Anda di halaman 1dari 48

KEBUTUHAN GIZI DEWASA

MAKALAH
Untuk memenuhi matakuliah Ilmu Gizi
Yang dibina oleh Ibu Haning dan Ibu

Oleh:
Kelompok 6
1.
2.
3.
4.
5.

Niken eka agutina


Lisa Savitri
Indatur Rochmah
Riza Rahayu Ilmawati
Yuniar Indra Permana

120342400170
120342422491
120342422455
120342422495
110342406475

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DANILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Februari 2015

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Zat gizi adalah bahan dasar yang menyusun bahan makanan. Makanan setelah
dikonsumsi mengalami proses pencernaan di dalam alat pencernaan. Bahan makanan
diuraikan menjadi zat gizi atau nutrien. Zat tersebut selanjutnya diserap melalui
dinding usus dan masuk ke dalam cairan tubuh, kemudian akan digunakan oleh tubuh
untuk melakukan berbagai aktivitas .Makanan atau hidangan yang dikonsumsi seharihari sangat berpengaruh terhadap status gizi seseorang. Status gizi baik terjadi bila
tubuh memperoleh cukup zat-zat gizi yang digunakan secara efisien, sehingga
memungkinkan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan kerja dan
kesehatan secara umum pada tingkat setinggi mungkin. Kekurangan konsumsi
makanan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, akan menyebabkan metabolisme
tubuh terganggu .
Apabila manusia sudah mencapai usia lebih dari 20 tahun, maka
pertumbuhan tubuhnya sama sekali sudah terhenti. Ini berarti, makanan tidak lagi
berfungsi untuk pertumbuhan tubuh, tetapi untuk mempertahankan keadaaan gizi
yang sudah didapat atau membuat gizinya menjadi lebih baik. Dengan demikian,
kebutuhan akan unsur-unsur gizi dalam masa dewasa sudah agak konstan, kecuali
jika terjadi kelainan-kelainan pada tubuhnya, seperti sakit dan sebagainya. Sehingga
perlu mendapatkan kebutuhan zat gizi yang lebih dari biasanya .
Dalam pemenuhan makanan dewasa dipengaruhi oleh tingkat kesibukan,
tingkat stress, aktivitas, dan pola makan. Apabila didasarkan pada makanan kesukaan
saja maka akan mengakibatkan pemenuhan gizi akan menurun atau sebaliknya akan
berlebih. Pengetahuan akan mempengaruhi seseorang dalam penyusunan menu
makanan yang akan dikonsumsi. Kebiasaan makan merupakan suatu gejala budaya
dan sosial yang dapat memberi gambaran perilaku dari nilai-nilai yang dianut
seseorang dalam memenuhi kebutuhan gizinya. Pemenuhan kebutuhan gizi seseorang
juga dipengaruhi oleh kesehatan, sehingga dilakukan pemilihan jenis makanan yang
tetap sesuai dengan kondisi kesehatannya. Selain itu Pemenuhan gizi yang baik akan

menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, yaitu sehat, cerdas,
dan memiliki fisik yang tangguh serta produktif. Maka dari itu penulis membuat
makalah yang berjudul Kebutuhan Gizi Dewasa. Diharapkan makalah ini dapat
memberikan informasi yang berguna dalam pengaplikasiannya dan menghasilkan
sumberdaya produktif usia dewasa.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini sebagai berikut.
1. Bagaimana kebutuhan nutrisi pada usia dewasa?
2. Faktor apa saja yang mempengaruhi kebutuhan gizi dewasa?
3. Apa saja penyakit yang ditimbulkan oleh pola pemenuhan gizi yang salah
pada usia dewasa?
C. Tujuan
Tujuan dalam makalah ini sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui kebutuhan nutrisi pada usia dewasa
2. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kebutuhan gizi dewasa
3. Untuk mengetahui penyakit yang ditimbulkan oleh pola pemenuhan gizi yang
salah pada usia dewasa

BAB II
KAJIAN TEORI
Masa dewasa secara umum diakui sebagai awal masa penyelesaian
pertumbuhan tulang dan pencapaian kematangan seksual. Waktu berakhirnya dari
masa ini kadang tidak terlalu jelas : biasanya pertumbuhan dan perkembangan ini
terus berlanjut hingga masa yang dikenal sebagai usia pertengahan/paruh baya,
yang mana pada kebanyakan individu berkisar pada usia 19-50 tahun.
A. Kebutuhan Sosial dan Psikologis
Telah dinyatakan sebelumnya bahwa kebanyakan dari kita dapat mencapai
kesehatan dan fungsi tubuh yang optimal dengan cara menjaga berat badan kita untuk
tetap ideal, berolahraga secara rutin, makan makanan yang menyehatkan, dan
meminimalisir stres. Tetapi hal itu tidak semudah kelihatannya. Psikologi butuh
menjamin bahwa kita makan, namun secara psikososial kita dapat memutuskan untuk
memilih makan atau tidak. Makanan yang kita pilih terkadang menjadi simbol
emosional, entah itu sebagai hadiah, hukuman, atau perayaan. Untuk kebanyakan
orang dewasa, makanan dapat menjadi pengganti atas perasaan, kasih sayang atau
kepuasan emosional Alford (1982).
Sebagai tambahan, bagaimana dan apa yang kita makan biasanya memiliki hubungan
dengan budaya kita. Tidak peduli seberapa tinggi pun kandungan nutrisi pada suatu
tumbuhan atau hewan, ketika secara budaya dinyatakan tabu maka makanan
tersebut akan dilarang untuk dikonsumsi. Dalam budaya kita, secara sosial dinyatakan
bahwa laki-laki dewasa memiliki kemampuan untuk makan lebih banyak dari
perempuan dewasa, yang mana terkadang juga dihubungan dengan kebutuhan nutrisi
yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. Makanan tertentu terkadang juga
dinyatakan memiliki sifat yang maskulin (daging, kentang) dan feminim (salad,
dessert) Alford (1982).
Faktor sosial seperti ketersediaan makanan juga penting dalam mempengaruhi
orang dewasa untuk memilih makanan. Sebagai contoh, untuk masyarakat kelas
menengah ke atas mereka akan memilih makanan dengan tingkat nutrisi yang tinggi,

berkebalikan dengan mereka yang dari kelas menengah ke bawah, yang mana hal ini
dapat dikarenakan oleh tingkat akses mereka terhadap suplai makanan. Bahkan
musim dan bencana alam dapat membatasi pilihan makanan.
B. Perubahan Psikologis
Masa dewasa adalah masa dimana waktu terjadinya perubahan menjadi
semakin lambat, bila dibandingkan dengan masa anak-anak, remaja, masa tua. Pada
masa dewasa tidak ada poin dramatis dalam perkembangan fisik. Faktor yang
mungkin memiliki pengaruh lebih adalah faktor sosial dan psikologis, kecuali pada
penyakit. Keseimbangan merupakan karakteristik psikologi utama dalam masa ini.
Kebanyakan fungsi tubuh berkembang sempurna pada pertengahan 20, pada
usia ini, tinggi, kekuatan, koordinasi, kesehatan, ketepatan, dan daya tahan berada
pada tingkat maksimal. Namun hal ini berbeda antara satu individu dengan individu
lain, yang mana dipengaruhi oleh nutrisi, iklim, olahraga dan kerja yang dilakukan.
Pada awal usia 20-an tinggi tubuh telah tercapai. Kekuatan tercapai secara
perlahan, kemudian menurun sekitar 10% pada usia 60, olahraga dapat membantu
mencapai kekuatan otot secara maksimal. Sistem tubuh mencapai tingkat paling
optimum sebelum usia 30. Sistem utama dari tubuh adalah otot rangka, sistem
pencernaan, sistem urinaria, sistem pernafasan, sistem peredaran darah, sistem saraf,
dan sistem reproduksi. Proses pencernaan, distibusi, metabolisme nutrisi bergantung
pada mekanisme pembentukan interaksi dan respon. Enzim dan hormon berguna
untuk menyeimbangkan sistem untuk membangun homeostasis Alford (1982).
Perbedaan komposisi dari tubuh orang dewasa terletak pada tingkat
kegemukan, jenis kelamin, dan pembentukan otot serta rangka. Variasi dari berat
tubuh bergantung pada lemak, otot dan air. Berdasarkan hasil analisis, pada laki-laki
tubuh terdiri atas 56-68% air, 12-20% lemak, 14-19% protein dan 5-6% mineral.
Meskipun pada usia dewasa pertumbuhan fisik sudah tercapai, namun sel dan
jaringan tubuh tetap berkembang. Orang dewasa yang memiliki nutrisi yang baik
akan merasa lebih baik dan lebih sehat, memiliki lebih banyak energi dan dapat
menahan stress ketika lapar atau kekurangan makanan.

