Anda di halaman 1dari 6

KOSMETIK DEKORATIF

kekhasan kosmetik dekoratif adalah bahwa kosmetik ini bertujuan sematamata untuk mengubah penampilan, yaitu agar tampak lebih cantik dan noda-noda
atau kelainan pada kulit tertutupi. Kosmetik dekoratif tidak perlu menambah
kesehatan kulit. Kosmetik ini dianggap memadai jika tidak merusak kulit (Tranggono,
2007).
Persyaratan Kosmetik Dekoratif
Persyaratat untuk kosmetik dekoratif antara lain adalah (Tranggono, 2007):
1. Warna yang menarik.
2. Bau harum yang menyenangkan.
3. Tidak lengket.
4. Tidak menyebabkan kulit tampak berkilau.
5. Tidak merusak atau mengganggu kulit.

Pembagian Kosmetik Dekoratif


Kosmetik dekoratif dapat dibagi dalam dua golongan, yaitu (Tranggono, 2007):
1. Kosmetik dekoratif yang hanya menimbulkan efek pada permukaan dan

pemakaiannya sebentar, misalnya bedak, lipstik, pemerah pipi, eye shadow,


dan lain-lain.
2. Kosmetik dekoratif yang efeknya mendalam dan biasanya dalam waktu lama

baru luntur, misalnya kosmetik pemutih kulit, cat rambut, dan pengeriting
rambut.
Peranan Zat Pewarna dalam Kosmetik Dekoratif
Dalam kosmetik dekoratif, zat pewarna memegang peranan sangat besar. Zat
warna untuk kosmetik dekoratif berasal dari berbagai kelompok :
Zat warna alam yang larut
Zat ini sekarang sudah jarang dipakai dalam kosmetik. Sebetulnya dampak zat alam
ini pada kulit lebih baik dari pada zat warna sintetis, tetapi kekuatan pewarnaanya
relatif lemah, tak tahan cahaya, dan relatif mahal. Misalnya carmine zat warna
merah yang diperoleh dari dari tubuh serangga coccus cacti yang dikeringkan ,
klorofil daun-daun hijau, henna yang diekstraksi dari daun Lawsonia inermis,
carotene zat warna kuning.
Zat warna sintetis yang larut

Zat warna sintetis pertama kali disintetis dari anilin, sekarang benzena, toluena,
anthracene yang berfungsi sebagai produk awal bagi kebanyakan zat warna.
Sifat-sifat zat warna sintetis yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Intensitas harus kuat sehingga jumlah sedikit pun sudah memberi warna.
2. Harus bisa larut dalam air, alkohol, minyak, atau salah satunya. Yang larut air

untuk emulsi O/W dan larut minyak untuk emulsi W/O. Yang larut air hampir
selalu juga larut dalam alkohol encer, gliserol, dan glikol. Yang larut minyak
juga larut dalam benzena, karbon tetraklorida, dan pelarut organik lainnya,
kadang-kadang juga dalam alkohol tinggi. Tidak pernah ada zat warna yang
sekaligus larut dalam air dan minyak.
3. Sifat yang berhubungan dengan pH. Beberapa zat warna hanya larut dalam

pH asam, lainnya hanya dalam pH alkalis.


4. Kelekatan pada kulit atau rambut. Daya lekat berbagai zat warna pada kulit

dan rambut barbeda-beda. Terkadang kita memerlukan daya lekat besar


seperti cat rambut, namun terkadang kita menghindarinya misalnya untuk
pemerah pipi.
5. Toksisitas. Yang toksis harus dihindari, tetapi ada derajat keamanannya.

Pigmen alam
Pigmen alam adalah pigmen warna pada tanah yang memang terdapat secara
alamiah, misalnya aluminium silikat, yang warnanya tergantung pada kandungan
besi oksida atau mangan oksidanya (misalnya kuning, coklat, merah bata, coklat
tua). Zat warna ini murni, sama sekali tidak berbahaya, penting untuk mewarnai
bedak-krim dan make-up sticks. Warnanya tidak seragam, tergantung asalnya, dan
pada pemanasan kuat menghasilkan pigmen warna baru.
Pigmen sintetis
Dewasa ini besi oksida sintetis sering menggantikan zat warna alam. Warnanya
lebih intens dan lebih terang. Pilihan warnanya antara lain kuning, coklat sampai
merah, dan macam-macam violet.
Pigmen sintetis putih seperti zinc oxida dan titanium oxida termasuk dalam kelompok
zat pewarna kosmetik yang terpenting. Zinc oxida tidak hanya memainkan satu
peran dalam pewarnaan kosmetik dekoratif, tetapi juga dalam preparat kosmetik dan
farmasi lainnya.
Banyak pigmen sintetis yang tidak boleh dipakai dalam preparat kosmetik karena
toksis, misalnya kadmiun sulfat dan cupri sulfat.
Pemerah pipi

