Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

BAHAYA MEROKOK

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kepaniteraan Klinik Departemen Komunitas

DISUSUN OLEH :
MAHASISWI PROFESI NERS KEPERAWATAN UB
(KELOMPOK 1)

PROGRAM PROFESI NERS


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2016
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Bidang studi
Topik

: Keperawatan Komunitas
: Bahaya merokok

Sasaran

: Bapak-Bapak Desa Petungsewu RW 04

Tempat
Hari/Tanggal
Waktu

: Di rumah warga
: Kamis, 03 Maret 2016
: 1 x 30 Menit

1.

Latar Belakang
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm
(bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun
tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan
membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.

Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang
dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir,
bungkusan-bungkusan

tersebut

juga

umumnya

disertai

pesan

kesehatan

yang

memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok,
misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung(walapun pada kenyataanya itu hanya
tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).
Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di
Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika
bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut
mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian
kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan
bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk
kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu
kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.
Telah banyak riset yang membuktikan bahwa rokok sangat menyebabkan
kecanduan, disamping menyebabkan banyak tipe kanker, penyakit jantung, penyakit
pernapasan, penyakit pencernaan, dan efek buruk bagi kelahiran.
2.

Tujuan Intruksional Umum


Setelah mendapatkan penyuluhan selama 30 menit tentang bahaya rokok terhadap tubuh,
peserta penyuluhan masyarakat dusun kembaran mengerti dampak menggunakan atau
mengkonsumsi rokok.

Tujuan Intuksional Khusus


Setelah mendapatkan penyuluhan satu kali diharapkan peserta penyuluhan mampu:
1. Memahami bahaya rokok bagi tubuh
2. Mengerti kandungan atau racun yang terdapat dalam rokok
3. Mengurangi dalam mengkonsumsi rokok

4.

Sasaran
Bapak-Bapak Desa Petungsewu RW 04

5.

Materi
a.

Menjelaskan tentang definisi rokok

b.

Menjelaskan tentang kandungan rokok

c.

Menjelaskan tentang tipe-tipe rokok

d.

Menjelaskan tentang bahay rokok

e.

Menjelaskan upaya pencegahan merokok

6.

Metode
Ceramah
Tanya jawab

7.

Media
Laptop dan LCD
PPT

8.
NO
1

Kegiatan penyuluhan
WAKTU
3 Menit

KEGIATAN PENYULUHAN
Pembukaan:
Memperkenalkan diri

penyuluhan.
Melakukan kontrak waktu.
Menyebutkan materi penyuluhan
20 Menit

Menyambut salam dan


mendengarkan
Mendengarkan

Menjelaskan tujuan dari

KEGIATAN PESERTA

Mendengarkan
Mendengarkan

yang akan diberi kan


Pelaksanaan :
Menjelaskan tentang definisi rokok

Mendengarkan dan
memperhatikan

Menjelaskan tentang kandungan


rokok
Menjelaskan

tentang

tipe-tipe

tentang

bahaya

tentang

upaya

rokok
Menjelaskan
merokok
Menjelaskan
3

5 Menit

pencegahan merokok
Evaluasi :
Memberi kesimpulan materi

Menjawab dan
menjelaskan pertanyaan

Menyampaikan hasil evaluasi dan


umpan balik

Menanyakan pada bapak-bapak


tentang materi yang diberikan dan
reinforcement kepada bapakbapak bila dapat menjawab &
menjelaskan kem bali
4

2 Menit

pertanyaan/materi
Teriminasi :
Mengucapkan terimakasih kepada
ibu-ibu
Mengucapkan salam

9.

Mendengarkan dan
membalas salam

Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
Peserta hadir ditempat penyuluhan sebanyak minimal 15 orang.
Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di salah satu rumah warga
Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya
2. Evaluasi Proses
Peserta antusias terhadap materi penyuluhan.
Peserta tidak meninggalkan tempat penyuluhan.

Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar.


Penguasaan materi oleh penyaji 80-100 %
3. Evaluasi Hasil
Sebelum dilakukan penyuluhan, peserta dapat memahami materi sebanyak 50 %
Setelah dilakukan penyuluhan, peserta dapat memahami materi sebanyak 80 %
10. PENGORGANISASIAN & URAIAN TUGAS
a. Protokol / Pembawa acara : (Belum tau)
Uraian tugas :
Membuka acara penyuluhan, memperkenalkan diri dan tim kepada peserta.
Mengatur proses dan lama penyuluhan.
Menutup acara penyuluhan.
b. Penyuluh / Pengajar : (Belum tau)
Uraian tugas :
Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan dengan bahasa yang mudah

c.

d.

dipahami oleh peserta.


