Anda di halaman 1dari 14

7 Dampan Buruk Dari Berburuk Sangka Suudzon - Larangan Berburuk

Sangka Kepada Orang Lain. Buruk sangka bisa timbul dari sikap kita yang
tidak meengakui keberhasilan orang lain contohnya, yang merupakan penyakit
sosial yang boleh dibilang sanga kronis. Nah kali ini Widini akan berbagi dengan
sobat sekalian tentang bahaya akibat berburuk sangka kepada orang lain.
Inilah 7 bahaya berburuk sangka kepada orang lain :
1. Berpotensi menganggu jiwa dan kesehatan mental.
Selama orang suka usil dan hanya mencari-cari kesalahan dan kelemahan orang
maka selama itu pula pikiran dan perasaan dan pikirannya dipenuhi oleh hal
negatif, selama itu pula kita tidak akan maju dan berprestasi.
2. Merusak diri.
Beburuk sangka secara berlebihan hanya akan menimbulkan penyakit dendam
kesumat yang pada akhirnya kalau dibiarkan akan merusak diri.
3. Membuat kita tidak produkitf.
Pengalaman menunjukan bahwa berburuk sangka hanya membuat kita tidak
produktif, malas, dan lebih sering menggunakan perasaan untuk membela diri
yang sebenarnya tidak perlu dilakukan.
4. Sulit Untuk bahagia.
Jika perasaan buruk sangka ini terus menerus dikembangkan pada orang
disekitar kita msialnya teman atau tetangga kita dapat dipastikan kita tidak akan
memperoleh kebahagiaan dalam hidup ini, karena perasaan kita selalu diliputi
oleh rasa dengki dan iri hati.
5. Bisa membuat sakit.
Berburuk sangka bisa membuat kita sakit secara fisik. Hal ini bukanlah sekedar
kata orang tetapi telah dibuktikan secara ilmiah. Dalam studi yang dilakukan di
Amerika Serikat, partisipan dalam penelitian yang hanya memfokuskan
fikirannya pada masa-masa lalunya yang menyedihkan, sistem kekebalan
tubuhnya melemah secara signifikan. Dari penelitian tersebut, juga terlihat
adanya hubungan antara aktivitas bagian otak yang berhubungan dengan
depresi, dan tentunyahal ini sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh kita.
6. Sikap Pengecut.
Berburuk sangka adalah sesuatu yang tidak ksatria dan cenderung melamahkan
semangat hidup utuk berkompetisi sehingga akhirnya menimbulkan sikap
pengecut di dalam diri kita. Tentunya kalau kita ingin maju, sudah barang tentu
berbagai macam hambatan dan rintangan haruslah dilalu dengan cara yang
benar, bukan dengan mencari-cari kesalahan orang lain agar kita dianggap
benar.
7. Tidak Rasional.
Sangat tidak rasional kalau kita berburuk sangka pada orang lain karena prestasi

yang mereka buat karena kita lebih menggunakan aspek perasaan daripada
logika perfikir kita, dimana kalau kita biarkan terus menerus hal ini bisa
membuat diri kita menjadi kerdil.
Kesimpulan: Dari paparan diatas sobat sekalian bisa tau betapa berbahayanya
berburuk sangka kepada orang lain itu. Justru seharusnya kepada mereka kita
salut, hormat, dan memberikan respek, bukan begitu? :)

4 Langkah Mengatasi Suudzon ( Berburuk Sangka )


1.Berpedoman pada Al Quran
Al Quran adalah obat penawar atas segala penyakit yang ada di hati manusia dan juga bagi
siapa saja yang didalam hatinya ada penyakit yang merusak pengetauhan, pandanganpandangan hidup, dan merusak daya imajinasinya sehingga melihat sehingga melihat sesuatu
dengan sebalikya. Namun didalam Al Quran tidak hanya dibaca namun juga harus dipahami
dan mengambil pelajaran dari ayat-ayat yang terkandung didalamnya
2.Menghilangkan kebencian dalam hati
Bila kebencian telah menguasai hati seseorang, maka ia akan menjadi sumber aneka penyakit
hati dan perbuatan buruk lainnya. Hati akan amat mudah berburuk sangka. Selalu menilai
buruk terhadap apapun yang dilakukan, betapapun kebaikan yang diperbuat, selalu saja
disikapi dengan kecurigaan. Raut muka akan enggan untuk tersenyum, bahkan terbentuk
senyum sinis, memalingkan muka dengan sengaja, mendustakan kata-katanya
Bila kasih saying melekat pada diri, maka akan benar-benar memperindah lahir batin kita.
Hati yang penuh kasih sayang akan merasa lapang dan kaya. Selalu bahagia dengan
kebahagiaan orang lain, sehingga kebahagiaan begitu lebar dan melimpah, dan kebahagiaan
hati ini akan menghasilkan pancaran sikap yang indah dan penuh kemuliaan. Semua ini akan
nmembuat kehidupan terasa lebih indah dan menyenangkan, nuansa kehidupan yang tak akan
dimiliki oleh orang yang hidupnya penuh kebencian akibat buruk sangka dan dendam

