Anda di halaman 1dari 3

2.

Upaya Penanganan Bencana Situ Gintung oleh PKPU


PKPU merupakan LSM Islam profesional yang bergerak di bidang kepedulian sosial.
LSM ini didirikan sejak 10 Desember 1999 dan mendapat pengukuhan melalui SK Menteri
Agama RI No. 441 pada tanggal 8 Oktober 2001. Tercatat memiliki 14 cabang PKPU di
seluruh Indonesia dengan kantor pusatnya berada di Jakarta.
Rincian Bentuk Penanganan Bencana Situ Gintung oleh PKPU:
Dimensi
Tanggap Darurat
(27 Maret 2009
8 April 2009)

Kondisi yang ada


Menurunkan Team SAR PKPU
(jangka waktu 5 hari), yang
kemudian dilakukan pencarian,
evaluasi serta penelusuran titiktitik kemungkinan korbankorban yang masih tersangkut
atau tertindih. Dan berhasil
menemukan 3 sosok mayat yang
terdiri atas 2 orang anak-anak
dan 1 orang wanita dewasa.
Melalui Team SAR PKPU, juga
dilakukan pengamatan dampak
aliran, yang kemudian menjadi
dasar untuk menentukan jenis
bantuan apa yang akan diberikan
kepada para korban.
Penyediaan Posko Bantuan
PKPU (jangka waktu 12 hari),
yang menjadi pusat tempat
kegiatan-kegiatan PKPU,
penyimpanan logistik dan
aktivitas pelayanan sosial
lainnya terkait pemenuhan
kebutuhan dasar dan
perlindungan kelompok rentan.
Program Dapur Air (jangka
waktu 12 hari), sebagai upaya
pemenuhan kebutuhan dasar Situ
Gintung.
Program Bersih Rumah (jangka
waktu 6 hari), mengupayakan
pembersihan rumah-rumah dan
jalan umum, sebagai langkah
awal dalam pemlihan sarana
prasarana dan perbaikan

Kondisi yang diharapkan


Pengkajian secara cepat dan
tepat terhadap lokasi,
kerusakan dan sumber daya
Penyelamatan dan evakuasi
masyarakat terkena bencana
Pemenuhan kebutuhan
dasar
Perlindungan terhadap
kelompok rentan
Pemulihan dengan segera
prasarana dan sarana vital.

Pasca Bencana /
Recovery
(11 April 2009
Juni 2010)

1.

lingkungan daerah bencana.


Program Steam Gratis (jangka
waktu 6 hari), berupaya
memenuhi kebutuhan dasar
korban yang sesuai dengan
kebutuhan tepat pada waktunya.
Paket-Paket Sumbangan, yang
diberikan secara kontinyu dan
bertahap sebagai upaya
pemenuhan kebeutuhan dasar.
Rehabilitasi
Program Trauma Healing anakanak (jangka waktu 1 hari),
sebagai upaya untuk
menghilangkan trauma terhadap
kelompok rentan yaitu anak-anak
dan merupakan upaya pemulihan
kondisi sosial psikologi.
Program Tag Sale (jangka waktu
3 hari), sebagai upaya untuk
penguatan dan penghilangan
trauma dan pemenuhan
kebutuhan dasar yang sesuai
dengan kebutuhan, dengan
kelompok sasaran yaitu ibu-ibu
dan keluarga
Program Wisata Keluarga
(jangka waktu 1 haru), sebagai
penguatan dan penghilang rasa
trauma dengan kelompok sasaran
yaitu keluarga
Program Gizi (jangka waktu 4
bulan), sebagai suatu bentuk
pelayanan kesehatan bagi
kelompok rentan yaitu bayi atau
balita berupa pemantauan
perkembangan gizi balita,
pembinaan atau pendampingan
bagi ibu dan balita dalam rangka
memberikan peningkatan
wawasan, perilaku dan
keterampilan tentang gizi
masyarakat. Melalui Program
Gizi, ikut merangsang keaktifan

1. Rehabilitasi
Perbaikan lingkungan
daerah bencana
Perbaikan prasarana dan
sarana umum
Pemberian bantuan
perbaikan rumah masyarakat
Pemulihan sosial psikologis
Pelayanan kesehatan
Pemulihan sosial ekonomi
budaya
Pemulihan keamanan dan
ketertiban
Pemulihan fungsi
pemerintahan
Pemuliahn fungsi pelayanan
publik

kembali aktivitas pelayanan


publik yaitu Posyandu, karena
pelaksanaannya melibatkan
unsur Posyandu setempat
Tidak terlibat dalam pemulihan
keamanan ketertiban, juga
pemulihan fungsi pemerintahan
2. Rekonstruksi
Program Ekonomi (jangka waktu
1 tahun), dengan pemberian
modal bergulir untuk korban Situ
Gintung, pendampingan intens
setiap bulannya, pelatihan dasar
dan pembekalan pengelolaan
usaha serta motivasi sebagai
upaya pemilihan dan
peningkatan kondisi sosial
ekonomi pasca bencana
Tidak terlibat dalam
pembangunan kembali prasarana
dan sarana utama sosial
masyarakat

2. Rekonstruksi
Pembangunan kembali
prasarana dan sarana
Pembangunan kembali
sarana sosial masyarakat
Pembangkitan kembali
kehidupan sosial budaya
masyarakat
Penerapan rancang bangun
yang tepat dan penggunaan
peralatan yang lebih baik
dan tahan bencana
Partisipasi dan peran
lembaga dan organisasi
kemasyarakatan, dunia
usasha dan masyarakat
Peningkatan kondisi sosial,
ekonomi dan budaya
Peningkatan fungsi
pelayanan publik
Peningkatan pelayanan
utama masyarakat