Anda di halaman 1dari 3

1.

Apa tindakan pertama yang harus kita lakukan dengan pasien yang
mengalami penurunan kesadaran?
2. Bagaimana interpretasi koma dari penilaiaan GCS?
3. Apa yang di maksud mati dan pembagiannya?
4. Bagaimana cara pemeriksaan vegetatif?

Jawab:
1. Nk
2. Interpretasi dari pemeriksaan GCS:
Composmentis:
15
Apatis:
13-14
Somnolen:
9-12
Stupor-koma:
7-8
Koma:
<7
Koma dengan kematian otak: 3
3. Mati menurut ilmu kedokteran didefinisikan sebagai berhentinya fungsi
sirkulasi dan respirasi secara permanen (mati klinis)
Mati somatis (mati klinis) ialah suatu keadaan dimana oleh karena sesuatu
sebab terjadi gangguan pada ketiga sistem utama tersebut yang bersifat

menetap
Mati suri (apparent death) ialah suatu keadaan yang mirip dengan
kematian somatis, akan tetapi gangguan yang terdapat pada ketiga sistem
bersifat sementara. Kasus seperti ini sering ditemukan pada kasus

keracunan obat tidur, tersengat aliran listrik dan tenggelam


Mati seluler (mati molekuler) ialah suatu kematian organ atau jaringan
tubuh yang timbul beberapa saat setelah kematian somatis. Daya tahan
hidup masing-masing organ atau jaringan berbeda-beda, sehingga

terjadinya kematian seluler pada tiap organ tidak bersamaan


Mati serebral ialah suatu kematian akibat kerusakan kedua hemisfer otak
yang irreversible kecuali batang otak dan serebelum, sedangkan kedua

sistem lainnya yaitu sistem pernapasan dan kardiovaskuler masih

berfungsi dengan bantuan alat


Mati otak (mati batang otak) ialah kematian dimana bila telah terjadi
kerusakan seluruh isi neuronal intrakranial yang irreversible, termasuk
batang otak dan serebelum. Dengan diketahuinya mati otak (mati batang
otak) maka dapat dikatakan seseorang secara keseluruhan tidak dapat
dinyatakan hidup lagi, sehingga alat bantu dapat dihentikan

4. Pemeriksaan vegetatif :

Vasomotorik : bila pembuluh darah digores maka akan merah

Sudomotorik : berkeringat

Pilo-erektor : rasa dingin dimana tangan pemeriksa setelah memegang es,


lalu memegang pasien

Miksi

Defekasi

Potensi libido

DAFTAR PUSTAKA
1. Baehr, M. dan M. Frotscher. Diagnosis Topik dan Neurologi DUUS, Anatomi
Fisiologi TandaGejala Jakarta: EGC. 2010.Bickley, Lynn; Szilagui, Peter
(2007).

2. Bates' Guide to Physical Examination and History Taking (9th ed.).


Lippincott Williams & Wilkins.ISBN0-7818-6718-0. Campbell, William W.
2005.
3. DeJong's The Neurologic Examination, 6th Edition. LippincottWilliams &
Wilkins.
4. Lumbantobing, S.M. Neurologi Klinik, Pemeriksaan Fisik dan Mental .
Jakarta: Fakultas KedokteranUniversitas Indonesia. 2011.