Anda di halaman 1dari 37

Atonia Uteri

dr. SITTI AISYAH RIESKIU


DALAM RANGKA PERTEMUAN ILMIAH
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANGKEP
2015

LAPORAN
KASUS

IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. R
Jenis Kelamin : Perempuan
Status : Menikah
Usia

: 29 tahun

Agama: Islam
Pekerjaan : Alamat: MRS

: 2015 (diantar oleh keluarga)

ANAMNESA
Keluhan Utama
Keluar darah dari jalan lahir

Mekanisme Trauma
Dialami 4 jam setelah melahirkan
anak ke 2. pasien juga merasakan
pusing, nyeri perut

Riwayat Perkawinan Perkawinan ke I


Riwayat Obstetrik
Riwayat Kehamilan:
I, 2010, perempuan, 3000g,bidan
II, 2015, sekarang.
Riwayat menstruasi : Menarche umur 13 tahun,
siklus 28-30 minggu, lama haid 6-7 hari
Riwayat penyakit terdahulu : -

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum
GCS

: compos mentis / lemah

: E4M5V6

Vital sign :
Tekanan Darah : 130/90 mmHg
Nadi

: 93x/ mnt

Suhu

: 36,2

RR

: 20x/menit

Kepala : Anemis (-), Ikterus (-), Cyanosis (-),


Dispneu (-),
Reflek cahaya +/+.
Leher : Pembesaran KGB (-), Pembesaran
kelenjar thyroid (-)
Thorax : Simetris (+), Reguler (+), Retraksi (-).
Abdomen : Perut besar dan panjang sesuai usia
kehamilan, BU (+) N.
Ekstremitas
menit.

: Akral DBP, Edema +/+, CRT <2

Status Obstetrik
Inspeksi : Tampak membesar dan
memanjang, striae gravidarum (+).
Palpasi : nyeri tekan (+)
Vaginal Toucher : Tidak dilakukan sendiri.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium
Pemeriksaan

Hasil

Nilai Normal

HB

7,6 g/dl

P=12,0-16,0mg/dl
L=13,0-18,0mg/dl

hematokrit

34,1%

L 40-54%
P 35-47%

Leukosit

10100

4000-10.000

Trombosit

263000

150.000- 450.000

DIAGNOSIS
Atonia Uteri

PENATALAKSANAAN
O2 nasal 3 lpm
IVFD NaCl 30 tpm
Drips oxytocin 1 amp
Inj Ranitidin/8 jam/ IV
Inj. Cefotaxim 1g/12 j /IV
Inj ketorolac amp/8j/IV
Dulcolax supp/ 12 jam
Transfusi PRC
Kompresi bimanual interna
Tamponade uteri

Prognosis
Prognosis ad vitam

:bonam

Prognosis ad functionam : bonam


Prognosis ad sanactionam

: bonam

NO

Tanggal

1/10/2015

2/10/2015

Subjektif
KU : Lemah

Objektif

Assesment

Planning

Tensi110/70
Nadi 100x/i
RR 20x/i
t 37,60C
SpO2 98%
K/L : a/i/c/d +/-/-/Abdomen : Soepel,
Nyeri tekan -,
BU+N, perdarahan
pervaginam sedikit
Ext : HKP
Terpasang tampon
Bleeding +

Post SVH hari 1


ec Atonia Uteri

O2 nasal 3 lpm
IVFD NaCl 30 tpm
Drips oxytocin 1
amp
Inj Ranitidin/8 jam/
IV
Inj. Cefotaxim
1g/12 j /IV
Inj ketorolac
amp/8j/IV
Dulcolax supp/ 12
jam
Transfusi PRC

Perdarahan Post Partum


Perdarahan post partum atau Perdarahan pasca
persalinan adalah kehilangan darah lebih dari 500
ml melalui jalan lahir yang terjadi selama atau
setelah persalinan kala III
Perdarahan post partum merupakan penyebab
utama kematian maternal.
Hal-hal yang
partum :
Tonus
Trauma
Tissue
Thrombin

menyebabkan

perdarahan

post

Perdarahan pascapersalinan dibagi menjadi :


