Anda di halaman 1dari 22

Selasa, 17 Maret 2015

makalah koperasi pertanian

Kata Pengantar
Alhamdulillah, atas rahmat Allah yang maha kuasa, kami dapat menyelesaikan makalah
Koperasi Pertanian yang merupakan tugas mata kuliah Manajemen Koperasi dan Kewirausahaan
dengan tepat waktu. Dan juga terimakasih kami ucapkan kepada bapak Chairil Akhyar SE.M.Si,
selaku dosen mata kuliah Manajemen Koperasi dan Kewirausahaan.Terimakasih kepada semua
pihak yang telah membantu dan memberikan saran yang membangun kepada kami dalam
menyelesaikan makalah kami.
Kami berharap makalah yang kami buat dapat bermanfaat untuk pembaca, sebagai
penambah ilmu dan pengetahuan tentang Koperasi Pertanian. Kami juga menyadari sepenuhnya
bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang kami
harapkan. Untuk itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang
akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang
berkenan.
Lhokseumawe, .................... 2015
Penyusun

Daftar isi
Kata Pengantar ....................................................................................... 1
Daftar Isi ................................................................................................ 2
BAB I Pendahuluan ................................................................................ 4
1.1.Latar belakang ................................................................................... 4
1.2.Tujuan ............................................................................................... 4
BAB II Pembahasan ................................................................................ 5
2.1. pengertian koperasi pertanian ........................................................... 5
2.2. landasan prinsip dan tujuan .............................................................. 9
2.2.a Tujuan koperasi .............................................................................. 9
2.2.b Prinsip koperasi indonesia ............................................................. 10
2.3. Tujuan koperasi ............................................................................... 13
2.4 Ciri, nilai, bentuk dan jenis koperasi ................................................ 14
2.4.a Ciri-ciri Koperasi ........................................................................... 14
2.4.b Nilai koperasi ................................................................................ 15
2.4.c Bentuk dan Jenis Koperasi ............................................................ 15
2.5. Bidang utama koperasi dan penjelasannya ..................................... 18
2.5.a Modal ........................................................................................... 18
2.5.b Pengelolaan usaha ....................................................................... 20
2.5.c Pemasaran .................................................................................... 20
BAB III Ulasan .................................................................................... 22
3.1 Profil koperasi pertanian ................................................................ 22
3.2 Tujuan Koperasi Pertanian .............................................................. 22
3.3 Aspek Usaha Koperasi Pertanian .................................................... 23
3.4 Peran Koperasi Pertanian ................................................................ 23
3.5 Undang-undang dalam koperasi ..................................................... 26
BAB IV Penutup .................................................................................. 27
4.1 Kesimpulan ................................................................................... 27
Daftar Pustaka .................................................................................... 28

A. BAB I
Pendahuluan

1.

Latar Belakang
Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasip penghidupan ekonomi
berdasarkan tolong menolong (Mohammad Hatta). Koperasi Pertanian adalah koperasi yang
anggotanya terdiri dari para petani pemilik tanah, atau buruh tani dan orang yang berkepentingan
serta bermata pencaharian yang berhubungan dengan usaha-usaha pertanian.Koperasi ini
melakukan kegiatan usaha ekonomi pertanian. Untuk itu, kegiatan yang dilakukan Koperasi
Pertanian antara lain memberikan pinjaman modal, menyediakan pupuk, obat pemberantas hama
tanaman, benih, alat pertanian, memberi penyuluhan teknis pertanian, dan membantu penjualan
hasil pertanian anggotanya.

2.

Tujuan

a.
b.
c.
d.

Untuk mengetahui dan memahami tentang Koperasi Pertanian.


Untuk mengetahui perkembangan Koperasi Pertanian.
Untuk memahami daur hidup sebuah Koperasi Pertanian.
Menambah pengetahuan lebih mendalam tentang Koperasi Pertanian.

B. BAB II
Pembahasan
1. Pengertian Koperasi Pertanian
Koperasi adalah salah satu bentuk kerja sama dalam lapangan perekonomian yang
bersifat kekeluargaan. Koperasi sendiri berasal dari kata coo dan cooperation. Dimana, coo
memiliki arti bersama-sama, dan operation bearti bekerja.
Perusahaan-perusahaan non-koperasi dan perbedaanya dengan koperasi
Untuk melihat kinerja koperasi secara obyektif dan komprehensif, perlu dilihat juga
perkembangan dari pelaku-pelaku usaha lainnya atau perusahaan-perusahaan non-koperasi
sebagai suatu perbandingan. Menurut kepemilikan, perusahaan-perusahaan non-koperasi di
Indonesia terdiri dari perusahaan-perusahaan swasta dan BUMN. Selanjutnya, perusahaanperusahaan non-koperasi bisa dikelompokkan menurut skala usaha, yakni usaha kecil (UK),
usaha menengah (UM), dan usaha besar (UB); yang terakhir ini termasuk BUMN dan PMA atau
perusahaan-perusahaan asing.
Dilihat dari jumlah unit usaha, data BPS menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia
didominasi oleh UK yang jumlahnya jika digabungkan dengan UM (sebut UKM) mencapai lebih
dari 90% dari jumlah perusahaan yang ada. Oleh karena mereka merupakan pencipta kesempatan
kerja terbesar di Indonesia. Seperti yang dapat dilihat di Tabel 7, pada tahun 1997, UK mencapai
lebih dari 39,7 juta perusahaan, atau sekitar 99,8 persen dari jumlah unit usaha pada tahun itu,
dan bertambah menjadi lebih dari 48 juta unit tahun 2006. Dilihat dari strukturnya menurut
sektor, sebagian besar dari jumlah UKM terdapat di sektor pertanian yang mencapai hampir 100
persen, dan sektor terbesar kedua dan ketiga untuk perusahaan-perusahaan dari kategori ini
adalah masing-masing perdagangan, hotel dan restoran, dan industri manufaktur.
BUMN adalah bagian dari kelompok perusahaan-perusahaan non-koperasi, atau bagian
dari LEs. Sayangnya data mengenai peran BUMN di dalam ekonomi sangat terbatas. Data yang
ada hanya menunjukkan kinerja BUMN untuk periode 2004-2006 untuk beberapa aspek saja
seperti jumlah perusahaan, jumlah tenaga kerja, total laba dan lainnya.
1.

