Anda di halaman 1dari 25

KEPUTUSAN

DIREKTUR UTAMA RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA CEMPAKA


PUTIH
Nomor :
Tentang :
PANDUAN PENUNDAAN PELAYANAN
DI RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA CEMPAKA PUTIH
Direktur Utama Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih (RSIJCP) :
Menimbang

:1. BahwaPenundaan Pelayanan adalah suatu keadaan


yang terjadi apabila pasien harus menunggu terlayani
dalam waktu yang lama untuk mendapatkan pelayanan
diagnostik dan pengobatan atau dalam mendapatkan
rencana pelayanan, pasien membutuhkan penempatan
di daftar tunggu.
2. Bahwa

sehubungan

dengan

poin

(1)

diperlukan

panduan mengenai kebijakan Penundaan Pelayanan


sebagai acuan di rumah sakit
3. Bahwa agar panduan Penundaan Pelayanan mempunyai
kekuatan hukum, perlu ditetapkan melalui Keputusan
Direktur Utama RSIJCP.
Mengingat :

1.

Undang-undang No. 36 tahun 2009 tentang

Kesehatan
2. Undang-undang No. 44 tahun 2009 tentang Rumah
Sakit.
3. Keputusan Menkes RI No. 1333/Menkes/SK/XII/1999
tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit.
4. Keputusan Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan
No.HK.02.04/I/2790/11

tentang

Standar

Akreditasi

Rumah Sakit.
5. Permenkes

RI

No

1691/Per/VIII/2011

tentang

keselamatan pasien
6. Buku standar akreditasi rumah sakit yang diterbitkan
oleh

Direktorat

Jendral

Bina

Upaya

Kesehatan
1

Kementerian Kesehatan RI dengan Komisi Akreditasi


Rumah Sakit (KARS) tahun 2011
7. Keputusan

Pimpinan

Pusat

Muhammadiyah

No.

235/KEP/I.0/D/2013 tanggal 12 Desember 2013 tentang


Penetapan Direksi RSIJCP masa Jabatan 2013 2017.
8. Keputusan Direktur Utama No. 228/KEP/XII/11/2013
tanggal

26November No.

021/KEP/I.6.AU/C/2013 tentang

Visi, Misi, dan Tujuan

RSIJCP
9. Keputusan

Direktur

Utama

RSIJCP

No.

148/Kep/XII/SK/12/2011 tanggal 28 Desember 2011


tentang Pemberlakuan SK BPH RSIJ tentang Struktur &
Pedoman Organisasi RSIJCP.
10. Keputusan Direktur Utama No. 066/Kep/XII/4/2014
tanggal 28 April 2014 tentang Pengangkatan Pejabat
RSIJCP Periode 1 Mei 2014 s.d. 30 April 2016.
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN:
Pertama :

KeputusanDirekturUtama

RSIJCP

tentangPenundaan

Pelayanan di RSIJCP.
Kedua

: Memberlakukan PanduanPenundaan Pelayanan di RSIJCP


sebagaimana terlampir dalam lampiran keputusan ini.

Ketiga

Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya dan


apabila

dikemudian

keputusan

ini,

maka

hari

terdapat

akan

kekeliruan

diadakan

dalam

perbaikan

dan

perubahan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di
Tanggal

: Jakarta

: .H
.M

Dr. Prastowo Sidi Pramono, Sp.


A
Direktur Utama

BAB I
DEFINISI
Berikut beberapa definisi sebagai berikut :
1. Penundaan pelayanan adalah suatu keadaan yang terjadi apabila pasien
harus

menunggu

terlayani

dalam

waktu

yang

lama

untuk

mendapatkan pelayanan diagnostik dan pengobatan atau dalam


mendapatkan rencana pelayanan, pasien membutuhkan penempatan
di daftar tunggu. Untuk itu maka pasien diberi informasi tentang
alasan penundaan dan menunggu serta diberi informasi alternatif
yang tersedia, dan tidak perlu diberikan apabila hanya menunggu
sebentar karena dokter datang terlambat.
2. Pelayanan

dokter

kelompok

adalah

pelayanan

pelayanan

kesehatan

kedokteran

ditandai

yang

termasuk

dengan

cara

pengorganisasian yang dapat bersifat sendiri atau secara bersamasama dalam suatu organisasi.
3. Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) adalah seorang dokter,
sesuai

dengan

kewenangan

klinisnya

terkait

penyakit

pasien,

memberikan asuhan medis lengkap (paket) kepada satu pasien


dengan satu patologi/penyakit, dari awal sampai dengan akhir
perawatan di rumah sakit, baik pada pelayanan rawat jalan dan rawat
inap.
4. Pelayanan perawat adalah pelayanan essensial yang diberikan oleh
perawat kesehatan semaksimal mungkin sesuai dengan potensi yang
dimiliki dalam menjalankan kegiatannya.
5. Pelayanan fisioterapi adalah pelayanan kepada individu/ kelompok
untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan
fungsi tubuh.
6. Pelayanan gizi adalah pelayanan gizi yang disesuaikan dengan keadaan
pasien dan berdasarkan keadaan klinis, status gizi dan status
metabolisme dan tubuhnya, sehingga berpengaruh pada proses
penyembuhan penyakit.
7. Pelayanan

radiologi

adalah

Radiologi

adalah

salah

satu

sarana

penunjang medis yang memberikan layanan pemeriksaan radiologi

dengan hasil pemeriksaan berupa foto/gambar/imaging yang dapat


membantu dokter dalam merawat pasien.
8. Pelayanan laboratorium adalahsarana kesehatan yang melaksanakan
pengukuran, penetapan dan pengujian terhadap bahan yang berasal
dari manusia