1. Perdarahan pascapersalinan primer
2. Perdarahan pascapersalinan sekunder

EPIDEMIOLOGI
Statistik nasional mendeteksi 8% kematian maternal
disebabkan oleh perdarahan post partum. American
College
of
Obstetricians
and
Gynecologists
memperkirakan 140,000 kematian maternal pertahun
ataupun 1 perempuan meninggal tiap 4 menitnya

ATONIA UTERI
Atonia
uteri,
atau
ketidakmampuan
myometrium uteri untuk berkontraksi secara
efektif.
Atoni uteri menyebabkan uterus dalam kondisi
yang relaksasi dan membuat otot terhenti
untuk berkontraksi secara teratur
Atonia
uteri
ini
merupakan
penyebab
terbanyak dari perdarahan post partum primer

Faktor persalinan
Induksi persalinan
Partus lama
Tindakan manual plasenta

Faktor yang
berhubungan dengan
peregangan uterus
yang berlebihan :
Kehamilan ganda
Polihidramnion
Bayi macrosomia

Penggunaan obat
relaksasi uterus
Anestesi dalam
Magnesium sulfat

Faktor intrinsik

Fakto
r
resiko

Riwayat perdarahan post


partum sebelumnya
Perdarahan antepartum
Obesitas
Umur > 35 thn

PATOFISIOLOGI
Adanya peregangan yang berlebih atau berkurangnya
kerja reseptor oksitosin di miometrium pasca
persalinan menyebabkan kontraksi uterus menurun
atau disebut hipotonia uteri, yang jika tidak tertangani
akan jatuh menjadi atonia uteri.
Perdarahan pospartum secara fisiologis dikontrol oleh
kontraksi
serabut-serabut
miometrium
yang
mengelilingi pembuluh darah yang memvaskularisasi
daerah implantasi plasenta. Atonia uteri terjadi
apabila serabut-serabut miometrium tersebut tidak
berkontraksi

Kontraksi miometrium uteri menutup pembuluh setelah


persalinan

GAMBARAN KLINIS
Perdarahan pervaginam
Konsistensi rahim lunak
Fundus uteri tidak teraba
Kontraksi uterus tidak ada
Terdapat tanda-tanda syok

PENATALAKSANAAN
ATONIA UTERI

Masase fundus uteri


Segera sesudah plasenta lahir
(maksimal 15 detik)

Uterus kontraksi ?

Ya

Evaluasi
rutin

Tidak
Evaluasi / bersihkan bekuan
darah / selaput ketuban
Kompresi Bimanual Interna
(KBI) maks. 5 menit

Uterus kontraksi ?

Ya

Tidak
Ajarkan keluarga melakukan Kompresi
Bimanual Eksterna (KBE)
Suntikan Methyl ergometrin 0,2 mg
i.m
Pasang infus RL + 20 IU Oksitosin,
guyur

Keluarkan tangan secara hati-hati


stelah 1-2 menit secara hati-hati
Lakukan pengawasan kala IV

Uterus kontraksi ?

Ya

Pengawasan
kala IV

Tidak
Persiapan untuk merujuk segera
Lanjutkan pemberian cairan intravena: infus RL+ 20
IU/500 cc/10 menit pertama, 1 jam kemudian, dan 4
jam berikutnya hingga cukup sampai ke tempat
rujukan

Laparatomi: Ligasi arteri uterina


dan/atau hipogastrika
B-Lynch method
Perdarahan berlanjut

Histerektomi

Perdaraha
n berhenti

Pertahankan
uterus

KOMPRESI BIMANUAL
INTERNA

KOMPRESI BIMANUAL
EKSTERNA

OPERATIF
Ligasi arteri uterina
Ligasi arteri iliaka interna
Teknik B-Lynch
Histerektomi

LIGASI ARTERI UTERINA

LIGASI ARTERI ILIAKA INTERNA

TEKNIK B-LYNCH

PROGNOSIS
Prognosis bergantung pada jumlah darah yang
hilang (sesuai dengan rasio berat badan
pasien),
komplikasi
yang
terjadi,
dan
keberhasilan terapi.

