Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN KUNJUNGAN RUMAH

PASIEN DENGAN ISPA DAN DIABETES MELLITUS TIPE 2

Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi syarat


dalam menempuh Kepaniteraan Klinik
Ilmu Kesehatan Masyarakat
Periode 18 Agustus 2014 24 Oktober 2014

Penyusun :
Nabila Zaneta ( 030.09.164 )

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat


Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti
Jakarta
2014

LAPORAN HASIL KUNJUNGAN RUMAH


I.

IDENTITAS PASIEN DAN KELUARGA


A. IDENTITAS PASIEN
Nama

: Ny. E

Umur

: 57 tahun

Tempat/Tgl Lahir

: Padang, 28 September 1957

Jenis Kelamin

: Perempuan

Status Perkawinan

: Janda

Alamat

: Jl. H. Ipin RT 09/RW 01 no.28, Pondok Labu

Agama

: Islam

Suku Bangsa

: Padang

Pendidikan

: Tamat SD

Pekerjaan

: Ibu rumah tangga

B. IDENTITAS KEPALA KELUARGA


Nama

: Ny. E

Umur

: 57 tahun

Tempat/Tgl Lahir

: Padang, 28 September 1957

Jenis Kelamin

: Perempuan

Status Perkawinan

: Janda

Alamat

: Jl. H. Ipin RT 09/RW 01 no.28, Pondok Labu

Agama

: Islam

Suku Bangsa

: Padang

Pendidikan

: Tamat SD

Pekerjaan

: Ibu rumah tangga

C. Sumber Pembiayaan Kesehatan


Jaminan: BPJS PBI

D. Perilaku Kesehatan Keluarga


1. Bila ada anggota keluarga yang sakit, yang pertama dilakukan : Beli obat
sendiri, setelah 2 hari tidak membaik pergi ke puskesmas jika pagi-pagi atau
ke klinik dokter 24 jam jika siang/sore.
2. Keikutsertaan pada program Kesehatan di lingkungan rumah : tidak
mengikuti kegiatan kesehatan maupun posyandu balita atau pun lansia
dilingkungan rumah
3. Pemanfaatan waktu luang :
- Olah raga
: tidak
- Rekreasi
: Tiap akhir pekan
- Melakukan hobi : Mendengarkan musik padang minimal 2x
-

II.

seminggu
Aktifitas Sosial di Lingkungan pemukiman :
-Arisan
: ya
-Pertemuan RT
: ya
-Organisasi
: tidak
-Lain, sebutkan : tidak ada

PROFIL KELUARGA
Tabel 1. Daftar Anggota Keluarga Kandung

N
o
1.

Nama

Kedudukan Sex
dalam
keluarga
Tn. A. Suami
L
M

Umur
(tahun)

Pendidikan

Pekerjaan

Keteranga
n

68 tahun

SMA

Wiraswasta

Wafat

Jl. H. Ipin
RT09/01 no.
28
Serumah
dengan
pasien
Jl.
Tanah
100,
Ciledug

2.

Ny. N. Istri
S

40 tahun

SMA

Ibu Rumah
Tangga

Sehat

3.

Tn. R

Anak I

29 tahun

S1

CPNS

Sehat

4.

