Anda di halaman 1dari 2

Proses pembuatan pupuk urea (proses snamprogetti stripping process)

1. Urea Synthesis & high pressure recovery


Urea disintesis dari larutan ammonia dan gas CO2. Gas CO2 diambil dari supply pada
tekanan 1,6 atm dengan suhu 40oC yang kemudian ditekan menggunakan alat
sentrifugal sehingga menjadi 162 atm. Sejumlah kecil udara dimasukan ke dalam
compressor tersebut yang bertujuan agar permukaan alat tidak bereaksi dengan CO2
sehingga tidak terkorosi karena CO2 merupakan gas asam.
Pada reactor, NH3 dan CO2 bereaksi sehingga menghasilkan ammonium carbamate,
dimana ammonium carbamate tersebut akan didehidrasi sehingga menghasilkan air
dan urea.
Dengan reaksi sebagai berikut:
2NH3 (g)

CO2 (g)

NH2COONH4 (s)

eksotermik

Ammonium Carbamate
NH2COONH4 (s) +

NH2CONH2 (s) + H2O (l)

endotermik

Pada kondisi sintesis (T=190oC P=162 atm), reaksi yang pertama terjadi dengan cepat.
Dan reaksi yang kedua terjadi dengan lambat.

Larutan urea yang mengandung, urea, carbamate, H2O dan CO2 dan NH3 yang tidak
terkonversi masuk ke high pressure stripper dimana tekanannya sama dengan reactor.
Campuran larutan tersebut dipanaskan sehingga carbamate terdekomposisi oleh
bantuan panas steam dengan tekanan 24 atm, gas keluaran dari stripper dan larutan
recovery dari MP absorber mengalir ke carbamate condenser.
2. Purification
Proses purifikasi terjadi melalui dua tahap dengan pengurangan tekanan:
Tahap pertama pada tekanan 18 atm pada kolom MP decomposer
Tahap kedua pada tekanan 4.5 atm pada kolom LP decomposer
Pada tahap pertama terbagi menjadi dua bagian yakni top separator dimana gas hasil
penguraian keluar, dan bagian tabung masukan larutan serta dekomposisi dimana
residu karbamat diuraikan larutan urea dialirkan ke LP Decomposer
Pata tahap kedua ini, sama seperti tahap pertama, akan tetapi larutan urea dialirkan
menuju unit konsentrasi (kristalisasi)
3. Unit Kristalisasi
Pada unit ini, bertujuan untuk mengurangi kadar air pada larutan urea hingga 1%.
Larutan yang mengalir dari LP decomposer memiliki kadar urea kurang lebih 72%.
Pada unit ini terdapat dua tahap vakum konsentrator. Larutan tadi masuk ke vakum
konsentrator pertama yang beroperasi pada tekanan 0.23 atm, kemudian dihasilkan
campuran fasa yang kemudian masuk ke kolom ekstraksi (pemisah gas dan liquid)
dimana uap terekstrak oleh vakum pertama dan liquid masuk ke vakum kedua yang
beroperasi pada tekanan 0.03 atm. Dan di vakum kedua pun terjadi pemisahan secara
ekstraksi, sehingga menghasilkan larutan yang memiliki kadar urea 99,7%. Kemudian
masuk ke unit Prilling
4. Prilling unit
Urea yang telah dicairkan pada proses vakum kedua masuk ke unit prilling (prill =
pellet yang dihasilkan dari pemadatan cairan) dengan pompa sentrifugal. Urea yang
keluar dari unit prilling membentuk tetesan yang jatuh dan bertemu dengan udara
dingin yang dialirkan sehingga terjadi pemadatan. Sehingga dihasilkan kadar urea
degnan konsentrasi 99,8%