Array flipud(A) menggulung suatu matriks dengan arah dari atas ke bawah fliplr(A) menggulung suatu matriks dengan arah dari kiri ke kanan rot90(A) memutar suatu matriks 90 derajat berlawanan arah jarum jam reshape(A.A(i) Pengalamatan subarray di A ditentukan oleh vektor indeks tunggal dari elemen tersebut di I. A harus berisi mxn elemen diag(A) mengeluarkan diagonal matriks A sebagai vektor kolom diag(v) membentuk matriks diagonal dengan vektor v pada diagonalnya tril(A) mengeluarkan bagian segitiga bawah matriks A triu(A) mengeluarkan bagian segitiga atas matriks A Cobalah perintah-perintah dibawah ini pada command window!!! Lalu amati hasilnya! X = [0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20].

7 8 9]. Operasi matematis pada array dirangkum dalam tabel berikut.3) A(1./2 A=[1 2 3. perkalian.^2 Y. Matematika Array Elemen per Elemen Data ilustratif : a = [a1 a2 … an]’ b = [b1 b2 … bn]. pengurangan.*b = [a1*b1 a2*b2 … an*bn] Pembagian kanan array a . meliputi penjumlahan.2. beroperasi pada semua elemen array.:) A(:. Sedangkan operasi matematis antara array dengan array tidak sesederhana itu.4 5 6. /b = [a1/b1 a2/b2 … an/bn] . Akan tetapi untuk array yang berukuran sama. c = suatu skalar Penjumlahan skalar a+c = [a1+c a2+c … an+c] Perkalian skalar a*c = [a1*c a2*c … an*c] Penjumlahan array a+b = [a1+b1 a2+b2 … an+bn] Perkalian array a . dan pembagian dengan MATLAB. berlaku elemen per elemen. A(2. pengurangan. operasi penjumlahan. perkalian dan pembagian.3 Matematika Array Operasi matematis antara skalar dan array.Y(4) Y(10:-1:2) X(2:6) Y(1:2:8) X(1:3:10) Y^2 X.3) 2.

^b = [a1^b1 a2^b2 … an^bn] Dalam operasi ini yang harus diperhatikan adalah ukuran dimensi dari operasi elemen per elemen haruslah sama. Cobalah perintah-perintah dibawah ini pada command window!!! Lalu amati hasilnya! a = [2 4 3 5 7] b = [1 2 3 4 5]' c = a+5 d = a+b e = b-2 f = b*3 g = b/2 h = a. bukan operasi elemen per elemen. ^c = [a1^c a2^c … an^c] c . /. ^a = [c^a1 c^a2 … c^an] a ./b k = a. \b = [a1\b1 a2\b2 … an\bn] Pemangkatan array a .\b x = a*b y = b*a z = a.Pembagian kiri array a .*b . dan ^ adalah sebuah kesalahan serius karena pernyataan kemudian akan menyebutkan sebuah operasi matriks skalar. Menghilangkan titik sebelum tanda *.

’fun’) menghitung fungsi matriks umum hess(A) bentuk hessenberg inv(A) invers matriks logm(A) logaritma matriks lscov(A.b) kuadrat terkecil nonnegatif norm(A) norm matriks dan vektor norm(A. yang dapat diselesaikan dengan menggunakan persamaan matriks.V) kuadrat terkecil dengan kovarians yang diketahui lu(A) faktor dari eliminasi gaussian nnls(A.2.D]=eig(A) det(A) determinan expm(A) matriks eksponensial expm1(A) implementasi M-file dari expm expm2(A) Matriks eksponensial menggunakan deret Taylor expm3(A) Matriks eksponensial menggunakan nilai eigen dan eigen funm(A. Permasalahan yang paling umum pada aljabar linier adalah mencari solusi persamaan linier.2. condest(A) estimasi matriks bilangan kondisi l-norm d=eig(A) nilai eigen dan vektor eigen [V.b.4 Matriks Awalnya MATLAB digunakan untuk menyederhanakan perhitungan matriks dan aljabar linier yang muncul pada berbagai aplikasi.1) 1-norm .

j) menghapus kolom dari faktorisasi qr qrinsert(Q.B) nilai eigen yang digeneralisasi rank(A) banyaknya baris atau kolom yang independen linier rcond(A) estimator kondisi resiprokal rref(A) mengurangi baris bentuk echelon rsf2csf bentuk schur real ke bentuk schur kompleks schur(A) dekomposisi Schur sqrtm(A) matriks akar kuadrat svd(A) dekomposisi nilai singular .R.2) 2-norm (Euclidean) norm(A.j.’fro’) F-norm null(A) spasi kosong orth(A) Ortogonalisasi Fungsi Matriks balance(A) Penyekalaan untuk memperbaiki akurasi nilai eigen cdf2rdf(A) bentuk diagonal kompleks ke bentuk diagonal blok real chol(A) faktorisasi Cholesky cond(A) matriks bilangan kondisi pinv(A) Pseudoinvers poly(A) Variabeln karakteristik polyvalm(A) evaluasi polinomial matriks qr(A) dekomposisi ortogonal-triangular qrdelete(Q.p) P-norm(hanya untuk vektor) norm(A.norm(A.inf) takberhingga (infinity) norm(A.R.x) menyelipkan kolom pada faktorisasi qr qz(A.