3.Silaturahmi

Silaturahmi adalah menyambung kasih sayang. Bila kita rajin sekali bersilaturahmi akan
menimbulkan perasaan akrab, saling mengerti, saling memahami, komunikasi yang baik akan
memupus kecurigaan atau prasangka, dan akan timbul pula sinergi saling memberi ilmu,
wawasan, bahkan tak jarang terjalin kerjasama. Silaturahmi yang dilakukan dengan tulus
karena Allah SWT semata, akan berdampak besar sekali untuk menghidupkan fitrah kasih
sayang kita. Oleh karena itu silaturahmi merupakan asset untuk kebahagiaan dan kesuksesan
kita. Tidak hanya kepada saudara tapi juga kepada orang lain, tak hanya dengan atasan atau
orang kaya atau orang yang kita segani tapi juga karyawan kecil dan orang papa. Tak hanya
kepada orang yang berbuat baik, tapi juga kepada orang yang pernah menyakiti kita
4.Senantiasa melakukan instropeksi diri
Melihat berbagai kekurangan,aib, dosa yang pernah dilalukukan dan kemudian menyesalinya,
lau berjanji dihadapan Allah SWT untuk tidak mengulangi kesalahan-kesalahan itu seraya
memohon ampun dan bertekad untuk kembali ke Jalan yang benar dan diridhai oleh Allah
SWT. Begitulah ciri-ciri orang-orang yang beriman, mereka menyadari keadaan dirinya,
menyadari kondisi keimanannya, maka keimanan itu mendorongnya untuk melakukan
instropeksi diri, yang kemudian membuatnya menyesali perbuatan yang salah. Lalu
memerintahkan untuk memohon ampun

Dalil Al Quran dan hadits yg terkait dengan pernyataan di atas adalah sebagai berikut:
dari Abu Hurairah radliallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
bersabda: Jauhilah prasangka buruk, karena prasangka buruk ucapan yang paling dusta,
dan janganlah kalian saling mendiamkan, saling mencari kejelekan, saling menipu dalam
jual beli, saling mendengki, saling memusuhi dan janganlah saling membelakangi, dan
jadilah kalian semua hamba-hamba Allah yang bersaudara. (HR Bukhori (5606)).
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena
sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan
janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka
memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.
Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha
Penyayang. (QS. Al Hujuraat:12 )
Hati-hati kalian dari persangkaan yang buruk (zhan) karena zhan itu adalah ucapan yang
paling dusta. Janganlah kalian mendengarkan ucapan orang lain dalam keadaan mereka
tidak suka. Janganlah kalian mencari-cari aurat/cacat/cela orang lain. Jangan kalian
berlomba-lomba untuk menguasai sesuatu. Janganlah kalian saling hasad, saling benci, dan
saling membelakangi. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana
yang Dia perintahkan. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, maka
janganlah ia menzalimi saudaranya, jangan pula tidak memberikan pertolongan/bantuan
kepada saudaranya dan jangan merendahkannya. Takwa itu di sini, takwa itu di sini. Beliau
mengisyaratkan (menunjuk) ke arah dadanya. Cukuplah seseorang dari kejelekan bila ia
merendahkan saudaranya sesama muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain, haram
darahnya, kehormatan dan hartanya. Sesungguhnya Allah tidak melihat ke tubuh-tubuh

kalian, tidak pula ke rupa kalian akan tetapi ia melihat ke hati-hati dan amalan kalian.
(HR. Al-Bukhari no. 6066 dan Muslim no. 6482)
Shahih Muslim 4692: dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu alaihi wasallam beliau
bersabda: Tidaklah seseorang menutupi aib orang lain di dunia, melainkan Allah akan
menutupi aibnya di hari kiamat kelak.
Shahih Muslim 4677: dari Salim dari Bapaknya bahwa Rasulullah shallallahu alaihi
wasallam bersabda: Seorang muslim dengan muslim yang lain adalah bersaudara. Ia tidak
boleh berbuat zhalim dan aniaya kepada saudaranya yang muslim. Barang siapa yang
membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barang siapa
membebaskan seorang muslim dari suatu kesulitan, maka Allah akan membebaskannya dari
kesulitan pada hari kiamat. Dan barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah
akan menutupi aibnya pada hari kiamat kelak.
Menurut hadits tersebut diatas, orang-orang yang menutupi aib seorang muslim yaitu tidak
membuka dan membicarakannya kepada pihak lain, maka Allah subhanahu wa taala akan
menutupi aibnya, karena sesungguhnya aib yang namanya anak manusia itu begitu
banyaknya, namun karena Allah subhanahu wa taala menolong menutupinya maka aib
tersebut tidak nampak kepermukaan.

