Anda di halaman 1dari 5

Soal Ilmu Kedokteran Keluarga

Profil keluarga dari An. A sebagai berikut :


Jenis
No Nama
Usia
Hubungan Keluarga
Kelamin
1
Tn.B
L
70thn Ayah Tn.J
2
Tn.J
L
48thn Kepala Keluarga
Istri Tn.J, anak ke-3
3
Ny.J
P
42thn
Tn.B
18thn Anak ke-1 Tn.J dan
4
Sdr.A
L
Ny.J
5
Nn.B
P
35thn Adik Tn.J
13thn Anak ke-2 Tn.J dan
6
An.C
P
Ny.J

Pekerjaan

Ket

Purnatugas
Karyawan swasta
-

Pasie
n

Pelajar
Pelajar

1. Maka bentuk keluarga ini :


a. Nuklear family
b. Majemuk family
c. Extended family
d. Serial family
e. Cohabitation family
Jawaban : C
Bentuk Bentuk Keluarga menurut Golden Berg (1980)
1) Keluarga Inti (Nuclear Family)
Yang terdiri dari ayah, ibu dan anak kandung.
2) Keluarga Besar (Extended Family)
Keluarga yang disamping terdiri dari suami, istri, dan anak-anak kandung, juga sanak
saudara lainnya, baik menurut garis vertikal (ibu, bapak, kakek, nenek, mantu, cucu,
cicit), maupun menurut garis horizontal (kakak, adik, ipar) yang berasal dari pihak
suami atau pihak isteri.
3) Keluarga Campuran (Blended Family)
Yang terdiri dari suami, istri, anak-anak kandung serta anak-anak tiri.
4) Keluarga Menurut Hukum Umum (Common Law Family)
Keluarga yang terdiri dari pria dan wanita yang tidak terikat dalam perkawinan sah
serta anak-anak mereka tinggal bersama.
5) Keluarga Orang Tua Tunggal (Single Parent Family)
Keluarga yang terdiri dari pria atau wanita, mungkin karena bercerai, berpisah,
ditinggal meninggal atau mungkin tidak pernah menikah, serta anak-anak mereka
tinggal bersama.
6) Keluarga Hidup Bersama (Commune Family)
Keluarga yang terdiri dari pria, wanita, anak-anak yang tinggal bersama, berbagi hak,
dan tanggung jawab serta memiliki kekayaan bersama.
7) Keluarga Serial (Serial Family)
Keluarga yang terdiri dari pria dan wanita yang telah menikah dan mungkin telah
punya anak, tetapi kemudian bercerai dan masing-masing menikah lagi serta memiliki
anak-anak dengan pasangan masing-masing, tetapi semuanya menganggap sebagai
keluarga.

8) Keluarga Gabungan atau Komposit (Composite Family)


Keluarga terdiri dari suami dengan beberapa istri dan anak-anak nya atau istri dengan
beberapa suaminya yang hidup bersama.
9) Keluarga Tinggal Bersama (Cohabitation Family)
Pria dan wanita yang telah hidup bersama tanpa adanya ikatan pernikahan yang sah.
2. Pada sebuah keluarga point yang sangat tinggi di dalam pengkajian APGAR keluarga adalah
Partnership, yang berarti anggota keluarga mempunyai pendapat:
a. Sangat tidak puas dengan cara-cara anggota keluarga dalam membahas serta
membagi masalah
b. Sangat puas dengan cara keluarga dalam menyatakan rasa kasih saying dan
menanggapi emosi
c. Puas dengan cara-cara keluarga membagi waktu bersama
d. Sangat tidak puas bahwa dapat kembali kepada keluarga bila menghadapi
masalah
e. Puas dengan cara keluarga membahas serta membagi masalah dengan anggota
keluarga
Jawaban: E
Fungsi fisiologis keluarga diukur dengan APGAR score, APGAR score adalah skor yang
digunakan untuk menilai fungsi kelurag yang digunakan untuk menilai fungsi keluarga yang
ditinjau dari sudut pandang setiap anggota keluarga terhadap hubungan dengan anggota
keluargan yang lain, APGAR score meliputi:
1) Adaptation : kemampuan anggota keluarga tersebut beradaptasi dengan anggota
keluarga yang lain, serta peneimaan, dukungan dan saran dari anggota keluarga yang
lain.
2) Partnership: menggambarkan komunikasi, saling membagi, saling mengisi antara
anggota keluarga dalam segala masalah yang dialami oleh keluarga tersebut.
3) Growth : menggambarkan dukungan keluarga terhadap hal-hal baru yang dilakukan
anggota keluarga tersebut.
4) Affection : menggambarkan hubungan kasih sayang dan interaksi antar anggota
keluarga.
5) Resolve : menggambarkan kepuasan anggota keluarga tentang kebersamaan dan
waktu yang dihabiskan bersama anggota keluarga yang lain.

