Anda di halaman 1dari 22

LATAR BELAKANG DATANGNYA

BANGSA EROPA KE INDONESIA


NAMA ANGGOTA :
1. ELFRIDA MALID FAWITRA PURBA
2. GABRIELA AYU CINTYA
3. NOVA SABRINA CHADIJAH
4. SHAFIRA TANIA KHAIRANI
5. M. Fakhri fadillah

LATAR BELAKANG
KEDATANGAN PORTUGIS

Kedatangan bangsa Portugis ke Indonesia mempunyai tiga tujuan sebagai


berikut.

A. Tujuan ekonomi, yaitu mencari keuntungan yang besar dari hasil


perdagangan rempah - rempah. Membeli dengan harga murah di Maluku,
dan menjualnya dengan harga tinggi di Eropa.
B. Tujuan agama, yaitu menyebarkan agama Nasrani.
C. Tujuan petualangan, yaitu mencari daerah jajahan.

Tujuan tersebut lebih dikenal dengan Gold, Glory, Gospel.


A. Gold, yaitu mencari emas dan mencari kekayaan.
B. Glory, yaitu mencari keharuman nama, kejayaan, dan kekuasaan.
C. Gospel, yaitu tugas suci menyebarkan agama Nasrani.

Orang Portugis pertama yang mencoba mencari jalan baru ke Indonesia


adalah Bartholomeus Diaz. Ia meninggalkan Portugal pada tahun 1486. Ia
menyusuri pantai barat Afrika hingga tiba di Tanjung Harapan baik, namun ia
gagal mencapai Indonesia. Setelah Bartholomeus Diaz menemukan jalan ke
timur di Tanjung Harapan Baik (Afrika Selatan), upaya mencari jalan ke
Indonesia diteruskan oleh armada-armada Portugis berikutnya.
Armada Portugis berikutnya yang mencoba berlayar ke Indonesia dipimpin
oleh Vasco da Gama. Mereka berangkat pada tahun 1497 dan berhasil
melewati Tanjung Harapan Baik. Sewaktu tiba di Pelabuhan Malinda (Afrika
Timur), mereka bertemu dengan pedagang-pedagang Arab dan India.
Namun, jalan ke Asia Tenggara tetap dirahasiakan oleh para pedagang
tersebut. Oleh karena itu, orang-orang Portugis melanjutkan perjalannya
menyusuri pantai timur Afrika. Mereka harus melewati perairan dengan
ombak yang sangat besar. Daerah itu terletak di timur laut Afrika terutama di
sekitar Ujung Tanduk. Oleh karena itu, daerah ini disebut Guadafui (berhatihatilah).
Ekspedisi ini kemudian berhasil melewati selat di ujung selatan Laut Merah
yang disebutnya Bab el Mandeb (Gapura Air Mata). Pada tahun 1498, Vasco
da Gama tiba di Kalikut (India). Sejak saat itu, perdagangan antara orang
Eropa dan India tidak lagi melalui jalur Laut Tengah melainkan melalui pantai
timur Afrika.

Namun, penemuan ini belum juga memuaskan bangsa Portugis.


Mereka ingin menjelajahi daerah timur lainnya yakni Malaka
dan Maluku.
Pada waktu itu, di Asia Tenggara terdapat salah satu daerah
pusat perdagangan yang sangat ramai dikunjungi. Daerah
tersebut adalah Malaka sedangkan daerah sumber rempahrempahnya adalah Maluku. Bagi Portugis, cara termudah
menguasai perdagangan di sekitar Malaka termasuk di Maluku
adalah dengan merebut atau menguasai Malaka. Kolonialisme
Portugis di Indonesia dimulai sejak kedatangan Alfanso
dAlbuquerque di Maluku. Pada tahun 1511, ekspedisi Portugis
di bawah pimpinan Alfonso dAlbuquerque berhasil
menaklukkan Malaka. Dari sana, mereka menuju Maluku dan
diterima dengan baik oleh raja Ternate. Mereka diperkenankan
berdagang dan membangun benteng di ternate.

