Anda di halaman 1dari 7

PENGUKURAN

Peta Konsep
Pengukur
an

Satuan
yang
digunakan

menggunakan

Satuan
baku

Satuan
tidak
baku

Meter,
kilogram,
sekon

Depa,
jengkal,
hasta

Alat ukur

Kecepat
an,
gaya,
luas,
volume

Alat ukur
suhu

Alat ukur
waktu

Alat ukur
massa

thermom
eter

Stopwatc
h

Timbanga
n pasar,
neraca
tiga
lengan

Kompetensi Dasar

Besaran
turunan

3.1 memahami konsep pengukuran berbagai besaran


yang ada pada diri, makhluk hidup dan
lingkungan fisik sekitar sebagai bagian dari
observasi, serta pentingnya rumusan satuan
terstandar(baku) dalam pengukuran.
4.1 menyajikan hasil pengukuran terhadap besaranbesaran pada diri, makhluk hidup dan
lingkungan fisik dengan menggunakan satuan
tak baku dan baku.

Alat ukur
panjang

Mistar,
jangka
sorong,
mikromete
r sekrup

Besaran
yang
diukur

Besaran
pokok
Panjang
Massa
Waktu
Suhu
Kuat arus
listrik
Jumlah
zat
Intensitas
cahaya

Indikator :

Menjelaskan pengertian besaran dan satuan


Mengindentifikasikan besaran-besaran fisika
dalam kehidupan sehari-hari
kemudian
megelompokkan dalam besaran pokok dan
turunan
Menjelaskan pengertian pengukuran dan
penerapannya
Mengidentifikasi satuan baku dan tidak baku
Menggunakan satuan Internasional dalam
pengukuran
mengkonversi satuan dalam SI dengan
memanfaatkan nilai awalannya.

A. Besaran dan Satuan


Besaran adalah segala sesuatu yang dapat
diukur dan dapat dinyatakan dalam angka.
Panjang meja belajarmu 125 cm. Massa dirimu
45 kg. Volum air dalam botol kecil ini 330 ml.
Panjang, massa, dan volume termasuk besaran
fisika. Ini karena ketiganya dapat diukur dan
dinyatakan dengan angka-angka. Satuan adalah
sesuatu yang digunakan untuk membandingkan
ukuran suatu besaran.
Satuan standar yang baik harus memenuhi
syarat-syarat sebagai berikut:
a. Tetap, tidak mengalami perubahan
dalam keadaan apapun.
b. Dapat digunakan secara internasional
c. Mudah ditiru.
Dalam besaran fisika ada dua besaran, yaitu
besaran pokok dan besaran turunan.
1. Besaran Pokok
Besaran pokok adalah besaran yang
satuannya telah didefinisikan atau ditetapkan
dan diperoleh dari kegiatan pengukuran
langsung. Besaran-besaran tersebut ditetapkan
oleh Lembaga Berat dan Ukuran Internasional
berdasarkan perjanjian internasioanal. Ada 7
besaran pokok yang ditetapkan sebagai dasar
Sistem Satuan Internasional (SI).
Tabel Besaran Pokok
Besaran Pokok Satuan SI/MKS

Satuan Sistem
CGS

Panjang

Meter (m)

Centimeter (Cm)

Massa

Kilogram (kg)

Gram (G)

Waktu

Detik (s)

Detik (S)

Suhu

Kelvin (K)

Kelvin (K)

Kuat arus listrik Ampere (A)

stat ampere (satA)

Intensitas
cahaya

Candela (Cd)

Candela (Cd)

Jumlah zat
mol (mol)
Mol (Mol)
Panjang adalah jarak antara dua titik di dalam
ruang. Lebar, tinggi, jari-jari lingkaran
termasuk dalam besaran panjang.
Massa adalah jumlah materi yang terkandung
dalam suatu benda.
2. Besaran Turunan
Besaran fisika dalam kehidupan sehari-hari
banyak jenisnya. Besaran-besaran yang belum
terdapat
dalam
besaran-besaran
pokok
merupakan besaran turunan. Besaran turunan
adalah besaran yang diturunkan dari besaran

pokok. . Jika suatu besaran turunan merupakan


perkalian besaran pokok , satuan besaran
turunan itu juga merupakan perkalian satuan
besaran pokok, begitu juga berlaku didalam
satuan besaran turunan yang merupakan
pembagian besaran pokok.
Tabel Besaran Turunan
Definisi

