Anda di halaman 1dari 19

Sieve-Tray (Perforated-Plate) Tower

Sieve Tray merupakan jenis tray atau perangkat transfer massa yang paling
sederhana, lebih murah dan paling banyak digunakan karena kesederhanaan,
fleksibilitas, kapasitas dan efektifitas biaya daripada dibandingkan jenis tray yang
lain.
Multistage merupakan menara countercurrent yang sangat efektif,
keduanya menggunakan kapasitas liquid-handling dan effisiensi ekstraksi,
terutama untuk sistem yang menggunakan tekanan interfacial rendah tidak
memerlukan pengadukan mekanis untuk mendapatkan dispersi yang baik.
Efektifitas perpindahan massa yang dihasilkan :
1. Pencampuran aksial dari fase kontinyu adalah mengikat bagian antara traytray dan tidak menyebar melalui tower dari stage ke stage
2. fase dispersi yang turun menyatu dan membentuk kembali pada setiap tray,
menghancurkan tendensi untuk membuat gradien konsentrasi dengan
penurunan yang tahan dengan seluruh ketinggian menara.
Prinsip Kerja pada Sieve Tray
Sebuah tower yang memiliki design sederhana seperti yang ditunjukkan
dengan gambar 10.44, dimana dengan susunan biasa dari plates tersebut dan titik
penurunan adalah sama besar dengan hubungan gas-liquid. Gambar tersebut
menunjukkan susunan dari

dispersi liquid yang ringan. Liquid yang ringan

melewati perforasi atau lubang-lubang kecil, dan gelembung-gelembung akan


muncul melalui fase continues yang

berat dan menyatu pada sebuah layer,

dimana berakumulasi dibawah setiap plate. Aliran liquid yang berat melewati
setiap plate melalui penurunan tekanan dan melalui penurunan titik menuju plate

dibawahnya. Penurunan titik dan membawa liquid yang ringan dari plate menuju
plate, dimana liquid berat mengalir melalui perforasi atau lubang-lubang kecil dan
dispersi menjadi turun. Sebagai alternatif, liquid berat dapat didispersikan dalam
satu bagian dari tower tersebut dan liquid ringan pada bagian lainnya, dimana
principal interface merupakan bagian pusat dari tower yang terletak di kolom
tower paling atas. Tray dengan aliran yang berlawanan dari gambar 10.44 adalah
cocok untuk tower yang ukurannya relative kecil diameternya (sampai sekitar 2
m). Untuk tower ukuran besar, penurunan titik multiple dapat diatur pada interval
yang berlawanan dengan tray.

Figure 10.44 Sieve tray extraction tower, arranged for light liquid dispersed

Sieve-Tray Hydraulics
Kapasitas aliran dari media penyaring bergantung pada karakteristik drop
pembentukan system yaitu kecepatan terminal drop, penahanan fase terdispersi,
dan penurunan tekanannya. Dengan karakteristik ini, kita dapat mengembangkan
rancangan dan dapat memperkirakan kecepatan transfer massanya.
Drop Formation
Liquid yang terdispersi akan mengalir melalui lubang-lubang kecil yang
berdiameter 3 mm sampai 8 mm, dapat diatur dari ukuran 12 sampai 20 mm. Jika

cairan drop dapat

membasahi plate, ukuran drop akan menjadi lebih besar

sehingga untuk menghindari kesulitan ini kita dapat menggunakan nozel kecil
yang diarahkan dari permukaan. Akibatnya tetesan yang jatuh dari nozel dapat
merata ( gambar 10.45 ) pada permukaan secara langsung pada pembentukan
drop.
Tidak ada perpindahan massa yang terjadi, dan efek dari pembentukan
dropnya belum terlihat, ketika fase yang terdispersi dari lubang kecil di plate tidak
terdispersi secara baik oleh cairan drop, maka ukuran drop berbanding lurus
dengan kecepatan yang melalui lubang. Pada kecepatan normal, penggumpalan
akan terjadi pada kecepatan dispersi liquid mula-mula dan drop dibentuk melalui
pemisahan gumpalan. Kecepatan melalui lubang ketika penggumpalan dimulai
dapat diperkirakan, kecepatan penggumpalan akan bernilai sekitar 0,1m/s