Bangsa Portugis karena ingin mencapai tujuannya, segera melakukan


serangkaian kegiatan penjelajahan. Dibawah pimpinan Alfonso d' Albuquerque,
ia bersama armadanya berhasil menguasai Malaka pada tahun 1511.
Selanjutnya, pada tahun 1512 Portugis sudah berhasil menguasai Ternate, yaitu
dengan mengadakan perjanjian dengan Kerajaan Ternate. Namun ternyata
Spanyol sudah bersekutu dengan Kerajaan Tidore. Akhirnya mereka
bermusuhan.
Portugis dan Spanyol nemang sama - sama ingin nenguasai dunia. Mereka
sudah dua kali nembuat kesepakatan, yang pertama tahun 1494 dengan
Perjanjian Thordesillas, dan yang kedua tahun 1526 dengan Perjanjian Saragosa.
Perjanjian Saragosa yang dipimpin oleh Paus, membagi dunia dalam dua wilayah
kekuasaan.
Daerah di sebelah utara garis Saragosa adalah penguasaan Portugis.
Daerah di sebelah selatan garis Saragosa adalah penguasaan Spanyol.

Dengan adanya kesepakatan tersebut, Spanyol tidak berhak menguasai Tidore,


dan harus segera kembali ke Filipina. Selanjutnya Portugis leluasa menguasai
Maluku yang kaya akan rempah - rempah.
Setelah mendapat tempat dan berhasil menguasai Malaka dan Makuku, Portugis
berusaha mendapat tempat lagi di Sumatera yang merupakan daerah penghasil
lada terbesar. Namun usaha Portugis ini gagal, karena Kerajaan Aceh terlalu kuat
dan pengawasan yang sangat ketat terhadap semua wilayah kekuasaannya.
Di Pulau Jawa, Portugis diterima dengan baik hanya di Pasuruan dan
Blambangan saja, selebihnya dibawah pengaruh Demak yang tidak begitu
senang terhadap Portugis. Di tempat lain di Nusantara, Portugis hanya berhasil
menetap di Timor saja.

Perjanjian Saragosa

Latar Belakang Perjanjiang Saragosa;

Perjanjian ini merupakan kelanjutan dari Perjanjian Tordesillas membagi


belahan bumi barat di antara Spanyol dan Portugal dihadiri Raja John III
dan Kaisar Charles V di Kota tempat perjanjian dilaksanakan Kota
Zaragoza. .
Perjanjian itu diprakarsai Paus melihat persaingan perebutan koloni
dilakukan Portugis dan Spanyol kian tidak terkendali dan saling
menyerang. dan klaim terhadap pulau-pula di Samudera Pasifik
khususnya Maluku.
Ketika itu, Spanyol dan Portugis saling menyatakan menguasai pulaupulau di wilayah Timur. Akhirnya, ditemukan kesepakatan dan isi
tentang pengaruh dan batas. Kesepakatan yang dicapai dua point
yakni: pertama, bumi dibagi atas dua pengaruh, yaitu pengaruh bangsa
Spanyol dan Portugis.

Isi Perjanjian Saragosa


1.Bumi dibagi atas dua pengaruh,
yaitu pengaruh bangsa Spanyol dan
Portugis.
2.Wilayah kekuasaan Spanyol
membentang dari Mexico ke arah
barat sampai kepulauan Filipina dan
wilayah kekuasaan Portugis
membentang dari Brazillia ke arah
timur sampai kepulauan
Maluku.daerah disebelah utara garis
saragosa adalah penguasaan
portugis.