Besaran
Turunan
Gaya (F) (massa) x (percepatan)
Massa Jenis (massa)
(p)
(volume)
Usaha (W) (gaya) x (panjang)
(gaya)
Tekanan (P)
(luas)
(kecepatan)
Percepatan
(waktu)
Luas (A) (Panjang) x (Panjang)
Kecepatan (panjang)
(v)
(waktu)
(panjang) x (panjang) x
Volume (V)
(panjang)

Satuan SI
kg.m.s-2
kg.m-3
kg.m2.s-2
kg.m-1.s-2
m.s-2
m2
m.s-1
m3

B. Pengukuran dan Penerapannya


Dalam melakukan setiap kegiatan seharihari, kita tidak pernah bisa lepas dari
pengukuran. Pengukuran bisa dianggap sebagai
hal yang penting yang bisa digunakan untuk
memberikan informasi sehingga lebih jelas..
Mengukur merupakan suatu kegiatan untuk
mendapatkan gambaran tentang suatu obyek.
Sedangkan pengukuran merupakan proses
membandingkan besaran dengan besaran lain
yang sejenis sebagai satuan.
Hasil pengukuran ini berupa nilai (angka)
dan satuan. Hasil pengukuran baru bermanfaat
bila menggunakan satuan pengukuran yang
baku berdasarkan Sistem Internasional (SI),
yaitu satuan pengukuran yang nilainya tetap
dan disepakati oleh semua orang untuk dipakai
sebagai pembanding. Satuan yang dipakai
adalah satuan baku. Satuan baku misalnya
panjang (meter) massa (kg) waktu (sekon/detik)
luas (m2) dan sebagainya. Sedangkan untuk
satuan tidak baku dapat berupa jengkal, hasta,
depa, jari dan sebagainya karena pengukuran ini
tidak dapat dinyatakan dengan jelas. Mengukur
dengan satuan tidak baku dapat memberikan
hasil yang berbeda-beda untuk setiap orang.
Kegiatan pengukuran menggunakan alat
-alat ukur akan menghasilkan data yang
bersifat
kuantitatif.
Alat
ukur
yang

digunakan dalam pengukuran berbeda-beda


sesuai dengan besarannya.
1. Alat Ukur Besaran Panjang
a. Mistar
Ketelitian pengukuran menggunakan
mistar sebesar 0,5 mm karena skala
terkecilnya adalah milimeter. Dalam
setiap
pengukuran,
kedudukan
pengamat tegak lurus dengan skala
yang akan diukur, hal ini untuk
menghindari kesalahan.

b. Jangka Sorong
Untuk mengukur ketebalan bendabenda yang tipis, mengukur diameter
suatu benda. Jangka sorong terdiri
atas rahang tetap A dan rahang
sorong B, rahang tetap dilengkapi
dengan skala nonius. Jangka sorong
memiliki ketelitian pengukuran sampai
dengan 0,1 mm.
Cara menggunakan jangka sorong
adalah sebagai berikut:
Awal persiapan, kendurkan baut
pengunci dan geser rahang geser,
pastikan rahang geser bekerja
dengan baik. Ketika rahang tertutup
harus menunjukkan angka nol. Jika
tidak menunjukkan angka nol bisa
mensettingnya.
Tutup rahang hingga mengapit
benda yang diukur. Pastikan posisi
benda sesuai dengan pengukuran
yang ingin diambil. Lalu tinggal
membaca skalanya.