C. Kebutuhan Nutrisi dan Kebutuhan Nutrisi yang Dianjurkan


RDA untuk orang dewasa dapat dibagi untuk pria dan wanita, hal ini
dikarenakan adannya perbedaan ukuran badan dan komposisi dari jenis kelamin.
Dimana untuk wanita mengalami kekurangan zat besi selama menstruasi, sedangkan
untuk pria tidak mengalami. Tubuh dewasa beradaptasi yang mana memiliki
mekanisme regulasi yang cenderung menghasilkan nutrisi penting yang ada didalam
tubuh ketika asupan makanan yang diperoleh tidak mencukupi kebutuhan yang
seharusnya. Jadi kebutuhan nutrisi adalah kebutuhan harian yang disediakan untuk
mencukupi asupan makanan sehari-hari Alford (1982).
1. Energi
RDA untuk energi dewasa dinyatakan dalam rata-rata kebutuhan daripada
banyak individu pada usia tertentu. Nilai rata-rata ini berarti bahwa individu tertentu
membutuhkan jauh atau lebih dari nilai kebutuhan energi. Namun orang dewasa juga
harus ingat bahwa asupan energi yang mencukupi diperlukan efisiensi penggunaan
protein, vitamin dan mineral. Energi untuk orang dewasa yang mengalami obesitas
harus kurang dari nilai rata-rata.
Kebutuhan energi menurun secara bertahap setelah awal masa dewasa,
perubahan yang terkait yaitu adanya perubahan massa tubuh tanpa lemak, penurunan
BMR, dan penurunan aktivitas fisik pada setiap pningkatan usia. Dengan
bertambahnya usia, perbedaan individu dalam aktivitas fisik menjadi lebih terlihat
sehingga ada variasi atau perbedaan individu dalam pengeluaran energi dan
kebutuhannya. Untuk gizi wanita dewasa, karbohidrat komplek (padi, kentang,
kacang kering) merupakan pilihan yang lebih baik dibandingkan dengan
mengkonsumsi gula. Tidak dapat dipungkiri bahwa 5-10 persen dari total kalori
berasal dari gula.
Lemak merupakan sumber terkonsentrasi energi bagi orang dewasa, yang
dapat menyebabkan penyakit ateroklerosis dan penyebab jantung koroner. Beberapa
ahli menyatakan bahwa, seharysnya lemak pada tubuh tidak melebihi dari 30-35
persen dari total kalori. Lemak mengandung asam lemak bebas, baik yang jenuh

maupun yang tidak jenuh. Adapun contoh lemak jenuh yaitu kolesterol. Namun
keberadaan kolesterol ini dibutuhkan oleh tubuh meskipun dalam jumlah yang kecil.
Konsumsi lemak harus diimbangi dengan makanan yang mengandung serat, karena
serat akan mengikat kolesterol dan mengkirkannya dari darah Alford (1982).
2. Protein
Kebutuhan protei menurun sesuai pertambahan umur, walaupun efisiensi
nitrogen yang dibutuhkan sama antara usia 20 dan 75 tahun. Pada remaja
membutuhkan 30 persen protein. Penurunan sintesis protein da penurunan berat
badan pada orang dewasa mempengaruhi kebutuhan protein yang lebih sedikit
daripada remaja. Penelitian lain menunjukkan bahwa beberapa orang dewasa untuk
kebutuhan kalori yang masuk berkurang, bersama protein dipergunakan sebagai
metabolisme energi, dan dapat menambah jumlah protein untuk menjaga berat badan.
RDA untuk protein pada waita 56 g da utuk pria 44 g pada umur 23 50 tahun.
Tabel contoh kebutuhan energi wanita dan pria

Sumber: Recommended Dietary Alloowaces, 9th rev. ed. (Washington, D. C.:


Natinonal Academy of Sciences, 1980).
Tabel contoh kebutuhan energi wanita dan pria

Sumber: Recommended Dietary Alloowaces, 9th rev. ed. (Washington, D. C.:


Natinonal Academy of Sciences, 1980).
3. Vitamin
RDA untuk kebutuhan vitamin dan mineral dewasa dari 19 sampai 50.
a)Vitamin yang larut di dalam lemak
Pemasokan vitamin yang larut dalam lemak memerlukan absorbsi lemak yang
normal agar vitamin tersebut dapat diabsorbsi secara efisien. Begitu diabsorbsi
molekul vitamin tersebut harus diangkut dalam darah yaitu oleh lipoprotein atau
protein pengikat yang spesifik.Yang merupakan vitamin yang larut di dalam lemak
adalah vitamin A, D, E, dan K.
Vitamin A mengandung retinl 500 sampai 600 Mg, atau karoten. RDA untuk
vitamin A pada pria dewasa 1000 RE (5000 IU) da untuk wanita 800 RE (4000 IU),
perbedaan ini dikarenakan ukuran tubuh wanita lebih kecil dari pria.
Vitamin D penting untuk dewasa, berperan dalam metabolisme kalsium dan
fosfat serta mineral tulangperanan sentral dalam metabolisme kalsium dan fosfat.

Kebutuhan vitamin D pada usia 19 22 yaitu 7,5 Mg dan setelah usia 22 yaitu 5 Mg
(200 IU).
Pada orang dewasa normal, total plasma tokoferol (vitamin E) adalah 0,5 1,2
mg/100 ml. Pengonsumsian tidak boleh kurang dari 0,5 mg/ 100 ml, karena tidak
mencukupi konsentrasi jaringan.
Penyerapan vitamin K memerlukan

penyerapan lemak yang normal.