(0,3

ft/s) untuk kecepatan yang berada dibawahnya, ukuran dropnya dapat


diperkirakan dari kedua korelasi (ukuran dan kecepatan). Pada gambar 10.46 pada
kecepatan yang lebih dari 0,1 m/s , ukuran dropnya tidak dapat diseragamkan.
Pada ekstraksi, untuk memaksimalkan permukaan interface dari semua drop ,
penting untuk memastikan kecepatan perpindahan massanya,, dan kecepatan
melewati lubang Vo maks yang dapat diperkirakan dari ,
0,5137 + 0,4719

d j 0.5

dj 2
V o , max=2,69

do
D

( )

Rasio diameter lubang adalah,

pers (10.73)

do
=
dj

{[

0,485

1,51

do
0,5

(gc / g)
do

(gc / g)0,5

+1 untuk

[
[

+0,12 untuk

do

(gc / g)0,5
do

]
]

(gc / g)0,5

<0,785
pers
>0,785

(10.74a dan 10.74b )


[ persamaan 10.73 dan 10.74 dapat digunakan pada unit yang lain ]. Diameter
drop memiliki nilai sekitar dp = 2dj

d p=2 d j

. Nilai dari yang digunakan

berada ditengah antara campuran kedua solvent, dan nilai kesetimbangan pada
sistem ekstraksi ini dapat diperkirakan. Persamaan (10.73) dan (10.74) dapat
digunakan pada desain media penyaring, tapi jika dalam perhitungannya nilai dari
kecepatan kurang dari 0,1 m/s, maka Vo

dari 0,1 menjadi 0,15 m/s

Vo

harus diatur pada nilai terendah

m
s dan diameter dropnya harus diperkirakan

berdasarkan gambar 10.46.

figure 10.45 punch perforations for dispersed phase

112

0 , 547

0 ,279

2 d o 3 d o V 0 C
+
1 ,5

Gambar 10.46 diameter drop untuk dispersi pada liquid yang tidak saling melarut yang mengalir melalui nozzle dan lubang.

Drop Terminal Velocity


Perhitungan untuk nilai V1 didasarkan pada kecepatan terminal dari liquid
yang jatuh di media liquid. Kecepatan jatuh bebas bergantung dengan densitasnya
masing-masing terhadap gravitasi. Hal ini disebabkan karena gerak dan sirkulasi
internal dengan tetesan, kecepatan permukaannya tidak nol untuk solid. Dengan
menaikkan diameternya, terjadi perubahan ukuran drop, dimana bentuk tetesan
tidak lebih bulat ( meskipun ini tidak digambarkan dengan dp sebagai diameter
bulatan pada volume yang sama ) dan jatuhnya berubah. Kecepatan terminal dari
perubahan ukuran adalah maksimal dan untuk ukuran yang lebih besar kecepatan
jatuhnya lebih lambat dengan meningkatnya diameter. Analisa dimensinya
ditunjukkan dengan Re = f (Cd,We) =f (C D ,We)

dimana Re adalah Reynold

Number tetesan pada kecepatan terminal. We adalah tetesan pada Weber number,

dan CD merupakan suatu koefisien drag. Untuk liquid murni ( tidak ada
permukaan aktif, tidak ada transfer massa ) dan fase viskositas selanjutnya kurang
kg
dari 0,005 kg/ms m. s

( 5 cP ). Korelasi

Hu-Kintner ( gambar 10.47 )

menunjukkan hubungan fungsional. Nilai U dapat diperoleh dari:


4 4
pC 2 (g c ) 3
U=
=
3 C D We3
g4C

persamaan (10.75)

