Anda di halaman 1dari 3

Burung Pelikan

2.4

Sumber Makanan Burung Pelikan


Sebagai burung air, makanan burung pelikan adalah ikan. Beberapa jenis pelikan

menangkap ikan dengan berenang secara bekerjasama dalam satu kelompok. Mereka membentuk
suatu barisan membentuk formasi huruf U untuk mengepung dan dan menjebak ikan-ikan ke
pinggir air. Mereka menggunakan sayap untuk mengepak-ngepak permukaan air untuk
mengarahkan ikan. Saat ikan-ikan terjebak dan berkumpuk di pinggiran air, mereka
menangguknya dengan paruh berkatungnya. Pelikan kemudian mengarahkan paruhnya ke bawah
untuk membuang air dari kantung tersebut, kemudian menelan ikan yang terperangkap di
paruhnya. Pelikan Putih Amerika (Pelecanus erythrorhynchos) dapat menampung sekitar 11 liter
air dalam kantung paruhnya.
Cara berburu masing-masing spesies tidak semuanya sama. Pelikan Putih (Pelecanus
erythrorhynchos). Pelikan Putih biasa mencari makan dalam kelompok, dengan memukul-mukul
dan sayap dan kakinya mengejar ikan kecil ke arah tepi air. Pelikan Cokelat (Pelecanus
occidentalis) memburu ikan dengan terjun menyelam dari ketinggian 3 9 m dari atas
permukaan air. Pelikan Punggung Pink (Pelecanus rufescens) dan Pelikan Paruh Tutul (Pelecanus
philippensis) mencari makan sendiri-sendiri dengan dengan berenang perlahan mendekati ikan
sasaran lalu menangkap mangsanya dengan paruhnya secara tiba-tiba.
2.5

Kelimpahan atau Sebaran Burung Pelikan

Pelikan Cokelat (Pelecanus occidentalis), Pelikan Peru (Pelecanus


thagus), Pelikan Paruh Tutul (Pelecanus philippensis), Pelikan
Punggung Pink (Pelecanus rufescens), Pelikan Putih Amerika
(Pelecanus erythrorhynchos), Pelikan Great White (Pelecanus
onocrotalus), Pelikan Dalmatian (Pelecanus crispus), Pelikan
Australia (Pelecanus conspicillatus).
2.6

Reproduksi

Pelikan bersarang secara koloni. Pelikan memiliki kehidupan sosial yang rumit,
sekelompok pelikan jantan mengejar satu pelikan betina di udara, di darat, atau di air dengan
saling menunjuk atau menyentuhkan paruh mereka satu sama lain. Proses ini dapat diselesaikan

dalam satu hari. Spesies yang bersarang di perpohonan memiliki cara yang lebih simpel, pelikan
jantan mempromosikan diri mereka untuk pelikan betina.
Kopulasi berlangsung segera setelah mendapatkan pasangan dan berlanjut selama 3
hingga 10 hari sebelum telur dikeluarkan. Pelikan jantan membawakan material pembuat sarang,
lalu pelikan betina membentuk struktur sarang yang simpel dari material tersebut. Kedua induk,
jantan dan betina, mengerami telur di atas atau di bawah kaki mereka. Pelican bertelur 2-3 butir,
dan dgn masa pengeraman 35-37 hari.

Kelompok burung merupakan hewan ovipar. Walaupun kelompok burung tidak memiliki alat
kelamin luar, Fertilisasi tetap terjadi di dalam tubuh. Hal ini dilakukan dengan cara saling
menempelkan kloaka.
Sistem Reproduksi Jantan
Testis
Kloaka
Saluran sperma
Vas Deferens
Sistem Reproduksi Betina
Ovarium
Saluran
Uterus
Ureter
Oviduk
Fertilisasi terjadi di bagian ujung oviduk. Sel sperma akan masuk kedalam oviduk dan
membuahi sel ovum. Ovum yang telah dibuahi akan mendekati kloaka. Dalam perjalanan
menuju kloaka, sel ovum yang telah dibuahi akan dilapisi oleh materi cangkang berupa zat kapur.
Ovum yang telah dilapisi oleh zat cangkang akan keluar melalui kloaka dan menjadi sebuah
telur. Telur akan terus dierami oleh induknya hingga menetas dan menjadi anak burung. Pelikan
betina bertelur dua sampai empat butir telur yang berwarna putih kebiruan. Pelikan jantan dan
betina secara bergantian mengerami telur mereka. Telur akan menetas dalam jangka waktu
sekitar satu bulan. Telur menetas selisih satu hari

Fungsi bagian-bagian telur aves :


a.

Titik embrio --> bagian yang akan berkembang menjandi embrio

b.

Kuning telur --> cadangan makanan embrio

c.

Kalaza --> menjaga goncangan embrio

d.

Putih telur --> menjaga embrio dari goncangan

e.

Rongga udara --> cadangan oksigen bagi embrio

f. Amnion --> Amnion adalah semacam membran/selaput yang melindungi embrio dalam
telur.
Anak pelikan yang baru menetas sering menyerang saudaranya yang lebih muda supaya
mendapatkan lebih banyak makanan. Anak pelikan tidak disuapi dari kantung. Induknya akan
membuka mulutnya lebar-lebar sehingga anaknya dapat mencapai kerongkongan induknya untuk
mengambil makanan yang disediakan. Anak pelikan akan segera dewasa dalam tiga tahun.
2.7

Simbiosis dan Dampak bagi Manusia