Anda di halaman 1dari 7

FINE NEEDLE ASPIRATION BIOPSY (FNAB)

Definisi

Fine-needle aspiration biopsy (FNAB) atau biopsi aspirasi jarum halus (BAJAH) adalah suatu prosedur diagnostik untuk mengidentifikasi benjolan atau massa yang superfisial (di bawah kulit). Cara biopsi ini adalah sebuah jarum halus yang berongga dimasukkan ke dalam massa tersebut kemudian sel-sel yang terambil diwarnai dan dilihat dibawah mikroskop. (1,2) Biopsi aspirasi jarum halus adalah prosedur operasi minor yang sangat aman dan sangat kurang invasif dibandingkan dengan biopsi yang lain.Biopsi jarum halus membantu membedakan lesi inflamasi, reaktif, atau fibrosis dari neoplasma serta lesi neoplastik jinak dari yang ganas. Biopsi jarum halus relatif aman, sederhana, dan hemat biaya, dan itu ditoleransi dengan baik oleh kebanyakan pasien. Namun, teknik yang tepat diperlukan untuk memastikan hasil yang akurat. Karena ada resiko akibat halusnya jarum, sel yang terambil menjadi sedikit dan sel yang patologis bisa tidak terambil.

Indikasi

Secara umum, biopsi aspirasi jarum halus digunakan untuk mengidentifikasi benjolan atau massa yang mencurigakan yang terlihat atau teraba di bawah kulit, atau yang terdeteksi oleh alat-alat pemeriksaan penunjang seperti foto rontgen, mammografi atau ultrasonografi.

Kontraindikasi

Tidak ada kontraindikasi absolut untuk FNAB. Jika masaa dekat dengan organ atau struktur yang vital, FNAB dapat dilakukan dengan bimbingan CT scan atau USG jika tersedia.

FINE NEEDLE ASPIRATION BIOPSY (FNAB) Definisi Fine-needle aspiration biopsy (FNAB) atau biopsi aspirasi jarum halus (BAJAH)

Gambar II.1. FNAB dengan Bantuan USG

Pasien dengan gangguan pembekuan darah perlu mendapat perhatian khusus. Perlu dilakukan konsultasi medis dan pengobatan yang tepat sebelum prosedur. Pada pasien yang menggunakan antikoagulan, sebaiknya dihentikan terlebih dahulu sebelum prosedur. Apabila antikoagulan tidak dapat dihentikan dengan aman, harus dipertimbangkan penggunaan jarum dengan diameter sekecil mungkin, gesekan sesedikit mungkin dan atau menggunakan panduan ultrasonografi untuk mengidentifikasi dan menghindari pembuluh darah.

Alat

Alat yang dibutuhkan terlihat pada gambar :

Pasien dengan gangguan pembekuan darah perlu mendapat perhatian khusus. Perlu dilakukan konsultasi medis dan pengobatan yang

Gambar I1.2. Alat-alat FNAB

Jarum: Sebagian besar literatur menggunakan jarum 22-27 Gauge dengan panjang

yang sesuai dengan hub yang transparan atau bening. Syringe 10ml. Jarum suntik yang lebih besar belum terbukti memberikan hisap yang

lebih besar. Pistol grip jarum suntik, ini sangat dianjurkan dan memungkinkan daya hisap lebih

seragam dan manipulasi jarum lebih mudah. Kapas yang mengandung alkohol atau iodium.

Kaca slide untuk membuat sediaan.

Prosedur 1. Persiapan

Beberapa persiapan dibutuhkan sebelum melakukan prosedur:

Tidak menggunakan aspirin atau obat anti-inflamasi non-steroid (misalnya ibuprofen,

naproxen) selama satu minggu sebelum prosedur; Asupan makanan dihentikan beberapa jam sebelum prosedur;

Tes darah rutin (termasuk tes pembekuan darah) dilakukan dua minggu sebelum

biopsi;

Pastikan riwayat penggunaan obat antikoagulan darah;

Antibiotik profilaksis dapat diberikan.

