Anda di halaman 1dari 6

SEJARAH & DINAMIKA

KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA


Cikal bakal lahirnya wadah berhimpun kepemudaan bermula akibat kegelisahan
Kaum muda, baik secara individual maupun secara organisasi sulit untuk melakukan gerakan
mencapai sasaran bersama ditengah situasi konflik nasional pada era 70-an. Kelompokkelompok mahasiswa dan kepemudaan pada masa itu tidak mampu menyatukan visi
kepemudaan sehingga berjuangan sendiri sesuai dengan kepentingan ideologi dan
kepentingan politik masing- masing kelompok dalam tataran pergerakan pemuda. Namun
begitu, satu hal yang masih disadari adalah bahwa peran yang lebih berarti yang dapat
dimainkan oleh kaum muda dalam kehidupan bangsa dan negara bisa dilakukan apabila
persatuan dan kesatuan sebagai semangat tetap dijiwai kaum muda dan pengejawantahan
dalam wujud fisik.
Sewaktu melakukan kiprah sendiri-sendiri, pertanyaan-pertanyaan tentang
persatuan dan kesatuan pemuda serta perwujudan wajah fisiknya menjadi suatu yang lebih
sentral dalam pemikiran kaum muda. Dalam keadaan ini, kaum muda menyadari bahwa
diperlukan suatu orientasi baru dalam melihat persoalan bangsa dan negara. Orientasi baru
tersebut akan berorientasi pada pemikiran yang jauh melebihi kelompoknya sendiri, sehingga
dapat menjangkau seluruh bangsa dimasa kini dan masa yang akan datang. Masalah ini juga
menjadi perhatian kekuatan sosial politik yang tengah tumbuh sebagai suatu gejala dalam
kehidupan politik di Indonesia yaitu lahirnya golongan politik baru sebagai fenomena baru
dalam sistem politik di Indonesia.
Pengaruh Perang Dingin yang berlangsung semenjak berakhirnya Perang Dunia II
juga turut mempengaruhi kehidupan kepemudaan dan kemahasiswaan antar bangsa.
Terbentuknya organisasi-organisasi profesi merupakan strategi peredam pengaruh
persaingan dua dua kekuatan Perang Dingin, termasuk juga kehidupan kepemudaan dan
kemahasiswaan antarbangsa. Pada 1972 Uni Sovyet membentuk World Federation of
Democratic Youth (WFDY) yang bermarkas di Praha, Cekoslovakia untuk menandingi
pengaruh World assembly of Youth (WAY) sebuah badan pemuda internasional Perserikatan
Bangsa Bangsa (PBB yang banyak dipengaruhi oleh Amerika Serikat. Kehidupan dunia
kepemudaan pada masa setelah kemunduran kelompok pemuda memiliki beberapa ciri
menarik yang dapat dilihat dari perkembangannya. Salah satu ciri tersebut adalah bahwa
dunia kepemudaan lebih didominasi oleh para mahasiswa. Penyebabnya adalah karena
pemimpin-pemimpin organisasi pemuda lebih banyak dipegang oleh para aktivis mahasiswa
juga. Di samping itu, faktor lainnya adalah sikap independensi yang ditampilkan oleh
organisasi mahasiswa ikut mendorong pengaruhnya dimasyarakat ketimbang organisasi
pemuda yang lebih banyak menjadi underbow partai politik.
Kekuatan politik utama Orde Baru segera melakukan pendekatan yang dilakukan
oleh Median Sirait (sekjend Papelmacenta), Abdul Gafur (kemudian menjadi Menteri pemuda
dan Olahraga) serta David Napitupulu terhadap organisasi kemahasiswaan untuk
mensosialisasikan gagasan pembentukan wadah kepemudaan tingkat nasional. Perundingan
dilakukan sebagai penjajagan yang lebih konkret dimulai dengan pertemuan-pertemuan

