Anda di halaman 1dari 15

Analisis Penjumlahan Dan Pengurangan

Vektor
College Loan Consolidation Thursday, August 21st, 2014 - Kelas X
Untuk keperluan penghitungan tertentu, kadangkadang sebuah vektor yang terletak dalam
bidang koordinat sumbu x dan sumbu y harus diuraikan menjadi komponen-komponen yang
saling tegak lurus (sumbu x dan sumbu y). Komponen ini merupakan nilai efektif dalam suatu
arah yang diberikan. Cara menguraikan vektor seperti ini disebut analisis. Misalnya, vektor A
membentuk sudut terhadap sumbu x positif, maka komponen vektornya adalah:
Ax = A cos
Ay = A sin
Besar (nilai) vektor A dapat diketahui dari persamaan:

Sementara itu, arah vektor ditentukan dengan persamaan:

Penjumlahan Vektor
Penjumlahan dua buah vektor ialah mencari sebuah vektor yang komponen-komponennya adalah
jumlah dari kedua komponen-komponen vektor pembentuknya.

Dengan kata lain untuk menjumlahkan dua buah vektoradalah mencari resultan. Untuk
vektor-vektor segaris, misalnya vektor A dan B dalam posisi segaris dengan arah yang sama
seperti tampak pada gambar (a) berikut maka resultan (jumlah) vektor dituliskan:
R=A+B
Pada kasus penjumlahan vektor yang lain, seperti yang ditunjukkan gambar (b) diatas terdapat
dua vektor yang tidak segaris yang mempunyai titik pangkal sama tetapi dengan arah yang
berbeda, sehingga membentuk sudut tertentu. Untuk vektor-vektor yang membentuk sudut ,
maka jumlah vektor dapat dilukiskan dengan menggunakan metode
tertentu. Cara ini disebut dengan metode jajaran genjang.
Cara melukiskan jumlah dua buah vektor dengan metode jajaran genjang sebagai berikut:
a. titik tangkap A dan B dibuat berimpit dengan memindahkan titik tangkap A ke titik tangkap B,
atau sebaliknya;
b. buat jajaran genjang dengan A dan B sebagai sisi-sisinya;
c. tarik diagonal dari titik tangkap sekutu, maka A + B = R adalah diagonal jajaran genjang.

Metode Jajaran Genjang Untuk Penjumlahan Vektor

Gambar diatas menunjukkan penjumlahan dua vektor A dan B. Dengan menggunakan persamaan
tertentu, dapat diketahui besar dan arah resultan kedua vektor tersebut. Persamaan tersebut
diperoleh dengan menerapkan aturan cosinus pada segitiga OPR, sehingga dihasilkan:
(OR)2 = (OP)2+ (PR)2 2 (OP)(PR) cos (180o )
= (OP)2+ (PR)2 2 (OP)(PR)(cos )
(OR)2 = (OP)2+ (PR)2+ 2 (OP)(PR)cos
Diketahui bahwa OP = A, PR = OQ = B, OR = R, sehingga:

R adalah diagonal panjang jajaran genjang, jika lancip. Sementara itu, adalah sudut terkecil
yang dibentuk oleh A dan B.
Sebuah vektor mempunyai besar dan arah. Jadi setelah mengetahui besarnya, kita perlu
menentukan arah dan resultan vektor tersebut. Arah R dapat ditentukan oleh sudut antara R dan
A atau R dan B.
Misalnya sudut merupakan sudut yang dibentuk R dan A, maka dengan menggunakan aturan
sinus pada segitiga OPR akan diperoleh:

Sehingga :

Dengan menggunakan persamaan tersebut, maka besar sudut dapat diketahui.

