Anda di halaman 1dari 27

Assalamualaikum wr.

wb

1.
2.
3.
4.
5.

Antibacterial Activity of Marine Source Extracts Against


Organisms
Nagi A. AL-Haj Multidrug
Department ofResistance
Medical Microbiology,
Faculty of Medicine and
Health Sciences, Sanaa University, P.O. Box 13078, Sanaa, Yemen.
Nurmas I. Mashan, Department of Microbiology and Parasitology, Faculty of
Medicine and Health Sciences, University Putra Malaysia
Mariana N. Shamsudin, 3Department Marine Science and Aquaculture, Institute
of Bioscience, University Putra Malaysia,
Habsah Mohamad, Department of Chemical Sciences, Faculty of Science and
Technology, University Terengganu, Malaysia
Charles S. Vairappan and 2Zamberi Sekawi, Laboratory of Natural Products,
Department of Chemistry, Institute for Tropical Biology and Conservation,
University Sabah, Malaysia

Kelompok 8
6. Nurul Safitri
260110070032
7. Puji Astuti
260110070033
8. Ajeng Ninda
260110070034
9. Yeyi Mawardiastuti
260110070035

Latar Belakang

Resistensi
antimikroba

Meningkatn
ya volume
strain
multiresista
nt

Penemuan
antibiotik
yang sulit.

(Mainous and Pomeroy, 2001).

Aktivitasantibakteri
sumber
rumput laut alam.

Antimikroba
Peptida(AMP)

Antimikroba
Peptida(AMP)
Antimikroba peptida (AMP) merupakan
kelompok baru antibiotik alami yang
memiliki molekul peptida terisolasi
dari organisme sebagai salah satu
penyelesaian
masalah
Multidrug
Resistan (MDR)
Aktif terhadap spektrum luas
mikroorganisme
termasuk
bakteri, jamur, protozoa dan
parasit
metazoan(Liuetal,2000)

Tujuan
Penelitian
Membuktikan bahwa bahan alam
rumput laut Graciliria changii dan
euchema
denticulatum
serta
teripang memiliki agen antibakteri
yang berpotensi

Bahan
Diperoleh di PantaiMorib,Selangor,
Malaysia

Gracilariachangii

Tumbuh dandibudidayakandiPantai
Sabah.
Eucheuma denticulatum

Bakteri
Methicillin resistant Staphylococcus aureus,
Streptococcus pyogenes, Escherichia coli,
Klebsiella pneumoniae, dan Pseudomonas
aeruginosa diperoleh dari beberapa rumah
sakit di Malaysia.

Semua isolat disediakan dalam


bentuk stok murni. Isolat
dipertahankan pada suhu -20 C
dalam kaldu Luria Bertani
mengandung 15% gliserol

METODE

Ekstraksi genomik dan Ekstraksi


organik
Genomik ekstraksi dilakukan dengan
menggunakan Master DNA dan RNA
dengan Kit Pemurnian. Sampel
dicampur dalam pelarut, diaduk
selama 48 jam dan disimpan pada 4
C sampai digunakan lebih lanjut.

METODE

Skrining molekul

Polymerase Chain Reaction (PCR): menggunakan


primer premium

Pereaksi: 25 L buffer BST (Biosyntech Inc), 1,8 mM


MgCl2, 200 pM dNTP, 20 pmole primer reverse dan
forward primer, 1U taq polimerase.

Program PCR:
Denaturasi awal pada suhu 94 C selama 5 menit,
dilakukan 35 siklus denaturasi pada suhu 94 C selama
5 detik, suhu annealing tergantung pada primer
tertentu selama 1 menit, ekstensi pada suhu 72 C
selama 2 menit dan perpanjangan terakhir pada 72 C
selama 3 menit.

METODE
DIFUSI
Cakram kertas dijenuhkan dengan Ekstrak metanol
G.changii dan E. denticulatum sebagai sampel, metanol
60% (kontrol negatif) dan vankomisin (kontrol positif)

Campurkan media agar dan bakteri pada cawan petri


dan biarkan memadat.

Tempatkan cakram kertas pada permukaan agar lalu


diinkubasi pada suhu 37 C dan zona inhibisi diamati
setelah 24-48 jam

METODE MIC dan


MBC
isolat ditumbuhkan sampai konsentrasi setara dengan 0,5
standar MacFarland pada suhu 37 C dan diencerkan dalam
Mueller Hinton Broth ditambah dengan 2% NaCl hingga
konsentrasi 50 mg mL-1 untuk changii G. dan 40 mg mL-1
untuk denticulatum E..

Suspensi bakteri MRSA dan Non-MRSA


ditambahkan ke dalam cawan petri masingmasing.

Cawan petri diinkubasi pada 37 C selama 24 jam dalam


inkubator. Kemudian jumlah koloni bakteri yang
dikembangkan pada masing-masing cawan agar dihitung.

HASIL

Keterangan: Gracilaria changii on Streptococcus pyogenes


(S1), S. aureus (STR5), S. aureus (STR9) and S. aureus (20).
(A)Filter paper disc extract
(B) 60% methanol (Negative control)
(3) Gentamycin
(4)Vancomycin
positive control
(5)Penicillin
(7)Tetracycline

HASIL

Keterangan:
(A)Filter paper disc impregnated with extract
(B) 60% methanol (Negative control)
(3)Gentamycin
(4)Vancomycin
(5) Penicillin
positive control
(8)Ampicillin
(9) Imipenem

HASIL

testing of E. denticulatum with S. aureus (STR5), S.


aureus (STR9), S. aureus (20) and S. aureus (N8).
Keterangan:
(A)Filter paper disc impregnated with extract
(B)(B) 60% methanol (Kontrol negatif)
(4)vancomycin
Kontrol positif
(5)Penicillin.