Malabsorbsi lemak merupakan penyebab paling sering timbulnya defisiensi vitamin


K. Kebutuhan vitamin K per hari 70 140 Mg untuk dewasa Alford (1982)
b)Vitamin yang larut di dalam air
Tiamin diperlukan sebagai energi pada metabolisme karbohidrat. Tiamin
didapat pada nasi yang digunakan sebagai makanan. Konsumsi tiamin minimal per
hari 1 mg pada dewasa. RDA tiamin adalah 0,5 mg/ 1000 kkal.
Riboflavin pada pria dan wanita dewasa dikonsumsi 0,25 mg / 1000 kkal per
hari. RDA riboflavin adalah 0,6 mg/ 1000 kkal.
Niasin berfungsi sebagai koenzim. RDA untuk dewasa 6,6 NE untuk 1000 kkal dan
13 NE untuk 2000 kkal.
Pada dewasa, defisiensi vitamin B6 dikanrenakan depresi atau kelelahan. RDA
untuk pria dewasa adalah 2,2 mg/hari dan untuk wanita dewasa 2,0 mg/hari.
Kebutuhan normal folasin per hari yaitu 100 Mg, sehingga jumlahnya tidak
boleh kurang. RDA untuk pria dan wanita dewasa yaitu 400 Mg.
Defisiensi vitamin B12 jarang terjadi. Defisiensi pada orang dewasa, karena
diet untuk vegetarian dan tidak mengkonsumsi banyak telur, susu, atau daging. RDA
untuk pria dan wanita dewasa yaitu 3,0 Mg Alford (1982).
Tabel kebutuhan vitamin pada pria dan wanita

Sumber: Recommended Dietary Alloowaces, 9th rev. ed. (Washington, D. C.:


Natinonal Academy of Sciences, 1980).
4. Mineral
Diantara mineral-mineral yang dibutuhkan tubuh, kalsium dan besi merupakan
mineral-mineral yang paling penting pada gizi orang dewasa.
Kebutuhan kalsium dalam jumlah yang besar yang digunakan untuk absorpsi.
Absorpsi pada dewasa diperlukan untuk protein, fosfor, vitamin D, dan lemak.
Kalsium untuk wanita sekitar 1500 mg / hari. RDA dewasa 800 mg / hari untuk seks
dan kebutuhan sehari-hari Alford (1982).
Fosfor terdapat pada semua jaringan tubuh dan di dalam tulang dan gigi dalam
jumlah yang hampir sama dengan kalsium. Kebutuhan fosfor per hari sama seperti
kebutuhan kalsium.
Defisiensi magnesium menyebabkan malabsorpsi sindrom dan gangguan
pencernaan. RDA untuk pria dewasa 350 mg / hari dan untuk wanita dewasa 300 mg /
hari.
Besi pada waita dewasa lebih tinggi, tetapi setalah menopous kebutuhan besi
wanita sama seperti pria. RDA untuk pria dan wanita dewasa diatas 50 tahun adalah

10 mg / hari. Wanita umur 19 51 adalah 18 mg / hari. Pada wanita yang sudah tua,
kebutuhan besi berkurang 0,5 mg / hari.
Kebutuhan seng (Zn) pada dewasa adalah 12, 5 mg / hari. Seng didapatkan dari
daging atau seafood lebih baik daripada dari sayuran.
Defisiensi iodin pada orang dewasa dapat menyebabkan pembesaran kelenjar
tiroid. RDA untuk dewasa adalah 150 Mg / hari.
Tabel kebutuhan mineral pria dan wanita dewasa

Sumber: Recommended Dietary Alloowaces, 9th rev. ed. (Washington, D. C.:


Natinonal Academy of Sciences, 1980).
C. Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Gizi Dewasa
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kebutuhan gizi seseorang,
yakni faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal meliputi: daya beli
keluarga, latar belakang sosial-budaya, tingkat pendidikan dan pengetahuan gizi,
jumlah anggota keluarga dan kebersihan lingkungan.
Pengetahuan gizi yang baik akan menyebabkan seseorang mampu menyusun
menu yang baik untuk dikonsumsi. Semakin banyak pengetahuan gizi seseorang,
maka ia akan semakin memperhitungkan jenis dan jumlah makanan yang
diperolehnya untuk dikonsumsi. Semakin bertambah pengetahuan akan semakin
mengerti jenis dan jumlah makanan untuk dikonsumsi. Kurangnya pengetahuan dan
salah konsepsi tentang kebutuhan pangan dan nilai pangan adalah umum dijumpai

setiap Negara di dunia. Kemiskinan dan kekurangan persediaan pangan yang bergizi
merupakan faktor penting dalam masalah kurang gizi, penyebab lain yang penting
dari gangguan gizi adalah kurangnya pengetahuan tentang dan mengetahui
kemampuan untuk menerapkan informasi tersebut dalam kehidupan sehari-hari
(Suhardjo, 1986).
Umumnya, jika pendapatan naik, jumlah dan jenis makanan cenderung ikut
membaik juga. Akan tetapi, mutu makanan tidak selalu membaik kalau diterapkan
tanaman perdagangan. Tanaman perdagangan menggantikan produksi pangan untuk
rumah tangga dan pendapatan yang diperoleh dari tanaman perdagangan itu atau
upaya peningkatan pendapatan yang lain tidak dicanangkan untuk membeli pangan
atau bahan-bahan pangan berkualitas gizi tinggi (Suhardjo, 1986 : 25).
Tingkat penghasilan ikut menentukan jenis pangan apa yang akan dibeli dengan
adanya tambahan uang. Semakin tinggi penghasilan, semakin besar pula persentase
dari penghasilan tersebut dipergunakan untuk membeli buah, sayur mayur dan
berbagai jenis bahan pangan lainnya. Jadi penghasilan merupakan faktor penting bagi
kuantitas dan kualitas. Antara penghasilan dan gizi, jelas ada hubungan yang
menguntungkan. Pengaruh peningkatan penghasilan terhadap perbaikan kesehatan
dan kondisi keluarga lain yang mengadakan interaksi dengan status gizi yang
berlawanan hampir universal (Sediaoetama, 2000).
Sedangkan faktor internal yang memperngaruhi kebutuhan gizi dewasa
meliputi metabolisme tubuh, status kesehatan, proses fisiologis tubuh, kegiatan, umur,
jenis kelamin dan ukuran tubuh. Data terbaru dari kesehatan nasional dan survey
pengujian ilmu gizi (NHNES) menyatakan bahwa konsumsi energi wanita dari umur
11 sampai 51 tahun bervariasai, dari kalori yang rendah (sekitar 1329) sampai kalori
yang tinggi (1958 kalori). Konsumsi makanan wanita perlu mempertimbangkan kadar
lemak kurang dari 30 % dan tinggi kalsium sekitar 800-1200 mg/ hari. Rata-rata RDA
kebutuhan kalsium 1000 mg. selain itu, wanita juga harus memperhatikan unsur
sodium, cara pengolahan makanan dan para wanita perlu membatasi makanan kaleng
atau makanan dalam kotak.

Kebutuhan kalori itu tergantung pada aktivitas fisik, jenis kelamin, dan massa tubuh.
Individu yang lebih aktif membutuhkan lebih banyak kalori. Zat gizi lain yang
penting yaitu zat besi yang dibutuhkan oleh usia subur selama masa reproduksi, untuk
mengganti kehilangan selama menstruasi, kehamilan, kelahiran, dan menyusui.
Setelah menopause kebutuhan zat besi antara pria dan wanita sama.
D. Memantau Status Gizi Orang Dewasa
Pembangunan Sumber Daya manusia (SDM) merupakan salah satu prioritas
pembangunan nasional. Perhatian utama adalah untuk mempersiapkan dan
meningkatkan kualitas penduduk usia kerja agar benar-benar memperoleh
kesempatan serta turut berperan dan memiliki kemampuan untuk mewujudkan hal
tersebut adalah pembangunan di bidang kesehatan dan gizi.
Masalah kekurangan dan kelebihan gizi pada orang dewasa (usia 18 tahun
keatas) merupakan masa penting, karena selain mempunyai resiko penyakit-penyakit
tertentu, juga dapat mempengaruhi produktifitas kerjanya. Oleh karena itu
pemantauan