Metode Segitiga Untuk Penjumlahan Vektor

Metode segitiga merupakan cara lain untuk menjumlahkan dua vektor, selain metode jajaran
genjang. Dua buah vektor A dan B, yang pergerakannya ditunjukkan metode segitia (a)diatas,
akan mempunyai resultan yang persamaannya dituliskan:
R = A+ B
Resultan dua vektor akan diperoleh dengan menempatkan pangkal vektor yang kedua pada ujung
vektor pertama. Resultan vektor tersebut diperoleh dengan menghubungkan titik pangkal vektor
pertama dengan ujung vektor kedua.
Pada metode segitiga (b)diatas pergerakan dimulai dengan vektor B dilanjutkan dengan A,
sehingga diperoleh persamaan:
R=B+A
Jadi,
A+B= B+A
Hasil yang diperoleh ternyata tidak berubah. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penjumlahan vektor
bersifat komutatif. Tahapan-tahapan penjumlahan vektor dengan metode segitiga adalah sebagai
berikut:
a) pindahkan titik tangkap salah satu vektor ke ujung berikutnya,

b) hubungkan titik tangkap vektor pertama ke ujung vektor kedua yang menunjukkan resultan
kedua vektor tersebut,
c) besar dan arah R _ dicari dengan aturan cosinus dan sinus.

Jika penjumlahan lebih dari dua buah vektor, maka dijumlahkan dulu dua buah vektor,
resultannya dijumlahkan dengan vektor ke-3 dan seterusnya. Misalnya, penjumlahan tiga buah
vektor A, B, dan C yang ditunjukkan pada penjumlahan lebih dari 2 vektor berikut.

Penjumlahan 2 Vektor
Pertama-tama kita jumlahkan vektor A dan B yang akan menghasilkan vektor V. Selanjutnya,
vektor V tersebut dijumlahkan dengan vektor C sehingga dihasilkan resultan R, yang dituliskan:
R = (A + B) + C = V + C
Cara lain yaitu dengan menjumlahkan vektor B dan C untuk menghasilkan W, yang kemudian
dijumlahkan dengan vektor A, sehingga diperoleh resultan R, yaitu:
R = A + (B + C) = A + W
Jika banyak vektor, maka penjumlahan vektor dilakukan dengan menggunakan metode poligon
(segi banyak) seperti berikut.

Metode Poligon Untuk Penjumlahan Vektor

Pengurangan Vektor
Pengurangan vektor pada prinsipnya sama dengan penjumlahan, tetapi dalam hal ini salah satu
vektor mempunyai arah yang berlawanan. Misalnya, vektor A dan B, jika dikurangkan maka:
A B = A + (-B)
Di mana, B adalah vektor yang sama dengan B, tetapi berlawanan arah.

Selisih Vektor A-B

Perkalian Vektor dan Contoh Soal


Saturday, November 8th 2014. | rumus fisika

Perkalian Vektor Kemarin kita telah belajar tentang penjumlahan dan pengurangan vektor. Yuk
kita beranjak ke perkalian vektor. Besaran vektor bisa dikalikan dengan besaran vektor maupun
besaran skalar. Ada 3 macam perkalian vektor. Berikut ulasan lengkapnya.
1. Perkalian Skalar dengan Vektor

Skalar bisa dikalikan dengan sebuah vektor. Misal sobat punya nih vektor B yang merupakan
hasil perkalian dari skalar k dengan vektor A maka

B = kA
k adalah bilangan (skalar). Jadi vektor B adalah vektor yang besarnya 4 kali vektor A dan
arahnya searah dengan vektor A.
Perkalian skalar dengan vektor punya sifat distributif

k (A+B) = k A + kB
Ini juga berlaku untuk untuk bentuk vektor komponen 2 dimensi atau tiga dimensi.

r
kr = kx i + ky j

xi

yj

2. Perkalian Titik (Dot Product)

Perkalian titik antara dua vektor A.B didefinisikan sebagai suatu skalar yang sama dengan hasil
kali dari besar kedua vektor dengan cosinus sudut apitnya. Jika sobat masih bingung
sederhananya secara geometris perkalian titik dari 2 buah vektor adalah hasil kali vektor 1
dengan proyeksi vektor 2 dengan dengan vektor 1. Contoh