Saya jelaskan tentang suudzon adalah selalu memandang buruk segala hal. Melihat orang
tersenyum dikira memaki, orang yang diam dikira sombong, ada yang rajin infak dikiranya
sok darmawan, orang yang rajin ke msjid dituduh alimunuddin alias sok alim, orang yang
bersikap kritis dianggap melawan, orang yang selalu mentaati perintah diangap tidak kreatif
dan tidak punya inisiatif, orang yang memberi masukan dianggap membunuh karakter, dan
sebagainya. Lebih jauh dalam konteks sekarang opini publik digiring oleh media kafir agar
mempunyai sikap suudzon kepada sesama muslim dengan alasan kewaspadaan. Sehingga
melihat orang yang memakai cadar, orang yang yang memakai gamis, orang yang aktif di
pengajian, orang yang komitmen kepada kebenaran dan aktif memperjuangkan tegaknya
syriat, orang yang berjenggot, orang yang jidatnya hitam ditududuh sebagai fundamentalis
atau bahkan teroris.
Suudzon ini merupakan termasuk dikategorikan dalam penyakit dalam hati manusia yang
sudah di kuasai iblis, dan bisa terjadi orang tersebut belum tau dalam syariat islam apa itu
suudzon, ini penyakit yang berbahaya yang dapat menimpakan musibah kebinasaan kepada
masyarakat. Stigma buruk seperti contoh di atas menyebabkan sebagian kalangan yang
imannya lemah manjadi takut untuk bersikap kritis dalam memperjuangkan kebenaran. Oleh
karena itu upaya untuk melemahkan semangat membabat kebatilan terus diupayakan.
Tidak penting lagi apakah tuduhan itu terbukti atau tidak, tidak perlu lagi ada pengadilan
untuk membuktiikan tuduhan-tuduhan jahat itu, yang jelas opini digiring untuk memberikan

hukuman dan stigma buruk bagi mereka. Maha benar Allah yang telah menyatakan dalm
firmannya:
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita,
Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu
kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu
itu. QS. Al-Hjurat ayat 6
Tentu saja sebagai seorang Muslim, kita harus memandang persoalan secara jernih jangan
mudah percaya dan mengambil keputusan sebelum ada bukti yang kuat, jangan mudah
terprovikasi dan jangan pula menjadi provokator dalam penyebaran fitnah dan tuduhantuduhan jahat kepda sesama muslim. Karena setiap muslim adalah saudara bagi sesamanya,
karena setiap muslim adalah saudara sedarah yang harus saling membela satu sama lain.
Perasangka-perasangka buruk yang ada dibenak kita adalah pikiran-pikiran kotor yang harus
kita bersihkan, dan tidak dijadikan dasar dalam mengambil keputusan, walaupun
perasangka-persangka buruk itu dikemas dengan alasan hasil analisa pengamat yang
kadang dijadikan rujukan atau bahkan hasil survei sekalipun. Semua itu boleh saja kita
terima sebagai sebuah masukan yang perlu tabayun dan bukan dijadikan dasar untuk
mengambil keputusan. Yang perlu diingat pula bahwa semua perasangka atau analisa
seseorang atas sebuah peristiwa, boleh jadi mempunyai tujuan tertentu. Dengan kata lain
prasanga-prsangka itu tidak terlepas dari pengaruh hawa nafsu:
Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuanpun tentang itu. mereka tidak lain
hanyalah mengikuti persangkaan sedang Sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah
sedikitpun terhadap kebenaran. QS an-Najm: 28
Demikian pula kita harus menyadari bahwa suudzon adalah perbuatan yang termasuk dosa
besar Firman Allah:
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena
sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan
janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka
memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.
dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha
Penyayang. al-Hujurat: 12 - Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.