HASIL

Disc Susceptibility Testing of E. denticulatum on S. pyogens, E. coli, V. cholera,


P. aeruginosa and K. pneumonia.
(A) Filter paper disc impregnated with extract
(B) 60% methanol
(3) gentamycin
(5) penicillin
(7) tetracycline
(8) Ampicillin
(9) Imipenem

HASIL

MIC and MBC test for MRSA isolate with G. changii extract.
The reducing of colonial growth of STR5 isolates in
different concentrations of G. changii methanol extract.
MBC: 50 mg mL-1
MIC: 25 mg mL-1

HASIL

MIC and MBC test for Non-MRSA isolate with G.


changii extract. The reducing of colonial growth of
N8 (non-MRSA) isolates in different concentrations
of Gracilaria changii methanol extract.
MBC: 50 mg mL-1
MIC: 12.5 mg mL-1

HASIL

MIC and MBC test for MRSA isolate with E.


denticulatum extract. The reducing of colonial
growth of STR5 (MRSA) isolates in different
concentrations of E. denticulatum methanol extract.
MBC: 40 mg mL-1
MIC: 20 mg mL-1

HASIL

MIC and MBC test for Non-MRSA isolate with E.


denticulatum extract. The reducing of colonial
growth of N8 (non-MRSA) isolates in different
concentrations of E. denticulatum methanol extract.
MBC: 17.5 mg mL-1
MIC: 8.75 mg mL-1

MBC danMIC tes dilakukan dengan hatihati karena mudah terpengaruholeh


sifat bakteri yang digunakan, ukuran
inokulumdan
komposisi
medium
budaya,waktu inkubasi dan kondisi
inkubasi, sepertisuhu, pH dan aerasi.

Dalam studi ini, pembacaan MIC dan


MBC yang didasarkan padajumlah koloni
yang tumbuh pada agar-agar MueillerHinton adalah konstan untuk kedua
rumput laut setelah diulang dua kali.

Ekstrak metanol G. Changii mengurangi


jumlahpertumbuhan koloni untuk isolat
MRSA pada konsentrasi 25 mg/mL,
sedangkan di non-MRSAisolat, penurunan
pertumbuhan kolonial dapat diamatipada
konsentrasi ekstrak 12,5 mg/mL.Tingkat
konsentrasi ini dianggap sebagai MIC.
Pengaruh bakterisida dari ekstrak G. changii
ditunjukkan oleh tidak ada pertumbuhan
koloni yang diamatiketika konsentrasi
ekstrak 50 mg/mL untuksemua isolat S.
aureus.Tingkat konsentrasiini dianggap
sebagai tingkat MBC.

Hasil
penelitian
mengungkapkan
bahwa
ekstrak
metanol
E.
denticulatumdapat
menghambat atau mengurangi pertumbuhan
S. aureus lebih baik daripada ekstrak metanol
G. changii.

Tingkat MIC ekstrak E. denticulatum yang


ditunjukkan dengan berkurangnya jumlah
koloni MRSA pada konsentrasi 20 mg/mL,
sedangkan untuk non-MRSAsebesar 8,75
mg/mL.Pengaruh MBC ekstrak berada di40
mg/mL untuk MRSA
dan 17,5 mg/mL
untuknon-MRSA isolat.

Ekstrak dapatdigunakan sebagai alternatif dalam


pengobatan MRSA dan non-infeksi MRSA
pengganti penisilinkarena ekstrak ini
menghambat baik MRSA dan non-MRSA dengan
zona penghambatan 6 mm dan 1mm lebih
darizona hambatan di sekitar disk penisilin.

Ballantine et al.(1987) serta Reicheltdan


Borowitzka (1984) mengungkapkan aktivitas
antimikroba darirumput laut lebih tinggi terhadap
bakteri gram positif jika dibandingkan dengan
aktivitas terhadap gramnegatif bakteri sehingga
penelitian hanya difokuskan pada baktei gram
positif.

Metode ekstraksi yang digunakan adalah


ekstraksi metanoldan Phosphate Buffer Saline
(PBS). Tujuannya adalah untuk menemukan
ekstraksi paling cocok dan efektif
menghasilkan zat aktifantibakteri.

Aktivitas antibakteri hanya ditemukan


menggunakanpelarut metanol, dimana terjadi
penghambatan pertumbuhangram positif
patogen, S. aureus dan S. pyogenes.

Identitas senyawa aktif dalamekstrak tidak


dapat dikonfirmasi dalam laporan saat ini.

Potensi antimikroba berhasil dikembangkan dengan


dirancangnya sepasang primer untuk
memperkuatgen antimikroba pengkode permeabilitas
membranyang dibuktikan dari amplifikasigen pada
ukuran yang diharapkan dari 222 bp.

Kesimpulan

Hasil yang diperoleh menunjukkan


bahwa Gracilaria changii dan Euchema
denticulatum dapat menjadi sumber
produk alami dengan memodifikasi
antibiotik yang juga digunakan sebagai
multidrug bakteri resisten.

TERIMA KASIH