Anda di halaman 1dari 6

BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


A.

Potensi

organisasi

kepemudaan

untuk

menjadi

agen

penyelesaian konflik
1. Sejarah terbentuknya organisasi dan Visi misi Organisasi
Kepemudaan.
I.

Wawancara dengan Ade, Organisasi KNPI Kota Makassar


(tanggal...........:
Sejarah perkembangan organisasi pemuda Komite Nasional
Pemuda Indonesia yang sering di singkat KNPI Kota Makassar,
menurut Ade adalah sebuah wadah organisasi kepemudaan yang
memiliki potensi pemuda di suatu wilayah. Seperti KNPI Kota
Makassar,

dewan

pengurus

daerah

membawahi

14

dewan

pengurus tingkat Kecamatan. Jadi organisasi KNPI Kota Makassar


lebih kepada berhimpun organisasi-organisasi yang menamakan
dirinya organisasi kepemudaan. KNPI Kota Makassar memiliki 47
Organisasi Kepemudaan (OKP) yang berada di tingkatan pengurus
dan

di

tambah

anggota

pengurus

yang

lama

sebagai

kesinambungan kerja-kerja organisasi. Kriteria atau standar OKP


yang bergabung di KNPI Kota Makassar harus terdaftar di Kesbang
Provinsi

dan

Kesbang

Kota

Makassar.

Sementara

organisasi

pemuda Karang Taruna yang berbasis Kecamatan sudah tidak lagi


bergabung di organisasi KNPI karena sudah diidentifikasikan
sebagai Organisasi Masyarakat (Ormas).
Sekertaris Umum KNPI Kota Makassar ini tidak mengetahui
pasti kapan KNPI Kota Makassar terbentuk, namun ade melihat
bahwa filosofi hadirnya organisasi KNPI tidak terlepas dari besarnya
kekuatan potensi kelompok pemuda yang harus di salurkan melalui
kelembagaan, hal ini untuk memanilisir potensi yang negatif yang
tidak terarah dan akibat kegelisahan Kaum muda, baik secara
individual

maupun

secara

organisasi

sulit

untuk

melakukan

gerakan mencapai sasaran bersama ditengah situasi konflik


nasional pada era 70-an
secara filosofi, kenapa mesti dilahirkannya KNPI Itu
adalah kita tau bahwa sejarah berdirinya, hadir dan
mengawal republik ini tidak terlepas dari potensi-potensi
kelompok

pemuda,

alasannya

luar

biasa

kekuatan

potensi dan hal-hal yang bisa dilakukan pemuda serta


bisa membawa kebaikan dan jika tidak diperbaiki akan
membawa malapetaka, itulah logika sederhana kami.
Jadi sebuah potensi dan kekuatan terarah dengan baik
akan

lebih

bagus

ketimbang

hal-hal

tersebut

terceraiberai (ade, pukul 20.30)


Lebih daripada itu bahwa KNPI Kota Makassar merupakan
forum komunikasi riil antar generasi muda di Indonesia serta
menampilkan kegiatan-kegiatan pemuda sebagai indikator adanya
komunikasi antar generasi muda serta sebagai wadah mempererat
silaturahmi, dan juga sebagai wadah laboratorium kepemimpinan
yang dimana disitulah tempat kader-kader terbaik dari OKP untuk
menjadi calon-calon pemimpin dimasa mendatang.
Meskipun dalam perjalanan selanjutnya KNPI ternyata lebih
merupakan alat politik pemerintah orde baru yang dijadikan
lembaga yang di atas namakan pemuda bagi program-program
yang dicanangkan pemerintah. Demikian hanya yang dilakukan
oleh orang-orang KNPI itu sendiri dijadikan sebagai sebuah
kendaraan politik untuk menduduki jabatan-jabatan setrategis di
pemerintahan sebagai timbal balik atas persetujuan yang telah
diberikannya. Kondisi semacam ini akhirnya mendorong sebagian
organisasi yang tergabung dalam komite ini menyatakan diri keluar
dari KNPI pada tahun 90-an.

II.

Wawancara Bayu, Organisasi Karang Taruna

III.

Wawancara Sofyan, Organisasi DKP KNPI Kecamatan Tallo


Kota Makassar:

IV.

Wawancara Zulfikar, Organisasi kartenz

V.

Wawancara Askar, Organisasi LP2M2

VI.

Wawancara Dani, Organisasi Remaja Mesjid Hidayatullah

2. Model struktur organisasi


I.

Wawancara Ade, Organisasi KNPI Kota Makassar:

II.

Wawancara Bayu, Organisasi Karang Taruna:

III.

Wawancara Sofyan, Organisasi DKP KNPI Kecamatan Tallo


Kota Makassar:
Wawancara Bayu, Organisasi kartenz
Wawancara Askar, Organisasi LP2M
Wawancara Dani, Organisasi Remaja Mesjid Hidayatullah

IV.
V.
VI.

3. Isu strategi atau pola gerakan kelembagaan pemuda


Dalam konteks ini, strategi dipahami sebagai langkah untuk
mencapai cita-cita lembaga
Sehubungan dengan penyelesaian konflik
Respon organisasi pemuda terhadap konflik sosial lahir atas
pendekatan
Wawancara Ade, Organisasi KNPI Kota Makassar:
Wawancara Bayu, Organisasi Karang Taruna:

I.
II.
III.

Wawancara Soyan, Organisasi DKP KNPI Kecamatan


Tallo Kota Makassar:

IV.
V.
VI.

Wawancara Bayu, Organisasi kartenz


Wawancara Askar, Organisasi LP2M
Wawancara Dani, Organisasi Remaja Mesjid Hidayatullah

4. kaderisasi dan doktrin kelompok.


