Anda di halaman 1dari 8

ANALISA GAS BUANG

I.

TUJUAN PERCOBAAN
Setelah melakukan percobaan ini, mahasiswa diharapkan dapat:
Melakukan nalisa gas buang kendaraan bermotor menggunakan alat
uji emisi

II.

DASAR TEORI
Kebutuhan akan transportasi timbul karena adanya kebutuhan manusia.

Transportasi dapat diartikan sebagai salah satu kegiatan yang memungkinkan


perpindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lain. Berdasarkan
pengertian tersebut setiap transportasi dapat mengakibatkan perpindahan dan
pergerakan yang berarti terjadi lalu lintas. Transportasi sendiri telah menyatu
dengan masyarakat yang tidak terlepas dari keharusan memperhatikan aspek
lingkungan (Soejono, 1995).
Emisi gas buang adalah sisa hasil pembakaran bahan bakar didalam mesin
pembakaran dalam dan mesin pembakaran luar, yang dikeluarkan melalui sistem
pembuangan Mesin. Pada hasil proses pembakaran motor bensin, emisi gas buang
yang dihasilkan meliputi :
1. HC atau Hidrokarbon
Hidrocarbon / HC merupakan unsur senyawa bahan bakar bensin. HC yang
ada pada gas buang adalah dari senyawa bahan bakar yang tidak terbakar
habis dalam proses pembakaran motor, HC diukur dalam satuan ppm. Dengan
standart gas limit adalah 800 ppm.
2. CO atau Carbon Monoksida
Merupakan senyawa gas beracun yang terbentuk akibat pembakaran yang
tidak sempurna dalam prose kerja motor, CO diukur dalam satuan % volume.
Standart gas limit CO adalah 4,50%.
3. NOx
Adalah unsur dari Nitrgen Oksida (NO) dan Nitrogen Dioksida (NO 2) tetapi
sering dinyatakan dalam NOx saja. NOx juga merupakan senyawa gas beracun
yang ditimbulkan dari proses pembakaran yang tidak sempurna.
4. Pb atau Timah Hitam

Amaliarahmah

Adalah senyawa beracun yang terkandung dalam bahan bakar bensin dengan
tujuan utuk menaikkan angka Oktan Bensin sehingga pada waktu pembakaran
dalam proses kerja motor tidak mudah terjadi Detonasi atau Knocking.
5. CO2 atau Carbon Dioksida
Merupakan senyawa yang tidak beracun hasil pembakaran motor, tetapi efek
dari CO2 ini adalah membawa dampak terhadap efek rumah kaca/ pemanasan
global. Standart gas limit CO2 adalah 0,00%.
6. SO2 atau Belerang
Merupakan senyawa hasil pembakaran motor yang bersifat asam yang dapat
membawa dampak terjadinya hujan asam yang nantinya dapat mengakibatkan
kerusakan dan kematian organisme makhluk hidup, disamping itu juga
membawa dampak cepat terjadinya korosi/karat pada logam, kalau pada
kendaraan dapat mempercepat terjadinya keropos pada knalpot.
Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang semakin meningkat akan
meningkatkan konsumsi bahan bakar minyak dan pencemaran udara di Indonesia.
Sampai dengan saat ini jumlah kendaraan bermotor di seluruh Indonesia telah
mencapai lebih dari 20 juta buah dengan pertumbuhan populasi untuk mobil
sekitar 3-4% dan sepeda motor lebih dari 4% per tahun (data dari Dep.
Perhubungan). Menurut data terakhir dari Gaikindo pertumbuhan pasar penjualan
kendaraan baru untuk roda 4 naik hampir 25 % pada tahun 2003. Jika diasumsikan
kendaraan yang berjalan selama 16 jam sejumlah 0.5 % saja berarti ada 2186 unit
kendaraan bermotor dengan pemakaian bahan bakar minyak bensin/solar rata- rata
1:10 dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam menghabiskan BBM 139.904 liter
perhari. Pemakaian sebanyak 139.904 liter BBM yang teroksidasi dengan oksigen
(O2) akan mengeluarkan gas emisi 0.44 ppm CO 2, 37 ppm CO,3.7 ppm NOx, 2.8
ppm SOx, dan 6.7 ppm Hidrokarbon (HC) yang termasuk dalam kategori
mengganggu pernafasan.
Emisi dari berbagai gas dan partikel dari kegiatan transportasi kedalam
atmosfer menimbulkan berbagai problem menurunnya mutu lingkungan. Pada
umumnya pertambahan jumlah kendaraan akan mengakibatkan pertambahan pula
dalam dampak lingkungan yang negatif. Pertambahan volume lalu lintas juga
akan mengakibatkan bertambahnya emisi polusi udara sehingga dapat dianggap
menurunkan kualitas udara (Morlok, Eka., 1995)

