Anda di halaman 1dari 6

NAMA

NIM
KELAS

: ARVIA SUPRAFESTI
: 201310410311233
: FARMASI B

Tugas Mahasiswa untuk materi Kuliah KONAS dan KOTRANAS


1.

Jelaskan keterkaitan antara pernyataan kesehatan adalah hak asasi manusia


dan akses terhadap obat esensial !
Kesehatan adalah hak asasi manusia dan setiap penduduk berhak
mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal sesuai dengan kebutuhan
tanpa memandang kemampuan membayar. Akses terhadap obat terutama obat
esensial merupakan salah satu hak azasi manusia. Obat merupakan salah satu
komponen yang tak tergantikan dalam pelayanan kesehatan. Obat adalah
bahan atau paduan bahan-bahan yang digunakan untuk mempengaruhi atau
menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan
diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan
kontrasepsi termasuk produk biologi.
Dalam hal ini pemerintah wajib menjamin hak asasi setiap warga tehadap
kesehatannya. Salah satu cara tersebut adalah menyediakan obat-obat esensial
yang yang siap tersedia dalam satuan pelayanan kesehatan (puskesmas/rumah
sakit) sehingga warga mendapat jaminan atas pelayanan tersebut.

2.

Jelaskan bahwa obat bukan sekedar komoditas perdagangan biasa !


Selain merupakan komoditas perdagangan, obat juga memiliki fungsi sosial.
Dalam hal ini fungsi sosial obat adalah berkaitan dengan unsur kesehatan.
Seperti halnya, upaya peningkatan kesehatan, pencegahan, diagnosis,
pengobatan dan pemulihan.

3.

Jelaskan mengapa penyediaan obat esensial merupakan kewajiban


pemerintah dan lembaga pelayanan kesehatan publik maupun swasta !

Penyediaan dan pengelolaan anggaran untuk pengadaan obat esensial yang


diperlukan mesyarakat di sektor publik menjadi tanggung jawab pemerintah
daerah yang sebelumnya merupakan tanggung jawab pemerintah pusat,
namun pemerintah pusat masih mempunyai kewajiban untuk penyediaan obat
program kesehatan dan persediaan penyangga serta menjamin keamanan,
khasiat dan mutu obat.
Pokok-pokok rencana pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010,
menggariskan arah pembangunan kesehatan yang mengedepankan paradigma
sehat. Tujuan pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010 antara
lain meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat dan
memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan bermutu, adil dan merata.
Hal tersebut merupakan salah satu program peningkatan taraf hidup bagi
Bangsa Indonesia, sehingga pemerintah harus menjamin dan bertanggung
jawab atas hal tersebut.

4.

Jelaskan

keterkaitan

antara

pelaksanaan

otonomi

daerah

dapat

berpengaruh pada ketersediaan obat esensial !


Pelaksanaan otonomi daerah telah membawa perubahan mendasar yang perlu
dicermati agar ketersediaan obat esensial bagi masyarakat tetep terjamin dan
untuk daerah-daerah terpencil, perbatasan, kepulauan da daerah rawan
bencana perlu dikembangkan sistem pengelolaan obat secara khusus.
Akses masyarakat terhadap obat esensial dipengaruhi oleh empat faktor
utama, yaitu penggunaan obat yang rasional, harga yang terjangkau,
pembiayaan yang berkelanjutan, dan sistem pelayanan kesehatan beserta
sistem suplai yang dapat menjamin ketersediaan, pemerataan dan
keterjangkauan.
5.

Sebutkan tujuan pemerintah menetapkan harga obat generik untuk


pelayanan kesehatan !

Mekanisme penetapan harga obat di sektor swasta saat ini diserahkan kepada
pasar. Mengingat obat bukan komoditi perdagangan

biasa dan sangat

mempengaruhi kehidupan manusia


Karena obat generik / esensial generik tersebut dibiayai oleh APBD maupun
APBN sehingga menjamin keterjangkauan oleh masyarakat
Adapun tujuan pemerintah menetapkan harga obat generik untuk pelayanan
kesehatan diantaranya:
Untuk mendapatkan harga yang lebih terjangkau disektor publik.
Untuk menghindari monopoli
Untuk mengembangkan sistem informasi harga
Untuk menjamin pembiayaan obat bagi masyarakat.
6.

Sebutkan dampak dari harmonisasi persyaratan teknis di bidang farmasi


sesuai yang tercantum pada KONAS !
Harmonisasi persyaratan teknis membawa implikasi akan adanya persyaratan
teknis terkini yang makin canggih yang mungkin tidak mendesak, dan yang
menimbulkan beban tambahan bagi perusahaan domestik serta bagi
konsumen.
Perjanjian WTO membawa implikasi berupa perlindungan hak paten,
penghapusan tariff dan non tariff barrier, perampingan proses registrasi dan
harmonisasi persyaratan teknis. Disatu pihak keadaan ini memberikan beban
pada pengendalian dan pengawasan obat dan dilain pihak memaksa industri
farmasi domestik untuk meningkatkan daya saingnya. Perjanjian TRIPs
memperpanjang waktu perlindungan hak paten yang berarti memperpanjang
hak monopoli dari industri inovator transnasional, yang akan memberikan
dampak negatif pada keterjangkauan obat oleh masyarakat.

