Anda di halaman 1dari 19

1

KERANGKA ACUAN KERJA ( KAK )


LAYANAN JASA KONSULTANSI PERENCANAAN TEKNIS

Nama Program : Program Peningkatan Ketahanan Pangan Pertanian / Perkebunan


Nama Kegiatan : Pengembangan Pertanian Pada Lahan Kering
Nama Pekerjaan : Perencanaan Pembangunan Jalan Usaha Tani Kawasan Perkebunan
Lokasi

: Kecamatan Pangkalan Lada dan Pangkalan Banteng.

Sumber dana

: APBD Kabupaten Kotawaringin Barat

Tahun Anggaran : 2014


PASAL 1
PENDAHULUAN
1.1)

Uraian Pendahuluan
1)

2)

Bahwa untuk mengimplementasikan pekerjaan pembangunan jalan usaha tani


kawasan perkebunan dan rehabilitasi/pemeliharaan jalan di areal perkebunan
sebagaimana tersebut diatas, maka terlebih dahulu perlu adanya tahapan
pembuatan dokumen perencanaan teknis/perangkat lunak yang berupa desain,
gambar konstruksi, rencana anggaran biaya, spesifikasi teknis, dokumen
pengadaan / RKS, sebagai acuan bagi calon penyedia jasa untuk mengajukan
penawaran dan untuk melaksanakan pekerjaan fisik jalan dan jembatan. Untuk
melaksanakan pembuatan perangkat lunak dimaksud perlu adanya Kerangka
Acuan kerja ( KAK ) yang bertujuan untuk :
(1)

Menjelaskan tujuan dan lingkup konsultansi serta keahlian yang


diperlukan.

(2)

Sebagai acuan dan informasi bagi para konsultan yang diundang


mengikuti pengadaan dalam rangka menyiapkan kelengkapan administrasi,
usulan teknis dan usulan biaya

(3)

Sebagai acuan evaluasi usulan, klarifikasi dan negosiasi dengan


calon konsultan, dasar pembuatan kontrak dan acuan evaluasi hasil kerja
konsultan.

Latar Belakang
Bahwa untuk merespon membludaknya tenaga terampil / intelektual lulusan
perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi
oleh pihak yang berwenang, maka dalam rangka pelaksanaan pembangunan yang
dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat pada umumnya dan
khususnya pembangunan yang dikelola oleh Dinas Perkebunan Kabupaten

kotawaringin Barat, dipandang perlu melibatkan tenaga terampil yang terhimpun


dalam wadah perusahaan konsultansi guna mengatasi satu masalah yang ada di
masyarakat tentang pengangguran, yaitu dengan jalan menciptakan lapangan
kerja di bidang perencanaan dan pengawasan pembangunan, sehingga 2 (dua)
masalah dapat diatasi sekaligus yaitu tentang keperluan adanya perencanaan
teknis jalan di area perkebunan / perangkat lunak yang diperlukan untuk
melaksanakan pembangunan dan teratasinya pengangguran intelektual.
3)

Maksud dan Tujuan


Maksud dan tujuan dari pengadaan jasa konsultansi adalah, dalam rangka
membantu Dinas Perkebunan Kabupaten Kotawaringin Barat untuk pembuatan
perencanaan teknis / desain / perangkat lunak tentang jalan di area perkebunan
sebagai acuan pelaksanaan fisik pembangunan dan rehabilitasi / pemeliharaan
jalan di area perkebunan

4)

Lokasi
Untuk melaksanakan perencanaan teknis tersebut diatas berlokasi di wilayah
Kabupaten Kotawaringin Barat, khususnya pada ruas jalan Perkebunan di
Kecamatan Pangkalan Lada dan Pangkaln Banteng yang ada di dalamnya
sebagaimana yang tertera dalam DPA SKPD Dinas Perkebunan Kabupaten
Kotawaringin Barat Nomor : 1.21 2.01.02 15 17 5 2 Tanggal : 11 Maret 2014.

5)

Asal Sumber Pengadaan Jasa Konsultansi


Untuk melaksanakan perencanaan tersebut diatas, asal sumber pengadaan jasa
konsultansi adalah dari calon penyedia jasa yang diundang panitia/pejabat
pengadaan, untuk mengikuti proses pengadaan jasa konsultansi dan telah
memasukkan penawaran, memenuhi persyaratan administrasi, memenuhi
persyaratan teknis, dan harga penawaran hasil negosiasi tidak melampaui pagu
anggaran yang tersedia. Calon penyedia jasa konsultansi yang telah mengikuti
proses pengadaan tersebut telah disetujui dan ditunjuk oleh pengguna
barang/jasa.

6)

Nama dan organisasi pengguna barang/jasa.


Yang memerlukan penyedia jasa konsultansi adalah Dinas Perkebunan
Kabupaten Kotawaringin Barat, dengan alamat Jalan Pasir Panjang Kumpai Batu
atas Nomor Pangkalan Bun. Telepon

1.2)

Data Penunjang
1)

Data dasar
-

Kontrak perencanaan teknis


Peta jaringan jalan Desa
Daftar ruas jalan Desa
Daftar harga satuan upah bahan yang telah disahkan oleh Bupati
Kotawaringin Barat
Data curah hujan dari Meteorologi
2

2)

Standar teknis
-

3)

Standar perencanaan jalan Kabupaten


Standar perencanaan jembatan Kabupaten
Petunjuk pemeliharaan jalan dan jembatan Kabupaten
Spesifikasi teknis
Dokumen pelelangan

Peraturan perundang-undangan yang harus digunakan


-

1.3)

Data geologi / peta daerah gempa


Data statistik

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan

Tujuan dan Ruang Lingkup Pekerjaan


1)

Tujuan yang ingin dicapai


Melaksanakan pekerjaan pembuatan perencanaan teknis jalan lengkap, dengan
berorientasi kepada efisien, efektif berhasil guna dan berdaya guna, yang berarti
secara teknis konstruksi dapat bekerja/dipergunakan sebagaimana mestinya
sesuai dengan rencana umur pelayanan dan dari segi biaya diupayakan semurah
murahnya, dengan tujuan untuk memudahkan dan memberi arah dalam
pelaksanaan pekerjaan fisik

2).

