Anda di halaman 1dari 9

Obat adalah senyawa kimia yang memiliki sifat dan efek yang beraneka ragam pada

tubuh. Tujuan terapi obat adalah untuk mencegah, menyembuhkan atau


mengendalikan berbagai keadaan penyakit. Untuk mencapai tujuan ini, dosis obat yang
cukup harus disampaikan kepada jaringan target sehingga kadarnya terapeutik (kadar
untuk terapi) . Obat dapat berefek pada tubuh ketika sudah dicerna dan diserap oleh
tubuh . Setelah obat masuk ke dalam lambung, ada obat yang akan langsung berefek,
namun sebagian besar obat akan berefek ketika memasuki usus halus, karena usus
halus memiliki permukaan yang lebih luas. Untuk memperoleh hasil yang optimal pada
tubuh, selain dosis yang tepat maka obat juga harus diminum pada waktu yang tepat.
Ketepatan di sini adalah tepat sesudah atau sebelum makan atau tepat saat pagi atau
malam hari. Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt. dalam bukunya Cara Cerdas Mengenali
Obat menjelaskan mengenai waktu minum obat berdasarkan golongan
penggunaannya.Berikut ini waktu-waktu optimal meminum obat yang baca dari buku
tersebut :

1. Obat diabetes dan penguat jantung

Waktu terbaik untuk meminum obat jenis ini adalah pukul 04.00-05.00 pagi. Tubuh
manusia paling sensitif terhadap insulin pada pukul 04.00-05.00 pagi, sehingga jika

diberikan pada saat itu, akan memberikan efek yang optimal, walaupun dalam dosis
lebih kecil. Efek obat penguat jantung juga lebih tinggi, mencapai 10-20 kali lipat pada
jam tersebut dibandingkan waktu-waktu yang lain.Obatdiuretik (pelancar air seni)

Obat ini paling baik digunakan pada pukul 07.00 pagi. Sangat penting untuk
menggunakan obat pelancar air seni pada waktu yang tepat karena hal ini terkait
dengan fungsi ginjal dan hemodinamik. Selain itu juga pada umummnya pasien dalam
keadaan terjaga sehingga tidak mengganggu waktu tidur.

2. Penurun tekanan darah (anti hipertensi)

Waktu yang paling baik adalah pukul 09.00-11.00 pagi. Riset menunjukkan bahwa
tekanan darah mencapai angka paling tinggi pada jam-jam diatas dan yang paling
rendah adalah pada malam hari setelah tidur. Sehingga secara umum, sebaiknya obat
anti hipertensi diminum pada pagi hari. Perlu hati-hati jika obat anti hipertensi
diminum malam hari karena mungkin terjadi penurnan tekanan darah yang berlebihan
pada saat tidur. Namun demikian, untuk masing-masing obat anti hipertensi bisa
berbeda-beda aturannya. Ikuti saja sesuai petunjuk dokter.

3. Anti Asma

Waktu yang terbaik untuk meminum obat jenis ini adalah pukul 15.00-16.00 sore. Hal
ini karena pada saat itu produksi steroid tubuh berkurang dan mungkin akan
menyebabkan serangan asma pada malam hari. Karena itu, jika steroid dihirup sore
hari, diharapkan akan mencegah serangan asma pada malamnya.

4. Anti Anemia

Waktu yang paling baik adalah pukul 20.00 malam. Penggunaan obat anti anemia pada
waktu ini memberikan efek 3-4 kali lebih baik daripada waktu siang hari.

5. Obat penurun kolesterol

Waktu yang paling baik adalah pada pukul 19.00-21.00 malam, karena akan
memberikan efek lebih baik.

Penjelasan diatas hanyalah panduan umum waktu untuk meminum obat. Jika sudah
ada aturan pakai dari apotek, maka gunakan aturan yang telah diberikan.

Sumber : Cara Cerdas Mengenali Obat (2010) oleh Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt.

https://haulaini.wordpress.com/2014/02/26/obat-dan-waktu-penggunaan/

Informasi Tambahan dalam Penyerahan Obat


Dianjurkan agar pada proses penyerahan obat kepada pasien, selalui disertai dengan
informasi tambahan mengenai peringatan atau hal-hal yang harus diperhatikan saat
menggunakan obat. Beberapa contoh informasi tersebut diuraikan pada lampiran ini dengan
penomoran tertentu yang dapat dijadikan acuan dalam memberikan informasi obat. Jika
diperlukan,

apoteker

dapat

memberi

konseling

kepada

pasien.

