Anda di halaman 1dari 23

Manajemen Resiko

BUKU REFERENSI
1. Michel Crouhy, Dan Galai and Robert Mark,
2001,Risk Management, Third Edition, Mc
Graw Hill, New York
2. Djohanputro, Bramantyo. 2008. Manajemen
Risiko Korporat, Edisi 1., Penerbit PPM,
Jakarta
3. H. Masyhud Ali, 2006, Manajemen Risiko, Edisi
1, Penerbit Rajagrafindo Persada, Jakarta.
4. T.Sunaryo, 2007, Manajemen Risiko Financial,
Edisi 1, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
.

PENDAHULUAN
Setiap aktivitas bisnis yg dilakukan
selalu akan bertemu dg
ketidakpastian.
Ketidakpastian dlm bisnis akan
menimbulkan resiko dlm bisnis.
Resiko akan memberikan ancaman
(biaya, kerugian, dll) bagi
perusahaan
Setiap resiko yg terjadi di dlm
aktivitas bisnis harus senantiasa

KONSEP RISIKO
Pada dasarnya setiap kegiatan/ kejadian selalu terdapat
resiko di dalamnya.
a. Risiko Kecil
b. Risiko Besar
c. Jarang Terjadi
d. Sering Terjadi
Resiko dari mengemudi kendaraan adalah kecelakaan, ban
bocor, macet di jalan, dsb. Kegiatan/ peristiwa berbeda
menghasilakan resiko yang berbeda pula. Oleh karena itu,
resiko setiap kejadian perlu diketahui dan kalau bisa
dicegah agar tidak terjadi, dan kalaupun tidak bisa maka
dilakukan upaya agar resiko kejadian mengakibatkan
dampak yang paling kecil.

Resiko didefinisikan sebagai suatu situasi, kejadian yang apabila


terjadi akan membuat sebuah institusi tidak dapat mencapai
tujuannya, baik tujuan finansial ataupun non-finasial. Adapun
menurut Vaughan (1978) mengemukakan beberapa definisi risiko
sebagai berikut :
1.Risk is the chance of loss (Risiko adalah peluang terjadinya
kerugian).
2.Risk is the possibility of loss (Risiko adalah kemungkinan kerugian).
3.Risk is uncertainty (Risiko adalah ketidakpastian).
4.Risk is the dispersion of actual from expected results (Risiko
merupakan
sebaran hasil aktual dibandingkan dengan hasil yang diharapkan).
5.Risk is the probability of any outcome different from the one
expected
(Risiko adalah kemungkinan sesuatu outcome berbeda dengan
outcome
yang diharapkan).

Klasifikasi Risiko
Risiko korporat/corporate Risk adalah fluktuasi
dari eksposure korporat sebagai akibat
keputusan atau kondisi saat ini . Besaran risiko
korporat terkait dengan ketidakpastian dari nilai
perusahaan dan kekayaan pemegang saham.
Besarnya risiko perusahaan go publik adalah
dapat diukur dengan fluktuasi harga saham.
Yang dapat diklasifikasi menjadi 4 risiko yaitu:
1. Risiko Strategi
2. Risiko Keuangan
3. Risiko Operasional
4. Risiko Kejadian Eksternal

1. Risiko Strategi
Risiko strategi disebut juga dengan risiko bisnis yang pada
prinsipnya adalah kemungkinan munculnya kejadian yang
menyebabkan perusahaan atau unit usaha tidak mampu
bersaing dengan perusahaan atau bisnis pesaing. Dengan kata
lain risiko strategi adalah risiko yang berdampak pada turunya
daya saing perusahaan. Salah satu model penyusunan strategi
adalah dengan menggunakan pendekatan SWOT yaitu dengan
mengidentifikasi dan mengkombinasikan Strengths
(Kekuatan)dan wakneses (Lelemahan) yang ada di institusi
dengan opportunities (Peluang) dan threats (Ancaman) yang
ada diluar institusi. Risiko strategi dapat diuraikan menjadi :
Risiko Bisnis,
Risiko Restrukturisasi,
Risiko Reputasi,
Risiko Aliasi dan
Risiko Investasi.

2.Risiko Keuangan
Adalah fluktiasi target keuangan atau ukuran moneter
perusahaan oleh karena gejolak berbagai variasi
makro. Ukuran keuangan dapat berupa arus kas, laba
perusahaan, ekonomi value added(EVA) dan
pertumbuhan penjualan Risiko keuangan terdiri dari :
a. Risiko Likuiditas
b. Risiko Kredit
c. Risiko Permodalan
d. Risiko Pasar
e. Risiko Suku Bunga
f. Risiko Nilai Tukar
g. Risiko Komoditas
h. Risiko Ekuitas

3. Risiko Operasional
Adalah potensi penyimpangan dari hasil yang diharapkan
karena tidak berfungsinya suatu sistem, SDM, teknologi
atau faktor operasional lainnya. Risiko operasional dapat
terjadi tingkatan yaitu Teknis dan Organisasi. Pada
tatanan teknis, risiko operasional bisa terjadi apabila
sistem informasi, kesalahan mencatat, Informasi yang
tidak memadai dan pengukuran risiko tidak akurat dan
tidak memadai. Faktor penyebab risiko operasional
adalah :
Manusia (SDM)
Teknologi
Sistem dan Prosedur
Kebijakan
Struktur Organisasi