atau

bahan bukan

berasal

dari manusia

untuk

penentuan jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan atau


faktor yang dapat berpengaruh pada kesehatan perorangan dan
kesehatan masyarakat. Laboratorium kesehatan merupakan sarana
penunjang upaya pelayanan kesahatan, khususnya bagi kepentingan
preventif dan curative, bahkan promotif dan rehabilitative.
9. Pelayanan farmasi adalahsuatu pelayanan langsung dan bertanggung
jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan
maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu
kehidupan pasien.
10. Pelayanan tindakan operasi adalah prosedur bedah yang dilakukan
dengan membuat sayatan kecil sebagai pembuka jalan operasi atau
tindakan pembedahan pada suatu bagian tubuh.
11. Pelayanan hemodialisa (HD) adalah suatu pelayanan hemodialisis bagi
penderita penyakit ginjal yang membutuhkan terapi pengganti.

BAB II
RUANG LINGKUP
Penundaan pelayanan di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
(RSIJCP), meliputi :

Penundaan
Penundaan
Penundaan
Penundaan
Penundaan
Penundaan
Penundaan
Penundaan
Penundaan

pelayanan
pelayanan
pelayanan
pelayanan
pelayanan
pelayanan
pelayanan
pelayanan
pelayanan

dokter
perawat
Fisioterapi dan Rehab Medik
gizi
pemeriksaan radiologi
pemeriksaan laboratorium
farmasi
tindakan/operasi
Hemodialisa

BAB III
TATALAKSANA
Sdh ok. Tggl ditambah bahwa semua informasi di dokumentasikan dlm
Rekam mediik

A. TATA LAKSANA PENUNDAAN PELAYANAN DOKTER


Penundaan pelayanan dokter dapat dibagi dua yaitu :
1. Penundaan pelayanan dokter dengan pemberitahuan.
Bagian Rawat Jalan :

1) Dokter yang bersangkutan sudah menyampaikan informasi


bahwa :
Terlambat datang untuk praktik sesuai jadwal praktik,

disertai alasan dan jam buka praktiknya.


Berhalangan tidak dapat praktikkarena alasan tertentu,
disertai surat ijin dan surat pelimpahan tugas (dokter

pengganti) yang disampaikan kepada Direksi.


2) Direktur pelayanan klinik menyampaikan kepada bagian/unit
terkait.Bagian/unit tersebut : rekam medis, rawat inap, rawat
jalan, Unit Gawat Darurat (UGD), Bagian Pelayanan Yanmedsus
(

ICU,

ICCU,NICU,PICU,HCU,SC

pemasaran.melalui

surat

edaran
3) Jika dokter yang bersangkutan terlambat datang :
Untuk pasien yang daftar via telephon dan belum datang ke
rumah sakit maka Petugas bagian pendaftaran rawat jalan
segera menginformasikan kepada pasien yang mendaftar
melalui

telepon

bahwa

jam

praktik

dokter

yang

bersangkutan ada perubahan (sebutkan jam praktiknya) dan

permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.


Untuk pasien yang sudah datang di poliklinik, maka petugas
bagian pendaftaran menginformasikan bahwa jam praktik
dokter yang bersangkutan ada perubahan (sebutkan jam
praktiknya) dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan

tersebut.
Pemberitahuan

tulisan yang ditempelkan di poli tersebut


Sarankan Jika pasien dalam kondisi lemah dan hasil evaluasi
visual

atau

dari

manager rawat jalan dalam bentuk

pengamatan

bahwa

pasien

membutuhkan

perawatan di UGD maka informasikan ke pasien dan


keluarga pasien, komunikasikan ke petugas UGD, dan pasien
segera ditransfer keUGD.
- Jika pasien waktunya terbatas, maka dapat disarankan
untuk periksa ke dokter yang lain sesuai kebutuhan
-

pasien tersebut.
Jika pasien tidak mau ke dokter yang lain, maka dapat
disarankan untuk bersabar menunggu.

4) Jika dokter yang bersangkutan berhalangan tidak dapat praktik,


(tidak terencana)maka :
Petugas
bagian
pendaftaran

rawat

jalan

segera

menginformasikan kepada pasien yang mendaftar melalui


telepon bahwa dokter yang bersangkutan berhalangan
sehingga tidak dapat praktik, menginformasikan dokter
pengganti, dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan

tersebut.
Untuk pasien yang sudah datang di poliklinik, maka petugas
bagian pendaftaran menginformasikan bahwa dokter yang
bersangkutan berhalangan sehingga tidak dapat praktik,
menginformasikan dokter pengganti, dan permohonan maaf

atas ketidaknyamanan tersebut.


Pemberitahuan dari manajer rawat jalan dalam bentuk
tulisan yang ditempelkan di poli tersebut
Sarankan :
- Jika pasien dalam kondisi lemah dan hasil evaluasi visual
atau

pengamatan

bahwa

pasien

membutuhkan

perawatan di UGD maka informasikan ke pasien dan


keluarga pasien, komunikasikan ke petugas UGD, dan
-

pasien segera ditransfer ke UGD.


Jika pasien waktunya terbatas, maka dapat disarankan

untuk periksa ke dokter pengganti.