Badan Usaha Milik Swasta


Badan Usaha Milik Swasta atau BUMS adalah badan usaha yang didirikan dan dimodali
oleh seseorang atau sekelompok orang. Berdasarkan UUD 1945 pasal 33, bidang- bidang usaha

yang diberikan kepada pihak swasta adalah mengelola sumber daya ekonomi yang bersifat tidak
vital dan strategis atau yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak.
5 Contoh BUMS :

2.

PT Excelcomindo Pratama

PT Truba Manunggal

PT Indofood Makmur

PT Samudra Indonesia

PT Djarum

Badan Usaha Milik Negara


Badan Usaha Milik Negara adalah badan usaha yang sebagian atau seluruh
kepemilikannya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia. BUMN dapat pula berupa perusahaan
nirlaba yang bertujuan untuk menyediakan barang atau jasa bagi masyarakat. Pada beberapa
BUMN di Indonesia, pemerintah telah melakukan perubahan mendasar pada kepemilikannya
dengan membuat BUMN tersebut menjadi perusahaan terbuka yang sahamnya bisa dimiliki oleh
publik. Contohnya adalah PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Sejak tahun 2001 seluruh BUMN
dikoordinasikan pengelolaannya oleh Kementerian BUMN, yang dipimpin oleh seorang Menteri
Negara BUMN.
5 Contoh BUMN :

PT Semen Gresik

PT Jamsostek

PT Perusahaan Listrik Negara

PT Pertamina

PT Kereta Api Indonesia.

3.

Koperasi dibandingkan dengan BUMN dan BUMS


Koperasi tidak semaju BUMN dan BUMS dikarenakan lingkupnya yang kecil hanya
berfokus pada anggotanya saja, Walaupun sebenarnya sekarang ini koperasi telah sedikit
melebarkan sayapnya dan membentuk bank koperasi yaitu bank Bukopin. Sesuai dengan jiwa
pasal 33 UUD 1945, ketiga pelaku ekonomi tersebut dalam menjalankan kegiatan ekonominya
supaya mendasarkan diri pada semangat kebersamaan dan kekeluargaan. Oleh karena itu, ketiga
sektor itu dapat diharapkan saling bekerja sama dan menghidupi sehingga pada akhirnya dapat
dicapai kedudukan yang telatif proporsional. Dan juga sebagai wujud demokrasi berdasarkan
Pancasila dan UUD 1945. Kerja sama antara koperasi, usaha negara dan usaha swasta perlu lebih
ditingkatkan dan dikembangkan. Badan usaha yang sudah berkembang dan berhasil harus
didorong untuk membantu usaha ekonomi yang belum maju dalam meningkatkan kemampuan
usaha ekonominya. Untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur berdasarka Pancasila,
perkembangan perekonomian nasional harus ditata, disusun, dan bukannya dibiarkan dengan
tersusun sendiri. Tata hubungan dan kerja sama serta kemitraan usaha antara berbagai unsur
ekonomi nasional terutama antara pengusaha kuat dan lemah haruslah terus dibina dan dijalin
dalam suasana salaing membantu dan saling menguntungkan, sebagai suatu perwujudan kesatuan
kekuatan ekonomi nasional yang berdasarkan atas asas kekeluargaan dan kebersamaan sesuai
dengan demokrasi ekonomi berdasarkanPancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Koperasi sebagai badan usaha dapat melakukan kegiatan usahanya sendiri dan dapat juga
kerja sama dengan badan usaha lain, seperti perusahaan swasta maupun perusahaan negara.
Perbedaan antara koperasi dan badan usaha lain, dapat digolongkan sebagai berikut :

1.

Dilihat dari segi organisasi


Koperasi adalah organisasi yang mempunyai kepentingan yang sama bagi para
anggotanya. Dalam melaksanakan usahanya, kekuatan tertinggi pada koperasi terletak di tangan
anggota, sedangkan dalam badan usaha bukan koperasi, anggotanya terbatas kepada orang yang
memiliki modal, dan dalam melaksanakan kegiatannya kekuasaan tertinggi berada pada pemilik
modal usaha.

2.

Dilihat dari segi tujuan usaha


Koperasi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bagi para anggotanya dengan melayani
anggota seadil-adilnya, sedangkan badan usaha bukan koperasi pada umumnya bertujuan untuk
mendapatkan keuntungan.

3.

