Anda di halaman 1dari 4

[USULAN TEKNIS]

Penyusunan Rencana Induk Kawasan Terpilih


Pusat Pengembangan Desa (KTP2D)
(Lanjutan)

Tanggapan atas KAK yang dapat diberikan oleh Konsultan untuk pekerjaan ini
adalah sebagai berikut:

4.1. Latar Belakang


Tahapan identifikasi lokasi KTP2D pekerjaan ini telah dilakukan pada tahun
sebelumnya dan tahun ini akan dilakukan kegiatan penyusunan Rencana Induk
KTP2D yang merupakan sebuah pilot project dimana didalamnya memuat tentang
penanganan dan pengembangan DPP sebagai desa mandiri, dalam bentuk konsep
dan desain gambar perencanan pengembangan DPP sebagai desa mandiri yang
dapat menjadi acuan bagi berbagai pihak , yaitu bagi Pemda , ataupun stakeholder
lain yang berkepentingan di dalamnya.
Berdasarkan hasil rekomendasi studi di tahun 2013 maka didalam pekerjaan
ini akan dilakukan kegiatan identifikasi karakteristik, penyusunan RPJM dan Rencana
Induk penanganan dan pengembangan DPP sebagai desa mandiri.
Sebelum

melangkah

lebih

jauh

kedalam

pembahasan

pekerjaan

ini,

diperlukan pemahaman terhadap Desa Mandiri. Berdasarkan Peraturan Pemerintah


(PP) No.72 Tahun 2005 tentang Desa, Pasal 1 Ayat (1) berbunyi Desa atau yang
disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut desa, adalah kesatuan masyarakat
hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan
mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat
istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara
Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa desa merupakan wilayah
yang memiliki hak otonom dalam pengelolaan pembangunan desa. Agar dapat
diwujudkan maka desa perlu diperkuat sehingga mampu menjadi desa mandiri.
1

Penyusunan Rencana Induk Kawasan Terpilih


Pusat Pengembangan Desa (KTP2D)
(Lanjutan)

[USULAN TEKNIS]

Desa mandiri adalah desa yang mampu mengelola kekuatan (aset dan
potensi) yang dimiliki serta mampu memanfaatkan peluang yang ada dalam
pengelolaan pembangunan untuk kesejahteraan warga desa.
Secara umum, desa mandiri dicirikan antara lain oleh: 1) kemampuan desa
mengurus dirinya sendiri dengan kekuatan yang dimilikinya; 2) pemerintahan desa
memiliki

kewenangan

dalam

mengatur

dan

mengelola

pembangunan

yang

didukung oleh kemandirian dalam perencanaan dan penganggaran (satu desa satu
perencanaan),

sebagai acuan

seluruh program pembangunan di desa dan

dijalankan secara konsisten; 3) sistem pemerintahannya menjunjung tinggi aspirasi


dan partisipasi warga, termasuk warga miskin, perempuan, kaum muda dan yang
termarginalkan lainnya; serta 4) sumberdaya pembangunan dikelola secara optimal
transparan dan akuntabel untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kesejahteraan
seluruh warganya (sumber: Desa Popo Kecamatan Galesong Selatan).

4.2. Permasalahan
Dikarenakan pekerjaan ini merupakan pilot project maka belum ada pedoman
khusus yang mengatur tentang Rencana Induk KTP2D dan ha ini menjadikan
Konsultan dapat berinovasi dalam hal penyusunan laporannya namun tetap
memperhatikan kaidah-kaidah yang ada di dalam Kerangka Acuan Kerja).

4.3. Maksud, Tujuan dan Sasaran


Setelah membaca dan memahami tentang maksud, tujuan dan sasaran dari
pekerjaan ini maka terdapat 3 poin penting yang harus diperhatikan dalam
penyusunan laporan pekerjaan ini, yaitu:
-

Kegiatan survey lapangan beserta pemetaannya haruslah dilakukan dengan


detail dan akurat agar kejian potensi dan permasalahan yang ada di lapangan
dapat terinventarisasi dengan lengkap.

Kegiatan FGD yang dilakukan agar dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin


untuk menggali berbagai potensi dan permasalahan yang dihadapi oleh
masyarakat beserta keinginan keinginan dari masyarakat terhadap program
pengembangan desa mereka.

[USULAN TEKNIS]

Penyusunan Rencana Induk Kawasan Terpilih


Pusat Pengembangan Desa (KTP2D)
(Lanjutan)

4.4. Ruang Lingkup dan Keluaran


Secara skematis ruang lingkup materi dan keluaran yang termuat didalam
pekerjaan digambarkan sebagai berikut:

Sumber: Analisa, 2014

4.5. Laporan dan Pelaporan


Setelah membaca dan memahami tentang laporan dan pelaporan yang ada
didalam KAK, menurut Konsultan terdapat penjelasan yang belum lengkap dan
detail tentang muatan materi yang harus dikandung didalam Laporan Draft Akhir
dan Laporan Akhir, namun demikian Konsultan dapat memberikan kesimpulan
tersendiri bahwa muatan untuk Laporan Draft Akhir adalah yang termuat didalam
ruang lingkup materi dan di keluaran. Sedangkan untuk muatan Laporan Akhir
merupakan hasil revisi dari Laporan Draft Akhir setelah dilakukan pemaparan
didepan Pengguna Jasa.

4.6. Pendekatan dan Metodologi


Penjelasan secara lebih detail ditampilkan pada bab Pendekatan dan
Metodologi yang merupakan bagian didalam usulan teknis ini.

4.7. Tenaga Ahli


Setelah membaca susunan tenaga ahli yang ada didalam KAK, maka menurut
Konsultan diperlukan adanya tambahan Tenaga Ahli Arsitektur yang tugasnya
berfokus pada penyusunan konsep dan desain gambar perencanaan yang disertai
3

[USULAN TEKNIS]

Penyusunan Rencana Induk Kawasan Terpilih


Pusat Pengembangan Desa (KTP2D)
(Lanjutan)

rencana anggaran biaya (RAB) perencanaan penanganan dan pengembangan DPP


pada wilayah kajian. Penyusunan RAB tenaga ahli Sipil akan memgang peranan
yang penting.

4.8. Jangka Waktu Pelaksanaan


Mengingat muatan materi dan cakupan wilayah yang luas dan banyak maka
menurut Konsultan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan dibutuhkan adanya
penambahan

waktu

dengan

tujuan

untuk

memaksimalkan

seluruh

tahapan

pekerjaan, dari tahapan survey, analisa dan perencanaan kawasan. Namun


demikian dengan jangka waktu pelaksanan yang telah ditetapkan maka Konsultan
akan tetap melaksanakannya dengan maksimal dan sebaik mungkin.