Ruang lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah pembuatan


perencanaan teknis jalan pada :
Kegiatan Pengembangan Pertanian Pada Lahan Kering, dengan rincian ruas-ruas
jalan sebagaimana yang tercantum dalam dokumen renja tahun 2014

3) Keluaran yang akan dihasilkan


Perangkat lunak perencanaan teknis jalan, berupa gambar konstruksi jalan,
perhitungan volume pekerjaan jalan, perhitungan analisa harga satuan pekerjaan
jalan, perhitungan rencana anggaran biaya jalan, spesifikasi teknis jalan,
dokumen pengadaan, dengan Tahapan Pelaksanaan Perencanaan Teknis sebagai
berikut :
a) Survei lapangan
Reconnaissance Survei
(1) Umum
Reconnaissance survei atau survei pendahuluan bertujuan untuk
mengumpulkan data pendukung untuk melaksanakan survei detail dan
mengumpulkan data lainnya untuk melengkapi data survei detail, soil dan
desain jalan/jembatan.

(2) Lingkup Pekerjaan


(a) Sebelum ke lapangan, menyiapkan peta dasar berupa peta jaringan
jalan skala 1:25.000 dan peta-peta pendukung lainnya, yang akan
dipergunakan untuk menentukan trase jalan dan titik awal/akhir trase
jalan dan lokasi jembatan secara garis besar, dengan menunjukkan
beberapa alternatif trase jalan/jembatan dan dimintakan persetujuan
kepada pengguna jasa.
(b) Mempelajari lokasi rencana trase jalan, lokasi jembatan dan daerahdaerah sekitarnya dari segi geografis, social ekonomi secara umum
(c) Mempelajari dan menganalisa data curah hujan pada daerah rencana
trase jalan dan lokasi jembatan melalui stasion-stasion pengamatan
yang telah ada atau pada jawatan Meteorologi setempat
(d) Menganalisa secara visual keadaan tanah dasar pada daerah rencana
trase jalan lokasi jembatan
(e) Mengumpulkan data yang diperlukan untuk kemungkinan diperlukan
pemasangan jembatan, gorong-gorong dan bangunan pelengkap jalan.
(f) Membuat foto dokumentasi lapangan pada lokasi-lokasi penting pada
butir b,c dan e.
(g) Mengumpulkan data yang berupa informasi mengenai harga satuan
dan biaya hidup sehari-hari
(h) Membuat laporan tentang sumber material (quarry) yang diperlukan
untuk pekerjaan konstruksi jalan/jembatan dan mengistimasi
kandungan volumenya.
(i) Membuat laporan lengkap perihal butir a s/d h dan memberikan
saran-saran yang diperlukan untuk pekerjaan konstruksi
jalan/jembatan, dengan memperbandingkan alternatif trase
jalan/jembatan yang diambil
Pengukuran Topografi Lapangan
(1) Umum
Pengukuran topografi dilakukan sepanjang ruas jalan dan sekitar lokasi
jembatan dengan radius 200 meter, sesuai dengan yang telah ditetapkan
pada saat survei pendahuluan yang telah dilakukan. Pekerjaan
pengukuran topografi adalah kegiatan pengumpulan data permukaan
bumi, penghitungan dan membuat peta dengan skala tertentu serta
disajikan pada lembaran kertas. Pengukuran topografi dilakukan
sepanjang sumbu jalan dan sekitan lokasi jembatan dengan radius 200
meter dengan mengadakan tambahan pengukuran detail (pengukuran
khusus) pada tempat yang memerlukan, misalnya pada lokasi yang

direncanakan dibangun jembatan/bangunan pelengkap/timbunan/galian


dan pada stasion-stasion tertentu.
Pekerjaan pengukuran topografi terdiri dari 2 bagian pekerjaan yaitu
sebagai berikut :
(a) Pekerjaan perintisan untuk pengukuran
(b) Pekerjaan pengukuran, yang terdiri dari : pengukuran titik kontrol
horizontal dan vertical, pengukuran situasi dan pengukuranpengukuran khusus
(2) Pekerjaan Perintisan untuk Pengukuran
-

Pekerjaan perintisan berupa merintis atau membuka sebagian daerah


yang akan diukur sehingga pengukuran dapat berjalan dengan lancar
dan hasil pengukurannya baik

Peralatan yang dipakai untuk perintisan adalah gergaji mesin atau


sejenisnya dan peralatan konvensional (parang, kapak dsb)

Perintisan untuk trase jalan dan lokasi jembatan diusahakan


mengikuti koridor yang telah diplot di atas peja jaringan
jalan/jembatan atas petunjuk pengguna jasa.

Perintisan arah melintang trase jalan dan lokasi jembatan pada setiap
patok yang akan diukur penampang melintangnya.

