Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM PENGUKURAN FISIS

FAN TEST

Kelompok

:1

Nama Anggota Kelompok: 1. Adi Cahyono


2. Agit Dwi Handoyo
3. Ahmad Singgih Utomo
4. Anggreni Putri
5. Arif Septian
Kelas

: 4J

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TEKNIK KONVERSI ENERGI
MARET, 2015

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sebagai mahasiswa/i program studi Teknik Konversi Energi, kami diharapkan untuk
memahami berbagai macam peralatan yang nantinya akan digunakan pada industri
seperti pembangkit, pertambangan dan lain-lain. Salah satualat yang akan digunakan adalah fan,
yang nantinya akan di bagi dalam beberapa macam seperti pompa, kompressor dan lain-lain dan
akan di bahas pada bab II.

B. Tujuan Praktikum
1. Mahasiswa/i diharapkan mampu mengukur kecepatan udara
2. Mahasiswa/i diharapkan mampu mengukur daya motor
3. Mahasiswa/i diharapkan dapat mengetahui distribusi aliran pada saluran
4. Mahasiswa/i diharapkan dapat mengetahui hubungan daya dengan debit aliran
dan kecepatan aliran

BAB II
DASAR TEORI
A. Fan
Fan adalah perangkat mekanis yang digunakan untuk membuat aliran gas kontinu seperti
udara. Dalam setiap sistem pendingin, yang menggunakan gas sebagai penghantar, fan adalah
unit wajib yang menciptakan aliran udara dalam sistem. Sistem ini dapat dilihat
dalam fansederhana yang digunakan di rumah tangga atau kipas pendingin eksternal untuk
mesin pembakaran internal. Ketika membutuhkan tekanan yang lebih tinggi diperlukan blower
yang digunakan sebagai pengganti fan.
Fan biasanya terdiri dari baling-baling atau pisau tetap ke sebuah hub, biasanya disebut
impeller. Mekanisme penggerak seperti motor atau drive belt akan terhubung untuk menciptakan
gerak rotasi impeller. Mekanisme gerak bisa diatur sehingga alirannya bias sentrifugal maupun
aksial.
Fan

aksial

meniup

gas

sepanjang

sumbu

rotasi,

dan

biasanya

digunakan

sebagai pendingin kipas di rumah tangga, mobil, dan bahkan di komputer.


Struktur fan yang lebih besar digunakan di mesin turbojet, mesin pendingin udara industri, dan d
alam terowongan angin, untuk memberikan aliran volume gas yang besar.
Fan

sentrifugal

meniup gas

radial

keluar

dari sumbu

impeller. Mereka

juga

dikenalsebagai Kipas kandang Squirrel, karena tampilannya mirip kandang yang digunakan
untuk latihan tupai. Gas tersedot dari rongga hingga ketengah impeller kemudian didorong
keluaroleh gaya sentrifugal yang bekerja pada gas karena gerak rotasi. Fan sentrifugal adalah
jenis yang paling umum digunakan dalam perangkat HVAC modern.
Karakteristik

fan

dapat

dinyatakan

dalam

bentuk

kurva,

kurva

fan

merupakan penggambaran grafik dari sejumlah parameter yang saling terkait. Biasanya sebuah
kurva akan dikembangkan untuk sekumpulan kondisi yang diberikan termasuk volum fan, tekanan statis
sistim, kecepatan fan, dan tenaga yang diperlukan untuk menggerakan fan pada kondisi yang
diketahui. Dengan menggunakan anemometer kita bisa mengetahui seberapa cepat fan berputar.

B. Persamaan Kontinuitas
Sebuah persamaan kontinuitas dalam fisika adalah persamaanyang menggambarkan
transportasi dari kuantitas kekal. Sejak massa, energi, momentum, muatan listrik dan kuantitas
alam lainnya dilestarikan dalam kondisi masing-masing yang sesuai, berbagai fenomena fisik
dapat dijelaskan menggunakan persamaan kontinuitas. Sebuah persamaan kontinuitas adalah
kasus khusus yang lebih umum persamaan transport.
A1 . V1 = A2 . V2
Dimana A1 = luas penampang di daerah 1 (m2)
V1 = kecepatan fluida pada daerah 1 (m/s)
A2 = luas penampang di daerah 2 (m2)
V2 = kecepatan fluida pada daerah 2 (m/s)
C. Persamaan Bernoulli
Prinsip Bernoulli adalah sebuah istilah di dalam mekanika fluida yang menyatakan
bahwa pada suatu aliran fluida, peningkatan pada kecepatan fluida akan menimbulkan penurunan
tekanan pada aliran tersebut.