trace(A) jumlah elemen diagonal MATLAB menawarkan beberapa matriks spesial. beberapa diantaranya merupakan matriks yang umum digunakan. Matriks Spesial [] matriks kosong Company matriks gabungan Eye matirks identitas gallery beberapa matriks pengujian yang kecil hadamard matriks Hadamard hankel matriks Hankel hilb matriks Hilbert invhilb invers matriks Hilbert magic magic square ones matriks yang semua elemennya 1 pascal matriks segitiga pascal rand matriks random terdistribusi normal dengan elemen antara 0 dan 1 randn matriks random terdistribusi normal dengan elemen-elemennya memiliki mean nol dan varians satu rosser matriks pengujian nilai eigen simetrik toeplitz matriks toeplitz vander matriks vandermonde wilkinson matriks pengujuan nilai eigen Wilkinson zeros Matriks yang semua elemennya nol .

Cobalah perintah-perintah dibawah ini pada command window!!! Lalu amati hasilnya! m_eye = eye(4) m_rand = rand(3.351] det(A) x=inv(A)*b x=A\b Cobalah perintah-perintah tersebut pada command window!!! Lalu amati hasilnya .804.4) m_zeros = zeros(3) Diketahui persamaan linier sbagai berikut : 1 2 3  x1  366  4 5 6   x   804    2    7 8 0  x3   351  Ax =b untuk mencari solusi dari persamaan tersebut dapat digunakan fungsi-fungsi matriks sebagai berikut.4) m_ones = ones(4. A=[1 2 3.7 8 0] b=[366.4 5 6.

dengan elemen pertama adalah banyaknya baris di A dan elemen kedua adalah banyaknya kolom di A [r.2) length(A) .1) menghasilkan banyaknya baris array A dalam variabel r c=size(A.1) c=size(A.5 Ukuran Array Fungsi-fungsi yang digunakan untuk mengetahui ukuran array diringkas dalam tabel berikut.c]=size(A) r=size(A.5 6 7 8] s=size(A) [r.2. Ukuran Array Whos menampilkan variabel yang ada di workspace dan ukurannya s=size(A) menghasilkan vektor dua elemen s.2) menghasilkan banyaknya kolom array A dalam variabel c n=length(A) menghasilkan max(size(A)) pada variabel n Cobalah perintah-perintah dibawah ini pada command window!!! Lalu amati hasilnya! A=[1 2 3 4.c]=size(A) menghasilkan dua skalar r dan c yang berturut-turut berisi banyaknya baris dan kolom di A r=size(A.2.

2. maka cari poros berikutnya e. Periksa terlebih dahulu pivot/poros. maka baris poros harus ditukar baris di bawahnya yang porosnya tidak nol b. Lakukan reduksi baris pada baris berikutnya kolom pertama d. Poros  0. Lakukan reduksi terus menerus sesuai dengan poros yang telah ditetapkan sampai nilai elemen di bawah diagonal utama menjadi nol (0) 3. Buat matriks dari sistem persamaan yang ada >> A=[1 2 1 3.3 Metode Eliminasi Gauss Eliminasi gauss digunakan untuk mencari akar sistem persamaan linier. Langkah penyelesaian: 1. Ubah sistem persamaan linier menjadi bentuk matriks (berordo nx(n+1)) Berdasarkan bentuk persamaan linier point 5. jika bernilai 0. Jika kolom pertama baris-baris di bawah baris poros sudah nol. maka bentuk matriksnya: 𝑎13 … 𝑎1𝑛 𝑏1 𝑎11 𝑎12 𝑎13 … 𝑎1𝑛 𝑏1 𝑎23 … 𝑎2𝑛 𝑏2 0 𝑎22 𝑎23 … 𝑎2𝑛 𝑏2  𝑎33 … 𝑎 𝑏 3𝑛 3𝑛 𝑏3 33 … 0 0 𝑎… … 𝑎… … … … …3 … … … 0 … 𝑎𝑛3 0 0 𝑎𝑛𝑛 𝑏𝑛 ) ( 0 𝑎𝑛𝑛 𝑏𝑛 ) 2. 2 3 1 4] A= 1 2 1 3 3 -1 3 -1 2 3 1 4 . Melakukan reduksi baris di bawah diagonal utama sehingga nilainya adalah o 𝑎11 𝑎21 𝑎31 … (𝑎𝑛1 𝑎12 𝑎22 𝑎32 … 𝑎𝑛2 (nol) a. Melakukan substitusi mundur (mulai dari baris paling bawah) untuk menentukan nilai variabel Selesaikan persamaan linier berikut: x + 2y + z = 3 3x - y – 3z = -1 2x + 3y + z = 4 cara sederhana dengan MATLAB: a. Pivot dimulai dari baris pertama kolom pertama c. 3 -1 3 -1.

