Anda di halaman 1dari 9

Skenario 6

Step 1 :
1. Kejadian nyaris cedera
- Suatu insiden yang terjadi selama perawatan tetapi belum sampai
mencederai pasien
2. Kejadian sentinel
- Salah satu kejadian tidak diharapkan yang mengakibatkan suatu kematian
atau cedera yang serius
3. Komite akriditasi rumah sakit
- Suatu lembaga independen dalam negeri sebagai pelaksana akreditasi
rumah sakit yang bersifat fungsional dan non struktural
4. Kejadiaan tidak diharapkan
- Kejadian karena kesalahan medis maupun non medis yang mengakibatkan
cedera pasien akibat melaksanakan suatu tindakan atau commission
ataupun tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil atau
omission
5. Kesalahan medis
- Medical error adalah kesalahan dalam proses pengelolaan pasien (asuhan
medis ataupun keperawatan) karena factor kegagalan melaksanakan
suatu tindakan ataupun mengambil tindakan yang tidak seharusnya
diambil
6. Keselamatan pasien (pasien safety)
- Suatu system yang membuat asuhan pasien di rumah sakit menjadi lebih
aman
7. Akreditasi
- Salah satu bentuk system jaminan mutu eksternal yaitu suatu proses yang
digunakan lembaga yang berwenang dalam memberikan pengakuan
formal bahwa suatu institusi mempunyai kemampuan untuk melakukan
kegiatan tertentu
8. Institusi kesehatan
- Sarana yang diselenggarakan leh pemerintah atau swasta atau
perorangan yang digunakan untuk kegiatan pelayanan kesehatan bagi
masyarakat seperti rumah sakit, puskesmas, dan klinik swasta

Step 2:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Apa tujuan dari akreditasi rumah sakit?


Apasaja yang menjadi standar pasien safety?
Bagaimana aplikasi pasien safety saat memberikan pelayanan kesehatan?
Sebutkan indicator dalam akreditasi versi 2012 selain pasien safety!
Apa manfaat akreditasi dari rumah sakit?
Sebutkan landasan hukum dari pasien safety!
Sebutkan tujuan pasien safety!
Apa saja sasaran pasien safety?

9. Jelaskan system pencatatan dan pelaporan pasien safety di rumah sakit!


10.Sebutkan contoh-contoh dari ktd, knc, dan kejadian sentinel!
11.Sebutkan standar keselamatan pasien di rumah sakit!
12.Jelaskan langkah menuju keselamatan pasien rumah sakit menurut depkes
2006!
13.Jelaskan undang-undang yang megatur kuaitas peralatan di rumah sakit!
14.Faktor apa saja yang berpengaruh dalam performa dan penerapan pasien
safety di rumah sakit?

Step 3:
1. Apa tujuan dari akreditasi rumah sakit?
- Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan
- Meningkatkan keselamatan pasien
- Meningkatakan perlidungan bagi pasien
- Mendukung program pemerintah di bidang kesehatan
2. Apasaja yang menjadi standar pasien safety?
Oleh joint commission on accreditation of health organization, illnois, usa
2002:
a. Hak pasien
b. Mendidik pasien dan keluarga
c. Keselamatan pasien
d. Kesinambungan pelayanan
e. Penggunaan metode-metode peningkatan kinerja untuk melakukan
evaluasi dan program peningkatan keselamatan pasien
f. peran kepemimpinan dalammelaksanakan keselamatan pasien
g. mendidik staf tentang keselamatan pasien
h. komunikasi mrupakan kunci bagi staff untuk mencapai keselamatan
pasien
3. Bagaimana aplikasi pasien safety saat memberikan pelayanan kesehatan?
4. Sebutkan indicator dalam akreditasi versi 2012 selain pasien safety!
5. Apa manfaat akreditasi dari rumah sakit?
a. Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit
yang bersangkutan karena berorientasi pada peningkatan mutu dan
keselamatan pasien
b. Proses administrasi, biaya serta penggunaan sumberdaya akan lebih
efisien
c. Menciptakan lingkungan internal rumah sakit yang lebih kondusif untuk
penyembuhan, pengobatan, dan perawatan pasien
d. Mendengarkan pasien dan keluarga, serta menghormati hak-hak pasien
serta melibatkan mereka dalam proses perawatan
e. Memberikan jaminan, kepuasan serat perlindungan kepada masyarakat
atas pemberianpelayanan kesehatan