NY. W

Anak II

25 tahun

SMK

Pelajar

Sehat

Diagram I. Genogram Keluarga Kandung Pasien

Tempat
Tinggal

10

11

Keterangan :
: Hubungan Anak
: menikah
1. Kakek dari ayah

: Meninggal

2. Nenek dari ayah

: Meninggal

3. Kakek dari ibu

: Meninggal

4. Nenek dari ibu

: Meninggal

5. Suami pasien

: Meninggal

6. Pasien

: Sakit

7. Anak pertama

: Sehat

8. Anak kedua

: Sehat

9. Menantu pasien

: Sehat

10. Menantu pasien (cerai)

: Sehat

11. Cucu pasien

: Sehat

RESUME

PENYAKIT

DAN

PENATALAKSANAAN

YANG

DILAKUKAN
Dilakukan dengan autoanamnesis pada tanggal 3 September 2014

SUDAH

A. Keluhan Utama
Batuk, pilek dan demam ringan sejak 3 hari yang lalu
B. Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien mengeluh batuk, pilek serta hidung tersumbat sejak 3 hari yang lalu.
Batuk yang dirasakan tidak berdahak . Pasien juga merasa pusing dan demam
ringan. Selain keluhan diatas, pasien juga kadang-kadang merasa tangan dan
kakinya kesemutan sejak kuranglebih 1 tahun yang lalu. Pasien sering buang
air kecil kurang lebih 10x/hari, dan keluhan sering BAK ini kerap kali
mengganggu tidurnya, pasien juga lebih sering minum dan makan. Pasien
menyangkal adanya keluhan lain seperti nyeri sendi, mual, muntah ataupun
nyeri perut. Pasien juga tidak mengalami penurunan berat badan..
C. Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus sejak 3 tahun yang lalu.
D. Riwayat Kebiasaan

Pasien tidak memiliki kebiasaan minum kopi, merokok dan minum alkohol

E. Riwayat Penyakit Keluarga

Ibu pasien meninggal karena Pre Eklamsi Berat saat melahirkan


Ayah pasien meninggal karena penyakit Jantung dan memiliki riwayat DM

Hasil Pemeriksaan Fisik


Tanggal 3 September 2014 di rumah pasien
Keadaan Umum

: Sakit ringan

Kesadaran

: Compos Mentis

Tinggi Badan

: 155 cm

Berat Badan

: 48 kg

BMI

: 20 kg/m2

Keadaan Gizi

: Baik (Normal Range)

Tanda Vital

: Tensi

130/90 mmHg

RR

20x / menit

Nadi

72x / menit

Suhu

37,3oC

Kepala

: Normosefali

Mata

: Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-, pupil bulat isokor,

Refleks cahaya langsung dan tidak langsung +/+, lensa jernih.


Telinga

: Normotia, serumen -/-, sekret -/-

Hidung

: Bentuk normal, sekret +/+, septum deviasi -

Tenggorok : T1-1, hiperemis (-), faring hiperemis (+), detritus -/-, kripta -/Mulut

: Bibir tidak kering , sianosis (-)

Leher

: KGB tidak teraba membesar


Kel. Tiroid tidak teraba membesar

Dada

Cor

:
-

Inspeksi

: Iktus kordis tak tampak

Palpasi

: Iktus kordis teraba di ICS V 2cm medial LMCS

Perkusi

: Konfigurasi jantung dalam batas normal

Auskultasi : BJ I-II normal, murmur (-), galloop (-)

Pulmo

:
- Inspeksi

: simetris saat statis dan dinamis

- Palpasi

: Fremitus kanan dan kiri sama

- Perkusi

: Sonor pada kedua paru-paru

- Auskultasi :
Dextra

: Suara nafas vesikuler +/+, rhonki halus di apex (-),

wheezing (-)
Sinistra

: Suara nafas vesikuler +/+ , rhonki halus di apex (-),

wheezing (-)
Abdomen

- Inspeksi

: Datar

- Palpasi

: Supel,turgor kulit cukup baik,hepar dan lien tak teraba,

nyeri tekan epigastrium (-)


- Perkusi

:Timpani

- Auskultasi : Bising usus (+) normal 3 kali/menit


Ekstremitas
Oedem
Hangat

Superior
-/+/+

Inferior
-/+/+

F. Hasil Laboratorium dan Pemeriksaan Penunjang.


Hasil lab:
Tanggal 2/09/2014
Gula Darah Puasa: 141 mg/dL
Tanggal 4/08/2014
Gula Darah Puasa: 142 mg/dL
G. Rencana Penatalaksanaan
Pengobatan yang telah diberikan:
Terapi Medikamentosa:
o Metformin 500 mg 2x1
o Loratadine 10 mg 1x1
o Ibuprofen 400 mg 3x1
o Vit b Complex 2x1
Terapi Edukasi :
o Istirahat yang cukup
o Makan makanan dan minuman yang rendah gula, sesuai perhitungan gizi,
dan dengan jadwal yang teratur
o Melakukan olahraga ringan secara rutin, misalnya dengan jalan pagi tiap
hari atau minimal 3x seminggu kurang lebih selama 30 menit