Vasco da Gama

LATAR BELAKANG
KEDATANGAN SPANYOL

Pelopor bangsa Spanyol yang mencari jalan langsung ke Indonesia adalah Christopher
Columbus, ia berjalan kearah barat. Setelah dua bulan, ia sampai di sebuah pulau yang
kemudian dinamakan San Salvador. Columbus gagal mencapai India.
Setelah Columbus gagal menemukan India, ekspedisi Spanyol selanjutnya ke daerah
rempah rempah dipelopori oleh Ferdinand Magellan. Berbeda dengan armada Portugis,
pada tahun 1519 Magellan berangkat melalui Samudera Atlantik. Setelah melewati ujung
Amerika Selatan, ia masuk ke Samudera Pasifik. Ia tiba di Filipina pada tahun 1521.
sewaktu mencoba mengatasi perang antarsuku di Cebu, Magellan terbunuh. Ia digantikan
oleh Juan Sebastian del Cano. Dalam perjalanan kembali ke Spanyol, mereka singgah
di Tidore. Sejak saat itu, terjalin kerja sama antara Spanyol dan Tidore. Kerja sama itu
tidak hanya dalam hal perdagangan, tetapi juga diperkuat dengan dibangunnya benteng
Spanyol di Tidore. Kondisi tersebut tentu saja menyebabkan pertikaian antara Portugis dan
Spanyol saat itu, Portugis membuka kantor dagangnya diTernate. Portugis merasa
terancam dengan hadirnya Spanyol di Tidore. Hal ini diperkuat lagi dengan kenyataan
bahwa Tidore dan Ternate telah lama bermusuhan. Dengan alasan tersebut, Portugis yang
didukung pasukan Tidore. Benteng Spanyol di Tidore dapat direbut Portugis. Namun,
berkat perantara Paus di Roma, Portugis dan Spanyol akhirnya mengadakan perjanjian
yang disebut Perjanjian Zaragosa. Berdasarkan perjanjian itu, Maluku dikuasai Portugis
sedangkan Filipina dikuasai Sepanyol.

Juan Sebastian del Cano

Ferdinand Magellan

Juan Sebastian del Cano

LATAR BELAKANG
KEDATANGAN BELANDA
A. LATAR BELAKANG
Belanda datang ke Indonesia dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain
adalah sebagai berikut:
Pada mulanya pedagang-pedagang Belanda yang berpusat di Rotterdam
membeli rempah-rempah dari Lisabon.Pada waktu itu Belanda masih
dalam penjajahan Spanyol,kemudian terjadilah perang 80 tahun,dan
berhasil melepaskan Belanda terhadap Spanyol,serta menjadikan
William Van Oranye sebagai pahlawan kemerdekaan Belanda.
Pada tahun 1580 Raja Philip dari Spanyol naik tahta,ia berhasil
mempersatukan Spanyol dan Portugis ,Akibatnya Belanda tidak dapat
lagi mengambil rempah-rempah dari Lisabon yang sedang dikuasai
Spanyol,hal itulah yang mendorong Belanda mulai mengadakan
penjelajahan samudera untuk mendapatkan daerah asal rempah-rempah
Adanya petunjuk jalan ke Indonesia dari JAN HUYGEN VAN
LINSCOTEN,mantan pelaut Belanda yang berkerja pada portugis dan
pernah keIndonesia.

B. PERJALANAN BANGSA BELANDA KE INDONESIA

Pada tahun 1595 Linscoten berhasil menemukan tempat-tempat di


P.Jawa yang bebas dari tangan Portugis dan banyak menghasilkan
rempah-rempah untuk diperdagangkan,Peta yang dibuat oleh
Linscoten diberi nama Interatio yang artinya keadaan didalam atau
situasi di Indonesia.
Kemudian, berangkatlah 4 buah kapal di bawah pimpinan Cornelis
de houtman Pleter de Kalzer menuju Indonesia melalui lautan
atlantik. Mereka menyusuri pantai barat afrika dan sanapal di
tanjung harapan. Dari tanjung harapan, mereka mengarungi lautan
hindia dan kemudian masuk ke Indonesia melalui selat sunda.
Mereka menghindari jalur selat malaka karena portugis menguasai
malaka. Tibalah mereka di pelabuhan banten. Banten,dan pada
mulanya kedatangan mereka mendapat sambutan baik dari
masyarakat Banten. Kedatangan Belanda diharapkan dapat
memajukan perdagangan dan dapat membantu usaha penyerangan
ke Palembang yang dipimpin oleh raja Maulana Muhammad,akan
tetapi sikap De Houtman semakin kaku dalam perdagangan (hanya
mau membeli rempah-rempah pada musim panen dan membeli
melalui pejabat atau cina perantara,akhirnya Ia ditangkap dan
dibebaskan setelah membayar uang tebusan kemudian
meninggalkan Banten).

