Anda di halaman 1dari 5

BAB IV

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI


4.1. Kesimpulan.
Hasil kesimpulan yang didapatkan dari pelaksanaan penelitian serta analisis tingkat
intrusi air laut di Kabupaten Rembang dan Kabupaten Pati yang telah dilakukan adalah
sebagai berikut :
1. Berdasarakan data sampel airtanah yang diambil pada sumur dangkal di Kabupaten
Rembang ada sebanyak 31 sampel dari lokasi pengamatan sumur dangkal. Beberapa
tempat terdapat air yang memiliki kualitas buruk, hal ini dapat diketahui berdasarkan
kandungan TDS, DHL, sifat fisika dan kimia, terutama beberapa tempat yang
memiliki kualitas yang kurang layak untuk di konsumsi berdasarkan sampel yang di
ambil pada sumur dangkal di Kabupaten Rembang, di antaranya ), daerah yang
termasuk airtanah tawar terletak pada daerah Borak, Padaran, Kasreman, Tireman,
Bonang, Binangun, Sluke, Pendok, Balongmulyo, Plawangan, TelasLor, Ngacor,
Sendangmulyo, Kalipang, Belitang, Kebloran, Bakung, danKragan. Sementara untuk
daerah yang tergolong airtanah payau terletak pada daerah Kabongan Lor, Pabeyan
Wetan, Dukoh, Bendan, Kesambi, dan Kalipang.Daerah yang tergolong airtanah asin
meliputi daerah Ngelak, Dresen, Kiringan, Karangmaju, dan Bajingjowo.
2. Berdasarakan data sampel airtanah yang diambil pada sumur dangkal di Kabupaten
Pati ada sebanyak 34 sampel dari lokasi pengamatan sumur dangkal. Beberapa tempat
terdapat air yang memiliki kualitas buruk, hal ini dapat diketahui berdasarkan
kandungan tds, dhl, sifat fisika dan kimia, terutama beberapa tempat yang memiliki
kualitas yang kurang layak untuk di konsumsi berdasarkan sampel yang di ambil pada
sumur dangkal di Kabupaten Pati, daerah yang termasuk airtanah asin terletak pada
daerahTawangrejo, TPI Puncel, Kandangan, Tambakjati, Slempung, Banyutowo,
Jelok, Tlogoharum, GrowongLor, MujildanNgening. Sedangkan, untuk airtanah tawar
terletak di daerahJrakalandak, Winong, JepatLor, Pakis, Watoroyo, Tunjungrejo,
Pohijo, Margoyoso, Tapen, Krandan, Getak, Bangsalrejo, Genengwetan, GrowongLor,
dan Delok.

59

3. Berdasarkan hasil analisa dari sumur dangkal maupun sumur dalam dari Kabupaten
Pati, dapat di simpulkan sebagian besar air layak untuk di konsumsi. Untuk beberapa
tempat di Kabupaten Rembang memiliki air yang kurang baik dimana unsur kimianya
melebihi dari baku standar yang di tentukan oleh pemerintah, sehinga perlu dilakukan
tritmen untuk membuat air yang sehat, beberapa tempat menunjukkan adanya kualitas
air yang buruk diperkirakan berasal dari jenis litologinya, dengan mempertimbangkan
hasil geologi, dan hidrogeologi. Air tanah yang kurang baik di daerah Kabupaten Pati
dan Kabupaten Rembang di mungkinkan dari hasil sedimentasi, dimana material
sedimen pada saat terendapkan membawa material yang memiliki unsur kimia yang
berasal dari laut yang kemudian terjebak sehingga mempengaruhi kualitas air yang
saat ini di gunakan, akan tetapi tidak menutup kemungkinan terjadinya intrusi air laut
mengingat hasil kimia CaCO3, Cl, dan Na menunjukan indikasi adanya
kemungkinanintrusi air laut yang kecil.
4.2. Rekomendasi
Untuk mencegah meluasnya intrusi air laut ke wilayah-wilyah tersebut perlu dilkakukan
tindakan antisipitaif seperti berikut :
1. Pada lokasi lokasi sekitar sumur dangkal maupun dalam yang sudah terindiksasi
potensi intrusi air laut maka diberlakukan larangan penambahan pembuatan sumur bor
baru, karena akan mempercepat proses intrusi menjadi semakin luas pada akuifer
dalam.
2. Mengubah Pola Pemompaan Memindah lokasi pemompaan dari pantai ke arah hulu
akan menambah kemiringan landaian hidrolika ke arah laut, sehingga tekanan
airtanah akan bertambah besar.
3. Pengisian Airtanah Buatan Muka airtanah dinaikkan dengan melakukan pengisian
airtanah buatan.

Untuk akuifer bebas dapat dilakukan dengan menyebarkan air

dipermukaan tanah, sedangkan pada akuifer tertekan dapat dilakukan pada sumur
pengisian yang menembus akuifer tersebut Gambar .

60

Gambar.......
Injection barrier dapat dibuat dengan melakukan pengisian air tawar pada sumur yang
terletak di dekat garis pantai. Pengisian air akan menaikkan muka air tanah di sumur
tersebut, akan berfungsi sebagai penghalang masuknya air laut ke daratan.

4. Ekstraction barrier dapat dibuat dengan melakukan pemompaan air asin secara terus
menerus pada sumur yang terletak di dekat garis pantai.

Pemompaan ini akan

menyebabkan terjadinya cekungan air asin serta air tawar akan mengalir ke cekungan
tersebut. Akibatnya terjadi baji air laut ke daratan.

5. Sebaiknya diperlukan penelitian lebih lanjut pada daerah penelitian, mengingat


permasalahan airtanah yang cukup komplek, karena pada dasarnya air sangat di

61

perlukan untuk kelangsungan hidup manusia maupun mahluk hidup lainnya dan
perkembangan ekonomi.
6.Bagi industri yang akan dibangun pada daerah penelitian, sebaiknya melakukan penelitian
terlebih dahulu, mengenai cara pengolahan air payau-asin, dan air yang memiliki kualitas
yang buruk, penelitian dapat berupa Penyulingan Reverse Osmosis (Osmosis Balik) atau
sering dikenal dengan RO, Evaporator dan berbagai rekayasa lainnya guna menunjang
pemakaian airtanah pada daerah penelitian dan tidak hanya membangun industri saja, akan
tetapi dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Pada proses dengan membran, pemisahan air dari pengotornya didasarkan pada proses
penyaringan dengan skala molekul. Di dalam proses desalinasi air laut dengan sistem osmosis
balik, tidak memungkinkan untuk memisahkan seluruh garam dari air lautnya,
karena akan membutuhkan tekanan yang sangat tinggi sekali. Pada prakteknya untuk
menghasilkan air tawar, air asin atau air laut dipompa dengan tekanan tinggi ke dalam suatu
modul membran osmosis balik yang mempunyai dua buah pipa keluaran, yakni pipa keluaran
untuk air tawar yang dihasilkan dan pipa keluaran untuk air garam yang telah dipekatkan.
Di dalam membran Osmosa Balik tersebut terjadi proses penyaringan dengan ukuran
molekul, yakni partikel yang molekulnya lebih besar dari pada molekul air, misalnya molekul
garam dan lainnya, akan terpisah dan akan ikut ke dalam air buangan. Oleh karena itu air
yang akan masuk ke dalam membran osmosa balik harus mempunyai persyaratan tertentu,
misalnya kekeruhan harus nol, kadar besi harus < 0,1 mg/l, pH harus dikontrol agar tidak
terjadi pengerakan kalsium karbonat dan lainnya.

62

Gambar........

63