Anda di halaman 1dari 3

Fungsi kode etik keperawatan

Kode etik perawat yang berlaku saat ini berfungsi sebagai landasan bagi status
profesional dengan cara sebagai berikut :
1. kode etik perawat menunjukan kepada masyarakat bahawa perawat
diharuskan memahami dan menerima kepercayaan dan tanggung jawab yang di
berikan kepada perawat oleh masyarakat.
2. kode etik menjadi pedoman bagi perawat untuk berperilaku dan menjalin
hubungan keprofesian sebagai landasan dalam menerapkan praktik etika.
3. kode etik perawat menetapkan hubungan hubungan profesional yang harus
di patuhi yaitu hubungan perawat dengan pasien atau klien sebagai advokator,
perawat dengan tenaga profesional kesehatan lain sebagai teman sejawat,
dengan profesi keperawatan sebagai seorang kontributor dan dengan
masyarakat sebagai perwakilan dari asuhan kesehatan.
4. kode etik perawat memberikan sarana pengaturan diri sebagai profesi.
Fungsi kode etik profesi :
1. kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang
prinsip profesionalitas yang di gariskan. Maksudnya bahwa dengan kode etik
profesi, pelaksana profesi mampu mengetahui suatu hal yang boleh dia lakukan
dan yang tidak boleh dia lakukan.
2. kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas
profesi yang bersangkutan. Maksudnya bahwa etika profesi dapat memberikan
suatu pengetahuan pada masyarakat agar juga dapat memahami arti
pentingnya suatu profesi, sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap para
pelaksana di lapangan kerja(kalangan sosial).
3. kode etik profesi mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi
tentang hubungan etika dalam keanggotaaan profesi.arti tersebut dapat
dijelaskan bahwa para pelaksana profesi pada suatu instansi atau perusahaan
yang lain tidak bolehg mencampuri pelaksanaan profesi di lain instansi atau
perusahaan.
Tujuan kode etik profesi
Prinsip-prinsip umum yang di rumuskan dalam suatu profesi berbeda satu
dengan yang lainnya. Hal ini di sebabkan perbedaan adat, kebiasaan,
kebudayaan,dan peranan tenaga ahli profesi yang di definisikan dalam suatu
negara.
Pada dasarnya penciptaan atau perumusan kode etik suatu profesi adalah demi
kepentingan anggota dan kepentingan organisasi. Secara umum tujuan di
buatnya kode etik adalah sebagai berikut :

1. untuk menjungjung tinggi martabat dan citra profesi. Dalam hal ini yang di
jaga adalah image atau citra organisasi dan mencegah orang luar memandang
rendah atau remeh suatu profesi. Karena itu setiap kode etik suatu profesi akan
melarang berbagai bentuk tindakan atau perbuatan anggota profesi yang dapat
mencemarkan nama baik profesi di dunia luar. Dari segi ini kode etik juga di
sebut kode kehormatan.
2. untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan anggotanya. Yangh di maksud
kesejahteraan adalah kesejahteraan material dan spiritual atau mental. Dalam
hal kesejahteraan material anggota profesi kode etik umumnya menerapkan
larangan-larangan bagi anggotanya untuk melakukan perbuatan yang merugikan
kesejahteraan. Kode etik ini juga menciptakan peraturan-peratuiran yang di
tujukan kepada pembahasan tingkah laku yang tidaka pantas atau tidak
jujurpara anggota profesi dalam interaksinya dengan sesama anggota profesi.
3.untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi, dalam hal ini kode etik
berisi tujuan pengabdioan profesi tertentu, sehingga para anggota profesi dapat
dengan mudah mengetahui tugas dan tanggung jawab pengabdian profesinya.
Oleh karena itu kode etik merumuskan ketentuan-ketentuan yang perlu di
lakukan oleh para anggota profesi dalam menjalankan tugasnya.
4. untuk meningkatkan mutu profesi. Kode etik juga memuat tentang normanorma serta anjuran agar profesi selalu berusaha meningkatkan mutu profesi
sesuai dengan bidang pengabdiannya. Selain itu kode etik juga mengatur
bagaimana cara memelihara dan meningkatkan mutu organisasi profesi.

Tujuan kode etik keperawatan


Pada dasarnya tujuan kode etik kepertawatan adalah upaya agar perawat dalam
menjalankan setiap tugas dan fungsinya dapat menghargai dan menghormati
martabat manusia. Tujuan kode etik keperawatan tersebut adal;ah sebagai
berikut :
1. merupakan dasar dalam mengatur hubungan antar perawat, klien atau pasien,
teman sebaya, masyarakat, dan unsur profesi baik dalam profesi keperawatan
maupun dengan profesi lain di luar profesi keperawatan.
2.merupakan standart untuk mengatasi masalah yang di lakukan oleh praktisi
keperawatan yang tidak mengindahkan dedikasi moral dalam pelaksanaan
tugasnya.
3. untuk mempertahankan bila praktisi yang dalam menjalankan tugasnya di
perlakukan secara tidak adil oleh institusi maupun masyarakat.
4. merupakan dasar dalam menyusun kurikulum pendidikan keperawatan agar
dapat menghasilkan lulusan yang berorientasi pada sikap profesional
keperawatan.

5. memberikan pemahaman pada masyarakat pemakai atau pengguna tenaga


keperawatan akan pentingnya sikap profesional dalam melaksanakan tugas
praktik keperawatan.