6. Sebutkan landasan hukum dari pasien safety!

Aspek hukum terhadap patient safety atau keselamatan pasien adalah sebagai berikut
UU Tentang Kesehatan & UU Tentang Rumah Sakit
1.
Keselamatan Pasien sebagai Isu Hukum
a.
Pasal 53 (3) UU No.36/2009
Pelaksanaan Pelayanan kesehatan harus mendahulukan keselamatan nyawa pasien.
b.
Pasal 32n UU No.44/2009
Pasien berhak memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan
di Rumah Sakit.
c.
Pasal 58 UU No.36/2009
1)
Setiap orang berhak menuntut G.R terhadap seseorang, tenaga kesehatan, dan/atau
penyelenggara kesehatan yang menimbulkan kerugian akibat kesalahan atau kelalaian
dalam Pelkes yang diterimanya.
2)
..tidak berlaku bagi tenaga kesehatan yang melakukan tindakan penyelamatan
nyawa atau pencegahan kecacatan seseorang dalam keadaan darurat.
2. Tanggung jawab Hukum Rumah sakit
a.
Pasal 29b UU No.44/2009
Memberi pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, antidiskriminasi, dan efektif dengan
mengutamakan kepentingan pasien sesuai dengan standar pelayanan Rumah Sakit.
b.
Pasal 46 UU No.44/2009
Rumah sakit bertanggung jawab secara hukum terhadap semua kerugian yang
ditimbulkan atas kelalaian yang dilakukan tenaga kesehatan di RS.
c.
Pasal 45 (2) UU No.44/2009
Rumah sakit tidak dapat dituntut dalam melaksanakan tugas dalam rangka
menyelamatkan nyawa manusia.
3.
Bukan tanggung jawab Rumah Sakit
Pasal 45 (1) UU No.44/2009 Tentang Rumah sakit
Rumah Sakit Tidak bertanggung jawab secara hukum apabila pasien dan/atau
keluarganya menolak atau menghentikan pengobatan yang dapat berakibat kematian
pasien setelah adanya penjelasan medis yang kompresehensif.
4.
Hak Pasien
a.
Pasal 32d UU No.44/2009
Setiap pasien mempunyai hak memperoleh layanan kesehatan yang bermutu sesuai
dengan standar profesi dan standar prosedur operasional
b.
Pasal 32e UU No.44/2009
Setiap pasien mempunyai hak memperoleh layanan yang efektif dan efisien sehingga
pasien terhindar dari kerugian fisik dan materi
c.
Pasal 32j UU No.44/2009
Setiap pasien mempunyai hak tujuan tindakan medis, alternatif tindakan, risiko dan
komplikasi yang mungkin terjadi, dan prognosis terhadap tindakan yang dilakukan serta
perkiraan biaya pengobatan
d.
Pasal 32q UU No.44/2009

Setiap pasien mempunyai hak menggugat dan/atau menuntut Rumah Sakit apabila
Rumah Sakit diduga memberikan pelayanan yang tidak sesuai dengan standar baik secara
perdata ataupun pidana
7. Sebutkan tujuan pasien safety!
a. Terciptanya budaya budaya keselamatan pasien
b. Meningkatkan akuntabilitas rumah sakit terhadap pasien dan masyarakat
c. Menurunkan ktd
d. Terlaksananya program pencegahan agar tidak terjadi pengulangan KTD
8. Apa saja sasaran pasien safety?
9. Jelaskan system pencatatan dan pelaporan pasien safety di rumah sakit!
10.Sebutkan contoh-contoh dari ktd, knc, dan kejadian sentinel!
11.Sebutkan standar keselamatan pasien di rumah sakit!
a. Hak pasien :
pasien dan keluarganya mempunyai hak untuk mendapatkan informasi
tentang rencana dan hasil pelayanan termasuk kemungkinan terjadinya
KTD. Kriterianya :
1. Harus ada dokter penanggung jawab pelayanan
2. Dokter penanggungjawab pelayanan wajib membuat rencana
pelayanan
3. Dokter penanggungjawab pelayanan wajib memberikan penjelasan
yang jelas dan benar pada pasien dan keluarga tentang rencana dan
hasil untuk pasien termasuk kemungkinan terjadinya KTD
b. Mendidik pasien dan keluarga
Kriterianya :
Keselamatan dalam pemberian pelayanan dapat ditingkatkan dengan
keterlibatan pasien adalah partner dalam proses pelayanan. Karena itu
di RS harus terdapat system dan mekanisme mendidik pasien dan
keluarganya tentang kewajiban dan tanggungjawab pasien dalam
asuhan pasien
c. Keselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan
Kriterianya :
1. Koordinasi pelayanan secara menyeluruh
2. Koordinasi pelayanan disesuaikan keutuhan pasien dan kelayakan
sumberdaya
3. Koordinasi pelayanan mencakup peningkatan komunikasi
4. Kmunikasi dan transfer informasi antar profesi kesahatan
d. Penggunaan metode-metode peningkatan kinerjauntuk melakukan
evaluasi dan program peningkatan keselamatan pasien
Kriterianya :
1. Setiap RS harus melakukan proses perancangan yang baik sesuai
dengan 7 langkah meuju keselamatan pasien RS
2. Setiap RS harus melakukan pengumpulan data
3. Setiap RS harus melakukan evaluasi
4. Setiap RS harus menggunakan semua data dan informasi hasil analisis