(3) Pekerjaan Pengukuran Jalan


Pekerjaan pengukuran topografi sedapat mungkin dilakukan sepanjang
rencana as jalan (mengikuti koridor rintisan) dengan mengadakan
pengukuran-pengukuran tambahan pada daerah persilangan dengan
sungai dan jalan lainnya sehingga memungkinkan diperolehnya as jalan
sesuai dengan standar yang ditentukan.
Awal pengukuran dilakukan pada tempat yang mudah dikenal dan aman,
pada pengukuan lanjutan harus dimulai dari titik poligon dan untuk
kontrol tinggi dari patok beton (BM) yang masih baik, belum berubah
keadaannya dan diketahui koordinat/ketinggiannya.
Awal dan akhir proyek hendaknya dikaitkan pada titik-titik tetap.
Kegiatan pengukuran terdiri dari :
-

Pengecekan dan koreksi alat ukur


Sebelum dilakukan pengukuran, harus dilakukan pengecekan dan
koreksi alat-alat ukur yang akan digunakan. Pengecekan harus
dilakukan di lokasi pekerjaan.
Pengecekan theodolite harus memenuhi syarat-syarat :
- Sumbu I vertical, dengan koreksi nivo kotak dan nivo tabung

- Sumbu II tegak lurus sumbu I


- Kesalahan kolimasi horizontal = 0
- Kesalahan indek vertical = 0
Pengecekan waterpass, harus memenuhi syarat-syarat :
- Sumbu I vertical, dengan koreksi nivo kotak dan nivo tabung
- Garis bidik harus sejajar dengan garis arah nivo
-

Pengukuran Titik Kontrol Horizontal


Pengukuran titik kontrol horizontal dilakukan dalam bentuk poligon.
Sisis poligon atau jarak antara titik poligon maksimum 100 meter
untuk pengukuan jalan, diukur dengan pegas ukur (meteran) atau alat
ukur jarak elektronik. Patok-patok titik poligon adalah patok kayu,
sedangkan patok-patok untuk titik ikat (BM) adalah dari kayu ulin
atau pipa paralon diisi adukan beton. Sudut-sudut poligon diukur
dengan alat theodolitr dengan ketelitian dalam second (yang
mudah/umum dipakai adalah theodolite jenis T2, atau Wild atau yang
setingkat lebih tinggi). Titik-titik ikat BM harus diukur sudutnya
dengan alat yang sama dengan alat pengukuran poligon dan jaraknya
diukur dengan pegas ukur (meteran).
Ketelitian untuk pengukuran poligon adalah sebagai berikut :
Kesalahan sudut yang diperbolehkan dalam 10 kali akar jumlah titik
poligon. Kesalahan azimuth pengontrol tidak lebih dari 5.
Pengamatan matahari dilakukan pada titik awal proyek dan pada
setiap jarak 5 km ( 60 titik poligon) serta pada titik akhir
pengukuran.
Pengamatan pada setiap titik dilakukan dalam 4 seri rangkap ( 4 biasa
dan 4 luar biasa).

Pengukuran Titik Kontrol Vertikal


Jenis alat yang dipergunakan untuk pengukuran ketinggian adalah
Waterpassing Orde II
Untuk pengukuran ketinggian dilakukan dengan doble stand
dilakukan 2 kali berdiri alat.
Rambu ukur yang dipakai harus dalam keadaan baik dalam arti
pembagian skala jelas dan sama
Setiap kali pengukuran dilakukan pembacaan ketiga benangnya,
dalam satuan millimeter, yaitu benang atas (BA) benang tengah (BT)
dan benang bawah (BB). Sebagai kontrol pembacaan adalah 2 BT =
BA+BB.

Pengukuran Situasi
Pengukuran situasi dilakukan dengan system tachymetri
Ketelitian alat yang dipakai 30 (sejenis dengan theodolite TO).
Pengukuran situasi daerah sepanjang jalan/sekitar harus mencakup
6

semua detail topografi dan keterangan-keterangan yang ada di daerah


rencana jalan tersebut. Untuk tempat-tempat perpotongan dengan
jalan lain, pengukuran harus diperluas. Tempat-tempat sumber
material jalan yang terdapat di sekitar jalur jalan perlu dicatat, diberi
tanda di atas peta dan difoto (jenis dan lokasi material).
-

Pengukuran Penampang Memanjang dan Melintang


Pengukuran penampang memanjang dan melintang dimaksudkan
untuk menentukan volume penggalian dan penimbunan.
Pengukuran penampang memanjang dilakukan sepanjang sumbu
rencana jalan. Peralatan yang dipakai untuk pengukuran penampang
memanjang sama dengan yang dipakai untuk pengukuran titik kontrol
vertical (WP.II)
Pengukuran penampang melintang, pada daerah datar dan landai
dilakukan
setiap
50
meter
dan
pada
daerah-daerah
tikungan/pegunungan setiap 25 meter.
Lebar pengukuran penampang melintang 75 meter kekiri kanan as
jalan, untuk daerah pegunungan 150 meter yaitu 50 meter kearah luar
dan 100 meter ke arah dalam tikungan.
Khusus untuk perpotongan dengan sungai dilakukan dengan
ketentuan khusus.