skala tetap = 32 mm
skala nonius = 0,40 mm
hasil bacaan =32,40 mm

c. Mikrometer Sekrup
Untuk mengukur ketebalan suatu plat tipis.
Ketelitiannya mencapai 0,01 mm.
Terdapat dua macam skala, yaitu:
a) Skala tetap
Terbagi dalam satuan milimeter
(mm). Terdapat pada laras
dan
terbagi dua skala, yaitu skala atas dan
skala bawah.
b) Skala putar
Terdapat pada besi penutup laras
yang dapat berputar 360 derajat,
dapat bergeser ke depan atau ke
belakang.
Cara penggunaan mikrometer sekrup
adalah sebagai berikut:
1. Benda atau plat tipis yang akan
diukur ketebalannya diletakan di
antara landasan
dan
sumbu.
Kemudian gagang pemutar kita atur
sehingga plat tersebut terjepit dengan
kuat, baru kita tarik kunci ke arah
kiri agar tidak terjadi pergeseran lagi.
2. Untuk
menentukan
besarnya
pengukuran maka pembacaan skala kita
lakukan dengan membaca skala tetap
terlebih
dahulu,
dengan
satuan
milimeter, yaitu garis skala tetap yang
tepat berada di depan gagang pemutar.

Cara Membaca Jangka Sorong

Lihat skala utama, nilai yang terukur


yang lurus dengan angka nol di
skala nonius.
Lihat Skala nonius, carilah angka
pada skala nonius yang berhimpit
dengan garis di skala utama.
Jumlahkan

skala tetap : 13,5 mm


skala putar : 0,17 mm

hasil bacaan : 13,67 mm


2. Alat Ukur Massa
a. Neraca sama lengan
Neraca ini dilengkapi dengan beberapa
anak timbang. Sebelum digunakan neraca
harus dalam keadaan setimbang, yaitu
dengan
memutar
sekrup pengatur.
Ketelitiannya 0,1 gram. Benda yang akan
diukur massanya diletakan pada salah satu
piringan, sedangkan piringan lain kita
letakan beberapa anak timbangan.

Skala dalam menit, skala ini disusun


melingkar dengan jarak antar skala 1
menit.
Jarum pendek, yang berfungsi sebagai
penunjuk waktu dalam menit.
4. Alat Ukur Suhu

Termometer adalah alat yang digunakan untuk


mengukur suhu (temperatur), ataupun
perubahan suhu.
: Termometer bekerja
berdasarkan perubahan kuantitas fisik, ketika
temperaturnya berubah. Cara membaca
thermometer harus tegak lurus dengan mata
agar tidak terjadi kesalahan paralaks.
b. Neraca ohauss
Neraca ini dilengkapi dengan 4 palang
melintang
horizontal
yang
berskala
lengkap:
0-200 gram
= skala pertama
0-100 gram
= skala kedua
0-10 gram
= skala ketiga
0-1 gram
= skala keempat

C. Mengkonversi Satuan Panjang, Massa dan


Waktu
Hasil suatu pengukuran belum tentu
dinyatakan dalam satuan yang sesuai dengan
keinginan kita atau yang kita perlukan.
Contohnya panjang meja 1,5 m, sedangkan kita
memerlukan dalam satuan cm. Untuk
mengonversi atau mengubah dari suatu satuan
ke satuan yang lainnya diperlukan tangga
konversi.

3. Alat Ukur Waktu

Tangga konversi massa

Cara Kerja: Tombol Start, Stop dan reset


yang dipergunakan untuk memulai,
menghentikan maupun
mengulang
pengukuran waktu.
Skala dalam detik, skala ini disusun
melingkar dibagian pinggir dengan jarak
antar skala 0,2 detik.
Jarum panjang, yang berfungsi sebagai
penunjuk hasil pengukuran dalam detik.