e. Peran kepemimpinan dalam meningkatkan keselamatan pasien


Kriterianya :
1. Terdapat tim antar disiplin untuk mengelola program keselamatan
pasien
2. Tersedia program proaktif untuk identifikasi resiko keselamatan dan
program meminimalkan insiden
3. Tersedia mekanisme kerja untuk menjamin bahwa semua komponen
dari RS terintegrasi dan berpartisipasi dalam program keselamatan
kerja
4. Tersedia sumberdaya dan system informasi
5. Terdapat komunikasi terbuka antar unit
6. Tersedia prosedur cepat tanggap terhadap pasien
7. Tersedia sasaran terukur dan pengumpulan informasi
f. Mendidik staf tentang keselamatan kerja
Kreiterianya :
1. Setiap RS harus memiliki program ppendidikan, platihan, dan orientasi
bagi staf baru
2. Setiap RS harus mengintegrasikan topic keselamatan pasien dalam
setiap kegiatan inservice training
3. Setiap RS harus menyelenggarakan pelatihan tentang kerjasama
kelompok
g. Komunikasi Merupakan kunci bagi staf untuk mencapai keselamatan
pasien
Kriterianya :
1. Perlu disediakan anggran untuk merencanakan dan mendesain proses
manajeman
2. Tersedia mekanisme identifikasi masalah dan kendala komunikasi
untuk merevisi manajeman informasi yang ada
12.Jelaskan langkah menuju keselamatan pasien rumah sakit menurut depkes
2006!
13.Jelaskan undang-undang yang megatur kualitas peralatan di rumah sakit!
14.Faktor apa saja yang berpengaruh dalam performa dan penerapan pasien
safety di rumah sakit?
a. Profesionalitas kerja yang sesuai dengan SOP keselamatan pasien di RS
b. Fasiitas yang mendukung dan meminimalkan keslahan dalam perawatan
c. Tenaga kesehatan yang kompeten

Step 4 :
RS

SAFET
Y

PATIEN
T

KESELAMATA
N PEGAWAI

BANGUNAN
DAN

PRIORITAS
UTAMA
PELAPORAN

KTD

KNC

KEJADIAN
SENTINEL

MUTU
PELAYANAN

AKREDITASI

LINGKUNG
AN

Step 5 :
1. Bagaimana aplikasi pasien safety saat memberikan pelayanan kesehatan?
1) Perhatikan nama obat, bentuk, dan ucapan mirip
2) Pastikan identifikasi pasien
3) Komunikasi secara benar saat serah terima dari atau pengoperan pasien
4) Pastikan tindakan yang benar pada sisi tubuh yang benar
5) Kendalikan cairan elektrolit pekat
6) Pastikan akurasi pemberian obat pada pengalihan pelayanan
7) Hindari salah kateter dan salah sambung selang (tube)
8) Gunakan alat injeksi sekalipakai
9) Tingkatkan kebersihan tangan untuk pencegahan infeksi nosokomial
2. Sebutkan indicator dalam akreditasi versi 2012 selain pasien safety!
1) Kelompok standar berfokus pada pasien
a. Bab I : akses kepelayanan dan kontinuitas pelayanan
b. Bab II : hak pasien dan keluarga
c. Bab III
: asesmen pasien
d. Bab IV: pelayanan pasien
e. Bab V : pelayanan anastesi dan bedah
f. Bab VI: manajemen dan penggunaan obat
g. Bab VII : pendidikan pasien dan keluarga
2) Kelompok standar manajemen rumah sakit
a. Bab I : peningkatan mutu dan keselamatan pasien
b. Bab II : pencegahan dan pengendalian infeksi
c. Bab III : tata kelola, kepemimpinan, dan pengarahan
d. Bab VI: manajemen fasilitas dan keselamatan
e. Bab V : kualifikasi dan pendidikan staff
f. Bab VI: manajemen informasi dan komunikasi
3) Sasaran keselamatan pasien
4) Sasaran program MDGs
3. Apa saja sasaran pasien safety?
1) Ketepatan identifikasi pasien
2) Peningkatan komunikais yang efektif
3) Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai
4) Kepeastian tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien operasi
5) Pengurangan resiko infeksi terkait peayanan kesehatan
6) Pengrangan resiko pasien jatuh
4. Jelaskan system pencatatan dan pelaporan pasien safety di rumah sakit!
1) Setiap unit kerja di RS mencatat semua kejadian terkait dngan
keselamatan pasien (kejadian nyaris cedera, KTD, dan kejadian sentinel)
ada formulir yang disediakan oleh rumah sakit
2) Setiap unit kerja RS melaporkan semua kejadian terkait dngan
keselamatan pasien (kejadian nyaris cedera, KTD, dan kejadian sentinel)
kepada tim keselamatan pasien RS