Walaupun demikian de Houtman disambut dengan gegap


gempita oleh masyarakat Belanda,ia dianggap sebagai pelopor
pelayaran menemukan jalan laut ke Nusantara.
Pada tanggal 28 November 1598 pelayaran baru Belanda
dipimpin oleh Jacob van Neck dan Wybrect van Waerwyck
dengan 8 buah kapal tiba di Banten.Pada saat itu hubungan
Banten dengan Portugis sedang memburuk sehingga
kedatangan Belanda diterima dengan baik. Karena sikap Van
Neck yang sangat hati-hati dan pandai mengambil hati para
pembesar Banten ,maka 3 buah kapalnya yang penuh muatan
rempah-rempah berhasil dikirim ke Belanda dan 5 buah kapal
yang lainnya menuju Maluku. Di Maluku ,Belanda juga diterima
dengan baik oleh rakyat Maluku karena dianggap sebagai
musuh Portugis yang sedang bermusuhan dengan rakyat
Maluku.

C. BERDIRINYA VOC (Verenigde Oost indische Compagnie)

Keberhasilan ekspedisi-ekspedisi Belanda dalam mengadakan perdagangan


rempah-rempah mendorong pengusaha-pengusaha Belanda yang lainnya
untuk berdagang ke Nusantara.Diantara mereka terjadi
persaingan.Disamping itu mereka harus harus menghadapi persaingan
dengan Portugis,Spanyol dan Inggris.Akibatnya mereka saling menderita
kerugian,lebih lebih dengan sering terjadinya perampokan perampokan oleh
bajak laut.
Atas prakarsa dari 2 orang tokoh Belanda yaitu Pangeran Maurits dan
Johan van Olden Barnevelt pada tanggal 20 Maret 1602 kongsi-kongsi
dagang Belanda dipersatukan menjadi sebuah kongsi dagang besar yang
diberinama VOC (Verenigde Oost Indesche Compagnie ) atau Persekutuan
Maskapai Perdagangan Hindia Timur, pengurus pusat VOC terdiri dari 17
orang. VOC membuka kantor pertamanya di Banten yang dikepalai oleh
Francois Witter .
. Disebut Hindia Timur karena ada pula VWC yang merupakan perserikatan
dagang Hindia Barat. Perusahaan ini dianggap sebagai perusahaan pertama
yang mengeluarkan pembagian saham. Meskipun sebenarnya VOC
merupakan sebuah badan dagang saja, tetapi badan dagang ini istimewa
karena didukung oleh negara dan diberi fasilitas-fasilitas sendiri yang
istimewa. Misalkan VOC boleh memiliki tentara dan boleh bernegosiasi
dengan negara-negara lain. Bisa dikatakan VOC adalah negara dalam
negara.

Untuk memperkuat keberadaan Belanda di Indonesia, pada tahun


1619 Pemerintah Belanda mengangkat Jon Pieterzoon Coen
sebagai Gubernur Jenderal VOC yang kedua, menggantikan Pieter
Both.
Kedudukan Belanda semakin kuat sehinnga Jon Pieterzoon Coen
dapat merebut Jayakarta (Jakarta sekarang) dan nama Jayakarta
diubah menjadi Batavia. Belanda menjadikan Batavia sebagai
pusat kegiatan VOC dan pusat pemerintahan Belanda. Bermula
dari kota inilah Belanda mulai memperluas daerah jajahannya ke
seluruh wilayah Indonesia.