P + gh + v2 = C

P1 + gh1 + v12 = P2 + gh2 + v22

Dimana P1 = tekanan di daerah 1 (N/m2)


P2 = tekanan di daerah 2 (N/m2)
= massa jenis fluida (kg/m3)
V1 = kecepatan aliran fluida pada daerah 1(m/s)
V2 = kecepatan aliran fluida pada daerah 2(m/s)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
h1 = pengaruh ketinggian terhadap fluida 1 (m)

h2 = pengaruh ketinggian terhadap fluida 2 (m)

D. Pitot Tube
Tabung Pitot atau sering disebut pipa pitot ini merupakan suatu peralatan yang
dapatdikembangkan

sebagai

pengukur

kecepatan

gerak

pesawat

untukmengukur tekanan dan kecepatan aliran fluida di suatu titik.

Dimana V = kecepatan fluida (m/s)


P1 = tekanan di daerah 1 (N/m2)
P2 = tekanan di daerah 2 (N/m2)
= massa jenis fluida (kg/m3)

terbang.

Digunakan

BAB III
PROSEDUR PRAKTIKUM
A. Alat yang di butuhkan

No.

Alat

Jumlah

Fan

Tabung Pitot

Manometer

Mistar

Motor Listrik

C. Langkah Kerja
1. Operasikan motor listrik, agar fan mendapatkan daya
2. Input kecepatan fan di mulai pada 3800 rpm
3. Ukur ketinggian menggunakan mistar, dengan interval 0 12 naikkan ketinggian dengan
penambahan 0,5
4. Lihatberapa P, torsi, tegangan, dan arus yang terbaca pada alat.
5. Lakukan step 1-4, dengan kecepatan fan sebesar 2800, 1800 dan 800 (rpm)

BAB IV
DATA PERCOBAAN

A. Data praktikum
N = 3800 rpm
1. Tabel data yang di dapatkan
RPM
3832
3834
3845
3846
3859
3861
3885
3890
3886
3897
3889
3889
3894
3892
3897
3892
3900
3906
3900
3902
3910
3903
3913
3901
3905

P
0.03
0.07
0.09
0.09
0.03
0.09
0.1
0.14
0.17
0.19
0.22
0.24
0.27
0.28
0.25
0.23
0.25
0.24
0.23
0.17
0.13
0.11
0.11
0.13
0.13

2. Diagram kecepatan

TORSI
0.56
0.48
0.53
0.55
0.56
0.54
0.51
0.53
0.56
0.54
0.55
0.54
0.56
0.53
0.55
0.54
0.55
0.55
0.53
0.55
0.54
0.54
0.56
0.54
0.55

h
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
3.5
4
4.5
5
5.5
6
6.5
7
7.5
8
8.5
9
9.5
10
10.5
11
11.5
12

v
210
210
210
210
210
210
210
210
210
210
210
210
210
210
210
210
210
210
210
210
210
210
210
210
210

I
1.5
1.5
1.5
1.5
1.5
1.5
1.5
1.5
1.5
1.5
1.5
1.5
1.5
1.5
1.5
1.5
1.5
1.5
1.5
1.5
1.5
1.5
1.5
1.5
1.5

V2
6.928203
10.58301
12
12
6.928203
12
12.64911
14.96663
16.49242
17.4356
18.76166
19.59592
20.78461
21.16601
20
19.18333
20
19.59592
19.18333
16.49242
14.42221
13.2665
13.2665
14.42221
14.42221

N = 2800 rpm
1. Tabel data yang di dapatkan
RPM
2820
2822
2824
2887
2825
2831
2828
2825
2831
2834
2831
2841
2835
2834
2832
2831
2821
2828
2835
2831
2843
2825
2836
2830

P
0.02
0.03
0.03
0.03
0.02
0.03
0.03
0.04
0.04
0.07
0.08
0.09
0.1
0.11
0.11
0.09
0.09
0.08
0.08
0.07
0.06
0.04
0.03
0.02

TORSI
0.25
0.27
0.26
0.26
0.26
0.25
0.25
0.25
0.25
0.24
0.26
0.25
0.25
0.24
0.25
0.24
0.23
0.24
0.23
0.24
0.24
0.24
0.25
0.24

h
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
3.5
4
4.5
5
5.5
6
6.5
7
7.5
8
8.5
9
9.5
10
10.5
11
11.5

v
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150
150

I
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1

v2
5.656854
6.928203
6.928203
6.928203
5.656854
6.928203
6.928203
8
8
10.58301
11.31371
12
12.64911
13.2665
13.2665
12
12
11.31371
11.31371
10.58301
9.797959
8
6.928203
5.656854

2831

0.03

0.24

12

150

6.928203

2. Diagram kecepatan

N = 1800 rpm
1. Tabel data yang di dapatkan
RPM
1804
1806
1812
1803
1810
1809
1810
1812
1810
1809
1805
1807
1815
1813
1806
1814
1812
1806