o Minum obat yang diberikan dengan teratur dan sesuai dosis sampai habis.
Kontrol ulang jika obat habis.
H. Hasil Penatalaksanaan Medis
Keluhan yang dirasakan sudah tidak dirasakan setelah minum obat secara rutin
dan teratur serta makanan yang dimakan juga diatur sesuai jumlah gizi yang
dibutuhkan pasien. Saat kunjungan rumah selanjutnya pada tanggal 15
September 2014, keadaan pasien sudah baik, batuk pilek sudah tidak ada,
kesemutan sudah berkurang, akan tetapi keluhan 3P kadang kadang masih
dirasakan oleh pasien.
Faktor Pendukung

: Pasien minum obat secara rutin dan teratur.


Pasien memiliki keinginan untuk sembuh.
Diet pasien dijaga dengan hanya mengonsumsi
makanan dari rumah

Faktor Penghambat

: Pasien sempat terlambat dari jadwalnya untuk datang


ke Puskesmas, sehingga persediaan obat pasien habis
jadi pasien sempat tidak minum obat anti diabetes
mellitus selama sekitar 1-2 hari.

Indikator Keberhasilan : ISPA sudah sembuh, kesemutan sudah berkurang

III.

IDENTIFIKASI FUNGSI FUNGSI KELUARGA

A. Fungsi Biologis
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan pasien, didapatkan
informasi bahwa pasien sudah menderita diabetes mellitus sejak 3 tahun yang
lalu, pasien rutin kontrol ke Puskesmas. Pasien jarang merasakan keluhan
sejak rutin minum obat dan menjaga isi makanan yang dimakan, akan tetapi
pasien pernah terlambat dari jadwalnya untuk kontrol ke Puskesmas, sehingga
persediaan obat pasien habis dan pasien sempat tidak mengonsumsi obat

selama satu sampai dua hari dan pasien seringkali tidak merasakan gejala
apapun saat gula darah didapatkan tinggi ketika diperiksa.
B. Fungsi Psikologis
Pasien tinggal di rumah dengan 1 orang anggota keluarga lainnya yaitu anak
sulungnya. Suami pasien sudah meninggal 1 tahun yang lalu karena penyakit
jantung. Anak sulung pasien yang tinggal serumah dengan pasien sudah cerai
dengan mantan istrinya, cucu pasien dan mantan menantunya tidak tinggal
serumah lagi, namun hubungan dengan mantan menantunya masih baik. Anak
kedua pasien tinggal dengan suaminya di daerah Ciledug, namun ia masih
sering mengunjungi pasien. Pasien terbiasa tidur pukul 21.00 dan bangun
pukul 05.00. Hubungan pasien dengan keluarga baik. Pasien merupakan orang
yang dapat bergaul dan berkomunikasi dengan baik dengan lingkungan sekitar.
C. Fungsi Ekonomi
Pasien merupakan Kepala Keluarga semenjak suaminya meninggal dunia satu
tahun yang lalu. Pasien tidak bekerja, penghasilan sehari-hari pasien
tergantung dari anaknya. Anak pasien yang tinggal bersama pasien merupakan
seorang CPNS yang bekerja di departemen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di
bagian Kebudayaan sehingga dapat membantu perekonomian keluarga dan
perekonomian keluarga dapat dinilai cukup terutama untuk kehidupan seharihari.
D. Fungsi Pendidikan
Pendidikan pasien ialah tamat SD, sedangkan almarhum suami pasien tamat
SMA. Pasien memiliki 2 orang anak. Pendidikan terakhir anak pertama adalah
S1 dari jurusan Management dan bekerja sebagai CPNS, serta pendidikan
terakhir anak kedua pasien adalah SMK dan bekerja sebagai SPG di pusat
perbelanjaan di Jakarta Selatan.
E. Fungsi Religius

Pasien beragama Islam dan rutin menjalankan ibadah. Kegiatan melakukan


ibadah (sholat) di rumah saja, dan melakukan pengajian sebulan sekali di
masjid.
F. Fungsi Sosial Budaya
Pasien tinggal di tempat pemukiman yang padat penduduk. Hubungan pasien
dengan tetangga cukup baik yang dekat karena pasien sering ikut berkumpul
tiap kali diadakan pertemuan dan arisan RT di tempat pasien tinggal.
IV.

