Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM 2 SUMBER DAYA AIRTANAH

UJI PERMEABILITAS CONSTANT HEAD WALL

Kata Pengantar

PERMEAMETER

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa
karena atas berkat dan rahmat-Nya pengerjaan Laporan Praktikum
Sumber Daya AIrtanah ini dapat terselesaikan.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Pak Sudarto
Notosiswoyo dan Pak Irwan Iskandar serta para asisten yang telah
banyak membantu dan membimbing kami dalam pelaksanaan praktikum
serta

penyusunan

laporan

praktikum

ini.

Tidak

lupa

juga,

kami

mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu


penyusunan laporan ini hingga selesai.

Oleh :

Kami menyadari bahwa di dalam laporan ini tidak terlepas dari

Fina Fitriana R.

kesalahan-kesalahan. Oleh karena itu, jika ada kritik


dan saran yang
12113079
bersifat membangun akan kami tampung.Shift

Selasa
Akhir (pukul
kata, 09.00)
kami

menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pembaca yang telah

Asisten:

meluangkan waktu untuk membaca


laporan ini. Bandung,
1. Dominicus
Vincent

2. Robbyanto

12112013
12112092

Februari 2016

a Fitriana R.

Fin
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK PERTAMBANGAN DAN

PERMINYAKAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2016

Kata Pengantar
Daftar Isi
I.
II.
III.
IV.
V.

Pendahuluan
Dasar Teori
Data dan Pengolahan
Analisis dan Pembahasan
Kesimpulan

Daftar Pustaka
Lampiran

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Infiltrasi adalah air hujan atau air irigasi yang melalui permukaan tanah dan
membasahi bagian tanah yang relatif kering merupakan salah stau proses alamiah dasar,
habitat tanaman darat mencakup zona tanah basah yang bersiklus atau tetap.
Infiltrasi adalah proses aliran air (umumnya berasal dari curah hujan) masuk
kedalam tanah. Dengan kata lain, infiltrasi adalah aliran air yang masuk ke dalam tanah
sebagai akibat gaya kapiler (gerakan air ke arah vertikal). Setelah lapisan tanah bagan
atas jenuh, kelebihan air tersebut mengalir ke tanah yang lebih dalam sbagai akibat gaya
gravitasi bum dikenal sebagai proses perkolasi.
Infiltrasi beragam secara terbalik dengan lengas tanah. Hal ini terjadi dalam tiga
cara yaitu: Kandungan air yang meningkat mengisi ruang pori dan mengurang kapasitas
tanah untuk infiltrasi air selanjutnya, bila hujan membasahi suatu permukaan tanah yang
kering, gaya kapiler yang kuat diciptakan yang cenderung untuk menarik air ke dalam
tanah dengan laju yang jenuh lebih tinggi dibandingkan laju yang dihasilkan dari gaya
gravitasi saja, meningkatkan air tanah yang enyebabkan oengembangan koloid dan
mengurangi ruang pori.
1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum I Sumber Daya Air Tanah yaitu Menghitung laju infiltrasi
berdasarkan metode dobel ring yang di laksanakan di daerah sekitar kampus ITB.
1.3 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan selama praktikum:
1 Double ring.

Penggaris 50 cm.

Ember

1.4 Langkah Kerja


Langkah-langkah kerja selama praktikum ini yaitu sebagai berikut:
1.1 Mentiapkan alat dan bahan.
1.2 Memasang double ring dan ditanmakan di tanah sengan menggunakan alat
pemukul dengan kedalaman tertentu sampai air diperkirakan tidak akan
bocor.
1.3 Ring yang besar diisi dengan air.
1.4 Letakkan meteran kedalam ring kecil kemudian isi dengan air hingga penuh
dan menunjukkan nilai yang pas.
1.5 Mengukur laju infiltrasi dengan menggunakan stopwatch/alat pengukur
waktu.
1.6 Catat penurunan air pada setiap waktu.