keadaan

tersebut

perlu

dilakukan

oleh

setiap

orang

secara

berkesinambungan.
Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) merupupakan alat atau
cara yang sederhana untuk memantau status gizi orang dewasa, khususnya yang
berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan berat badan. Berat badan kurang dapat
meningkatkan resiko terhadap penyakit infeksi, sedangkan berat badan lebih akan
meningkatkan resiko terhadap penyakit degeneratif.
Oleh karena itu, mempertahankan berat badan normal memungkinkan seseorang
dapat mencapai usia harapan hidup yang lebih panjang. Pedoman ini bertujuan
memberikan penjelasan tentang cara-cara yang dianjurkan untuk mencapai berat
badan normal berdasarkan IMT dengan penerapan hidangan sehari-hari yang lebih
seimbang dan cara lain yang sehat.
Untuk memantau indeks masa tubuh orang dewasa digunakan timbangan berat
badan dan pengukur tinggi badan. Dengan IMT akan diketahui apakah berat badan
seseorang dinyatakan normal, kurus atau gemuk. Penggunaan IMT hanya untuk orang

dewasa berumur minimal 18 tahun dan tidak dapat diterapkan pada bayi, anak,
remaja, ibu hamil, dan olahragawan.
Untuk mengetahui nilai IMT ini, dapat dihitung dengan rumus berikut:
IMT = Berat Badan (Kg) : Tinggi Badan (m) x Tinggi Badan (m)
Batas ambang IMT ditentukan dengan merujuk ketentuan FAO/WHO, yang
membedakan batas ambang untuk laki-laki dan perempuan. Disebutkan bahwa batas
ambang normal untuk laki-laki adalah: 20,125,0; dan untuk perempuan adalah :
18,7-23,8.
Untuk kepentingan pemantauan dan tingkat defesiensi kalori ataupun tingkat
kegemukan, lebih lanjut FAO/WHO menyarankan menggunakan satu batas ambang
antara laki-laki dan perempuan.Ketentuan yang digunakan adalah menggunakan
ambang batas laki-laki untuk kategori kurus tingkat berat dan menggunakan ambang
batas pada perempuan untuk kategori gemuk tingkat berat.
Untuk kepentingan Indonesia, batas ambang dimodifikasi lagi berdasarkan
pengalam klinis dan hasil penelitian dibeberapa negara berkembang. Pada akhirnya
diambil kesimpulan, batas ambang IMT untuk Indonesia adalah sebagai berikut:
Jika seseorang termasuk kategori:
1.

IMT < 17,0: keadaan orang tersebut disebut kurus dengan kekurangan berat
badan tingkat berat atau Kurang Energi Kronis (KEK) berat.

2.

IMT 17,0 18,4: keadaan orang tersebut disebut kurus dengan kekurangan
berat badan tingkat ringan atau KEK ringan. Contoh cara menghitung IMT:
apabila seseorang dengan tinggi badan 148 cm, mempunyai berat badan 38 kg. IMT
= 38 : 1.48 x 1.48 = 17.3 Status gizi yang didapatkan adalah adalah kurus tingkat
ringan. Dianjurkan pada keadaan tersebut menaikkan berat badan sampai menjadi
normal antara 41- 54 kg dengan MT 18,5 - 25,0.
Seseorang yang termasuk kategori kekurangan berat badan tingkat ringan (KEK
ringan) sudah perlu mendapat perhatian untuk segera menaikkan berat badan.

IMT 18,5 25,0 : keadaan orang tersebut termasuk kategori normal.

IMT 25,1 27,0 : keadaan orang tersebut disebut gemuk dengan kelebihan
berat badan tingkat ringan.

IMT > 27,0 : keadaan orang tersebut disebut gemuk dengan kelebihan berat
badan tingkat berat.
1. Pendidikan Gizi Pada Wanita Remaja Dan Dewasa
Pendidikan gizi pada wanita remaja dan dewasa diperlukan untuk mencapai
status gizi yang baik dan berperilaku gizi yang baik dan benar. Adapun pesan dasar
gizi seimbang yang diuraikan oleh Depkes adalah:
1. Makanlah aneka ragam makanan.
Tidak satupun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi, yang mampu
membuat seseorang hidup sehat, tumbuh kembang dan produktif. Makan makanan
yang mengandung unsur-unsur gizi yang diperlukan oleh tubuh baik kualitas maupun
kuantitas. Jadi, mengonsumsi makanan yang beraneka ragam menjamin terpenuhinya
kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.
2. Makanlah makanan untuk mencukupi kecukupan energi.
Setiap orang dianjurkan untuk memenuhi makanan yanng cukup kalori (energi)
agar dapat hidup dan beraktivitas sehari-hari. Kelebihan konsumsi kalori akan
ditimbun sebagai cadangan didalam tubuh yang berbentuk jaringan lemak.
3. Makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energi.
Ada dua kelompok karbohidrat yaitu karbohidrat kompleks dan sederhana.
Proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat kompleks berlangsung lebih lama
daripada yang sederhana. Konsumsi karbohidrat kompleks sebaiknya dibatasi 50%
saja dari kebutuhan energi sehingga tubuh dapat memenuhi sumber zat pembangun
dan pengatur.
4. Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai dari kecukupan energi.
Lemak dan minyak yang terdapat dalam makanan berguna untuk meningkatkan
jumlah energi, membantu penyerapan vitamin (A, D, E dan K) serta menambah
lezatnya hidangan. Mengonsumsi lemak dan minyak secara berlebihan akan
mengurangi konsumsi makanan lain.
5. Gunakan garam beryodium.
Kekurangan garam beryodium mengakibatkan penyakit gondok.

6. Makanlah makanan sumber zat besi.


Zat besi adalah unsur penting untuk pembentukan sel darah merah. Kekurangan
zat besi berakibat anamia gizi besi (AGB), terutama diderita oleh wanita hamil,
wanita menyusui dan wanita usia subur.
7. Berikan ASI saja pada bayi sampai umur 6 bulan dan tambahkan MP-ASI
sesudahnya.
ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi, karena mempunyai kelebihan
yang meliputi tiga aspek baik aspek gizi, aspek kekebalan dan kejiwaan.
8. Biasakan makan pagi.
Bagi remaja dan dewasa makan pagi dapat memelihara ketahanan fisik, daya
tahan tubuh, meningkatkan konsentrasi belajar dan meningkatkan produktivitas kerja.
9. Minumlah air bersih yang aman dan cukup jumlahnya.
Aman berarti bersih dan bebas kuman.
10. Lakukan aktivitas fisik secara teratur.
Dapat

meningkatkan

kebugaran,

mencegah

kelebihan

berat

badan,

meningkatkan fungsi jantung, paru dan otot serta memperlambat proses penuaan.
11. Hindari minum minuman beralkohol.
Sering minum minuman beralkohol akan sering BAK sehingga menimbukan
rasa haus. Alkohol hanya mengandung energi, tetapi tidak mengandung zat lain.
12. Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan.
Selain harus bergizi lengkap dan seimbang, makanan harus layak dikonsumsi
sehingga aman untuk kesehatan. Makanan yang aman yaitu bebas dari kuman dan
bahan kimia dan halal.
2. Standart kebutuhan gizi masa dewasa
Contoh Menu Dengan Energi 2500 kilo kalori, 2000 kilo kalori dan 1700 kilo
kalori:

Waktu
Pagi

Jenis Hidangan
Nasi

Ukuran Rumah Tangga Untuk


2500 kilokalori
2 sendok nasi

2000 kilokalori
2 sendok nasi

1700 kilokalori
1 sendok nasi

Daging bumbu semur

1 potong

Tumis kacang panjang mangkok

1 potong

potong

mangkok

mangkok

+ tauge
10.00

Siang

16.00

Malam

Teh manis

1 gelas

1 gelas

1 gelas

Bubur kacang hijau

1 gelas

1 gelas

1 gelas

Nasi

3 sendok nasi

2 sendok nasi

1 sendok nasi

Ikan goreng

1 potong

1 potong

1 potong

Tempe bacem

2 potong

1 potong

1 potong

Lalap

mangkok

mangkok

mangkok

Sayur asem

1 mangkok

1 mangkok

1 mangkok

Sambal tomat

1 sendok makan

1 sendok makan

1 sendok makan

Nenas

1 potong

1 potong

1 potong

Buah

1 potong

Nasi

3 sendok makan

2 sendok makan

1 sendok makan

Pepes ayam

1 potong

1 potong

1 potong

Tahu balado

1 potong

1 potong

1 potong

1 mangkok

1 angkok

Sayur bening bayam + 1 mangkok


jagung muda
Pepaya

1 potong

1 potong

potong

D. Kehamilan
Kehamilan adalah penyatuan sperma dari laki-laki dan ovum dari perempuan.
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal
adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid
terakhir. Kehamilan dibagi dalam tiga triwulan yaitu triwulan pertama dimulai dari
konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dari bulan ke-4 sampai ke-6, triwulan ketiga
dari bulan ke- 7 sampai ke-9 (Adriaansz, Wiknjosastro dan Waspodo, 2007)
Kehamilan didefinisikan sebagai persatuan antara sebuah telur dan sebuah
sperma, yang menandai awal suatu peristiwa yang terpisah, tetapi ada suatu rangkaian
kejadian yang mengelilinginya. Kejadian-kejadian itu ialah pembentukan gamet (telur
dan sperma), ovulasi (pelepasan telur), penggabungan gamet dan implantasi embrio
di dalam uterus. Hanya jika semua peristiwa ini berlangsung baik, maka proses
perkembangan embrio dan janin dapat dimulai (Bobak, 2005).
1)Perkembangan embrio dan fetus

Pertumbuhan dan perkembangan janin dapat dibagi berdasarkan trimester :


1. Trimester pertama
Pada trimester pertama atau tiga bulan pertama masa kehamilan merupakan
masa dimana system organ prenatal dibentuk dan mulai berfungsi. Pada minggu ke 3
sel-sel mulai membentuk organ-organ spesifik dan bagian-bagian tubuh. Minggu ke
13, jantung telah lengkap dibentuk dan mulai berdenyut, sebagian besar organ telah
dibentuk,dan janin mulai dapat bergerak .Bagi wanita hamil tentu saja masa trimester
pertama ini merupakan masa penyesuaiannya baik secara fisik maupun emosi dengan
segala perubahan yang terjadi dalam rahimnya. Pada trimester pertama ini ibu sering
mengalami mual atau, ingin muntah, tidak selera makan yang sering dikenal dengan
morning sickness, yang dapat menyebabkan berkurangnya intik makanan ibu
(Michio and Kushi, A, 1985).
Defisiensi gizi dan pengaruh-pengaruh lain yang membahayakan janin seperti
penggunaan obat, vitamin A dosisi tinggi, radiasi atautrauma dapat merusak atau
menghambat perkembangan janin selanjutnya. Sebagain besar keguguran terjadi pada
masa ini, bahkan sekitar sepertiga dari kejadian keguguran terjadi karena wanita tidak
menyadari bahwa dia sedang benar-benar hamil. Masa trimester pertama merupakan
masa yang kritis, sehingga harus dihindari hal-hal yang memungkinkan kegagalan
pertumbuhan dan perkembanganjanin (Wardlaw, G.M., et al, 1992).

Gambar masa pertumbuhan janin


dan pada saat ini denyut jantung janin sudah dapat dideteksi dengan stetoskop.
Bentuk tubuh janin saat ini sudah menyerupai bayi.
2. Trimester kedua
Pada awal trimester kedua, berat janin sudah sekitar 100 g. Gerakan-gerakan
janin sudah mulai dapat dirasakan ibu. Tangan, jari, kaki dan jari kaki sudah

terbentuk, janin sudah dapat mendengar dan mulai terbentuk gusi, dan tulang rahang.
Organ-organ tersebut terus tumbuh menjadi bentuk yang sempurna dan pada saat ini
denyut jantung janin sudah dapat dideteksi dengan stetoskop. Bentuk tubuh janin saat
ini sudah menyerupai bayi.
3. Trimester ketiga
Memasuki trimester ketiga, berat janin sekitar 1-1,5 kg. Pada periode ini
uterus semakin membesar sampai berada di bawah tulang susu. Uterus menekan
keatas kearah diafragma dan tulang panggul. Hal ini sering membuat ibu hamil
merasa jantung sesak dan kesulitan pencernaan. Seringkali ibu juga mengalami
varises pada pembuluh darah sekitar kaki, wasir, dan lutut keram karena
meningkatnya tekanan kepada perut, rendahnya laju darah balik dari limbs, dan efek
dari progesterone, yang menyebabkan kendurnya saluran darah.
Setelah usia kehamilan mencapai sekitar 28 30 minggu, bayi yang lahir
disebut prematur (sebelum minggu ke 37 kehamilan), mempunyai kesempatan untuk
hidup baik bila dirawat dalam suatu perawatan bayi baru lahir risiko tinggi. Namun,
mineral dan cadangan lemak pada bayi tidak normal, yang seharusnya dibentu pada
bulan terakhir kehamilan. Masalah medis lain pada bayi prematur adalah masih
belum mampu mengisap dan menelan dengan baik, sehingga perawatan bayi ini
sangat sulit (Wardlaw, G.M., et al, 1992).

Gambar peningkatan berat janin tiap minggu


2)Maternal, nutrisi dan kehamilan
Menurut Hendrawan Nasedul yang dikutip oleh Mitayani (2010), gizi pada
saat kehamilan adalah zat makanan atau menu yang takaran semua zat gizinya
dibutuhkan oleh ibu hamil setiap hari dan mengandung zat gizi seimbang dengan
jumlah sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Kondisi kesehatan ibu sebelum dan
sesudah hamil sangat menentukan kesehatan ibu hamil. Sehingga demi suksesnya
kehamilan, keadaan gizi ibu pada waktu konsepsi harusdalam keadaan baik, dan
selama hamil harus mendapat tambahan energi, protein, vitamin, dan mineral
(Kusmiyati, 2009).
Perubahan kebutuhan gizi ibu hamil tergantung dari kondisi kesehatan si ibu.
Kusmiyati (2009) mengungkapkan dasar pengaturan gizi ibu hamil adalah adanya
penyesuaian faali selama kehamilan, yaitu sebagai berikut :
a. Peningkatan basal metabolisme dan kebutuhan kalori. Metabolisme basal pada
masa 4 bulan pertama mengalami peningkatanan kemudian menurun 20-25% pada 20
minggu terakhir.