POLA KONSUMSI MAKANAN PENDERITA (Resume 24-h recall)


FORMULIR 24 HOUR RECALL
(Catatan : asupan makanan/minuman KEMARIN mulai bangun pagi hingga tidur malam)

Waktu
Makan
Pagi

Jam
09.00

Nama makanan atau


minuman
Nasi Putih

Bahan
makanan
Karbohidrat

Tempe

Protein

Telur Ceplok

Protein

Selingan

11.00

Buah jeruk/pisang

Vitamin, mineral

Makan
Siang

14.00

Nasi Putih

Karbohidrat

Sayur

Mineral

Ikan

Protein

Selingan

17.00

Biskuit

Karbohidrat

Makan
Malam

20.00

Nasi Putih

Karbohidrat

Ayam Goreng

Protein

Sayur

Mineral

Penjelasan :

Jumlah
URT
Gram
1 Porsi
300
gram
1 potong
25
gram
1 butir
30
gram
1 buah
30
gram
1 Porsi
300
gram
1 mangkok
50
kalori
1 potong
80
kalori
4 keping
15
gram
1 porsi
300
gram
1 potong
80
kalori
1 mangkok
50
kalori

Frekuensi makan rata rata setiap harinya 3x/hari dengan variasi makanan
sebagai berikut : nasi putih, lauk (tempe, telur, ikan, daging ayam), sayur dan
buah. Selingan selain buah dan biskuit, kadang pasien juga mengkonsumsi
bakwan jagung, es buah, kacang hijau, dsb. Makanan tersebut belum
dikonsultasikan dengan ahli gizi. Dulu pasien sudah pernah mendapat edukasi
gizi namun pasien lupa dan tidak dilaksanakan.
V.

IDENTIFIKASI FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


KESEHATAN
A. Faktor Perilaku
Pasien biasanya pasien makan 3 kali sehari (pagi, siang, dan malam). Pasien
makan secara teratur dan hanya memakan makanan yang dimasak dirumah,
karena pasien jarang membeli makanan jadi dari luar. Pasien juga patuh minum
obat DM 2x sehari dan rutin kontrol ke Puskesmas setiap bulan meskipun
kadang-kadang terlambat datang ke puskesmas. Namun pasien kurang
memperhatikan keadaan rumah, kebersihan kurang dijaga dan sirkulasi udara
juga kurang cukup di rumah pasien. Tiap ada anggota keluarga yang sakit,
biasanya selalu dibawa ke Puskesmas segera atau ke Klinik Kesehatan terdekat.
Pasien jarang melakukan olahraga, begitu juga dengan anggota keluarga yang
lain. Pada waktu luang, biasanya pasien mengisinya dengan menonton tv,
mendengarkan musik atau ngobrol dengan tetangga.
B. Faktor Non Perilaku
Sarana pelayanan kesehatan yang paling dekat dengan rumah pasien adalah
Klinik 24 Jam sekitar 500 meter dari rumah pasien, tetapi pada pagi-siang
hari, pasien lebih senang untuk mengunjungi Puskesmas Kelurahan Pondok
Labu yang jaraknya 800 meter dari rumah.

VI.

DIAGNOSIS FUNGSI KELUARGA

A. Fungsi Biologis

Sekarang pasien mengalami keluhan batuk pilek dan demam ringan sejak 2
hari yang lalu

Pasien menderita diabetes mellitus sejak 3 tahun yang lalu

B. Fungsi Psikologis

Hubungan pasien dengan keluarga baik.

Pasien dapat berkomunikasi dan bergaul dengan baik dengan lingkungan


sekitar.

C. Fungsi Ekonomi dan Pemenuhan Kebutuhan

Perekonomian keluarga pasien tergolong cukup, namun masih menengah


kebawah.