Amaliarahmah

Pada keadaan normal, sebagian besar udara terdiri atas oksigen dan
nitrogen (90%), tetapi aktivitas manusia dapat mengubah komposisi udara
tersebut, sehingga terjadi penambahan jumlah spesies ataupun meningkatkan
konsentrasi zat-zat kimia yang ada.
Pencemaran udara adalah hadirnya satu atau beberapa kontaminan dalam
udara atmosfir di luar, seperti antara lain oleh debu, busa, gas, kabut, bau-bauan,
asap atau uap dalam kuantitas yang banyak, dengan berbagai sifat atau lama
berlangsungnya di udara tersebut sehingga dapat menimbulkan gangguan
gangguan tertentu kehidupan manusia, tumbuh-tumbuhan atau binatang, maupun
benda-benda lain, atau tanpa alasan jelas sudah dapat mempengaruhi kelestarian
kehidupan organisme atau benda (Parkins, 1974).
Beberapa variabel yang dapat memberikan gambaran terhadap polusi yang
dikeluarkan dari pembakaran mesin menurut Davis dan Cornwell (1991), yaitu :
1. Rasio bahan bakar dan udara
Rasio bahan bakar dan udara mempunyai efek langsung terhadap jenis emisi
mesin hal yang paling mudah untuk diatur. Pada kondisi rasio bahan bakar dan
udara yang rendah emisi CO dan HC meningkat.pada rasio bahan bakar dan
udara yang tinggi sekitar 15,5 emisi NO meningkat. Pada kondisi campuran
tadi yang cenderung meninggi, emisi NO mulai menurun. Kemudian salah
satu pendekatan yang digunakan untuk mengontrol emisi dengan menyetel
karburator, jadi mesin yang dingin mampu dijalankan. Jadi rasio bahan bakar
dan udara >17, campuran gas tidak akan terbakar sebagaimana mestinya.
2. Kecepatan mesin
Peningkatan kecepatan mesin (bukan kecepatan kendaraan) menurunkan emisi
HC. Ini terjadi karena menurunnya bahan bakar yang tidak terbakar di dalam
silinder dan penurunan gas yang tidak dinyalakan tidak bereaksi dalam ruang
pembakaran. Emisi NO meningkat hingga nilai maksimum yang dicapai
dalam rasio bahan bakar dan udara.
3. Waktu pembakaran
Perlambatan dari waktu pembakaran menurunkan emisi HC sebagai hasil
penurunan bahan bakar tidak terbakar. Emisi NO juga menurun dengan
meningkatnya

Amaliarahmah

perlambatan

waktu

pembakaran.

Sedikit

atau

tidak

adaperubahan yang terjadi dalam emisi CO hingga perlambatan di dalam


waktu pembakaran menjadi berlebih sehingga emisi CO meningkat.
4. Rasio tekanan
Penurunan terhadap rasio tekanan akan menurunkan emisi HC dan NOx. Hal
tersebut juga tidak memberi efek pada emisi CO. Rasio tekanan yang rendah
berarti respon yang rendah juga.
Menurut Darmono (2001), udara yang tercemar dapat merusak lingkungan
sekitarnya dan berpotensi terganggunya kesehatan. Lingkungan yang rusak berarti
berkurangnya daya dukung alam yang selanjutnya akan mengurangi kualitas
hidup

manusia

dan

makhluk

hidup

lainnya.

Pengaruh

atau

dampak

daripencemaran udara pada dasarnya dapat dibedakan menjadi :


1. Dampak terhadap manusia.
Udara yang tercemar dengan partikel dan gas dapat menyebabkan gangguan
kesehatan terutama terjadi pada fungsi faal dari organ tubuh manusia seperti
paru-paru dan pembuluh darah, atau menyebabkan iritasi pada mata, iritasi
pada kulit. Jenis-jenis penyakit dan penyebabnya seperti bronchitis disebabkan
karena partikel debu, anemia dan kerusakan ginjal akibat kadar timah (Pb)
yang tinggi dalam darah dan keracunan gas CO yang dapat menyebabkan
sesak nafas dan kematian akibat berkurangnya kadar O2 dalam darah serta
NOx, SOx, H2S dapat menyebabkan iritasi, peradangan dan gangguan pada
pernafasan.
2. Dampak terhadap hewan.
Beberapa polutan udara mengakibatkan keracunan kronis pada jenis hewan
tertentu, biasanya keracunan melalui pakan yang tercemar. Dampak negative
yang ditimbulkan seperti gangguan saluran pencernaan, saraf, kejangkejanglumpuh, serta metabolisme pada telur ayam terganggu sebagai akibat
DDT yang berlebihan dan penyakit-penyakit lainnya.
3. Dampak terhadap tumbuhan.
Meningkatnya suhu udara diatas normal akan berpengaruh terhadap
pertumbuhan tanaman sehingga akan menurunkan produksi beberapa jenis
pangan, sayuran, buah-buahan. Selain kerugian ekonomis, pengaruh utamanya
pada daun mengakibatkan proses asimilasi terganggu seperti keluar bintikbintik pada permukaan daun akibat gas NOx, kerusakan jaringan daun yang
disebabkan oleh gas NOx . Kondisi tersebut dapat berakibat daun-daun
tanaman berguguran sehingga produksi tanaman akan menurun.

