Anda di halaman 1dari 37

MAKALAH TEKNOLOGI BIOPROSES

VIRUS

Disusun Oleh :
Amar MaRuf
Annisa Nirvana
Ni Made Ayu Candra W

(13 614 005)


(13 614 040)
(13 614 018)

JURUSAN TEKNIK KIMIA PETRO DAN OLEO


POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA
2015

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Hampir semua di antara kita pernah menderita flu. Flu atau influenza merupakan salah
satu penyakit yang disebabkan oleh virus. Selain influenza, berbagai penyakit yang mematikan
juga disebabkan oleh virus. Contohnya adalah AIDS dan flu burung. Hal tersebut mendorong
manusia untuk terus bekerja keras mempelajari virus guna menemukan obat untuk mengatasi
penyakit yang disebabkannya.
Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis.
Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan
sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri.
Dalam sel inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya.
Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak
kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid,
glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus menjadi baik protein yang digunakan untuk
memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.
Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota
(organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau
fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain
yang tidak berinti sel). Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia
tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas. Karena karakteristik khasnya ini virus
selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenza dan
HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya virus mosaik
tembakau/TMV). Ukurannya sekitar 25-300 mikron. Ukuran virus disebut juga ukuran renik.
Oleh sebab itu, virus tidak bisa dilihat dengan mata atau mikroskop biasa, tapi harus
menggunakan mikroskop elektron.

1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui asal mul penemuan virus, ciri-ciri virus serta klasifikasi virus.
2. Untuk menambah wawasan mengenai peranan virus dalam kehidupan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sejarah Penemuan Virus


Sejarah penemuan virus merupakan serangkaian proses yang panjang. Jadi
tidak sama seperti konsep penemuan lainnya, yang berada di urutan pertama adalah
tokoh bernama Adolf Meyer yang berkebangsaan Jerman. Di tahun 1883, Ia
melakukan penelitian pada tanaman tembakau. Pada suatu ketika ia menemukan

adanya daun tembakau yang tidak normal. Daun tersebut berwarna hijau kekuningkuningan, yang ternyata setelah diamati, terdapat cairan atau lender. Daun yang
mengalami hal demikian menderita penyakit mosaik. Penyakit ini disebabkan oleh
mikroorganisme yang kita sebut virus. Penyakit mosaik ini menyebabkan
pertumbuhan tembakau menjadi terhambat (kerdil) dan daunnya berwarna belangbelang.
Gambar 2.1.1 Adolf Meyer
Menurut Meyer, penyakit mosaik pada daun tembakau tersebut dapat menular.
Hal ini dibuktikan dengan menyemprotkan ekstrak daun tembakau yang telah
tertulari penyakit mosaik ke tanaman tembakau yang masih normal (segar). Setelah
diamati ternyata daun yang semula normal tersebut menjadi berwarna hijau
kekuning-kuningan

(berbintik-bintik

kuning).

Setelah

dilakukan

penelitian,

penyebab penyakit tersebut adalah mikroba yang kecil sekali dan hanya dapat dilihat
dengan menggunakan mikroskop elektron.

Gambar 2.1.2 Mikroskop Elektron

Berlanjut pada tahun berikutnya, tepatnya 1892, seorang tokoh bernama


Dimitri Ivanowsky yang berasal dari Rusia secara serius mengamati getah pada
daun tembakau. Ia mendapati fakta bahwa getah tersebut, meski telah disaring,
masih bisa menjadi penyebab penyakit yang di kemudian hari dikenal dengan nama
Mosaik. Dimitri kemudian menyimpulkan dua kemungkinan. Pertama, bakteri yang
diduganya menjadi penyebab penyakit pada tembakau memproduksi toksin dalam
ukuran yang sangat kecil sehingga tidak bisa terfilter saringan. Kemungkinan kedua
adalah adanya organisme selain bakteri dalam ukuran yang sangat kecil.

Gambar 2.1.3 Dimitri Ivanowsky

Kemungkinan pertama tadi kemudian tereliminasi berdasarkan hasil penelitian


lanjutan seorang tokoh bernama Martinus Beijerinck. Ia menemukan fakta bahwa
getah daun tembakau tadi tidak kehilangan kemampuannya menyebar penyakit
setelah disaring. Martinus kemudian menyimpulkan bahwa patogen mosaic pada
tembakau bukanlah disebabkan oleh bakteri melainkan suatu faktor yang saat itu ia
namai

Cotagium

Vivum Fludium, yakni cairan

yang

berpotensi

membawa penyakit.