Perhatikan gambar vektor A dan B di atas. Pangkal keduanya membentuk sudut sebesar maka

Simbol dari perkalian titik adalah (.) yang sering disebut perkalian titik (dot product). Karenan
perkalian titik ini menghasilkan skalar maka sering disebut juga dengan scalar product.
Perkalian Titik mempunyai sifat distributif sehingga

A.(B+C) = A.B + A.C


Pada perkalian titik juga berlaku sifat komutatif

A.B = B.A
Berikut beberapa hal yang penting dalam perkalian titik
a. Pada perkalian titik dua vektor berlaku sifat distributif sebagaimana
dijelaskan di atas.
b. Jika kedua vektor A dan B saling tegak lurus (sudut apit teta = 90) maka
A.B = 0
c. Jika kedua
A.B = AB

vektor

searah

dan

(sudut

apit

teta

= 0)

maka

d. Jika kedua vektor A dan B berlawan arah (sudut apit teta = 180) maka
A.B = -AB
Perkalian Titik Menggunakan Vektor Satuan

Untuk melakukan perkalian titik dari vektor satuan terlebih dahulu kita nyatakan vektor A dan B
dalam komponen-komponennya. vektor A dan B kita uraikan dulu

A > Ax i + Ay j + Az k
B > Bx i + By j + Bz k
Sekarang kita cari tahu hasil perkalian vektor komponen dari A dot B kemudian kita uraikan
perkaliannya.
karena vektor komponen i, j, dan k adalah vektor komponen yang saling tegak lurus dengan
membentuk sudut 90 maka perkalian titiknya
i x i = j x j = k x k = (1) . (1) cos 0 = 1 (berhimpit)
i x j = i x k = j x k = (1).(1) cos 90 = 0 (tegak lurus)

A.B

= (Ax i, Ay j ,Az k) (Bx i + By j + Bz k)

A.B

= Ax i Bx i + Ax i By j + Ax i Bz k + Ay j Bx i + Ay j By j +Ay j Bz k + Az k Bx i + Az k By j +
k

A.B

= Ax i Bx i + 0+ 0 + 0 + Ay j By j +0 + 0 + 0 + Az k Bz k

A.B

= Ax i Bx i + Ay j By j + Az k Bz k
= Ax i Bx i + Ay j By j + Az k Bz k

> karena i x i = j x j = k x k = (1) . (1) cos 0 = 1 maka

A.B

= AxBx + AyBy + AzBz

3. Perkalian Silang (Cross Product)

Perkalian silanga A x B pada vektor didefinisikan sebagai suatu vektor yang arahnya tegak lurus
pada bidang dimana vektor A dan B berada dan mengikuti aturan tangan kanan, sementara
besarnya vketor tersebut sama dengan hasil kali dari besar kedua vektor dengan sinus sudut apit
antara kedua vektor tersebut. Secara matematis dirumuskan

A x B = A sin
Berikut adalah hal-hal penting dalam perkalian silang dua buah vektor
a. Nilia 0 Pada perkalian titik dua vektor berlaku sifat distributif sebagaimana
dijelaskan di atas.
b. Perkalian
A x B = -B x A

silang

bersifat

anti

komutatif

c. Jika kedua vektor A dan B saling tegak lurus yaitu sudut apit teta = 90 maka
|A x B| = AB
d. Jika kedua vektoe A dan B segaris (teta = 0) dapat searah atau verlawanan
maka
AxB=0

Untuk lebih memahami perkalian vektor dan juga penentuan arah menggunakan kaidah tangan
kanan silahkan perhatikan ilustrasi berikut
Misalnya perkalian silang dua vektor A dan vektor B kita tuliskan sebagai A x B (A silang B).
Perkalian silang ini hasilnya adalah berupa vektor C. Karena berupa vektor maka ia punya besar
dan juga arah.
Besar

Vektor

Hasil

Perkalian

Silang

Sesuai rumus di atas, kita dapat menyimpulkan besarnya hasil perkalian silang vektor A dan B (A
x B) adalah hasil kali vektor A dengan komponen vektor B yang tegak lurus dan sebidang dengan
vektor A.