Persiapan Survei Pendahuluan dan Survei Topografi Jembatan


-

Suatu persiapan survei pendahuluan diperlukan pada setiap lokasi


jembatan yang direncanakan untuk dibangun, agar perencanaan teknis
sesuai dengan keadaan yang dilapangan. Survei pendahuluan ini
meliputi inventarisasi dari data-data :
-

Detail dari lokasi jembatan dilengkapi dengan foto warna yang


memperlihatkan jalan masuk ke jembatan
Pemeriksaan/identivikasi kondisi konstruksi jembatan yang ada
Data kondisi asal usul jembatan yang ada (bila ada)
Data banjir dan erosi

Pengukuran Topografi Jembatan ( Pengukuran Khusus )


-

Penyelidikan ini harus meliputi uraian selengkapnya dari


jembatan yang diusulkan yaitu :

Survei titik referensi, dibuat 1 (satu) patok tetap yang


dipasang pada setiap jembatan
Survei kontur dan elevasi termasuk bagian-bagian yang
meliputi alur sungai pada poros tengah jembatan. Profil alur
sungai dan alinyemen jalan masuk (diambil setiap 0,5 meter
pada skala gambar 1:100)

Data informasi umum keadaan setempat termasuk lokasi yang


tepat dan uraian-uraian dari pada topografi
Peninjauan jembatan yang ada untuk mendapatkan data beban
jembatan, elevasi muka air banjir dan pengikisan / erosi
Data kondisi sungai yang terdiri dari : Elevasi muka air
normal. Kecepatan aliran dan kondisi pasang surut.
Pengapungan reruntuhan alam dari kayu apung yang
mengganggu stabilitas saluran dan pengikisan.

Survei Titik Referensi


Pada setiap lokasi jembatan, survei titik reverensi harus dibuat
dengan tanda patok-patok yang jelas terlihat. Setiap patok harus
berhubungan satu dengan yang lainnya atau dengan tanda lain
yang kukuh sehingga membentuk suatu garis referensi yang
diperlukan sebagai dasar perhitungan perencanaan. Salah satu dari
patok yang ditetapkan sebagai dasar patok-patok yang berubah
baik posisi maupun elevasinya adalah patok bench mark (BM).
Sedangkan azumth dari garis referensi berdasarkan arah dari
kompas.

Tahapan Survei
-

Jalan Masuk
Potongan melintang di ujung jembatan diperlukan pada setiap
jarak 25 meter sepanjang garis tengah dari jalan masuk dan
minimal 20 meter kesamping kanan dan kiri dari garis tengah
jalan masuk
- Potongan melintang
Potongan melintang sungai diambil/ditentukan sepanjang
centerline jembatan, pada jarak 25 meter dan 20 meter untuk
arah aliran dari hulu maupun hilir. Setiap potongan melintang
harus diperlebar 10 meter dari arah patok tetap jembatan.
- Realinyemen
Bilamana ada usulan realinyemen diatas melintang sungai,
kemudian survei dilakukan dan harus berhubungan dengan
centerline dari realinyemen dan diperlukan untuk
menunjukkan lokasi dari detail dari potongan melintang
sungai semula.

Pengukuran Pemeliharaan Rutin Jalan


Pengukuran jalan untuk keperluan perencanaan pemeliharaan rutin
jalan, dilakukan dengan mengidentifikasi dan mengukur luasan
kerusakan konstruksi perkerasan jalan, bahu jalan dan drainase (parit
samping+gorong-gorong) bangunan pelengkap dan utilitas. Data
8

identifikasi kerusakan dituangkan kedalam format standar Bina


Marga.
-

Pengukuran Pemeliharaan Rutin Jembatan


Pengukuran jembatan untuk keperluan perencanaan pemeliharaan
rutin jembatan, dilakukan dengan mengidentifikasi dan mengukur
luasan kerusakan konstruksi jembatan pada bangunan bawah,
bangunan atas, jalan masuk/oprit dan utilitas lainnya. Data
identifikasi kerusakan dituangkan kedalam format standar Bina
Marga.

Penghitungan dan Penggambaran


Pengamatan matahari, pencatanan pengamatan matahari dan
penghitungan azimuth matahari menggunakan formulir standar
Subdit Jalan Direktorat Bina Teknik Ditjen Prasara Wilayah. Tabel
almanak matahari menggunakan table yang dikeluarkan Dit.Top.TNIAD pada tahun yang berjalan.

Penghitungan Koordinat
Penghitungan poligon dibuat setiap seksi, antara pengamatan
matahari yang satu dengan pengamatan matahari berikutnya, dan
dikaitkan pada titik-titik ikat BM yang ada. Koreksi sudut diberikan
tidak sama rata, melainkan pada sisi yang lebih pendek diberikan
koreksi yang lebih besar.

Penghitungan Sifat Datar / Waterpass


Penghitungan sifat datar/waterpass harus dilakukan kontrol pada
setiap halaman, yaitu jumlah beda tinggi harus sama dengan jumlah
pembacaan benang tengah rambu muka.

Perhitungan Ketinggian Detail


Ketinggian detail dihitung berdasarkan ketinggian patok yang dipakai
sebagai titik pengukuran detail, dihitung secara tachimetri.

Penggambaran Titik-Tik Poligon


Penggambaran titik-titik poligon harus digambarkan pada kertas
millimeter dengan skala 1:1000. Garis-garis grid harus digambar pada
setiap jarak 10 cm pada gambar, dan diberi angka absis (x) maupun
ordinat (y) yang benar, serta dicantumkan arah utara pada jarak-jarak
tertentu (kira-kira 2 meter digambar). Penggambaran titik-titik
poligon didasarkan pada hasilpenghitungan koordinat, tidak boleh
secara grafis. Untuk titik-titik ikat BM, titik-titik mati atau titik baru
harus dicantumkan data koordinat lengkap (x,y,z) dan diberi tanda
khusus yang sesuai.

Penggambaran Detail Situasi


Gambar ukur yang berupa gambar situasi harus digambar berdasarkan
titik-titik poligon dengan sekala 1:1000 dan interval kontur 1 meter.

