Anda di halaman 1dari 8

5

Gas Ideal

Persamaan Status
Persamaan status: persamaan yang menghubungkan
tekanan, temperatur dan volume spesifik.
Pada tekanan rendah, temperatur dan volume spesifik
berbanding lurus.
Persamaan status paling sederhana adalah persamaan
status gas ideal:
Pv = RT
Di mana P, T, v dan R masing2 adalah tekanan absolut,
temperatur absolut, volume spesifik dan konstanta gas
yang bersangkutan.
AM TM Unlam 2008

HMKK322 Termodinamika 1

Persamaan Status (lanjutan)


Nilai R bergantung pada jenis gas:
Ru
M
Di mana M adalah massa molar atau berat molekul gas
dan Ru adalah konstanta gas universal.
R=

AM TM Unlam 2008

HMKK322 Termodinamika 1

Persamaan Status (lanjutan)


Ingat: untuk suatu zat yang memiliki berat molekul M, 1
kmol memiliki massa sebesar M kg, 1 lbmol memiliki
massa M lbm.
Massa m adalah m = nM, di mana n adalah bilangan
mole (jumlah partikel dasar zat: atom, molekul)
Bilangan mole sebesar 1 mole setara dengan jumlah
atom carbon di dalam 12 g carbon-12, yaitu sebanyak
6,0221415 1023 (ini disebut juga Avogadro constant).
Contoh: berat molekul N2 = 28, yang berarti 1 kmol N2
memiliki massa 28 kg, atau 1 lbmol N2 memiliki massa
28 lbm.
AM TM Unlam 2008

HMKK322 Termodinamika 1

Persamaan Status (lanjutan)


Selanjutnya: PV = mRT = nRuT atau PV/T
= konstan.
Gas ideal adalah gas yang memenuhi
persamaan status ini.
Untuk dua status (1 dan 2) yang berbeda:
P1V1 P2V2
=
T1
T2
AM TM Unlam 2008

HMKK322 Termodinamika 1

Contoh 5.1
Tentukan massa udara di
suatu ruang berukuran 4 m
5 m 6 m pada 100 kPa
dan 25 C. Diketahui
konstanta gas udara adalah
R = 0,287 kPa m3/(kg K).
Jawab: V = 120 m3, m =
PV/(RT) = 140,3 kg.

AM TM Unlam 2008

HMKK322 Termodinamika 1

Gas Riil
Gas riil adalah gas dengan sifat2
termodinamik yang sebenarnya. Sifat2 ini
menyimpang dari sifat2 gas ideal.
Ukuran penyimpangan ini adalah
compressibility factor:

Z=
AM TM Unlam 2008

Pv
RT
HMKK322 Termodinamika 1

Gas Riil (lanjutan)


Suatu compressibility factor merupakan perbandingan
antara volume spesifik yang sebenarnya (aktual) dengan
ideal:

Z=

vaktual
videal

Persamaan ini dapat digunakan untuk menghitung


vaktual jika tabel-tabel sifat termodinamika tidak tersedia.

AM TM Unlam 2008

HMKK322 Termodinamika 1

Gas Riil (lanjutan)


Penentuan Z dapat dilakukan menggunakan reduced
pressure PR dan reduced temperature TR, di mana
PR =

P
Pkritis

dan TR =

T
Tkritis

Generalised compressibility chart memberikan hubungan2


di antara Z, PR dan TR un tuk berbagai jenis gas.

AM TM Unlam 2008

HMKK322 Termodinamika 1

Gas Riil (lanjutan)

AM TM Unlam 2008

HMKK322 Termodinamika 1

10

Gas Riil (lanjutan)


Pada tekanan rendah (PR << 1),
gas-gas berperilaku seperti gas
ideal.
Pada temperatur tinggi (TR > 2)
perilaku gas ideal dapat
diasumsikan berlaku pada gasgas, kecuali untuk PR >> 1.
Di sekitar titik kritis, gas-gas
cenderung menjauh dari
perilaku gas ideal.

AM TM Unlam 2008

HMKK322 Termodinamika 1

11

Gas Riil (lanjutan)


Prosedur penentuan P menggunakan generalised
compressibility chart, jika T dan v diketahui:
0 Tentukan, Tkritis, Pkritis, T, v, dan R
1 Hitung TR
2 Hitung P dengan asumsi gas ideal
3 Dengan P yang baru, hitung PR
4 Cari Z dari generalised compressibility chart
5 Dengan Z yang baru, hitung P yang baru
6 Ulangi 3 sampai 5 hingga nilai2 P atau PR relatif tidak berubah

Prosedur serupa dapat digunakan untuk menentukan T


jika P dan v diketahui.
AM TM Unlam 2008

HMKK322 Termodinamika 1

12

Contoh 5.2
Tentukan tekanan uap air pada 820 F dan 0,70244
ft3/lbm (di mana R = 0,5956 psia ft3/(lbm R))
menggunakan: a. tabel termodinamika, b. asumsi gas
ideal.
Dapat dipastikan bahwa uap air ini superheated, karena
dari Tabel Air Jenuh (British) untuk temperatur: pada
820 F, v masih akan di bawah 0,70244 ft3/lbm. Jadi, ini
adalah uap
Dari Tabel Uap Superheated (British) untuk: pada 820 F
dan 0,70244 ft3/lbm diperoleh tekanan 1000 psia (a.
menggunakan tabel).
AM TM Unlam 2008

HMKK322 Termodinamika 1

13

Contoh 5.2 (lanjutan)


Asumsi gas ideal: P = RT/v = 0,5956
ft3/(lbm R) (820 + 459,69) R/(0,70244
ft3/lbm) = 1085,05 psia (b. menggunakan
asumsi).

AM TM Unlam 2008

HMKK322 Termodinamika 1

14

Contoh 5.3
Ulangi Contoh 5.3 menggunakan
compressibility factor Z.
Pkritis = 22,06 MPa = 22,06 106 N/m2 =
22,06 106 N ( 1/4,4482 lbf/N)/(1 m
1/0.3048 ft/m 12 in/ft)2 = 22,06
145,0384 lbf/in2 = 3199,55 psia.
Tkritis = 373,95 C = (373,95 (9/5) + 32 +
459,69) R = 1164,71 R.
AM TM Unlam 2008

HMKK322 Termodinamika 1

15

Contoh 5.3 (lanjutan)


TR = (200 + 459,69)/1164,7 = 1,099.
Gunakan prosedur iterasi:
Iterasi ke-

PR

1085.051

0.339126

0.950

1030.799

0.322170

0.930

1009.098

0.315388

0.925

1003.672

0.313692

0.922

1000.417

0.312675

Ambil P = 1000,417 psia.


AM TM Unlam 2008

HMKK322 Termodinamika 1

16