Anda di halaman 1dari 21

LARI

ESTAFET
4 X 100 M

OLEH :

MAGDALENA SILAEN
11 SOS 3/ 21
SMAN 77 JAKARTA

SEJARAH LARI ESTAFET


Lari sambung dimulai dari bangsa Aztek, Inka, dan
Maya bertujuan untuk meneruskan berita yang
telah diketahui sejak lama. Di Yunani, estafet obor
diselenggarakan dalam hubungannya dengan
pemujaan leluhur dan untuk meneruskan api
keramat ke jajahan-jajahan baru. Tradisi api
olimpiade berasal dari tradisi Yunani tersebut.
Lari estafet 4 x 100 meter dan 4 x 400 meter bagi
pria dalam bentuk sekarang ini, pertama-tama
diselenggarakan pada olimpiade tahun 1992 di
Stockholm. Estafet 4 x 100 meter bagi wanita sejak
tahun 1928 menjadi nomor olimpiade dan 4 x 400
meter dilombakan sejak tahun 1972.

PENGERTIAN LARI ESTAFET


Lari sambung atau lari estafet adalah salah satu
lomba lari pada perlombaan atletik yang
dilaksanakan secara bergantian atau beranting.
Dalam satu regu lari sambung terdapat empat
orang pelari, yaitu pelari pertama, kedua, ketiga,
dan keempat. Pada nomor lari sambung ada
kekhususan yang tidak akan dijumpai pada nomor
pelari lain, yaitu memindahkan tongkat sambil
berlari cepat dari pelari sebelumnya ke pelari
berikutnya.
Nomor lari estafet yang sering diperlombakan
adalah nomor 4 x 100 meter=400 meter dan
nomor 4 x 400 meter (1.600 meter). Dalam
melakukan lari sambung bukan teknik saja yang
diperlukan tetapi pemberian dan kemahiran dalam
menerima tongkat dengan cepat di zona atau
daerah pergantian serta penyesuaian jarak dan
kecepatan dari setiap pelari.

NOMOR NOMOR LARI ESTAFET


1. 100 meter
Lomba lari jarak 100 meter diselenggarakan di
salah satu sisi lintasan atletik outdoor. Nomor ini
dianggap
nomor
paling
bergengsi
dalam
cabang olahraga atletik. Pemegang rekor dunia
100 meter sering disebut manusia tercepat.
Usain Bolt dari Jamaika merupakan pemegang
rekor dunia putra, dengan catatan waktu 9,58
detik. Rekor tersebut ia ciptakan pada 16 Agustus
2009 dalam Kejuaraan Dunia Atletik 2009 di Berlin.
Pemegang rekor dunia putri adalah mendiang
Florence Griifith-Joyner. Hingga sekarang, belum
ada sprinter putri yang bisa memecahkan rekor
10,49 detik yang diciptakan Flo-Jo (panggilan akrab
Florence Griffith-Joyner) pada 1988.
Nomor estafet 4 100 meter juga cukup
prestisius. Kecepatan rata-rata dalam nomor ini
lebih cepat daripada nomor 100 meter karena
pelari
boleh
mulai
bergerak
sebelum
menerima tongkat estafet. Rekor dunia 4 100
meter putra dipegang tim Jamaika yang mencatat
waktu 37,10 detik. Rekor tersebut diciptakan pada
Olimpiade Beijing 1988. Adapun rekor nomor
estafet 4 100 meter putri dipegang tim Jerman
Timur yang mencatat waktu 41,37 detik pada
1985.

2. 400 meter
Dalam nomor 400 meter, para peserta lomba
berlari
satu
putaran
melewati
lintasan.
Sebagaimana dalam lomba 200 meter, posisi start
para
pelari
diatur
agar
setiap
pelari
menempuh jarak yang sama.
Rekor dunia 400 meter putra saat ini dipegang
Michael Johnson dari Amerika Serikat dengan
catatan waktu 43,18 detik. Sementara pemegang
rekor dunia putri adalah Marita Koch dari Jerman
Timur. Catatan waktunya, 47,60 detik, telah
bertahan sejak 1985.
Secara tradisi, nomor estafet 4 400 meter
merupakan nomor terakhir yang dilombakan pada
kejuaraan besar atletik. Tim Amerika Serikat
memegang rekor dunia 4 400 meter putra sejak
1993 dengan catatan waktu2:54.29. Sementara
rekor 4 400 meter putri bertahan lebih lama lagi.
Sejak 1988, tim Uni Soviet memegang rekor
dengan catatan waktu 3:15.17.