D. Fungsi Sosial

Sosialisasi dengan warga sekitar dinilai cukup baik

E. Faktor Perilaku

Pasien patuh minum obat setiap harinya

Pasien menjaga pola dan jenis makanan yang dikonsumsi.

Pasien rutin kontrol ke Puskemas setiap bulan, namun kadang-kadang


pasien terlambat datang ke puskesmas (tidak sesuai jadwalnya)
sehingga ada waktu putus obat sementara

Pasien tidak melakukan olahraga secara teratur.

Pasien kurang memperhatikan masalah kebersihan dan sirkulasi udara di


rumahnya

F. Faktor Non Perilaku

Tidak ada masalah

VII. IDENTIFIKASI LINGKUNGAN RUMAH

A. Gambaran Lingkungan Rumah


Rumah pasien terletak di pemukiman yang padat penduduk dengan ukuran
ukuran 13.5x6 m2, bentuk bangunan 1 lantai. Secara umum gambaran rumah
terdiri satu ruang tamu yang bergabung dengan ruang keluarga , 2 kamar tidur,
2 tempat tidur, 1 ruang makan, satu dapur yang bergabung dengan ruang untuk
cuci piring, dan tempat cuci pakaian, satu kamar mandi + WC. Lantai rumah
terbuat dari keramik, tetapi pada bagian dapur, alas terbuat dari semen tanpa
dilapisi keramik, dinding terbuat dari batu bata, atap rumah dari dan plafon
terbuat dari triplek. Ventilasi dan jendela hanya terdapat pada ruang tamu dan
kamar pasien yang berukuran 1,5x1 m. Penerangan didalam ruangan kurang
baik. Udara didalam ruangan lembab, dan kebersihan dalam dan luar rumah
kurang bersih, tata letak barang-barang kurang rapi, listrik menggunakan
listrik pulsa, sumber air dari air tanah. Jamban jongkok. Jarak antara sumber
air dan septik tank 5 meter. Bak mandi sedikit berlumut, air limbah dialirkan
ke selokan/got. Sampah rumah dibuang ke tempat sampah didepan rumah,
yang diambil oleh petugas tiap 2-3 hari sekali

DENAH RUMAH
5

7 7

2
1
6
3

Keterangan ruangan:
1. Teras rumah
2. Ruang tamu yang bergabung dengan ruang keluarga dengan 2
kursi sejajar tembok di depan, meja rias di belakang dan
televisi.
3. Kamar tidur (pasien) dengan 1 tempat tidur dan 1 meja
4. Kamar tidur anak pasien dengan 1 tempat tidur
5. Ruang makan
6. Dapur pasien dengan tempat cuci piring dan pakaian
7. Kamar mandi dan WC
= Jendela

= Pintu

Analisis Keadaan Rumah :


1.
2.

3.

Letak rumah di daerah : kurang bersih dan padat penduduk


Bentuk bangunan rumah : satu lantai
Kepemilikan rumah : mengontrak
Luas rumah
: 13.5 x 6 m2
Jumlah orang dalam satu rumah : 2 orang / Rata-rata 50.5 m2 per-orang
Luas halaman rumah
:- m2

4.
5.
6.
7.

Lantai rumah dari


: Sebagian keramik dan sebagian semen
Dinding rumah dari
: tembok
Atap rumah
: genteng
Pembagian ruangan rumah :
Ruang keluarga : Ada (bergabung dengan ruang tamu) ukuran
10x3 m2
Ruang makan
Ruang tidur
Jendela rumah

: Ada/ Ukuran 1 x 2 m
: Ada/ Ukuran 3 x 3 m2; Jumlah 2 buah
: Ada / Ukuran 1,5x1 m di ruang tamu, 50x50 cm
di kamar pasien.

Perbandingan luas lantai dan jendela < 10% luas lantai


8.
9.

Penerangan didalam rumah: kurang


Listrik di rumah : Ada 1300 watt
Lubang ventilasi :
Ruang tamu
: ada ukuran 50x20 cm
Ruang tidur
: ada
Ruang makan
: ada
Kelembaban dalam rumah: lembab
Kesan ventilasi di dalam rumah : kurang

10.