Jika pasien tidak mau ke dokter pengganti, maka petugas
bagian

pendaftaran

rawat

jalan

menawarkan

penjadwalan ulang.
5) Jika dokter yang bersangkutan berhalangan tidak dapat praktik,
(terencana)maka :
Petugas
bagian

pendaftaran

rawat

jalan

segera

menginformasikan kepada pasien yang mendaftar melalui


telepon bahwa dokter yang bersangkutan berhalangan
sehingga tidak dapat praktik, menginformasikan dokter
pengganti, dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan

tersebut.
Untuk pasien yang sudah datang di poliklinik, maka petugas
bagian pendaftaran menginformasikan bahwa dokter yang

bersangkutan berhalangan sehingga tidak dapat praktik,


menginformasikan dokter pengganti, dan permohonan maaf

atas ketidaknyamanan tersebut.


Pemberitahuan dari manajer rawat jalan dalam bentuk
tulisan yang ditempelkan dibagian pendaftaran
Sarankan :
- Jika pasien dalam kondisi lemah dan hasil evaluasi visual
atau

pengamatan

bahwa

pasien

membutuhkan

perawatan di UGD maka informasikan ke pasien dan


keluarga pasien, komunikasikan ke petugas UGD, dan
pasien segera ditransfer ke UGD.
Bagian Rawat Inap :
1) Dokter yang bersangkutan sudah menyampaikan informasi
bahwa :
Terlambat datang untuk visite sesuai jadwal visite, disertai

alasan dan jam datang untuk visite.


Berhalangan tidak dapat visite karena alasan tertentu,
disertai surat ijin dan surat pelimpahan tugas (dokter

pengganti) yang disampaikan kepada Direksi.


2) Direktur pelayanan klinik menyampaikan kepada bagian/unit
terkait. Bagian/unit tersebut : rekam medis, rawat inap, rawat
jalan, UGD, Bagian Pelayanan Medis Khusus ( ICU , ICCU , NICU
, PICU , HCU , SC ) , pemasaranmelalui surat edaran
3) Jika dokter yang bersangkutan terlambat datang untuk visite :
Perawat ruangan rawat inap segera menginformasikan
kepada pasien dan keluarga pasien bahwa dokter yang
bersangkutan

terlambat

datang

untuk

visite

permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.


Sarankan :
- Jika pasien dalam kondisi menurun, maka
-

dan

dapat

disarankan untuk divisite dokter jaga ruangan.


Jika pasien tidak mau ke dokter yang lain, maka dapat

disarankan untuk bersabar menunggu.


4) Jika dokter yang bersangkutan berhalangan tidak dapat visite,
maka :
Perawat ruangan rawat inap segera menginformasikan
kepada pasien dan keluarga pasien bahwa dokter yang

bersangkutan

berhalangan

tidak

dapat

visite,

menginformasikan juga dokter pengganti yang akan visite,


dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
Dicatat di Rekam medis informasi penundaan pelayanan dan
berikan alternatifnya.
2. Penundaan pelayanan dokter tanpa pemberitahuan :
Bagian Rawat Jalan :
1) Perawat menghubungi Dokter 30 menit sebelum jam praktik
dimulai ,untuk antisipasi komplain
2) Ketika menghubungi dokter yang

bersangkutan,

maka

ditanyakan apakah dokter tersebut dapat praktik, informasikan


jumlah pasien. Jika iya, maka jam berapa dapat melayani
pasien.

Jika

tidak

dapat

praktik,

maka

siapa

penggantinya.
3) Jika dokter yang bersangkutan terlambat datang :
Petugas
bagian
pendaftaran
rawat
jalan

dokter

segera

menginformasikan kepada pasien yang mendaftar melalui


telepon bahwa jam praktik dokter yang bersangkutan ada
perubahan (sebutkan jam praktiknya) dan permohonan

maaf atas ketidaknyamanan tersebut.


Untuk pasien yang sudah datang di poliklinik, maka petugas
bagian pendaftaran menginformasikan bahwa jam praktik
dokter yang bersangkutan ada perubahan (sebutkan jam
praktiknya) dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan

tersebut.
Sarankan :
- Jika pasien dalam kondisi lemah dan hasil evaluasi visual
atau

pengamatan

bahwa

pasien

membutuhkan

perawatan di UGD maka informasikan ke pasien dan


keluarga pasien, komunikasikan ke petugas UGD, dan
-

pasien segera ditransfer ke UnitUGD.


Jika pasien waktunya terbatas, maka dapat disarankan
untuk periksa ke dokter yang lain sesuai kebutuhan

pasien tersebut.
Jika pasien tidak mau ke dokter yang lain, maka dapat
disarankan untuk bersabar menunggu.

4) Jika dokter yang bersangkutan berhalangan tidak dapat praktik,


maka :
Petugas

bagian

pendaftaran

rawat

jalan

segera

menginformasikan kepada pasien yang mendaftar melalui


telepon bahwa dokter yang bersangkutan berhalangan
sehingga tidak dapat praktik, menginformasikan juga dokter
pengganti, dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan

tersebut.
Untuk pasien yang sudah datang di poliklinik, maka petugas
bagian pendaftaran menginformasikan bahwa dokter yang
bersangkutan berhalangan sehingga tidak dapat praktik,
menginformasikan juga dokter pengganti, dan permohonan

maaf atas ketidaknyamanan tersebut.


Sarankan :
- Jika pasien dalam kondisi lemah dan hasil evaluasi visual
atau

pengamatan

bahwa

pasien

membutuhkan

perawatan di UGD maka informasikan ke pasien dan


keluarga pasein, komunikasikan ke petugas UGD, dan
-

pasien segera ditransfer ke UGD.