4).3)) x= 3 .:)-3*A(1.0000 1.(y*A(1.:)-(1/7)*A(2.4)-(z*A(2.1429 -0. Reduksi baris ketiga kolom kedua >> A(3.4)/A(3.2) y= -2 >> x=A(1.0000 -6.0000 -10.0000 0 -0.:) A= 1 2 1 3 0 -7 0 -10 0 -1 -1 -2 d.:)=A(3. Reduksi baris ketiga kolom pertama >> A(3.:)-2*A(1. Reduksi baris kedua kolom pertama >> A(2.:) A= 1 2 1 3 0 -7 0 -10 2 3 1 4 c. y dan x >> z=A(3.0000 0 0 2.3) z= 4 >> y=(A(2.5714 e.:) A= 1.0000 3.3)))/A(2.:)=A(2.0000 -7. Mencari nilai z.2))-(z*A(1.:)=A(3.b.

Eliminasi gauss digunakan untuk mencari akar sistem persamaan linier. Setelah menjadi matriks Eselon-baris tereduksi. . Persamaan tersebut harus bersifat vektor baris dan kolom (matrik) yang berordo n x n. karena matriks A mengalami inversi terlebih dahulu untuk mendapatkan matriks identitas (I). Eliminasi Gauss-Jordan adalah pengembangan dari eliminasi Gauss yang hasilnya lebih sederhana.4 Metode Eliminasi Gauss-Jordan Metode eliminasi Gauss Jordan akan memecahkan solusi pada sistem persamaan linear.2. Hanya saja perhitungan penyelesaian secara langsung diperoleh dari nilai pada kolom terakhir dari setiap baris.. maka langsung dapat ditentukan nilai dari variabel-variabelnya tanpa substitusi balik. . Motede tersebut dinamai Eliminasi Gauss Jordan untuk menghormati Carl Friedrich Gauss dan Whilhelm Jordan.. Ini juga dapat digunakan sebagai salah satu metode penyelesaian persamaan linear dengan menggunakan matrik.d2. Caranya adalah dengan meneruskan operasi baris dari eliminasi Gauss sehingga menghasilkan matriks yang Eselon-baris tereduksi..d3. dan harus ≥ 2. namun dalam metode ini jumlah operasi numerik yang dilakukan jauh lebih besar. x2 = d2. Caranya dengan mengubah persamaan linear tersebut ke dalam matriks teraugmentasi dan mengoperasikannya. x3 = d3.dn dan atau: x1 = d1.…. xn = dn Pendapat lain menjelaskan bahwa Eliminasi Gauss Jordan mirip sekali dengan metode Eliminasi Gauss. Teknik yang digunakan dalam metode eliminasi Gauss-Jordan ini sama seperti Metode Eliminasi Gauss yaitu menggunakan OBE (Operasi Baris Elementer). 𝑎11 𝑎12 𝑎13 … 𝑎21 𝑎22 𝑎23 … 𝑎31 𝑎32 𝑎33 … … … … … 𝑎𝑛1 𝑎𝑛2 𝑎𝑛3 … 𝑎1𝑛 𝑏1 𝑎2𝑛 𝑏2 𝑎3𝑛 𝑏3 … … 𝑎𝑛𝑛 𝑏𝑛 1 0 0… 0 1 0… 0 0 1… ………… 0 0 0… 0 0 0 … 1 𝑑1 𝑑2 𝑑3 … 𝑑𝑛 Penyelesaian dari persamaan linier simultan diatas adalah nilai d1.

Pivot dimulai dari baris pertama kolom pertama c. maka baris poros harus ditukar baris di bawahnya yang porosnya tidak nol ii. Poros = 1. jika bernilai 1. i.y – 3z = -1 2x + 3y + z = 4 . artinya membuat nilai elemen di bawah dan di atas 𝑎11 𝑎21 𝑎31 … 𝑎 ( 𝑛1 𝑎12 𝑎22 𝑎32 … 𝑎𝑛2 diagonal utama sehingga nilainya adalah o (nol) a. Lakukan poin f s/d g sampai nilai di atas diagonal utama adalah nom (0) i. maka lakukanlah perkalian matriks tersebut dengan matriks kolom dengan tujuan membuat nilai diagonal utama menjadi nol. maka bentuk matriksnya: 𝑎13 … 𝑎1𝑛 𝑏1 1 0 0 … 0 𝑏1 𝑎23 … 𝑎2𝑛 𝑏2 0 1 0 … 0 𝑏2  𝑏 𝑎33 … 𝑎3𝑛 𝑏3 0 … 0 … 1 … … 0 … …3 … … … … … 𝑎𝑛3 … 𝑎𝑛𝑛 𝑏𝑛 ) ( 0 0 0 … 1 𝑏𝑛 ) 2. Lakukan reduksi baris-baris yang berada di atas pivot/poros supaya nilai elemennya menjadi nol (0) dan dikerjakan ke arah atas h. 1. Selesaikan persamaan linier berikut: x + 2y + z = 3 3x . kurangi baris poros dengan baris di bawahnya supaya poros bernilai 1 (satu) iii. Lakukan reduksi baris pada baris berikutnya kolom pertama d. maka kalikan dengan −1⁄𝑝𝑜𝑟𝑜𝑠 b. jika bernilai < 0. Lakukan reduksi terus menerus sesuai dengan poros yang telah ditetapkan sampai nilai elemen di bawah diagonal utama menjadi nol (0) f. Ubah sistem persamaan linier menjadi bentuk matriks (berordo nx(n+1)) Berdasarkan bentuk persamaan linier point 5. Jika didapatkan matriks yang nilai elemen diagonalnya belum nol (0). maka cari poros berikutnya e. Periksa terlebih dahulu pivot/poros. Jika kolom pertama baris-baris di bawah baris poros sudah nol.Langkah penyelesaian: 1. Melakukan operasi baris elementer. jika bernilai 0. Dimulai dari baris terakhir cari pivot/poros yang nilainya tidak nol g. kalikan baris poros dengan 1⁄𝑝𝑜𝑟𝑜𝑠 2.