Sebelum prosedur dimulai, tanda-tanda vital (denyut nadi, tekanan darah, suhu, pernafasan) diperiksa. Pada keadaan tertentu mungkin dibutuhkan pemasangan jalur intravena, pasien sangat gelisah mungkin perlu diberikan obat penenang dengan jalur intravena. Untuk pasien yang tidak terlalu gelisah dapat diberikan obat oral (Valium) dapat diresepkan sebelum prosedur.

  • 2. Posisi Pasien

Posisi pasien sangat menentukan keberhasilan dari biopsi. Pasien diposisikan sedemikian rupa sehinga massa dapat dipalpasi secara optimal. Jika massa sulit dipalpasi maka dapat dilakukan biopsi dengan bantuan ultrasonografi atau CT.

  • 3. Anastesi

Penggunaan anestesi lokal sebelum biopsi jarum halus bergantung pada kebijaksanaan masing-masing dokter. Beberapa penulis tidak merekomendasikan penggunaan anestesi lokal sebelum biopsi jarum halus, terutama untuk massa dangkal. Mereka mencatat bahwa suntikan anestesi lokal dapat menyebabkan rasa sakit sesakit biopsi jarum halus itu sendiri. Selain itu, infiltrasi anestesi lokal bisa membuat massa kecil lebih sulit untuk teraba. Seorang penulis merekomendasikan penempatan es kecil di kulit di atasnya sebelum biopsi. Untuk anak-anak, penerapan 30-60 menit topikal anestesi sebelum prosedur dapat mengurangi rasa sakit dan kecemasan. Penulis lain berpendapat bahwa penggunaan anestesi lokal mengurangi ketidaknyamanan pasien dan kecemasan. Lidocaine 1-2% dengan atau tanpa epinefrin 1:100.000 adalah obat pilihan. Kadang-kadang, infiltrasi lebih dalam anestesi diperlukan jika massa target meradang.

  • 4. Teknik

Biopsi aspirasi jarum halus adalah prosedur sederhana yang memerlukan waktu beberapa menit. Sangat ideal jika ada ahli patologi pada saaat aspirasi dilakukan, hal ini memungkinkan penilaian langsung dari kecukupan spesimen. Jika sel-sel tidak cukup,

aspirasi dapat diulang. Kadang-kadang diagnosis dapat dibuat dengan segera. Kulit yang akan dibiopsi dibersihkan dengan kapas yang mengandung isopropil alkohol 70%. Untuk operator dengan tangan kanan dominan, massa digenggam dengan tangan kiri dan diusahakan stabil.

Sebuah jarum suntik siap pakai dengan jarum 23-gauge terpasang ditempatkan tepat di bawah permukaan kulit. Tekanan negatif dibuat dengan menarik plunger jarum suntik.Jarum dimasukkan pada massa dan ditarik berulang tanpa keluar dari kulit, kira-kira sebanyak enam kali. Jika yang ditemukan adalah kista, maka harus benar-benar dievakuasi, dengan cairan dan kapsul dikirim untuk sitologi. Ingat bahwa cairan kista mungkin mendilusi spesimen dan membuat interpretasi sitologi tidak mungkin dilakukan. Dengan demikian, sangat ideal bila mengasipirasi bagian padat dari massa.

Sebuah jarum suntik siap pakai dengan jarum 23-gauge terpasang ditempatkan tepat di bawah permukaan kulit. Tekanan

Gambar II.3. Teknik FNAB

Setetes kecil cairan yang telah disedot ditempatkan pada slide kaca, seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Sebuah smear dilakukan dengan meletakkan satu slide kaca di atas setetes cairan dan menarik slide terpisah untuk menyebarkan cairan, seperti yang ditunjukkan pada gambar kedua di bawah. Sediaan yang basah ditempatkan di dalam ethyl alkohol 95% dan lakukan pewarnaan dan teknik sesuai teknik Papanicolau. Sediaan ini dapat memberi informasi detail dan dapat menentukan dimana asal dari tumor metastasis. Spesimen dikeringkan dengan udara kemudian diwarnai dengan pewarnaan Wright- Giemsa apabila diagnosis banding meliputi tumor kelenjar saliva, limfoproliperatif, dan atau lemak. Setelah itu sediaan siap dilihat dibawah mikroskop dan dievaluasi secara sitologis.