Dan kecepatan perpindahan maksimal terjadi pada ordinat di gambar 10.47 yang
hasilnya mendekati 70 atau jika
d p ,trans=7,25

g C
0,15
g U

0,5

persamaan (10.76)

Untuk kecepatan fase kontinu yang lebih besar, tapi tidak melebihi 0,030 kg/ms

(30cP) ordinat dalam gambar 10.47 harus sesuai dengan (w/c) 0,14
dimana w adalah viskositas air.
Downspots

w
c

0,14

( )

Isi pada tower akan meluap jika jumlah tetesan fasa terdispersi berlebihan
melalui downspouts (atau upspouts) dalam fasa kontinyu. Kecepatan fluida dalam
downspouts Vd harus kurang dari semua kecepatan terminal yang terkecil.
Kurva pada Gambar 10.47 tidak boleh diekstrapolasikan ke nilai lebih rendah.
Untuk nilai ordinat di bawah 1.0, Persamaan Klee dan Treybal memberikan hasil
yang lebih tepat untuk c < 0,002 kg/ms (2cP) :
Re = 22,2 CD-5,18 We-0,169

(10.77a)

Dapat diubah menjadi :


Vt =

0,836 p 0,5742 dp0,7037 g 0,5742


pc 0,4446 ( g c )0,01873 c 0,11087

berlaku untuk setiap konsisten selama nilai dp lebih kecil dari dp trans, misalnya
tetesan lebih kecil dari 0,6-0,8 mm dan downspout cross section Ad ditentukan.
Downspouts dipasang flush dengan tray, agar tidak ada yang mengalir keluar dari
menara gas-cair yang digunakan.
Coalesced Liquid on The Trays
Kedalaman h pada liquid yang terdispersi berakumulasi di setiap tray
ditentukan oleh penurunan tekanan yang diperlukan untuk liquid yang berlawanan
arah.

Dimana hC dan hD adalah kumpulan dari masing-masing cairan. Kumpulan


tersebut didispersikan dari hD cair yang diperlukan untuk aliran yang melalui

lubang pada tray hD yang diperlukan untuk mengatasi tegangan permukaan hD.

Nilai ho dapat dihitung dari persamaan dengan koefisien 0,67

ho, penting ketika fasa terdispersi mengalir lambat, dapat dihitung dari

Dimana dps adalah diameter drop yang dihasilkan pada kecepatan perforasi Vo =
0,03 m / s (0,1 ft / s) dengan kecepatan perforasi dimana penggumpalan pada dispersi
liquid dari perforasi cair, ho dapat dihilangkan
Hal utama yang diperlukan untuk aliran dari fasa kontinyu hc termasuk
kehilangan yang disebabkan
1. Gesekan pada downspout tersebut, biasanya dapat diabaikan,
2. Kontraksi dan ekspansi saat memasuki dan meninggalkan downspout itu,
setara dengan kecepatan awal 0,5 dan 1,0, masing-masing,
3. Dua perubahan

yang tiba-tiba dalam arah di setiap ekivalen hingga

kecepatan awal 1,47. Oleh karena itu Nilai hc secara substansial sama
dengan kecepatan awal 4,5, atau

perhitungan h harus kecil, sekitar 50 mm atau kurang, akan berbahaya jika tidak
semua lubang kecil akan beroperasi pada tray yang diinstal pada level yang tepat.
Pada keadaan tersebut, sebaiknya untuk meningkatkan nilai hc adalah dengan
menempatkan pembatasan di bawah downspout (atau bagian atas upspouts), efek
yang dapat dihitung sebagai aliran yang mengalir melalui lubang.
Dispersed-Phase Holdup
Ruang antara tray dan coalesced-layer

pada tray berikutnya telah terisi

dengan dispersi dari liquid yang terdispersi dalam cairan terus menerus. Pada
kecepatan aliran ini yang menyebabkannya meluap, telah ditetapkan [4,80] bahwa