Pemerah pipi adalah sediaan kosmetik yang digunakan untuk mewarnai pipi
dengan sentuhan artistik sehingga dapat meningkatkan estetika dalam tatarias
wajah (Depkes RI, 1985).
Pemerah pipi dibuat dalam berbagai corak warna yang bervariasi mulai dari
warna merah jambu hingga merah tua. Pemerah pipi konvensional lazim
mengandung pigmen merah atau merah kecoklatan dengan kadar tinggi. Pemerah
pipi yang mengandung pigmen kadar rendah digunakan sebagai pelembut warna
atau pencampur untuk memperoleh efek yang menyolok.
Pemerah pipi dapat digunakan langsung dengan melekatkan pada kulit pipi,
tetapi dalam banyak hal lebih baik digunakan setelah sediaan alas rias, baik
sebelum maupun sesudah menggunakan bedak (Depkes RI, 1985).

KOSMETIK DEKORATIF
TUJUANMengubah penampilan agar tampil lebih cantik, menarik,
menutupi kekurangan, dsb. (Psikologis)
Jenis kosmetik dekoratif
1. KD yang memiliki efek kerja permukaan

Bedak
Lipstick
Blush on
Eye shadow

2. KD yang memiliki efek kerja mendalam

Pemutih kulit
Cat rambut
Pengeriting rambut Penghilang rambut

Ciri khas Kosmetik Dekoratif

Pewarna
Pewangi

Syarat Kosmetik Dekoratif yang baik

Warna menarik
Berbau menyenangkan
Tidak lengket
Tidak membuat kulit berkilau
Tidak merusak/mengganggu kesehatan kulit/tubuh

Pewarna dalam Kosmetik Dekoratif

Zat warna alam yang larut (alkalain, carmine, henna, carotene)


Zat warna sintetis yang larut (anilin, benzena, toluena, coal tar)
Pigmen alam (pigmen alami pada tanah: alumunium silikat, besi
oksida, mangan oksida)
Pigmen sintetis (zinc oxide, titanium oxide, cobalt)
Lakes alam dan sintetis (terbuat dari coal tar dan substrat seperti zinc
oxide, alumunium hidroksida, alumunium fosfat, barium fosfat, barium
sulfat, magnesium karbonat, alumina hidrat dan kaolin) Contoh
kosmetik dekoratif
Foundation
Bedak
Perona pipi (Rouge/blush on)
Eye shadow
Maskara
Pencil alis
Eye liner
Lipliner
Lipstick
Lipgloss
Cat kuku

Contoh kosmetik dekoratif Foundation Fungsi:

Memudahkan penempelan bedak pada kulit


Memperhalus permukaan kulit
Menutupi noda/bekas jerawat
Menyamarkan warna kulit pucat dan bayangan gelap seputar mata

BEDAK

Fungsi
Menghaluskan/melicinkan kulit
Melindungi kulit dari sinar matahari
Menutupi noda/cacat pada permukaan kulit
Menyerap minyak/mengurangi kilap kulit

Jenis bedak

Loose powder

Compact powder
Shimmering
Meteorite powder
Two way cake

Komposisi bedak
Zinc oksida (menutup noda dan memantulkan sinar UV)
Zinc stearat (pelekat)
Talcum vanetum (melicinkan permukaan kulit)
Calcium carbonat dan magnesium karbonat (menyerap keringat dan
minyak)

Titanium dioksida (menutup noda dan memantulkan sinar UV)

Pewarna

pewangi

LIPSTICK
FUNGSI

Mewarnai bibir
Melembabkan bibir
Memberi kesan kemilau
Menyempurnakan bentuk bibir JENIS
Satin(mengkilap tapi tak berminyak)
Semi gloss(berminyak tapi tidak terlalu mengkilap)
Matte (tahan lama dan tidak mengkilap)
Laqcuer (memberi kesan halus dan lembut)
Treatment (berkilau, mengandung pelembab dan vitamin)
MASKARA

FUNGSI

Menebalkan, melentikan dan membuat bulu mata terlihat lebih


panjang JENIS DAN KARAKTERISTRIKNYA
Maskara cair (mudah luntur)
Maskara waterproof (anti luntur)
Maskara kondisioner(untuk bulu mata yang mudah rontok/patah)
Maskara bulu (untuk yang bermulu mata tipis dan jarang)
Maskara padat/cake (memberi kesan pada bulu mata tampak
alamiah EYE SHADOW

FUNGSI

Membuat mata lebih bersinar


Membuat kesan bola mata lebih putih sehingga terlihat cemerlang

JENIS DAN KARAKTERISTRIK

Kosmetik Dekoratif yang paling ekstrem(bahan&cara pakai harus


seaman mungkin)
Cair
Krim
Cake
Stick
Jelly

EYE BROW PECIL


FUNGSI

Membentuk alis
Mempertebal alis

EYE LINER
FUNGSI

Fungsi:
Mempertegas bentuk mata
Membuat mata tambak lebih besar