10

Ketinggian titik-titik detail harus tercantum dalam gambar ukur,


begitu pula semua keterangan-keterangan penting, penulisan data
ketinggian cukup dengan dua desimal (sampai dengan cm).
-

Pengukuran Khusus
Pengukuran Sekitar Perpotongan Dengan Sungai
Daerah sekitar sungai diukur detail topografi yang mencakup luasan
200 meter di kiri kanan tepi sungai sepanjang arah jalan dan 100
meter di kiri kanan as jalan.
Pengukuran Sekitar Perpotongan Jalan
Daerah yang diukur yaitu daerah persilangan jalan yang diukur 100
meter di kiri kanan jalan yang dimaksud. Pengukuran titik kontrol
horizontal berupa poligon tertutup. Pengukuran titik penampang
memanjang dibuat pada sumbu jalan/jembatan. Pengukuran
melintang dibuat untuk setiap jarak 10 meter dengan profil 50 meter
ke kiri kanan jalan. Pengukuran situasi dengan pengukuran jalan
utama.

.
Servei Hidrologi
(1) Tujuan
Survei hidrologi bertujuan untuk mencari data yang diperlukan dalam
analisa hidrologi dan selanjutnya dapat dipakai dalam perencanaan
drainase. Sedangkan perencanaan drainase sangat diperlukan untuk
penentuan jenis dan dimensi dari bangunan bangunan drainase
disamping untuk penentuan bentuk potongan jalan itu sendiri.
(2) Lingkup Pekerjaan
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada umumnya meliputi :
-

Menganalisa pola aliran daerah trase jalan untuk mendapatkan


trase jalan yang paling aman dilihat dari pengaruh pola aliran
tersebut.

Mengambil data curah hujan dan banjir tahunan dari sembersumber yang bersangkutan dan menentukan hujan rencana yang
selanjutnya dapat dipakai untuk menentukan rencana dengan
metode-metode

Dari data lapangan dan hasil penghitungan tersebut diatas,


selanjutnya menentukan jenis dan dimensi bangunan drainase
yang diperlukan seperti jenis saluran samping dan dimensinya,
jenis dimensi gorong-gorong dan jenis jembatan yang diperlukan.

Membuat laporan lengkap mengenai perihal tersebut diatas yang


meliputi penghitungan, grafik, table, gambar/sketsa dan saransaran yang diperlukan.

10

11

Penyelidikan Tanah dan Sumber Material (Untuk Desain Jalan dan


jembatan )
(1) Maksud dan Tujuan
Maksud dari penyelidikan geoteknik disini adalah pemetaan geologi
teknik detail, termasuk pemetaan tanah dasar dan sebagainya di
sepanjang rencana jalan dan sekitar lokasi jembatan dengan tujuan
memberikan informasi/gambaran secara menyeluruh. Penyelidikan tanah
bertujuan untuk mengetahui lapisan dasar dan konstruksi perkerasan jalan
yang sudah ada. Penyelidikan mekanika tanah meliputi penyelidikan
tanah pondasi dan penyelidikan sumber material serta memperkirakan
jumlah deposit yang ada di sekitar proyek yang akan dipakai untuk
pekerjaan jalan/jembatan dan bangunan pelengkap lainnya. Pekerjaan ini
dimaksudkan untuk menyelidiki mengenai jenis dan struktur lapisan
tanah serta index dan struktur properties yang diperoleh di lapangan dan
laboratorium. Disamping itu juga dilakukan penyelidikan mengenai
sumber material di sekitar lokasi jalan/jembatan yang dapat digunakan
sebagai timbunan dan lapisan perkerasan jalan, serta pelaksanaan struktur
jembatan
(2) Teknis Penyelidikan Tanah Untuk Perencanaan jalan
Survei pemeriksaan dengan menggunakan alat Dinamic Cone
Penetrometer (DCP) merupakan salah satu cara untuk pemeriksaan
kekuatan tanah dasar di lapangan pada ruas jalan yang belum beraspal,
seperti jalan kerikil atau jalan aspal yang telah rusak hingga tampak lapis
pondasinya. Adapun maksud dari pemeriksaan ini untuk mendapatkan
data daya dukung tanah dasar (nilai CBR) yang didapat dengan
mengorelasi nilai penetrasi/kedalaman dari hasil pemeriksaan jalan dalam
rangka program peningkatan/pembangunan jalan. Pemeriksaan DCP ini
digunakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan berikut :
-

DCP yang dipakai sesuai dengan ketentuan-ketentuan ukuran seperti


yang telah ditetapkan.
Pemeriksaan dilakukan dengan interval pemeriksaan 250 meter, pada
stasion darah rawa, stasion daerah datar dan stasion daerah
bukit/gunung
Pemeriksaan dilakukan pada sumbu jalan dan pada permukaan
lapisan tanah dasar
Dicatat untuk setiap ketebalan dan jenis bahan perkerasan yang ada
seperti sirtu, lapisan pasir dan sebagainya
Pemeriksaan dilakukan hingga kedalaman 90 cm dari permukaan
lapisan tanah dasar, kecuali bila dijumpai lapisan tanah yang sangat
keras/lunak.

11

12

Selama pemeriksaan dicatat pula keadaan-keadaan khusus yang perlu


diperhatikan seperti timbunan, kondisi drainase, cuaca dan lain
sebaginya.
Lokasi awal dan akhir pemeriksaan dicatat dengan jelas
Data yang diperoleh dari pemeriksaan dicatat dalam formulir.

