Anda di halaman 1dari 10

JURNAL TUGAS AKHIR

ANALISIS KUALITAS AIR SUMUR DANGKAL DI KECAMATAN TAMALANREA


KOTA MAKASSAR

Oleh :

DWI FATIMA IMFAUZIAH


D 111 08 881

JURUSAN SIPIL FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2013

ANALISIS KUALITAS AIR SUMUR DANGKAL DI KECAMATAN TAMALANREA


KOTA MAKASSAR
H. H. Arfan1, A. Zubair 1, D. F. Imfauziah2
ABSTRAK
Dengan meningkatnya jumlah penduduk di Kecamatan Tamalanrea tiap tahunnya, kebutuhan
air juga meningkat. Pelayanan air bersih dari PAM (perusahaan air minum) hanya terbatas dan
tidak menjangkau seluruh daerah, umumnya hanya menjangkau daerah yang mengambil air tanah
atau air sungai. Air tanah mendapatkan alternatif utama bagi masyarakat untuk mendapatkan air
bersih dengan murah. Dengan perkembangan pemungkiman yang pesat dan tidak teratur,
cenderung akan merusak kualitas air tanah. Keterbatasan dan mahalnya harga lahan
menyebabkan perbandingan antara luas bangunan dan tanah terbuka menjadi tidak serasi.
Permasalahan kualitas air tanah muncul terutama di daerah yang rapat dengan sarana tangki
septik yang berdekatan dengan sumur air minum.
Berdasarkan hal tersebut, kami mencoba mengkaji kualitas air sumur dangkal di Kecamatan
Tamalanrea Kota Makassar. Tujuan dari penelitian adalah menganalisis kualitas air sumur
dangkal secara fisika, kimia, dan mikrobiologi berdasarkan Baku Mutu Air kelas I. Selanjutnya,
untuk menetukan mutu kualitas air sumur dangkal dengan menggunakanmetode Storet dan metode
Indeks Pencemaran. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Tamalanrea dengan membagi enam
titik, masing-masing titik terdiri atas beberapa satuan kawasan administratif (kelurahan) yaitu
masing-masing satu titik per kelurahan. Teknik penentuan pengambilan sampel (teknik sampling),
digunakan teknik Purposive Sampling yaitu teknik penentuan dengan pertimbangan tertentu.
Kemudian untuk menganalisis hasil penelitian digunakan metode Storet dan metode Indeks
Pencemaran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis pengujian sampel air sumur dangkal di
kecamatan Tamalanrea kota Makassar Metode Storet dalam mengidentifikasi tingkat pencemaran
air sumur dangkal di Kecamatan Tamalanrea kota Makassar diperoleh rata-rata hasil analisis dari
lokasi titik sumur yaitu -9,83 termasuk kelas B (Baik) atau Cemar Ringan. Metode Indeks
Pencemaran dalam mengidentifikasi tingkat pencemaran air sumur dangkal di Kecamatan
Tamalanrea kota Makassar diperoleh nilai rata-rata indeks pencemaran yaitu 2,84 termasuk ke
dalam kategori Cemar Ringan.
Kata Kunci : Analisis Kualitas Air, Sumur Dangkal, Storet, Indeks Pencemaran.
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Dengan meningkatnya jumlah penduduk di
Kecamatan
Tamalanrea
tiap
tahunnya,
kebutuhan air juga meningkat. Pelayanan air
bersih dari PAM (perusahaan air minum) hanya
terbatas dan tidak menjangkau seluruh daerah,
umumnya hanya menjangkau daerah yang
mengambil air tanah atau air sungai. Air tanah
1
2

mendapatkan
alternatif
utama
bagi
masyarakat untuk mendapatkan air bersih
dengan murah. Dengan perkembangan
pemungkiman yang pesat dan tidak teratur,
cenderung akan merusak kualitas air tanah.
Keterbatasan dan mahalny harga lahan
menyebabkan perbandingan antara luas
bangunan dan tanah terbuka menjadi tidak
serasi.
Permasalahan kualitas air tanah muncul
terutama di daerah yang rapat dengan sarana