3) Timkeselamatan pasiena RS menganalisis akar penyebab masalah semua


kejadian yang dilaporkan oleh unit kerja
4) Berdasarkan hasil analisi akar maslah maka tim keselamatan pasien RS
merekomendasikan solusi pemecahan dan mengirimkan hasil
solusi
pemecahan masalah kepada pimpinan RS
5) Pimpinan RS melaporkan insiden dan hasil solusi masalah ke komite
keselamatan pasien RS (KPPRS ) setiap terjadinya insiden dansetelah
melakukan analisis akar masalahyang bersifat rahasia
6) Pimpinan RS melakukan monitoring dan evaluasi pada unit2 kerja di RS
terkait dengan pelaksanaan pasien safety unit kerja
5. Sebutkan contoh-contoh dari ktd, knc, dan kejadian sentinel!
- KNC : tidak mengambil tindakan yang seharusnya dilakukan atau
mengambil tindakan yang tidak seharusya dilakukan tetapi pasien tidak
mengalami cedera (near miss)
- KTD : tidak mengambil tindakan yang seharusnya dilakukan atau
mengambil tindakan yang tidak seharusya dilakukan dan pasien
mengalami cedera (adverse event)
- Kejadian sentinel : salah satu KTD yang mengakibatkan suatu kematian
atau cedera yang serius
Salah mengoperasi bagian tubuh pasien yang tidak seharusnya dioperasi

6. Jelaskan langkah menuju keselamatan pasien rumah sakit menurut depkes


2006!
1) membangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien
ciptakan kepemimpinan dan budaya yang teruka dan adil
2) pimpinan yang mendukung staff RS
bangun komitme dan focus yang kuat tentang keselamatan pasien
3) integrasikan pengelolaan resiko
kembangkan system dan proses pengelolaan resiko, serta lakukan
identifikasi dan asesmen hal yang berpotensi bermasalah
4) kembangkan system pelaporan
pastikan staff RS mudah melaporkan kejadian,serta RS mengatur
pelaporan kepada KKPRS
5) libatkan dan berkomunikasi dengan pasien
kembangkan cara-cara komunikasi yg terbuka dengan pasien
6) belajar dan berbagi pengalaman tentang keselamatan pasien
dorong staff untuk melakukan analisi akar masalah
7) mencegah cedera melalui implementasi system keselamatan pasien
gunakan informasi yang ada tentang kejadian untuk perubahan system
pelayanan
7. Jelaskan undang-undang yang megatur kualitas peralatan di rumah sakit!
Tercantum pada UU no 44tahun 2009 bagian ke 7 pasal 16 tentang peralatan
yang terdiri dari 7 ayat

(1) Peralatan medis dan nonmedis harus memenuhi standar pelayanan,


persyaratan mutu, keamanan, keselamatn, dan laik pakai
(2) Peralatan medis harus dikalibrasi secara berkala
(3) Peralatan sinar pengion harus memenuhi ketentuan dan harus diawasi
oleh lembaga yg berwenang
(4) Penggunaan peralatan medis dan nonmedis harus dilakukan sesuai
indikasi pasien
(5) Pengoprasian dan pemeliharaan peralatan RS hrus dilakukan oleh petugas
yg mempunyai kompetensi dibidangnya
(6) Pemeliharaan peralatan harus disokumentas dan dievaluasi secara
berkala
(7) Ketentuan mengenai pengujian atau kalibrasi alat medis harus sesuai
dengan peraturan perundang-undangan