Tangga konversi panjang


Dalam satuan SI, setiap jenis ukuran
memiliki satuan dasar, contoh: panjang
memiliki satuan dasar meter. Untuk pengukuran
yang lebih besar atau lebih kecil dari meter
dapat digunakan awalan-awalan seperti
ditunjukkan dalam tabel berikut:

Awalan
Simbol
Faktor pengali
Exa
E
1018
penta
P
1015
tera
T
1012
giga
G
109
mega
M
106
Kilo
K
1000
= 103
Hekto
H
100
= 102
Deka
Da
10
= 101
Desi
D
0,1
= 10-1
Centi
C
0,01
= 10-2
Mili
M
0,001
= 10-3
Mikro

0,000001
= 10-6
Nano
N
0,000000001 = 10-9
Piko
P
10-12
Femto
F
10-15
atto
A
10-18
Sistem Internasional lebih mudah dipakai
karena disusun berdasar bilangan pokok 10
dengan penulisan aturan penulisan: a x 10b
(nilai a : 1 < a < 10).
Di samping satuan sistem metrik, juga
dikenal satuan lainnya yang sering dipakai
dalam kehidupan sehari-hari, misalnya liter,
inci, yard, feet, mil, ton, dan ons. Satuan-satuan
tersebut dapat dikonversi atau diubah ke dalam
satuan sistem metrik dengan patokan yang
ditentukan.
Konversi
besaran
panjang
menggunakan acuan sebagai berikut:
1 mil = 1760 yard (1 yard adalah jarak
pundak sampai ujung jari tangan orang
dewasa).
1 yard = 3 feet (1 feet adalah jarak tumit
sampai ujung jari kaki orang dewasa).
1 feet = 12 inci (1 inci adalah lebar
maksimal ibu jari tangan orang dewasa).
1 inci = 2,54 cm
1 cm = 0,01 m
Satuan mil, yard, feet, inci tersebut
dinamakan satuan sistem Inggris. Untuk
besaran massa berlaku juga sistem konversi dari
satuan sehari-hari maupun sistem Inggris ke
dalam sistem SI.
Contohnya sebagai berikut.
1 ton = 1000 kg
1 kuintal = 100 kg
1 slug = 14,59 kg
1 ons (oz) = 0,02835 kg
1 pon (lb) = 0,4536 kg
Satuan waktu dalam kehidupan sehari-hari
dapat dikonversi ke dalam sistem SI yaitu detik
atau sekon. Contohnya sebagai berikut.
1 tahun = 3,156 x 10pangkat 7 detik
1 hari = 8,640 x 10 pangkat4 detik

1 jam = 3600 detik


1 menit = 60 detik

STRATEGI PEMBELAJARAN
A. Pendekatan, metode pembelajaran, dan
model
1. Pendekatan
: Behavioristik
a. Pemberian stimulus
b. Respon terhadap stimulus
c. Penguatan
2. Metode
: diskusi informasi dan
demonstrasi
3. Model
: Direct Instruction
(Pembelajaran Langsung)
5 tahap model Direct Instruction :
a. Fase 1
: menyampaikan tujuan dan
mempersiapkan siswa
b. Fase 2
: mendemonstrasikan
pengetahuan dan keterampilan
c. Fase 3
: membimbing pelatihan
d. Fase 4
: mengecek pemahaman dan
memberikan umpan balik
e. Fase 5
: memberikan kesempatan
untuk pelatihan lanjutan dan penerapan
B. media, alat dan sumber pembelajaran
1. media
: lingkungan sekitar
2. alat
: mistar, jangka sorong,
mikrometer sekrup, neraca
3. bahan
: teman sekelas, lingkungan
sekitar
C. sumber belajar
1. buku IPA SMP kelas VII
2. lembar Kerja Siswa
3. internet, dan sebagainya.
D. Kegiatan pembelajaran
Kegiatan

Langkah/
Fase

Proses Belajar
Pembelajaran

Pendahul
uan

Apersepsi
dan
motivasi

1. Coba amati benda


disekitar kalian,
misalnya buku tulis
kalian, apakan buku
kalian dapat diukur ?
2. Apakah kalian dapat
menyebutkan apa
saja yang dapat
diukur dan tidak
dapat diukur dari
buku tersebut ?