b. Perubahan fungsi alat pencernaan karena perubahan hormonal, peningkatan HCG,


estrogen, progesteron menimbulkan berbagai perubahan seperti mual muntah,
motilitas lambung sehingga penyerapan makanan lebih lama, peningkatan absorbsi
nutrien, dan motilitas usus sehingga timbul masalah konstipasi.
c. Peningkatan fungsi ginjal sehingga banyak cairan yang dieksresi pada pertengahan
kehamilan dan sedikit cairan dieksresi pada bulan-bulan terakhir kehamilan.
d. Peningkatan volume dan plasma darah hingga 50%, jumlah erytrosit 20-30%
sehingga terjadi penurunan hemodilusi dan konsentrasi hemoglobin. Ibu hamil harus
mendapatkan gizi yang adekuat baik jumlah maupun susunan menu serta mendapat
akses pendidikan kesehatan tentang gizi. Malnutrisi kehamilan akan menyebabkan
volume darah menjadi berkurang, aliran darah ke uterus dan plasenta berkurang dan
transfer nutrien melalui plasenta berkurang sehingga janin pertumbuhan janin
menjadi terganggu.
Menurut Kristiyanasari(2010) tujuan diet gizi seimbang bagi ibu hamil yaitu:
1. Memenuhi kebutuhan selama proses pertumbuhan janin.
2. Menunjang proses pertumbuhan berbagai organ yang mendukung proses
kehamilan seprti pembesaran uterus dan mamae serta pertumbuhan plasenta.
3. Menjaga kesehatan dan gizi ibu hamil tetap optimal selama kehamilan,
persalinan, dan setelah persalinan.
4. Meningkatkan laktasi untuk meningkatkan produksi ASI.
5. Menghindari cacat bawaan, intrauterine growth restriction (IUGR), berat
Badan Lahir Rendah (BBLR) dan premature
Menurut Irianto (2004), ada beberapa syarat makanan sehat bagi ibu hamil
yaitu :
1. Menyediakan energi yang cukup (kalori) untuk kebutuhan kesehatan tubuh ibu
dan pertumbuhan bayi.
2. Menyediakan semua kebutuhan ibu dan bayi (meliputi protein, lemak, vitamin,
mineral).
3. Dapat menghindarkan pengaruh negatif bagi bayi.
4. Mendukung metabolisme tubuh ibu dalam memelihara berat badan sehat, kadar
gula darah, dan tekanan darah.

3) Standart kebutuhan gizi untuk ibu hamil.


Proses kehamilan akan menigkatkan metabolisme energi hal ini disebabkan
dalam kehamilan terjadi proses pertumbuhan bayi,dan proses penyesuaian fisiologik
dan metebolisme selama kehamilan. Dalam masa kehamilan.,berat badan seorang ibu
dapat bertambah sekitar 11-13 kg yang disebabkan oleh pembesaran janin (rata-rata
3,4 kg), jaringan plasenta (1,5 kg), uterus (0,4 kg), payudara (1,5 kg), volume darah
(1,5 kg), air ketuban (2,9 kg), dan lain-lain. Peningkatan berat badan tersebut
membutuhkan makanan yang bergizi, baik karbohodrat, lemak, protein, vitamin,
mineral, dan air.
Menurut informasi Vanderbit Maternal Nutrition Study bahwa kebutuhan gizi
penting bagi ibu hamil adalah sebagai berikut:
Tabel kebutuhan gizi ibu hamil
Kebutuhan
Bahan gizi
Trisemester I
Kalori (karbohidrat,

Trisemester II

Trisemester III

2140 kalori

2200 kalori

2020 kalori

Protein

75 g

75 g

70 g

Kalsium

1,1 g

1,1 g

1,0 g

Besi

13 g

14 g

13 g

dan lemak)

E.Perubahan fisiologi
Pada masa kehamilan ada beberapa perubahan pada hampir semua sistem
organ pada maternal. Perubahan ini diawali dengan adanya sekresi hormon dari
korpus luteum dan plasenta. Efek mekanis pada pembesaran uterus dan kompresi dari
struktur sekitar uterus memegang peranan penting pada trimester kedua dan ketiga.
Perubahan fisiologis seperti ini memiliki implikasi yang relevan bagi dokter anestesi
untuk memberikan perawatan bagi pasien hamil. Perubahan yang relevan meliputi
perubahan

fungsi

hematologi,

gastrointestinal (Santoso,et.al., 2013).

kardiovaskular,

ventilasi,

metabolik,

dan

Fungsi gastrointestinal dalam masa kehamilan dan selama persalinan menjadi


topik yang kontroversial. Namun, dapat dipastikan bahwa traktus gastrointestinal
mengalami perubahan anatomis dan fisiologis yang meningkatkan resiko terjadinya
aspirasi yang berhubungan dengan anestesi general (Birnbach, et.al., 2009).
Refluks gastroesofagus dan esofagitis adalah umum selama masa kehamilan.
Disposisi dari abdomen ke arah atas dan anterior memicu ketidakmampuan dari
sfingter gastroesofagus. Peningkatan kadar progestron menurunkan tonus dari
sfingter gastroesofagus, dimana sekresi gastrin dari plasenta menyebabkan
hipersekresi asam lambung. Faktor tersebut menempatkan wanita yang akan
melahirkan pada resiko tinggi terjadinya regurgitasi dan aspirasi pulmonal. Tekanan
intragaster tetap tidak mengalami perubahan. Banyak pendapat yang menyatakan
mengenai

pengosongan

lambung.

Beberapa

penelitian

melaporkan

bahwa

pengosongan lambung normal bertahan sampai masa persalinan. Di samping


itu,hampir semua ibu hamil memiliki pH lambung di bawah 2.5 dan lebih dari 60%
dari mereka memiliki volume lambung lebih dari 25mL. kedua faktor tersbut telah
dihubungkan memiliki resiko terhadap terjadinya aspirasi pneumonitis berat. Opioid
dan antikolinergik menurunkan tekanan sfingter esofagus bawah, dapat memfasilitasi
terjadinya refluks gastroesofagus dan penundaan pengosongan lambung. Efek
fisiologis ini bersamaan dengan ingesti makanan terakhir sebelum proses persalinan
dan penundaan pengosongan lambung mengakibatkan nyeri persalinan dan
merupakan faktor predisposisi pada ibu hamil akan terjadinya muntah dan mual
(Morgan, 2006).
F. Rekomendasi Peningkatan Nutrisi pada Wanita
Tabel 1. Kebutuhan Nutrisi pada Wanita Tidak Hamil, Wanita Hamil, dan Wanita
Menyusui
Faktor Nutrisi

Wanita Tidak
Hamil

Wanita Hamil

Wanita
Menyusui

Energi (kkal)

2100

2400

2600

Protein (g)

46

76

64

Kalsium (mg)

400

1200

1200

Fosfor (mg)

800

1200

1200

Magnesium (mg)

300

450

450

Iodine (mg)

50

175

200

Zat Besi (mg)

18

20

26

Zinc (mg)

15

20

25

Vitamin A (mg)

800

1000

1200

Thiamin (mg)

1,4

1,5

1,6

Riboflavin (mg)

1,5

1,6

1,8

Niacin (mg)

14

16

19

Folacin (mg)

100

800

500

Vitamin B6 (mg)

2,6

2,5

Vitamin B12 (mg)

Vitamin C (mg)

60

80

100

Vitamin D (mg)

2,5

12,5

12,5

Vitamin E (mg)

10

11

1. Kalori
Peningkatan kalori yang direkomendasikan tidak begitu besar, yaitu kurang
lebih 300 kkal/ hari. Peningkatan kalori pada wanita hamil secara paralel juga akan
meningkatkan berat fetus dan jaringan maternal. Peningkatan kalori sebaiknya
dilakukan pada trimester ketiga. Hal tersebut dikarenakan energi untuk aktifitas
fisiologi terbesar adalah saat trimester ketiga. Cara terbaik untuk memonitor
kebutuhan nutrisi untuk wanita hamil dapat dilihat dari pertambahan berat badan dari
maternal tersebut.
2. Protein

