Anda di halaman 1dari 23

1.

Sejarah Perusahaan
PT. Dapenbun Investama adalah suatu
perusahaan yang mengolah kelapa sawit
menjadi CPO (crude palmoil) atau lebih di
kenal dengan nama pabrik minyak Kelapa
Sawit Talikumain (PMKS Talikumain).
PMKS Talikumain beroperasi sejak tanggal 6
maret 2004 yang di resmikan oleh H. Ramlan
Zas, SH Bupati Rokan Hulu. PMKS Talikumain
di kelola management PT. Suri Senia Plasma
Taruna, namun pada tahun 2007 pengelolaan
PMKS Talikumain di ambil oleh magement PT.
Dapenbun Investama.melalui keputusan rapat
umum pemegang saham pada tahun 2012
management PMKS Talikumain di ambil alih
lagi oleh PT.Suri Senia Plasma Taruna.

Lahan usaha
Pabrik Kelapa Sawit PT.Surisenia Plasmataruna

(PT. Dapenbun Investama ) PMKS Talikumain


terletak didesa Talikumain ,Kecamatan
Tanbusai, Kabupatan Rokan Hulu, Luas lokasi
pabrik termasuk sarana dan prasarana
pendukung untuk pengolahan air limbah
maupun kolam penampungan air dan
perumahan karyawan, rumah ibadah dan
kantin adalah 28,4520 Ha. Area dimaksud
terletak 1,5 Km dari jalan utama yang
menghubungkan Pasir Pangaraian arah ke
Sosa.

Bidang usaha/produk
Usaha yang di lakukan PT. Suri Senia Plasma Taruna adalah
Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PMKS) yang meliputi :
Pembangunan pengolan pabrik kelapa sawit dengan
kapasitas 30 ton TBS/jam yang dapat di tingkat kan
menjadi 60 ton TBS/ jam.
Pembangunan sarana dan prasarana penunjang,terdiri
dari jalan penghubung, bangunan perumahan kariawan,
masjid, kantin dan pengolahan limbah. Di samping itu di
laksanakan juga kegiatan investasi dan monitoring
perkembangan kebun kelapa sawit baik itu perusahaan
perkebunan atau pun kebun masyarakat di sekitar lokasi
kegiatan guna memastikan kelancaran suplay bahan baku
pabrik berupa Tandan Buah Segar (TBS) ke pabrik.

Jenis Produksi

Produksi yang dihasilkan oleh PT. Surisenia Plasmataruna PMKS


Talikumain (PT. Dapenbun Investama) terdiri dari Crude Palm Oil
(CPO) DAN Palm Kernel (PK).

Bahan Baku

Bahan baku berupa tandan buah segar (TBS) diperoleh dari


kebun yang ada disekitar pabrik. Kebutuhan bahan baku sebesar
30 ton /jam dengan jam kerja per hari 20 jam (2 shift) selama25
hari kerja per bulan maka dibutuhkan 180.000 ton TBS/tahun.
Pada proses pembuatan minyak kelapa sawit banyaknya
minyak yang diperoleh selain tergantung pada kandungan
minyak yang terdapat dalam TBS,juga tergantung pada
kemampuan peralatan mesin yang dipergunakan.

Penggunan Energi
Pabrik Kelapa Sawit PT. Surisenia Plasmataruna PMKS Talikumain (PT.
Dapendum Investama) menggunakan system self Generated yaitu pabrik yang
digerakkan oleh turbin /boiler yang menggunakan bahan bakar berupa sisa hasil
olahan TBS dalam bentuk debu, serat /fiber atau cangkang. Uap yang
dihasilkan digunakan untuk menggerakkan
generator turbin yang
menghasilkan listrik yang selanjutnya menggerakkan mesin - mesin pabrik.
Uap bekas turbin dipakai untuk mengolah bahan olahan TBS sanpai menjadi
minyak sawit dan inti sawit. Disini tanpak adanya siklus dimana dituntut
keseimbangan antara kalori uap dan tenaga.
Disanping itu untuk penerangan kompleks PMKS dan perumahan Karyawan
PT. Surisenia Plasmataruna PMKS Talikumain (PT. Dapenbun Investama),
menggunakan energi genset sendiri dengan bahan bakar solar.

