Anda di halaman 1dari 11

Journal Reading

KATARAK DIABETIK
PHATOGENESIS, EPIDEMIOLOGI, dan
TATALAKSANA

Dikutip dari Pollreisz. Andreas, Schmidt-Erfurth. Ursula, Diabetic Cataract


Pathogenesis, Epidemiology and Treatment, Austria Journal of Ophthalmology,
Volume 2010.
Dipresentasikan pada 8 September 2015 (SMF Mata RSUD Koesnadi
Bondowoso)

Abstrak
Katarak pada pasien diabetik adalah penyebab
utama kebutaan di Negara maju dan berkembang.
Patogenesis berkembangnya diabetik katarak
masih belum dipahami betul, data penelitian
sebelumnya menunjukkan peranan polyol sebagai
mencetuskan penyakit ini. Dalam penelitian
berbasiskan populasi menunjukkan hubungan
yang jelas antara diabetes dan terbentuknya
katarak dan menjadi faktor resiko terjadinya
katarak.

Introduksi
Di seluruh dunia terdapat 285 juta orang dengan
diabetes mellitus dan diperkirakan akan naik
menjadi 439 juta orang pada tahun 2030 menurut
International Diabetes Federation.
Komplikasi tersering dari diabetes tipe I dan II
adalah retinopati diabetik, peringkat lima
penyebab utama kebutaan di Amerika Serikat. 95
% diabetes tipe I dan 60% diabetes tipe II dengan
lama penyakit rata-rata lebih dari 20 tahun adalah
tanda-tanda munculnya retinopati diabetik.

Patogenesis
Bermula dari enzim aldose-reductace (AR) yang
menghancurkan sisa-sisa mukosa menjadi sorbitol melalui
jalur polyol, (sebuah proses yang mengakibatkan
berkembangnya katarak diabetik).

Akumulasi intra selular dari sorbitol menyebabkan


perubahan osmotik yang menghasilkan degenerasi jaringan
lensa hidrofik dan membentuk katarak diabetik. Pada
lensa , sorbitol diproduksi lebih cepat daripada dikonversi
menjadi fruktosa oleh enzim sorbitol dehidrogenase. Seperti
diketahui karakter polar sorbitol mencegah sel-sel
intraselular berpindah secara difusi. Peningkatan akumulasi
sorbitol menciptakan efek hiperosmotik yang
mengakibatkan cairan masuk dan meningkatkan tekanan
osmotik.

Penelitian menunjukkan bahwa tekanan osmotik


pada lensa yang disebabkan oleh akumulasi
sorbitol menginduksi apoptosis sel epithelial
lensa, yang menyebabkan katarak.
Peranan tekanan osmotik memiliki peranan
penting dalam pembentukan katarak pada pasien
diabetes melitus tipe 1 dengan usia muda yang di
sebabkan karena pembengkakan jaringan kortikal
lensa. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa AR
berhubungan dengan terjadinya katarak diabetik
pada orang dewasa.

Beberapa publikasi mendukung


hipotesis mekanisme yang menginisiasi
pembentukan katarak diabetik adalah
pembentukan polyol dari glukosa oleh
enzim AR, yang menghasilkan
peningkatan tekanan osmotik pada
jaringan lensa yang mengakibatkan
lensa bengkak dan ruptur.

Studi klinis Investigasi


Insidensi Katarak Diabetik
Beberapa studi klinis telah
menunjukkan bahwa proses katarak
lebih sering terjadi dan pada usia awal
diabetes dibandingkan dengan pasien
non-diabetes

Study
Klinis
dan
Peneliti
an
terkait
Insiden
si
Katarak
Diabeti
k

Studi Framingham mengindikasikan tiga sampai empat kali


lipat peningkatan prevalensi katarak pada pasien dengan
diabetes di bawah usia 65, dan prevalensi dua kali lipat lebih
tinggi pada pasien di atas 65 tahun.