Memotivasi peserta untuk tetap aktif dan memperhatikan proses penyuluhan.
Memotivasi peserta untuk bertanya.
Fasilitator : (Belum tau)
Uraian tugas :
Ikut bergabung dan duduk bersama di antara peserta.
Mengevaluasi peserta tentang kejelasan materi penyuluhan.
Memotivasi peserta untuk bertanya materi yang belum jelas.
Menginterupsi penyuluh tentang istilah/hal-hal yang dirasa kurang jelas bagi
peserta.
Observer : (Belum tau)
Uraian tugas :
Mencatat nama, alamat dan jumlah peserta, serta menempatkan diri sehingga

memungkinkan dapat mengamankan jalannya proses penyuluhan.


Mencatat pertanyaan yang diajukan peserta.
Mengamati perilaku verbal dan non verbal peserta selama proses penyuluhan.
Mengevaluasi hasil penyuluhan denga rencana penyuluhan.
Menyampaikan evaluasi langsung kepada penyuluh yang dirasa tidak sesuai
dengan rencana penyuluhan.

DAFTAR PUSTAKA
Armstrong, Sue. 1991. Pengaruh Rokok Terhadap Kesehatan . Jakarta : Arcan
Direktorat Kesehatan Jiwa Masyarakat,2001. Buku Pedoman Umum Tim Pembina, Tim
Pengarah & Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa. Direproduksi oleh Proyek Peningkatan
Kesehatan Khusus APBD 2002.
Mandagi, Jeanne. 1996. Masalah Narkotika dan Zat Adiktif Lainnya serta Penanggulangannya.
Jakarta : Bina Darma Pemuda Printing
http://lifestyle.okezone.com
http://www.kompas.co.id/kesehatan/news/0306/30/105012.htm
http://yudhistirapanjaitan.blogspot.com
http://info.gizi.net

MATERI PENYULUHAN
BAHAYA ROKOK DALAM TUBUH

2.1 Pengertian Rokok


Rokok adalah slinder dari kertas berukuran panjang aatara 70 hingga 120mm
(bervariasi tergantung negaranya) dengan diameter sekitar 10mm yang berisi daun-daun
tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar salah satu ujungnya dan dibiarkan membara
agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya.
Rokok merupakan produk yang berbahaya & adiktif (menimbulkan ketergantungan)
yang bila digunakan mengakibatkan bahaya kesehatan bagi diri sendiri maupun
masyarakat, oleh karena itu diperlukan berbagai kegiatan pengamanan rokok bagi
kesehatan. Di dalam rokok terdapat 4000 bahan kimia berbahaya yang 69 diantaranya
merupakan zat karsinogenik (dapat menimbulkan kanker). Zat-zat berbahaya yang
terkandung didalam rokok antara lain : tar, karbon monoksida, sianida, arsen, formalin,
nitrosamine dll.
2.2 Kandungan Rokok
Setiap batang rokok yang dinyalakan akan mengeluarkan lebih 4 000 bahan kimia
beracun yang membahayakan dan boleh membawa maut. Dengan ini setiap sedutan itu
menyerupai satu sedutan maut. Di antara kandungan asap rokok termasuklah bahan
radioaktif (polonium-201) dan bahan-bahan yang digunakan di dalam cat (acetone), pencuci
lantai (ammonia), ubat gegat (naphthalene), racun serangga (DDT), racun anai-anai
(arsenic), gas beracun (hydrogen cyanide) yang digunakan di kamar gas maut bagi
pesalah yang menjalani hukuman mati, dan banyak lagi. Bagaimanapun, racun paling
penting adalah Tar, Nikotin dan karbon monoksida.
Tar mengandung sekurang-kurangnya 43 bahan kimia yang diketahui menjadi
penyebab kanker (karsinogen).
Nikotin turut menjadi puncak utama risiko serangan penyakit jantung dan strok.
Hampir satu perempat mangsa penyakit jantung adalah hasil puncak dari tabiat merokok. Di
Malaysia, sakit jantung merupakan menyebab utama kematian sementara strok adalah
pembunuh yang keempat. Zat ini mengandung candu bisa menyebabkan seseorang
ketagihan untuk trus menghisap rokok. Pengaruh bagi tubuh manusia adalah ,enyebabkan