7.

Sebutkan stakeholder atau pelaku yang terkait dengan penyusunan dan


pelaksanaan KONAS !
Pemerintah, Pengusaha dan Masyarakat.

Pemerintah sebagai pengawas. Pengusaha sebagai penyedia. Masyarakat


berperan melindungi dirinya sendiri dari obat yang tidak memenuhi syarat,
obat palsu, dan obat ilegal melalui upaya komunikasi, informasi, dan edukasi.

8.

Apa yang dimaksudkan dengan pengobatan rasional obat dan contoh


ketidakrasionalan obat?
Pengobatan rasional obat adalah pasien menerima obat yang sesuai dengan
kebutuhan klinisnya, dengan

dosis yang tepat, untuk jangka waktu

pengobatan yang sesuai, dengan biaya yang terjangkau.


Contoh ketidakrasionalan obat adalah polifarmasi, penggunaan obat non
esensial, penggunaan antimikroba yang tidak tepat, penggunaan injeksi secara
berlebihan, penulisan resep yang tidak sesuai dengan pedoman klinis,
ketidakpatuhan pasien (non-compliency) dan pengobatan sendiri secara tidak
tepat.

9.

Sebutkan apa saja potret kelemahan dibidang Obat Tradisional seperti yang
disebutkan dalam analisa SWOT Kotranas dan bagaimana cara mengatasai
hal tersebut diatas !
Sangat kurangnya ketersediaan standar dan metode sebagai instrumen untuk
melakukan evaluasi mutu.
Sumber daya alam Indonesia harus dimanfaatkan secara optimal dan
berkelanjutan untuk kesejahteraan rakyat, oleh karena itu perlu dilakukan
upaya peningkatan pemanfaatan sumber daya alam dibidang obat
tradisional untuk peningkatan pelayanan kesehatan dan ekonomi.
Sumber daya alam tumbuhan obat belum dikelola secara optimal dan kegiatan
budidaya belum diselenggarakan secara profesional, karena iklim usaha yang
tidak kondusif, tidak ada jaminan pasar dan harga.
Pemerintah perlu memberikanpengarahan dan iklim yang kondusif untuk
tersedianya obat tradisional yang bermutu : aman, memiliki khasiat nyata
yang teruji secara ilmiah, dan dimanfaatkan secara luas, baikuntuk
pengobatan sendiri oleh masyarakat maupun digunakan dalam pelayanan

kesehatan formal dan menjamin masyarakat mendapatkan informasi


tentang obat tradisional yang benar, lengkap dan tidak menyesatkan.
Mutu simplisia umumnya kurang memenuhi persyaratan, karena penanganan
pasca panen yang kurang tepat dan terbatasnya IPTEK serta lemahnya
kualitas sumber daya petani tumbuhan obat.
Industri obat tradisional masih sangat kurang memperhatikan dan
memanfaatkan hasilhasil penelitian ilmiah dalam pengembangan produk dan
pasar.
Pemerintah melaksanakan pembinaan, pengawasan dan pengendalian obat
tradisional, secara profesional, bertanggung jawab, independen dan
transparan, sedangkan pelaku usaha bertanggung jawab atas mutu dan
keamanan sesuai persyaratan dalam rangka melindungi masyarakat dan
meningkatkan daya saing.
1. Eksploitasi jenis tumbuhan OT tanpa budidaya
2. Kurang koordinasi unsur pemerintah, industri pendidikan & penelitian,
petani, provider kesehatan
3. Belum terakomodasi dalam kurikulum FK
4. Pembiayaan kurang untuk penelitian ilmiah
5. Produksi industri bahan baku kurang
6. IKOT dengan fasilitas dan Sumber daya minimal & hanya 69 dari 129 yang
bersertifikat CPOTB
7. Pasar Industri menekankan promosi dibanding dukungan ilmiah

10. Bagaimana upaya Pemerinyah untuk menjamin obat tradisional yang


aman, bermutu tinggi dan bermanfaat serta melindungi masyarakat
dari penggunaan obat tradisional yang tidak tepat. Sebutkan !
Penilaian keamanan, mutu dan khasiat melalui proses pendaftaran,
pembinaan, pengawasan dan pengendalian impor, ekspor, produksi, distribusi
dan pelayanan obat tradisional merupakan suatu kesatuan yang utuh,
dilakukan dengan kompetensi tinggi, akuntabel, transparan dan independen.

Adanya dasar hukum dan penegakan hukum secara konsisten, dengan efek
jera yang tinggi untuk setiap pelanggaran.
Penyempurnaan ketentuan sarana produksi bahan baku, dan komoditi obat
tradisional.
Pemberdayaan masyarakat melalui penyediaan dan penyebaran informasi
terpercaya sehingga terhindar dari risiko penggunaan obat tradisional yang
tidak memenuhi standard dan risiko kesalahgunaan.
Penyempurnaan dan pengembangan berbagai standar dan pedoman yang
berhubungan dengan mutu obat tradisional.

Anda mungkin juga menyukai