:) A= 1 2 1 3 0 -7 0 -10 2 3 1 4 c.0000 3. 3 -1 3 -1.cara sederhana dengan MATLAB: a.0000 2.0000 0.4286 0 0 1.8571 1.:)=A(3.0000 2.0000 0 1.:)*(-1/0.0000 1.0000 3.:) A= 1.5714 e.0000 0 1.1429 -0.0000 -6.:)-2*A(1.0000 3.0000 3.:)=A(2.5714 >> A(3. Reduksi baris ketiga kolom pertama >> A(3.0000 1.0000 0 0 -0.:) A= 1 2 1 3 0 -7 0 -10 0 -1 -1 -2 d.:)-3*A(1.:)=A(3.:)*(-1/7) A= 1.9986 f. 2 3 1 4] A= 1 2 1 3 3 -1 3 -1 2 3 1 4 b.:)=A(3.0000 2.8571 1. Membuat nilai elemen diagonal menjadi nol (0) >> A(2.0000 1.0000 0 -7.:)=A(2.1429) A= 1.:)-(1/7)*A(2.0000 -10.1429 -0. Reduksi baris kedua kolom pertama >> A(2. Reduksi baris ketiga kolom kedua >> A(3.0000 0.4286 0 0 -0. Mulai dari baris terbawah lakukan eliminasi untuk . Buat matriks dari sistem persamaan yang ada >> A=[1 2 1 3.

>> A(2.:)) A= 1.5 Menyusun Program Program adalah suatu kumpulan pernyataan.0000 0 1.9986 >> A(1.9986 >> y=A(2.9986 g. m-file dapat berupa script yang secara sederhana mengeksekusi barisan perintah-perintah MATLAB.9986 0 1.9986 0 0 1.9986 >> z=A(3. atau m-file dapat berupa fungsi yang menerima argumen input dan menghasilkan output.4) x= 2. y dan x >> x=A(1.0000 0 -1.0000 3.4) z = 3. Mencari nilai z.0000 1.4) y= -1.0000 3.9986 0 1.9986 0 0 1.0000 3. MATLAB menyediakan bahasa pemrograman yang lengkap yang memungkinkan Anda menulis perintah-perintah MATLAB ke dalam sebuah file dan menjalankannya dengan sebuah perintah saja.:)=A(1.:)=A(2.0000 2.:)) A= 1. fungsi atau perintah yang diatur sedemikian sehingga mempunyai logika tertentu.:)=A(1.:)) A= 1.9986 2.0000 0 -0. M-file dibuat dengan . Semua pernyataan.:)-(1*A(3.:)-(2*A(2.0000 2.0000 3.0000 0 0 2.0000 0 -1.0000 0 -1. fungsi dan perintah dapat diberikan langsung di MATLAB Command Window yang digunakan untuk menyusun sebuah program.9986 0 0 1.8571*A(3.9986 >> A(1.:)-(0.

untuk membangun logika tertentu. karena file ini berekstension m. File-m tidak harus diawali atau diakhiri dengan kata kunci tertentu. berbeda dengan bahasa pemrograman C. 2. Artinya untuk dapat menjalankan program yang telah dibuat dipanggil melalui MATLAB Command Window. Pemanggilan file-m dilakukan dengan menuliskan nama file tersebut tanpa menyebutkan ekstensionnya. Perbedaan antara script dan fungsi disajikan dalam tabel berikut. Script Fungsi Tidak menerima argumen input maupun Menerima argumen input dan menghasilkan argumen output menghasilkan argumen output Beroperasi dengan data di workspace Variabel internal bersifat lokal untuk fungsi itu sendiri Berguna untuk mengotomatisasi barisan Berguna perintah yang perlu dijalankan beberapa untuk memperluas bahasa matlab pada aplikasi anda kali Pembuatan program pada MATLAB dilakukan di editor tersendiri yaitu MATLAB Editor / Debugger.5. File ini cukup disusun dari pernyataan. .m yang dihasilkan oleh MATLAB adalah suatu program tak-terkompilasi. Di editor inilah suatu program di tulis kemudian di simpan sebagai file-m.1 File-m Program MATLAB dikenal dengan sebutan file-m. sehingga selalu membutuhkan program interprenter.menggunakan teks editor. File. File-m tidak mempunyai struktur tertentu. fungsi atau perintah seperti halnya pada MATLAB Command Window. yaitu MATLAB itu sendiri. Pascal atau Basic.