informal secara bilateral antara Sekretaris Papelmacenta dengan Ketua GMNI Suryadi, Ketua
HMI Akbar Tandjung, dan pimpinan organisasi mahasiswa lainnya seperti PMII, PMKRI, GMKI
yang saat itu tergabung dalam kelompok Cipayung. Pendekatan terhadap organisasi
kepemudaan dilakukan sama seperti yang telah dilakukan terhadap organisasi
kemahasiswaan. Pertemuan ini antara lain dilakukan dengan GPM (Gerakan Pemuda
Marhaen), GP Anshor, dan lain-pain. Pertemuan dilakukan secara kontinyu, dan praktis
merupakan penyeragaman visi tentang urgensi wadah berhimpunan pemuda dan mahasiswa
secara nasional.
DEKLARASI PEMUDA INDONESIA
Komite Nasional Pemuda Indonesia dideklarasikan pada 23 Juli 1973 oleh David
Napitupulu yang juga menjadi Ketua Umum KNPI pertama. Dalam sambutannya ia
mengatakan bahwa KNPI berbeda dengan bentuk organisasi pemuda yang dikenal
sebelumnya, seperti Front Pemuda yang bersifat federasi yang anggotanya terdiri dari ormasormas pemuda, Komite ini tidak mengenal keanggotaan ormas, oleh karena itu Komite ini
bukanlah suatu federasi. Dengan memberanikan diri menampilkan tokoh-tokoh eksponen
pemuda yang bersumber dari semua ormas-ormas pemuda yang ada ditingkat nasional
sebagai orang yang dipercaya sebagai pemimpin KNPI.
Momentum Deklarasi Pemuda Indonesia, tanggal 23 Juli 1973, merupakan landasan
kelahirannya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), muncul dari sebuah kesadaran akan
tanggung jawab pemuda Indonesia dalam mengerahkan segenap upaya dan kemampuan
untuk menumbuhkan, meningkatkan, dan mengembangkan kesadaran sebagai suatu bangsa
yang merdeka dan berdaulat berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 (UUD
1945). Deklarasi Pemuda bertujuan menindaklanjuti isi pesan suci Sumpah Pemuda yang telah
menggariskan kebutuhan keberhimpunan, dengan menyatukan satu bangsa, satu tanah air,
satu bahasa, dan ikut mengisi kemerdekaan. KNPI dalam kiprahnya kemudian menjadi
perangkat paling efektif untuk mengukur dinamika kelompok pemuda yang sejak lahirnya
Orde Baru melupakan kelompok yang paling potensial mengganggu kekuasaan rejim.
PERMUFAKATAN PEMUDA INDONESIA
Pada tahun 1987 pemerintah bertekad untuk melaksanakan Pancasila dan UUD 1945
secara murni dan konsekuen dengan menjadikan Pancasila sebagai satu-satunya asa dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam konteks kehidupan organisasi
di masyarakat tekad di atas mendorong ditetapkannya Undang-undang No. 8 tahun 1985
tentang Organisasi Kemasyarakatan yang berimplikasi terhadap eksistensi dan posisi KNPI
termasuk organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, sehingga pada tahun 1987 tercetuslah
Permufakatan Pemuda Indonesia. Hal tersebut semakin meneguhkan tekad para Organisasi
Kemasyarakatan Pemuda (OKP) untuk berhimpun dalam wadah KNPI sebagai forum

komunikasi, kaderisasi, pastisipasi, dan dinamisasi Pemuda Indonesia dalam menjawab