kecanduan atau ketergantungan merusak jaringan otak, menyebabkan darah cepat


membeku, dan mengeraskan dinding arteri
Karbon Monoksida pula adalah gas beracun yang biasanya dikeluarkan oleh
kenderaan. Apabila racun rokok itu memasuki tubuh manusia ataupun hewan, yang akan
membawa kerusakkan pada setiap organ, yaitu bermula dari hidung, mulut, tekak, saluran
pernafasan, paru-paru, saluran penghazaman, saluran darah, jantung, organ pembiakan,
sehinggalah ke saluran kencing dan pundi kencing, yaitu apabila sebahagian dari racunracun itu dikeluarkan dari badan. Gas yang bisa menimbulkan penyakit jantung karena gas
ini bisa mengikat oksigen dalam tubuh. Pengaruh bagi tubuh manusia adalah mengikat
hemoglobin, sehingga tubuh kekurangan oksigen dan menghalangi transportasi dalam
darah.
2.3 Tipe Perokok
Berdasarkan jenisnya perokok dibedakan menjadi 2 yaitu, perokok aktif adalah
mereka telah terbiasa dan nyata menghisap rokok dan menanggung sendiri akibatnya. Dan
perokok pasif yaitu mereka sebenarnya tidak merokok namun karena ada orang lain yang
merokok didekatnya maka ia terpaksa harus ikut menghisap asap rokok dengan segala
akibatnya.
Mereka yang dikatakan perokok sangat berat adalah bila mengkonsumsi rokok lebih
dari 31 batang perhari dan selang merokoknya lima menit setelah bangun pagi. Perokok
berat merokok sekitar 21-30 batang sehari dengan selang waktu sejak bangun pagi
berkisar antara 6 - 30 menit. Perokok sedang menghabiskan rokok 11 21 batang dengan
selang waktu 31-60 menit setelah bangun pagi. Perokok ringan menghabiskan rokok
sekitar 10 batang dengan selang waktu 60 menit dari bangun pagi.
Ada 4 tipe perilaku merokok adalah :
1. Tipe perokok yang dipengaruhi oleh perasaan positif. Dengan merokok seseorang
merasakan penambahan rasa yang positif. menambahkan ada 3 sub tipe ini :
a. Perilaku merokok hanya untuk menambah atau meningkatkan kenikmatan yang
sudah didapat, misalnya merokok setelah minum kopi atau makan.
b. Perilaku merokok hanya dilakukan sekedarnya untuk menyenangkan perasaan.
c. Kenikmatan yang diperoleh dengan memegang rokok. Sangat spesifik pada perokok
pipa. Perokok pipa akan menghabiskan waktu untuk mengisi pipa dengan tembakau
sedangkan untuk menghisapnya hanya dibutuhkan waktu beberapa menit saja. Atau
perokok lebih senang berlama-lama untuk memainkan rokoknya dengan jari-jarinya
lama sebelum ia nyalakan dengan api.
2. Perilaku merokok yang dipengaruhi oleh perasaan negatif. Banyak orang yang
menggunakan rokok untuk mengurangi perasaan negatif, misalnya bila ia marah,
cemas, gelisah, rokok dianggap sebagai penyelamat. Mereka menggunakan rokok bila
perasaan tidak enak terjadi, sehingga terhindar dari perasaan yang lebih tidak enak.
3. Perilaku merokok yang pecandu, mereka yang sudah pecandu akan menambah dosis
rokok yang digunakan setiap saat setelah efek dari rokok yang dihisapnya berkurang.