TEKNIK LARI ESTAFET


Latihan Teknik Lari Sambung No Latihan Teknik
Penerimaan Tongkat

Dengan cara melihat (visual) Pelari yang menerima


tongkat melakukannya dengan berlari sambil
menolehkan kepala untuk melihat tongkat yang
diberikan oleh pelari sebelumnya.

Dengan cara tidak melihat (non visual) Pelari yang


menerima tongkat berlari sambil mengulurkan
tangan kebelakang. Selanjutnya pelari sebelumnya
menaruh tongkat ke tangan si pelari setelahnya.

TEKNIK PEMBERIAN TONGKAT

Dari Bawah
Jika pemberi memberikan tongkat dengan
tangan kanan maka penerima menggunakan
tangan kiri. Saat akan memberi tongkat,
ayunkan tongkat dari belakang ke depan
melalui bawah. Sementara tangan penerima
telah siap di belakang dengan telapak tangan
menghadap bawah. Ibu jari terbuka lebar,
sementara jari-jari yang lainnya dirapatkan.
Tangan penerima berada di bawah pinggang.

Dari atas
Jika pemberi memberikan tongkat dengan
tangan kiri maka penerima juga menggunakan
tangan kanan. Saat akan memberi tongkat,
ayunkan tongkat dari depan melalui atas.

TEKNIK MENERIMA TONGKAT ESTAFET

Visual :
Dengan menoleh atau melihat ke belakang
dan ini hanya digunakan untuk lari Estafet
yang berjarak 4400 meter.

Non Visual :
Cara ini digunakan dengan tidak menoleh
ataupun melihat ke belakang,karena jarak
yang digunakan terlalu pendek yaitu 4100
meter.

Cara visual

Cara non visual

DAERAH PERGANTIAN TONGKAT NO


CARA MENEMPATKAN ANTARA PELARI

Pelari ke 1 Di daerah start pertama dengan


lintasan tikungan

Pelari ke 2 Di daerah start kedua dengan lintasan


lurus

Pelari ke 3 Di daerah start ketiga dengan lintasan


tikungan

Pelari ke 4 Di daerah start keempat dengan


lintasan lurus dan berakhir di garis finish

HAL HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN


DALAM LARI ESTAFET
Pemberian tongkat sebaiknya bersilang, yaitu
pelari 1 dan 3 memegang tongkat pada tangan
kanan, sedangkan pelari 2 dan 4
menerima/memegang tongkat pada tangan kiri.
Penempatan pelari hendaknya disesuaikan dengan
keistimewaan dari masing- masing pelari.
Misalnya pelari 1 dan 3 dipilih yang benar-benar
baik dalam tikungan. Pelari 2 dan 4 merupakan
pelari yang mempunyai daya tahan yang baik.
Jarak penantian pelari 2, 3, dan 4 harus benarbenar diukur dengan tepat seperti pada waktu
latihan.
Setelah memberikan tongkat estafet jangan
segera keluar dari lintasan masing-masing.

PERATURAN PERLOMBAAN
1.) Panjang daerah pergantian tongkat estafet
adalah 20 meter, lebar 1,2 meter dan bagi
pelari estafet 4 x 100 meter ditambabh 10
meter pra-zona. Pra-zona adalah suatu
daerah dimana pelari yang akan berangkat
dapat mempercepat larinya, tetapi disini
tidak terjadi penggantian tongkat.
2.) Lari Estafet(Lari Beranting). Lari Estafet atau
sering disebut dengan lari beranting
merupakan salah satu dari cabang atletik.
Lari Estafet hanya membutuhkan empat (4)
orang pemain untuk melakukan olahraga
tersebut. Jarak Tempuh Lari estafet : 4400
M (Putra/Putri) Dan 4100 M. Start yang
sering digunakan dalam Lari Estafet: Start

