Anda di halaman 1dari 22

PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

BRAIN GYM
A.

TOPIK
Cara mengatasi stress dan gangguan memori ingatan pada pasien.

B.

TUJUAN
1.
Tujuan Umum
Setelah dilakukannya Terapi Modalitas Senam otak diharapkan dapat
2.

menurunkan stress dan meningkatkan daya ingat serta konsentrasi pasien.


Tujuan Khusus
a
b
c

Pasien mengetahui manfaat senam otak


Pasien mampu melakukan senam otak
Pasien mampu dan mau mengaplikasikan senam otak dalam kehidupan
sehari-hari.

C.

LANDASAN TEORI
1. Pengertian
Terapi Brain Gym adalah senam otak yang bertujuan untuk
memicu

otak

agar

dan awareness-nya.

tidak

Senam

kehilangan
otak

adalah

daya
senam

intelektualnya
ringan

yang

dilakukan dengan gerakan menyilang, agar terjadi harmonisasi dan


optimalisasi kinerja otak kanan dan otak kiri. (Budhi, 2010).
Sedangkan Brain gym menurut Dennison (2008) adalah program
pelatihan otak yang dikembangkan oleh Paul E. Dennison dan Gail E.
Dennison sejak tahun 1970. Program ini awalnya dirancang untuk
mengatasi gangguan belajar pada anak-anak dan orang dewasa.
Brain Gym adalah serangkaian latihan gerak yang sederhana
untuk memudahkan kegiatan belajar dan penyesuaian dengan
tuntutan
sederhana

sehari-hari. Brain
yang

Gym adalah

menyenangkan

dan

serangkaian

digunakan

para

gerak
murid

di Educational Kinesiology (Edu-K) untuk meningkatkan kemampuan


belajar mereka dengan menggunakan keseluruhan otak (Paul & Gail,
2002).
Gerakan-gerakan ini membuat segala macam pelajaran menjadi
lebih mudah, dan terutama sangat bermanfaat bagi kemampuan
akademik. Educational Kinesiology adalah suatu sistem yang dapat

mengubah semua pelajar, umur berapa saja, dengan cara menarik


keluar atau menampilkan potensi yang terkunci di dalam tubuhnya,
melalui gerakan-gerakan sederhana yang memungkinkan orang
menguasai bagian otak yang semula terkunci tersebut.
Menurut Dr. Ruswaldi Munir, Sp.KO., Brain gym tidak saja akan
memperlancar aliran darah dan oksigen ke otak, tetapi juga
gerakan-gerakan yang bisa merangsang kerja dan berfungsinya
otak secara optimal. Pada Brain gym akan didapatkan kebugaran
otak yang ditandai dengan aliran darah menuju otak lancar atau
pasokan

Volume

O2 maksimal

memadai.

Volume

O2 maksimal

merupakan kemampuan pengambilan oksigen oleh jantung dan


paru-paru, sehingga aliran darah ke semua jaringan tubuh termasuk
otak lebih banyak dan mempengaruhi otak untuk bekerja maksimal.
Gerakan Brain

Gym dibuat

untuk

menstimulasi

(dimensi

lateralitas), meringankan (dimensi pemfokusan), atau merelaksasi


(dimensi pemusatan) siswa yang terlibat dalam situasi belajar
tertentu. Otak manusia seperti hologram, terdiri dari tiga dimensi
dengan bagian-bagian yang saling berhubungan sebagai satu
kesatuan. Pelajaran lebih mudah diterima apabila mengaktifkan
sejumlah panca indera daripada hanya diberikan secara abstrak
saja. Akan tetapi otak manusia juga spesifik tugasnya, untuk
aplikasi gerakan Brain Gym dipakai istilah dimensi lateralitas untuk
belahan otak kiri dan kanan, dimensi pemfokusan untuk bagian
belakang otak (batang otak atau brainstem) dan bagian depan otak
(frontal lobes), serta dimensi pemusatan untuk sistem limbis
(midbrain), dan otak besar (cerebral cortex).
Paul Dennison, pelopor dalam bidang penelitian otak terapan
menemukan bahwa urutan tertentu dari gerakan-gerakan lengan
dan

kaki

akan

memberikan

sinyal

pada

otak

untuk

menyeimbangkan kegiatan-kegiatan belahan otak kanan dan kiri,


membantu

menguatkan

integrasi

dan

komunikasi

diantara

keduanya. Gerakan-gerakan sederhana latihan senam otak (brain

gym) dapat menyeimbangkan kembali fungsi-fungsi otak dan dapat


mengisi ulang tenaga. (Barbara Prashnig, 2012)
2. Tujuan
Kegiatan brain gym bertujuan untuk mengintregasikan setiap
bagian otak untuk membuka bagian otak yang sebelumnya tertutup
atau

terhambat.