Jika pasien waktunya terbatas, maka dapat disarankan

untuk periksa ke dokter pengganti.


Jika pasien tidak mau ke dokter pengganti, maka petugas
bagian

pendaftaran

rawat

jalan

menawarkan

penjadwalan ulang.
Bagian Rawat Inap :
1) Jika dokter belum datang visite sesuai dengan sasaran mutu
kehadiran visite dokter setiap hari, maka perawat ruangan
rawat inap segera menghubungi dokter yang bersangkutan.
2) Ketika menghubungi dokter yang bersangkutan, maka
ditanyakan apakah dokter tersebut dapat visite, jika iya : maka
jam berapa dapat visite pasien. Jika tidak : maka siapa dokter
pengganti visite
3) Jika dokter yang bersangkutan terlambat datang untuk visite :
Perawat ruangan rawat inap segera menginformasikan
kepada pasien dan keluarga pasien bahwa dokter yang

bersangkutan

terlambat

datang

untuk

visite,

permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.


Sarankan :
- Jika pasien dalam kondisi menurun, maka

dan

dapat

disarankan untuk divisite dokter jaga ruangan..


4) Jika dokter yang bersangkutan berhalangan tidak dapat visite,
maka :
Perawat ruangan rawat inap segera menginformasikan
kepada pasien dan keluarga pasien bahwa dokter yang
bersangkutan

berhalangan

tidak

dapat

visite,

menginformasikan juga dokter pengganti yang akan visite ,

dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.


Sarankan :.
- Jika pasien dalam kondisi menurun, maka dapat
disarankan untuk di visite dokter jaga / dokter ruangan

B. TATALAKSANA PENUNDAAN PELAYANAN PERAWAT


Penundaan pelayanan perawat diBagian Rawat Jalan:
1) Perawat yang bersangkutan menyampaikan informasi bahwa ada
perubahan

jadwal

praktik

keperawatan

(poliklinik

laktasi,

poliklinikmemori).
2) Petugas bagian pendaftaran rawat jalan segera menginformasikan
:

Untuk pasien yang mendaftar melalui telepon bahwa ada


perubahan

jadwal

praktik

keperawatan

(sebutkan

jam

praktiknya) dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan

tersebut.
Untuk pasien yang sudah datang di poliklinik, maka petugas
bagian pendaftaran menginformasikan bahwa ada perubahan
jadwal praktik keperawatan (sebutkan jam praktiknya) dan

permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.


Sarankan :
- Jika pasien waktunya terbatas, maka dapat disarankan
-

untuk periksa di hari yang lain.


Jika pasien tidak mau periksa di hari yang lain, maka dapat
disarankan untuk bersabar menunggu.

C. TATALAKSANA

PENUNDAAN

PELAYANAN

REHABILITASI

MEDIK
Penundaan

pelayanan

pelayanan

Rehabilitasi

Rehabilitasi
Medik

Medik

di

Bagian

meliputi
Rawat

penundaan
Jalan

dan

PelayananRehabilitasi Medik diBagian Rawat Inap .


Penundaan pelayanan Rehabilitasi Medik dapat disebabkan beberapa
hal ;
Pasien banyak ,petugas ada yang tidak masuk mendadak
Alat fisiotherapi ada yang eror
Dokter datang terlambat

Tatalaksana di Bagian Rawat Jalan :


1) Fisioterapis menyampaikan informasi pada bagian pendaftaran
bahwa ada perubahan jadwal praktik fisioterapi.
2) Petugas bagian pendaftaran rawat jalan segera menginformasikan
:

Untuk pasien yang mendaftar melalui telepon bahwa ada


perubahan jadwal praktik Rehabilitasi Medik (sebutkan jam
praktiknya) dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan

tersebut.
Untuk pasien yang sudah datang di poliklinik, maka petugas
bagian pendaftaran menginformasikan bahwa ada perubahan
jadwal praktik fisioterapi (sebutkan jam praktiknya) dan

permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.


Sarankan :
- Jika pasien waktunya terbatas, maka dapat disarankan
-

untuk periksa di hari yang lain.


Jika pasien tidak mau periksa di hari yang lain, maka dapat
disarankan untuk bersabar menunggu.

Tatalaksana di Bagian Rawat Inap :


1) Terapis menyampaikan informasi bahwa ada perubahan jadwal
Rehabilitasi Mediki untuk pasien rawat inap
2) Perawat ruangan rawat inap segera menginformasikan kepada
Dokter Penanggungjawab Pelayanan (DPJP) serta pasien dan
keluarga pasien tentang penundaan layanan Rehabilitasi Medik ,

menginformasikan kapan layanan fisioterapi dapat dilaksanakan,


dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.

D. TATA LAKSANA PENUNDAAN PELAYANAN GIZI


Penundaan pelayanan gizi meliputi penundaan pelayanan gizi di
bagian Rawat Jalan yaitu poli gizi dan bagian Rawat Inap yaitu
layanan asuhan gizi/konsultasi gizi.
Penyebab
penudaan pelayanan

gizi dipoliklinik

rawat jalan

disebabkan oleh petugas sedang melakukan pelayanan di rawat inap


Penyebab penundaan pelayanan gizi di bagian rawat inap adalah
petugas gizi sedang melakukan konseling gizi diruang perawatan
Tatalaksana di Bagian Rawat Jalan :
1) Petugas gizi menginformasikan keterlambatan pelayanan gizi
keBagian

pendaftaran rawat jalan oleh karena petugas gizi

sedang melakukan pelayanan di rawat inap pada waktu yang


sama
2) Petugas bagian pendaftaran rawat jalan segera menginformasikan
:

Untuk pasien yang mendaftar melalui telepon bahwa ada


perubahan jadwal praktikgizi(sebutkan jam praktiknya) dan

permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.