Secara umum Proses pengolahan


buah kelapa swit
1. stasiun penerimaan TBS
2. stasiun loding ram
3. stasiun rebusan
4. stasiun penebah
5. stasiun kempa/pres
6. stasiun pemurni klrifikasi
7. stasiun kernel
8. Water supley
9. stasiun boiler
10. stasiun tenaga listrik
11. waduk

Stasiun Perebusan (Sterilizer Station)

Stasiun rebusan adalah proses pemindahan

dari lori rebusan ke sterilizer (rebusan),


merebus buah, dan mengeluarkan serta
mengangkat lori yang berisi rebusan TBS ke
proses selanjutnya (Stasiun Penebah/Threser).
Baik buruknya mutu dan jumlah hasil olah
suatu pabrik kelapa sawit, terutama
ditentukan oleh keberhasilan rebusan.
Sterilizer (rebusan) adalah bejana bertekanan
yang digunakan untuk merebus buah

ALAT-ALAT YANG DI GUNAKAN PADA STASIUN

Transfer Carriage
Transfer Carriage berfungsi sebagai
alat penghantar TBS yang sudah
dimasukkan ke lori dan dipersiapkan
untuk masuk ke rebusan ( sterilizer ).
STERILIZER.

Gambar Tranfer Carriage

Alat penarik (Capstand) adalah alat


penarik lori keluar masuk dari sterilizer
(rebusan). Proses penarikan dimulai dari
penimbunan sementara (Loading Ramp) ke
rebusan (sterilizer) atau sebaliknya. Alat
penarik yang digunakan adalah elektro
motor yang memiliki daya yang cukup untuk
menarik lori yaitu 15 kW, 1500 rpm, dan
putaran
tarikan
20-35
rpm,
dengan
kapasitas berjumlah 10 lori.

Gambar . Alat Penarik/Capstan

Jaringan Rel (Rail Track)


berfungsi
untuk
membantu
dan
mempercepat
pemasukan
dan
pengeluaran
lori
dari
rebusan
(sterilizer) atau dari loading ramp ke
sterilizer lalu ke stasiun penebah
(thresser).

Gambar . Jaringan Rel (Rel Track)

Rebusan (sterilizer) adalah alat


yang digunakan untuk melakukan
perebusan, dimana alat ini merupakan
bejana
uap
bertekanan
yang
digunakan untuk merebus TBS dengan
uap (steam).

Gambar . Rebusan (Sterilizer)

Adapun tujuannya TBS direbus ke dalam


sterilizer adalah :
Menghentikan Aktivitas Enzim
Bauh yang dipanen mengandung enzim
upase oksidase yang tetap bekerja di dalam
buah sebelum enzim tersebut dihentikan.
Melepaskan Buah dari Tandannya
Minyak dari inti sawit terdapat dalam buah, maka
untuk mempermudah prosesnya ekstraksi minyak,
buah perlu dipisahkan dari tandannya.

Proses Sterilisasi buah dpat


menyebabkan penurunan kadar air buah
dan inti, yaitu dengan cara penguapan baik
dari dalam saat direbus maupun saat
sebelum dimasukkan ke Tressing.
Melunakkan Buah Sawit
Kulit buah yang mendapatkan perlakuan
panas dan tekanan akan menunjukkan sifat,
serat yang mudah lepas antara serat yang
satu dengan yang lain. Hal ini akan
mempermudah proses didalam Digester dan
Depericarper/Polishing. Karena adanya
panas dan tekanan tersebut maka air yang
terkandung dalam inti akan menguap lewat
mata biji sehingga proses pemecahan biji
lebih mudah (dalam Rippel mill).

sterilizer triple peak


Sterilizer Triple Peak
Dalam perebusan TBS digunakan uap basah dimana
tekanan uap 2,8 s/d 3,00 kg/cm2. Sistem perebusan
pada pabrik kelapa sawit PMKS TALIKUMAMAIN
adalah sistem 3 puncak (system triple peak).
Adapun peroses system tiga puncak adalah sebagai
berikut :
Pengisian TBS ke dalam rebusan:
1)Masukkan TBS ke dalam lori.
2)Tutup steam inlet, buka kran kondensat dan
kran steam outlet.
3)Pastikan tekanan uap di rebusan 0 kg/cm2
dengan membuka kran control uap.
4)Masukkan lori ke dalam rebusan.
5)Tutup pintu rebusan.

Puncak I
-Tutup kran blow up
-Buka kran steam inlet dan masukkan steam sampai tekanan
mencapai 2,0 kg/cm2 dalam jangka waktu 15 menit.
Dalam waktu 2 menit pertama steam dimasukkan biarkan
kran kondensat terbuka, dan setelah 2 menit kemudian kran
kondensat ditutup.
-Tutup kran steam inlet.
-Buka kran kondensat, setelah 1 menit kran kondensat
dibuka,
-buka kran steam outlet sehingga tekanan menjadi 0 kg/cm 2.
-Tutp kran kondensat dan steam outlet dan buka kran steam
inlet untuk puncak II.