Ketidakselarasan

kerja

otak

juga

akan

mengakibatkan anak mengalami berbagai hambatan, terutama


pada proses belajar. GerakanBrain Gym apabila dilakukan secara
teratur dapat menurunkan kecemasan saat menghadapi ujian,
mengatasi lupa karena gugup, dan memberikan rasa tenang dan
nyaman bagi anak.
Senam otak juga dilakukan untuk meningkatkan kemampuan
otak yang terkadang tanpa disadari semakin berkurang seiring
berjalannya waktu. Usia semakin bertambah, maka otak juga mulai
menua. Fenomena menua juga terjadi pada sel-sel otak, menurut
bagian penyakit saraf Fakultas Kedokteran UNHAS, dr. Jumraini
Tammase SPS, menyatakan kemampuan otak tidak hanya bisa
berkurang karena faktor usia, namun kurangnya aktivitas otak yang
memberikan rangsangan terhadap kinerja otak, juga turut andil
terhadap penurunan kondisi kognitif otak.
3. Manfaat
Serangkaian latihan sederhana yang disebut senam otak
dapat membantu fungsi otak kita menjadi lebih baik dan tajam,
cerdas dan jauh lebih percaya diri. Manfaat senam otak antara
lain :
1
2
3
4
5
6
7

Terhindar dari rasa stress


Merasa lebih awet muda
Mencegah kepikunan
Membantu pemulihan bagi penderita stroke
Dapat menyikapi permasalahan lebih tenang
Menajamkan daya ingat
Meningkatakan konsentrasi

8 Menyeimbangkan otak kiri dan kanan.

Secara aktif meningkatkan potensi dan keterampian yang dimiliki,


karena Brain Gym menyenangkan dan menyehatkan.

4. Indikasi
Brain gym dapat dilakukan oleh siapa saja, dimana saja, dan
kapan saja. Brain gym dapat dilakukan pada anak-anak usia
sekolah

yang

mengalami

kesulitan

dalam

menghapal

angka/numerik/matematika. Brain gym ini juga dapat dilakukan


pada lansia yang mengalami penurunan daya ingat atau
demensia, juga pada lansia yang mengalami penyakit Alzheimer.

D.

GARIS-GARIS BESAR KEGIATAN


1 Pembukaan
2 Senam Otak
3 Penutup

E.

PERSIAPAN
1

Identifikasi Peserta
Kelayakan yang akan diikutikan dalam terapi modalitas kelompok senam otak
memiliki karakteristik:
a Klien sehat fisik
b Klien kooperatif
c Komunikasi baik
Perencanaan Interaksi
Hari/Tanggal
: Kamis, 25 Febuari 2016
Waktu
: Pukul 09.00 s/d selesai
Tempat
: Ruang Wisma VIII
Lama Kegiatan
: 1 x 30 menit
Teknik/Strategi
a Klien dalam satu kelompok dengan jumlah orang maksimal 10
b Leader dan Co-Leader senam berdiri di depan menghadap klien
c Setiap baris di dampingi fasilitator
d Observer berjalan ataupun berada di belakang barisan
e Cara Bermain
1 Kegiatan dibuka oleh Leader dengan menjelaskan kegiatan yang akan
dilakukan, waktu kegiatan dan tujuan kegiatan yang dilanjutkan
memimpin perkenalan.

Semua mahasiswa memperkenalkan diri kemudian diikuti dengan

3
4

seluruh peserta.
Setelah selesai perkenalan kegiatan diserahkan kepada Leader.
Pemandu senam berdiri didepan barisan, fasilitator mendampingi dalam
setiap barisnya dan observer mengamati serta mengevaluasi jalannya

E.

kegiatan.
Senam otak dilakukan sesuai dengan pemandu yang berada di depan,

6
7

fasilitator membantu peserta yang mengalami kesulitan.