Dosen,JurusanTeknikSipil,UniversitasHasanuddin,Makassar90245,INDONESIA
Mahasiswi,JurusanTeknikSipil,UniversitasHasanuddin,Makassar90245,INDONESIA

tangki septik yang berdekatan dengan sumur


air minum. Disamping itu pengambilan air
tanah dangkal yang berlebihan menyebabkan
turunnya muka air tanah. Jika keadaan
demikian tidak dapat dikendalikan, dapat
mengakibatkan zat pencemar asal saluran
limbah atau tangki septik yang konstruksinya
kurang baik masuk ke dalam akuifer air tanah
dangkal.
Dengan
demikian, sistem air tanah
dangkal mendapat imbuhan dari perembesan
air hujan, dan di daerah pemukiman padat dan
sistem sanitasinya tidak baik, atau air dari
tangki septik dapat merembes ke dalam ekuifer
dam mencemari air tanah dangkal. Perembesan
air selokan atau tangki septik tersebut dapat
efektif bila terjadi penurunan muka air tanah
dangkal yang dalam terutama pada musim
kemarau. Akibatnya banyak zat pencemar yang
masuk ke dalam sistem ekuifer. Bila musim
hujan tiba maka pencemar tersebut akan
terlarut. Demikian proses tersebut berjalan,
sehingga air tanah dangkal menjadi tercemat
oleh limbah domestik. Keadaan yang sama
dapat terjadi baik pada daerah pertanian
maupun daerah industri.
Air sumur adalah air permukaan tanah atau
air tanah dangkal, umumnya dengan kedalaman
lebih dari 15 m. Air tanah dangkal disebut juga
air tanah bebas karena lapisan air tersebut tidak
berada dalam tekanan. Pengambilan air tanah
dalam harus menggunakan bor dan memasukan
pipa dengan kedalamanya (antara 100300 m)
akan didapatkan suatu lapisan air tanah.
Berdasarkan latar belakang masalah di
atas, maka penelitian tentang Analisis
Kualitas Air Sumur Dangkal di Kecamatan
Tamalanrea Kota Makassar perlu dilakukan.
Hal ini dikarenakan agar masyarakat di
kecamatan Tamalanrea mengetahui bagaimana
kualitas air sumur dangkal yang ada di wilayah
tersebut.

metode survei mana yang paling cocok dipakai


saat pengumpulan data. Dengan demikian
biaya penelitian dapat diestimasi dengan baik.
Setelah sasaran dan tujuan penelitian sudah
matang, dilanjutkan dengan pemilihan lokasi
studi yang kira-kira dapat menunjang
pencapaian tujuan studi sambil mempersiapkan
kegiatan-kegiatan survei untuk pengumpulan
data. Setelah penentuan lokasi studi telah
ditetapkan, dilanjutkan dengan kegiatan
pengumpulan data primer dan data-data
sekunder yang menunjang pencapaian tujuan
studi yang dilakukan. Setelah semua data-data
terkumpul dilanjutkan dengan proses kompilasi
dan reduksi data. Proses kompilasi data
meliputi tabulasi data sementara proses reduksi
data adalah mereduksi data-data yang abnormal
sehingga data-data seperti ini tidak akan
dipakai pada proses analisis dan pembahasan.
Setelah proses tabulasi dan reduksi data
langkah selanjutnya adalah menganalisis datadata tersebut sehingga dapat memberikan
informasi untuk menunjang pencapaian tujuan
studi. Proses pembahasan dilakukan setelah
proses analisis data. Dari hasil analisis data dan
pembahasannya akan dapat ditarik suatu
kesimpulan studi.
PENGAMBILAN DATA
Teknik Penentuan Pengambilan Sampel (teknik
sampling)
Jumlah pengguna sumur yang masih
digunakan disekitar wilayah tamalanrea
(populasi) berdasarkan hasil survey dengan
menggunakan alat GPS (Global Positioning
System) :
Tabel 1. Jumlah pengguna (populasi) sumur
dangkal, Kecamatan Tamalanrea:

METODOLOGI
Langkah
awal
studi
ini
adalah
mengidentifikasi permasalahan-permasalahan
sehingga sasaran dan tujuan yang ingin dicapai
dapat ditentukan. Langkah awal ini sangat
perlu dalam hubungannya dengan peralatanperalatan dan bahan yang akan digunakan serta

Sumber : hasil survey pribadi

Dalam riset ini sampel air tanah dangkal


diperoleh dari sumur gali yang ada di sekitar
Kecamatan Tamalanrea, dan ditentukan dengan
2

teknik purposive sampling. Teknik purposive


sampling merupakan teknik penentuan sampel
dengan pertimbangan tertentu. Teknik ini bisa
diartikan sebagai suatu proses pengambilan
sampel dengan menentukan terlebih dahulu
jumlah sampel yang hendak diambil, kemudian
pemilihan
sampel
dilakukan
dengan
berdasarkan tujuan-tujuan tertentu, asalkan
tidak menyimpang dari ciri-ciri sampel yang
ditetapkan.
Peneliti
membagi
kawasan
penelitian menjadi enam (6) titik, masingmasing klaster terdiri atas beberapa satuan
kawasan administratif (kelurahan) yaitu masing
- masing satu (1) titik per kelurahan yang
dianggap kritis dan perlu untuk diteliti.
Metode Pengambilan Sampel Air
Waktu dam Lokasi Pengambilan Sampel

c. Lokasi pengambilan sampel air sumur


dangkal di Kelurahan Kapasa (Sumur 3).
Deskripsi: Dinding sumur disemen,
lantai kedap air, sumur berada 0,75 dari
kamar mandi umum, 0,5 m dari parit, dan
2,5 m dari septick tank.
d. Lokasi pengambilan sampel air sumur
dangkal di Kelurahan Parangloe (Sumur 4).
Deskripsi: Dinding sumur disemen, lantai
sumur sebagian retak-retak, sebelah kiri
kedap air dan sebelah kanan lantai sumur
tidak kedap air, berada 1,6 meter dari
kandang ayam, dan 3 meter dari septick
tank.
e. Lokasi pengambilan sampel air sumur
dangkal di Kelurahan Bira (Sumur 5).
Deskripsi: Dinding sumur kedap air,
lantai sumur kedap air, berada 2,5 meter
kandang sapi dan kambing, dan 5 meter
dari parit (got).
f. Lokasi pengambilan sampel air sumur
dangkal di Kelurahan Tamalanrea (Sumur
6).
Deskripsi: Dinding sumur kedap air,
lantai sumur tidak kedap air, berada 1
meter dari kamar mandi umum, 2 meter
dari septictank, 0,5 meter dari parit (got),
dan sumur berada dipemukiman kumuh.

Pengambilan sampel air sumur gali


dilakukan di sekitar kecamatan Tamalanrea
yang terdiri dari enam kelurahan, pada hari
Rabu 16 Januari 2013, mulai dari pukul 09.00
13.00 WITA. Setelah sampel diambil,
kemudian langsung diantar ke laboratorium
Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL)
kelas 1 Makassar. Pengambilan sampel air
sumur gali dilakukan pada enam titik berbeda
masing-masing satu titik tiap kelurahan.
Berikut ini adalah peta lokasi pengambilan
Berikut ini pembagian sampel tiap kelurahan:
sampel:
a. Lokasi pengambilan sampel air sumurSampelIV
SampelV
17.8
Koordinat X : 05 05 09.8
dangkal di Kelurahan Tamalanrea JayaKoordinat XY ::11905 07
30 28.0
Y : 119 29 11.5
(Sumur 1).
Deskripsi: Dinding sumur disemen, lantai
kedap air, berada 3 m dari pembuangan
sampah, 1 meter dari kamar mandi umum,
5,2 meter dari septick tank, dan 0,75 meter
dari parit (got).
SampelIII
b. Lokasi pengambilan sampel air sumur
SampelII
Koordinat X : 05 07 04.8
Koordinat X :05 07 11.1
Y : 119 30 03.5
Y : 119 30 08.5
dangkal di Kelurahan Tamalanrea Indah
(Sumur 2).
Deskripsi: Dinding sumur disemen, lantai
SampelI
kedap air, sekitar 1m disebelah kanan sumur
Koordinat X : 05 08 36.8
Y : 119 29 15.3
terdapat pemukiman kumuh, 0,5 meter dari
Gambar 1. Peta Lokasi titik pengambilan sampel SampelVI
Koordinat X
sumur terdapat rawa-rawa, berada 2 meter
07.4
Y
tumpukan sampah, 3 meter terdapat
53.9
peternakan ayam, dan 4,7 meter terdapat
septick tank.
0