Konseling diberikan sesuai umur, pengalaman, latar belakang dan pemahaman masingmasing pasien. Apoteker harus bisa memastikan bahwa pasien memahami cara meminum
atau menggunakan obat. Harus dijelaskan misalnya beberapa akibat dari obat terhadap
kemampuan memusatkan perhatian/ konsentrasi saat mengemudi atau bekerja, beberapa
makanan atau obat yang dihindari, dan juga perlu dijelaskan apa saja yang harus dilakukan
jika terdapat dosis yang terlupa. Berbagai hal lain, seperti kemungkinan timbulnya noda
pada

pakaian

atau

kulit

yang

disebabkan

oleh

obat

juga

perlu

dijelaskan.

Untuk beberapa sediaan obat ada kebutuhan khusus untuk dilakukan konseling, seperti
waktu minum obat atau cara pemberian obat yang khusus atau interaksi yang dapat terjadi
dengan

makanan

atau

obat

lain.

Jika

dirasa

perlu,

dapat

dilakukan

konseling.

Obat diberikan dalam kemasan asli yang disertai brosur informasi obat untuk diketahui
pasien. Label 10 bisa digunakan bila memang

sesuai. Brosur-brosur mengenai cara

penggunaan sediaan seperti tetes mata, salep mata, inhaler, dan supositoria juga tersedia
dalam
Cakupan

kemasan.
Label

informasi

obat

Pada umumnya tidak ada anjuran untuk memberikan label informasi obat untuk pasien pada
sediaan injeksi, karena umumnya semuanya akan diberikan oleh profesi kesehatan atau
pasien yang telah mendapat instruksi dengan baik, seperti misalnya pasien diabetes IDDM
yang menggunakan injeksi insulin secara rutin informasi yang tercantum belum tentu
mencukupi, oleh karena itu, apoteker juga dianjurkan untuk menggunakan pengetahuannya
dalam memberikan informasi untuk sediaan baru dan untuk obat-obat yang tidak
mencantumkan

informasi.

Pemberian informasi secara individu tidak perlu diberikan pada pemakaian antasid dalam
jumlah besar. Jika tidak terdapat brosur, dan jika atas permintaan pasien, tidak dapat
diberikan informasi secara langsung (verbal), petunjuk untuk melihat dosis harus
digunakan

pada

label.

Kadang tidak semua informasi pada label dapat diberikan kepada pasien, harus disesuaikan
dengan kondisi pasien. Pada kondisi seperti ini, apoteker disarankan untuk sedapat mungkin

memberikan konseling. Jika dokter menuliskan supaya tidak memberi informasi tambahan,
maka

tidak

perlu

ditambahkan

informasi

selain

dari

instruksi

dokter.

Informasi tambahan pada label yang diberikan oleh apoteker bertujuan untuk melengkapi
instruksi yang diberikan oleh dokter. Seperti misalnya Kocok dahulu , Obat Luar,
Simpan di tempat kering dan terlindung dari cahaya. Selain itu, adapula informasi
tambahan seperti Buang sisa obat . hari setelah pembukaan dan Jangan gunakan
setelah untuk obat antibiotik yang telah mengalami pencampuran, pengenceran dan
sediaan topikal, dan untuk tetes mata.
Walaupun tidak tertulis pada daftar ini penggunaan label Obat Luar dan Jauhkan dari
jangkauan anak adalah ketentuan umum yang berlaku pada semua obat. Label yang
ditambahkan oleh apotik tidak boleh menghilangkan atau menutup label yang sudah
tertempel

pada

obat.

Label informasi tambahan yang terdapat pada lampiran ini direkomendasikan untuk
diberikan kepada pasien setelah melalui pertimbangan yang tepat, disesuaikan dengan obat
yang

diberikan.

Berikut ini label informasi tambahan yang dianjurkan :

Peringatan.
Menyebabkan
rasa
kantuk
Digunakan pada sediaan untuk anak yang mengandung antihistamin, atau
sediaan lain untuk anak, yang jika diberi peringatan nomor 2 tidak sesuai.