PENCEGAHAN
MANAJEMEN AKTIF KALA III

Manajemen Aktif Kala III


Suntikan Oksitosin 10 IU im
Peregangan Tali Pusat Terkendali
Masase Uterus

Suntikan Oksitosin

Periksa
Periksa fundus uteri
uteri untuk memastikan kehamilan
tunggal.
tunggal.

Suntikan
Suntikan Oksitosin
Oksitosin 10
10 IU
IU IM.
IM.

Peregangan Tali Pusat Terkendali

Klem
Klem tali
tali pusat
pusat 5-10
5-10 cm
cm dari
dari vulva
vulva // gulung
gulung tali
tali
pusat
pusat

Tangan
Tangan kiri
kiri di
di atas
atas simfisis
simfisis menahan
menahan bagian
bagian bawah
bawah
uterus,
uterus, tangan
tangan kanan
kanan meregang
meregang tali
tali pusat
pusat 5-10
5-10 cm
cm
dari
dari vulva
vulva

Saat
Saat uterus
uterus kontraksi,
kontraksi, tegangkan
tegangkan tali
tali pusat
pusat
sementara
sementara tangan
tangan kiri
kiri menekan
menekan uterus
uterus dengan
dengan
hati-hati
hati-hati ke
ke arah
arah dorso-kranial
dorso-kranial


Mengeluarkan
Mengeluarkan plasenta
plasenta

Jika
Jika tali
tali pusat
pusat terlihat
terlihat bertambah
bertambah panjang
panjang dan
dan terasa
terasa
adanya
adanya pelepasan
pelepasan plasenta,
plasenta, minta
minta ibu
ibu meneran
meneran sedikit
sedikit
sementara
sementara tangan
tangan kanan
kanan menarik
menarik tali
tali pusat
pusat ke
ke arah
arah
bawah
bawah kemudian
kemudian ke
ke atas
atas sesuai
sesuai dengan
dengan kurve
kurve jalan
jalan
lahir.
lahir.

Bila
Bila tali
tali pusat
pusat bertambah
bertambah panjang
panjang tetapi
tetapi belum
belum lahir,
lahir,
dekatkan
dekatkan klem
klem
5-10
5-10 cm
cm dari
dari vulva.
vulva.

Bisa
Bisa dikombinasikan
dikombinasikan dengan
dengan metode
metode BA
BA (dorongan
(dorongan
uterus
uterus dari
dari atas
atas simfisi
simfisi pubis
pubis ke
ke arah
arah dorso
dorso kranial)
kranial)

Bila
Bila plasenta
plasenta belum
belum lepas
lepas setelah
setelah langkah
langkah diatas
diatas
selama
selama 15
15 menit
menit

Suntikan
Suntikan ulang
ulang 10
10 IU
IU Oksitosin
Oksitosin i.m.
i.m.

Periksa
Periksa kandung
kandung kemih,
kemih, lakukan
lakukan kateterisasi
kateterisasi
bila
bila penuh
penuh

Tunggu
Tunggu 15
15 menit,
menit, bila
bila belum
belum lahir
lahir lakukan
lakukan
tindakan
tindakan plasenta
plasenta manual
manual


Masase
Masase Uterus
Uterus

Segera
Segera setelah
setelah plasenta
plasenta lahir,
lahir, melakukan
melakukan masase
masase pada
pada fundus
fundus
uteri
uteri dengan
dengan menggosok
menggosok fundus
fundus secara
secara sirkuler
sirkuler menggunakan
menggunakan
bagian
bagian palmar
palmar 4
4 jari
jari tangan
tangan kiri
kiri hingga
hingga kontraksi
kontraksi uterus
uterus baik
baik
(fundus
(fundus teraba
teraba keras)
keras)

Memeriksa
Memeriksa kemungkinan
kemungkinan adanya
adanya perdarahan
perdarahan pasca
pasca persalinan
persalinan

Kelengkapan
Kelengkapan plasenta
plasenta dan
dan ketuban
ketuban

Kontraksi
Kontraksi uterus
uterus

Perlukaan
Perlukaan jalan
jalan lahir
lahir

TERIMA KASIH