yang juga merupakan fungsi pengubah tipe data. Beberapa tipe data.uint32 bilangan bulat 8. Catat dan amati hasilnya. Maka akan keluar window baru sebagai MATLAB Editor/ Debugger. uint16. 2. antara lain :  single bilangan pecahan presisi tunggal  double bilangan pecahan presisi ganda  int8. Tetapi tipe data dapat berubah menyesuaikan dengan nilai yang diberikan kepadanya. int16. simpan sebagai file-m. 16 atau 32 bit bertanda  uint8. kemudian jalankan. 16 atau 32 bit tak bertanda .Buat program – program berikut.5. int32 bilangan bulat 8. Untuk memunculkan MATLAB Editor/ Debugger.2 Struktur dan Tipe Data Tipe data yang digunakan pada pemrograman MATLAB defaultnya adalah double. ketikan edit di dalam Command Window lalu tekan enter.

Cell array merupakan multidimensional arrays yang elemen-elemennya dikopi dari array yang lain. oleh karena itu string dapat dimanipulasi dengan menggunakan semua metode manipulasi array yang tersedia di MATLAB. Dapat dibentuk dengan memanggil zeros. Cell array kosong dapat dibentuk dengan fungsi cell. Karakter string adalah teks yang diawali dan diakhiri dengan apostrof (‘). String merupakan array numerik dengan atribut khusus. Setiap karakter dalam suatu string adalah satu elemen array. Tetapi biasanya cell array dibentuk dengan melingkupi kumpulan suatu data dengan kurung kurawal ‘{ } ‘. char karakter atau string Yang dimaksud tak bertanda adalah tipe data yang tidak menerima bilangan negatif. Kurung kurawal juga digunakan untuk mengakses isi dari berbagai sel. ones. multidimensional arrays adalah array dengan tiga atau lebih subscript. dengan setiap elemennya sebesar2 byte. ) agar nilai variabel muncul di layar. Stuktur data yang digunakan oleh MATLAB adalah:  Multidimensional arrays  Cell arrays  Characters and text  Structure Pada MATLAB. Y = 23/47 y_double = double (23/ 47) y_single = single (23/ 47) z_int = int8 (-93) z_int8 = int8 (-130) z_uint8 = uint8 (-93) . rand. atau randn dengan argument lebih dari dua. Buat program berikut di MATLAB Editor/Debugger. Jangan akhiri masing – masing baris dengan tanda titik-koma ( .

atau randn dengan argument lebih dari dua. Ketikan perintah berikut di Command Window. urutkan berdasar ukuran byte yang digunakan mulai dari yang terkecil hingga besar.m Di MATLAB Command Window .5). jalankan program tersebut dengan memanggil nama file tipedata kemudian tekan enter. Lihat daftar variabel yang terbentuk dengan perintah whos . Kurung kurawal juga digunakan untuk mengakses isi dari berbagai sel. ones. Cell array dibentuk dengan melingkupi kumpulan suatu data dengan kurung kurawal ‘{ } ‘. amati dan analisa hasilnya. uint16 dan uint32. amati dan analisa hasilnya. rand. Apakah variabel y. Dari semua tipe data yang ada.Simpan sebagai file-m dengan nama tipedata. Teks_ku = ‘Hello saya lagi praktikum matlab’ . A = [ 1 2 3] C = {A sum(A) prod(prod(A))} Caracters and text Ketikan perintah berikut di Command Window. R = rand(3. Stuktur data Multidimensional arrays dapat dibentuk dengan memanggil zeros. Ketikan perintah berikut di Command Window. amati dan analisa hasilnya. Berapakah nilai maksimum dan minimum dari tipe data int8 dan uint8 ? modifikasi program untuk mengetahui nilai dari int16. y_double dan y_single sama? Adakah yang berbeda?. int32.4.

) Pada fungsi dengan beberapa parameter masukan. cara penulisannya adalah [parameter_keluaran1. parameter_keluaran2.nama = ‘Ed Plum’.. dan membentuk karakter array. panggil di Command Window. function parameter_keluaran = nama_fungsi (parameter_masukan) parameter keluaran dapat lebih dari satu buah.’gathers’. menambahkan spasi pada setiap baris untuk membuatnya sama panjang. S. S.’rolling’. parameter_masukan2.’rolling’.’gathers’.3 Struktur Fungsi Deklarasi file-m sebagai fungsi adalah function yang terletak pada awal program.] parameter masukan juga dapat lebih dari satu. 2.. maka biasanya fungsi .’stone’.’stone’. Pada Editor/ Debugger ketikan : teks = char(‘A’. amati dan analisa hasilnya. Maka penulisannya adalah (parameter_masukan1. apabila cacah parameter saat pemanggilan tidak sama dengan cacah parameter saat definisi.. Pada Editor/ Debugger ketikan : S.score = 83.5..gradae = ‘B+’ Setelah disimpan .’momentum. amati dan analisa hasilnya Structure adalah multidimensional array dengan elemen-elemennya diakses dengan field designators.’) karakter = {‘A’.’} karakter_ke_string = cellstr(teks) string_ke_karakter = char(karakter) Setelah disimpan .Fungsi char menerima beberapa baris... panggil di Command Window.’momentum.