Peringatan. Menyebabkan rasa kantuk. Jangan mengemudikan


kendaraan atau menjalankan mesin. Hindari minum alkohol.
Digunakan pada sediaan untuk dewasa yang dapat menyebabkan rasa kantuk,
sehingga mempengaruhi kemampuan dalam mengemudikan dan menjalankan
mesin yang penuh resiko; label 1 lebih sesuai untuk anak-anak. Berbahaya jika
mengemudikan
kendaraan
dalam
pengaruh
minuman
atau
obat.
Beberapa sediaan ada yang hanya menyebabkan rasa kantuk pada beberapa
hari pertama pengobatan dan beberapa ada yang hanya menyebabkan rasa
kantuk
pada
dosis
besar.
Dianjurkan hindari minuman beralkohol, karena efek obat depresi yang bekerja
di
obat
SSP
ditingkatkan
oleh
alkohol.
Larangan yang tegas dapat mendorong beberapa pasien tidak menggunakan
obat tersebut. Oleh sebab itu Apoteker perlu menerangkan risiko dan manfaat,
terutama pada pasien yang merasa dapat mentoleransi efek dari alkohol (lihat
label
3).
Pasien epilepsi yang ingin mengemudikan kendaraan harus berkonsultasi
dengan
dokter.
Efek samping lain yang tidak berhubungan dengan rasa kantuk tetapi juga dapat
mempengaruhi kemampuan pasien dalam mengendarai atau menjalankan
mesin dengan aman adalah penglihatan kabur, pusing, atau mual. Secara umum
tidak ada label yang secara khusus diberikan untuk mengatasi keadaan ini,
tetapi sebaiknya pasien diberi konseling dengan tepat.

Peringatan. Dapat menyebabkan rasa kantuk. Jika mengalami efek


samping ini, jangan mengemudikan kendaraan atau menjalankan
mesin.
Digunakan pada sediaan yang mengandung monoamine-oxidase inhibitors
(MAO); peringatan untuk menghindari minuman alkohol dan minuman alkohol
dosis rendah sudah dimasukkan dalam leaflet produk.

Peringatan.
Hindari
minuman
beralkohol
Diberlakukan pada obat yang berinteraksi dengan alkohol yaitu alkohol dapat
menghilangkan efek obat ini, contoh : metronidazol, dan klorpropamid. Alkohol
juga dapat meningkatkan efek hipoglikemia dari beberapa obat antidiabetik oral
tetapi pencantuman label peringatan secara rutin tidak perlu dilakukan.

Jangan
digunakan
bersamaan
dengan
obat
ini.
Digunakan bersama label 25 pada sediaan tablet salut enterik. Hal ini untuk
menghindari kemungkinan pelarutan salut yang terjadi lebih awal dari
seharusnya
dengan
adanya
pH
alkali.
Label 5 berlaku juga bagi ketokonazol yang penyerapannya dipengaruhi oleh
antasid secara signifikan; biasanya selang waktu untuk menghindari efek
antasid adalah 2 sampai 4 jam.

Jangan minum obat-obat yang mengandung besi atau zink pada saat
bersamaan
dengan
obat
ini
Digunakan pada sediaan yang mengandung ofloksasin dan beberapa kuinolon,
doksisiklin, minosiklin, dan penisilamin. Interaksi obat-obat ini menyebabkan
terjadinya khelat kalsium, besi dan zink sehingga berkurang penyerapannya
ketika digunakan bersama kalsium yang terdapat dalam antasid atau sediaan
yang mengandung besi atau seng. Selang waktu penggunaan kedua obat ini
adalah 2 sampai 3 jam.

Jangan minum susu, obat yang tidak dapat dicerna, atau obat yang
mengandung besi dan seng pada saat yang sama dengan obat ini
Digunakan pada sediaan yang mengandung siprofloksasin, norfloksasin
atautetrasiklinyang dapat membuat khelat dengan kalsium,besi, magnesium,
dan zink,sehingga dapat mengurangi penyerapan. Selang waktu penggunaan
kedua
obat
ini
sebaiknya
2-3
jam.
Doksisiklin dan minosiklintidak terlalu kuat dalam membentuk khelat dengan
susu sehingga hanya membutuhkan label 6 (lihat di atas)