Assalamualaikum wr.wb.
Saudaraku yang saya cintai alhamdulillah wa syukurillah, puji syukur saya panjatkan
kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan kenikmatan yang luar biasa kepada kita
semua, Salam serta salawat tak lupa pula saya tujukan kepada junjungan kita Nabi Agung
Muhammad Saw semoga dihari akhir nanti kita mendapat Syafa'at dari beliau.
Alhamdulillah hari ini saya masih dapat menulis hal-hal yang berhubungan dengan islam dan
tentang akhlak, dimana setiap hari kita menjalaninya, kali ini saya akan membahas tentang
larangan berburuk sangka (su'udzon) dalam ajaran Islam, Saudaraku sekalian
Rasulullah Saw Bersabda :

Qaala Rasulullah Saw :


"Iyyaakum Wazhzhanna Fa Innazhzhanna Akdzabul Hadiistsi Walaa Tahassasuu
Walaa Tajassasuu Walaa Tanaa Jasyuu Walaa Tahaasadul Walaa Tabaaghaduu
Walaatadaabarruu Wakuunuu Ibaadallaahi Ikhwaanan". (HR. Abu Daud dari
Abdullah bin Maslamah).
Artinya :
Sabda Rasulullah Saw :
"Jauhilah olehmu purbasangka, sesungguhnya purbasangka itu pendusta benar (sedustadusta pembicaraan). Dan janganlah kamu mendengar rahasia orang, jangan mengintip aib
orang, jangan tambah menambahi harga untuk menipu, jangan saling mendengki, benci
membenci dan jangan pula bermusuhan. Jadilah kamu hamba Allah yang
bersaudara". (HR. Abu Daud dari Abdullah bin Maslamah).
Su'udzon berasal dari kata "zhan" yang artinya purbasangka, biasanya diarahkan kepada
sangka yang buruk atau istilahnya Su'udzon lawan dari husnudzon artinya berbaik
sangka. su'udzon bisa diumpamakan pada saat ada seseorang yang menyangka atau berfikir
yang buruk kepada orang lain, hal ini dapat merusak persaudaraan dan tali silaturahmi,
karena dapat menimbulkan yang namanya fitnah, dan fitnah tersebut dapat merugikan orang
lain sehingga hal ini sangat ditentang dalam Islam.
Sebagai umat islam kita harus memiliki sifat husnudzon atau berbaik sangka kepada orang
lain, hal ini dapat menimbulkan rasa saling menghormati dan menghargai antar sesama
makhluk Allah (manusia). Kita pun diwajibkan untuk saling bersaudara mengapa? karena
bersaudara akan menambah sikap saling tolong menolong kita, sesama manusia kita tentunya
saling membutuhkan, bersaudara merupakan jalan untuk mengurangi permusuhan, bersaudara
itu bisa bermacam-macam bentuknya, dan berikut ini adalah hal-hal yang perlu dijaga
untuk mencapai persaudaraan :
1) Jangan berburuk sangka (su'udzon), menyangka-nyangka tanpa bukti dan hanya kirakira saja tanpa diselidiki, sebab dengan berprasangka buruk dapat mengakibatkan
permusuhan dan keretakan persaudaraan,
2) Suka mendengar-dengar rahasia kawan atau orang lain, jauhilah rasa untuk ingin
mengetahui rahasia orang lain yang tidak baik, hal ini pun dapat menimbulkan fitnah.
3) Suka mengintai-intai atau mencari-cari dan membicarakan aib orang lain, dicari-cari
kesalahannya agar memperoleh celaka, sebab tak suka orang lain senang.
4) Suka menambah-nambah harga dalam jual-beli untuk menipu, atau menawar lebih
tinggi dari orang lain sedang ia sendiri tak jadi beli.
5) Saling mendengki, iri hati, tak suka orang lain memperoleh kenikmatan, atau nikmat
orang lain agar hilang sekali, biar pun ia sedang tak mendapat nikmat yang besar.
6) Bermarah-marah, hanya karena sebab kecil yang tak disukai, yang kalau tidak dapat
dilerai timbullah permusuhan.
7) saling bermusuhan, tak mau menegur karena adanya suatu kesalahan yang sepele saja.
Tujuh macam hal inilah yang perlu kita jaga agar tidak menghingap pada diri kita, atau
dalam kata lain kita harus menjauhi sikap-sikap seperti diatas agar terwujudnya
persaudaraan yang kental dan indah. Menjauhi sikap Su'udzon sesungguhnya sangat
penting bagi kita.

Kali ini sekian dari saya, semoga apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat bagi saudaraku
sekalian.
Wassalamualaikum wr.wb.

