Anda di halaman 1dari 26

Pengendalian Gratifikasi dan Penanganan Benturan

Kepentingan

Kata Pengantar
Pada tahun 2014, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah
menerbitkan Peraturan Menteri PP-PA Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengendalian Gratifikasi dan
Peraturan Menteri PP-PA Nomor 2 Tahun 2014 tentang Pedoman Penanganan Benturan Kepentingan.
Untuk memudahkan proses sosialisasi dan memudahkan pemahaman seluruh pihak, khususnya pejabat
dan pegawai di lingkungan KemenPPPA, maka KemenPPPA menyusun buku saku tentang pengendalian
gratifikasi dan penanganan benturan kepentingan.
Penyajian peraturan dalam bentuk buku saku bergambar ini diharapkan dapat menjawab
pertanyaan tentang apa yang harus dilakukan ketika berhadapan dengan gratifikasi, atau pada saat
menemui situasi yang diduga sebagai benturan kepentingan. Buku saku yang berisi tulisan dan gambar
ini dihasilkan melalui diskusi perwakilan kelompok anak, khususnya anak-anak yang tergabung dalam
Forum Anak Jakarta, dan difasilitasi oleh seorang Dosen Seni Rupa dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontibusi untuk
membangun budaya anti korupsi melalui buku saku ini.
Jakarta, Agustus 2015
Inspektur

Titi Eko Rahayu

seluruh pejabat dan pegawai menandatangani pakta integritas. laporan keuangan dan laporan capaian kinerja juga terus dibangun. Sekretaris Kementerian. Wahyu Hartomo .id). semoga buku ini berguna dan berkontribusi dalam menciptakan budaya anti KKN di lingkungan KemenPP-PA. diantaranya pembuatan buku saku tentang pengendalian gratifikasi dan penanganan benturan kepentingan. kolusi dan nepotisme (KKN) yakni kesadaran akan nilai-nilai kebenaran.go. kejujuran. Salam Integritas. KPP-PA memiliki komitmen terhadap pembangunan profil dan perilaku aparat negara yang memiliki integritas. Kami mengharapkan ke depannya dengan penciptaan buku ini dapat meginspirasi semua pihak terutama di KemenPP-PA untuk membuat karya-karya kreatif lainnya dalam mengkomunikasikan kebijakan atau peraturan. Buku saku bergambar yang merupakan cetak ringkas dari Peraturan Menteri PP-PA Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengendalian Gratifikasi dan Peraturan Menteri PP-PA Nomor 2 Tahun 2014 tentang Pedoman Penanganan Benturan Kepentingan ini diharapkan menjadi materi KIE yang sederhana dan menarik untuk memberikan pemahaman tentang budaya anti KKN kepada seluruh aparatur negara di KemenPP-PA. memperkuat pelaksanaan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) dan membangun sarana pengaduan pelanggaran melalui whistle blowing sistem (WBS). Selain itu. Keterbukaan informasi. Akhir kata. penanganan benturan kepentingan (conflict of interest). Peningkatan kesadaran (perilaku) anti korupsi. diantaranya dengan menetapkan regulasi internal tentang pengendalian gratifikasi. dengan menambahkan menu pada website KPP-PA (www. Kami memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi dalam pembuatan buku ini. khususnya kepada anak-anak yang tergabung dalam Forum Anak Jakarta yang telah melakukan diskusi untuk membantu menuangkan kalimat-kalimat kebijakan/peraturan menjadi gambar-gambar yang bermakna. integritas. dan wajib menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) atau Laporan Kekayaan Aparat Sipil Negara (ASN).kemenpppa. dan pembuatan media/sarana KIE lainnya terus dan lebih digerakan. transparansi dan akuntabilitas melalui sosialisasi.Sambutan Sejalan dengan tujuan reformasi birokrasi. termasuk informasi anggaran.

Bagian I: Pengendalian Gratifikasi .

pengobatan cuma-cuma. pinjaman tanpa bunga. komisi. rabat (discount).Gratifikasi adalah pemberian uang. barang. . tiket perjalanan. perjalanan wisata. fasilitas penginapan. dan fasilitas lainnya.

Kondisi rawan gratifikasi Pelaksanaan Audit Evaluasi Penerimaan Penghargaan Seleksi Jabatan 03/07/16 .

apabila berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya. Contoh: fasilitasi dan pemberian buah tangan pada saat melakukan evaluasi program PP-PA (evaluasi KLA. evaluasi APE). .Setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap pemberian suap.