Gambar II.4. Teknik pembuatan preparat dari hasil FNAB 4. Perawatan setelah prosedur Analgesik ringan dapat diberikan

Gambar II.4. Teknik pembuatan preparat dari hasil FNAB

4. Perawatan setelah prosedur

Analgesik ringan dapat diberikan setelah prosedur untuk mengurangi rasa sakit. Obat- obatan seperti aspirin tidak dianjurkan untuk dikonsumsi sampai dengan 48 jam setelah prosedur kecuali ada indikasi yang kuat.

Sensitivitas

Biopsi aspirasi maupun biopsi biasa memiliki dua macam hasil yaitu positif dan

negatif. Dikenal ada dua istilah positif yaitu “true positive” dan “false positive”, demikian pula dengan hasil negatif, terdapat “true negative” dan “false negative”.

  • a. True positive : bila memberikan hasil yang sesuai dengan keadaan penyakitnya, misalnya menemukan keganasan pada keadaan yang benar-benar ganas. True positive inilah yang seringkali disebut sensitivitas suatu pemeriksaan.

  • b. True negative : tidak ditemukannya suatu hasil pada keadaan yang emang benar- benar tidak ada penyakitnya.

  • c. False positive : Adalah bila memberikan hasil pada keadaan yang idak ada penyakitnya seperti misalnya memberikan hasil keganasan padahal sebenarnya hanya pertumbuhan yang jinak.

  • d. False negative : yaitu tidak ditemukannya keganasan pada keadaan yang sebenarnya ada keganasan.

Komplikasi

Biopsi aspirasi jarum halus memiliki tingkat morbiditas yang sangat rendah. Dalam beberapa penelitian besar, hanya sejumlah komplikasi kecil dicatat, komplikasi parah jarang terjadi. Komplikasi biasanya tergantung pada tempat biopsi. Komplikasi umum yang dapat terjadi antara lain :

1. Hematoma merupakan komplikasi yang signifikan dan paling umum. Hematoma

kebanyakan hilang tanpa pengobatan. Risiko hematoma diyakini dapat dikurangi dengan penggunaan jarum 23 gauge atau lebih kecil . Tekanan langsung pada tempat biopsi setelah prosedur juga dianjurkan.

  • 2. Infeksi setelah biopsi jarum halus jarang. Menyapu kulit dengan kapas alkohol atau yodium dianjurkan sebelum biopsi jarum halus untuk meminimalkan kemungkinan infeksi.

Kegunaan dalam Klinik

Melihat dari beberapa keuntungan teknik biopsi aspirasi dan jarangnya komplikasi,

teknik ini sangat berguna dalam :

  • 1. Dengan biopsi aspirasi dapat ditegakkan diagnosa secara cepat sehingga pengobatan dapat diberikan dengan segera. Biopsi aspirasi sebaiknya dilakukan pada penderita- penderita sebagai berikut :

a.

Pembesaran

kelenjar

getah

bening

leher tetapi tumor primernya tidak

diketemukan pada pemeiksaan endoskopi atau pemeriksaan sinar tembus.

  • b. Menentukan metastase dari dua tumor primer atau pembesaran kelenjar yang tidak biasanya seperti letaknya yang kontralateral.

  • c. Setelah pengobatan baik operasi dan radiasi kemudian timbul lagi dengan pembesaran kelenjar getah bening yang baru sehingga perlu ditentukan apakah ini suatu metastase atau rekurensi.

  • d. Dengan adanya biopsi aspirasi dapat dipakai untuk menentukan adanya peradangan akut atau kronis, baik yang spesifik, nonspesifik maupun granulomatosa.

  • 2. Biopsi aspirasi dapat dipakai untuk menentukan stadium keganasan, misalnya dalam tumor primer yang sulit diketahui.

  • 3. Kegunaan ekonomis terutama bagi daerah yang jauh dari fasilitas yang memadai biopsi aspirasi lebih menguntungkan terutama untuk mengurangi ketergantungan pemakaian alat-alat canggih.

DAFTAR PUSTAKA

1.

Boone

J,

Mullin

DP.

Biopsy,

Fine

Needle,

Neck

Mass.

Available

at:

2012.

2. Johnson

JT.

Fine-Needle

Aspiration

of

Neck

Masses .

Available

at:

Accessed

August

25 th

2012.