Gerakan dan teknik senam terlampir.
Setelah senam selesai kegiatan dikembalikan kepada Leader, kemudian

dievaluasi dan disimpulkan oleh observer.


8 Kegiatan ditutup oleh Leader.
Identifikasi kebutuhan Peserta
1 Suasana nyaman
2 Dukungan kelompok
3 Reinforcement positif
Identifikasi kebutuhan alat
1 Tempat yang nyaman
2 Pencahayaan yang cukup
3 Lantai tidak licin

PENGORGANISASIAN
1
2
3
4

F.

Leader
Co Leader
Observer
Fasilitator

: Indra Frana Jaya


: Isyalloh Hidayat
: Fopi Ika Fahlefi
: Renanda Dwi Anugerah, Maya Artu Kaspari, Velly Fitri
Dahlika, Inggit Mutia, Desi Hari Susanti, Rahmat Kurniawan,
Febrian Warta Putra, Mery Dona, Rien Sari Wulandari,
Amelia.

SETTING TEMPAT
O

CL

F
P

Keterangan :
L
: Leader
CL : Co Leader
P
: Pasien
F
: Fasillitator
O
: Observer
Petunjuk: Klien duduk melingkar bersama perawat
G.

H.

TATA TERTIB KEGIATAN


Selama kegiatan tata tertib yang harus ditaati adalah:
1
2

Seluruh peserta senam wajib mengikuti kegiatan sampai selesai


Selama kegiatan peserta dilarang meninggalkan tempat kegiatan kecuali dengan

3
4

ijin leader terlebih dahulu


Seluruh peserta menjaga ketertiban selama kegiatan
Selama kegiatan peserta tidak diperkenankan sambil makan

EVALUASI
1

Evaluasi Struktur
a Satuan Acara Kegiatan sudah dibuat sebelum kegiatan dimulai
b Media telah disipakan
c Tempat telah disiapkan
d Kontrak waktu telah disepakati

2. Evaluasi Proses
a
b

Mahasiswa mengkoordinir kegiatan senam otak kemudian dilakukan evaluasi


Semua peserta mengikuti proses dari awal sampai selesai

3. Evaluasi Hasil
a
b
c

Klien yang ikut 100%


Klien mampu melaksanakan senam dengan baik
Klien menyampaikan secara verbal

GERAKAN GERAKAN SENAM OTAK ATAU BRAIN GYM


Dibawah ini adalah gambar otak, bayangkan kita menghadap seseorang melihat
otak orang tersebut. Belahan kiri aktif bila kita menggunakan badan sisi kanan. Belahan
kanan aktif bila kita menggunakan badan sisi kiri.

Keterangan Gambar :
OTAK KIRI :

OTAK KANAN :

1. Kemampuan berhitung

1. Insight (pemahaman)

2. Kemampuan menulis

2. Menganalisa 3 dimensi

3. Kemampuan menganalisa

3. Seni

4. Kemampuan berbahasa

4. Imaginasi

5. Rasional

5. Musik

6. Kemampuan ilmiah

6. Mengontrol tangan kiri

7. Mengontrol tangan kanan


8. Logis

7. Ekspresi

Tubuh:

menyanyi,melukis

Gerakan Senam Otak (Brain Gym)


1.
Dimensi Lateralis
Beberapa contoh gerakan Dimensi lateralitas:
Gerakan
Cara melakukan
gerakan dan
Fungsinya

menari,

Cara
melakukan
gerakan :
Menggerakkan
tangan
kanan
bersamaan
dengan kaki kiri dan kaki
kiri
dengan
tangan
kanan.
Bergerak
ke
depan, ke samping, ke
belakang, atau jalan di
tempat.
Untuk
menyeberang
garis
tengah sebaiknya tangan
menyentuh lutut yang
berlawanan.

Gambar 2.2. Gerakan


Silang
(Cross Crawl)

Fungsinya :
a Meningkatkan
koordinasi
kiri/kanan
b Memperbaiki
pernafasan
dan stamina
c Memperbaiki koordinasi dan
kesadaran tentang ruang
dan gerak.
d Memperbaiki pendengaran
dan penglihatan.
Cara melakukan gerakan :
Gerakan
dengan
membuat
angka delapan tidur di udara,
tangan mengepal dan jari
jempol ke atas, dimulai dengan
menggerakkan
kepalan
ke
sebelah
kiri
atas
dan
membentuk angka delapan tidur.
Diikuti dengan gerakan mata
melihat ke ujung jari jempol.
Buatlah angka 8 tidur 3 kali
setiap tangan dan dilanjutkan 3
kali dengan kedua tangan.
Gambar 2.3. 8 Tidur (Lazy 8)
a

Fungsinya :
Melepaskan ketegangan mata,
tengkuk, dan bahu pada waktu
memusatkan
perhatian
dan
meningkatkan kedalaman persepsi
Meningkatkan
pemusatan,
keseimbangan dan koordinasi.