Mereka umumnya akan pergi keluar rumah membeli rokok, walau tengah malam
sekalipun, karena ia khawatir kalau rokok tidak tersedia setiap saat ia menginginkannya.
4. Perilaku merokok yang sudah menjadi kebiasaan. Mereka menggunakan rokok sama
sekali bukan karena untuk mengendalikan perasaan mereka, tetapi karena benar-benar
sudah menjadi kebiasaannya rutin. Dapat dikatakan pada orang-orang tipe ini merokok
sudah merupakan suatu perilaku yang bersifat otomatis, seringkali tanpa dipikirkan dan
tanpa disadari. Ia menghidupkan api rokoknya bila rokok yang terdahulu telah benarbenar habis.
2.4 Bahaya Rokok
Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih
jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang
sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan
perokok.
Ketika sebatang rokok terbakar terbentuklah 4.000 senyawa kimia, 200 diantaranya
beracun dan 43 lagi pemicu kanker.
Efek racunnya terhadap sang perokok dibandingkan yang tidak merokok yaitu :
14x menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan
4x menderita kanker esophagus
2x kanker kandung kemih
2x serangan jantung
Beberapa bahaya rokok diantaranya :
a. Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal
jantung, serta tekanan darah tinggi.
b. Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun
dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat
berbahaya yaitu tar, nikotin, karbon monoksida, dsb.
c. Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di
udara dan 50 kali mengandung bahan pengeiritasi mata dan pernapasan. Semakin
pendek rokok semakin tinggi kadar racun yang siap melayang ke udara. Suatu tempat
yang dipenuhi polusi asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya daripada polusi di
jalanan raya yang macet.
d. Seseorang yang mencoba merokok biasanya akan ketagihan karena rokok bersifat
candu yang sulit dilepaskan dalam kondisi apapun. Seorang perokok berat akan
memilih merokok daripada makan jika uang yang dimilikinya terbatas.
e. Harga rokok yang mahal akan sangat memberatkan orang yang tergolong miskin,
sehingga dana kesejahteraan dan kesehatan keluarganya sering dialihkan untuk
membeli rokok. Rokok dengan merk terkenal biasanya dimiliki oleh perusahaan rokok
asing yang berasal dari luar negeri, sehingga uang yang dibelanjakan perokok
sebagaian akan lari ke luar negeri yang mengurangi devisa negara. Pabrik rokok yang
mempekerjakan banyak buruh tidak akan mampu meningkatkan taraf hidup

pegawainya, sehingga apabila pabrik rokok ditutup para buruh dapat dipekerjakan di
tempat usaha lain yang lebih kreatif dan mendatangkan devisa.
f.

Sebagian perokok biasanya akan mengajak orang lain yang belum merokok untuk
merokok agar merasakan penderitaan yang sama dengannya, yaitu terjebak dalam
ketagihan asap rokok yang jahat. Sebagian perokok juga ada yang secara sengaja
merokok di tempat umum agar asap rokok yang dihembuskan dapat terhirup orang lain,
sehingga orang lain akan terkena penyakit kanker.

2.5 Upaya Pencegahan


Dalam upaya prevensi, motivasi untuk menghentikan perilaku merokok penting
untuk dipertimbangkan dan dikembangkan. Dengan menumbuhkan motivasi dalam diri
untuk berhenti atau tidak mencoba untuk merokok, akan membuat mereka mampu untuk
tidak terpengaruh oleh godaan merokok yang datang dari teman, media massa atau
kebiasaan keluarga/orangtua.
Suatu program kampanye anti merokok yang dilakukan dapat dijadikan contoh
dalam melakukan upaya pencegahan agar tidak merokok, karena ternyata program
tersebut membawa hasil yang menggembirakan. Kampanye anti merokok ini dilakukan
dengan cara membuat berbagai poster, film dan diskusi-diskusi tentang berbagai aspek
yang berhubungan dengan merokok. Lahan yang digunakan untuk kampanye ini adalah
sekolah-sekolah, televisi atau radio. Pesan-pesan yang disampaikan meliputi:
Meskipun orang tuamu merokok, kamu tidak perlu harus meniru, karena kamu
mempunyai akal yang dapat kamu pakai untuk membuat keputusan sendiri.
Iklan-iklan merokok sebenarnya menjerumuskan orang. Sebaiknya kamu mulai belajar
untuk tidak terpengaruh oleh iklan seperti itu.
Kamu tidak harus ikut merokok hanya karena teman-temanmu merokok. Kamu bisa
menolak ajakan mereka untuk ikut merokok.
Perilaku merokok akan memberikan dampak bagi kesehatan secara jangka pendek
maupun jangka panjang yang nantinya akan ditanggung tidak saja oleh diri kamu sendiri
tetapi juga akan dapat membebani orang lain (misal: orangtua)
Banyak yang mengatakan berhenti merokok sangat sulit. Ada yang mengatakan
lebih baik berhenti makan daripada berhenti merokok.Hal itu terjadi karena merokok sudah
di anggap lumrah dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, mereka juga menyadari dalam
asap rokok mengandung 4.000 zat kimia yang sangat berbahaya untuk kesehatan dirinya
dan keluarga.
Berikut cara mengatasi agar terhindar dari rokok.
a. Menanamkan kemauan
Hal pertama yang harus dilakukan perokok untuk menghentikan kebiasaan merokoknya
adalah dengan menanamkan kemauan yang kuat untuk dapat keluar dari kebiasaan
tersebut. Hendaklah seorang perokok menyadari bahaya rokok bagi kesehatan tubuhnya.