Ny. M, usia 50 tahun. BB = 70 kg, TB = 150 cm, PNS datang ke klinik dokter keluarga
dengan keluhan utama kaki kiri bengkak 4 hari sebelum datang ke klinik. Menurut pasien
bengkak muncul tiba-tiba, kemerehan, tidak nyeri pada tempat luka dan ada nanah di dalam
lukanya dan terkadang nanah tersebut keluar daerah yang bengkak tersebut.
3. Data tambahan yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis holistik dari aspek internal
Ny.M tersebut :
a. Fungsi indoor
b. Fungsi fisiologis
c. Fungsi afektif
d. Fungsi keturunan (Genogram)

e. Benar semua
Jawaban: D
Ada sembilan fungsi keluarga, yaitu:
1) Fungsi holistik
Fungsi Holistik adalah fungsi keluarga yang meliputi fungsi biologis, fungsi
psikologi, dan fungsi sosial-ekonomi.
2) Fungsi fisiologis
Fungsi fisiologis keluarga diukur dengan APGAR score
3) Fungsi patologis
Fungsi patologis keluarga dinilai dengan menggunakan SCREEM (Social,
Culture, Religious, Economic, Educational, Medical) score.
4) Fungsi hubungan antarmanusia
Menunjukan baik atau tidaknya hubungan atau iteraksi antar anggota keluarga
(Interkasi dua arah baik digambarkan dengan garis penuh, tidak baik digambarkan
dengan garis putus-putus)
5) Fungsi keturunan (genogram)
Fungsi keturunan (genetik) dinilai dari genogram keluarga
6) Fungsi perilaku ( pengetahuan, sikap, tindakan)
Fungsi perilaku meliputi pengetahuan tentang kesehatan, sikap sadar akan
pentingnya kesehatan, dan tindakan yang mencerminkan pola hidup sehat.
7) Fungsu nonperilaku ( lingkungan, pelayanan kesehatan, keturunan)
Fungsi nonperilaku meliputi lingkungan dan pelayanan kesehatan. Pelayanan
kesehatan meliputi:
a. Kepedulian memeriksakan diri ke tempat pelayanan kesehatan
b. Ketersediaan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan
c. Jarak dengan puskesmas/rumah sakit
8) Fungsi indoor
Fungsi indoor ini menunjukan gambaran lingkungan dalam rumah apakah telah
memenuhi syarat syarat kesehatan. Penilaian meliputi lantai, dinding, ventilasi,
pencahayaan, sirkulasi udara, sumber air bersih, jarak jambandengan rumah, serta
pengelolahan sampah dan limbah.
9) Fungsi outdoor
Menunjukan gambaran lingkungan luar rumah apakah telah memenuhi syaratsyarat kesehatan, misalnya jarak rumah dengan jalan raya, tingkat kebisingan,
serta jarak rumah dengan sungai dan tempat pembuangan sampah umum
4. Karena pasien geriatri ini telah menderita Diabetes Melitus tipe II dengan ulkus dan
Hipertensi, maka Anda ingin merujuk masalah ini kepada dokter Spesialis Penyakit
Dalam, sedangkan untuk masalah kesehatan lainnya yang dikeluhkan pasien Anda
akan tetap menanganinya. Rujukan yang seperti ini disebut
a. Interval referral
b. Collateral referral
c. Cross referral
d. Split referral
e. Rujukan kesehatan

Jawaban: B
Pembagian wewenang & tanggungjawab
Interval
referral,
pelimpahan
wewenang
dan
tanggungjawab
penderita sepenuhnya kepada dokter konsultan untuk jangka waktu tertentu, dan selama
jangka waktu tersebut dokter tsb tidak ikut menanganinya.
Collateral referral, menyerahkan wewenang dan tanggungjawab penanganan penderita
hanya untuk satu masalah kedokteran khusus saja.
Cross referral, menyerahkan wewenang dan tanggungjawab penanganan penderita
sepenuhnya kepada dokter lain untuk selamanya.
Split referral, menyerahkan wewenang dan tanggungjawab penanganan penderita
sepenuhnya kepada beberapa dokter konsultan, dan selama jangka waktu pelimpahan
wewenang dan tanggungjawab tersebut dokter pemberi rujukan tidak ikut campur.
5. Sembilan prinsip pelayanan dokter keluarga diantaranya :
a. Pelayanan yang holistik dan komprehensif
b. Pelayanan yang kontinu
c. Pelayanan yang koordinatif dan kolaboratif
d. Pelayanan yang menjunjung tinggi etika dan hukum
e. Jawaban a, b, c, dan d benar
Jawaban: A