KETERANGAN:

= KELURAHAN BIRA
= KELURAHAN PARANGLOE
=
=
=
=

KELURAHAN KAPASA
KELURAHAN TAMALANREA INDAH
KELURAHAN TAMALANREA
KELURAHAN TAMALANREA JAYA

: 050 08
: 1190 29

Alat dan Bahan yang digunakan


Alat pengambilan sampel air sumur untuk
enam titik pengambilan sampel menggunakan 6
botol aqua ukuran 1,5 liter. Untuk pengambilan
sampel air keperluan pemeriksaan bakteri,
digunakan botol steril berukuran 250 ml,
kemudian untuk pemeriksaan COD dan DO
digunakan botol kimia berukuran 500 ml.
Peralatan untuk analisis sifat fisik, kimia, dan
mikrobiologi air yang
dilakukan di
laboratorium disajikan pada Tabel. Bahan
utama yang digunakan dalam penelitian ini
adalah sampel air sumur dari sumur penduduk
yang bermukim di sekitar Kecamatan
Tamalanrea Kota Makassar.

dilakukan dengan dua cara yaitu secara


langsung di lokasi dan cara pengawetan yang
dilakukan di Laboratorium, terutama untuk
sifat - sifat air yang dapat bertahan lama dalam
kondisi yang sudah diawetkan. Berikut ini
adalah parameter yang diteliti:
Tabel 2. Parameter yang di ujikan

Cara Pengambilan Sampel Air Sumur


Cara pengambilan sampel air untuk
analisis sifat fisik, kimia dan
mikrobiologi
dilakukan dengan proses yang sama yaitu
dengan menurunkan timba ke dalam sumur.
Sampel air diambil pada 6 titik sumur dengan
jarak yang berbeda. Analisis sampel air
dilakukan langsung di lokasi untuk parameter
air yang tidak bisa diawetkan (pH, suhu, bau,
rasa), dan dianalisis di laboratorium untuk
parameter yang dapat diawetkan.
Pengambilan
sampel
air
untuk
pemeriksaan bakteri dilakukan secara khusus
dengan menggunakan botol steril berukuran
250 ml. Setelah pengambilan sampel air, mulut
botol segera disterilkan dan ditutup dengan
tutup steril untuk kemudian segera dikirim ke
laboratorium. Analisis kualitas air untuk
parameter yang diawetkan dilakukan di
laboratorium
Balai
Teknik
Kesehatan
Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit
Menular Makassar.
Pemeriksaan Sampel Air Sumur
Suatu penelitian terhadap kualitas air, tidak
semua parameter dan sifat-sifat air harus
diteliti. Hal ini sangat bergantung dari tujuan
penelitian tersebut. Tetapi lebih ditekankan
terhadap parameter yang berhubungan dengan
keamanan, penerimaan dan fungsi perairan
tersebut. Untuk analisis kualitas air dapat