Kegiatan
inti

menyamp
aikan
tujuan
dan
mempersi
apkan
siswa

1. Guru menjelaskan
tujuan pembelajaran,
pentignya pelajaran,
mempersiapkan
siswa untuk belajar
dengan meminta
siswa duduk yang
rapi dan fokus pada
apa yang
disampaikan oleh
guru.
mendemo Guru
nstrasikan mendemonstrasikan
pengetahu cara menggunakan alat
an dan
ukur (mistar, jangka
keterampi sorong, mikrometer
lan
sekrup)
membimb 1. Guru
menginstruksikan
ing
untuk melakukan
pelatihan
percobaan tentang
cara menggunakan
alat ukur.
2. Guru membagi siswa
dalam beberapa
kelompok untu
melakukan
percobaan.
3. Siswa melakukan
percobaan tentang
cara menggunakan
alat ukur.
4. Siswa secara
kelompok

mengerjakan LKS
sub topik
pengukuran sebagai
bagian dari
pengamatan
mengecek 1. Guru meminta siswa
menyampaikan hasil
pemaham
pengamatannya pada
an dan
kegiatan percobaan
memberik
tadi.
an umpan 2. Siswa diberikan
balik
tugas latihan singkat
semacam post-tes
memberik Guru memberikan
an
Pekerjaan Rumah (PR)
kesempat tentang materi yang
an untuk
akan dibahas selanjutnya
pelatihan pada pertemuan yang
lanjutan
akan datang
dan
penerapa
Penutup

1. Guru dan siswa


bersama-sama
membuat
kesimpulan tentang
mater i pengukuran.
2. Guru mengajak
siswa berdoa sesuai
agama dan
keyakinan masingmasing

EVALUASI
C1 pengetahuan

2.

Suhu

Termometer

Indikator : Mengindentifikasikan besaran-besaran


fisika dalam kehidupan sehari-hari kemudian
megelompokkan dalam besaran pokok dan turunan

3.

waktu

Stopwatch

Sekon

4.

Panjang

Mikrometer
Sekrup

Mm

1. Perhatikan tabel berikut!


Besaran pokok, alat ukur, dan satuan dalam
sistem Internasional (SI) yang benar sesuai
tabel ditunjukkan pada nomer...
No.

Besaran

Alat Ukur

Satuan

1.

Massa

Neraca lengan

Kg

a. (1) dan (2)


b. (1) dan (3)
c. (2) dan (4)
d. (3) dan (4)
C2 Pemahaman

Indikator : mengkonversi satuan dalam SI dengan


memanfaatkan nilai awalannya.
2. Hasil dari 1 meter = cm
a. 10
b. 100
c. 1.000
d. 10.000

c. Mudah ditiru
d. Dapat digunakan secara internasional

C5 Sintesa
Indikator : Mengelompokkan besaran pokok dan
turunan

C3 Penerapan
Indikator : Menjelaskan pengertian pengukuran dan
penerapannya

5. Diantara kelompok besaran dibawah ini, yang


merupakan kelompok besaran pokok adalah..
a. Massa, kuat arus, jumlah molekul

3. Perhatikan gambar berikut!

b. Jumlah molekul, kuat arus, berat


c. Massa jenis, kalor, suhu
d. Berat, intensitas cahaya, kalor
Hasil pengukuran panjang lidi tersebut adalah...
a. 28,5 cm

C6 Evaluasi

b. 28,0 cm

Indikator : Mengindentifikasikan besaran-besaran


fisika dalam kehidupan sehari-hari kemudian
megelompokkan dalam besaran pokok dan turunan

c. 17,5 cm
d. 11,0 cm
C4 Analisa
Indikator : Menjelaskan pengertian besaran dan
satuan
4. Berikut ini merupakan syarat-syarat satuan
standard yang baik,kecuali...
a. Tetap

6. Diantara besaran turunan berikut, manakah


yang termasuk turunan dari besaran pokok
panjang dan waktu ?
a. Luas
b. Gaya
c. Kecepatan
d. Volume

b. Sering digunakan dalam kehidupan seharihari

Daftar pustaka
http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/2540/1/SOFIYAH-FITK.pdf
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013. Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: politeknik Negeri Media
Kreatif.
Saeful,dkk. 2009. Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar untuk Kelas VII SMP/MTs. Jakarta : pusat
Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Wijaya, Agung. 2008. IPA TERPADU VIIA. Jakarta : GRASINDO.