Dilihat dari segi sikap hubungan usaha


Koperasi senantiasa mengadakan koordinasi atau kerja sama antara koperasi satu dan
koperasi lainnya, sedangkan badan usaha bukan koperasi sering bersaing satu dengan lainnya.

4.

Dilihat dari segi pengelolahan usaha


Pengelolahan usaha koperasi dilakukan secara terbuka, sedangkan badan usaha bukan
koperasi pengelolahan usahanya dilakukan secara tertutup.
Jenis Koperasi Menurut PP No. 60/1959 :

a.

Koperasi Desa

b.

Koperasi Pertanian

c.

Koperasi Peternakan

d.

Koperasi Industri

e.

Koperasi Simpan Pinjam

f.

Koperasi Perikanan

g.

Koperasi Konsumsi
Dan dalam makalah kami, kami akan membahas tentang koperasi pertanian secara lebih
rinci dan terarah.

2. Landasan prinsip dan tujuan koperasi


a.

Landasan prinsip koperasi indonesia


Landasan koperasi Indonesia (Sri Budhi Utami: 2009) adalah negara hukum, di mana Dasar
Negara Pancasila, UUD 1945, dan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) sebagai sumber
hukum tertinggi yang ditetapkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai
penjelmaan azas demokrasi. Dalam seluruh sistem hukum di Indonesia, koperasi telah
mendapatkan tempat yang pasti. Karena itu landasan hukum koperasi sangat kuat.
Landasan-landasan Koperasi Indonesia dapat terbagi atas:

1) Landasan Idiil
Landasan idiil koperasi Indonesia adalah Pancasila. Kelima sila dari Pancasila, yaitu:
Ketuhanan Yang Maha Esa, Perikemanusiaan ,Kebangsaan, Kedaulatan Rakyat, dan Keadilan
Sosial harus dijadikan dasar serta dilaksanakan dalam kehidupan koperasi, karena sila-sila

tersebut memang menjadi sifat dan tujuan koperasi dan selamanya merupakan aspirasi anggota
koperasi.
2) Landasan Strukturil dan Landasan Gerak
Landasan strukturil koperasi Indonesia adalah UUD 1945 dan landasan geraknya adalah
pasal 33 ayat (1) UUD 1945 beserta penjelasannya. Pasal 33 ayat (1) berbunyi: Perekonomian
disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan. Dan penjelasannya
berbunyi: Dalam pasal 33 tercantum dasar demokrasi ekonomi, produksi dikerjakan oleh semua
untuk semua di bawah pimpinan atau pemilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran
masyarakatlah yang diutamakan bukan kemakmuran orang seorang. Sebab itu, perekonomian
disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan. Bangun yang sesuai dengan
itu ialah Koperasi.
3) Landasan Mental:
Landasan mental koperasi Indonesia adalah setia kawan dan kesadaran berpribadi (rasa
harga diri). Setia kawan telah ada dalam masyarakat Indonesia dan tampak keluar sebagai
gotong-royong. Akan tetapi landasan setia kawan saja hanya dapat memelihara persekutuan
dalam masyarakat yang statis, dan karenanya tidak dapat mendorong kemajuan. Kesadaran
berpribadi, keinsyafan akan harga diri dan percaya pada diri sendiri adalah mutlak untuk
menunaikan derajat kehidupan dan kemakmuran. Dalam koperasi harus tergabung kedua
landasan mental tadi sebagai dua unsur yang dorong mendorong, hidup menghidupi, dan awas
mengawasi. Koperasi bukan hanya bertindak sebagai aparat yang membawakan perbaikan
ekonomis, namun harus mampu merealisir watak sosialnya.
b. Prinsip koperasi indonesia
1) Prinsip Koperasi Indonesia Menurut UU No. 12 tahun 1967
Prinsip Koperasi Indonesia Menurut UU No. 12 tahun 1967 adalah sebagai berikut:
- sifat keanggotaannya sukarela dan terbuka untuk setiap WNI;
- Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi sebagai pencerminan demokrasi dalam koperasi;
- Pembagian SHU diatur menurut jasa masing-masing anggota;
- Adanya pembatasan bunga atas modal;
- Mengembangkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat umumnya;
- Usaha dan ketatalaksanaannya bersifat terbuka;
Swadaya, swakarya, dan swasembada sebagai pencerminan prinsip dasar percaya pada diri
sendiri.
2) Prinsip Koperasi Indonesia Menurut UU No.25 tahun 1992
Prinsip Koperasi Indonesia dalam Bab III, bagian Kedua, Pasal (5) UU No. 25 tahun
1992 adalah sebagai berikut

Koperasi melaksanakan prinsip koperasi sebagai berikut:


Koperasi melaksanakan Prinsip Koperasi yang meliputi:
-

keanggotaan Koperasi bersifat sukarela dan terbuka;


pengawasan oleh Anggota diselenggarakan secarademokratis;
Anggota berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomiKoperasi;
Koperasi merupakan badan usaha swadaya yang otonom, dan independen;
Koperasi menyelenggarakan pendidikan dan pelatihanbagi Anggota, Pengawas, Pengurus, dan
karyawannya,serta memberikan informasi kepada masyarakattentang jati diri, kegiatan, dan

kemanfaatan Koperasi;
Koperasi melayani anggotanya secara prima dan memperkuat Gerakan Koperasi, dengan

bekerja samamelalui jaringan kegiatan pada tingkat lokal, nasional,regional, dan internasional;
Koperasi bekerja untuk pembangunan berkelanjutanbagi lingkungan dan masyarakatnya melalui
kebijakanyang disepakati oleh Anggota.
Dalam Penjelasan dari Pasal (6) UU No. 17 Tahun 2012 tersebut, diuraikan bahwa prinsip
koperasi adalah merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan
berkoperasi. Dengan melaksanakan keseluruhan prinsip tersebut, koperasi mewujudkan dirinya
sebagai badan usaha sekaligus sebagai gerakkan ekonomi rakyat yang berwatak sosial.
Prinsip koperasi ini merupakan esensi dari dasar kerja koperasi sebagai badan usaha dan
merupakan ciri khas serta jati diri koperasi. Dengan adanya prinsip tersebut, koperasi dapat

dibedakan dari badan usaha lainnya, karena adanya:


a. Sifat kesuka relaan dalam keanggotaan koperasi.
Sifat ini mengandung arti bahwa menjadi anggota koperasi tidak boleh dipaksakan oleh
siapapun. Sifat kesukarelaan ini juga mengandung arti bahwa seorang anggota dapat
mengundurkan diri dari koperasi sesuai dengan syarat yang ditentukan dalam Anggaran Dasar
Koperasi.
b. Adanya prinsip demokrasi.
Prinsip ini menunjukkan bahwa pengelolaan koperasi dilakukan atas kehendak dan
keputusan para anggotanya. Kalau dikaji secara mendalam, prinsip atau asa koperasi tersebut
merupakan penerimaan dari rumusan prinsip-prinsip seperti dirumuskan oleh international
cooperative alliance (I.C.A) atau aliansi koperasi internasional.
c. Pembagian sisa hasil usaha berdasar atas prinsip keadilan dan asas kekeluargaan.
Sisa hasil usaha koperasi tidak dibagi semata-mata atas dasar modal yang dimiliki
anggota dalam koperasi, tetapi juga atas dasar perimbangan jasa usaha mereka terhadap koperasi.
d. Koperasi bukan merupakan akumulasi modal.
Meskipun koperasi bukan merupakan suatu akumulasi modal, tetapi koperasi
memerlukan modal pula untuk menjalankan kegiata usahanya.
e. Prinsip Kemandirian dari koperasi.

Ini mengandung arti bahwa koperasi harus dapat berdiri sendiri, tanpa bergantung kepada
pihak lain yang dilandasi oleh kepercayaan kepada pertimbangan, keputusan, kemampuan dan
f.

usaha sendiri.
Selain lima prinsip tersebut, dalam pengembangan dirinya koperasi juga melaksanakan prinsipprinsip pendidikan perkoperasian dan bekerja sama dengan antar koperasi.

3. Tujuan koperasi
Tujuan utama Koperasi Indonesia adalah mengembangkan kesejahteraan anggota, pada
khususnya, dan masyarakat pada umumnya. Koperasi Indonesia adalah perkumpulan orangorang, bukan perkumpulan modal sehingga laba bukan merupakan ukuran utama kesejahteraan
anggota. Manfaat yang diterima anggota lebih diutamakan daripada laba. Meskipun demikian
harus diusahakan agarkoperasi tidak menderita rugi. Tujuan ini dicapai dengan karya dan jasa
yang

disumbangkan

pada

masing-masing

anggota.

Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 Pasal 3 tujuan koperasi Indonesia adalah
koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada
umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan
masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar
1945.
Sedangkan

Menurut Moch.

Hatta,

tujuan koperasi bukanlah mencari laba yang sebesar-besarnya, melainkan melayani kebutuhan
bersama dan wadah partisipasi pelaku ekonomi skala kecil. Selanjutnya fungsi koperasi tertuang
dalam

pasal

UU

No.

17

Tahun

2012

tentang

perkoperasian,

yaitu:

Koperasi bertujuan meningkatkan kesejahteraan Anggota pada khususnya dan masyarakat pada
umumnya, sekaligus sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari tatanan perekonomian nasional
yang

demokratis

dan

berkeadilan

Tujuan yang jelas harus di rumuskan sebagai landasan dan pedoman dalam menentukan tata
kerja yang efektif. Tujuan ini dapat di bedakan menjadi tujuan umum dan tujuan khusus.
1) Tujuan umum koperasi adalah mensejahterakan para anggotanya.
2) Sedangkan tujuan khusus koperasi adalah meningkatkan kualitas produk dan mutu usahanya,
melalui tahap-tahap yang signifikan.
4. Ciri, nilai, bentuk dan jenis koperasi
I. Ciri-ciri Koperasi
Beberapa ciri dari koperasi ialah :
a. Perkumpulan orang.
b. Pembagian keuntungan menurut perbandingan jasa. Jasa modal dibatasi.
c.
Tujuannya meringankan beban ekonomi anggotanya, memperbaiki kesejahteraan
anggotanya, pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
d. Modal tidak tetap, berubah menurut banyaknya simpanan anggota.
e. Tidak mementingkan pemasukan modal/pekerjaan usaha tetapi keanggotaan pribadi dengan
prinsip kebersamaan.
f. Dalam rapat anggota tiap anggota masing-masing satu suara tanpa memperhatikan jumlah
modal masing-masing.
g. Setiap anggota bebas untuk masuk/keluar (anggota berganti) sehingga dalam koperasi tidak
terdapat modal permanen.
h. Seperti halnya perusahaan yang terbentuk Perseroan Terbatas (PT) maka Koperasi
mempunyai bentuk Badan Hukum.
i.
Menjalankan suatu usaha.
j.
Penanggungjawab koperasi adalah pengurus.
k. Koperasi bukan kumpulan modal beberapa orang yang bertujuan mencari laba sebesarbesarnya.
l.
Koperasi adalah usaha bersama kekeluargaan dan kegotong-royongan. Setiap anggota
berkewajiban bekerja sama untuk mencapai tujuan yaitu kesejahteraan para anggota.
m. Kerugian dipikul bersama antara anggota. Jika koperasi menderita kerugian, maka para
anggota memikul bersama. Anggota yang tidak mampu dibebaskan atas beban/tanggungan
kerugian. Kerugian dipikul oleh anggota yang mampu.
II. Nilai koperasi
Nilai yang mendasari kegiatan Koperasi yaitu:
a. kekeluargaan;
b. menolong diri sendiri;
c. bertanggung jawab;d. demokrasi;
e. persamaan ,
f. berkeadilan; dan
g. kemandirian.
III. Bentuk dan Jenis Koperasi