Terkait dengan risiko Operasional maka akan berakibat


pada :
a. Risiko Produktivitas, terkait dengan penyimpangan hasil
produksi karena ada penyimpangan variabel lainnya.
b. Risiko Teknologi, karena penggunaan teknologi yang
kurang sesuai dengan teknologi yang digunakan klien.
c. Risiko Inovasi, karena tidak melakukan pembaruan,
modernisasi dalam beberapa aspek bisnis. Jika terjadi
penyimpangan positif dapat membantu proses
operasional jika tidak maka perlu segera melakukan
penyesuaian.
d. Risiko Sistem, karena adanya ketidak sesuaian sistem
dalam operasional perusahaan.
e. Risiko Proses, karena penyimpangan dalam kombinasi
SDM, metode, peralatan dan material akibat dari
perubahan lingkungan. Kesalahan prosedur merupakan
salah satu bentuk perwujudan risiko proses

4. Risiko Kejadian Eksternal


Adalah potensi penyimpangan hasil eksposure korporat dan
strategis yang dapat berakibat pada potensi penutupan
usaha (bangkrut/pailit) , karena pengaruh dari faktor
eksternal antara lain: Reputasi, sosial dan hukum. Yang
akan dapat menimbulkan risiko terkait dari kejadian
eksternal yaitu:
Risiko Reputasi
Risiko Lingkungan
Risiko Bencana
Risiko Sosial
Risiko Hukum
Perlu dicatat bahwa risiko pada umumnya tidak berdiri
sendiri. Risiko tersebut diatas dapat saling berinteraksi satu
dengan yang lainnya. Hal tersebut merupakan salah satu
alasan perlunya penerapan manajemen risiko yang
mencakup korporate atau perusahaan.

Kategori Risiko terdiri dari:


a. Risiko yang tidak disengaja (Risiko Murni) adalah
sesuatu yang hanya dapat berakibat merugikan atau
tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan.
Salah satu contoh adalah kebakaran, apabila perusahaan
menderita kebakaran,maka perusahaan tersebut akan
menderita kerugian. kemungkinan yang lain adalah tidak
terjadi kebakaran. Dengan demikian, kebakaran hanya
menimbulkan kerugian, bukan menimbulkan keuntungan,
kecuali ada kesengajaan untuk membakar dengan
maksud-maksud tertentu. Risiko murni adalah sesuatu
yang hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi
apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan. Salah satu
cara menghindarkan risiko murni adalah dengan asuransi.
Dengan demikian besarnya kerugian dapat diminimalkan.
itu sebabnya risiko murni kadang dikenal dengan istilah
risiko yang dapat diasuransikan ( insurable risk )..

b. Risiko yang disengaja (Risiko Spekulatif)


adalah suatu keadaan yang dihadapi perusahaan yang dapat
memberikan keuntungan dan juga dapat memberikan
kerugian. Risiko spekulatif kadang-kadang dikenal pula
dengan istilah risiko bisnis(business risk). Seseorang yang
menginvestasikan dananya disuatu tempat menghadapi dua
kemungkinan. Kemungkinan pertama investasinya
menguntungkan atau malah investasinya merugikan. Risiko
yang dihadapi seperti ini adalah risiko spekulatif. Risiko
spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi yang dapat
memberikan keuntungan dan juga dapat menimbulkan
kerugian.

Menurut sumber/penyebab timbulnya


risiko dpt dibedakan :
a. Risiko intern yaitu risiko yang berasal dari
dalam perusahaan sendiri, seperti
kecelakaan
kerja, kerusakan aktiva karena karyawan,
mismanajemen dsb
b. Risiko ekstern yaitu risiko yang berasal dari
luar perusahaan, seperti penipuan,
persaingan, fluktuasi harga, perubahan
politik

Klasifikasi Risiko
Klasifikasi risiko yang ditetapkan BI
Risiko Kredit
Risiko Pasar
Risiko Likuiditas
Risiko Operasional
Risiko Hukum
Risiko Reputasi
Risiko Strategik
Risiko Kepatuhan

Kerangka Kerja Manajemen Risiko


Proses manajemen risiko yang akan dilakukan oleh
para manajer diletakkan dalam suatu kerangka
kerja agar berjalan efektif
Memahami rantai risiko; melakukan analisa lingkungan
untuk menetapkan konteks yang ada hubungannya dengan
risiko, seperti masalah politik, ekonomi, sosial dan budaya
Menetapkan atau mengkaji toleransi risiko, posisi dan
perilaku para stakeholder
Memahami peristiwa yang pernah diambil perusahaan yang
dapat merugikan bank
Melakukan penilaiaan atas risiko dan pengendalian yang
ada
Menyusun tanggapan atas risiko yang ada
Menetapkan aktifitas pengendalian
Mengkomunikasikan risiko dan manajemen risiko
Melakukan pemantauan terhadap risiko dan pengelolaannya

Identifikasi Risiko
Risiko

Evaluasi
Mitigasi Risiko

Pengukuran

OBYEK

Monitoring

Identifikasi Risiko, mengidentifikasi apa saja risiko yg


dihadapi olh perusahaan
Pengukuran Risiko, pd dsarnya,pengukuran risiko
mengacu pd 2 faktor,kuantitas dan kualitas resiko
Mitigasi, Strategi yang dapat diambil antara lain
memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari
risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung
sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. di sisi
lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan
menggunakan instrumen-instrumen keuangan.
Monitoring
Evaluasi