Anda di halaman 1dari 7

1

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Persamaan diferensial biasa adalah persamaan diferensial di mana fungsi
yang tidak diketahui (variabel terikat) adalah fungsi dari variabel bebas
tunggal. Dalam bentuk paling sederhana fungsi yang tidak diketahui ini
adalah fungsi riil atau fungsi kompleks, namun secara umum bisa juga
berupa fungsi vector maupun matriks. Lebih jauh lagi, persamaan
diferensial biasa digolongkan berdasarkan orde tertinggi dari turunan
terhadap variabel terikat yang muncul dalam persamaan tersebut.
Persamaan diferensial biasa dibedakan dengan persamaan diferensial
parsial, yang melibatkan turunan parsial dari beberapa variabel. Persamaan
diferensial biasa muncul dalam berbagai keadaan, termasuk geometri,
mekanika, astronomi dan pemodelan populasi. Banyak matematikawan
ternama telah mempelajari persamaan diferensial dan memberi sumbangan
terhadap bidang studi ini, termasuk Isaac Newton, Gottfried Leibniz,
keluarga Bernoulli, Riccati, Clairaut, d'Alembert dan Euler.

1.2 Tujuan Percobaan


Adapun tujuan dari praktikum ini adalah:
1. Mahasiswa memahami masalah syarat awal pada persamaan
diferensial biasa menggunakan metode numerik.
2. Mahasiswa dapat membuat program yang berisi metode numerik untuk
menyelesaikan persamaan diferensial biasa yang menggunakan syarat
awal.

3. Mahasiswa dapat menyelesaikan masalah-masalah fisika yang


menyangkut metode numerik untuk menyelesaikan persamaan
diferensial biasa yang menggunakan syarat awal

4. II. TINJAUAN PUSTAKA


5.
6.
7.
8. 2.1
9.

Metode Numerik dan Analitik

Metode analitik adalah metode penyelesaian model matematika

dengan rumus-rumus aljabar yang sudah baku(lazim). Metode numerik


adalah teknik yang digunakan untuk memformulasikan persoalan
matematik sehingga dapat dipecahkan dengan operasi
perhitungan/aritmetika biasa (+,-,x,dan:). Perbedaan metode analitik dan
numerik :
10.

solusi dengan metode numerik selalu berbentuk angka,

sedangkan analitik biasanya masih dalam bentuk fungsi yang harus


dianalisis baru menghasilkan angka.
11.

solusi pada analitik adalah exact solution (error=0),sedangkan


pada numerik solusinya berupa hampiran/pendekatan sehingga ada selisih
yang disebut galat(error).
12.
13.

Peranan komputer dalam metode numerik. langkah-langkah

metode numerik diformulasikan menjadi program komputer yang ditulis


dalam bahasa pemrograman, seperti pascal,fortran, c, c++,basic,dan
sebagainya. Dan alasan mempelajari metode numerik :
1. metode numerik merupakan alat bantu pemecahan masalah matematika
yang sangat ampuh.
2. penggunaan aplikasi numerik komersil akan menjadi lebih berarti jika
kita memahami pengetahuan metode numerik.

3. dapat membuat sendiri program komputer tanpa harus membeli paket


program.
4. metode numerik menyediakan sarana untuk memperkuat kembali
pemahaman matematika (Habibi, 2013).

2.2

Persamaan Diferensial
Persamaan diferensial adalah persamaan matematika untuk fungsi satu
variabe latau lebih, yang menghubungkan nilai fungsi itu sendiri dan
turunannya dalam berbagai orde. Persamaan diferensial memegang
peranan penting dalam rekayasa, fisika, ilmu ekonomi dan berbagai
macam disiplin ilmu.

Persamaan diferensial biasa digolongkan berdasarkan orde tertinggi dari


turunan terhadap variabel terikat yang muncul dalam persamaan tersebut.
Contoh sederhana adalah hokum gerak kedua Newton, yang menghasilkan
persamaan diferensial

d 2 x (t )
=F (x ( t ) )
dt 2

(1)

untuk gerakan partikel dengan massa konstan m. Pada umumnya, gaya F


tergantung kepada posisi partikel x(t) pada waktu t, dan demikian fungsi
yang tidak diketahui x(t) muncul pada kedua ruas persamaan diferensial,
seperti yang diindikasikan dalam notasi F(x(t)) (Suarga, 2007).