Jangan menghentikan penggunaan obat ini kecuali atas anjuran dokter


Digunakan pada sediaan yang mengandung obat yang dibutuhkan untuk jangka
waktu panjang walaupun pasien tidak merasakan manfaatnya dalam jangka
waktu
yang
pendek
(contoh
obat
antituberkulosis)
Juga digunakan untuk sediaan yang mengandung obat dengan risiko khusus
(contoh klonidin untuk hipertensi). Untuk kortikosteroid, label 10 (lihat di bawah)
lebih sesuai

Gunakan dengan waktu yang teratur. Minum obat sampai habis kecuali
mengalami
efek
samping
yang
tidak
diinginkan.
Digunakan pada obat yang harus dihabiskan untuk mengurangi kasus kambuhan
atau
kegagalan
terapi
Contohnya adalah antibiotik oral. Sering kali, beberapa antibiotik dapat
menyebabkan efek samping (contoh diare pada pasien yang minum klindamisin)
yang membuat penggunaan obat ini harus dihentikan dan pasien harus kembali
ke dokter.

1
0

Peringatan. Ikuti instruksi yang diberikan selama pemakaian obat


Digunakan khususnya pada sediaan yang mengandung antikoagulan, litium atau
kortikosteroid. Kartu pengobatan yang tepat sebaiknya diberikan pada pasien
dan
diikuti
dengan
pemberian
informasi
obat
secara
verbal.
Label ini dapat juga digunakan pada sediaan lain untuk mengingatkan pasien
pada instruksi yang pernah diberikan.

1
1

Hindari kulitdari paparan cahaya matahari atau cahaya lampu secara


langsung
Digunakan pada sediaan yang dapat menyebabkan fototoksik atau reaksi alergi
akibat cahayajika pasien terkena radiasi ultraviolet. Beberapa obat lain selain
obat pada lampiran ini (contoh fenotiazin dan sulfonamid) dapat menyebabkan
reaksi ini pada pasien yang sensitif, walaupun jarang. Penyinaran sinar
ultraviolet dengan intensitas tinggi dari sinar lampu dapat menimbulkan
terjadinya reaksi.

1
2

Jangan menggunakan produk obat yang mengandung asetosal


bersamaan
dengan
penggunaan
obat
ini
Digunakan pada sediaan yang mengandung probenesid and sulfinpirazon yang
aktivitasnya
dikurangi
oleh
asetosal.
Label 12 tidak digunakan untuk antikoagulan karena label 10 lebih sesuai.

1
3

Dilarutkan
atau
dicampur
dengan
air
sebelum
digunakan
Digunakan pada sediaan yang diharuskan untuk dilarutkan dalam air
(contohtableteffervescent) atau dicampur dengan air (contoh serbuk, granul)
sebelum digunakan. Dalam beberapa kasus, cairan lain seperti jus buah atau
susu dapat digunakan.

1
4

Obat
ini
menyebabkan
urin
berwarna
Digunakan pada sediaan yang dapat menyebabkan urin pasien berwarna yang
tidak seperti biasanya. Hal ini termasuk fenolftalein (warna urin menjadi merah
muda), triamteren(biru mudah),levodopa (merah gelap), dan rifampisin (merah).

1
5

Bahan mudah terbakar : jauhkan dari api atau nyala api


Digunakan pada sediaan yang mengandung bahan pelarut yang mudah
terbakar.

1
6

Diletakkan di bawah lidah. Jangan pindahkan dari wadah aslinya. Tutup


wadah
dengan
rapat.
Buang
setelah
8
minggu
dibuka
Digunakan pada sediaan tablet gliseril trinitrat. Pasien harus diingatkan agar
tidak memindahkan tablet dari wadah aslinya ke plastik atau wadah lain yang
kurang tepat.

1
7

Jangan
digunakan
lebih
dari
..
dalam
24
jam
Digunakan pada sediaan untuk terapi migren akut, kecuali yang mengandung
ergotamin, digunakan label 18. Bentuk sediaan harus disebutkan secara spesifik,
contoh
tablet
atau
kapsul.
Juga digunakan pada sediaan yang memiliki dosis yang tidak disebutkan secara
spesifik oleh dokter.

1
8

Jangan digunakan lebih dari .. dalam 24 jam atau


dalam
satu
minggu
Digunakan pada sediaan mengandung ergotamin. Bentuk sediaan harus
disebutkan secara spesifik, contoh tablet atau kapsul.