(3) Penyelidikan Tanah Lokasi Jembatan


Penentuan lokasi jembatan harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
-

Ditentukan pada lokasi dengan bentang terpendek


Bila melalui sungai yang bermendering dicari lokasi hanya satu kali
memotong sungai
Kedudukan abutmen harus pada batuan yang cukup kuat
Sebaiknya kedudukan jembatan tegak lurus terhadap sungai
Lokasi jembatan tidak diletakkan pada belokan sungai (dicari pada
daerah yang lurus)

Untuk desain sudut lereng pada daerah-daerah dengan galian cukup


tinggi diperlukan contoh tanah tak terganggu (undisturbed sample)
diambil dalam tabung untuk ditest di alboratorium sebagai berikut : Hasil
dari parameter-parameter diatas untuk perhitungan keamanan sudut
lereng dari keruntuhan, dibuat dalam seksi-seksi (km s/d km..)
yang menghasilkan tinggi maksimum lereng aman (F>1,25L) dengan
berbagai variasi perbandingan sudut lereng.
Pengisian lembar isian kondisi geoteknik di sekitarnya, setiap jarak 5001000 meter penyelidikan tanah untuk pembangunan jembatan.
(4) Penyelidikan Material
Yang dimaksud sumber material disini adalah material yang akan
dipergunakan bagi bahan-bahan konstruksi perkerasan jalan dan
bangunan pelengkap lainnya. Penyelidikan material seperti pasir, batu
dan kerikil dilakukan dengan mempertimbangkan jenis dan tingkat
gradasinya, yang dilakukan cukup secara visual. Dalam penyelidikan
sumber material ini konsultan harus mempertimbangkan jumlah deposit,
transport dan kepemilikan lokasi. Penyelidikan material dilakukan
dengan cara pengamatan secara visual di lapangan di sekitar lokasi
jembatan. Hal-hal yang perlu diinventarisir dalam penyelidikan ini antara
lain :
-

Jenis quarry dan jenis materialnya (contohnya diambil)


Perkiraan volume material yang tersedia
Jarak lokasi quarry ke lokasi jalan/jembatan
Kesulitan-kesulitan yang mungkin timbul pada saat ekploitasi (bila
ada)
Foto-foto dokumentasi.

12

13

(5) Penelitian Laboratorium


Penelitian laboratorium dilakukan terhadap contoh-contoh tanah, baik
undisturbed sample (tidak terganggu/asli) maupun disturbed sample
(terganggu/tidak asli)
Pada contoh tanah asli penelitian/pengujian laboratorium dimaksudkan
untuk menentukan properties dan engineering properties tanah guna
mendapatkan parameter tanah yang dipakai dalam penghitunganpenghitungan teknis.
b) Perencanaan Teknis
Penghitungan dan perencanaan teknis Jalan dan jembatan
(1) Standar Perencanaan teknis Jalan
Dalam merencanakan geometric jalan, sejauh mungkin perpegangan pada
peraturan standar spesifikasi perencanaan geometric jalan raya nomor
13 / 1970 dari Direktorat Bina Marga.
Khusus untuk kondisi JAPAT (jalan agregat padat tahan cuaca) perlu
diadakan modifikasi/penyesuaian seperti tabel berikut :

No.

Uraian

Satuan

Dataran
80
min 210
6
10
akan di
tentukan
dilapangan

1
2
3
4
5

Kecepatan
Jari-jari lengkung
Landai maksimum
Miring tikungan max.
Lebar DMJ minimum

Km/jam
Meter
%
%
Meter

Perkerasan
- Lebar
- Konstruksi
- Lereng melintang

Meter
%

4,5

Meter
%

2,75

Bahu
- Lebar
- Konstruksi
- Lereng melintang

Daerah
Perbukitan
60
min 115
8
10
akan di
tentukan
dilapangan
japat
4
japat
6

(2) Konsep Detail Perencanaan (draf design)

13

Pegunungan
40
min 50
10
10
akan di
tentukan
dilapangan

14

Konsultan wajib membuat konsep perencanaan teknis dari setiap detail


perencanaan, kemudian melaporkan depada pengguna jasa untuk
dimintakan persetujuannya. Draft design tersebut dibuat diatas kertas
millimeter atau langsung diatas kertas standar sheet / ketrtas HVS doble
volio yang telah ditetapkan.
Dari perencanaan teknis yang perlu dibuatkan konsep perencanaan antara
lain :
(a) Plan (alinyemen horizontal) digambar dengan menggunakan
komputer diatas peta situasi skala 1:2000 dengan interval garis hingga
1 meter dilengkapi dengan index antara lain :
-

Lokasi STA dengan nomor titik kontrol horizontal/vertikal


Batas-batas lokasi dari semua data topografi yang penting, seperti
batas rawa, kebun, hutan lindung, rumah, sungai dan lain-lain
Kerapatan tanaman/pohon berikut % menurut diameter pohonpohon
Elemen-elemen lengkung horizontal (kurva data) yang
direncanakan dengan bentuk tikungan full circle atau lengkung
peralihan untuk sudut lengkung > 20
Lokasi dari gorong-gorong dan rencana jembatan

(b) Profil alinyemen vertical)


Setelah konsep alinyemen horizontal disetujui oleh pengguna jasa dan
telah dipindahkan ke atas kertas standar sheet / kertas HVS doble
volio, maka konsep alinyemen vertical (penampang memanjang)
dapat segera dimulai
Konsep alinyemen vertical dapat langsung digambar dengan
komputer dicetak di atas kertas standart sheet / kertas HVS doble
volio tadi di bagian bawah dari gambar alinyemen horizontal
Alinyemen vertical digambar degan skala 1:1000 dan skala 1:100
yang mencakup :
- Tinggi muka tanah asli dan tinggi nomor potongan melintang
- Pengetrapan kemiringan vertical maksimum dari lengkung
horizontal (digambar super elevasi)
- Elemen-elemen/data-data lengkung vertical
- Lokasi bangunan-bangunan pelengkap dan bangunan-bangunan
drainase
(c) Potongan Melintang (cross section)
Gambar potongan melintang dibuat dengan komputer, menurut peta
topografi sesuai keadaan pada lokasi yang ditentukan di atas kertas
standart sheet / kertas HVS doble volio dengan sekala 1:100 dan skala
vertical 1:50. Stationing dilakukan interval 25-100 meter.