Untuk pasien yang sudah datang di poliklinik, maka petugas
bagian pendaftaran menginformasikan bahwa ada perubahan
jadwal praktikgizi (sebutkan jam praktiknya) dan permohonan

maaf atas ketidaknyamanan tersebut.


Pemberitahuan dari manajer rawat jalan dalam bentuk tulisan

yang ditempelkan di poli tersebut


Sarankan Jika pasien waktunya

terbatas,

maka

dapat

disarankan untuk periksa di hari yang lain.


- Jika pasien tidak mau periksa di hari yang lain, maka dapat
disarankan untuk bersabar menunggu.
Tatalaksana di Bagian Rawat Inap :
1) Petugas gizi menyampaikan informasi kepada perawat ruangan
bahwa pelayanan tertunda karna petugas sedang berada di ruang
perawatan lain .

2) Perawat ruangan rawat inap segera menginformasikan kepada


DPJP serta pasien dan keluarga pasien tentang penundaan
layanan asuhan gizi/konsultasi gizi, menginformasikan kapan
layanan asuhan gizi/konsultasi gizi dapat dilaksanakan dan
permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.

E. TATALAKSANA

PENUNDAAN

PELAYANAN

BAGIAN

RADIOLOGI
Penundaan pelayanan bagian radiologi, dapat disebabkan :

Waktu

tunggu

untuk

pemeriksaan

radiologi

konfensional

( thorax , schedel , dll ) di bagian rawat jalan melebihi waktu


yang seharusnya ( 30 menit ) dikarenakan pasien overlood ,
petugas ada yang berhalangan hadir mendadak

waktu tunggu untuk pemeriksaan khusus ( HSG , Colon


inloop ,dll ) untuk pasien rawat jalan melebihi waktu yang
seharusnya ( 1-2 jam )

dikarenakan dokter yang datang

terlambat
2 Hasil foto rontgen

Penundaan Hasil foto rontgen dapat disebabkan karna kondisi


pasien yang ramai ,petugas yang berhalangan hadir mendadak
, pasien yang alergi kontras atau kondisi pasien yang
mendadak menurun , dokter yang datang terlambat

3 Hasil bacaan radiologi ( expertise )

Hasil expertise radiologi terlambat melebihi batas waktu yang


seharusnya disebabkan oleh karna dokter radiologi yang tidak
ada ditempat atau datang terlambat ( batas waktu

hasil

expertise untuk bagian ranap yang dilakukan tindakan pagi


dan sore 6-8 jam,UGD

2 jam , rajal 24 jam atau keesokan

harinya
4 Pasien belum dapat terlayani, misal : dikarenakan alat radiologi
mendadak error atau dalam kondisi perbaikan, logistik (bahan
kontrasfilm

habis),

listrik

PLN

tertentu belum tersedia di RSIJCP.

padam

pemeriksan

radiologi

Tatalaksana :
1) Jika penundaan tersebut tidak membutuhkan waktu yang lama,
maka :
Untuk pasien yang sudah datang di bagianRadiologi :petugas
radiologi menyampaikan kepada pasien dan keluarga pasien
tentang penundaan pelayanan radiologi (sebutkan alasan dan
kapan dapat melayani pemeriksaan radiologi tersebut) dan

permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.


Untuk bagian Rawat Jalan dan UGD : petugas radiologi
menyampaikan kepada perawat Rawat Jalan dan UGD tentang
penundaan pelayanan radiologi (sebutkan alasan dan kapan
dapat

melayani

pemeriksaan

radiologi

tersebut)

permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.


Untuk pasien rawat inap (termasuk pasien di
Yanmedsus, Bagian Perawatan

dan

bagian

Anestesi) : petugas radiologi

menginformasikan kepada perawat ruangan rawat inap tentang


penundaan pelayanan radiologi (sebutkan alasan dan kapan
dapat

tersebut)

dan

permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.


Sarankan untuk sabar menunggu.
2) Jika penundaan tersebut membutuhkan waktu yang

lama

sehingga

melayani

pemeriksaan

RSIJCPPutih

belum

radiologi

dapat

melayani

pemeriksaan

radiologi tertentu, maka dilakukan koordinasi dengan bagian/unit


terkait

:bagian

Yanmedsus,

Pemasaran,

bagian

Rekam

Medis,bagian Rawat Jalan, bagian Rawat Inap, UGDmelalui surat


edaran
Jika dikarenakan masalah logistik :
- Untuk pasien yang sudah datang di bagianRadiologi :
petugas

radiologi

menyampaikan

kepada

pasien

dan

keluarga pasien tentang penundaan pelayanan radiologi


(sebutkan alasan dan kapan dapat melayani pemeriksaan
radiologi
-

tersebut)

dan

permohonan

maaf

atas

ketidaknyamanan tersebut.
Untuk bagian Rawat Jalan dan UGD : petugas radiologi
menyampaikan kepada perawat bagian Rawat Jalan dan

UGD tentang penundaan pelayanan radiologi (sebutkan


alasan dan kapan dapat melayani pemeriksaan radiologi
tersebut) dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan
-

tersebut.
Untuk
pasien

rawat

inap

(termasuk

pasien

di

bagianYanmedsus, Unit Perawatan Anestesi) : petugas


radiologi menginformasikan kepada perawat ruangan rawat
inap tentang penundaan pelayanan radiologi (sebutkan
alasan dan kapan dapat melayani pemeriksaan radiologi
tersebut) dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan
-

tersebut.
Jika pemeriksaan radiologi tersebut sangat dibutuhkan oleh
pasien, maka pasien dirujuk ke rumah sakit lain yang

mempunyai fasilitas pemeriksaan radiologi tersebut.