Buka kran steam inlet dan


injeksikan steam selama 20
menit hingga mencapai
tekanan 2,5 kg/cm2.
Tutup kran steam inlet.
Buka kran kondensat dan
steam outlet untuk
pembuangan steam hingga
mencapai 0 kg/cm2 dalam
waktu 2 menit.
Tutup kran kondensat dan
steam outlet, buka kran

Puncak III
Kran steam inlet dibuka full selama 14 menit untuk menaikkan tekanan
mencapai 2,8 - 3,0 kg/cm2.
Puncak ke-III (holding time) ditahan selama 60 90 menit.
Selama holding time dilakukan pembuangan kondensat sebanyak 3x
sehingga tekanan turun menjadi 2,7 kg/cm2.
Selesai holding time, kran dibuka secara berurut.
1.Buka kran kondensat
2.Buka kran steam outlet, sehingga tekanan mencapai 0 kg/cm2 dalam
waktu 4 menit.
3.Setelah tekanan dalam rebusan mencapai 0 kg/cm2, buka kran control
steam untuk memastikan tekanan sudah 0 kg/cm2.
4.engeluaran buah matang:
5.Pastikan tekanan dalam rebusan telah o kg/cm2.
6.Persiapkan lori yang sudah berisi TBS didepan rebusan yang buahnya
telah matang.
7.Buka pintu rebusan.
8.Keluarkan lori buah yang telah matang sambil digandeng dengan lori
yang berisi TBS sehingga lori yang berisi TBS berada di dalam rebusan.
9.Tutup pintu rebusan.

tekanan uap 2.5 3.0 Kg/cm2 dengan suhu


perebusan 130 140 oC selama 75 90 menit.
Adapun perincian Sistem Tiga Puncak :
Dearasi

: 2.5 menit
Pemasukan uap dan pembukaan puncak I , II
dan III : 25 menit
Masa penahanan dan tekanan 2.8 3.0
Kg/cm2 : 50 menit
Pembuangan uap
terakhir : 7.5 menit
Total Waktu Perebusan
: 85 menit

Sistem kerja dan


komponen-komponen
sterilizer
sterilizer adalah bejana bertekanan yang digunakan untuk merebus buah kelapa
sawit dengan memanfaatkan steam (uap) yang berasal dari BPV (Back Pressure
Vessel).
Tekanan puncak perebusan pada sterilizer berkisar antara 2.8-3.0 kg/cm 2. Waktu
yang dibutuhkan untuk merebus buah kelapa sawit yang dimasukkan ke
sterilizer sesuai dengan settingan otomatisnya adalah 90 menit proses
perebusan dilakukan dengan cara 3 puncak (triple peak).
Peak 1.
Adalah pembuangan / mengeluarkan oksigen yang terperangkap pada
sterilizer.
Peak 2.
Berfungsi untuk membuang udara yang masih tersisa pada sterilizer, karena
udara adalah penghantar panas yang tidak baik, membuang kondensat.
Peak 3.
Pada tahap ini adalah penahanan tekanan antara 2.8-3.0 kg/cm 2 untuk proses
perebusan. Namun pada saat ini juga kondensat dibuang dengan membuka
kondensat valve dengan interval yang telah ditentukan

Analisa atau hal yang


diperhatikan sebelum di
operasikan sterilizer
- Packing Pintu
Kerusakan pada packing pintu biasanya
timbul pada bagian bawah, hal ini disebabkan
adanya genangan Air Condensate.
-Pressure Gauge / Alat Pengukur Tekanan
Manometer yang terdapat pada bagian atas
pintu muka/belakang harus diperiksa apakah
masih berfungsi atau tidak, sebab Pressure
Gauge adalah sebagai alat indikator bagi
Operator untuk menentukan apakah tekanan
dalam Sterilizer masih ada atau tidak.

Strainer / Plate Penyaring Condensate


Penyaring condensate yang terdapat pada lantai dalam
Sterilizer haruss diperiksa apakah ada brondolan yang
sangkut/janjangan yang sangkut, sebab jika hal ini diabaikan
dapat menghambat pengeluaran air condensate pada saat
pengoperasian, dan genangan air condensate ini akan
mempercepat rusaknya packing pintu.
Katup Pengaman
Periksa mekanisme dari katup pengaman (Safety Valve)
apakah sudah berfungsi baik
Centilever (Jembatan untuk masuk lorry rebusan)
Periksa apakah cantilever dalam keadaan baik atau tidak, hal ini
harus benar-benar diperhatikan agar lorry yang masuk/keluar dari
sterilizer tidak jatuh atau jadi lambat

SEKIAN DAN
TERIMAKASIH