Anda di halaman 1dari 6

Proposal Penelitian Eksperimen

Pengaruh Pemberian Campuran Plitur Dan Aspal Terhadap


Ketahanan Kayu Untuk Bangunan Maupun Mebel Dari Rayap Dan
Panas
Tahun Ajaran 2015/2016
Dosen Pembimbing : Dr. Ainur Rofieq, M. Kes

Disusun Oleh :
Nama : Yulfi Mawarida Syarofin
NIM : 201310070311169

Program Studi Pendidikan Biologi


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

A. Latar Belakang
Kayu merukan salah satu kebutuhan dan menjadi bahan baku bangunan
dan berbagai macam kerajinan maupun meuble. Selain itu kayu juga menambah
gaya artistic dalam arsitektur dan furniture bangunan, sehingga kebutuhan kayu
setiap tahun pasti bertambah. Pada dasarnya kayu yang digunakan saat ini
merupakan kayu yang mudah ditemui didaerah tropis misalnya kayu jati,
trembesi, mahoni dan akasia, dari berbagai macam kayu tersebut jika digunakan
sebagai bahan dasar bangunan maupun kerajinan masih belum rentan dari
serangan rayap sehingga ketahanan kayu masih kurang. Pada awalnya orangorang menguatkan kayu dengan lapisan politur karena beberapa kandungan yang
ada didalam politur mampu menahan dari serangan rayap dan panas. Dengan
adanya inovasi baru dalam proses finishing kayu akan dapat memberikan banyak
manfaat bagi pengrajin kayu dalam hal menguatkan kayu dan menjauhkannya
dari berbagai macam penyebab kerusakan pada kayu. Pada kenyataannya ada
beberapa rumah yang menggunakan campuran ini dan ada pula yang hanya
dipolitur ataupun diberi cat begitu saja. Dari perbedaan-perbedaan tersebut
tampak hasil akhir yang bagus namun kurang pada ketahanannya.
Menurut, Muchoyar dan Ikhwanuddin (2005) plitur adalah pewarna kayu
yang bersifat transparan, dan tidak menutup serat kayu, sehingga kayu nampak
lebih indah. Plitur digunakan untuk finishing kayu karena memliki daya tahan
yang tinggi serta hasil yang bagus terhadap kayunya sendiri, akan tetapi secara
tidak disadari kandungan dalam politur berbahaya bagi kesehatan maupun
lingkungan. Hal tersebut dapat didasarkan pada baunya yang sangat menyengat
dan apaila terlalu sering terhirup maka akan membahayakan kesehatan. Selain itu
kelengketan politur juga tidak baik apabila terkena kulit, dan akan menyebabkan
sensitisasi sebagaimana dilansir oleh PT. Warnatama Cemerlang: 2013. Dengan
adanya beberapa kekurangan dari penggunaan politur sebagai pelapis kayu
sehingga aspal menjadi salah satu bahan penambah supaya menjadi peminimalisir
bahaya yang disebabkan oleh politur.
Menurut, Agah dan Herdianto (2012) aspal ialah bahan hidro karbon yang
bersifat melekat (adhesive), berwarna hitam kecoklatan, tahan terhadap air, dan
visoelastis. Aspal sering juga disebut bitumen merupakan bahan pengikat pada
campuran beraspal yang dimanfaatkan sebagai lapis permukaan lapis perkerasan