Jika pelayanan radiologi tersebut dapat terlayani kembali,

maka dilakukan koordinasi dengan bagian/unit terkait.


Jika dikarenakan alat pemeriksaan radiologi mendadak error
atau dalam kondisi perbaikan maka pasien dirujuk ke rumah
sakit lain yang mempunyai fasilitas pemeriksaan radiologi

tersebut
Pasien dan keluarga pasien diinformasikan bahwa pemeriksaan
radiologi akan dirujuk ke rumah sakit lain dikarenakan fasilitas
pemeriksaan radiologi yang dimaksud dalam kondisi perbaikan.
Jika pelayanan radiologi tersebut dapat terlayani kembali, maka

dilakukan koordinasi dengan bagian/unit terkait.


Jika pemeriksaan radiologi tersebut belum tersedia di RSIJCP,
maka pasien dirujuk ke rumah sakit lain yang mempunyai
fasilitas pemeriksaan radiologi tersebut.
Pasien dan keluarga pasien diinformasikan bahwa pemeriksaan
radiologi akan dirujuk ke rumah sakit lain dikarenakan fasilitas
pemeriksaan radiologi yang dimaksud belum tersedia di RSIJCP
Jika pelayanan radiologi tersebut dapat terlayani kembali, maka
dilakukan koordinasi dengan bagian/unit terkait.

F. TATALAKSANA PENUNDAAN PELAYANAN LABORATORIUM

Penundaan pelayanan laboratorium ini meliputi Laboratorium Klinik,


Patologi Anatomi dan pelayanan Bank Darah :
Penundaan hasil laboratorium klinik dapat disebabkan

Waktu tunggu antrian pengambilan sample darah pada pasien


rawat jalan melebihi batas waktu yang seharusnya disebabkan
karena

antrian

pasien

dalam

kondisi

ramai,

Persyaratan

administrasi yang tidak lengkap, kesulitan dalam pengambilan

darah
Hasil pemeriksaanl laboratorium klinik tidak sesuai dengan yang
seharusnya ( seharusnya hasil permintaan cito 1 jam , rawat jalan
dan rawat inap 7-8 jam, UGD 1 jam ) penundaan tersebutdapat
disebabkan karna adanya pengulangan pemeriksaan (adanya
kesalahan pre-analitik, analitik, post-analitik) ,control dan kalibrasi
yang tidak masuk, tidak semua parameter pemeriksaan laborat
kondisinya ready , tidak setiap alat bisa melakukan semua
parameter pemeriksaan lab, Dokter Spesialis patologi klinik
sedang tidak ada ditempat / terlambat hadir , Dokter spesialis

patologi anatomi datang terlambat , sample pemeriksaan banyak .


Pasien belum dapat terlayani, misal : dikarenakan alat
laboratorium mendadak error atau dalam kondisi perbaikan,
logistik (masalah reagen dan alkes), computer error , listrik mati,
pemeriksan laboratorium tertentu belum tersedia RSIJCP

2Penundaan hasillaboratorium Patologi Anatomi ( PA )

Hasil pemeriksaan laboratorium PAbelum selesai ( melebihi batas


waktu yang sudah ditentukan, seharusnya selesai dalam waktu 3
hari kerja ) hal ini disebabkan karna Dokter PA tidak ada ditempat
atau terlambat datang , adanya pengulangan pemeriksaan ,
formulir permintaan pemeriksaan tidak lengkap atau tidak jelas

Penundaan pelayanan Bank Darah


Hasil darah yang untuk tranfusi belum selesai (melebihi batas
waktu yang sudah ditentukan ,seharusnya selesai dalam waktu 24
jam)hal ini disebabkan stock darah tidak tersedia , permintaan
tranfusi

menggunakan

darah

keluarga

kesulitan

proses

crossmatching , permintaan darah dengan rhesus negative ,


kesulitan

pemeriksaan

golongan

darah

dengan

kelainan

kerusakan alat Bank darah , listrik mati


Tatalaksana :
1) Jika penundaan tersebut tidak membutuhkan waktu yang lama,
maka :
Untuk pasien yang sudah datang di bagianLaboratorium :
petugas

laboratorium

menyampaikan

kepada

pasien

dan

keluarga pasien tentang penundaan pelayanan laboratorium


(sebutkan alasan dan kapan dapat melayani pemeriksaan
laboratorium

tersebut)

dan

permohonan

maaf

atas

ketidaknyamanan tersebut.
Untuk bagian Rawat Jalan dan UGD : petugas laboratorium
menyampaikan kepada perawatRawat Jalan danUGD tentang
penundaan pelayanan laboratorium (sebutkan alasan dan
kapan dapat melayani pemeriksaan laboratorium tersebut) dan

permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.