14

15

(d) Standar Potongan Melintang (typical cross section)


Gambar ini dibuat dalam sekala yang pantas dengan memuat semua
detail yang perlu antara lain : Penampang pada daerah galian dan
daerah timbunan pada ketinggian yang berbeda.
(e) Standar Bangunan pelengkap dan Drainase
Gambar ini mencakup semua detail bangunan-bangunan pelengkap
dan drainase seperti turap pelindung talud, gorong-gorong, saluran
diperkeras dan lain-lain.
(3) Perencanaan Teknis Jembatan
Pada tahap perencanaan, konsultan untuk memproses hal-hal sebagai
berikut :
(a) Menyediakan draf detail rencana untuk mendapatkan persetujuan
pengguna jasa
(b) Setelah mendapat persetujuan dari pengguna jasa suatu detail
perencanaan lengkap harus disediakan penggabungan perubahan (bila
diperlukan)
(c) Semua perencanaan dan penghitungan harus disesuaikan dengan
peraturan perencanaan jembatan Bina Marga
(d) Konsultan harus membuat perencanaan yang praktis sehingga tidak
meyulitkan dalam pelaksanaan konstruksi
.
(4) Draf Perencanaan
Draf perencanaan ini meliputi
(a) Gambar-gambar rencana, harus disediakan dalam format yang
seragam
(b) Lokasi rencana pada setiap lokasi daerah jembatan, lokasi
penempatan tanda-tanda permanen dan Benc Mark serta quarry
(sumber bahan)
(c) Survei rencana pada setiap lokasi jembatan memperlihatkan elevasielevasi rencana potongan melintang sungai, jembatan dan jalan
masuk
(d) Gambar-gambar struktur untuk setiap jembatan harus dengan detail
secukupnya untuk identitas type, methode konstruksi dan uraian
konstruksi
.
(5) Gambar Perencanaan Akhir (Final Design)

15

16

Pembuatan gambar rencana trase jalan selengkapnya, dilakukan setelah


draft design mendapat persetujuan dari pengguna jasa dengan
mencantumkan koreksi-koreksi dan saran-saran yang diberikan, berikut
disposisi alternatif-alternatif. Final design digambar di atas kertas standar
sheet / kertas HVS ukuran doble folio untuk gambar konstruksi jalan dan
jembatan kayu sera gambar box culvert dan gorong-gorong, sedangkan
untuk gambar jembatan baja menggunakan kertas ukuran A1. Gambargambar perencanaan akhir tersebut selengkapnya terdiri dari :
(a)
(b)
(c)
(d)

Sampul luar (cover) dan sampul dalam


Lembar judul yang memuat lay-out jalan skala 1:50.000
Lembar symbol dan singkatan
Gambar center line rencana jalan (lay-out) skala 1:5000 dilengkapi
dengan jalur poligon dan draf koordinat dari semua patol pengukuran
(e) Lembar draft volume pekerjaan
(f) Typikal section skala 1:100 dilengkapi dengan konstruksi perkerasan
dan saluran samping
(g) Cross section, skala horizontal 1:100, skala vertical 1:50, dibuat seiap
jarak 100 meter ( 25 meter untuk daerah extrim)
(6) Perhitungan Volume Pekerjaan Pelaksanaan Fisik
(a).Daftar volume pekerjaan disusun menurut pay item/mata pembayaran
di dalam dokumen kontrak
(b) Volume pekerjaan tanah dihitung dari gambar cross sction setiap 50
meter
(7) Penghitungan Biaya Pelaksanaan Fisik Pembuatan Jalan
(a)
(b)
(c)
(d)
(e)

Perhitungan harga satuan untuk setiap pay item


Perkiraan biaya untuk segmen jalan setiap kilometer
Daftar harga satuan upah dan bahan dilampirkan
Daftar analisa harga satuan pekerjaan dilampirkan
Jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan dilampirkan

(8) Dokumen Pengadaan


Dokumen penawaran / dokumen tender yang perlu disiapkan konsultan
antara lain :
- Dokumen Lelang IKPP
(9) Penyerahan Hasil Pekerjaan
Semua hasil pekerjaan harus dijilid dengan rapi dan diberi cover
dengan standar Bina Marga dengan ukuran sebagai berikut :
Untuk buku-buku, ukuran kertas adalah A-4
Setiap 1 (satu) set yang dilapisi dengan cover :