Gambar 2.1.4 Martinus Beijerinck.


Sejarah penemuan virus kemudian berlanjut pada fenomena lainnya, yakni
pada tahun 1898, tokoh bernama Forsch dan Loeffler menemukan penyakit pada
sapi yang mereka yakini tidak disebabkan oleh organisme yang bisa menembus filter
yang mampu menyaring bakteri. Kedua tokoh tersebut belum mengetahui bahwa
penyebabnya adalah virus. Baru pada tahun 1935, Wendell Meredith Stanley yang
berasal dari Amerika Serikat berhasil menemukan partikel yang menjadi penyebab
penyakit mosaic pada tanaman tembakau. Wendell kemudian mengkristalkan
organisme mikroskopik tersebut yang ia namai Virus Mosaik Tembakau.

Gambar 2.1.5 Wendell Meredith Stanley

Gambar 2.1.6 Virus Tembkau dan Tembakau yang terserang virus


Partikel yang ditemukan Wendell tersebut merupakan virus pertama yang
ditemukan di dunia. Jadi, meski keberadaan virus ini telah diketahui jauh sebelum
Wendell, namun bisa dikatakan penemu virus yang pertama kali tetaplah Wendell.
Selain menandai sejarah penemuan virus, penyebab penyakit mozaik tersebut juga
dikenal sebagai virus.
2.2 Pengertian Virus
Istilah virus berasal dari bahasa Latin, VIRION yang berarti racun. Hal ini
disebabkan karena hampir semua virus mengakibatkan penyakit baik pada hewan,
tumbuhan dan manusia. Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang
menginfeksi sel organisme biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam
material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena
virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Dalam sel
inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya.
Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat yang diselubungi semacam
bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi
ketiganya. Genom virus menyandi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan
genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.
Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel
eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara
istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel
prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).
Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak
dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas. Karena karakteristik khasnya ini

virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus
influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya virus mosaik tembakau).
2.3 Ciri Ciri Virus
Ciri-ciri virus meliputi ukuran, bentuk, struktur dan fungi, cara hidup
serta cara reproduksinya.

a. Ukuran virus
Ukuran virus berkisar antara 25-300 nm. Virus yang berukuran 25 nm
dijumpai pada virus penyebab polio. Sedangkan virus yang berukuran 100 nm
misalnya Bakteriofag atau virus T (Bacteriophage atau phage), yaitu virus yang
berukuran lebih kurang 300 nm contohnya adalah TMV ( Tobacco Mosaic
Virus).

Gambar 2.3.1 Beberapa ukuran virus

b.

Bentuk tubuh
Bentuk

tubuh virus sangat bervariasi . Virus yang berbentuk bulat

contohnya adalah virus influenza (Influenza virus) dan HIV penyebab AIDS.
Virus juga ada yang berbentuk oval, seperti virus rabies (Rabiez virus). Bentuk
batang dijumpai pada TMV , bentuk jarum dijumpai pada Tungrovirus (virus
penyebab kekerdilan pada batang padi), dan bentuk seperti huruf T dijumpai
pada Bakteriofag. Sedangkan bentuk polihedral contohnya adalah pada
Adenovirus (penyebab penyakit demam).

Gambar 2.3.2 Rabiez virus (kiri) dan Tungrovirus (kanan)

Gambar 2.3.3 Beberapa bentuk Virus

c. Struktur dan fungsi


Tubuh virus bukan merupakan sel (aseluler), tidak memiliki inti sel,
sitoplasma, dan membran sel, tetapi hanya memiliki kapsid sebagai pelindung
luar. Virus berupa partikel (molekul) yang disebut virion. Tubuh virus yang
berupa Kristal atau partikel inti lebih menunjukkan ciri mineral daripada ciri
kehidupan. Oleh karena itu ada anggapan bahwa virus bukan makhluk hidup.