Untuk pasien rawat inap (termasuk pasien di Yanmedsus, Unit
Perawatan Anestesi) : petugas laboratorium menginformasikan
kepada perawat ruangan rawat inap tentang penundaan
pelayanan

laboratorium

(sebutkan

alasan

kapan

dapat

melayani pemeriksaan laboratorium tersebut) dan permohonan


maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
Sarankan untuk sabar menunggu.
2) Jika penundaan tersebut membutuhkan

waktu

yang

lama

sehingga RSIJCP belum dapat melayani pemeriksaan laboratorium


tertentu, maka dilakukan koordinasi dengan bagian/unit terkait :
Yanmed, Pemasaran, Rekam medis, Rawat jalan, Rawat inap,
Yanmedsus , UGD.
Jika dikarenakan masalah logistik :
- Untuk pasien yang sudah datang di bagianLaboratorium :
petugas laboratorium

menyampaikan kepada pasien dan

keluarga pasien tentang penundaan pelayanan laboratorium


(sebutkan

alasan

kapan

dapat

melayani

pemeriksaan

laboratorium
-

tersebut)

dan

permohonan

maaf

atas

ketidaknyamanan tersebut.
Untuk bagian Rawat Jalan dan UGD : petugas laboratorium
menyampaikan kepada perawat Rawat Jalan dan UGD
tentang

penundaan

pelayanan

laboratorium

(sebutkan

alasan kapan dapat melayani pemeriksaan laboratorium


tersebut) dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan
-

tersebut.
Untuk pasien rawat inap (termasuk pasien diPelayanan
Yanmedsus,

Unit

Perawatan

Anestesi)

petugas

laboratorium menginformasikan kepada perawat ruangan


rawat inap tentang penundaan pelayanan laboratorium
(sebutkan alasan dan kapan dapat melayani pemeriksaan
laboratorium
-

tersebut)

dan

permohonan

maaf

atas

ketidaknyamanan tersebut.
Jika pemeriksaan laboratorium tersebut sangat dibutuhkan
oleh pasien, maka pasien dirujuk ke rumah sakit lain yang

mempunyai fasilitas pemeriksaan laboratorium tersebut.


Jika pelayanan laboratorium tersebut dapat terlayani
kembali, maka dilakukan koordinasi dengan bagian/unit

terkait.
Jika dikarenakan alat pemeriksaan laboratorium mendadak
error atau dalam kondisi perbaikan maka pasien dirujuk ke
rumah sakit lain yang mempunyai fasilitas pemeriksaan
laboratorium tersebut.
Pasien dan keluarga pasien diinformasikan bahwa pemeriksaan
laboratorium akan dirujuk ke rumah sakit lain dikarenakan
fasilitas pemeriksaan laboratorium yang dimaksud dalam
kondisi perbaikan.
Jika pelayanan laboratorium tersebut dapat terlayani kembali,

maka dilakukan koordinasi dengan bagian/unit terkait.


Jika pemeriksaan laboratorium tersebut belum tersedia di
RSIJCP

maka

pasien

dirujuk

ke

rumah

sakit

lain

mempunyai fasilitas pemeriksaan laboratorium tersebut.

yang

Pasien dan keluarga pasien diinformasikan bahwa pemeriksaan


laboratorium akan dirujuk ke rumah sakit lain dikarenakan
fasilitas pemeriksaan laboratorium yang dimaksud belum
tersedia di RSIJCP
Jika pelayanan laboratorium tersebut dapat terlayani kembali,
maka dilakukan koordinasi dengan bagian/unit terkait.

G. TATALAKSANA PENUNDAAN PELAYANAN FARMASI


Penundaan pelayanan Farmasi, dapat disebabkan :

Waktu tunggu terlayani melebihi batas waktu tunggu, misal :

dikarenakan antrian pasien dalam kondisi ramai.


Penyerahan obat jadi maupun racikan melebihi batas waktu
tunggu, misal : dikarenakan antrian pasien dalam kondisi ramai,
resep sulit dibacasehingga harus konfirmasi ke dokter, poliklinik
rawat jalan jam buka praktiknya melebihi waktu tunggu kehadiran
dokter (kehadiran dokter sesuai dengan jadwal praktiknya,

dengan toleransi 30 menit).


Pasien belum dapat terlayani, misal : dikarenakan obat yang
tertulis dalam resep belum tersedia di RSIJCP, logistik (obat yang
tertulis dalam resep kosong atau stok habis).

Tatalaksana :
1) Jika penundaan tersebut tidak membutuhkan waktu yang lama,
maka :
Untuk pasien yang sudah datang di Bagian farmasi : petugas
farmasi menyampaikan kepada pasien dan keluarga pasien
tentang penundaan pelayanan resep farmasi

(sebutkan

alasan) dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.


Untuk pasien rawat inap (termasuk pasien di Yanmedsus, Unit
Perawatan

Anestesi) : petugas farmasimenginformasikan

kepada perawat ruangan rawat inap tentang penundaan


pelayanan resep farmasi (sebutkan alasan) dan permohonan

maaf atas ketidaknyamanan tersebut.


Sarankan untuk sabar menunggu.