16

17

Gambar perencanaan (Construction Drawing) dan diberi cover


Dokumen Tender
Khusus Drawing, digambar di atas kertas HVS doble volio untuk
gambar jalan digambar diatas kertas standar sheet ukuran A-3
Semua laporan tersebut diatas diserahkan minimal 2 (dua) set
4) Keterkaiatan antara suatu keluaran dengan keluaran lain
Perangkat lunak / perencanaan teknis jalan yang dihasilkan dipergunakan sebagai
bahan acuan dalam pengadaan jalan, baik dalam tahap pengadaan calon penyedia
jasa maupun dalam tahap implementasi/pelaksanaan fisik jalan. Tanpa adanya
perangkat lunak, dalam
pelaksanaan fisik jalan akan mengalami
hambatan/kesulitan,
sehingga
keluaran/produk
perencanaan
teknis
jalan/jembatan erat kaitannya dengan keluaran fisik jalan.
5) Peralatan dan material yang disediakan oleh pengguna barang/jasa
Pengguna barang/jasa tidak menyiapkan peralatan dan material, akan tetapi
menyiapkan dana untuk mengupayakan tersedianya peralatan dan material yang
dipergunakan untuk pembuatan perencanaan teknis jalan tersebut
6) Peralatan dan material yang harus disediakan oleh konsultan
Dengan dana yang disiapkan oleh pengguna barang/jasa, maka penyedia jasa
konsultansi harus mengupayakan tersedianya peralatan dan material yang
diperlukan untun menunjang kelancaran pembuatan perencanaan teknis jalan
dimaksud.
7) Lingkup kewenangan yang dilimpahkan kepada konsultan
Pengguna jasa konsultansi menyerahkan sepenuhnya kepada penyedia jasa
konsultansi atas penyelesaian perencanaan teknis jalan, yang mengacu kepada
disiplin ilmu jalan raya dan ketentuan / peraturan pengadaan barang/jasa
pemerintah.
8) Perkiraan jangka waktu penyelesaian pekerjaan jasa konsultan
Untuk menyelesaikan pembuatan perencanaan teknis jalan/jembatan tersebut
diatas, pengguna jasa menyediakan waktu selama 1,5 ( satu koma lima) bulan.
9) Kualifikasi dan jumlah tenaga ahli yang harus disediakan oleh konsultan
perkiraan seluruh tenaga ahli/tenaga pendukung yang diperlukan (jumlah personmonths) dan jadwal setiap tahapan pelaksanaan pekerjaan
(a) Kualifikasi dan tenaga Ahli
Team Leader
Team Leader 1(satu) orang, minimal lulusan S.1 sipil, berpengalaman
dibidangnya selama 3 tahun
Estimator

17

18

Estimator 1 (satu), minimal lulusan S.1 sipil, berpengalaman dibidangnya


selama 1 tahun
Surveyor
Surveyor 2 (dua) orang, minimal lulusan D.3 sipil, berpengalaman
dibidangnya selama 1 tahun.
Draft Drawing
Draft Drawing, minimal lulusan D.3 sipil, berpengalaman dibidangnya
selama 1 tahun
Operator Komputer
Operator komputer, minimal lulusan SMU dan cakap mengoperasikan
aplikasi Word, Exel, Acad.
(b) Uraian Tugas
Team Leader, tugas dan tanggung jawabnya meliputi hal seperti diuraikan
dibawah ini, tetapi tidak terbatas antara lain :
Bertanggung jawab atas laporan hasil perencanaan yang diserahkan
kepada pengguna jasa

Memiliki inisiatif, inofatif, tanggung jawab dan professional dalam


menyelesaikan hasil rancangannya

Mendiskusikan penjadwalan, pentahapan serta hasil lainnya dengan


pengguna jasa selama proses pelaksanaan pekerjaan

Mengkoordinir semua anggota tim dalam menyelesaikan pekerjaan


serta menghubungi instansi-instansi lain yang terkait dalam
menyelesaikan pekerjaan.

Estimator, tugas dan tanggung jawabnya meliputi hal seperti diuraikan


dibawah ini, tetapi tidak terbatas antara lain :

Bertanggung jawab atas laporan kuantitas dan biaya yang di serahkan


kepada pengguna jasa

Bekerja sama dengan personil lainnya dalam satu tim untuk


menyelesaikan permasalahan yang timbul secara terpadu

Surveyor, tugas dan tanggung jawabnya meliputi hal seperti diuraikan


dibawah ini, tetapi tidak terbatas antara lain :

Bertanggung jawab atas terlaksananya pelaksanaan survei lapangan

Bekerja sama dengan personil lainnya dalam satu tim untuk


menyelesaikan permasalahan yang timbul secara terpadu
18

19

Draft Drawing, tugas dan tanggung jawabnya meliputi hal seperti


diuraikan dibawah ini, tetapi tidak terbatas antara lain :

Bertanggung jawab atas terlaksananya pembuatan gambar konstruksi


jalan/jembatan

Bekerja sama dengan personil lainnya dalam satu tim untuk


menyelesaikan permasalahan yang timbul secara terpadu

Operator Komputer, tugas dan tanggung jawabnya meliputi hal seperti


diuraikan dibawah ini, tetapi tidak terbatas antara lain :

Bertanggung jawab atas terlaksananya pengetikan hasil perencanaan


teknis jalan/jembatan

Bekerja sama dengan personil lainnya dalam satu tim untuk


menyelesaikan permasalahan yang timbul secara terpadu

(c) Jadwal Pentahapan Pekerjaan dan Personil (person-mounths)


Tahap pelaksanaan survei lapangan, personil yang diperlukan 2 (dua)
orang, waktu yang diperlukan selama 15 (lima belas) hari
Tahap pengolahan data di laboratorium, pengolahan data di kantor yang
meliputi engineering/perencanaan teknis, penggambaran konstruksi,
penghitungan analisa harga satuan pekerjaan, penghitungan volume
pekerjaan, penghitungan rencana anggaran biaya, pembuatan spesifikasi
teknis, pembuatan dokumen pengadaan/RKS, pekerjaan, personil yang
diperlukan sebanyak 2(dua) orang. Waktu yang diperlukan selama 18
(delapan belas) hari.
Pangkalan Bun, 2014

Pangkalan Bun, April 2014


Kuasa Pengguna Anggaran

..
NIP. ..

19