IQRO: Bisikan Allah, Bisikan Malaikat, Bisikan Nafsu, Bisikan


Syetan
9 Juni 2010 pukul 17:37

Bisikan Allah, Bisikan Malaikat, Bisikan Nafsu, Bisikan Syetan


Imam Al-Ghazali dalam Tulisan Hujjatul Islam Imam Al-Ghazaly dari kitab Roudlotut
Tholibin wa-Umdatus Salikin, ini kami turunkan karena banyaknya pertanyaan dari pembaca
soal cara membedakan bisikan-bisikan dari dalam hati, apakah dari Allah, nafsu atau syetan.
Red.)
Kajian ini seputar bisikan-bisikan hati (khawathir) dengan segala bentuknya, upaya
memerangi, mengalahkan dan unggul dalam menghalau perbuatan syetan yang jahat. Juga
tentang berlindung kepada Allah dari syetan dengan tiga cara:
Pertama, harus mengetahui godaan, rekayasa dan tipuan syetan.
Kedua, hendaknya tidak menanggapi ajakannya, sehingga qalbu anda tidak bergantung
dengan ajakan itu.
Ketiga, langgengkan dzikrullah dalam qalbu dan lisan.
Sebab dzikrullah bagi syetan seperti penyakit yang menyerang manusia.
Untuk mengetahui rekayasa godaan syetan, akan tampak pada bisikan-bisikan (khawathir)
dan berbagai macam caranya. Mengenai pengetahuan tentang berbagai macam bisikan hati,
patut diketahui, bahwa bisikan-bisikan itu adalah pengaruh yang muncul di dalam qalbu
hamba yang menjadi pendorong untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu, proses yang
sepenuhnya terjadi di dalam qalbu ini berasal dari Allah - yang menjadi Pencipta segala
sesuatu.
Dalam kaitan ini, bisikan hati ada empat macam:
Suatu bisikan yang datang dari Allah swt. dalam qalbu hamba adalah sebagai bisikan awal,
sehingga Dia disebut dengan Nama al-Khathir (Sang Pembisik).

Bisikan yang relevan dengan watak alam manusia, yang disebutan-nafs (jiwa).
Bisikan yang terdorong oleh ajakan syetan, yang disebut waswas (perasaan ragu-ragu).
Bisikan yang juga datang dari Allah yang disebut al-Ilham.
Al-Khathir adalah bisikan yang datang dari Allah swt. sebagai bisikan awal, terkadang
berdimensi kebaikan, kemuliaan dan pemantapan dalam berhujjah. Kadang-kadang
berdimensi negatif dan sebagai ujian.
Al-Khathir yang datang dari pemberi Ilham tidak akan terjadi, kecuali mengandung
kebajikan, karena Dia adalah Yang Memberi nasihat dan bimbingan. Sedangkan al-Khathir
yang datang dari syetan, tidak datang kecuali mengandung elemen kejahatan.
Bisikan ini terkadang sepintas mengandung kebajikan, tetapi dibalik itu ada makar dan
istidraj (covernya nikmat, dalamnya siksa bencana).
Sementara bisikan yang tumbuh dari hawa nafsu tidak luput dari elemen kejahatannya.
Terkadang juga ada elemen baik tidak sekadar untuk pencapaian kenikmatan saja.
Ada tiga persoalan yang harus ketahui di sini:
Pertama-tama, beberapa ulama berkata bahwa jika ingin mengenal dan mengetahui perbedaan
antara bisikan kebaikan dan bisikan kejahatan, maka pertimbangkan dengan tiga ukuran nilai
(mawazin), yang dapat mendeteksinya:
Apabila bisikan itu relevan dengan syariat, berarti baik. Jika sebaliknya - baik karena
rukhshah atau syubhat, maka tergolong bisikan jahat.
Manakala dengan mizan(ukuran nilai) itu tidak diperoleh kejelasan perbedaan masingmasing, sebaiknya konfirmasikan dengan teladan orang-orang saleh. Jika sesuai dengan
teladan mereka, maka ikutilah, jika tidak ada kebaikan, berarti hanya suatu keburukan.
Apabila dengan ukuran nilai (miizan) demikian masih belum menemukan kejelasan,
konfrontasikan dengan motivasi yang terdapat pada nafs (ego) dan hawa (kesenangan). Jika
ukuran nilainya merujuk sekadar pada kecenderungan nafs (ego) yakni kecenderungan
naluriah dan bukan untuk mencari harapan (raja) dari Allah, tentu saja termasuk keburukan.
Kedua, apabila ingin membedakan antara bisikan kejahatan yang bermula dari sisi syetan,
atau dari sisi nafs (ego) ataukah bisikan itu dari sisi Allah swt., perlu anda perhatikan tiga hal
ini:
Jika anda menemui bisikan yang kokoh, permanen, sekaligus konsisten pada satu hal, maka
bisikan itu datang dari Allah swt., atau dari nafs (jika menjauhkan diri dari Allah). Namun
jika bisikan itu menciptakan keraguan dan mengganjal dalam hati , maka itu muncul dari
syetan.
Apabila bisikan itu jumpai setelah melakukan dosa, berarti itu datang dari Allah sebagai
bentuk sanksi dari-Nya kepada anda. Jika bukan muncul dari akibat dosa, bisikan itu datang
dari diri anda, yang berarti dari syetan.
Jika anda temui bisikan itu tidak melemahkan atau tidak mengurangi dari dzikir kepada Allah