tantangan pembangunan masa depan bangsa. Istilah atau terminologi berhimpun diambil
dari istilah yang digunakan dalam penjelasan undang-undang No. 8 tahun 1985, yang dalam
perkembangan selanjutnya, setelah dikukuhkan dalam permufakatan pemuda Indonesia,
kemudian dijabarkan secara operasional dalam kongres Pemuda/KNPI V tahun 1987 melalui
keikutsertaan OKP sebagai peserta kongres dan keberadaan OKP sebagai anggota wadah
berhimpun KNPI.
TEKAD PEMUDA INDONESIA
Memasuki era reformasi yang digulirkan oleh sebagian pemuda dan mahasiswa
tahun 1998 lalu, agenda reformasi yang dicita-citakan sekan jauh panggang dari api. Indonesia
tetap saja mengalami krisis. Krisis tersebut dapat dikatakan sebagai Krisis multidimensi, sebab
hampir semua lini aspek kehidupan mengalaminya. Padahal, reformasi diharapkan bakal lebih
baik dari pada zaman orde baru. Oleh karena itu, harapan masyarakat adalah agar krisis yang
tengah terjadi di Indonesia tercinta ini harus dapat diatasi oleh segenap elemen masyarakat,
khususnya para pemuda sebagai penerus masa depan bangsa. Gejala kronis yang muncul
beberapa tahun sebelum runtuhnya orde baru, bahwa KNPI tidak lagi mampu menampung
aspirasi pemuda Indonesia. Pasca 1998 kenyataan pahit diterima KNPI, karena KNPI bukan
lagi merupakan indikator penentu organisasi pemuda di Indonesia. Eksistensi KNPI secara
mendasar mendapat peninjauan ulang. Kita ketahui pada masa orde baru, KNPI merupakan
satu-satunya institusi pemuda yang seiring sejalan dengan pemerintah, dengan segala fasilitas
dan kemudahan KNPI dari Negara.
Khawatir dengan keterpukuran posisi KNPI sebagai instrumen kepemudaan dan
mengkristalnya Bangsa Indonesia pada arah disintegrasi bangsa maka tanggal 4 Nopember
1999 di Caringin-Bogor dicetuskanlah Tekad Pemuda Indonesia yang berpegang pada
semboyan Kita Semua Satu, Satu Dalam Cita, Satu Dalam Rasa, Indonesia. Atas tekad ini
pula KNPI telah menjadi salah satu yang tidak tergerus oleh laju gerakan reformasi yang lahir
akibat krisis multi dimensi di atas dan secara fundamental reformasi telah merombak tatanan
kehidupan berbangsa dan bernegara.

PARADIGMA BARU KNPI


Zaman jauh sudah sangat berubah, dimana tantangan semakin kompetitif dan
peluang semakin selektif. Dunia semakin mengglobal dengan munculnya fenomena pola
hubungan masyarakat yang mendunia yang ditandai oleh kian minimnya sekat atau batas
negara, sehingga memungkinkan derasnya arus perputaran modal dan jasa keseluruh pelosok
dunia yang mempengaruhi integritas nasional. Kesemuanya hanya mungkin dijalani dengan
kualitas kompetensi yang berdaya saing.
Sementara dalam skala nasional, era reformasi diharapkan menjadi dasar bagi
tumbuhnya suatu masyarakat baru, yang berbasis pada perubahan paradigma yang terjadi.
1. Paradigma dari negara kepada masyarakat yang mengindikasikan bekerjanya fungsifungsi institusi masyarakat secara independen guna memenuhi tujuannya dalam suatu
komunitas kelompok masyarakat secara keseluruhan. Dalam prakteknya tatanan dapat
terwujud dalam kelompok masyarakat yang saling berinteraksi atau menciptakan
interkoneksitas berdasar fungsi yang diemban, sehingga pembangunan menurut
konsepsi kemandirian lokal, adalah kegiatan yang sepenuhnya diprakarsai dan
dilaksanakan oleh masyarakat sebagai subyek pembangunan, dan disisi lain pemerintah
dalam posisinya juga menjadi subyek pembangunan untuk menjalankan fungsi sebagai
fasilitator.
2. Perubahan paradigma dari sentralistik ke desentralistik mengindikasikan bekerjanya
proses demokrasi atas prestasi masyarakat, yakni dengan diselenggarakannya kebijakan
otonomi daerah tidak hanya dipandang sebagai bagiandari sebahagian pelimpahan
kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, tetapi jauh lebih penting
adalah dasar atas pergeseran peran pemrakarsa dan pelaksana pembangunan dari
pemerintah ke masyarakat.
Tanggungjawab persiapan dan perencanaan regenerasi tersebut adalah menjadi
tanggung jawab dan beban besar pemuda dengan kata lain bahwa peran strategis pemuda
sebagai bagian dari komponen ekosistem sebuah komunitas melalui dialetika jalinan
fungsionalnya akan menciptakan relasi saling memberi. Sebuah masyarakat dari masyarakat
akan berkembang sebagai mana dicita-citakan jika pemuda berpihak terhadap
masyarakatnya, sementara pemuda itu sendiri akan tumbuh sebagai pembaharu jika dalam
masyarakatnya tumbuh butir-butir kehidupan yang demokratis. Untuk itulah sangat
diharapkan agar KNPI dapat mengemban peran fungsinya secara maksimal sebagai wadah
pemersatu dan laboratorium kader pemuda Indonesia, sudah sepantasnya muatan haluan
kerjanya ke arah pemberdayaan pemuda, dimana sekian lama ditinggalkan, padahal dalam
muatan pemberdayaan Pemuda itulah termaktub visi tentang masa depan pemuda dalam
mengemban amanah regenerasi.