Prinsip-prinsip kedokteran keluarga dalam pelayanannya yaitu:


1) Komprehensif dan holistik
Memberikan pelayanan secara paripurna berarti melakukan pemeriksaan secara
keseluruhan dengan menimbang rasionalitas dan mafaatnya bagi pasien. Sebagai
contoh misalnya, seorang yang sakit kepala, pada awalnya mungkin saja hanya diberi
parasetamol atau analgetik lainnya. Jika sakit kepala berulang-ulang, harus digali
sejauh mungkin berbagai kemungkinan penyebabnya, dan bila dipandang perlu
dilakukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis penyebabnya. Tentu
saja, rujukan harus dilakukan jika memang diperlukan, sekalipun pasien ybs tidak
memintanya. Selain itu, ancangan holistik harus dilakukan juga agar terasa lebih
manusiawi. Dokter keluarga lebih mempertimbangkan siapa yang sakit daripada
sekedar penyakit yang disandang
2) Pelayanan kontak pertama dan kesinambungannya
Sebagai dokter layanan primer, DK merupakan tempat kontak pertama dengan pasien,
tanpa mamandang jenis kelamin, usia, keluhan utamanya atau sistem organ yang
terganggu.
3) Pelayanan promotif dan preventif
Dokter Keluarga harus berusaha meningkatkan taraf kesehatan setiap pasien yang
menjadi tanggung-jawabnya. Bagaimanapun dokter keluarga harus berupaya
menerapkan seluruh tingkat pencegahan. Dengan demikian ia harus memberikan
ceramah kesehatan dan vaksinasi, menyelengarakan KB dan KIA dan bahkan acara

4)

5)

6)

7)

8)

9)

senam pagi secara rutin. Selain itu DK harus cepat dan tepat membuat diagnosis
penyakit dan mengobatinya.
Pelayanan koordinatif dan kolaboratif
Koordinasi ini dilakukan ketika pasien memerlukan beberapa konsultasi spesialistis
atau pemeriksaan penunjang dalam waktu yang bersamaan. Selain itu koordinasi pun
dilakukan dengan keluarga dan lingkungannya guna meningkatkan efisiensi
pengobatan.
Pelayanan personal.
Titik tolak pelayanan DK adalah pelayanan personal seorang individu sebagai bagian
integral dari keluarganya. Seorang individu, sekalipun menjadi bagian dari sebuah
keluarga, dibenarkan mempunyai DK sendiri yang mungkin dapat berbeda atau sama
dengan anggota keluarga yang lain.
Mempertimbangkan keluarga, komunitas, dan lingkungannya.
Dalam mengobati pasien, DK tidak boleh lupa bahwa pasien merupakan bagian
integral dari keluarga dan komunitasnya. Kesembuhan penyakit sangat dipengaruhi
lingkungannya dan sebaliknya penyakit pasien dapat mempengaruhi lingkungannya
juga
Sadar etika dan hukum
Sadar etika dalam praktiknya diwujudkan dalam perilaku dokter dalam menghadapi
pasiennya tanda memandang status sosial, jenis kelamin, jenis penyakit, ataupun
sistem oragn ayng sakit. Semua dalah pasiennya dan harus dilayani secara
profesional. Demikian pula dengan sadar hukum, sangat dekat dengan perilaku dokter
untuk tetap bekerja dalam batas-batas kewenanangan dan selalau mentaati kewajiban
yang digariskan oleh hukum yang berolaku di daerah tempat praktiknya.
Sadar biaya
Yang tidak kalah pentingnya adalah sadar biaya yang juga sebenarnya menyangkut
perilaku DK dalam pertimbangkan cost effectiveness dari biaya yang dikeluarkan
oleh pasien. Dengan kata lain biaya harus menjadi pertimbangan akan tetapi tidak
boleh menurunkan mutu pelayanan.
Menyelenggarakan pelayanan yang dapat diaudit dan dipertanggungjawabkan.
Sebenanrya yang diaudit mencakup selurut strata pelayanan kesehatan bukan hanya
layanan DK. Kenyataannya sampai sekarang audit medis masih jauh dari harapan
terutamna di Indonesia. Namun demikian praktik DK harus memulai mempersiapkan
diri untuk sewaktu-waktu dapat diaudit oleh pihak yang berwenang. Audit medis ini
merupakan upaya peningkaan kualitas pelayanan dan sala sekali bukan upaya untuk
memata-matai praktik dokter.