Sesuai yang tercantum dalam pasal 7 Undang-undang Republik


Indonesia Nomor 17 Tahun 2012 tentang perkoperasian, bentuk koperasi ada 2:
a. Koperasi Primer didirikan oleh paling sedikit 20 (duapuluh) orang perseorangan dengan
memisahkan sebagiankekayaan pendiri atau Anggota sebagai modal awal Koperasi.
b. (Koperasi Sekunder didirikan oleh paling sedikit 3 (tiga) Koperasi Primer.
Tentang jenis koperasi ini terdapat dalam pasal 17 Bagian 6 UU No.12 tahun 1967, dilakukan

dengan:

1) Lapangan usahanya
Koperasi konsumsi, yang berusaha untuk menyediakan barang barang yang dibutuhkan para
anggotanya, baik barang keperluan sehari-hari maupun barang-barang kebutuhan sekunder yang
dapat meningkatkan kesejahteraan hidup para anggotanya, dalam arti dapat dijangkau oleh daya

belinya.
Koperasi simpan pinjam atau koperasi kredit, yang berusaha untuk mencegah para anggotanya
terlibat dalam jeratan kaum lintah darat pada waktu mereka memerlukan sejumlah uang atau
barang keperluan hidupnya, dengan jalan menggiatkan tabungan dan mengatur pemberian

pinjaman uang atau barang dengan bunga yang serendah-rendahnya.


Koperasi produksi, yang berusaha untuk menggiatkan para aggotanya dalam menghasilkan
produk tertentu yang biasa diproduksinya serta sekaligus mengkoordinir pemasarannya, dengan
demikian para produsen akan memperoleh kesamaan harga yang wajar atau layak dan mudah

memasarkannya.
Koperasi serba usaha, yang berusaha dalam beberapa macam kegiatan ekonomi yang sesuai

dengan kepentingan-kepentingan para anggotanya.

2) Golongan masyarakat yang berkumpul mendirikannya:


Koperasi pegawai negeri, yang anggota-anggotanya terdiri dari para pegawai negeri dalam suatu

daerah kerja.
Koperasi di lingkungan Angkatan Bersenjata (PRIMKOPAD, PRIMKOPAL, PRIKOPARADA,
PRIMKOPOL), yang merupakan wadah penampungan kegiatan-kegiatan kekaryaan anggota

angkatan untuk meningkatkan kesejahteraan para anggota beserta keluarganya.


Koperasi wanita, koperasi guru, koperasi veteran, koperasi kaum pensiunan dan sebagainya,
yang masing-masing berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi (hidup) para

anggotanya dalam golongannya masing-masing.


3) Jenis Koperasi menurut fungsinya
Koperasi pembelian/pengadaan/konsumsi adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi
pembelian atau pengadaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan anggota sebagai

konsumen akhir. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pembeli atau konsumen bagi
-

koperasinya.
Koperasi penjualan/pemasaran adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi distribusi barang
atau jasa yang dihasilkan oleh anggotanya agar sampai di tangan konsumen. Di sini anggota

berperan sebagai pemilik dan pemasok barang atau jasa kepada koperasinya.
Koperasi produksi adalah koperasi yang menghasilkan barang dan jasa, dimana anggotanya
bekerja sebagai pegawai atau karyawan koperasi. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan

pekerja koperasi.
Koperasi jasa adalah koperasi yang menyelenggarakan pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh
anggota, misalnya: simpan pinjam, asuransi, angkutan, dan sebagainya. Di sini anggota berperan
sebagai pemilik dan pengguna layanan jasa koperasi.
Apabila koperasi menyelenggarakan satu fungsi disebut koperasi
tunggal usaha (single purpose cooperative), sedangkan koperasi yang menyelenggarakan lebih
dari satu fungsi disebut koperasi serba usaha (multi purpose cooperative).