Jongkok sering digunakan pada pelari


pertama (1), Sedangkan Start Berlari sering
digunakan pada pelari ke-Dua,ke-Tiga,dan
ke-Empat (2,3,4).
Ketentuan perlombaan:
Diperbolehkan mengambil tongkat estafet apabila
tongkat tersebut jatuh pada saat pergantian
penerimaan tongkat pada lari yang berjarak
4400 meter dengan resiko team tersebut bisa
kalah dalam lomba tersebut.
Di perbolehkan mengambil tongkat estafet apabila
tongkat tersebut jatuh pada saat pergantian
penerimaan tongkat pada lari yang berjarak
4100 meter dengan resiko team tersebut dapat
langsung di diskualifikasi dalam pertandingan.

TONGKAT
Tongkat estafet adalah benda yang diberikan
secara bergilir dari satu peserta ke peserta lari
lainnya dalam satu regu. Karena itu, tongkat ini
pun tidak sembarang tongkat. Ukurannya dibuat
sesuai dan pas dengan panjang genggaman pelari
pada umumnya.
Ukuran tongkat yang digunakan pada lari estafet
adalah:
Panjang tongkat : 29 30 cm
Diameter tongkat : 3,81 cm (dewasa) dan 2,54
cm (anak-anak)

Berat tongkat : 50 gr
Cara memegang tongkat estafet harus dilakukan
dengan benar. Memegang tongkat dapat dilakukan
dengan dipegang oleh tangan kiri atau kanan.
Setengah bagian dari tongkat dipegang oleh
pemberi tongkat. Dan ujungnya lagi akan dipegang
oleh penerima tongkat estafet berikutnya. Dan
bagi pelari pertama, tongkat estafet harus
dipegang dibelakang garis start dan tidak
menyentuh garis start.

gambar tongkat estafet

TEKNIK DASAR
1. Teknik Memegang Tongkat Estafet
Tongkat dipegang pada ujung hingga setengah
bagian dengan tangan kanan atau kiri, sedangkan
setengah bagian tongkat untuk dipegang oleh
penerima tongkat estafet berikutnya.
2. Teknik Start untuk Lari Estafet
Pelari pertama menggunakan start jongkok. Hal
yang perlu diperhatikan pelari pada saat start yaitu
tangan ditempatkan di belakang garis start dan
tongkat yang dipegang tidak menyentuh garis
start.
3. Teknik Memberi dan Menerima Tongkat
Estafet
Cara memberi dan menerima tongkat sambil lari

dilakukan di daerah wissel (daerah pergantian


tongkat). Panjang wissel (daerah pergantian)
tongkat estafet adalah 20 meter. Pergantian
tongkat yang terjadi di luar daerah pergantian
akan menyebabkan diskualifikasi.
Berdasarkan posisi tangan penerima, terdapat dua
macam cara memberi dan menerima tongkat
estafet, yaitu:
a. Memberikan tongkat estafet dari atas
Teknik ini dipergunakan apabila telapak tangan
penerima menghadap ke atas.
b. Memberikan tongkat estafet dari bawah ke
atas
Teknik ini dipergunakan apabila telapa tangan
penerima tongkat estafet menghadap ke bawah.

LATIHAN LARI ESTAFET


Kunci keberhasilan pelari estafet terletak pada
pergantian
tongkat.
Serangkaian
teknik
lari sambung (estafet) dari start hingga terjadinya
pergantian pemegang tongkat.
Di dalam pelaksanaan lari estafet, dimungkinkan
terjadi beberapa kesalahan pada saat pergantian
tongkat. Kesalahan tersebut dapat dilakukan oleh
penerima maupun pemberi tongkat.
1) Kesalahan yang dilakukan oleh penerima,
yaitu:
a) Start yang trlambat sehingga cepat terkejar

