Anda di halaman 1dari 33

VERIFIKASI & KALIBRASI

AAS

Kalibrasi vs Verifikasi
Apa yang dimaksud dengan
kalibrasi?

Apa yang dimaksud verifikasi?

Kalibrasi vs Verifikasi
Calibration refers to the process of determining
the relation between the output (or response) of a
measuring instrument and the value of the input
quantity, a measurement standard.
Instrument verification is the process of
formally proving that an instrument does exactly
what is stated in the instrument specification
Apa yang dimaksud dengan kalibrasi dan verifikasi
AAS??

Teknik Analisis
Absolut vs Komparatif
Kategori teknik analisis:
Teknik analisis absolut
Teknik analisis komparatif

Teknik AAS termasuk kategori


mana??

Kalibrasi AAS

Pengujian (analisis) yang menggunakan


metoda pengukuran dengan AAS termasuk
dalam kategori metode/teknik komperatif
absorbans larutan contoh dibandingkan
dengan absorbans larutan standar
pembanding untuk memperoleh
konsentrasi larutan contoh tersebut.
Jadi disini skala absorbans dari AAS
dikalibrasi dengan suatu deret standar
yang diketahui konsentrasinya.
Hasilnya adalah kurva kalibrasi.

Kalibrasi AAS
Dari kurva kalibrasi ini konsentrasi
analit dalam larutan contoh (unknown)
dapat dicari setelah mengukur
absorbans-nya.
Jadi istilah kalibrasi AAS diartikan
sebagai mengkalibrasi skala absorbans
menggunakan larutan standar
pembanding yang diketahui dengan
akurat konsentrasinya (misal: CRM).

Kalibrasi AAS
Dengan demikian proses kalibrasi
AAS sangat krusial karena dapat
secara langsung mempengaruhi
hasil analisis
Faktor-faktor yang mempengaruhi
proses kalibrasi AAS:
Larutan standar
Instrumen AAS

Faktor Instrumen AAS

Sebelum melakukan kalibrasi kondisi AAS


harus dioptimalkan lebih dulu. Kondisi
optimal yang dimaksud adalah:
Kondisi yang sesuai dengan
spesifikasi alat (spesifikasi dari
pabrik pembuatnya).
Spesifikasi itu biasanya tercantum
dalam manual alat.
Spesifikasi tersebut meliputi :

Kepekaan (sensitivitas)
Reproduksibilitas / repetibilitas pengukuran
Limit deteksi (instrumen detection Limit, IDL)
Linier range (batas linier dari kurva kalibrasi)

Verifikasi AAS
Untuk mengetahui apakah kondisi
AAS optimal atau tidak, spesifikasi
tersebut di atas harus dicek dulu.
Disini pekerjaan pengecekan tersebut
dinamakan verifikasi.
Verifikasi seringkali juga dikenal
dengan
uji kinerja

Verifikasi AAS
Verifikasi AAS:
Pemeriksaan kinerja dari alat AAS
Parameter yang diperiksa dalam
verifikasi:
Penentuan kepekaan (Sensitivity)
Penentuan Presisi
Batas / limit deteksi
Batas Linieritas

Sensitifitas
Sensitifitas (kepekaan) alat menunjukkan
ratio korelasi antara respon alat
(absorbans) dengan konsentrasi analit
Analit yang berbeda kepekaan
berbeda
Ada 2 definisi sensitifitas:
1. S = 0,0044 C/A
2. Kepekaan sama dengan slope kurva
kalibrasi

Sensitifitas (definisi ke1)

Menurut definisi ini, nilai sensitifitas


alat (S) adalah konsentrasi larutan
yang mampu menyerap intensitas
sinar sebesar 1%
Semakin kecil S berarti semakin
sensitif (kepekaan makin baik)
Sensitifitas alat makin baik jika:
Spercobaan 1,25 Smanual

Sensitifitas (definisi ke1)

Prosedur pengerjaan:

Pilih Larutan Kalibrasi (Konsentrasi Analit = C)


yang mempunyai absorban antara 0,2 < A < 0,4.
Optimalkan kondisi AAS dengan larutan ini.
Ukur A Larutan Kalibrasi tersebut = 3X
(lar. Pembanding dipakai meng-nolkan setiapkali
larutan kalibrasi akan diukur).
Hitung A rata rata = A
Hitung sensitifitas dengan rumus
S = 0,0044 C/A
Bandingkan S hasil percobaan dengan manual

Contoh data manual alat AAS Hitachi Z5000: sensitifitas pengukuran Cu, S = 0,2
mg/L

Sensitifitas (definisi ke2)

Menurut definisi ini, kepekaan alat dapat


dilihat dari slope kurva kalibrasi
Persamaan umum kurva kalibrasi :
Y = aX + b, atau
Kepekaan = slope =kemiringan garis = a
Satuan dari slope adalah Absorban Unit/kons;
jadi menunjukkan perubahan absorbans per
satuan konsentrasi (ppm atau ppb)
Semakin besar slope maka alat semakin
sensitif

Sensitifitas (definisi ke2)


Alat A

Abs

Alat B

Conc.
(ppm)

Presisi

Pemeriksaan Presisi (Repelibilitas)


Pilih larutan kalibrasi (0,2 < A < 0,4)
Ukur A-nya 6x
(setiap kali mengukur skala A dinolkan
dengan Lar. Pembanding)
Hitung A rata rata & RSD
Acceptable : Bila RSD < 1 % dari A
rata rata.