% x adalah parameter keluaran y = r * sin (p_rad). p_rad = p * pi / 180 x = r * cos (p_rad). 60) SumbuX = xpolar (5. % y adalah parameter keluaran Panggil fungsi dengan cara – cara berikut. panggil fungsi tersebut dengan mengetikkan perintah berikut : xpolar (5. % x adalah parameter keluaran Kemudian pada Command Window.30) .akan gagal dijalankan. p_rad = p* pi / 180. sedangkan cacah parameter keluaran dinyatakan dengan fungsi nargout. x = r * cos (p_rad). p). p). Bagaimana keluarannya? [a. y] = xypolar (r. b] = xypolar (8. Buat fungsi berikut.30) Fungsi berikut mempunyai parameter keluaran lebih dari satu function [x. 30) xypolar (8. Cacah parameter keluaran dinyatakan dengan fungsi nargin. Simpan sebagai file xpolar. MATLAB mempunyai kemampuan untuk menghitung cacah parameter masukan dan cacah parameter keluaran.m function x = xpolar (r.

nilai variabel atau keterangan pada saat program dijalankan dapat menggunakan salah satu dari fungsi dibawah ini.  disp  fprintf menampilkan nilai variabel atau string secara sederhana menampilkan nilai variabel menggunakan string format Beberapa simbol yang digunakan pada fungsi fprintf antara lain : Format tampilan bilangan Simbol Arti Karakter khusus Simbol Arti %d Bilangan bulat /n Pindah ke baris baru %f Bilangan pecahan /t Geser sebanyak 1 tab Bilangan oktal %o Bilangan hexsadesimal Bilangan sebagai ax10b %x. Fungsi ini menerima parameter berupa string untuk memberikan keterangan tentang masukan yang harus diberikan. %X %e. 30) Fungsi dipanggil dengan cacah parameter masukan kurang dari cacah parameter masukan saat definisi. Menampilkan hasil.5. %E .4 Masukan dan Keluaran (Input dan Output) Fungsi input digunakan untuk meminta masukan ketika program dijalankan.c = xypolar (8. pemasukan nilai yang ditampung disuatu variabel adalah Variabel = input (‘keterangan maukan’). apa yang terjadi? 2.

. a. a. %e dan %E.Pada tampilan bilangan pecahan %f. presisi dapat diatur dengan menyisipkan format presisi bilangan. a = input (‘Pembilang = ‘). b.3e dibagi %. fprintf (‘%e dibagi %e sama dengan %e \n. c). bilangan = input(‘Masukan Bilangan = ‘). disp (‘Matriks tersebut = ‘).3f dibagi %.3e \n. b.3f \n. fprintf (‘%. fprintf (‘%. c = a / b. b. c). c). a.p.3e sama dengan %.3f sama dengan %. Apa yang muncul dilayar? Uji untuk masukan berupa bilangan bulat dan bilangan pecahan. b. disp (‘Bilangan Tersebut = ‘). ). disp (bilangan) matriks = input (‘Masukan matriks = ‘). disp (matriks) Simpan dan jalankan program. Format presisi adalah . Setiap baris diakhiri dengan tanda titik koma ( . Program berikut untuk menguji format keluaran bilangan pecahan. a. fprintf (‘%f dibagi %f sama dengan %f \n. dengan p berupa nilai yang menyatakan banyaknya angka dibelakang koma. Program berikut untuk menguji masukan dan keluaran. c). b = input (‘Penyebut = ‘).

Posisi tanda tiga titik tersebut harus berada di antara nama variabel dan operator. Untuk memberikan komentar/keterangan pada perintah MATLAB. pernyataan atau perintah yang diberikan dalam program. Jalankan program sebanyak 3 kali dengan masukan yang berbeda-beda. Apa yang muncul di layar?. Beberapa perintah dapat diletakkan pada baris yang sama dengan dipisahkan oleh tanda koma atau titik koma. Apa fungsi penyisipan . . Apa yang muncul dilayar? Jalankan program sebanyak 3 kali dengan masukan yang berbeda. harus didahului dengan tanda %. w). w = input (‘Bilangan bulat = ‘). Suatu perintah MATLAB yang akan ditulis terpisah tidak dalam baris yang sama harus ditandai dengan tiga titik berurutan.5 Komentar Dan Tanda Baca Suatu program yang baik biasanya mempunyai komentar terhadap operasi. w. Tanda koma memberitahu MATLAB untuk menampilkan hasil sedangkan tanda titik koma mencegah penampilan hasil.Simpan dan jalankan program tersebut. Jadi nama variabel tidak dapat dipecah. fprintf (‘desimal: %d \t oktal: %o \t hexadesimal: %x \n’. Simpan dan jalankan program.5.3 pada format tampilan bilangan? Program berikut akan menguji format keluaran bilangan bulat. w. 2.