swt., tetapi bisikan itu tidak pernah berhenti, berarti dari hawa nafsu. Sebaliknya, jika
melemahkan dzikir berarti dari syetan.
Ketiga, apabila ingin membedakan apakah bisikan kebaikan itu datang dari Allah swt. atau
dari malaikat, maka perlu diperhatikan tiga hal pula:
Manakala melintas sekejap saja, maka datang dari Allah swt. Namun jika berulang-ulang,
berarti datang dari malaikat, karena kedudukannya sebagai penasihat manusia.
Manakala bisikan itu muncul setelah usaha yang sungguh-sungguh dan ibadah yang lakukan,
berarti datang dari Allah swt. Jika bukan demikian,bisikan itu datang dari malaikat.
Apabila bisikan itu berkenaan dengan masalah dasar dan amal batin, bisikan itu datang dari
Allah swt. Tetapi jika berkaitan dengan masalah furu` dan amal-amal lahiriah, sebagian
besarnya dari malaikat. Sebab, menurut mayoritas ahli tasawuf malaikat tidak memiliki
kemampuan untuk mengenal batin hamba Allah.
Sementara itu, bisikan untuk suatu kebaikan yang datang dari syetan, merupakan istidraj
menuju amal kejahatan yang lantas menjadi berlipat-lipat, maka perlu memperhatikan dengan
cermat:
Lihatlah, apabila dalam diri anda, pada salah satu perbuatan jika berasal dari bisikan di dalam
hati dengan penuh kegairahan tanpa disertai rasa takut, dengan ketergesa-gesaan bukan
dengan waspada dengan tanpa perasaan aman, ketakutan pada Allah, dengan bersikap buta
terhadap dampak akhirnya, bukan dengan mata batin, ketahuilah bahwa bisikan itu berasal
dari syetan. Maka jauhilah, Bisikan seperti itu, harus jauhi.
Sebaliknya jika bisikan itu muncul bukan seperti bisikan-bisikan di atas, berarti : datang dari
Allah swt., atau dari malaikat.
Saya katakan, bahwa semangat yang membara dapat mendorong manusia untuk segera
melakukan aktivitas, tanpa adanya pertimbangan dari mata hatinya, tanpa mengingat pahala
bisa menjadi faktor yang membangkitkan kondisi itu semua.
Sedangkan cara hati-hati adalah cara-cara yang terpuji dalam beberapa segi.
Khauf, lebih cenderung seseorang untuk berusaha menyempurnakan dan mempraktekkan
suatu perbuatan yang benar dan bisa diterima Allah atas amal perbuatan itu.
Adapun perspektif hasil akhir suatu amal, hendaknya membuka mata hati dengan cermat
dalam diri ada keyakinan bahwa amal tersebut adalah amalan yang lurus dan baik, atau
adanya pandangan mengharapkan pahala di akhirat kelak. Ketiga kategori di atas harus
ketahui dan sekaligus anda jaga. Sebab, semuanya mengandung ilmu-ilmu yang rumit
sehingga sulit didapatkan dan rahasia-rahasia yang mulia.
IQRO....

7 Cara Menangkal Bisikan Setan [Catatan training Ust


Faqih Syarif]
25 Nov

Catatan training Spiritual Motivation PPDS I IPD FK UNAIR/RSU dr.Soetomo

N. Faqih Syarif, S.Sos. Msi


Penulis buku Al-Quwwah Ar-Ruhiyah, kekuatan Spirit Tanpa Batas

Tulis nama Anda dengan tangan kanan 5x lalu masing-masing


ditandaangani. Sekarang buat dengan tangan kiri. Beberapa ada yang
belum mencoba sudah bilang Gak bisa, Sulit!, Angel! Ini namanya
pikiran negatif.