Cara melakukan gerakan :


Menggambar dengan kedua
tangan pada saat yang sama, ke
dalam, ke luar, ke atas dan ke
bawah. Coretan ganda dalam
bentuk nyata seperti : lingkaran,
segitiga, bintang, hati, dsb.
Lakukan dengan kedua tangan.

Gambar 2.4. Coretan Ganda


(Double doodle)

a
b
c
d

Fungsinya :
Kesadaran akan kiri dan kanan.
Memperbaiki penglihatan perifer
Kesadaran akan tubuh, koordinasi,
serta keterampilan khusus tangan
dan mata.
Memperbaiki kemampuan olahraga
dan keterampilan gerakan.

2. Dimensi Pemfokusan
Beberapa contoh gerakan Dimensi Pemfokusan :
Gerakan

Cara melakukan
gerakan dan
Fungsinya
Cara
melakukan
gerakan :
Urutlah otot bahu kiri dan kanan.
Tarik napas saat kepala berada
di posisi tengah, kemudian
embuskan napas ke samping
atau ke otot yang tegang
sambil relaks. Ulangi gerakan
dengan tangan kiri.

Gambar 2.5. Burung


Hantu (The Owl)

Fungsinya :
a Melepaskan
ketegangan
tengkuk dan bahu yang
timbul karena stress.
b Menyeimbangkan otot leher
dan tengkuk (Mengurangi
sikap tubuh yang terlalu
condong ke depan)
c Menegakkan
kepala
(Membantu
mengurangi
kebiasaan
memiringkan

kepala atau bersandar pada


siku

Gambar 2.6.
Mengaktifkan Tangan
(The Active Arm)

Gambar
2.7.
Lambaian Kaki
(The Footflex)

Cara
melakukan
gerakan :
Luruskan satu tangan ke
atas, tangan yang lain ke
samping
kuping
memegang tangan yang
ke atas. Buang napas
pelan, sementara otototot diaktifkan dengan
mendorong
tangan
keempat jurusan (depan,
belakang,
dalam
dan
luar), sementara tangan
yang
satu
menahan
dorongan tsb.
Fungsinya :
a Peningkatan
fokus
dan
konsentrasi tanpa fokus
berlebihan
b Pernafasan lebih lancar dan
sikap lebih santai
c Peningkatan energi pada
tangan dan jari
Cara
melakukan
gerakan :
Cengkeram
tempattempat yang terasa
sakit di pergelangan
kaki,
betis
dan
belakang lutut, satu
persatu, sambil pelanpelan kaki dilambaikan
atau digerakkan ke
atas dan ke bawah.
Fungsinya :
a Sikap tubuh yang lebih
tegak dan relaks
b Lutut tidak kaku lagi
c Kemampuan berkomunikasi
dan
memberi
respon
meningkat

Cara
melakukan
gerakan :
Duduk
di
kursi
dan
silangkan
kaki.
Tundukkan
badan
dengan
tangan
ke
depan bawah, buang
nafas waktu turun dan
ambil
nafas
waktu
naik. Ulangi 3 x,
kemudian ganti kaki.
Gambar 2.8. Luncuran
Gravitasi
(The Gravitational glider)

Gambar
2.9.