rasio kecepatan Vs menuju kecepatan terminal Vt dari sebuah partikel tunggal (D


= 0) merupakan fungsi yang unik dari D holdup fasa terdispersi-untuk semua
sistem perpindahan partikel fluida bergerak secara vertikal, termasuk gas-padat, cairpadat, dan cair-cair. kecepatan yang masuk adalah kecepatan relatif bersih antara dua

fase, dan mengalir secara countercurrent

Hubungan dari Zenz [84] (Gambar 10.48), berasal dari sistem fluida-padat,

menyediakan fungsi (Vs / Vt, D), dengan Vt untuk padatan diberikan oleh kurva
untuk D = 0. Untuk sieve-tray ekstraktor, VD menjadi Vn, dan ketika fase kontinyus
mengalir secara horizontal, VC dianggap sebagai nol, sehingga

Ilustrasi 10.18 menjelaskan, penggunaan hubungan tersebut. Daerah khusus


antara permukaan sesuai dengan yang telah diberikan holdup oleh Persamaan. (6.9).

Sieve-Trays Mass Tranfer


Perpindahan massa terdiri dari tiga pemisahan :
1. Pembentukan drop dan penguraian
2. Kenaikan drop (atau penurunan),
3. Peleburan drop pada lapisan liquid yang dilebur pada tray.
Mass Transfer During Drop Formation
Ditinjau dari banyak studi,

banyak fenomena yang terjadi. Terdapat

beberapa fenomena yang mempengaruhi seperti; rata rata formasi penurunan,


meskipun penurunan telah dibentuk pada nozzle atau lubang pori-pori pada plate

atau pada ujung jet, masuk dan keluar

turbulen interfacial atau surfaktan.

Walaupun cukup rumit untuk menjelaskan beberapa data, banyak yang berbeda
dari data yang sekarang. Koefisien perpindahan massa KLDf

dapat

didefinisikan

menjadi
Nf = KLDf(cD c*D)

(10.85)

Dimana Nf adalah flux, waktu rata-rata dari pembentukan formasi drop f,


dan berdasarkan dari area Af. Jika kita asumsikan beberapa mekanisme dari
perpindahan massa untuk liquid pada bagian lain dari interface, seperti pembaruan
permukaan, teori penetrasi, peregangan permukaan, jadi kLCf = kLDf (Dc/DD)0,5,
dapat ditentukan :

1
K LDf

1
k LDf

1
1
1 DD

k LCf mCD k LDf


mCD DC

0,5

(10.86)

Secara teori dari perpindahan massa, selama pembentukan drop biasanya menjadi

kLDf = const

DD

0,5

(10.87)

dengan nilai constant sekitar 0,857-3,43 tapi kebanyakan pada 1,3 1,8 kecuali
ada permukaan turbulen atau surfaktan.
Mass Transfer During Drop Rise (or Fall)
Sifat dari penurunan berbeda dari drop tunggal. Untuk drops yang kecil ( dp <
dp,trans ) dapat dihitung :

k LCr

d pV S c
0,725
c

0 , 43

Sc 0,58V s (1 D )

(10.88)

Koefisien fase terdispersi KLDr telah diberikan oleh persamaan ( 10.66 ) dan table
10.1. Untuk drop yang besar ( dp > dp,trans ) dimana bisa naik ataupun turun, teori
surface-stretch dapat dituliskan :

k LDr

4 DD
3
(1 2 )

oscillatio nfrequency

(10.89)

1
2

192g c b
d (3 PD 2 PC
3
p

(10.90)

dimana
b 1.052d p0.225

(10.91)

dan
adalah faktor karakteristik amplitudo tanpa dimensi pada kisaran sistem dan
dapat diambil sekitar 0,2 dari data yang lebih spesifik. Sebagai pembentukan drop.
Mekanisme yang sama diasumsikan untuk menjalankan fase pada kedua bagian
permukaan, sehingga dapat ditunjukkan dengan persamaan ( 10.86) dengan
menggunakan KLDr.
Mass Transfer During Drop Coalescence
Pengukuran eksperimental tentang kualitas ini sangat sulit, dan hasilnya
sulit untuk dilihat. Data hanya untuk beberapa system yang berkorelasi empiris.
Koefisien transfer massa memiliki urutan besaran yang kurang dari pembentukan
drop, dan area yang berada dibawahnya sulit untuk disimpulkan. Jadi hasilnya,
bahwa KDc = 0,1 KDf

K Dc =0,1 K Df

berdasarkan area drop Ap.