2) Jika

penundaan

tersebut

membutuhkan

waktu

yang

lama

sehingga RSIJCP belum dapat melayani resep untuk obat-obat


tertentu, maka dilakukan koordinasi dengan bagian/unit terkait
Jika dikarenakan masalah logistik :
- Untuk pasien yang sudah datang di Bagian farmasi :
petugas farmasi menyampaikan kepada pasien dan keluarga
pasien

tentang

penundaan

alasan dan kapan dapat

pelayanan

farmsi(sebutkan

melayani resep untuk

obat

tersebut) dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan


-

tersebut..
Jika layanan resep untuk obat tersebut dapat terlayani
kembali, maka dilakukan koordinasi dengan bagian/unit

terkait.
Jika dikarenakan obat yang tertulis dalam resep belum tersedia
di RSIJCP,maka petugas farmasi menawarkan kepada pasien
dan keluarga pasien, apakah dibelikan melalui farmasi atau
pasien dan keluarga pasien yang membeli langsung ke apotik
atau rumah sakit di luar RSIJCP.
Jika layanan resep untuk obat tersebut dapat terlayani kembali,
maka dilakukan koordinasi dengan bagian/unit terkait.

H. TATALAKSANA

PENUNDAAN

PELAYANAN

TINDAKAN/OPERASI
Penundaan pelayanan tindakan/operasi, dapat disebabkan :
Kondisi pasien, misal : kondisi pasien mendadak menurun, kondisi

pasien yang membutuhkan stabilisasi.


Kondisi dokter operator, dokter anestesi, misal : dokter operator
dan / atau dokter anestesi masih mengerjakan tindakan/operasi
yang lain, dokter operator dan / atau dokter anestesi mendadak

berhalangan/sakit.
Keterbatasan jumlah tim perawat bedah, misal : tim perawat

bedah masih mengerjakan tindakan/operasi yang lain.


Ketersediaan instrumen/alat, misal : instrument/alat masih dalam
kondisi tidak steril, instrument/alat dalam kondisi rusak/perbaikan,
instrument/alat tertentu belum tersedia di RSIJCP

Adanya tindakan/operasi cyto sehingga menggeser jadwal operasi

elektif
Administrasi belum selesai
Tatalaksana :
1) Jika penundaan tersebut tidak membutuhkan waktu yang lama,
maka :
Untuk bagian Rawat Jalan dan UGD : petugas kamar operasi
menyampaikan kepada perawat bagian Rawat Jalan dan UGD
tentang

penundaan

pelayanan

tindakan/operasi(sebutkan

alasan dan kapan dapat melayani tindakan/operasi) dan

Petugas

tersebut

pasien

dan

menyampaikan

menyampaikan

kepada

pasien/keluarga

permohonan

maaf

atas

ketidaknyamanan tersebut.
Untuk pasien rawat inap (termasuk pasien di Unit Yanmedsus )
: petugas kamar operasi menginformasikan kepada perawat
ruangan

rawat

inap

tentang

penundaan

pelayanan

tindakan/operasi (sebutkan alasan kapan dapat melayani


tindakan/operasi) dan petugas tersebut menyampaikan kepada
pasien / keluarga pasien dan menyampaikan permohonan maaf
atas ketidaknyamanan tersebut.
Sarankan kepada pasien / keluarga untuk sabar menunggu.
2) Jika penundaan tersebut membutuhkan waktu yang lama
sehingga RSIJCP belum dapat melayani tindakan/operasi tertentu,
maka dilakukan koordinasi dengan bagian/unit terkait : Yanmed,
Pemasaran, Rekam medis, Rawat jalan, Rawat inap, Yanmedsus,
UGD.
Jika dikarenakan instrument/alat dalam kondisi rusak/perbaikan
atau instrument/alat tertentu belum tersedia di RSIJCP, maka
pasien dirujuk ke rumah sakit lain yang mempunyai fasilitas
pelayanan tindakan/operasi tersebut.
Pasien
dan
keluarga
pasien

diinformasikan

bahwa

tindakan/operasi tersebut akan dirujuk ke rumah sakit lain dan


menyampaikan

permohonan

maaf

atas

ketidaknyamanan

tersebut.
Jika pelayanan tindakan/operasi tersebut dapat terlayani, maka
dilakukan koordinasi dengan bagian/unit terkait.

I. PENUNDAAN PELAYANAN HEMODIALISA

Penundaan

pelayanan Hemodialisa dapat dikarenakan kondisi

pasien yang menurun , alat rusak atau tidak tersedia , PLN mati

tanpa pemberitahuan atau genset rusak


Tatalaksana di Bagian Rawat Jalan :
Petugas HD menyampaikan informasi pada

bagian pendaftaran

bahwa ada perubahan jadwal pelayanan HD


Petugas bagian pendaftaran rawat jalan segera menginformasikan
:

Untuk pasien yang mendaftar melalui telepon bahwa ada


perubahan
alasannya

jadwal
dan

pelayanan

permohonan

HDdengan

maaf

atas

menyebutkan

ketidaknyamanan

tersebut.
Untuk pasien yang sudah datang di unit HD, maka petugas
bagian pendaftaran menginformasikan bahwa ada perubahan
jadwal pelayanan HD dengan menyebutkan alasannya dan

permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.


Sarankan untuk sabar menunggu
Tatalaksana di Bagian Rawat Inap :
Petugas HD menyampaikan informasi bahwa ada perubahan

jadwal pelayanan HD untuk pasien rawat inap


Perawat ruangan rawat inap segera menginformasikan kepada
Dokter Penanggungjawab Pelayanan (DPJP) serta pasien dan
keluarga

pasien

tentang

penundaan

pelayanan

HD,

menginformasikan kapan layanan HD dapat dilaksanakan, dan


menyampaikan
tersebut.

permohonan

maaf

atas

ketidaknyamanan

BAB IV
DOKUMENTASI
1. Surat pemberitahuan penundaan pelayanan
2. Formulir penjelasan keluarga