Kebersihan dalam rumah : kurang bersih, penataan barang-barang kurang

rapih.
Sumber air minum dari : air tanah
12.
Kamar mandi : ada/ jamban jongkok, bak mandi dikuras 1x seminggu.
13.
Limbah rumah tangga di alirkan ke : got (saluran limbah).
14.
Tempat sampah diluar rumah : Ada.
15.
Jalan di depan rumah lebarnya : 1,5 meter, terbuat dari semen
Kesan kebersihan lingkungan pemukiman : cukup.
11.

VIII.

DIAGRAM REALITA YANG ADA PADA KELUARGA

Genetik
Genetik

- Ayah pasien
menderita DM
dan penyakit
jantung
- Ibu pasien
meninggal karena
PEB

Status
Status
kesehatan
kesehatan

Yan
Yan Kes
Kes

Lingkungan
Lingkungan

Jarak ke Puskesmas dari


rumah pasien cukup jauh

- Lingkungan
rumah padat
penduduk
- Lingkungan
rumah dan rumah
kurang bersih
- Sirkulasi udara
dan pencahayaan
kurang

Perilaku

Patuh meminum obat.

jendela kamar ya

Patuh menjaga diet

berukuran < 25%

Makan teratur 3x/hari


Olahraga tidak teratur
Pasien

kadang

terlambat

control

ke

puskesmas sehingga obat sempat habis


Pasien kurang memperhatikan kebersihan di
rumahnya

IX.

TABEL PERMASALAHAN PADA KELUARGA

No

Resiko dan Masalah

Rencana Pembinaan

Kesehatan
1.

ISPA

Indikator Keberhasilan
Penilaian

Memberikan edukasi kepada

Pasien memahami dan

pasien agar cukup

menjaga kesehatan

beristirahat, makan teratur

pasien sampai sembuh

dan mengkonsumsi obat

sesuai intruksi
2.

Terkadang pasien

Memberikan edukasi pada

Pasien rutin dan disiplin

terlambat kontrol ke

pasien tentang kedisiplinan

berobat sesuai jadwal

Puskesmas sehingga obat

dan pentingnya kontrol tepat

yang ditentukan,

yang dikonsumsi sempat

waktu dan tidak terputus

keluarga juga berperan

berhenti karena obat

minum obat, karena gula

untuk mengingatkan

habis

darah pasien terkontrol salah

pasien jadwal

satunya oleh obat yang

kontrolnya.

diminum secara rutin.


3.

Pasien tidak rutin

Memberikan edukasi

Pasien dan keluarga

berolahraga

mengenai pentingnya

memahami pentingnya

olahraga untuk menunjang

olahraga dan

kesehatan pasien

mengaplikasikannya
dalam kehidupan seharihari

4.

Rumah lembab dan

Memberikan edukasi

Pasien dan keluarga

kurang ventilasi

mengenai pentingnya

memahami pentingnya

sirkulasi udara dan

sirkulasi udara dan

pencahayaan yang baik di

pencahayaan yang baik

rumah pasien

serta membiasakan diri


untuk membuka pintu
dan jendela setiap hari

5.

Pasien kurang menjaga

Memberikan edukasi

Pasien dan keluarga

kebersihan

mengenai pentingnya

memahami pentingnya

menjaga kebersihan

kebersihan dan

lingkungan rumah agar tidak

membiasakan diri

menjadi sarang kuman

membersihkan rumahnya
setiap hari

X.