Sumber : BTKL dan PPK Makassar

Metode Analisis Data


Penentuan Status Air Dengan Metode
Indeks Pencemaran berdasarkan Keputusan
Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor :
115 Tahun 2003.
Metode Storet
Metode Storet merupakan salah satu
metoda untuk penentuan status mutu air
yang umum digunakan. Dengan metoda
Storet ini dapat diketahui parameterparameter yang telah memenuhi atau
melampaui baku mutu air. Secara prinsip
metoda Storet adalah membandingkan
antara data kualitas air dengan baku mutu
air yang disesuaikan dengan peruntukan
guna menentukan status mutu air.
Metode Indeks Pencemaran
Pada metode IP (indeks pencemaran)
digunakan berbagai parameter kualitas air,
4

maka pada penggunaannya dibutuhkan nilai


rerata dari keseluruhan nailai Ci/Lij sebagai
tolak ukur pencemaran, tetapi nilai ini tidak
akan bermakna jika salah satu nilai Ci/Lij
bernilai >1. Jadi indeks ini harus mencakup
nilai Ci/Lij yang maksimum. Sumur akan
semakin tercemar untuk suatu peruntukan (j)
jika nilai (Ci/Lij R ) atau (Ci/Lij M) adalah
lebih besar dari 1,0. Jika nilai (Ci/Lij)M dan
atau nilai (Ci/Lij)R makin besar, maka tingkat
pencemaran suatu badan air akan semakin
besar pula.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Pengujian Sampel Air Tanah Dangkal
Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar

memenuhi standar, baik sifat fisik, kimia


maupun mikrobiologinya. Jika kualitas air
melampaui ambang batas maksimum yang
diperbolehkan berdasarkan Peraturan maupun
Keputusan Pemerintah, maka kualitas air
tersebut menurun sesuai peruntukkannya,
sehingga digolongkan sebagai air tercemar.
Sekitar wilayah kecamatan Tamalanreas ini
merupakan pemukiman dengan penduduknya
sebagian memanfaatkan air sumur dangkal
untuk keperluan minum, masak, mandi, cuci,
kakus dan juga keperluan rumah tangga
lainnya. Oleh karena itu kualitas airnya
ditetapkan berdasarkan Peraturan Gubernur
Sulawesi Selatan No. 69 Tahun 2010.
Hasil penelitian kualitas air sumur dangkal
di kecamatan Tamalanrea baik sifat fisik,
kimia, dan mikrobiologi dapat dilihat pada
Tabel dibawah:

Kualitas air minum yang digunakan untuk


keperluan rumah tangga (minum, masak,
mandi, cuci dan kakus), secara ideal harus
Tabel 3.Hasil Pengukuran Kualitas Air sumur Dangkal di Kecamatan Tamalanrea

Sumber : BTKL dan PPK 1 Makassar

Keterangan :

= Nilai yang melampaui ambang batas maksimum yang diperbolehkan.

Analisis Data

pengukuran tidak memenuhi baku mutu air


yaitu bila hasil pengukuran > baku mutu air,
maka diberi skor:

Metode Storet
Metode Storet merupakan salah satu metoda
untuk penentuan status mutu air yang umum
digunakan. Dengan metoda Storet ini dapat
diketahui parameter-parameter yang telah
memenuhi atau melampaui baku mutu air.
Secara prinsip metoda Storet adalah
membandingkan antara data kualitas air dengan
baku mutu air yang disesuaikan dengan
peruntukan guna menentukan status mutu air.
Apabila hasil pengukuran mutu air memenuhi
baku mutu airnya yaitu bila hasil pengukuran <
baku mutu, maka diberi nilai 0, apabila hasil

Tabel 4. Penentuan sistem nilai untuk


menentukan status mutu air

Berikut ini adalah hasil analisis data dengan


menggunakan metode Storet:

Tabel 5. hasil analisis data dengan menggunakan metode Storet

Sumber : Analisis data

Berdasarkan hasil analisis data dengan


menggunakan metode storet dengan melihat
standar baku mutu air kelas I menurut
Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan No. 69
Tahun 2010, Kecamatan Tamalanrea Kota
Makassar ini memperoleh jumlah skor =-9,83.
Maka menurut analisis metode Storet (tabel
2.3), Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar
termasuk dalam kelas B (Baik) atau cemar
ringan jika diperuntukkan untuk air minum
(kelas I).