BAB II
DASAR TEORI

Infiltrasi adalah proses meresapnya air atau proses meresapnya airdari


permukaan tanah melalui pori-pori tanah. Dari siklus hidrologi, jelasbahwa air hujan
yang jatuh di permukaan tanah sebagian akan meresapke dalam tanah, sabagian akan
mengisi cekungan permukaan dan sisanyamerupakan overland flow. Sedangkan yang
dimaksud dengan dayainfiltrasi (Fp) adalah laju infiltrasi maksimum yang
dimungkinkan,ditentukan oleh kondisi permukaan termasuk lapisan atas dari
tanah.Besarnya daya infiltrasi dinyatakan dalam mm/jam atau mm/hari. Lajuinfiltrasi
(Fa) adalah laju infiltrasi yang sesungguhnya terjadi yangdipengaruhi oleh intensitas
hujan dan kapasitas infiltrasi.Kapasitas infiltrasi suatu tanah dipengaruhi oleh sifatsifatfisiknya dan derajat kemampatannya, kandungan air dan permebilitaslapisan bawah
permukaan, nisbi air, dan iklim mikro tanah. Air yangberinfiltrasi pada sutu tanah hutan
karena pengaruh gravitasi dan dayatarik kapiler atau disebabkan juga oleh tekanan dari
pukulan air hujanpada permukaan tanah.

1
2

Infiltrasi mempunyai arti penting terhadap :


Proses LimpasanDaya infiltrasi menentukan besarnya air hujan yang dapatdiserap
ke dalam tanah. Sekali air hujan tersebut masuk ke dalamtanah ia akan diuapkan
kembali atau mengalir sebagai air tanah.Aliran air tanah sangat lambat. Makin
besar daya infiltrasi, makaperbedaan antara intensitas curah dengan daya infiltrasi
menjadimakin kecil. Akibatnya limpasan permukaannya makin kecilsehingga debit
puncaknya juga akan lebih kecil.
Pengisian Lengas Tanah (Soil Moisture) dan Air TanahPengisian lengas tanah dan
air tanah adalah penting untuk tujuan pertanian. Akar tanaman menembus daerah
tidak jenuh dan menyerap air yang diperlukan untuk evapotranspirasi dari daerah
tak jenuh tadi. Pengisian kembali lengas tanah sama dengan selisih antarinfiltrasi
dan perkolasi (jika ada). Pada permukaan air tanah yangdangkal dalam lapisan
tanah yang berbutir tidak begitu kasar,pengisian kembali lengas tanah ini dapat pula
diperoleh darikenaikan kapiler air tanah.
Faktor-faktor yang mempengaruhi infiltrasi adalah:
Karakteristik karakteristik hujan
Kondisi-kondisi permukaan tanah
Tetesan
hujan,
hewan
maupun
mesin
memadatkanpermukaan tanah dan mengurangi infiltrasi.
Pencucian partikel yang halus dapat menyumbat
padapermukaan tanah dan mengurangi laju inflasi.

mungkin
pori-pori

Laju
infiltrasi
awal
dapat
ditingkatkan
dengan
jeluk
detensipermukaan.
Kepastian infiltrasi ditingkatkan dengan celah matahari.
Kemiringan tanah secara tidak langsung mempengaruhi lajuinfiltrasi
selama tahapan awal hujan berikutnya.
Penggolongan tanah (dengan terasering, pembajakan kontur dll)dapat
meningkatkan kapasitas infiltrasi karena kenaikan ataupenurunan
cadangan permukaan.

Kondisi-kondisi penutup permukaan


Dengan melindungi tanah dari dampak tetesan hujan dan
denganmelindungi pori-pori tanah dari penyumbatan, seresah
mendorong laju infiltrasi yang tinggi.
Salju mempengaruhi infiltrasi dengan cara yang sama sepertiyang
dilakukan seresah.
Urbanisasi (bangunan, jalan, sistem drainase bawah permukaan)
mengurangi infiltrasi.
4 Transmibilitas tanah
Banyaknya pori yang besar, yang menentukan sebagian darisetruktur
tanah, merupakan salah satu faktor penting yangmengatur laju
transmisi air yang turun melalui tanah.
Infiltrasi beragam secara terbalik dengan lengas tanah.
5 Karakteristik-karakteristik air yang berinfiltrasi.
Suhu air mempunyai banyak pengaruh, tetapi penyebabnya
dansifatnya belum pasti.
Kualitas air merupakan faktor lain yang mempengaruhi infiltrasi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi daya infiltrasi antara lain :


1 Dalamnya genangan di atas permukaan tanah (surface detention) dantebal lapisan
jenuh.
2 Kadar air dalam tanah.
3 Pemampatan oleh curah hujan
4 Tumbuh-tumbuhan
5 Karakteristik hujan.
6 Kondisi-kondisi permukaan tanah
Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi laju infiltrasi antaralain:
1. Jenis permukaan tanah.
2. Cara pengolahan lahan.
3. Kepadatan tanah
4. Sifat dan jenis tanaman

BAB III
DATA DAN PENGOLAHAN

Hasil Pengukuran dan pengamatan.

No
.

