Anda di halaman 1dari 3

HUBUNGAN ANTARA REPTIL DAN AVES: Archaeopteryx lithographica

Oleh :
Nama
NIM
Kelas

: Rini Darmawati
: B1J013058
:B

TUGAS SISTEMATIKA HEWAN II

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2015

Archaeopteryx merupakan fosil burung tertua, saat ini telah ditemukan


kurang lebih delapan spesies Archaeopteryx. Spesies Archaeopteryx lithographica
ditemukan pada tahun 1861. Archaeopteryx memiliki ciri-ciri yang menyerupai reptil
yaitu ekstremitas atau kaki yang panjang, tiga jari dengan cakar, dagu, serta gigi dan
tulang ekor yang memanjang seperti dinosaurus theropod kecil. Selain ciri morfologi
seperti reptil, Archaeopteryx memiliki sayap untuk terbang dan bulu seperti aves
pada saat ini. Satu perbedaan mendasar antara archaeopteryx dengan aves adalah
archaeopteryx tidak memiliki paruh tetapi spesies ini memiliki rahang yang dipenuhi
oleh gigi-gigi kecil.

Replika Archaeopteryx di Museum Geologi Bandung

Salah satu alasan Archaeopteryx digolongkan sebagai aves yaitu adanya bulu,
Tetapi akhir-akhir ini telah ditemukan dinosaurus yang memiliki bulu yaitu
Protoarchaeopteryx robusta

dan

Caudipteryx zoui, spesies

tersebut tidak

digolongkan sebagai aves. Selain itu, pada genus Pedopenna dan Microraptor yang
juga memiliki bulu pada lengan, ekor dan kaki tidak digolongkan sebagai burung,
melainkan dinosaurus bersayap empat (four winged dinosaur). Penemuan tersebut
mengindikasikan bulu telah berkembang pada threropod sebelum burung, namun
fungsi bulu pada spesies tersebut masih belum diketahui, apakah sama seperti burung
pada saat sekarang?
Para ahli mempelajari fosil ancestor (fosil nenek-moyang) dan fosil
descendant (fosil keturunannya)

disepanjang umur geologi.

Archaeopteryx

lithographica yang dijumpai pada batuan berumur Jura. Fosil ini tersusun dari rangka
reptil yang memiliki ciri morfologi seperti aves. Kebanyakan dari fosil reptil yang
dijumpai pada batuan berumur Jura atau bahkan yang lebih tua dari Jura, ternyata
hanya fosil Archaeopteryx lithographica merupakan fosil yang diketahui memiliki

bulu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fosil Archaeopteryx lithographica


memiliki hubungan antara reptil dan burung atau burung yang berasal dari keturunan
reptil. Namun Meyer menyatakan bahwa Archaeopteryx benar-benar merupakan
burung sejati yang berasal dari kelas aves.