Metode Indeks Pencemaran


Indeks Pencemaran (Pollution Index)
digunakan
untuk
menentukan
tingkat
pencemaran relatif terhadap parameter kualitas
air yang diizinkan (Nemerow, 1974). Harga
Indeks pencemaran ini dapat ditentukan dengan
cara :

1. Pilih parameter-parameter yang jika harga


parameter rendah maka kualitas air akan
membaik.
2. Pilih konsentrasi parameter baku mutu yang
tidak memiliki rentang.
3. Hitung harga Ci/Lij untuk tiap parameter
pada setiap lokasi pengambilan cuplikan.
4. a.Jika nilai konsentrasi parameter yang
menurun menyatakan tingkat pencemaran
meningkat, misal DO. Tentukan nilai
teoritik atau nilai maksimum Cim (misal
untuk DO, maka Cim merupakan nilai DO
jenuh). Dalam kasus ini nilai Ci/Lij hasil
pengukuran digantikan oleh nilai Ci/Lij
hasil perhitungan, yaitu :
- untuk Ci Lij rata-rata

1.
2.

3.
4.

b. Jika nilai baku Lij memiliki rentang


- untuk Ci Lij rata-rata

- Untuk Ci > Lij rata-rata

c. Keraguan timbul jika dua nilai (Ci/Lij)


berdekatan dengan nilai acuan 1,0, misal
C1/L1j = 0,9 dan C2/L2j = 1,1 atau
perbedaan yang sangat besar, misal C3/L3j
= 5,0 dan C4/L4j = 10,0. Dalam contoh ini

tingkat kerusakan badan air sulit ditentukan.


Cara untuk mengatasi kesulitan ini adalah :
Penggunaan nilai (Ci/Lij) hasil pengukuran
kalau nilai ini lebih kecil dari 1,0.
Penggunaan nilai (Ci/Lij)baru jika nilai
(Ci/Lij)hasil pengukuran lebih besar dari
1,0. (Ci/Lij)baru = 1,0 P.log(Ci/Lij)hasil
pengukuran P adalah konstanta dan nilainya
ditentukan dengan bebas dan disesuaikan
dengan hasil pengamatan lingkungan dan
atau persyaratan yang dikehendaki untuk
suatu peruntukan (biasanya digunakan nilai
5).
Tentukan nilai rata-rata dan nilai maksimum
dari keseluruhan Ci/Lij ((Ci/Lij)R dan
(Ci/Lij)M).
Tentukan harga PIj

Evaluasi terhadap nilai PI (Pollution


Index):

0 Pij 1,0 = memenuhi


baku mutu (kondisi baik)
1,0 Pij 5,0 = cemar ringan
5,0 Pij 10 = cemar sedang
Pij 10
= cemar berat
Berdasarkan cara yang ditentukan oleh
metode indeks pencemaran hasil harga indeks
pencemaran di sekitar wilayah Kecamatan
Tamalanrea adalah:

Tabel 6. Hasil analisis data sumur 1-6 dengan metode Indeks Pencemaran

Sumber: analisis data


7

Seperti yang terlihat pada tabel 6. (PIj),


maka dapat dibuat diagram:

Gambar 2. diagram Indeks Pencemaran (Pij)

Berdasarkan hasil analisis data dengan


menggunakan metode pollution index (PI)
dengan melihat standar baku mutu air kelas I
menurut Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan
No. 69 Tahun 2010, Kecamatan Tamalanrea
Kota Makassar ini memperoleh jumlah indeks
pencemaran rata-rata (PIrata-rata) = 2,84. Maka
menurut Pergub No. 69 Tahun 2010,
Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar
termasuk
dalam
kategoricemar
ringandiperuntukkan sebagai air minum
(kelas I).
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
Beberapa kesimpulan yang dapat diperoleh
dari hasil pengamatan dan analisis terhadap
data kualitas air sumur dangkal di kecamatan
Tamalanrea kota Makassar adalah sebagai
berikut :
1. Berdasarkan hasil analisis pengujian sampel
air sumur dangkal di kecamatan Tamalanrea
secara Fisik, Kimia, dan Mikrobioogi
diperoleh hasil dari tiaptiap lokasi sumur
yaitu hanya 27 parameter yang melampaui
ambang batas Baku Mutu Air Kelas I
berdasarkan Peraturan Gubernur Sulsel
No.69 tahun 2010 dan 81 parameter yang
masih memenuhi ambang batas dari 108
parameter yang diujikan.
2. Berdasarkan hasil analisis data dengan
menggunakan:
a. Metode Storet dalam mengidentifikasi
tingkat pencemaran air sumur dangkal
di
Kecamatan
Tamalanrea
kota