4) Jenis koperasi berdasarkan tingkat dan luas daerah kerja


Koperasi primer ialah koperasi yang yang minimal memiliki anggota sebanyak 20 orang
-

perseorangan.
Koperasi Sekunder Adalah koperasi yang terdiri dari gabungan badan-badan koperasi serta
memiliki cakupan daerah kerja yang luas dibandingkan dengan koperasi primer. Koperasi

sekunder dapat dibagi menjadi :


- koperasi pusat adalah koperasi yang beranggotakan paling sedikit 5 koperasi primer
- gabungan koperasi adalah koperasi yang anggotanya minimal 3 koperasi pusat
- induk koperasi adalah koperasi yang minimum anggotanya adalah 3 gabungan koperasi
5) Jenis Koperasi menurut status keanggotaannya
Koperasi produsen adalah koperasi yang anggotanya para produsen barang/jasa dan memiliki
-

rumah tangga usaha.


Koperasi konsumen adalah koperasi yang anggotanya para konsumen akhir atau pemakai
barang/jasa yang ditawarkan para pemasok di pasar.
Kedudukan anggota di dalam koperasi dapat berada dalam salah satu
status atau keduanya. Dengan demikian pengelompokkan koperasi menurut status anggotanya
berkaitan erat dengan pengelompokan koperasi menurut fungsinya.

5. Bidang utama koperasi dan penjelasannya


a. Modal
Menurut Pasal 66 undang-undang nomor 17 tahun 2012 Modal Koperasi terdiri dari Setoran
Pokok dan SertifikatModal Koperasi sebagai modal awal.
Setoran pokok meliputi sumber modal sebagai berikut :
1.
Simpanan Pokok
Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang wajib dibayarkan oleh
anggota kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota. Simpanan pokok tidak dapat diambil
kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi. Simpanan pokok jumlahnya
sama untuk setiap anggota.
2.
Simpanan Wajib
Simpanan wajib adalah jumlah simpanan tertentu yang harus
dibayarkan oleh anggota kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu, misalnya tiap
bulan dengan jumlah simpanan yang sama untuk setiap bulannya. Simpanan wajib tidak dapat
diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi.
3.
Dana Cadangan
keanggotaan koperasi, dan untuk menutup kerugian koperasi bila
diperlukan.
4.
Hibah
Hibah adalah sejumlah uang atau barang modal yang dapat dinilai
dengan uang yang diterima dari pihak lain yang bersifat hibah/pemberian dan tidak
mengikat.Adapun Modal Pinjaman koperasi berasal dari pihak-pihak sebagai berikut :
- Anggota dan calon anggota
- Koperasi lainnya dan/atau anggotanya yang didasari dengan perjanjian kerjasama antarkoperasi
- Bank dan lembaga keuangan lainnya yang dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan
perudang-undangan yang berlaku
- Penerbitan obligasi dan surat utang lainnya yang dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku
5.
Sumber lain yang sah
b. Pengelolaan usaha
Dalam koperasi pertanian, pengelolaan usaha yang di maksud adalah
penanaman, perawatan hingga panen. Di setiap tahap pengelolaan usaha, akan ada pengawasan
untuk meningkatkan hasil yang mumpuni dan tidak kalah saing dengan hasil pertanian organisasi
maupun perusahaan lain. Pengelolaan usaha dapat di lakukan oleh para anggota koperasi yang di
awasi oleh ketua kelompok masing-masing yang memang memiliki keahlian dalam pengelolaan

usaha pertanian. Jika di butuhkan, koperasi pertanian juga akan mendapatkan materi khusus
dalam pertanian dari lembaga pertanian daerah koperasi pertanian yang memang di percaya.
c.

Pemasaran
Pemasaran di artikan sebagai suatu proses usaha untuk memudahkan
barang dan jasa dari lokasi produsen sampai ke lokasi konumen akhir.
Menurut W.J. Stanto (1975, 15), pemasaran merupakan keseluruhan
aktivitas perdagangan yang meliputi penjualan, pembelian, pergudangan atau penyimpanan, dan
promosi. Pergudangan mencakup kegiatan memelihara atau menjaga agar barang yang di jual
tidak mengalami kerusakan dan turun kualitasnya sehingga benar-benar dapat memuaskan
pembeli. Jika memungkinkan, dalam pergudangan di adakan pengolahan lebih lanjut dan
pemeliharaan, sehingga dapat meningkatkan potensi penjualan. Disini perlu di terapkan aturan
bagaimana barang yang dibutuhkan oleh bagian penjualan untuk segera di kirim ke pelanggan
berjalan lancar, hemat biaya, dan memuaskan pelanggan.
Menurut Saleh Safranji, untuk mencapai efesiensi dalam pemasaran
harus di perhatikan dua hal pokok, yaitu :
i. Memantapkan loyalitas anggota dalam hal jual beli barang yang di
butuhkan oleh anggota memalui koperasi
ii. Memantapkan partisipasi anggota dalam akumulasi modal, penghasilan,
dan inisiatif perbaikan produk, pelayanan, harga dan barang.
Fungsi pemasaran yang di lakukan oleh koperasi mencakup fungsi
penjualan, fungsi pembelian dan fungsi promosi.

1. Fungsi penjualan
Fungsi ini banyak di lakukan oleh koperasi produsen dimana
anggotanya

adalahpara

produsen

yang

memproduksi

barang

sejenis

dan

mereka

menjual/memasarkan secara sendiri-sendiri di pasar.