b. Ganti permen nikotin dengan permen karet atau permen mints sehingga menghilangkan
aroma rokok pada mulut. Hilangnya rasa rokok pada mulut akan membuat kita melupakan
rokok untuk seterusnya.
c. Buatlah kegiatan lain untuk mengisi waktu luang. Misal sehabis makan, kita bisa mengunyah
permen atau makanan penutup. Saat ngeblog, kita bisa makan kudapan. Saat antre
kendaraan, kita bisa browsing atau membaca buku. Tidak mudah memang, tetapi bila
dilakukan dengan tekad penuh maka akan mudah untuk dilakukan.
d. Berolahraga dan minum cukup air akan membantu kita melupakan rokok. Aktivitas ini akan
membuat tubuh kita tambah sehat dan membantu mengeluarkan toksin serta zat beracun
lain dari tubuh. Olahraga bisa dilakukan dilingkungan yang banyak orang sehingga kita juga
bisa bergaul.
e. Jauhi material terkait rokok. Jauhi segala macam material (bahan) yang menggugah selera
merokok seperti korek api, asbak. Karena jika benda-benda tesebut berada di sekitar, bukan
tidak mungkin akan memicu kembali gairah untuk merokok.
f. Bulatkan tekad
Begitu berencana untuk berhenti merokok, buatlah sebuah harapan dan target dalam
sebuah catatan pribadi. Setiap kali merasa menyerah pada godaan, buka kembali catatan
pribadi untuk mengingat akan tujuan awal.
g. Berpikir positif
Pikiran memegang peranan vital dalam mewujudkan tujuan dan cita-cita seseorang.
Tanamkan selalu dibenak bahwa kita mampu dan bisa untuk melepaskan godaan-godaan
merokok.
h. Pikirkanlah hal-hal yang menyenangkan yang akan terjadi pada tubuh ketika masa krisis
karena berhenti merokok (biasanya 1,5 sampai 2 minggu)
i. Minumlah banyak air putih, makan banyak sayur dan buah-buahan setiap kali timbul
keinginan untuk merokok
j. Pijatlah daerah punggung dan leher, lalu tariklah napas dalam-dalam.
k. Jika biasa merokok sesudah makan, segeralah bangkit dari duduk setelah makan, gosok
gigi dan pergilah berjalan atau lakukan kegiatan yang membuat lupa pada rokok
l. Jika merokok disertai dengan minum kopi, maka ganilah kopi dengan jus buah dll
m. Jika merokok untuk menenangkan diri, maka cobalah untuk mengingat bahaya merokok
dapat mengakibatkan penyakit jantung, paru-paru, kanker, stroke, keguguran, dll.
n. Tanyalah pada diri sendiri, apakah ada teman, saudara, atau tetangga yang menderita salah
satu penyakit di atas. Bayangkan jika penyakit tersebut menyerang diri kita sendiri.
o. Jika berpikir bahwa merokok dapat membuat kita menjadi tenang atau nyaman, maka
katakanlah dan akuilah secara jujur bahwa rokok tidak mungkin bisa mengatasi masalah
yang ada.
p. Untuk mengatasi masalah ini, perlu melibatkan keluarga, teman, dan saudara untuk
membantu mengalihkan perhatian dari rokok.
q. Buatlah pernyataan untuk berhenti merokok, kemudian bacalah pernyataan tentang niat
berhenti merokok di depan teman atau saudara atau anggota keluarga yang akan menjadi
pengingat agar keinginan berhenti merokok tercapai