Limit Deteksi
Batas (limit) Deteksi
(Instrument Detection Limit, IDL)
Prosedur :

Siapkan sebuah larutan blanko


Ukur absorbans 7 10 kali
Hitung absorbans rata rata = AB
Hitung SD, dinyatakan/diubah menjadi
dalam unit konsentrasi
Hitung IDL = CB + 3 SD

Limit Deteksi
Apabila SD titik diperoleh karena AB = 0, dilakukan
prosedur sbb:
Siapkan sebuah blanko yang di spiking dengan
minimum consentration dari analit.
Artinya : konsentrasi analit yang paling rendah
tetapi masih terukur absorbansnya ( 0)
Ukur absorbans 7 kali
hitung absorbans rata rata = AS
hitung SD, diubah menjadi dalam unit konsentrasi.
IDL = CB + 3 SD
= 0 + 3 SD
= 3 SD

Pemeriksaan Daerah
Linear

Kurva kalibrasi AAS biasanya diawali dengan


bagian yang linier, yang kemudian menjadi nonlinier (melengkung)
Bagian yang linier bisa dikenali secara visual, yang
dapat diuji linieritasnya dengan cara statistik
(metode least squere)
Bagian yang linier akan memenuhi persamaan : Y
= aX + b
Dengan R2 melekati angka 1.
(a = slope ; b = intercept)
agar hasil analisis lebih akurat, disarankan
menggunakan bagian kurva kalibrasi yang linier
saja.

Pemeriksaan Daerah
Linear

Tahap
1

Pemeriksaan Daerah
Linear

Tahap 2

Kalibrasi AAS
Kalibrasi AAS diartikan sebagai mengkalibrasi
skala absorbans menggunakan larutan standar
pembanding yang diketahui dengan akurat
konsentrasinya (misal: CRM)
Pra-syarat kalibrasi AAS:
Kondisi alat sudah optimum (dicek dengan
verifikasi)
Larutan kalibrasi masih dalam kondisi baik
Komposisi larutan standar (larutan kalibrasi)
sedapat mungkin harus serupa dengan contoh uji,
yaitu untuk menghindari adanya efek matriks

Kalibrasi AAS
Kalibrasi AAS dapat dilakukan
dengan beberapa cara:
Metode grafik biasa (General
Graphical Method)
Metode High Precision Ratio
Metode adisi standar

Berbagai Kriteria
Larutan
Berbagai kriteria larutan :
A. Larutan Pembanding (Reference Soln)
B. Larutan Blanko
C. Larutan Kalibrasi
D. Larutan Contoh
Larutan

Asamasam

Pereaksi

Komponen Matrik
Contoh

Analit

Keterangan
Menyetel A=0(%
T=100)

*)

*) Apabila Komponen Matrik contoh diketahui macamnya dan konsentrasi-nya

Kalibrasi Dengan
Metode Grafik Biasa
Prosedurnya sudah umum, yaitu dengan
cara membuat kurva kalibrasi biasa.
Sebaiknya kalibrasi dilakukan pada
daerah linear saja
Untuk rentang kerja yang lebih luas
kurva tidak lagi linear, biasa didekati
dengan persamaan non-linear.
Pendekatan ini dikenal dengan curve
fitting

Kalibrasi Dengan
Metode Grafik Biasa
Persamaan yang dipakai berbedabeda (tergantung merk)
Misalnya untuk alat AAS :

Baird Atomic : C = rA2 + pA + qC


Varian
: A = [rA2 + pA + q] x C
Pye Unicam :
Menggunakan beberapa persamaan
secara berbarengan.
(1 Persamaan untuk 1 titik konsentrasi).

Kalibrasi Dengan
Metode Grafik Biasa

Kurva Kalibrasi Cr dengan cara


Curve Fitting

Kalibrasi Dengan Metode


High Precision Ratio

As

Kalibrasi Dengan Metode


High Precision Ratio
Maka konsentrasi sampel dapat dihitung
dengan persamaan:

(A S - A1 ) (C n - C1 )
CS
C1
(A n - A1 )

Kalibrasi Dengan Metode


Adisi Standar
Metode ini hanya berlaku apabila hubungan
antara absorbans dengan konsentrasi analit
adalah linier

Kalibrasi Dengan Metode


Adisi Standar

Kalibrasi Dengan Metode


Adisi Standar
Metode standar adisi dapat juga
dilakukan tanpa menggunakan labu
takar/labu volumetrik
bila tidak memakai labu volumetrik
(misalnya tabung reaksi), larutan-larutan
cukup dipipet dengan ke dalam wadah
dan cukup dikocok sampai homogen
untuk kemudian diukur diukur.