% Pembuatan Sinyal frek_x = 2 . plot (t. frek_rad = frek * frek_x * pi. % pembuatan vektor waktu t = (0 : t_int : t_max). fprintf ('\t %f dikali %f sama dengan %.3d \n'. frek_rad). Sinyal). Sinyal = amp_sinyal * frekuensi . % program membuat sinyal sinus % masukan / input amp_sinyal = input (' Masukan amplitudo sinyal = '). t_max = input (' Masukan maksimal waktu pengukuran (detik) = '). frekuensi.6 Program Sederhana Buat program – program berikut dan amati hasilnya.5. Selanjutnya buat program berikut. frek = input (' Masukan Frekuensi sinyal = '). pi. frek.2. amp_sinyal. Sinyal). frekuensi = cos(frek_rad * t). frek_x . lalu jalankan di command window dan amati hasilnya ! . t_int = input (' Masukan interval waktu pengukuran (detik) = '). % keluaran fprintf ('\t %f dikali %f dikali %f sama dengan %.3d \n'.

function [avg. a = sum(v)/n. function a = mean(v. end kemudian panggil di Command Windows dengan perintah berikut : [a. avg = mean(u. else m = (w(n/2)+w(n/2+1))/2. w = sort(v).n). function m = median(v. n = length(u).n) % Subfunction % Calculate median. med = median(u. if rem(n.med] = newstats(u) % Primary function % NEWSTATS Find mean and median with internal functions.2) == 1 m = w((n+1)/2).n) % Subfunction % Calculate average.n).m]= newstats([1 2 3 4 5]) .

s). sulit untuk diperiksa hanya dengan mengamati angka – angka yang ditampilkan. Terdapat tiga bentuk penulisan fungsi ini.6. Titik - Garis lurus g Hijau o Lingkaran : Garis titik-titik r Merah x Tanda silang -. Simbol Warna Simbol Penandaan Simbol Style garis b Biru . Penampilan data dalam bentuk grafik dapat memudahkan analisis. Garis terpotong dan titik c Cyan + Tanda plus -- Garis terpotong-potong m Magenta * y Kuning s Bintang Bujursangkar . dengan format menurut string s.1 Grafik Kontinyu Linier Untuk menggambar grafik dua dimensi dapat menggunakan perintah plot. Pada MATLAB grafik dibedakan menjadi dua macam .2. 2. String s menyatakan warna. menampilkan vektor y (sumbu vertikal) terhAdap vektor x (sumbu horizontal).  plot(y) menampilkan vektor y terhAdap indeksnya. menampilkan vektor y terhadap vektor x. yaitu :  Grafik kontinyu.  Grafik diskrit. yaitu :  plot(x.  plot(x. Berikut adalah beberapa nilai yang dapat digunakan pada string s .6 Penggambaran Grafik Suatu runtun data yang banyak.y). bentuk penanda dan bentuk garis antarnilai.y. baik linier ataupun logaritmis.

Standar style garis adalah garis lurus kecuali jika anda memberikan style garis yang lain. y) Berikut akan ditampilkan sinyal tegangan sinusoidal y dengan amplitudo 5 volt dan frekuensi 10 Hz.k Hitam d Diamond w Putih ^ Segitiga ke atas v Segitiga ke bawah < Segitiga ke kiri > Segitiga ke kanan p Pentagram h Heksagram Jika anda tidak memilih warna dan anda menggunakan skema standar. y) . frek_radian = 2 * pi * 10. y = amplitudo * cos( frek_radian * t). dengan 20 cuplikan pengukuran. Berikut adalah penampilan sinyal acak y bernilai antara 0 hingga 10. 20). plot (t. Frekuensi pengukuran minimal adalah 2 x 10 Hz = 20 Hz. 1. Frekuensi radian dari sinyal adalah  = 210 = 20 rad/ detik.05 detik. Diasumsikan bahwa sinyal mulai dari t = 0 detik hingga t = 1 detik. 20). t = linspace (0. Sinyal akan diukur selama 1 detik. plot (t. MATLAB akan memulainya dengan warna biru dan berputar berurutan ke tujuh warna pertama dalam tabel untuk setiap penambahan garis. y = 10 * rand(1. Berarti periode pengukuran minimal adalah 1/ 20 = 0. amplitudo = 5.

6. Kotak Keterangan. y) plot (y) 2. yaitu : Fungsi Keterangan box off Menghilangkan kotak pada grafik box on Menampilkan kotak pada grafik Box Men-toggle kotak pada grafik xlabel(string) Menambahkan teks di samping sumbu ylabel(string) x pada grafik yang aktif Menambahkan teks di samping sumbu y pada grafik yang aktif title(string) Menambahkan teks pada bagian atas grid on grafik yang aktif Menambahkan grid pada grafik . ’ro-’) plot (t. y. ‘b^-‘) plot (t.2 Menggambar Grid. y. plot (t.Kemudian ketikan perintah fungsi berikut dan amati grafik. ‘b:’) Lakukan fungsi berikut dan amati sumbu x (horizontal). Apa saja perubahan – perubahan yang terjadi pada grafik ? plot (t. y. Label dan Legenda Beberapa fungsi untuk memberikan keterangan pada grafik.