2. Funsi pemebelian
Fungsi ini banyak di lakukan oleh jenis koperasi produsen dalam
rangka membeli bahan baku dimana para pengrajin atau pengusaha kecil melakukannya secara
sendiri-sendiri dan dalam jumlah yang tidak terlalu besar.
3. Funsi promosi
Jika pasar semakin di penuhi dengan persaingan, maka di tuntut
usaha-usaha dari para penjual untuksecara lebih intensif menghubungi para pembeli atau calon
pembeli. Salah satu caranya adalah promosi. Kondisi pasar sekarang menuntut koperasi untuk
mengadakan promosi. Promosi bila di lihat dari segi biaya memang mahal, tetapi manfaat yang

di peroleh bagi keberhasilan penjualan juga sangat besar. Salah satu cara promosi yang murah
adalah dengan mengadakan promosi bersama.

C. BAB III
Ulasan
1. Profil Koperasi Pertanian
Nama Koperasi Pertanian adalah Usaha Tani, dimana dalam koperasi pertanian ini tidak
hanya mengurus hasil pertanian hanya sampai panen, namun juga mengolah hasil panen menjadi
bahan makan setengah jadi dan di pasarkan bersama oleh setiap anggota koperasi, sehingga laba
yang terkumpul dapat menanambah kelangsungan hidup koperasi.
Lokasi koperasi pertanian yang sangat cocok adalah di sebuah pedesaan yang memiliki lahan
pertanian yang bagus dan mudah di akses dari perkotaan. Untuk menghemat biaya transportasi,
koperasi memliki agen yang akan memasarkan hasil produksi koperasi di dalam maupun di luar
lokasi koperasi.
Jumlah anggota 10 orang, di mana dari setiap anggota di beri sebuah jabatan dan merekrut
orang yang baru untuk melakukan koperasi bersama.
Struktur anggota yang terbentuk adalah
Ketua Umum, ketua 1 di bidang pengelolaan usaha, ketua 2 di bidang produksi hasil
pertanian setengah jadi, manajer pemasaran, sekretaris dan bendahara.
Ketua 1 dan ketua 2, serta manajer pemasaran akan merekrut orang-orang baru yang akan
menambah pengusaha baru dalam bidang pertanian. Dan memajukan koperasi pertanian.
2. Tujuan Koperasi Pertanian
- Memakmurkan anggota koperasi
Melakukan proses produksi kontinu atau continous process of production, adalah jenis proses
produksi yang di jalankan oleh perusahaan yang menghasilkan produk yang sama baik mutu,
kualitas, bentuk maupun tipe dengan proses berkesinambungan. Proses produksi yang terus
menerus tentu saja akan menghasilkan produk yang semakin banyak. Oleh karena itu jenis proses
-

produksi ini dapat pula di golongkan sebagsai mass process of production.


Menciptakan berbagai jenis-jenis bibit baru yang unggul
Meningkatkan produksi hasil pertanian ;dan
Memudahkan dalam penyaluran pupuk

3. Aspek Usaha Koperasi Pertanian


- Menciptakan produksi setengah jadi
- Memasarkan bibit-bibit unggulan
- Memasarkan hasil pertanian

- Memasok pupuk-pupuk organik


- Memberikan pendidikan khusus untuk para petani
4. Peran Koperasi Pertanian
Arah pemberdayaan petani akan disesuaikan dengan kesepakatan yang telah dirumuskan
bersama. Dengan partisipasi yang tinggi terhadap koperasi, diharapkan rasa ikut memiliki dari
masyarakat atas semua kegiatan yang dilakasanakan koperasi akan juga tinggi. Karena di dalam
koperasi terdapat nilai dan prinsip berdasarkan asas kekeluargaan dan gotong royong dan
merupakan landasan koperasi itu sendiri.
Konsep pemberdayan masayarakat pedesaan melalui koperasi bukanlah konsep baru,
banyak kendala dan hambatan yang harus diperhatikan dalam pengembangan koperasi di
pedesaan, diantaranya adalah :
(a) rendahnya minat masyarakat untuk bergabung dalam kelompok tani/koperasi, hal ini
disebabkan karena kegagalan-kegagalan dan stigma negatif tentang kelembagaan tani/koperasi
yang terbentuk di dalam masyarakat. Kegagalan yang dimaksud diantaranya adalah
ketidakmampuan kelembagaan tani/koperasi dalam memberikan kebutuhan anggotanya dan
ketidakmampuan dalam memasarkan hasil produk pertanian anggotanya.
(b) adanya ketergantungan petani kepada tengkulak akibat ikatan yang ditimbulkan
karena petani melakukan transaksi dengan para tengkulak (pinjaman modal, dan memasarkan
hasil). Dan (c) rendahnya SDM petani di pedesaan menimbulkan pemahaman dan arti penting
koperasi terabaikan.
Koperasi dan Kelompok tani dan petani (anggota) harus memiliki hubungan yang
harmonis, tanpa hubungan yang harmonis dan saling membutuhkan sulit dibayangkan
koperasi/kelompok tani mampu dan dapat bertahan. Tapi dengan adanya prinsip saling
membutuhkan tersebut koperasi/kelompok tani akan mampu menjadi lembaga perekonomian
masyarakat pedesaan khususnya petani yang dapat memberikan keuntungan baik dari segi
ekonomi dan sosial. Prospek pertanian dan pedesaan yang berkembang setelah krisis ekonomi
semakin mendorong kebutuhan akan adanya kelembagaan perekonomian komprehensif dengan
kegiatan usaha yang dilakukan oleh petani atau pengusaha kecil. Hal ini sejalan dengan adanya
pemahaman bahwa nilai tambah terbesar dalam kegiatan ekonomi pertanian dan pedesaan
terdapat pada kegiatan yang justru tidak dilakukan secara individual. Namun, nilai tambah
tersebut didapatkan pada kegiatan perdagangan, pengangkutan, pengolahan yang lebih ekonomis