lentur. Aspal berasal dari alam atau dari pengolahan minyak bumi. Selama ini
aspal sering digunakan sebagai perekat dan pelapis batu untuk pembuatan jalan
sehingga banyak orang yang tidak tahu bahwa aspal juga dapat digunakan selain
dijalan. Oleh sebab itulah plitur dan aspal menjadi suatu gagasan terbaru untuk
mengatasi masalah yang muncul, sehingga dapat menjadi alasan tersendiri dan
pengetahuan baru bahwasannya aspal dan plitur dapat menjadi salah satu
campuran untuk menguatkan kayu. Dengan melihat bahwa ketahanan aspal
dijalan sangat kuat, maka apabila digunakan sebagai pelapis kayu juga akan
menghasilkan ketahanan yang kuat juga dengan cara penggunaan yang terkendali.
B. Rumusan Masalah
1. Adakah perbedaan ketahanan kayu yang diberi plitur dengan kayu yang diberi
campuran antara plitur dan aspal terhadap serangan rayap?
2. Adakah perbedaan kekuatan kayu yang diberi plitur dengan kayu yang diberi
campuran plitur dan aspal?
3. Adakah perbedaan warna antara kayu yang diolesi plitur dengan kayu yang
diolesi campuran plitur dan aspal?
C. Tujuan Penelitian
1. Menganalisis perbedaan ketahanan kayu yang diberi plitur dengan kayu yang
diberi campuran antara plitur dan aspal terhadap serangan rayap
2. Menganalisis perbedaan kekuatan kayu yang diberi plitur dengan kayu yang
diberi campuran plitur dan aspal
3. Menganalisis perbedaan warna antara kayu yang diolesi plitur dengan kayu
yang diolesi campuran plitur dan aspal
D. Manfaat Penelitian
1. Bagi masyarakat, ialah: memberikan informasi serta memberikan solusi
mudah dan aman bagi masyarakat yang ingin membangun rumah dengan
menggunakan bahan baku dari kayu sebagai pintu maupun usuk

II. TINJAUAN PUSTAKA


A. Landasan Teori
a. Menguraikan semua variabel pada judul dengan mendampingkan teori-teori
yang sudah ada dari pakar dan dapat menunjang pemecahan masalah dari
referensi-referensi yang ada, misalnya pengertian tentang aspal dan politur.
b. Merumuskan definisi istilah yang merangkumkan dan mengkombinasikan
teori acuan
B. Penelitian Relevan
1. Kajian kuat tekan terhadap karakteristik aspal beton pada campuran hangat
dengan modifikasi agregat baru- rap dan aspal residu oli
2. Observasi properties aspal porus berbagai gradasi dengan material lokal
C. Kerangka Berpikir
a. Kajian empirik, mengkaji penelitian yang relevan
b. Skema/bagan
D. Hipotesis
1. Ada hasil yang lebih baik ketika kayu dilapisi dengan plitur yang dicampur
dengan aspal

III. METODE PENELITIAN


A. Populasi dan Sampel
Populasi diambil dari beberapa produk meuble dan kayu pada bangunan yang
ada di Malang
Sampel diambil secara randoom dari beberapa desa di Malang
B. Jenis dan Desain Penelitian
a. Jenis penelitian menggunakan desain RAK (Rancangan Acak Lengkap)
b. Dengan menggunakan 1-faktor yang terdiri dari empat perlakuan
C. Variabel Penelitian
1. Pencampuran bahan-bahan aspal
2. Pencampuran aspal dan plitur
3. Pengamplasan kayu, pembentukan, dan pelapisan
a. Metode pengumpulan data tidak bisa dilakukan
D. Prosedur Eksperimen
Langkah-langkah teknis eksperimen, meliputi:
a. Persiapan
b. Pelaksanaan
c. Pengambilan data
E. Teknik Analisis Data
a. Uji persyaratan analisis
b. Uji hipotesis

DAFTAR PUSTAKA
- Agah. H. R,. Dan Herdiyanto. S. P,. (2012).Pengaruh penambahan Buton
Granular Asphalt Pada Campuran Beton Aspal Terhadap Modulus
Resilien dan Gradasi. Jurnal Transportasi. Vol. 12 No. 2 : 103-112
- Edison. B,. (2010) Karakteristik Campuran Aspal Panas (Asphalt ConcreteBinder Course) Menggunakan Aspal Polimer. Jurnal Aptek. Vol. 2 No.
1 : 60-71
- Muchoyar. I., dan Ikhwanuddin. (2005).Peningkatan Kualitas Produk Mebel
Melalui Aaplikasi Finishing Bernuansa Marmer Dan Granit.Inotek.
Vol. 9 no. 2 :175-187