1
9

Peringatan. Menyebabkan rasa kantuk yang dapat berlanjut ke hari


berikutnya. Jika mengalami efek samping ini jangan mengemudikan
kendaraan atau menjalankan mesin. Hindari minum alkohol.
Digunakan pada sediaan yang mengandung hipnotika (atau beberapa obat lain
yang berefek sedatif) yang harus digunakan pada malam hari. Pada kasus yang
jarang terjadi (contoh nitrazepam pada epilepsi) bila hipnotika diresepkan untuk
siang hari label ini tidak sesuai. Juga sebagai alternatif dari label 2 (pilihannya

tergantung pada apoteker) untuk ansiolitik yang digunakan pada malam hari.
Diharapkan bahwa kalimatnya cukup menjelaskan masalah pengaruh efek
sedasi pada pagi hari sesudah menggunakan obat tidur.

2
1

Bersama
makanan
atau
sesudah
makan
Digunakan pada sediaan yang mengiritasi lambung, atau yang akan lebih baik
penyerapannya
dengan
adanya
makanan.
Pasien disarankan untuk makan secukupnya, walaupun sedikit.

2
2

Setengah
sampai
satu
jam
sebelum
makan
Digunakan pada beberapa sediaan yang absorpsinya meningkat dengan cara ini
tetapi sebagian besar antibiotik menggunakan label 23 (lihat di bawah).

2
3

Satu
jam
sebelum
makan
atau
kondisi
perut
kosong
Digunakan pada sediaan oral dimana absorpsi akan berkurang dengan adanya
makanan dan kondisi asam pada lambung.

2
4

Dihisap atau dikunyah


Digunakan pada sediaan yang harus dihisap atau dikunyah.
Apoteker agar menggunakan kata-kata yang disesuaikan dengan keadaan.

2
5

Obat
seluruhnya
ditelan,
tidak
dikunyah
Digunakan pada sediaan yang bersalut enterik atau didisain dengan pelepasan
yang dimodifikasi. Juga digunakan pada sediaan dengan rasa yang sangat tidak
enak atau dapat hancur dalam mulut jika tidak tertelan seluruhnya

2
6

Dilarutkan
di
bawah
lidah
Digunakan pada sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan di bawah lidah
(sublingual). Pasien disarankan untuk meletakkannya di bawah lidah dan jangan
tertelan sebelum larut. Kadang letaknya ditentukan oleh dokter yaitu buccal
mucosa antara pipi dan gusi.

2
7

Dengan
menambahkan
sejumlah
besar
air
Digunakan pada sediaan yang harus benar-benar larut dalam air (contoh kloral
hidrat), diperlukan minum air dalam jumlah besar (contoh sulfonamid), atau air
dibutuhkan untuk meningkatkan kerja obat (metilselulosa). Pasien diberitahu
bahwa air yang ditambahkan paling sedikit 150 ml (satu gelas penuh).
Umumnya jus buah, teh atau kopi dapat digunakan.

2
8

Disebarkan/dioleskan
tipis-tipis
Digunakan pada sediaan obat luar yang harus digunakan sedikit demi sedikit
(contoh kortikosteroid, ditranol).

2
9

Jangan menggunakan lebih dari 2 dosis setiap kali penggunaan. Jangan


menggunakan
lebih
dari
8
dosis
dalam
waktu
24
jam.
Digunakan pada sediaan mengandung parasetamol untuk dewasa dengan dosis
jika perlu. Harus disebutkan jenis bentuk sediaannya, misal tablet atau kapsul.
Label ini digunakan karena memungkinkan timbulnya risiko yang bersifat serius
pada penggunaan overdosis parasetamol.

3
0

Jangan digunakan bersamaan dengan sediaan yang mengandung


parasetamol
Digunakan pada semua sediaan yang mengandung parasetamol.

3
1

Mengandung asetosal dan parasetamol. Jangan digunakan bersamaan


dengan sediaan lain yang mengandung parasetamol.

Digunakan pada semua sediaan yang mengandung kombinasi asetosal dan


parasetamol.
3
2

Mengandung
obat
yang
mirip
asetosal
Digunakan pada kemasan dari sediaan yang mengandung turunan asetosal

http://pionas.pom.go.id/book/ioni-lampiran-6-petunjuk-praktis-penggunaan-obatyang-benar/informasi-tambahan-dalam-penyerahan