2.3

Jenis Persamaan Diferensial


Teori persamaan diferensial sudah cukup berkembang, dan metode yang
digunakan bervariasi sesuai jenis persamaan.

Persamaan diferensial biasa (PDB) adalah persamaan diferensial di


mana fungsi yang tidak diketahui (variabel terikat) adalah fungsi dari
variabel bebas tunggal. Dalam bentuk paling sederhana fungsi yang
tidak diketahui ini adalah fungsi riil atau fungsi kompleks, namun
secara umum bisa juga berupa fungsi vektor maupun matriks. Lebih
jauh lagi, persamaan diferensial biasa digolongkan berdasarkan orde
tertinggi dari turunan terhadap variabel terikat yang muncul dalam
persamaan tersebut.

Persamaan diferensial parsial (PDP) adalah persamaan diferensial di


mana fungsi yang tidak diketahui adalah fungsi dari banyak variabel
bebas, dan persamaan tersebut juga melibatkan turunan parsial. Orde
persamaan didefinisikan seperti pada persamaan diferensial biasa,
namun klasifikasi lebih jauh kedalam persamaan eliptik, hiperbolik,
dan parabolik, terutama untuk persamaan diferensial linear orde dua,
sangatlah penting. Beberapa pesamaan diferensial parsial tidak dapat
digolongkan dalam kategori-kategori tadi, dan dinamakan sebagai jenis
campuran.

Baik persamaan diferensial biasa maupun parsial dapat digolongkan


sebagai linier atau nonlinier. Sebuah persamaan diferensial disebut linier
apabila fungsi yang tidak diketahui dan turunannya muncul dalam pangkat
satu (hasil kali tidak dibolehkan). Bila tidak memenuhi syarat ini,
persamaan tersebut adalah nonlinier (Aryuanda, 2006).

2.4

Penyelesaian Persamaan Diferensial Biasa

Suatu persamaaan yang memenuhi sebuah persamaan diferensial disebut


penyelesaian persamaan diferensial. Penyelesaian persamaan diferensial
dibesakan menjadi empat yakni sebagai berikut.
1. Penyelesaian umum, ialah suatu penyelesaian yang memuat konstantakonstanta sembarang.
2. Penyelesaian bersyarat, ialah suatu penyeesaian yang didapat dari
penyelesaian umum dengan memberikan harga-harga veriabelvariabelnya dalam penyelesaian umum.
3. Penyelesaian khusus, ialah suatu penyelesaian yang tidak memuat
konstanta-konstanta sembarang, dan dapat diperoleh dari penyelesaian
umum.
4. Penyelesaian singular, ialah suatu penyelesaian yang tidak memuat
konstanta-konstanta sembarang dan tidak dapat diperoleh dari
penyelesaian umum (Pujiyanta, 2007).

2.5

Masalah Nilai Maksimum dan Minimum Fungsi


Dalam fisika, mencari nilai maksimum atau minimum (disebut juga nilai
ekstrim) dari suatu fungsi yang menggambarkan dinamika suatu system
sering kali dibutuhkan untuk mengetahui karakteristik dari sistem tersebut.
Misalnya kita ingin mengetahui nilai-nilai tekanan atau temperature kritis
yang terkait dengan nilai maksimum atau minimum energy dalam dari
sebuah sistem termodinamika sehingga kita bisa mengetahui fase-fasenya.
Jika ketika kita mencari titik-titik ekstrim tersebut terdapat kaitan antara
variabel-variabel yang terlibat, maka dikatakan sebagai nilai ekstrim
dengan kendala (constraint). Sedangkan jika diantara variabel-variabel
tersebut tidak terdapat hubungan lain, maka dikatakan sebagai nilai
ekstrim tanpa kendala (Supriyanto, 2014)

DAFTAR PUSTAKA

Habibi, Afif. 2013. http://habibiberbagi.blogspot.co.id//metode-analitik-danmetode-numerik. Diunduh pada tanggal 30 November 2015 pukul 13.00
WIB.
Pujiyanta, Ardi. 2007. Komputasi Numerik dengan Matlab. Yogyakarta: Graha
Ilmu.

Suarga, Drs M.Sc,M.Math., Ph.D. 2005. Fisika Komputasi Solusi Problema


Fisika dengan Matlab. Yogyakarta: ANDI.

Supriyanto, Amir. 2014. Fisika Matematika. Lampung: Universitas Lampung.