Stage efficiency
Berdasarkan Fig.10.49a, yang menunjukkan bagian skematik melalui
bagian dari sebuah sieve-tray tower. Kurva kesetimbangan dan operasi yang
mewakili keseluruhan ekstraktor ditunjukkan ada Fig.10.49b. Kurva DBE
digambarkan diantara kurva ekuilibrium dan operasi, sepanjang jarak fraksional
seperti BC/AC yang sama dengan efisiensi Murphree dispersed-phase stage E MD.

Langkah pada diagram lalu mewakili jumlah stage sebenarnya, untuk gas
absorption (Fig.8.16) dan distillation (Fig 9.48)
E MD=

C D C D
n+ 1

C D C
n+ 1

(10.92)

Dn

b tidak berdimensi dan Eq. (10.91) ditulis dengan dp pada meter. Untuk dp pada
feet, koefisiennya 0.805

Velocity yang relatif rendah berlaku pada ekstraktor likuid berarti bahwa
fase kontinu dapat diasumsikan bercampur seluruhnya oleh gerakan dari tetesan
fase disperse dan di semua permukaan konsentrasi solute adalah c Cn. Total laju
ekstraksi yang terjadi pada stage n adalah :
q D = ( cD - c D ) = K LDf Af ( cD - c*D ) + KLDr A r ( cD - c *D ) M + KLDc ( cD.n - c*D )
n+1

n+1

(10.93)

Persamaan (10.92) dan (10.93) menghasilkan


*
*
K LDf A f K LDr Ar ( c D - c D )M KLDc A p ( c D - c D )
EMD =
+
+
qD
q D ( cD - c*D )
q D (c D - c *D )
n

n+1

n+1

(10.94)
Ap adalah permukaan dari tetesan No yang berasal dari o
A p= d p2 N o
Area interfacial dari hold-up fase disperse di dalam region drop-rise

(10.95)

A r =a ( Z h ) ( A t A d )=

D
( Zh ) An
dp

(10.96)

Tenaga penggerak yang utama untuk region drop-rise sangat berdasarkan


rerata logaritma, namun untuk kebutuhan sekarang rerata aritmatik dianggap
mencukupi :

D M

( c Dc ) =

( cD

n+ 1

c D ) + ( c D c D )
n

(10.97)

Dan seperti yang diindikasikan sebelumnya , KLDc ditetapkan sebagai


0.1KLDf. Substitusi nilai ini dan persamaan (10.95) sampai (10.97) ke dalam
persamaan (10.94) dan perhatikan bahwa qD / An = Vn , Vo = 4qD / d o
1E MD =( c D cD ) / ( c D c D )
n

E MD=

n+ 1

No , dan

menghasilkan :

2
4.4 K LDf d p
6 K LDr D ( Zh )
+
Vo
do
dpVn

( )
( )

0.4 K LDf d p 2 3 K LDr D ( Zh )


1+
+
Vo
do
d p do

(10.98)

Skelland mempunyai prosedur keluaran yang mirip dan lebih panjang lebar,
tapi persamaan (10.98) diyakini lebih dari cukup untuk sudut pandang yang
melibatkan banyak ketidakpastian. Pada beberapa haruslah dimengerti cara kita
memperkirakan secara baik EMD melalui perkiraan. Efisiensi stage biasanya akan
jauh lebih sedikit dari yang didapat untuk kontak gas-likuid, owing terhadap
kecepatan fase yang lebih rendah yang didapat dari perbedaan densitas yang lebih
kecil dan kecepatan yang lebih tinggi
Kesimpulan
1. Sieve Tray merupakan jenis tray atau perangkat transfer massa yang paling
sederhana, lebih murah dan paling banyak digunakan karena kesederhanaan,
fleksibilitas, kapasitas dan efektifitas biaya daripada dibandingkan jenis tray
yang lain.