I.
Wawancara Ade, Organisasi KNPI Kota Makassar:
II.
Wawancara Bayu, Organisasi Karang Taruna:
III. Wawancara Soyan, Organisasi DKP KNPI Kecamatan Tallo Kota
Makassar:
IV.
Wawancara Bayu, Organisasi kartenz

V.
VI.

Wawancara Askar, Organisasi LP2M


Wawancara Dani, Organisasi Remaja Mesjid Hidayatullah

5. model pengelolaan pendanaan


Hasil relis Kementerian Dalam Negeri terkait dengan pengelolaan
pendanaan

organisasi

sosial

kemasyarakatan

terdapat

50%

organisasi kemasyarakatan belum memiliki kemandirian dalam


pengelolaan dari 65.577 orgnisasi masyarakat yang terdaftar dan
setengahnya saja yang benar-benar menjalankan prinsip-prinsip
organisasi sosial kemasyarakatan.
I. Wawancara Ade, Organisasi KNPI Kota Makassar:
II. Wawancara Bayu, Organisasi Karang Taruna:
III.
Wawancara Soyan, Organisasi DKP KNPI Kecamatan
Tallo Kota Makassar:
IV. Wawancara Bayu, Organisasi kartenz
V. Wawancara Askar, Organisasi LP2M
VI. Wawancara Dani, Organisasi Remaja Mesjid Hidayatullah

B. Analisis dan Pembahasan


C. Strategi Organisasi Kepemudaan dalam Penyelesaian Konflik
Menurut Dharmawan (2007:11), secara umum strategi resolusi
konflik

sepantasnya

harus

dimulai

dengan

pengetahuan

yang

mencukupi tentang peta atau profil konflik sosial yang terjadi di suatu
kawasan. Dengan berbekal peta tersebut, segala kemungkinan dan
peluang reselusi konflik di perhitungkan dengan cermat , sehingga
setiap manfaat dan kerugiannya dapat dikalkulasi dengan baik.
Seringkali dijumpai banyak kasus bahwa sebuah pilihan solusitindakan rasional untuk mengatasi konflik sosial, tidaklah benar-benar
mampu menghapuskan akar persoalan konflik secara tuntas dan
menyeluruh. Pada kasus-kasus yang demikian itu, maka resolusi
konflik sepantasnya dikelola (conflik management) pada derajat dan
suasana yang sedemikian rupa sehingga ledakan berupa clashsosial yang bisa berdampak sangat destruktif dapat dihindarkan.

Oleh karena itu, menurut Dharmawan (2006: 12) salah satu


pendekatan dalam penyelesaian konflik adalah pendekatan resolusi
konflik dengan berbasis atau beriorentasi pengembangan struktur
kelembagaan melalui forum komunikasi dan memberdayakan ruang
komunikasi

publik

serta

membangun

kesepakatan

bersama

berbasiskan kemitraan dan saling pengertian.


Oleh karena itu, sejalan dengan pemikiran Dharmawan terkait
dengan resolusi konflik dengan salah satu pendekatan kelembagaan.
Maka penulis menganalisis pendekatan ini di Kelurahan Bunga Eja
Beru Kecamatan Tallo dengan menggunakan model relasi hubungan
antar lembaga dan pola gerakan organisasi dalam merespon konflik
sosial.
1. Relasi hubungan antar anggota lembaga dengan pihak lain
Penelitian ini ini akan menjawab relasi anatau hubungan antar
anggota lembaga dengan pihak lain
I.
Wawancara Ade, Organisasi KNPI Kota Makassar:
II.
Wawancara Bayu, Organisasi Karang Taruna:
III.
Wawancara Soyan, Organisasi DKP KNPI Kecamatan
Tallo
IV.
V.
VI.

Kota Makassar:
Wawancara Bayu, Organisasi kartenz
Wawancara Askar, Organisasi LP2M
Wawancara
Dani,
Organisasi
Remaja

Mesjid

Hidayatullah
2.

Pola gerakan organisasi dalam merespon konflik sosial


(strategi penyelesaian konflik)
I. Wawancara Ade, Organisasi KNPI Kota Makassar:
II. Wawancara Bayu, Organisasi Karang Taruna:
III.
Wawancara Soyan, Organisasi DKP KNPI Kecamatan
Tallo Kota Makassar:
IV. Wawancara Bayu, Organisasi kartenz
V. Wawancara Askar, Organisasi LP2M
VI. Wawancara
Dani,
Organisasi
Remaja
Hidayatullah

D. Analisis dan Pembahasan


1. Tipologi Informan

Mesjid

Dalam penelitian ini para informan adalah para pemuda yang


berhimpun dalam organisasi kepemudaan yang berada di Kelurahan
Bunga eja Beru Kecamatan Tallo kota makassar. Kriteria yang di
gunakan adalah anggota pengurus organisasi kepemudaan yang
mengalami langsung kondisi konflik yang terjadi ..................
Sehubungan dengan permasalahan atau tema yang akan diteliti
yaitu peran organisasi kepemudaan dalam penyelesaian konflik,
maka tipologi informan dari segi organisasi kepemudaan berbedabeda antara organisasi yang lain serta
Berdasarkan kriteria