8 dari 10 orang Indonesia terkena penyakit ini. Negative taughts

Indonesia tuh yang lebih terkenal karena budaya korupsi dan jam karet
nya daripada anak bangsa yang menang olimpiade

Penyakit ini abstrak sehingga sulit dibasmi. Unpredictable

Mengapa menulis dengan tangan kanan kita lebih baik karena kebiasaan.
Ala bisa karena biasa. Dan segala bisikan itu masuk melalui ke telinga pikiran - alam bawah sadar - habit - karakter

HIT. Hancurkan Penghalang. Hancurkan pikiran negatif

Setan itu tidak mau manusia itu mulia, hebat, maju dan punya keyakinan
maka ditanamkanlah keragu-raguan dan sifat menunda

Ada 27 cara untuk menghindarkan diri dari bisikan setan. Disini saya akan
berikan 7

1.

Kenali Bisikan setan

Setan itu ada 2 macam. Setan dari golongan jin dan manusia. Kalo kita
sendiri lalu berbuat buruk berarti itu dari golongan jin. Namun kalau kita
bersama teman lalu teman itu bilang wiih rajine, lapo se rajin-rajin? itu
berarti setan dari golongan manusia

Rasa jantuk dan omong sendiri saat kuliah/ceramah itu juga berasal dari
setan

Jadi kenali. Kata Rasulullah SAW bisikan setan itu selalu mengajak kepada
sesuatu yang buruk sedangkan malaikat sebaliknya

Bisikan setan termasuk menunda kebaikan.. Nanti aja ah

Setan masuk kepada pikiran-pikiran dokter yang lebih memntingkan


kepentingan pabrik obat daripada kepentingan pasiennya

Kata bervirus [1] Tapi. [2] Nanti. [3] Sok Tahu

Kita itu selalu menunda, gak kayak laptop tekan tombol Enter langsung
jalan

Banyak manusia yang hanya sekedar ingin tapi tidak mau melakukan.
Saya ini ingin pak sebetulnya keluar dari pekerjaan dan menjadi
wiraswasta tapi ya sudah dari dulu sampai sekarang hanya sebatas
ingin

Niat bekerja itu ada 3. Yang pertama hanya sekedar job biasanya yang
begini setiap senin pasti 80% stress dan mau weekend sueneng. Ada juga
yang niatnya mencari karier. Tapi ini juga lemah. Yang paling hebat adalah
bekerja karena mengikuti panggilan jiwa nya. Bekerja dengan penuh
cinta. Karena ada nilai ibadah. Pekerjaan dokter itu ladang pahala karena
membuat yang sakit menjadi sehat kembali

2.

Doa yang paling jelek itu doanya tukang kubur. Kok hari ini kok gak ada
yang mati ya?

Berdoa, ucapkan Taawudz

3.

Jika itu bisikan malaikat maka bersyukurlah. Tapi bila setan atau ajakan
negative ucapkanlah audzubillahiminasshaitoonirrojiim.. (Aku berlindung
dari godaan Setan yang terkutuk). Segera minta perlindungan. Atau
ucapkan istighfar

Berwudhu

4.

Berwudhu, baca quran lalu shalat mutlaq 2 rakaat. Ada keluarga wawali
yang bila ayahandanya akan marah ke keluarganya lalu ia ambil wudhu
dan sholat. Jadi keluarganya hafal kalau ayahandanya bolak-balik sholat
berarti ada yang membuat ia marah lalu mereka berusaha mengoreksi
dirinya sendiri

Tutup kedua telinga

Abaikan omongan teman yang menghambat kita untuk maju. Jadilah


seperti katak tuli yang memanjat menara

Tinggikan kebermanfaatan kita. Khairunnaas lianfauhum linnaas. Sebaikbaik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia lain

[peserta diabagi menjadi 2 kelompok, kelompok 1 disuruh mengucapkan


impiannya di tahun 2013 sementara kelompok 2 berusaha menjatuhkan
dengan kata-kata yang negative seperti waah gak mungkin gak akan
bisa!

5. Berikan Afirmasi Positif. Saya Special, Saya Juara, Saya Pasti Bisa! Spesial karena sidik
jari kita tidak ada yang sama. Juara karena saat pembuahan hanya ada 1 sperma yang
berhasil membuahi setelah melewati berjuta rintangan. We Are limited edition. Produk yang
sangat berharga. Berikan dong prestasi yang terbaik untuk Alloh. [peserta diberi waktu 10
menit dan radius 10 meter untuk mencari sesuatu yang unik, jarang, khas. Dan itu adalah diri
kita sendiri]. Kita layak untuk prestasi terbaik

6.