2. Sieve tray dapat digunakan untuk arah aliran countercurrent.


3. Perpindahan massa terdiri dari tiga pemisahan :
a. Pembentukan drop dan penguraian
b. Kenaikan drop (atau penurunan),
c. Peleburan drop pada lapisan liquid yang dilebur pada tray.
4. Keunggulan sieve tray

a. Sieve tray memiliki harga yang sangat murah dibandingkan dengan tipe
tray yang lain.
b. Tipe ini juga sangat baik digunakan untuk pemisahan pada tekanan tinggi
dengan biaya operasi yang murah.
c. Selain itu, maintenance costnya juga murah

VALVE TRAY
Absorpsi adalah suatu proses pemisahan komponen gas dari campurannya
dengan menggunakan pelarut liquid. Absorpsi dapat dilakukan pada fluida yang
relatif berkonsentrasi rendah maupun yang bersifat konsentrat. Prinsip operasi ini
adalah

memanfaatkan besarnya difusivitas molekul-molekul gas pada larutan tertentu.


Peristiwa absorpsi adalah salah satu peristiwa perpindahan massa yang besar
peranannya dalam proses industri.
Selain itu, peristiwa absorpsi memiliki peranan penting pada beberapa
masalah lingkungan seperti tingginya kandungan gas pencemar sebagai dampak
dari kegiatan industri dan sebagainya. Peralatan yang digunakan dalam proses
absorpsi mirip dengan yang digunakan dalam proses distilasi. Salah satu alat yang
dapat digunakan adalah tray column
.
Tray column
adalah alat yang secara luas digunakan sebagai kolom distilasi, absorpsi, maupun
ekstraksi pada industri kimia, industri perminyakan, dan lingkungan. Tray column
memiliki kelebihan dibandingkan dengan packed column antara lain biaya murah,
perawatan lebih mudah, pengambilan aliran umpan dan aliran samping lebih
mudah, dan dapat digunakan untuk cairan dengan tekanan dan viskositas yang
tinggi. Sejumlah penelitian mengenai tray column telah dilakukan dengan jenis
tray yang berbeda-beda. Salah satu diantaranya adalah valve tray
.
Valve tray
adalah salah satu alat yang efektif dan memegang peranan penting dalam
dunia industri karena memiliki kemampuan yang fleksibel dalam menangani gas
yang masuk dengan rentang yang sangat luas. Valve tray adalah salah satu alat
transfer massa dan panas yang penting dan secara luas digunakan sebagai alat
pengontak fasa (phase-contacting) antara fasa gas dan fasa cair. Gas dialirkan
melalui valve dan memiliki waktu tinggal tertentu, sehingga valve memiliki
entrainment yang
rendah dan rata-rata efisiensi operasi lebih tinggi dibanding sieve tray. (Lianghua
et al., 2008; Li et al., 2009)
adalah modifikasi sieve tray dengan lubang yang lebih besar, dilengkapi
dengan disk yang terpasang pada setiap lubang yang dapat bergerak pada batas
yang telah ditetapkan. Pada laju alir gas yang cukup tinggi, disk (valve) akan
terangkat oleh aliran gas dan lubang akan terbuka. Penurunan aliran gas akan
menyebabkan disk jatuh kembali pada tray, menutup lubang dan menghentikan
kebocoran cairan. Dengan demikian, valve traysedikit lebih mahal dibandingkan
sieve tray, yaitu sekitar 20%. Namun demikian alat ini memiliki kelebihan yaitu
rentang operasi laju alir yang lebih luas dibandingkan sieve tray
Gambaran mengenai karakteristik valve tray seperti pressure drop
, pola alir, dan transfer massa memiliki peranan
sangat penting dalam bidang industri. Berdasarkan hal tersebut,
efisiensi proses dan