Pasang kuda-Kuda
(Grounder)

Fungsinya :
a Merelakskan
daerah
pinggang,
pinggul
dan
sekitarnya.
b Tubuh atas dan bawah
bergerak
sebagai
satu
kesatuan
Cara
melakukan
gerakan :
Mulai
dengan
kaki
terbuka. Arahkan kaki
kanan ke kanan, dan kaki
kiri tetap lurus ke depan.
Tekuk lutut kanan sambil
buang napas, lalu ambil
napas waktu lutut kanan
diluruskan
kembali.
Pinggul ditarik ke atas.
Gerakan
ini
untuk
menguatkan otot pinggul
(bisa dirasakan di kaki
yang
lurus)
dan
membantu
kestabilan
punggung. Ulangi 3x,
kemudian ganti dengan
kaki kiri.
Fungsinya :
a Keseimbangan
dan
kestabilan lebih besar
b Konsentrasi dan perhatian
meningkat
c Sikap lebih mantap dan
relaks

3. Dimensi Pemusatan

Beberapa contoh gerakan Dimensi Pemusatan :


Gerakan
Cara melakukan
gerakan dan
Fungsinya
Air merupakan pembawa
energi
listrik
yang
sangat baik. Dua per
tiga
tubuh
manusia
terdiri dari air. Air dapat
mengaktifkan otak untuk
hubungan
elektro
kimiawi
yang
efisien
antara otak dan sistem
saraf, menyimpan dan
menggunakan
kembali
informasi secara efisien.
Minum air yang cukup
sangat
bermanfaat
sebelum
menghadapi
Gambar 2.10. Air (Water)
test atau kegiatan lain
yang
menimbulkan
stress. Kebutuhan air
adalah kira-kira 2 % dari
berat badan per hari.
a
b
c
d

Fungsinya :
Konsentrasi
meningkat
(mengurangi
kelelahan
mental)
Melepaskan
stres,
meningkatkan konsentrasi
dan keterampilan sosial.
Kemampuan bergerak dan
berpartisipasi meningkat.
Koordinasi mental dan fisik
meningkat
(Mengurangi
berbagai kesulitan yang
berhubungan
dengan
perubahan neurologis)
Cara melakukan gerakan
:
Sakelar otak (jaringan
lunak di bawah tulang
selangka di kiri dan
kanan
tulang
dada),
dipijat
dengan
satu
tangan,
sementara
tangan
yang
lain
memegang pusar.

Gambar
2.11.
Sakelar
Otak
Brain

Buttons
)

Gambar 2.12. Tombol


Bumi
(Earth Buttons)

Fungsinya :
a Keseimbangan
tubuh
kanan dan kiri
b Tingkat energi lebih baik
c Memperbaiki
kerjasama
kedua
mata
(bisa
meringankan stres visual,
juling
atau
pandangan
yang terus-menerus)
d Otot tengkuk dan bahu
lebih relaks
Cara melakukan gerakan
:
Letakkan
dua
jari
dibawah
bibir
dan
tangan yang lain
di
pusar
dengan
jari
menunjuk
ke
bawah.Ikutilah
dengan
mata satu garis dari
lantai ke loteng dan
kembali sambil bernapas
dalam-dalam. Napaskan
energi
ke
atas,
ke
tengah-tengah badan.
Fungsinya :
a Kesiagaan
mental
(Mengurangi
kelelahan
mental)
b Kepala
tegak
(tidak
membungkuk)
c Pasang
kuda-kuda
dan
koordinasi seluruh tubuh

Gambar 2.13. Tombol


imbang
(Balance Buttons)

Cara melakukan gerakan


:
Sentuhkan 2 jari ke
belakang
telinga,
di
lekukan tulang bawah
tengkorak dan letakkan
tangan satunya di pusar.
Kepala sebaiknya lurus
ke depan, sambil nafas
dengan baik selama 1
menit. Kemudian sentuh
belakang kuping yang
lain.
Fungsinya :
a Perasaan enak dan nyaman
b Mata, telinga dan kepala
lebih tegak lurus pada
bahu
c Mengurangi
fokus
berlebihan
pada
sikap
tubuh
Cara melakukan gerakan
:
Letakkan 2 jari di atas
bibir dan tangan lain
pada tulang ekor selama
1 menit, nafaskan energi
ke arah atas tulang
punggung.
Fungsinya :
a Kemampuan untuk relaks
b Kemampuan untuk duduk
dengan nyaman
c Lamanya
perhatian
meningkat

Gambar 2.14. Tombol


Angkasa
(Space Buttons)
Cara melakukan gerakan
:
Pijit daun telinga pelanpelan, dari atas sampai
ke bawah 3x sampai
dengan 5x.
Fungsinya :

Gambar
2.15.
Pasang
Telinga
(The

Tinking
Cap)
Gambar

2.16. Kait
relaks
(Hook-Ups)

a Energi dan nafas lebih baik


b Otot wajah, lidah dan
rahang relaks.
c Fokus perhatian meningkat
d Keseimbangan lebih baik