Makassar diperoleh rata-rata hasil


analisis dari lokasi titik sumur yaitu
-9,83 termasuk kelas B (Baik) atau
Cemar Ringan.
b. Metode Indeks Pencemaran dalam
mengidentifikasi tingkat pencemaran air
sumur
dangkal
di
Kecamatan
Tamalanrea kota Makassar diperoleh
nilai rata-rata indeks pencemaran yaitu
2,84 termasuk ke dalam kategori
Cemar Ringan.
SARAN
1. Diharapkan
adanya
studi
yang
dilakukan dengan menggunakan metode
lain, sehingga didapatkan hasil yang
saling melengkapi antara satu dengan
lainnya.
2. Diharapkan
adanya
perhatian
pemerintah untuk mengadakan solusi
untuk mencari sumber air yang lain
agar masyarakat tidak bergantung
kepada air tanah dangkal (air sumur)
misalnya
dengan
memperluas
pengadaan aliran air dari PDAM atau
bak-bak penampungan air baku di
setiap daerah yang belum terjangkau
instalasi PDAM.
3.
Pemerintah Kota Makassar perlu
secepatnya melakukan usaha-usaha
untuk mengatasi pencemaran air,
khususnya air sumur dangkal, dengan
cara memperbaiki konstruksi sumur
(dinding beton, penutup sumur) dan
juga melakukan sanitasi.
4. Pada sumur yang sudah tercemar,
penanganan pertama cukup diberikan
gas chlor atau kaporit sebagai
desinfektan di bak penampungan, dan
dapat langsung didistribusikan ke
pengguna.
DAFTAR PUSTAKA
Alaerts, G. dan Santika. 1987. Metode
Penelitian
Air, Usaha Nasional
Surabaya.
Balai Teknik Kesehatan Lingkungan. 2012.
Data Baku Mutu Kualitas Air.
Makassar.
8

Barus. 2004. Pengantar Limnology, Studi


Tentang Ekosistem Air Daratan. USU
Press. Medan.
Departemen Permukiman dan Prasarana
Wilayah. 2002. Tinjauan Umum
Kualitas
Lingkungan
Keairan
Indonesia, Puslitbang SDA, Bandung.
Fakhrroja, H. 2010. Membuat Sumur di
Berbagai Lahan. Griya
Kreasi,
Bandung.
Gubernur Sulawesi Selatan. 2010. Surat
Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan
Nomor 69 Tahun 2010 tentang Baku
Mutu Air Berdasarkan Kelas Air.
Makassar.
Hadi, A. 2005. Prinsip Pengambilan Sampel
Lingkungan. Gramedia Pustaka Utama,
Jakarta.
Kementrian
Lingkungan
Hidup.
2003.
Keputusan Menteri Negara Lingkungan
Hidup, No. 115 tahun 2003, tentang
Pedoman Penentuan Status Mutu Air,
Jakarta.

Kementerian Negara Lingkungan Hidup. 2001.


Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun
2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air
dan Pengendalian Pencemaran Air
.Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Jakarta.
Rahadi, B., Novia, L., 2012. Studi Kasus
Kabupaten
Sumenep.
Penentuan
Kualitas Air Tanah, 8, 97-104.
Saeni, M., 2010. Kualitas Air Tanah Dangkal
Daerah Pemukiman di Kabupaten
Bekasi, 12, 42-54.
Warsito D 1994, Sumber Daya Air dan
Lingkungan, Pusat Pengembangan
Tenaga Pertambangan, Bandung.