A x B = A (B sin ) = AB sin
Bagiaman kalau kita balik menjadi perkalian silang vektor B dengan vektor A?
Kita buat ilustrasinya terlebih dahulu seperti gambar di bawah ini

Dari gambar di atas perkalian silang antara vektor B dan vektor A adalah hasil kali besar vektor
B dengan komponen vektor A yang tegak lurus dan sebidang dengan vektor B.

B x A = B (A sin ) = BA sin
Arah Vektor Hasil Perkalian Silang

Sekarang bagaimana menetukan arah dari hasil perkalian silang vektor A x B dan B x A?
Arah

Hasil

Perkalian

Silang

Seperti disebutkan sebelumnya perkalian silang hasilnya adalah vektor bukan skalar. Jadi ia juga
punya arah. Besarnya hasil perkalian sudah kita temukan rumusnya di atas, sekarang kita akan
belajar bagaimana menentukan arahnya. Kita gambar dulu kedua vektor A dan B (vektor A dan B
ada bidang datar yang sama)
Kita misalkan hasil perkalian silang A x B adalah vektor C. Arah vektor C nih tegak lurus dengan
bidang vektor A dan B. Untuk menentukan arahnya kita bisa menggunakan kaida tangan kanan.
Kita menggunakan tangan dengan empat jari digenggamkan dan ibu jari yang diacungkan. Kita
genggamkan jari searah dengan arah dari A ke B (karena perkalian silang A x B) sehingga
arahnya akan berlawanan dengan arah jarum jam. Kita tegakkan ibu jari dan arah yang
ditunjukkan oleh ibu jari tersebut adalah arah vektor C. Ibu jari menunjuk ke atas.

Arah Hasil Perkalian Silang B x A

Caranya seperti sebelumnya karena B x A maka arah genggaman jari (selain ibu jari) sesuai arah
B ke A. Arahnya adalah searah dengan arah jarum jam. Maka ibu jari menunjuk kebawah. Simak
ilustrasi berikut.

Perkalian Silang dengan Vektor Satuan

Kita dapat menghitung perkalian silang jika kita mengetahui komponen vektor yang diketahui.
Cara dan urutannya mirip pada perkalian titik.
Pertama
Kita lakukan perkalian silang vektor satuan i, j, dan k. (ingar perkalian silang A x B = AB sin ).
Karena ketiga vektor satuan saling tegak lurus maka
i x i = ii sin 0 = 0
j x j = jj sin 0 = 0
k x k = kk sin 0 = 0
maka i x i = j x j = k x k = 0
untuk perkalian silang vektor satuan yang berbeda menggunakan atura siklus berikut

Aturannya
jika perkalian menurut urutan i -> j -> k maka hasilnya positif (sesuai siklus)
jika perkalian berkebalikan k-> j -> i maka hasilnya adalah negatif (berlawanan siklus)
Kedua
Kita nyatakan vektor A dan B dalam komponen-komponennya, menguraikan perkaliannya dan
menggunakan perkalian dari vektor-vektor satuannya.
A B = (Ax i + Ay j + Az k) (Bx i + By j + Bz k)
AB

Ax i

Bx i

Ax i

By j

Ax i

Bz k

+Ay j

Bx i

Ay j

By j

Ay j

Bz k

+Az k

Bx i

Az k

By j

Az k

Bz k

nah setelah ini sobat bisa pakai aturan siklus pada gambar sebelumnya.
AB

AxBy k

AxBz j

AyBx k

AyBz i

AzBx j

AzBy i

dan taraaaa ketemu deh rumus perkalian silang untuk vektor satuan
A B = (AyBz AzBy) i + (AzBx AxBz) j + (AxBy AyBx) k
Sekian dulu materi bagaimana sih perkalian vektor. Jika ada yang belum jelas jangan ragu-ragu
untuk menanyakannya lewat kolom komentar di bawah ya.

Anda mungkin juga menyukai