Kebutuhan protein memiliki hubungan linier dengan kebutuhan energi dan


keseimbangan nitrogen. Pada wanita hamil protein digunakan sebagai sumber energi.
Kebutuhan protein selama kehamilan adalah 76 gram per hari atau dapat diasumsikan
1,3 gram/ kg/ hari dengan gabungan dari sumber protein hewani dan nabati.
Rekomendasi kebutuhan protein pada wanita yang tidak hamil adalah 30 gram per
hari atau 0,5 gram per kilogram berat badan. Beberapa sumber lain menyatakan
bahwa 10 gram saja sudah cukup. Kebutuhan protein masih menjadi kontroversi,
pada tahun 1968 dinyatakan kebutuhan protien sebesar 10 gram, sedangkan pada
tahun 1974 dan 1980 dinyatakan kebutuhan protein sebesar 30 gram.
3. Mineral
Serum kalsium pada maternal akan mengalami penurunan saat kehamilan,
sehingga direkomendasikan untuk meningkatkan konsumsi kalsium sebesar 400 mg
per hari selama kelhamilan. Kalsifikasi pada skeletal fetus dimulai sekitar 8 minggu
hingga 40 minggu, sehingga maternal harus memiliki stok kalsium untuk memenuhi
kebutuhan kalsium untuk dirinya sendiri serta janin yang dikandungnya.
Kebutuhan zat besi yang direkomendasikan adalah lebih dari 18 mg.
Kebutuhan tersebut akan meningkat saat kehamilan, karena terjadinya peningkatan
volume darah dan eritrosit maternal yang berfungsi untuk memasok darah ke fetus
melalui plasenta. Total eritrosit akan meningkat hingga 30 persen dibandingkan
dengan wanita yang tidak hamil. Fetus secara otomatis akan memperoleh zat besi dari
maternalnya. Apabila memiliki stok zat besi tinggi, maka akan dapat mencegah
anemia. Selama pertengahan hingga akhir kehamilan, asupan wanita hamil harus
memenuhi kebutuhan zat besi sebesar 800 mg.
Zinc, iodine, dan mineral lain juga harus ditingkatkan konsumsinya selama
kehamilan, karena kebutuhan fetus secara otomatis menyebabkan penurunan plasma
maternal. Iodine dapat diperoleh dari konsumsi garam beryodium dan makanan lain.
Wanita sebaiknya juga mengkonsumsi kandungan zinc yang dapat diperoleh dari
hewan. Konsumsi serat juga sangat penting karena berperan untuk penyerapan
mineral-mineral tersebut.
4. Vitamin

Vitamin sebaiknya juga ditingkatkan kebutuhannya. Selama kehamilan,


vitamin yang diserap oleh maternal akan mengalami penurunan, karena 50-100%
vitamin dari maternal akan disalurkan kepada fetus. Thiamin, riboflavin, dan niacin
memiliki korelasi yang positif terhadap kebutuhan energi. Folacin dibutuhkan untuk
mempercepat pertumbuhan jaringan dan meningkatkan asam folat selama kehamilan.
Defisiensi asam folat dapat menyebabkan anemia pada wanita hamil, sehingga pada
saat kehamilan asam folat diperlukan sekitar 400-800 mg (Almatsier, 2005).
G. Penyakit Kronis pada Dewasa
1. Penyakit Serangan Jantung
Serangan jantung adalah terhentinya aliran darah, meskipun hanya sesaat,
yang menuju ke jantung, dan mengakibatkan sebagian sel jantung menjadi mati.
Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu pada orang dewasa.
Setiap tahunnya, di Amerika Serikat 1.500.000 orang mengalami serangan jantung,
478.000 orang meninggal karena penyakit jantung koroner, 407.000 orang mengalami
operasi peralihan, 300.000 orang menjalani angioplasty (Hanafiah, 1996).
Penyakit jantung, stroke, dan penyakit periferal arterial merupakan penyakit
yang mematikan. Di seluruh dunia, jumlah penderita penyakit ini terus bertambah.
Ketiga kategori penyakit ini tidak lepas dari gaya hidup yang kurang sehat yang
banyak dilakukan seiring dengan berubahnya pola hidup. Faktor-faktor pemicu
serangan jantung ialah rokok, mengonsumsi makanan berkolestrol tinggi, kurang
gerak, malas berolahraga, stress, dan kurang istirahat.
Menurut Kusmana (1996), faktor-faktor risiko penyakit jantung sebagai
berikut:
1. Memasuki usia 45 tahun bagi pria. Sangat penting bagi kaum pria untuk menyadari
kerentanan mereka dan mengambil tindakan positif untuk mencegah datangnya
penyakit jantung. Bagi wanita, memasuki usia 55 tahun atau mengalami menopause
dini (sebagai akibat operasi).
2. Riwayat penyakit jantung dalam keluarga. Riwayat serangan jantung di dalam
keluarga sering merupakan akibat dari profil kolesterol yang tidak normal.

3. Diabetes. Kebanyakan penderita diabetes meninggal bukanlah karena meningkatnya


level gula darah, namun karena kondisi komplikasi jantung.
4. Merokok. Resiko penyakit jantung dari merokok setara dengan 100 pon kelebihan
berat badan.
5. Tekanan darah tinggi (hipertensi).
6. Kegemukan (obesitas). Obesitas tengah (perut buncit) adalah bentuk dari kegemukan.
Walaupun semua orang gemuk cenderung memiliki risiko penyakit jantung, orang
dengan obesitas tengah akan lebih berisiko.
7. Gaya hidup buruk. Gaya hidup yang buruk merupakan salah satu akar penyebab
penyakit jantung. Kegiatan fisik merupakan salah satu langkah paling utama yang
dapat diambil.
8. Stress. Banyak penelitian yang sudah menunjukkan bahwa, bila menghadapi situasi
yang tegang, dapat terjadi arithmias jantung yang membahayakan jiwa.
Gejala penyakit jantung antara lain:
1. Nyeri. Jika otot tidak mendapatkan cukup darah (suatu keadaan yang disebut iskemi),
maka oksigen yang tidak memadai dan hasil metabolisme yang berlebihan
menyebabkan kram atau kejang. Angina merupakan perasaan sesak di dada atau
perasaan dada diremas-remas, yang timbul jika otot jantung tidak mendapatkan darah
yang cukup. Jenis dan beratnya nyeri atau ketidaknyamanan ini bervariasi pada setiap
orang. Beberapa orang yang mengalami kekurangan aliran darah bisa tidak
merasakan nyeri sama sekali (suatu keadaan yang disebut silent ischemia).
2. Sesak napas merupakan gejala yang biasa ditemukan pada gagal jantung. Sesak
merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru (kongesti
pulmoner atau edema pulmoner).
3. Kelelahan atau kepenatan. Jika jantung tidak efektif memompa, maka aliran darah ke
otot selama melakukan aktivitas akan berkurang, menyebabkan penderita merasa
lemah dan lelah. Gejala ini seringkali bersifat ringan. Untuk mengatasinya, penderita
biasanya mengurangi aktivitasnya secara bertahap atau mengira gejala ini sebagai
bagian dari penuaan.
4. Palpitasi (jantung berdebar-debar)