Struktur tubuh virus yang kita gunakan sebagai contoh dalam


pembahasan ini adalah struktur tubuh Bakteriofag (virus T). Tubuh virus T
terbagi atas bagian kepala dan bagian ekor. Bagian kepala terbungkus oleh suatu
selubung dari protein yang disebut kapsid. Kapsid mempunyai fungsi sebagai
pemberi bentuk pada virus, dan juga berfungsi sebagai pelindung bagian dalam
tubuh virus. Bagian di luar kapsid terdapat selubung yang tersusun dari lipida
dan karbohidrat.

Gambar 2.3.4 Struktur tubuh bakteriofag

Di dalam tubuh virus (isi tubuh virus) terdapat materi genetik sederhana
yang terdiri dari senyawa asam nukleat yang berupa ADN atau ARN. Bentuk
ADN dan ARN tergantung pada spesifikasi virus. Setiap jenis virus hanya
memiliki 1 macam molekul materi genetik, yaitu ADN saja atau ARN saja.
Materi genetik tersebut dapat berupa rantai ganda yang berpilin atau rantai
tunggal, dengan bentuk memanjang, lurus, atau melingkar.

Gambar 2.3.5 Materi Genetik (DNA atau RNA saja)

Bentuk kapsid pada virus bermacam-macam, ada yang bulat, oval,


batang, polihedral, atau seperti huruf T. Pada beberapa virus, misalnya virus
flu dan herpes, di luar kapsid masih terdapat struktur tambahan yang berupa
kapsul pembungkus atau amplop. Kapsul pembungkus ini berfungsi membantu
virus untuk menyerang (menginfeksi) tubuh inang atau hospes, sehingga tubuh
inang tersebut menderita suatu penyakit.

Gambar 2.3.6 Struktur Kapsid pada Virus Influensa

d. Cara Hidup
Virus tidak dapat hidup di alam secara bebas, melainkan harus berada didalam
sel makhluk hidup yang lain. Berbagai makhluk hidup dapat terserang virus,
misalnya manusia, hewan, tumbuhan dan bakteri.
Virus yang menginfeksi bakteri disebut sebagai bakteriofag atau disingkat fag.
Virus yang menginfeksi manusia dan menyebabkan penyakit pada manusia,
misalnya cacar, polio, hepatitis, mata belek, influenza, demam berdarah, diare, ebola,
dan AIDS. AIDS disebabkan oleh HIV yang menyerang sistem kekebalan tubuh.
Virus yang menginfeksi hewan misalnya yang menyebabkan penyakit sampar pada
ayam, anjing gila (rabies), dan penyakit kuku pada ternak. Virus yang menyerang
tumbuhan misalnya penyebab penyakit mosaik pada tembakau, kanker pada jeruk,
dan busuk pada sayuran.
Virus yang menyerang tanaman biasanya ditularkan pada serangga. Serangga
yang mengisap atau memakan tanaman yang terkena virus dapat menularkannya ke
tanaman lain. Virus yang menyerang manusia dapat ditularkan baik secara kontak
langsung maupun tak langsung dengan penderita. Polio dan hepatitis dapat
ditularkan melalui air sumur yang tercemar, piring makan, sendok makan, dll. Cacar,
mata belek dan polio dapat ditularkan melalui kontak langsung. Demam berdarah
ditularkan oleh nyamuk aedes agypti. HIV ditularkan melalui darah, cairan sekresi
vagina, semen (ejakulasi), air susu, hubungan kelamin, jarum suntik, dan transfusi
darah. Selain itu juga dapat ditularkan melalui plasenta ibu hamil ke janinnya.
Virus harus dibiakkan didalam jaringan makhluk hidup. Di laboratorium, virus
dapat dibiakkan didalam embrio telur ayam

e. Cara berkembang biak

Virus hanya dapat berkembang biak pada sel-sel hidup dan untuk
reproduksinya virus hanya memerlukan asam nukleat. Karena dapat
melakukan reproduksi, maka virus dianggap sebagai makhluk hidup
(organisme).
Di dalam proses reproduksi, virus memerlukan lingkungan sel hidup (di
dalam jaringan tubuh) sehingga virus memerlukan organisme lain sebagai
inang atau hospesnya. Contoh organisme yang menjadi hospes virus adalah
bakteri, jaringan embrio, hewan, tumbuhan, dan manusia. Proses reproduksi
virus disebut replikasi (penggandaan diri tubuh virus). Proses replikasi virus
semenjak menempel pada sel inang sampai terbentuknya virus yang baru
melibatkan siklus litik dan siklus lisogenik.