Penelitian. Saat kita masih anak-anak kita tersenyum hingga 400x/hari


namun pada saat dewasa hanya 15x/hari. Kita menjadi pelit senyum.
Padahal senyum itu memicu hormon-hormon bahagia seperti serotonin
dan endorfin

Tips kalau lagi galau ada yang di kosnya tiba-tiba mengucapkan Saya
adalah special, Saya Adalah Juara!, Saya Pasti Bisa! ; atau dia
membayangkan membawa trofi pada saat ia pernah memenangkan juara
LKTI. [memang ada baiknya di ruang kerja kita kita tempelkan foto-foto
saat kita mengukir prestasi

Alihkan Perhatian

Remehkan ajakan setan! Sepelekan dan anggap gak penting. Misal setan
ngajak ngajak mabuk Ah kamu bisa aja, becanda kamu Setanpun nanti
akan melongo heran hehe..

7. Lakukan sesuatu yang baik itu dengan 100%. Pesawat tidak akan tinggal landas
sebelum mencapai kecepatan 284 km/jam. Bila kurang dari itu, 0 pesawat tidak akan tinggal
landas.

[Tugas menuliskan 30 nikmat Alloh yang luar biasa dan layak untuk
disyukuri]

[dibagi menjadi 6 kelompok diberi misi menyelamatkan telur dengan


modal, balon, sedotan, cater, dan kertas HVS. Ada juga tugas perorangan
dengan mewujudkan rasa syukur dengan menemui 5 orang pasien]

Untuk bisa membuat team solid. Maka visinya harus jelas, harus ada
pemimpin. Tanamkan motto itu dalam-dalam di hati kita [setiap peserta
disuruh untuk menghafalkan moto IPD dan mengucapkannya keras-keras
Menyelamatkan penderita dengan jujur dan dengan sikap SSPP (Sopan
Santun Penuh Perhatian) adalah kewajiban utama]

[Acara Renungan. Kita disuruh memagang dada kiri dengan tangan kanan.
Menutup mata sambil diiringi theme song doaku dan bunda. Lalu Ust Faqih
menghipnosis mengingatkan tentang orangtua, istri, keluarga terdekat
kita. betapa besar rasa syukur kita memiliki mereka. Dan kita disuruh
membayangkan impian kita mendatang dan orangtua kita begitu
membanggakan kita. bersyukur memiliki anak seperti kita. terakhir kita
disuruh sujud dan seolah kita reborn menjadi peribadi baru yang juara]

Telepati itu ada. Alloh yang akan menyambungkan. Yang paling kuat
hubungan orang tua dan anak. Ada kisah anaknya kuliah di Jakarta dan
orangtuanya di kota lain. Setiap malam ayahnya berdoa dan seolah
terhubung SLJJ. Ia mendoakan bahwa anaknya setiap lihat buku ia tidak
meletakkannya sebelum ia selesai membaca. Setebal apapun bukunya.
Dan betul itu terjadi dan ia sering mendengar ayahnya sering berkata
sesuatu. Telepati harus dengan hati yang jernih sambil dibayangkan
wajahnya

Hukum Kekekalan Energi. Energi positif dan Energi Negatif. Siapa menebar
dia akan menuai. Siapa mengerjakan kebaikan sebesar atom pasti akan
melihat balasannya begitupun sebaliknya. Eneg bisa dinetralisir dengan
taubatan Nasuuha. Cair bisa dalam bentuk harta, kata, cinta. Kapan
Mencairkannya terserah Alloh. Mencairan tabungan energy

Ada pemimpin yang katanya didengar, ada yang korupsi lalu anaknya
narkoba. Jumlahnya persis apa yang dia korupsi. Itu baru dunia, belum
akhirat

Gusti Alloh mboten Sare

Ada jenderal bintang 3 yang pada saat wukuf anaknya menjadi gila dan
menyanyikan garuda pancasila. Lalu seperti ditampakkan pada saat wukuf

bahwa jenderal ini sering mempermalukan anak buahnya dihadapan orang


banyak. Sehingga seperti cermin iapun dipermalukan di arofah hingga
opname. Pada saat pulang ke tanah air. Anaknya tiba-tiba sembuh dari
gilanya.

Siapa menabur benih, sudah ditunjukkan di dunia

Kisah penderita leukemia yang divonis 3 bulan, akhirnya berhasil sembuh


karena ia selalu menuliskan impiannya di secarik kertas dan beberapa
tahun kemudian terkabul seperti sekolah di luar negri, mencetak rekor
MURI. Leukemia nya walaupun masih pengobatan tapi sudah dikatakan
sembuh. Theres nothing impossible when you believe in God! Padahal ia
hampir saja mau bunuh diri karena putus asa. Milikilah impian, tuliskan
lalu lihat apa yang akan terjadi

Summarized by @astu_MD
25 November 2012