VOC terdiri 6 Bagian (Kamers) di

Amsterdam,
Middelburg (untuk Zeeland),
Enkhuizen
Delft
Hoorn ,dan
Rotterdam.
Delegasi dari ruang ini berkumpul sebagai Heeren XVII
(XVII Tuan-Tuan). Kamers menyumbangkan delegasi ke
dalam tujuh belas sesuai dengan proporsi modal yang
mereka bayarkan; delegasi Amsterdam berjumlah
delapan.Di Indonesia VOC memiliki sebutan populer
Kompeni atau Kumpeni. Istilah ini diambil dari kata
compagnie dalam nama lengkap perusahaan tersebut
dalam bahasa Belanda. VOC (Verenigde Oost-Indische
Compagnie).

Selain untuk menjaga persaingan dengan Bangsa lain yang


mencoba masuk ke Indonesia, VOC didirikan untuk tujuan lain,
yaitu:
Menghindari persaingan tidak sehat diantara sesama pedagang
Belanda untuk keuntungan maksimal.
Memperkuat posisi Belanda dalam menghadapi persaingan,baik
dengan bangsa-bangsa Eropa lainnya maupun dengan bangsabangsa Asia.
Membantu dana pemerintah Belanda yang sedang berjuang
menghadapi Spanyol.

Dengan berdirinya VOC maka pemerintah Belanda pun


memberikan hak-hak istimewa (hak octrooi) bagi VOC,
agar dapat melaksanakan tugasnya dengan maksimal dan
hak-kak itu adalah:
Memonopoli perdagangan
Mencetak dan mengedarkan uang
Mengangkat dan memperhentikan pegawai
Mengadakan perjanjian dengan raja-raja
Memiliki tentara untuk mempertahankan diri
Mendirikan benteng
Menyatakan perang dan damai
Mengangkat dan memberhentikan penguasa-penguasa
setempat.

Runtuhnya VOC

Sejak tahun 1780-an terjadi peningkatan biaya dan menurunnya hasil


penjualan, yang menyebabkan kerugian perusahaan dagang tersebut.
Hal ini disebabkan oleh korupsi, kolusi dan nepotisme yang dilakukan
oleh para pegawai VOC di Asia Tenggara, dari pejabat rendah hingga
pejabat tinggi, termasuk para residen. Misalnya beberapa residen
Belanda memaksa rakyat untuk menyerahkan hasil produksi kepada
mereka dengan harga yang sangat rendah, dan kemudian dijual lagi
kepada VOC melalui kenalan atau kerabatnya yang menjadi pejabat
VOC dengan harga yang sangat tinggi.
Karena korupsi, lemahnya pengawasan administrasi dan kemudian
konflik dengan pemerintah Belanda sehubungan dengan makin
berkurangnya keuntungan yang ditransfer ke Belanda karena
dikorupsi oleh para pegawai VOC di berbagai wilayah, maka kontrak
VOC yang jatuh tempo pada 31 Desember 1979 tidak diperpanjang
lagi dan secara resmi dibubarkan tahun 1799. Setelah dibubarkan,
plesetan VOC menjadi Vergaan Onder Corruptie (Hancur karena
korupsi).

Jacob van neck

Setelah VOC dibubarkan, daerah-daerah yang telah menjadi kekuasaan


VOC, diambil alih termasuk utang VOC sebesar 134 juta gulden- oleh
Pemerintah Belanda, sehingga dengan demikian politik kolonial resmi
ditangani sendiri oleh Pemerintah Belanda. Yang menjalankan politik
imperialisme secara sistematis, dengan tujuan menguasai seluruh
wilayah, yang kemudian dijadikan sebagai daerah otonomi yang
dinamakan India-Belanda (Nederlands-Indi) di bawah pimpinan
seorang Gubernur Jenderal.
Gubernur Jenderal VOC terakhir, Pieter Gerardus van Overstraten
(1797 1799), menjadi Gubernur Jenderal Pemerintah India-Belanda
pertama (1800 1801).
Pada 20 Mei 2005, KOMITE UTANG KEHORMATAN BELANDA (KUKB)
menuntut Pemerintah Belanda untuk:
1. Mengakui Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945; dan
2. Meminta Maaf Kepada Bangsa Indonesia atas Penjajahan, Perbudakan,
Pelanggaran HAM Berat dan Kejahatan Atas Kemanusiaan.

Jacob van neck