performance tray
secara keseluruhan dapat
diprediksi untuk suatu kondisi operasi, geometri, dan properti
sistem tertentu.
Karakteristik hidrodinamika dan mass transfer
dari valve tray untuk proses absorpsi perlu diketahui untuk
merancang peralatan ini dengan akurat.
Beberapa penelitian terdahulu telah mempelajari
karakteristik hidrodinamika valve tray dengan menggunakan CFD
(
Computational Fluid Dynamics
).(Van Baten dan Khrisna,2000;
Khrisna dkk,1999; Li Xin Gang dkk,2009). Van Baten dan
Khrisna (2000) mempelajari mengenai pengaruh geometri sieve
tray terhadap med
an
kecepatan gas dan liquid pada tray. Khrisna
dkk (1999) menggunakan model Eulerian untuk mempelajari
dispersi gas dalam fasa cair pada sieve tray. Sedangkan Li Xin
Gang (2009) mempelajari hidrolika valve tray sistim tiga dimensi
yaitu dua fase gas dan liquid dengan model Eulerian. Selain
hidrolika juga mempelajari mengenai transfer momentum
interface yang mencerminkan hidrodinamika tray.
Chen dkk (1992) mempelajari hidrolika (yang dinyatakan
dengan
pressure drop
) dan karakteristik transfer massa sieve tray
untuk operasi destilasi campuran asam asetat-air. Pada penelitian
Hayati dan Leli (2013) dipelajari mengenai hidrodinamka dan
transfer massa pada valve tray dengan menggunakan air-udara.
3
Dari penelitian-penelitian sebelumnya
terlihat bahwa
ma
sih sangat sedikit yang mempelajari mengenai hidrodinamika
dan transfer massa pada valve tray,
maka kami melakukan
penelitian lebih lanjut mengenai valve tray yang sebelumnya telah
dilakukan oleh Leli hayati mengenai valve tray. Tetapi di sini
kami menggun

akan bahan
Carboxy Methyl Cellulose
dan udara.
Dimana CMC ini bertujuan untuk menaikkan viskositas dalam
suatu larutan. Selain itu juga dalam study hidrodinamika i
n
i yang
diperhatikan adalah pressure drop dan RTD
nya yang dinyatakan
dalam
bilangan dispersi
dengan menginjeksikan Larutan NaCl
atau disebut dengan Stimulus respon.
I.2 Perumusan Masalah
Persoalan utama pada penelitian ini adalah bagaimana
pola alir, pressure drop dan koefisien perpindahan massa pada
valve tray dipengaruhi oleh beberapa variabel proses yang
penting
.
I.3 Pembatasan Masalah
Batasan masalah dalam penelitian ini adalah :
a.
Proses penelitian dilakukan pada kondisi isotermal.
b.
Bahan yang digunakan berupa Larutan
Carboxy
Methyl Cellulose
(CMC) dan udara yang
dikontakkan secara kontinyu d
an
counter
current
.
c.
Larutan
tracer
yang digunakan berupa larutan
NaCl dengan konsentrasi 25% sebanyak 10 mL
d.

Dalam penentuan koefisien transfer massa,


Larutan
Carboxy Methyl Cellulose
(CMC)
dideoksigenasi
terlebih dahulu dengan menggunakan Na
2
SO
3
dan
kata
lis CoSO
4
.
e.
Koefisien transfer massa yang dicari berupa
koefisien transfer massa sisi
liquid
(k
L
a).
f.
Model perpindahan massa yang digunakan adalah
model film.
4
I.4 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang disampaikan diatas,
maka tujuan penelitian adalah :
a.
Mempelajari karakteristik hidrolik
valve tray
yang
dinyatakan dalam bentuk
pressure drop
b.
d.
Menentukan korelasi empiris untuk bilangan

Anda mungkin juga menyukai