x.. 1 : kanan atas di luar grafik x = linspace(0.2*pi.grid off Menghilangkan grid pada grafik Grid Men-toggle kotak pada grafik text(x. z = cos(x) y = sin(x). plot(x..30).y.y.string) Menambahkan teks pada lokasi (x.z) box off xlabel(‘Variabel bebas x’) .pos) yang aktif Memberikan meletakannya keterangan pada posisi dan tetentu sesuai pos : 0 : diletakan pada posisi terbaik 1 : kanan atas (default) 2 : kiri atas 3 : kiri bawah 4 : kanan bawah Ketikan program berikut.y) di grafik yang aktif gtext(string) Menempatkan teks dengan mouse legend(string.…) Menambahkan keterangan pada grafik legend off dengan string-string sebagai label Menghilangkan keterangan dari grafik Legend(.. amati perubahan yang terjadi pada grafik.string.

3. 1. sublot (2.0. dalam figure terdapat 6 grafik. 2) sublot (2. plot (t_deg. t_deg = (0 : 10 : 360). Gambar pada jendela figure ini dapat disimpan ke dalam sebuah file yang sewaktu-waktu dapat dipanggil kembali. 3. 3. 3. 1.3 Figure dan Subplot Figure adalah jendela untuk menampilkan gambar grafik yang anda buat seperti perintah plot dan sejenisnya. subplot (3. 6) Berikut menampilkan tiga grafik yang berbeda dalam satu figure. . 3. 5) sublot (2. sin (t_rad)) subplot (3. Suatu figure dapat terdiri lebih dari satu grafik.ylabel(‘Variabel tak bebas y dan z’) title(‘Kurva sinus dan cosinus’) grid on. cos (t_rad)). n. 1) sublot (2. t_rad = t_deg * pi / 180.’Sin(x)’) gtext(‘Cos(x)’) legend(‘Sin(x)’. 3. Penempatan grafik dinyatakan dengan subplot(m. 1).5. nomor) diikuti fungsi penggambaran grafik. dengan  m cacah grafik dalam satu baris  n cacah grafik dalam satu kolom  nomor nomor grafik. yang tersusun sebagai 2 baris dan 3 kolom.7. plot (t_deg.’Cos(x)’) legend off 2. mulai dari baris pertama kolom pertama. 2). 4) sublot (2. Misal. box on text(2.6. 3) sublot (2.

title (‘sin’). 1). 1. subplot (3. subplot (3. 3). title (‘cos * sin’). 1. 3). 1. 2).* sin (t_rad)). subplot (3. plot (t_deg. cos (t_rad).subplot (3. title (‘cos’). Pemberian keterangan diberikan per subplot. 1. .

explorasi. dan visualisasi 6. dan pembuatan prototipe 5. kususnya yang berhubungan dengan matrix dan formulasi vektor. Grafik Keilmuan dan bidang Rekayasa MATLAB merupakan suatu sistem interaktif yang memiliki elemen data dalam suatu array sehingga tidak lagi kita dipusingkan dengan masalah dimensi. Akusisi Data 4.BAB 3 PENUTUP 3. Hal ini memungkinkan kita untuk memecahkan banyak masalah teknis yang terkait dengan komputasi. Pemodelan. Metode komputasi yang digunakan disebut algoritma. yang mana masalah tersebut merupakan momok apabila kita harus menyelesaikannya menggunakan bahasa level rendah seperti Pascall.masalah matematika dengan menggunakan sekumpulan aritmatik sederhana dan operasi logika pada sekumpulan bilangan atau data numerik yang diberikan. dengan . Proses penyelesaiannya mungkin memerlukan puluhan bahkan sampai jutaan operasi. Analisa data. tingkat keakuratan yang diinginkan dan seterusnya. Pembentukan Algorithm 3. visualisasi. simulasi. MATLAB adalah sebuah bahasa dengan (high-performance) kinerja tinggi untuk komputasi masalah teknik. Matematika dan Komputasi 2. Matlab mengintegrasikan komputasi. tergantung pada kompleksitas masalah yang harus diselesaikan. dan pemrograman dalam suatu model yang sangat mudah untuk pakai dimana masalahmasalah dan penyelesaiannya diekspresikan dalam notasi matematika yang familiar.1 Kesimpulan Metode numerik merupakan suatu metode untuk menyelesaikan masalah. Penggunaan Matlab meliputi bidang–bidang: 1. C dan Basic.

3. .2 Saran Bagi pembaca di harapkan mengamalkan ilmu yang di dapat setelah membaca modul ini. Dan jika modul saya ada kata – kata yang tidak berkenan di hati anda saya minta maaf.

com http://aqwam.com/2013/05/modul-matlab.staff.itb.id/files/29.wordpress.jak-stik.com/2007/09/modul-numerik1.google.id/2012/10/30/metode-numerik-eliminasi-gauss-jordan/ http://gofar.files.ac.blog.pdf http://lightnearby.pdf http://informatika.amikom.-mathlab[3].munir/Buku/Metode%20Numerik/BAb%2001%20M etode%20Numerik%20Secara%20Umum.pdf .ac.ac.files.pdf http://aswishnu.id/~rinaldi.stei.DAFTAR PUSTAKA www.wordpress.