P
0.03
0.04
0.04
0.04
0.05
0.03
0.03
0.03
0.04
0.04
0.04
0.05
0.05
0.06
0.05
0.05
0.04
0.04

TORSI
0.06
0.05
0.04
0.04
0.05
0.06
0.06
0.06
0.06
0.06
0.04
0.05
0.04
0.05
0.05
0.06
0.05
0.04

h
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
3.5
4
4.5
5
5.5
6
6.5
7
7.5
8
8.5

v
95
95
95
95
95
95
95
95
95
95
95
95
95
95
95
95
95
95

I
0.5
0.5
0.5
0.5
0.5
0.5
0.5
0.5
0.5
0.5
0.5
0.5
0.5
0.5
0.5
0.5
0.5
0.5

v2
6.928203
8
8
8
8.944272
6.928203
6.928203
6.928203
8
8
8
8.944272
8.944272
9.797959
8.944272
8.944272
8
8

1812
1811
1810
1811
1811
1814
1810

0.04
0.03
0.03
0.02
0.02
0.01
0.01

0.05
0.04
0.06
0.05
0.05
0.06
0.06

9
9.5
10
10.5
11
11.5
12

95
95
95
95
95
95
95

0.5
0.5
0.5
0.5
0.5
0.5
0.5

8
6.928203
6.928203
5.656854
5.656854
4
4

h
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
3.5
4
4.5
5

v
43
43
43
43
43
43
43
43
43
43
43

I
0.3
0.3
0.3
0.3
0.3
0.3
0.3
0.3
0.3
0.3
0.3

v2
4
5.656854
5.656854
5.656854
5.656854
5.656854
5.656854
5.656854
5.656854
5.656854
5.656854

2. Diagram kecepatan

N = 800 rpm
1. Tabel data yang di dapatkan
RPM
844
833
835
836
836
836
836
836
837
837
837

P
0.01
0.02
0.02
0.02
0.02
0.02
0.02
0.02
0.02
0.02
0.02

TORSI
-0.03
-0.05
-0.04
-0.05
-0.05
-0.05
-0.05
-0.05
-0.07
-0.07
-0.07

837
831
831
838
838
838
838
835
835
834
834
838
838
838

0.02
0.02
0.02
0.02
0.02
0.02
0.02
0.02
0.02
0.02
0.02
0.02
0.02
0.02

-0.07
-0.05
-0.05
-0.04
-0.04
-0.05
-0.05
-0.05
-0.05
-0.06
-0.06
-0.06
-0.06
-0.03

5.5
6
6.5
7
7.5
8
8.5
9
9.5
10
10.5
11
11.5
12

43
43
43
43
43
43
43
43
43
43
43
43
43
43

2. Diagram kecepatan

BAB V
ANALISIS DAN PEMBAHASAN

1. Praktikum
Pada N = 3800 rpm, di dapat torsi rata-rata 0.5416 Nm
Pada N = 2800 rpm, di dapat torsi rata-rata 0.2472 Nm

0.3
0.3
0.3
0.3
0.3
0.3
0.3
0.3
0.3
0.3
0.3
0.3
0.3
0.3

5.656854
5.656854
5.656854
5.656854
5.656854
5.656854
5.656854
5.656854
5.656854
5.656854
5.656854
5.656854
5.656854
5.656854

Pada N = 1800 rpm, di dapat torsi rata-rata 0.0516 Nm


Pada N = 800 rpm, di dapat torsi rata-rata -0.052 Nm

N
(RPM)

Torsi

Vmax

Pmekanik

N(RPM)

Volt

Arus

Plistrik

800

-0.052

5.656854

-4.35413

800

43

0.3

12.9

1800

0.0516

9.797959

9.72144

1800

95

0.5

47.5

2800

0.2472

12.64911

72.44608

2800

150

150

3800

0.5416

21.16601

215.4124

3800

210

1.5

315

Sampel perhitungan
Pmekanik =

Plistrik= V I

Pmekanik =

Plistrik = (210)(1.5)

Pmekanik = (0.5416)

Plistrik = 315 watt

Pmekanik = 215.4124 watt

Kurva di atas menunjukkan bahwa semakin cepat putaran fan, maka kecepatan putarannya juga
akan semakin besar, dan daya yang dihasilkan akan semakin besar pula.

BAB VI
KESIMPULAN

1.
2.

3.

Plistrik lebih besar dari pada Pmekanik


Semakin cepat putaran fan, maka kecepatan putarannya juga akan semakin besar
Pada N = 3800 rpm, di dapat Vmax 21.16601m/s
Pada N = 2800 rpm, di dapat Vmax 12.64911m/s
Pada N = 1800 rpm, di dapat Vmax 9.797959m/s
Pada N = 800 rpm, di dapat Vmax 5.656854 m/s
Semakin cepat putaran fan, maka nila tegangan dan arus semakin besar, sehingga nilai Pelektrik

nya semakin besar.


4. Untuk perubahan tekanan, torsi dan kecepatan, nilainya akan semakin besar saat mencapai titik
puncaknya, dan nilainya akan kembali turun.
5. Semakin cepat putaran fan, maka nilai torsi dan kecepatan sudutnya semakin besar, sehingga
nilai Pmekanik nya semakin besar.