oleh pelari dibelakangnya sebelum mencapai


kecepatan maksimum.
b) Terlalu cepat melakukan start sehingga
mngganggu lari pemberi tongkat.
c) Larinya terlalu ke tengah sehingga
mengganggu lari pemberi tongkat.
d) Pada waktu mengulurkan tangan ke
belakang, tangan dalam keadaan goyang,
sehingga sukar menerima tongkat.
2) Kesalahan yang sering dialami oleh pemberi
tongkat, yaitu:
a) Kurang berhati-hati dalam meberikan
tongkat, sehingga gagal dalam pemberian
atau tongkat jauh.
b) Pada waktu memberikanb tongkat pemberi
berada di belakang penerima, tidak di
sisi sampingnya, sehingga dapat menginjak
kaki penerima.
c) Pemberi mangayun tangan yang salah.
d) Pemberi tongkat tidak memberi isyarat (tidak
berteriak yak) kepada penerima tongkat,
sehingga penerima tidak tahu.
e) Pemberi tongkat mengurangi kecepatannya
pada saat akan mengayun tongkat.

STRATEGI PENYUSUNAN REGU LARI


ESTAFET
Agar dapat dicapai prestasi malsimal, diperlukan
strategi dalam pemilihan pelari. Beberapa hal yang
perlu diperhatikan sebelum menyusun regu atau
tim lari estafet, yaitu:
1) Pelari pertama
a) Pilihlah pelari yang memiliki start yang baik
dan memiliki keahlian lari di tikungan.
b) Pelari pertama merupakan pelari yang

tercepat pertama atau kedua agar dapat


memberika posisi memimpin.
2) Pelari kedua
a) Pelari kedua mempunyai tanggung jawab
sebagai pnerima dan pemberi.
b) Mempunyai daya tahan yang baik, sebab ia
harus berlari cepat menempuh jarak 120 m
130 m.
c) Pelari yang kurang mahir ditikungan dapat
dipilih sebagai pelari kedua.
3) Pelari ketiga
a) Pelari ketiga memiliki rasa tanggung jawab
yang besar, karena harus bertindak sebagai
penerima dan pmberi tongkat.
b) Pelari ketiga memiliki keahlian lari di tikugan.
c) Memiliki daya tahan sebagai pelari 200 m.
4) Pelari keempat
a) Pelari keempat merupakan pelari tercepat
pertama atau kedua.
b) Pelari keempat memiliki daya juang yang
besar, karena pelari ini akan menentukan
menang atau kalahnya regu atau tim.
Teknik Masuk Finish
Teknik masuk finish ada 3 macam, yaitu:
a) Lari terus tanpa mengubah kecepatan lari.

b) Membusungkan dada ke depan.


c) Merebahkan badan ke depan seperti orangj
atuh tersungkur.
Diskualifikasi
Peserta atau tim regu dicoret apabila:
a) Start mendahului aba-aba sampai 2 kali.
b) Selama lari mengganggu pelarilain.
c) Masuk ke lintsan lain hingga mendapat
keuntungan.
d) Tidak masuk finish.
e) Pergantian tongkat melewati daerah wissel.
f) Tongkat jatuhdiambil orang lain.
g) Penerima sudah lewat batas wissel, kembali
untuk mengambil tongkat yang terjatuh.
h) Masuk finish tanpa tongkat.

SIMPULAN
Lari sambung atau lari estafet adalah salah satu
lomba lari pada perlombaan atletik yang
dilaksanakan secara bergantian atau beranting.
Dalam satu regu lari sambung terdapat empat
orang pelari, yaitu pelari pertama, kedua, ketiga,
dan keempat. Pada nomor lari sambung ada
kekhususan yang tidak akan dijumpai pada nomor
pelari lain, yaitu memindahkan tongkat sambil

berlari cepat dari pelari sebelumnya ke pelari


berikutnya. Nomor lari estafet yang sering
diperlombakan adalah nomor 4 x 100 meter dan
nomor 4 x 400 meter.

SARAN
Dalam melakukan lari sambung bukan teknik saja
yang diperlukan tetapi pemberian dan penerimaan
tongkat di zona atau daerah pergantian serta
penyesuaian jarak dan kecepatan dari setiap
pelari.