5. Pusing dan pingsan. Penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang
abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, dapat menyebabkan pusing
dan pingsan.
2. Kanker
Kanker adalah penyakit yang ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang
menimbulkan kemampuan sel untuk tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel
melebihi batas normal), menyerang jaringan biologis di dekatnya, bermigrasi ke
jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik, disebut
metastasis. Tiga karakter ganas inilah yang membedakan kanker dari tumor jinak.
Sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi beberapa tidak, seperti leukemia.
Kanker dapat menyebabkan banyak gejala yang berbeda, bergantung pada
lokasi dan karakter keganasan, serta ada tidaknya metastasis. Diagnosis biasanya
membutuhkan pemeriksaan mikroskopik jaringan yang diperoleh dengan biopsi.
Setelah didiagnosis, kanker biasanya dirawat dengan operasi, kemoterapi, atau radiasi
(Chen, 2012).
Kebanyakan kanker menyebabkan kematian. Kanker adalah salah satu
penyebab utama kematian di negara berkembang. Kebanyakan kanker dapat dirawat
dan banyak disembuhkan, terutama bila perawatan dimulai sejak awal. Banyak
bentuk kanker berhubungan dengan faktor lingkungan yang sebenarnya bisa
dihindari. Merokok dapat menyebabkan banyak kanker daripada faktor lingkungan
lainnya. Tumor menunjuk massa jaringan yang tidak normal, tetapi dapat berupa
"ganas" (bersifat kanker) atau "jinak" (tidak bersifat kanker). Hanya tumor ganas
yang mampu menyerang jaringan lainnya ataupun bermetastasis. Kanker dapat
menyebar melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah ke organ lain.
Di Amerika Serikat dan beberapa negara berkembang lainnya, kanker
sekarang ini bertanggung jawab untuk sekitar 25% dari seluruh kematian. Dalam
setahun, sekitar 0,5% dari populasi terdiagnosa kanker. Pada pria dewasa di Amerika
Serikat, kanker yang paling umum adalah kanker prostat (33% dari seluruh kasus
kanker), kanker paru-paru (13%), kanker kolon dan rektum (10%), kanker kandung

kemih (7%), dan cutaneous melanoma (5%). Sebagai penyebab kematian kanker
paru-paru adalah yang paling umum (31%), diikuti oleh kanker prostat (10%), kanker
kolon dan rektum (10%), kanker pankreas (5%) dan leukemia (4%). Untuk wanita
dewasa di Amerika Serikat, kanker payudara adalah kanker yang paling umum (32%
dari seluruh kasus kanker), diikuti oleh kanker paru-paru (12%), kanker kolon dan
rektum (11%), kanker endometrium (6%, uterus) dan limfoma non-Hodgkin (4%).
Berdasarkan kasus kematian, kanker paru-paru paling umum (27% dari kematian
kanker), diikuti oleh kanker payudara (15%), kanker kolon dan rektum (10%), kanker
indung telur (6%), dan kanker pankreas (6%) (Otto, 2007).
Statistik dapat bervariasi besar di negara lainnya. Di Indonesia, kanker
menjadi penyumbang kematian kedua terbesar setelah penyakit jantung. Penyebab
utama kanker di negara tersebut adalah pola hidup yang tidak sehat, seperti kurang
olahraga, merokok, dan pola makan yang tak sehat.
Kanker adalah penyakit yang 90-95% kasusnya disebabkan faktor lingkungan
dan 5-10% karena faktor genetik. Faktor lingkungan yang biasanya mengarahkan
kepada kematian akibat kanker adalah tembakau (25-30%), diet dan obesitas (3035 %), infeksi (15-20%), radiasi, stress, kurangnya aktivitas fisik, polutan lingkungan
(Smeltzer, 2008).
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil dari makalah ini sebagai berikut.
1. Kebutuhan nutrisi pada usia dewasa dibedakan menjadi tiga yaitu pria dewasa,
wanita dewasa yang tidak hamil dan wanita dewasa yang hamil. Kebutuhan
nutrisi tersebut berbeda-beda sesuai dengan aktivitas, metabolisme, dan
kebutuhan tubuh.
2. Faktor yang mempengaruhi kebutuhan gizi dewasa ada dua yaitu internal dan
eksternal. Faktor internal meliputi metabolisme tubuh, status kesehatan,
proses fisiologis tubuh, kegiatan, umur, jenis kelamin dan ukuran tubuh

sedangkan faktor eksternal meliputi daya beli keluarga, latar belakang sosialbudaya, tingkat pendidikan dan pengetahuan gizi, jumlah anggota keluarga
dan kebersihan lingkungan.
3. Penyakit yang ditimbulkan oleh pola pemenuhan gizi yang salah pada usia
dewasa antara lain jantung dan kanker. Pola pemenuhan gizi yang salah
berhubungan dengan gaya hidup yang tidak sehat.
B. SARAN
1. Materi seharusnya lebih diperkaya dengan contoh peristiwa yang ada di
lapangan sehingga menambah pengetahuan pembaca.
2. Isi makalah kedepannya harus lebih baik singkat, jelas, padat, dan mewakili
tujuan yang akan disampaikan.
3.

Penggunaan rujukan harus menggunakan buku terbitan terbaru sehingga


informasi yang diberikan lebih akurat.

DAFTAR RUJUKAN
Adriaansz, Wiknjosastro dan Waspodo. 2007. Buku Acuan Nasional Pelayanan
Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka
Alford, Betty B. & Margaret L Bogle. 1982. Nutrition During The Life Cycle. USA:
Prentice Hall.
Almatsier S. 2005. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Aritonang, dkk. 2008. Analisis Pola Asuh Makan dan Status Gizi pada Bayi di
Kelurahan PB Selayang Medan. Jurnal Penelitian. 1(1):1-6.
Bobak. 2005. Buku Ajar Keperawatan Maternitas (Maternity Nursing). Jakarta :EGC.
Chen, Rosita dkk. 2012. Solusi Cerdas Mencegah dan Mengobati Kanker. Jakarta:
PT. Agro Media Pustaka.
Hanafiah A.,1996. Angina Pektoris. In: Buku Ajar Kardiologi Fakultas 1st
Kedokteran Universitas Indonesia. 1 ed. Jakarta: UI Press.
Irianto, K. dan Waluyo, K. 2004. Gizi dan Pola Hidup Sehat. Yrama Widya:
Bandung.
Kristyanasari, Weni. 2010. Gizi Ibu Hamil. Jakarta: Nuha Medika

Kusmana D. dan Hanafi M.,1996.. Patofisiologi Penyakit Jantung Koroner In : Buku


1st Ajar Kardiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta: UI
Press.
Michio and Kushi, A. 1985. Macrobiotic Pregnancy: and Care of the Newborn.
Tokyo : Japan Publication, Inc.
Mitayani, dan Sartika, W, 2010. Buku Saku Ilmu Gizi. Trans Info Media. Jakarta
Morgan GE, Mikhail MS, Murray MJ.2006. Pain Managament. In : Morgan GE,
editor. Clinical Anesthesiology, 4thed. McGraw-Hill :Lange Medical Books
Otto, S.E. 2007. Oncologi Nursing 5 Edition. Amerika: Mosby.
Santoso N, Lami B. 2013. Intratekal Opioid pada Wanita Hamil. Dalam : Anestesi
Obstetri. Komisi Pendidikan SpAn KAO. Kolegium Anestesiologi dan Terapi
Intensif (KATI). hal : 369-80.
Sediaoetama, Achmad Djaeni. 2000. Ilmu Gizi untuk mahasiswa dan profesi. Jakarta:
Dian Rakyat.
Smeltzer,S.C.,Bare,B.G.,Hinkle,J.L.,& Cheevar,K,H. 2008 . Textbook of Medical 5Th
Surgical Nursing. (11 ed) Brunner & Suddarths. Philadelphia: Lip
incott Williams & Wilkins, a Walter Kluwer BussinessSuhardjo, Laura J.
Harper, Brady J. Deaton, dan Judy A. Driskel. 1986. Pangan, Gizi, dan
Pertanian. Jakarta: UI Press.
Wardlaw, G., Insel, P.M. and Seyler, M.F. 1992. Contemporary Nutrition. Toronto
:Mosby Year Book.
Zaif, 2009. Standart Kecukupan Gizi dan Perencanaan Pemenuhannya (online),
(http://zaifbio.wordpress.com/2009/02/02/standart-kecukupan-gizi-danperencanaan-pemenuhannya, diakses pada tanggal 24 februari 2015)