SATU KNPI, SATU PEMUDA, SATU INDONESIA


Berdasarkan atas semangat tersebut, maka Kongres X Pemuda/KNPI yang
dilaksanakan 15 18 Desember 2002 di Asrama Haji Jawa Barat di Bekasi menetapkan
PARADIGMA BARU KNPI 2020, yang diharapkan menjadi rumusan strategi dasar (Patron)
jangka panjang KNPI, yang akan menjadi acuan dasar dalam penjabaran kebijakan organisasi
dalam setiap periodesasi kepengurusan. KNPI sampai dengan tahun 2020, dalam rangka
untuk mengaktualkan peran pemuda Indonesia dalam mengantarkan masyarakat dan bangsa
Indonesia menuju kompetisi global.
Terhitung sejak Oktober 2008, konstalasi kepemudaan nasional telah disuguhi fakta
adanya Dualisme Kepengurusan KNPI sebagai produk dua Kongres Pemuda (Kongres Ancol
dan Kongres Bali) yang telah memecah belah sikap keberhimpunan Organisasi
Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Tingkat Nasional dan DPD KNPI Provinsi se-Indonesia. Inilah
catatan paling kelam dalam sejarah pemuda pergerakan atau kelembagaan pemuda di
Indonesia. Dipicu karena perbedaan cara pandang dalam mekanisme organisasi KNPI. Namun
Kongres ke-XIII tahun 2011, berhasil mempersatukan kembali KNPI. Satu Knpi, Satu Pemuda,
Satu Indonesia, dan berhasil merumuskan 3 mainstream dalam pergerakan KNPI, yaitu :
1. Pengembangan jati diri pemuda, KNPI menjadi kawah candradimuka pemuda dalam
mengembangkan segenap potensi untuk tampil sebagai pemimpin masa depan. Jati Diri
pemuda harus bisa mewarnai Indonesia.
2. Memupuk rasa nasionalisme dan kebangsaan di kalangan pemuda Indonesia.
Nasionalisme adalah bagaimana kita, sebagai pemuda bangga, cinta dan berkeinginan kuat
untuk membuktikan kebanggaan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
3. Kemandirian dalam konteks optimalisasi bidang ekonomi, politik dan sosial budaya.
Kemandirian dan penguasaan lifeskill adalah kunci pemuda untuk meningkatkan harga
dirinya.
KNPI adalah organisasi yang didedikasikan untuk membangun pemuda Indonesia.
Melalui KNPI, pemuda Indonesia bisa bergerak dalam satu semangat dan visi yang sama.
Ketika pemuda bersatu, akan lahir kekuatan maha dahsyat yang akan membuat bangsa
Indonesia kembali berjaya. KNPI sebagai wadah berhimpunnya para pemuda, yang akan
menjadi ajang adu kreativitas maupun arena berpikir serta melakukan aksi nyata bagi
kehidupan kebangsaan. KNPI sebagai perekat semua stake holder, yang akan memberikan
solusi kongkrit terkait dengan persoalan serta dinamika keorganisasian. KNPI sebagai
community of idea, sebuah komunitas yang memberikan inspirasi bagi masyarakat, baik antar
sesama pemuda, masyarakat dan pemerintah. Dengan terobosan yang mampu melahirkan
program-program kerakyatan yang bermuara pada nilai-nilai Pancasila.