Anda di halaman 1dari 1

TUGAS WABISABI

Rifqi Akbar, 1306394341

Gambar 1 ( Mangkuk Chanoyu )


Mangkuk teh terlihat tidak mengkilat, kayu yang tanpa dihaluskan, atau suatu cabang pohon
yang berbentuk tidak lazim dimana kesederhaan satu warna lebih disukai daripada banyak warna.
Lalu, mangkuk tersebut bertepi tidak rata yang telah sering digunakan, lalu retak, seperti bunga
yang gugur. Berarti suatu benda yang telah dimakan usia bukanlah barang usang, melainkan barang
yang memiliki nilai keindahan yang tinggi. Di mangkuk itu pula ada nilai kesederhanaan,
kesederhanaan disini menandakan tidak rumit yang menjelaskan kesederhaan dalam konteks
berhemat

Gambar 2 ( Rumah Kayu )


Dalam gambar tersebut saya merasakan kealamian serta ketenangan. Kealamian disini tidak
dipaksakan, seakan-akan dia sudah menyatu dengan alam dan musimnya dimana masyarakat
Jepang pada umumnya percaya terhadap alam itu sendiri, keempat musim tersebut pun sudah
mempengaruhi kehidupan penduduk Jepang, dan ketenangan yang dimaksud adalah tidak terganggu
apapun dan menimbukan keheningan yang menenangkan pikirian yang ditujukan di dalam hati.

Gambar 3, 4, dan 5 ( Batu yang ditutupi lumut )


Keindahan suatu benda tidak akan hilang seiring berlalunya waktu, tetapi sebaliknya justru
keindahannya bertambah dalam. Barang yang telah kehilangan bentuk asli atau warna aslinya akan
lebih dihargai daripada barang yang baru karena bentuk dan warna suatu benda yang sudah tidak
seperti aslinya menandakan bahwa benda tersebut melalui sebuah perjalanan yang panjang. Batu
yang ditutupi lumut itu pula mengandung hilangnya kesegaran dimana memperlihatkan unsur
kematangan yang jauh dari kesan ketidakterampilan atau telah dimakan usia dan yang tinggal hanya
intisarinya saja.