Waktu
kumulatif
(detik)

0,0000

2
3

10
15

0
0,1

5
5

0,0000
0,0200

20

0,0000

5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

25
30
60
90
120
150
180
210
240
270
300
330
360
390
420
450
480
510
570
630
690
750
810
870
1170
1470

0,1
0
0,1
0
0
0,1
0
0
0,1
0,1
0,1
0
0
0,05
0,1
0,05
0
0
0,2
0,2
0,2
0,1
0
0
0,2
0,1

5
5
30
30
30
30
30
30
30
30
30
30
30
30
30
30
30
30
60
60
60
60
60
60
300
300

0,0200
0,0000
0,0033
0,0000
0,0000
0,0033
0,0000
0,0000
0,0033
0,0033
0,0033
0,0000
0,0000
0,0017
0,0033
0,0017
0,0000
0,0000
0,0033
0,0033
0,0033
0,0017
0,0000
0,0000
0,0007
0,0003

Tinggi air
(cm)

Interval
(menit)

Laju
Infiltrasi

Waktu
kumulatif
Log Laju
(menit)
Infiltrasi
0,08333333
3
0,698970004
0,16666666
7
0,698970004
0,25
0,698970004
0,33333333
3
0,698970004
0,41666666
7
0,698970004
0,5
0,698970004
1
1,477121255
1,5
1,477121255
2
1,477121255
2,5
1,477121255
3
1,477121255
3,5
1,477121255
4
1,477121255
4,5
1,477121255
5
1,477121255
5,5
1,477121255
6
1,477121255
6,5
1,477121255
7
1,477121255
7,5
1,477121255
8
1,477121255
8,5
1,477121255
9,5
1,77815125
10,5
1,77815125
11,5
1,77815125
12,5
1,77815125
13,5
1,77815125
14,5
1,77815125
19,5
2,477121255
24,5
2,477121255

Grafik Laju Infiltrasi


3
2.5
2

log Laju Infiltrasi (cm/menit) 1.5


1
0.5
0

10

15

20

Waktu Kumulatif( menit)

25

30

BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil pengukuran diketahui bahwa diperoleh bawa grafik tidak


sesuai dengan teori yang ada. Teori mengatakan bahwa tiap penambahan waktu laju
infiltrasi semakin turun. Hal ini menujukan bahwa semakin lama tanah melakukan
penyerapan terhadap air semakin kecil lajunya dalam menyerap air tersebut. Hal ini
dikarenakan beberapa faktor diantaranya tanah dalam keadaan sudah jenuh, faktor
pengamat dalam membaca data kurang akurat karena double ring tidak terlalu datar dan
kmungkinan masih ada bocoran selama pengamatan dan meteran yang lepas sehingga
pengamat harus membetulkan posisi meteran di ring sehingga tangan yang tercelup di
ring menyebabkan volume air berkurang.
Selain itu, grafik sebetulnya harus dibuat berdasarkan perhitungan, tidak sekedar
beda tinggi dibagi interval terhadap waktu kumulatif saja. Perhitungannya adalah
sebagai berikut.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dari hasil pengamatan pada praktikum mengenai porositas, didapatkan
kesimpulan yaitu:
a. Nilai debit yang diperoleh menggunakan perhitungan current meter yaitu 0,1732 m3/s.
b. Nilai debit dengan perhitungan menggunakan V-notch yaitu 6,488 x 10-4 m3/s.
c. Pengukuran menggunakan current meter lebih mudah digunakan dan fleksibel karena
bisa dipindah-pindah ke titik pengamatan manapun dengan mudah, namun
kelemahannya harus mengambil data di titik pengamatan sebanyak-banyaknya untuk
mendapatkan hasil dengan tingkat akurasi yang semakin tinggi.
d. Pengukuran menggunakan V-notch agak susah dilakukan karena harus menjaga
kondisi pengambilan data agar tidak ada aliran yang masuk selain daripada daerah
segitiga pada alat, namun kelebihannya pengukuran menggunakan V-notch ini apabila
dilakukan untuk jangka waktu yang panjang lebih cocok digunakan karena hanya
memasangkan alat pada titik pengamatan dan tinggal melihat head nya saja untuk
kemudian di hitung debitnya.

5.2 Saran
a. Pilih lokasi pengambilan data yang tepat dan memenuhi persyaratan.

Daftar Pustaka

Fetter, CW. 1994. Applied Hidrogeology. Prentice Hall.


Glover, Paul. Petrophysique GGL-66565. Canada: Universite Lava

Lampiran