PEMBINAAN DAN HASIL KEGIATAN


Tanggal

Kegiatan yang
Dilakukan

9/9/14

Memperkenalkan diri,

Keluarga

Hasil Kegiatan

evaluasi kegiatan

yang Terlibat
Pasien dan anak

Indikator

Pasien menyambut

Pasien mengerti

menjelaskan maksud

pasien

dengan ramah dan

dan setuju

kedatangan,

memberi izin untuk

terhadap

mengidentifikasi masalah

dilakukan kunjungan

kunjungan

pada keluarga, memberi

selanjutnya.

penjelasan bahwa akan

melakukan kunjungan
rumah untuk beberapa
kali.
10/9/14

Menanyakan keluhan

Pasien

Pada pemeriksaan

Pasien setuju

utama, riwayat penyakit

fisik didapatkan

diperiksa dan

sekarang, melakukan

Tekanan darah

memahami hasil

pemeriksaan terhadap

130/90mmHg, nadi

pemeriksaan

pasien, melihat hasil

72 x/menit,suhu

pemeriksaan penunjang

37.3oC, RR

yang terakhir dilakukan.

20x/menit.

Menganjurkan pasien

Didapatkan pasien

untuk datang ke bagian

menderita ISPA dan

gizi di puskesmas untuk

diabetes mellitus

mengatur jumlah, jenis

Pasien
menjelaskan
tentang pola
makannya dan
melakukan recall
24 jam. Pasien

serta jadwal makan pasien

setuju untuk
konsul ke bagian
gizi di puskesmas

15/9/14

Memberikan penjelasan
tentang gaya hidup,
lingkungan yang sehat.
Menginstruksikan untuk
minum obat secara rutin,
memakan makanan yang
sudah dianjurkan dokter

Pasien dan anak


pasien

Pasien Sudah makan

Pasien sudah

teratur dan minum

makan dengan

obat sesuai anjuran.

sesuai anjuran

Sudah mencoba
olahraga ringan,
jendela rumah dibuka
pada pagi hari.

dokter. Keluhan
yang dialami
pasien sudah
mulai berkurang

dan olahraga secara

dan juga merasa

teratur. Serta

lebih bugar.

menyarankan pasien
untuk sering membuka

jendela atau pintu rumah


agar ventilasi udara lebih
baik.

22/9/ 14

30/9/14

Mem-follow up keadaan

Pasien

Pasien

mengatakan Pasien

sudah

kesehatan pasien dan

keluhan batuk pilek, merasa lebih sehat

mengevaluasi instruksi

sakit kepala sudah dari

yang diberikan kepada

hilang

pasien

tidak demam.

olahraga

Hidung sudah mulai

Pasien

kesehatan pasien dan

bisa bernapas, suara

jauh lebih baik.

mengevaluasi instruksi

bindeng suara hilang.

yang diberikan kepada

Kesemutan sudah

pasien

mulai berkurang.

Mem-follow up keadaan

Pasien

dan

sebelumnya

sudah dan lebih sering

merasa

Keluhan 3P juga

6/10/14

Mem-follow up keadaan

Pasien dananak

semakin berkurang
Pasien sudah tidak

kesehatan pasien sampai

pasien

mengeluhkan

sudah sembuh.

pasien merasa sehat dan

keluhan yang selama

Dan aktivitasnya

mengevaluasi instruksi

ini dirasakan

sudah lebih baik.

Pasien merasa

yang diberikan kepada


pasien

XII. KESIMPULAN PEMBINAAN KELUARGA


1. Tingkat pemahaman

: Pembinaan terhadap pasien dan keluarga


dilakukan cukup baik.

2. Faktor pendukung

: Pasien dapat memahami penjelasan yang

yang

diberikan.
Sikap pasien dan keluarga yang kooperatif ketika
diberi penjelasan.
Pasien mau minum obat secara teratur, makanan
gizi sesuai anjuran dokter dan olahraga ringan.
3. Faktor penyulit

: Anak pasien terlalu sibuk sehingga kadang juga


lupa mengingatkan ibunya untuk kontrol ke
puskesmas.

4. Indikator keberhasilan

: Pasien dapat mengetahui tentang penyakitnya


meliputi

penyebab,

faktor

yang

dapat

menimbulkan gejala dalam keluhan penyakitnya,


kepatuhan dalam berobat, dan cara pengendalian
penyakitnya.

LAMPIRAN

ruang tamu dan ruang keluarga


kamar tidur

ruang makan

dapur dan tempat cuci piring


kamar mandi

tampak depan

LAMPIRAN
PROSES PEMERIKSAAN