bila dilakukan secara bersama-sama dengan pelaku lain sehingga diharapkan keuntungan dapat
dinikmati secara bersama-sama.
Menurut Baga (2006), pengembangan kelembagaan pertanian baik itu kelompok tani atau
koperasi bagi petani sangat penting terutama dalam peningkatan produksi dan kesejahteraan
petani, dimana:
(1) Melalui koperasi petani dapat memperbaiki posisi rebut tawar mereka baik dalam
memasarkan hasil produksi maupun dalam pengadaan input produksi yang dibutuhkan. Posisi
rebut tawar (bargaining power) ini bahkan dapat berkembang menjadi kekuatan penyeimbang
(countervailing power) dari berbagai ketidakadilan pasar yang dihadapi para petani.
(2) Dalam hal mekanisme pasar tidak menjamin terciptanya keadilan, koperasi dapat
mengupayakan pembukaan pasar baru bagi produk anggotanya. Pada sisi lain koperasi dapat
memberikan akses kepada anggotanya terahadap berbagai penggunaan faktor produksi dan jasa
yang tidak ditawarkan pasar.
(3) Dengan bergabung dalam koperasi, para petani dapat lebih mudah melakukan
penyesuaian produksinya melalui pengolahan paska panen sehubungan dengan perubahan
permintaan pasar. Pada gilirannya hal ini akan memperbaiki efisiensi pemasaran yang
memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, dan bahkan kepada masyarakat umum maupun
perekonomian nasional.
(4) Dengan penyatuan sumberdaya para petani dalam sebuah koperasi, para petani lebih
mudah dalam menangani risiko yang melekat pada produksi pertanian, seperti: pengaruh iklim,
heterogenitas kualitas produksi dan sebaran daerah produksi. Dan
(5) Dalam wadah organisasi koperasi, para petani lebih mudah berinteraksi secara positif
terkait dalam proses pembelajaran guna meningkatkan kualitas SDM mereka.
Koperasi sendiri memiliki misi khusus dalam pendidikan bagi anggotanya. Koperasi atau
Kelompok tani merupakan salah satu struktur kelembagaan yang cukup penting di masa sekarang
dan yang akan datang, dalam upaya pemberdayaan petani dan pemasaran komoditas yang
dihasilkan di wilayahnya, sekaligus menjadi kelembagaan pertanian yang dapat memberikan
jaminan kepastian harga produk pertanian, sehingga harga yang diterima dapat menguntungkan
petani. Bergabungnya petani dalam kelembagaan koperasi akan menguatkan institusi tersebut
sebagai lembaga perekonomian pedesaan, dimana anggotanya akan memiliki posisi tawar yang
kuat untuk dapat memasarkan hasil pertaniannya, sehingga kesejahteraan petani mengalami

peningkatan hal ini diakibatkan naiknya pendapatan petani yang tergabung dalam kelompok tani
atau koperasi.
5. Undang-undang dalam koperasi
Undang-undang Koperasi Nomor 17 tahun 2012 yang menggantikan
Undang-Undang lama Nomor 25 tahun 1992. Karena di anggap kurang efesiennya perundangundangan lama dan lebih bersifat koporasi bukan bersifat koperasi seperti layaknya perundangundangan perkoperasian.

D. BAB IV
Penutup
1. Kesimpulan
Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasip penghidupan ekonomi berdasarkan
tolong menolong (mohammad hatta). Koperasi Pertanian adalah koperasi yang anggotanya
terdiri dari para petani pemilik tanah, atau buruh tani dan orang yang berkepentingan serta
bermata pencaharian yang berhubungan dengan usaha-usaha pertanian. Koperasi ini melakukan
kegiatan usaha ekonomi pertanian. Untuk itu, kegiatan yang dilakukan Koperasi Pertanian antara
lain memberikan pinjaman modal, menyediakan pupuk, obat pemberantas hama tanaman, benih,
alat pertanian, memberi penyuluhan teknis pertanian, dan membantu penjualan hasil pertanian
anggotanya.

Daftar Pustaka
sudarsono,Edilius.Manajemen

koperasi

indonesia.2010.jakarta:rineka

cipta.
Widiyati,Ninik.Manajemen koperasi.2010.jakarta:rineka cipa.
Sukamdiyo,Ign.Manajemen koperasi.1999.Jakarta:erlangga.
http://malpertanian.blogspot.com/2013/12/makalah-ustan-modul-10.html dikutip pada tanggal 12
Februari 2015
http://duniachikzmiko.blogspot.com/2014/10/jenis-jenis-bentuk-bentuk-dan-sumber.html dikutip
pada tanggal 12 Februari 2015
http://ulfa-ekonomikoperasi.blogspot.com/2012/11/tujuan-dan-fungsi-koperasi.html dikutip pada
tanggal 12 Februari 2015
http://ridwanviandi.blogspot.com/2014/01/peran-koperasi-dalam-perekonomian-dan.html dikutip
pada tanggal 12 Februari 2015
http://triicecsfabregas.blogspot.com/2012/12/dasar-dasar-hukum-koperasi-di-indonesia.html
dikutip pada tanggal 12 Februari 2015