Anda di halaman 1dari 2

RESUME

Pelayanan keluarga berencana

Program pelayanan KB
Pengetian keluarga berencana menurut UU No. 10 tahun 1992 tentang
perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera adalah upaya
peningkatan kepedulian peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia
perkawinan, mengatur kelahiran, membina ketahanan keluarga, meningkatkan
kesejahteraan keluara kecil, bahagia dan sejahtera.
- Tujuan program KB yaitu membangun kembali dan melestarikan pondasi
yang kokoh pelaksana program KB nasional yang kuat dimasa mendatang,
untuk mencapai kualitas yang baik.
- Sasaran proram KB antara lain :
1.Sasaran langsung yaitu pasangan usia subur berusia antara 15-39 tahun.
2.Sasaran tidak langsung kelompok remaja usia 15-19 tahun, organisasiorganisasi, lembaga kemasyarakatan dsb.
3.Manfaat usaha KB untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan ibu
yang semakin tinggi akibat kehamilan yang di alami wanita (Suratun,
2008).
Dampak program KB terhadap pencegahan kelahiran yaitu menurunkan
angka kematian ibu dan anak, menaggulangi masalah kesehatan reproduksi,
meningkatkan kesejahteraan keluarga, meningkatkan kesejahteraan kesehatan,
dan meningkatkan mutu pelayanan KB. Berikut dampak program KB bagi :
a)Bagi ibu yaitu untuk mengatur jumlah dan jarak kelahiran. Perbaikan
kesehatan badan karena tercegahnya kehamilan yang berulang kali dan
terlalu pendek.
b)Bagi anak yaitu anak dapat tumbuh dan perkembangan fisiknya lebih baik
karena memperoleh makanan yang cukup dari sumber yan tersedia dalam
keluarga.

c)Bagi ayah yaitu dapat memberikan kesempatan kepadanya agar dapat


memperbaiki kesehatan fisik, mental dan social serta memperbaiki
kecemasan berkurang dan lebih banyak waktu yang terluang untuk
keluarganya.

Ada beberepa faktor-faktor mempengaruhi perkembangan keluarga berencana di


Indonesia:
1. Sosial ekonomi yaitu faktor yan mempengaruhi KB dimana tinggi rendahnya
status social dan keadaan ekonomi penduduk di Indonesia akan mempengaruhi
perkembanga kemajuan program KB.
2. Budaya mempenggaruhi klien dalam memilih metode kontrasepsi karena
dengan kepercayaan religious dan persepsi mengenai resiko kehamilan.
3. Pendidikan berpenaruh karena telah dihipotesiskan bahwa wanita yan
berpendidikan menginginkan KB yang efektif.
4. Agama, diberbaai derah keperayaan religius dapat mempengaruhi klien dalam
memilih metode kontrasepsi.
5. Status wanita dikarenakan kemampuan anita memperoleh dan menggnakan
berbagai metode kontrasepsi.

Berikut merupakan organisasi-organisasi di Indonesia :


1.Organisasi non pemerintah yaitu PKBI (perkumpulan keluarga berencana
Indonesia) yang bertujuan memperjungkan terwujudnya keluarga
sejahtera melalui usaha mengtur kehamilan, mengobati kemandulan, dan
member nasehat perkawinan.

2. Organisasi BKKBN (badan koordinasi keluarga berencana nasional)


dengan tujuan menggkoordinasi, merencanakan, merumuskan
kebijaksanaan, menawas pelaksanaan, dan mengevaluasi program KB.