Amaliarahmah

4. Dampak terhadap bukan makhluk hidup.


Partikel dari polusi udara melalui atmosfer akan mempengaruhi kadar ozon
yang berpotensi terhadap perubahan iklim dan cuaca sehingga dapat
menyebabkan kerusakan pada peralatan rumah tangga, abrasi pada
batu,berubahnya komposisi struktur tanah, korosif pada bahan seperti besi,
tembaga, dan pada kawat listrik yang akan mengakibatkan hubungan pendek

Tabel 1 Sumber dan Standar Kesehatan Emisi Gas Buang


Pencemar

Sumber
Buangan kendaraan

Karbon monoksida (CO)

bermotor; beberapa
proses industri

Sulfur dioksida (S02)

Amaliarahmah

Panas dan fasilitas


pembangkit listrik

Keterangan
Standar kesehatan:
10 mg/m3 (9 ppm)
Standar kesehatan:
80 ug/m3 (0.03
ppm)

Partikulat Matter

Nitrogen dioksida (N02)

Buangan kendaraan

Standar kesehatan:

bermotor; beberapa

50 ug/m3 selama 1

proses industri

tahun; 150 ug/m3

Buangan kendaraan

Standar kesehatan:

bermotor; panas dan

100 pg/m3 (0.05

fasilitas

ppm) selama 1 jam


Standar kesehatan:

Ozon (03)

Terbentuk di atmosfir

235 ug/m3 (0.12


ppm) selama 1 jam

Sumber : Bapedal

Tabel 1 memperlihatkan sumber emisi dan standar kesehatan yang


ditetapkan oleh pemerintah melalui keputusan Bapedal. BPLHD Propinsi DKI
Jakarta pun mencatat bahwa adanya penurunan yang signifikan jumlah hari dalam
kategori baik untuk dihirup dari tahun ke tahun sangat mengkhawatirkan.
Dimana pada tahun 2000 kategori udara yang baik sekitar 32% (117 hari
dalam satu tahun) dan di tahun 2003 turun menjadi hanya 6.85% (25 hari dalam
satu tahun). Hal ini menandakan Indonesia sudah seharusnya memperketat
peraturan tentang pengurangan emisi baik sektor industri maupun sektor
transportasi darat/laut. Selain itu tentunya penemuan-penemuan teknologi baru
pengurangan emisi dilanjutkan dengan pengaplikasiannya di masyarakat menjadi
suatu prioritas utama bagi pengendalian polusi udara di Indonesia.

III.

ALAT DAN BAHAN


Alat yang digunakan:
Portable Combustion Gas Analyzers 4400
Kabel dan terminal listrik
Bahan yang digunakan:

IV.

Gas buang kendaraan bermotor

LANGKAH KERJA
Menghubungkan selang penyarig udara, selang sampling udara dan
kabel termokopel ke alat

Amaliarahmah

V.

Menghubungkan alat ke sumber arus


Menekan tombol ON beberapa detik sampai layar alat menyala
Membiarkan beberapa saat, alat akan melakukan analisa autozero,

mengulangi langkah ini sampai 3x


Memasukkan ujung selang analisa ke bagian mesin yang akan diukur

gas buangnya
Menekan tombol OK
Alat akan melakukan analisa, 1x analisa 115 detik, dilayar akan

muncul hitung mundur, alat akan melakukan analisa sebanyak 3x


Untuk mencetak hasil analisa tekan PRINT

PERTANYAAN
Sebutkan peraturan-peraturan

pemerintah

baik

dari

Kementrian

Lingkungan Hidup, Kementrian Kesehatan maupun peraturan daerah yang


mengatur mengenai nilai ambang batas dari emisi gas buang dari
kendaraan bermotor?
Jawaban:
PERATURAN MENTERI

NEGARA

LINGKUNGAN

HIDUP

REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG BAKU


MUTU EMISI GAS BUANG KENDARAAN BERMOTOR TIPE BARU
KATEGORI L3
A. Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor dengan Metoda
Uji NEDC
KENDARAAN BERMOTOR TIPE BARU KATEGORI L DENGAN
PENGUJIAN TIPE I (MODE TEST)

Amaliarahmah

UDC :Urban Driving Cycle


EUDC : Extra Urban Driving Cycle
Catatan:
1. NEDC: (New European Driving Cycle)
2. Pengukuran emisi idle CO dilakukan dengan metode Pengujian
Tipe II UN Regulation R40. Hasil pengukuran dicatat dalam
lembar hasil uji.
3. Kategori kendaraan L3 adalah kendaraan bermotor beroda dua
dengan kapasitas silinder lebih dari 50 cm3 atau dengan desain
kecepatanmaksimum lebih dari 50 km/jam apapun jenis tenaga
penggeraknya.
B. Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor dengan Metoda
Uji WMTC

Catatan:
1. WMTC:

(Worldwide

Harmonized

Motorcycle

Emissions

Certification Procedure)
2. Vmax adalah kecepatan maksimum kendaraan sebagaimana
dinyatakan oleh produsen, diukur sesuai dengan Directive Uni
Eropa (UE) No. 95/1/EC.

Amaliarahmah