Cara melakukan gerakan


:
Pertama, letakkan kaki
kiri di atas kaki kanan,
dan tangan kiri di atas
tangan kanan dengan
posisi jempol ke bawa,
jari-jari kedua tangan
saling
menggenggam,
kemudian tarik kedua
tangan ke arah pusat
dan terus ke depan
dada. Tutuplah mata dan
pada
saat
menarik
napas lidah ditempelkan
di langit-langit mulut dan
dilepaskan
lagi pada
saat
menghembuskan
napas.
Tahap
kedua,
buka silangan kaki, dan
ujung-ujung jari kedua
tangan
saling
bersentuhan
secara
halus, di dada atau
dipangkuan,
sambil
bernapas dalam 1 menit
lagi.
Fungsinya :
a Keseimbangan
dan
koordinasi meningkat
b Perasaan nyaman terhadap
lingkungan
sekitar
(Mengurangi
kepekaan
yang berlebihan)
c Pernafasan lebih dalam

Cara melakukan gerakan :


Sentuhlah titik positif dengan
kedua ujung jari tangan selama
30 detik sampai dengan 30
menit.
a

Gambar 2.17. Titik Positif


(Positive Point)

b
c

Fungsinya :
Mengaktifkan bagian depan otak
guna menyeimbangkan stres yang
berhubungan dengan ingatan
tertentu, situasi, orang, tempat dan
ketrampilan
Menghilangkan refleks
Menenangkan
pada
saat
menghadapi tes di sekolah dan
dalam penyesuaian sehari-hari.

4. Kesiapan Belajar
Beberapa langkah Brain Gym untuk kesiapan belajar adalah
sebagai berikut :
Gambar 18. PACE (Positive-Aktif-Clear-Energetis)

Gerakan Senam Otak (Brain Gym)

Selain gerakan di atas, ada juga gerakan lain yang bisa di


terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah langkahlangkah pelaksanaan senam otak lainnya yang bisa diperagakan.
Persiapan :
1. Minumlah segelas air putih sebelum melakukan senam otak
2. Atur napas dengan melakukan tarik dan buang napas dengan 3
kali repetisi
3. Lakukan gerakan senam otak dengan minimal repetisi 5 kali
untuk setiap gerakan dan lakukan bergantian arah (kanan dan
kiri atau depan dan belakang)

Gerakan 1

kepalkan kedua tangan di depan dada lalu lakukan rotasi dengan


arah berlawanan antara tangan kanan dan tangan kiri. Tangan
kanan melakukan rotasi ke arah depan dan tangan kiri ke arah
belakang. Lakukan bergantian dengan repetisi minimal 5 kali
Gerakan 2

kepalkan tangan kanan di depan dada kemudian lakukan gerakan


memukul (naik turun) lalu buka telapak tangan kiri dan lakukan
gerakan

maju

dan

mundur. lakukan

kedua

gerakan

tersebut

bersamaan. Kemudian lakukan bergantian dengan repetisi minimal


5 kali.
Gerakan 3

Angkat kedua tangan sebatas bahu, dalam posisi mengepal, tetapi


jempol tangan kiri dikeluarkan. Sebaliknya, jari tangan kanan yang
dikeluarkan adalah kelingkingnya. Lalu goyangkan tangan ke kanan
dank e kiri. Ketika menggoyang, posisi jari jempol dan kelingking
yang di keluarkan harus berubah ubah. Jika yang tadinya keluar
adalah jempol sekarang menjadi kelingking, yang tadinya kelingking
diganti jempol, demikian seterusnya.
Lakukan

gerakan

diatas

bersamaan dan repetisi


minimal 5 kali

bergantian

kanan

dan

kiri

secara

Gerakan 4

Tangan kiri memegang hidung, tangan kanan memegang telinga.


Lakukan gerakan diatas secara bersamaan dan bergantian. Lakukan
dengan repetisi minimal 5 kali dan tempo cepat.
Gerakan 5

Letakan telapak tangan kiri diatas kepala dan telapak tangan kanan
didepan dada. Lakukan gerakan memukul perlahan diatas kepala
dan gerakan memutar pada telapak
bergantian.

kanan. Lakukan secara