Studi Wisconsin mengenai Diabetes Retinopati meneliti


kejadian ekstraksi katarak pada penderita diabetes.
Selanjutnya, faktor tambahan terkait dengan risiko yang lebih
tinggi dari operasi katarak ditentukan. Kumulatif operasi
katarak dalam 10 tahu terakhir adalah 8,3% pada pasien yang
menderita diabetes tipe 1 dan 24,9% pada mereka dengan
diabetes tipe 2. Prediktor operasi katarak termasuk usia,
tingkat keparahan diabetes retinopati dan proteinuria pada
penderita diabetes tipe 1 sedangkan usia dan penggunaan
insulin dikaitkan dengan peningkatan risiko pada diabetes tipe
2.
Studi Beaver Dam Eye melakukan peneilitan dengan dasar
populasi yang terdiri dari 3684 peserta >= 43 tahun,
dilakukan evaluasi awal setelah 5 tahun menunjukkan
hubungan antara diabetes mellitus dan pembentukan
katarak. Dalam studi tersebut, kejadian dan perkembangan
dari katarak korteks dan posterior subkapsular dikaitkan
dengan diabetes. Selain itu, peningkatan kadar hemoglobin
terglikasi yang terbukti berhubungan dengan peningkatan
risiko katarak nuklear dan kortikal.

Study
Klinis
dan
Peneliti
an
terkait
Insidens
i
Katarak
Diabetik

Penelitian Blue Mountain Eye dalam meneliti


hubungan antara katarak nuklear, korteks, dan
posterior subkapsular pada 3654 peserta
antara tahun 1992-1994 . Penelitian ini
mendukung temuan sebelumnya dari efek
bahaya dari diabetes pada lensa. Katarak
posterior subkapsular terbukti secara statistik
signifikan terkait dengan diabetes.
The Visual Impairment Project mengevaluasi
faktor risiko untuk terjadinya katarak di
Australia. Penelitian ini menunjukkan bahwa
diabetes mellitus merupakan faktor risiko
independen untuk katarak posterior
subkapsular dalam jangka waktu 5 tahun.
Studi Barbados Eye adalah untuk
mengevaluasi hubungan antara diabetes dan
kekeruhan lensa pada 4314 peserta berkulit
hitam. Para penulis menemukan bahwa
sejarah diabetes (prevalensi 18%)
berhubungan dengan semua perubahan lensa,
terutama di usia muda.

Operasi Katarak pada Pasien


Diabetes
Phacomulsification adalah teknik operasi yang
lebih disukai pada sebagian besar jenis katarak.
Teknik ini dikembangkan oleh Kelman pada tahun
1967 dan tidak diterima secara luas sampai 1996.
Tingkat peradangan dan astigmatisma yang
minimal paska operasi, rehabilitasi visual yang
lebih cepat dan, dengan lensa lipat (folded lens)
modern, insiden lebih rendah dari kapsulotomi
dibandingkan dengan operasi ekstrakapsular
terdahulu. Telah ada tren baru dalam penekanan
lebih awal terhadap ekstraksi katarak pada
penderita diabetes. Operasi katarak disarankan
sebelum kekeruhan lensa menghalangi
pemeriksaan fundus.

Pengobatan Anti katarak


Inhibitor aldosa-reduktase
Inhibitor reduktase aldose (ARI) terdiri berbagai senyawa
struktural seperti ekstrak tanaman, jaringan hewan atau
molekul kecil yang spesifik.
Perawatan antioksidan pada Katarak Diabetes.
Berdasarkan study dari Varma, et al. Piruvat, antioksidan
endogen, baru-baru ini mendapat perhatian untuk efek
menghambat pembentukan katarak diabetes dengan
mengurangi pembentukan sorbitol dan peroksidasi lipid di
lensa.
Agen farmakologis untuk Pengobatan makula
Edema Setelah Operasi Katarak. Proinflamasi prostaglandin
telah terbukti terlibat dalam mekanisme yang menyebabkan
kebocoran cairan dari kapiler perifoveal ke dalam ruang
ekstraselular dari wilayah makula. Karena kemampuan obat
topikal NSAID untuk memblokir enzim siklooksigenase
(bertanggung jawab untuk produksi prostaglandin.