Gratifikasi yang dikecualikan dan tidak perlu dilaporkan : 1. investasi atau kepemilikan saham pribadi yang berlaku secara umum dan tidak terkait dengan kedinasan. . voucher. diperoleh karena prestasi akademis atau non-akademis (kejuaraan/perlombaan/kompetisi) dengan biaya sendiri dan tidak terkait dengan kedinasan. lokakarya. seminar. 2. sertifikat dan plakat/cinderamata. 4. pelatihan atau kegiatan lain sejenis yang berlaku secara umum berupa seminar kits.diperoleh dari hadiah langsung/undian. point rewards.diperoleh dari acara resmi kedinasan dalam bentuk hidangan/sajian/jamuan berupa makanan dan minuman yang berlaku umum.diperoleh dari kegiatan resmi kedinasan seperti rapat. atau souvenir yang berlaku secara umum dan tidak terkait dengan kedinasan. 3. diperoleh dari keuntungan/bunga dari penempatan dana. dan/atau 5. konferensi.

.Pengendalian Gratifikasi dilakukan demi menciptakan Kemen PP-PA yang berintegitas.

Inspektorat ditetapkan dan bertindak sebagai UPG (Unit Pengendali Gratifikasi) Gratifikasi....Dalam melaksanakan pengendalian gratifikasi di lingkungan Kemen PP-PA. . Laporkan ke Inspektorat...

UPG memiliki tugas dan wewenang untuk melakukan analisis dan pemrosesan terhadap setiap laporan gratifikasi sebagai bentuk pengendalian gratifikasi .

UPG menyampaikan gratifikasi yang dianggap suap kepada Komisi Pemberantasan Korupsi dalam waktu paling lama 7 (tujuh) hari setelah diterima. UPG meneliti gratifikasi yang diterima untuk menentukan gratifikasi yang dianggap suap atau bukan. Laporkan kepada UPG dalam waktu paling lama 25 (dua puluh lima) hari setelah menerima gratifikasi..Jika menerima gratifikasi... ..lalu.

Bagian II: Penanganan Benturan Kepentingan .

.Benturan kepentingan adalah situasi di mana pejabat atau pegawai memiliki atau patut diduga memiliki kepentingan pribadi terhadap setiap penggunaan wewenang dalam kedudukan atau jabatannya. sehingga dapat mempengaruhi kualitas keputusan dan/atau tindakannya.

kebijakan dari pejabat atau pegawai dipengaruhi oleh hubungan dekat. ketergantungan.pejabat atau pegawai menerima gratifikasi atau pemberian/ penerimaan hadiah atas suatu keputusan/jabatannya. dan/atau pemberian gratifikasi. .

.pejabat atau pegawai melakukan komersialisasi pelayanan publik.

pejabat atau pegawai menggunakan aset jabatan untuk kepentingan pribadi/golongan .pemilihan partner atau rekanan kerja oleh pejabat atau pegawai berdasarkan keputusan yang tidak professional.

Tata Cara Penanganan Benturan Kepentingan Melaporkan ke atasan langsung pejabat pengambil keputusan tersebut a Keputusan pejabat yang dilaporkan tetap berlaku Paling lama 3 hari kerja n be r Ti be dak na r Atasan langsung memeriksa kebenaran laporan tersebut Cantumkan identitas dan bukti Keputusan atau tindakan ditinjau kembali Inspektur mengawasi tindak lanjut .

Penanganan benturan kepentingan yang efektif akan berhasil jika disertai: •Kerjasama semua pihak (pejabat.pegawai.dan masyarakat) •Keterlibatan para stakeholder •Keterbukaan informasi yang memadai •Monitoring dan evaluasi .

dan tindakan yang konsisten dari seluruh pihak.Strategi penanganan korupsi yang cerdas harus disertai dengan niat yang kuat. komitmen yang melekat. .

dan berbagai faktor lain. kepentingan pegawai. . kepentingan publik.Mewujudkan lingkungan yang bebas dari benturan kepentingan memerlukan komitmen dan keteladanan dari seluruh pejabat dan pegawai dalam menggunakan kewenangannya secara baik dengan mempertimbangkan kepentingan lembaga.

Perhatian khusus perlu dilakukan terhadap hal-hal tertentu yang dianggap berisiko tinggi yang akan dapat menyebabkan terjadinya situasi benturan kepentingan. 3. intervensi pada jabatan sebelumnya. perangkapan jabatan . hubungan afiliasi (pribadi dan golongan). yakni: 1. 2. gratifikasi. 4.

siap mewujudkan Zona Integritas yang bersih dan bebas KKN di lingkungan Kemen PP-PA .! siap menjadi pelopor anti suap dengan melaporkan gratifikasi ke UPG..Ayo.

Korupsi?? Big No Kolusi?? Big No Nepotisme?? Big No Integritas??? Yesss .

03/07/16 .

03/07/16 .