Gambar 2.3.7 Siklus litik dan lisogenik Bakteriofag


Siklus litik adalah replikasi virus yang disertai dengan matinya sel inang
setelah terbentuk anakan virus yang baru. Siklus litik virus yang telah berhasil
diteliti oleh para ilmuwan adalah siklus litik virus T (Bacteriophage), yaitu virus
yang menyerang bakteri Escherichia coli (bakteri yang terdapat di dalam colon atau
usus besar manusia).
Siklus litik Bakteriofag terdiri atas 5 fase, yaitu fase adsorbsi, fase penetrasi sel
inang, fase eklifase, fase replikasi, dan fase pemecahan sel inang. Berikut
penjelasannya :

1)

Fase Adsorbsi
Pada fase ini, ujung ekor Bakteriofag menempel atau melekat pada bagian

tertentu dari dinding sel bakteri yang masih dalam keadaan normal. Daerah itu
disebut daerah reseptor (receptor site atau receptor spot). Virus yang menyerang
bakteri E. coli, memiliki lisozim (lisozyme) yang berfungsi merusak atau
menselubungi dinding sel bakteri.
2)

Fase injeksi
Pada fase ini, kulit ujung ekor virus T dan dinding sel bakteri E. coli yang telah

menyatu tersebut larut hingga terbentuk saluran dari tubuh virus T dengan
sitoplasma sel bakteri. Melalui saluran ini ADN virus merusak ke dalam sitoplasma
bakteri dan bercampur dengannya.
3)

Fase eklifase
Pada fase ini, setelah bercampur dengan sitoplasma bakteri, ADN virus

mengambil alih kendali ADN bakteri. Pengendalian ini terjadi di dalam proses
penyusunan atau sintesis protein di dalam sitoplasma bakteri. Seterusnya ADN virus
mengendalikan sintesis protein kapsid virus.
4)

Fase replikasi (fase sintesis : penyusunan)


Virus baru pada fase ini mulai dibentuk. ADN virus T mengadakan

pembentukan atau penyusunan ADN virus yang baru, dengan menggunakan ADN
bakteri sebagai bahan materinya, serta membentuk selubung protein kapsid virus.
Maka terbentuklah beratus-ratus molekul ADN baru virus yang lengkap dengan
selubungnya. Setiap sel bakteri E.coli yang diserang oleh virus T dapat
menghasilkan 200-300 virus T yang baru.
5)

Fase pemecahan sel inang atau litik


Setelah terbentuk virus T yang baru, dinding sel bakteri akan pecah (litik).

Selanjutnya sejumlah virus T yang baru tersebut akan keluar dan siap untuk
menyerang sel bakteri E.coli yang baru (yang lain).
Selain secara litik, reproduksi virus juga bisa terjadi secara lisogenik. Pada
siklus lisogenik, ADN atau ARN virus menempel pada kromosom sel inang
(membentuk profage) dan mengadakan replikasi. Bedanya dengan siklus litik, pada

siklus lisogenik sel inang tidak pecah atau mati, sehingga setiap kali sel inang
membelah di dalamnya juga terdapat virus-virus yang berkembangbiak.
Daur lisogenik diawali dengan fase adsorbsi, dan injeksi seperti daur litik.
Setelah itu, virus masuk ke penggabungan, fase pembelahan, fase sintesis, fase
perakitan, dan akhirnya fase litik.
a. Fase Adsorbsi
Pada fase ini, ujung ekor Bakteriofag menempel atau melekat pada bagian
tertentu dari dinding sel bakteri yang masih dalam keadaan normal. Daerah
itu disebut daerah reseptor (receptor site atau receptor spot). Virus yang
menyerang bakteri E. coli, memiliki lisozim (lisozyme) yang berfungsi
merusak atau menselubungi dinding sel bakteri.
b. Fase Injeksi
Pada fase ini, kulit ujung ekor virus T dan dinding sel bakteri E. coli yang
telah menyatu tersebut larut hingga terbentuk saluran dari tubuh virus T
dengan sitoplasma sel bakteri. Melalui saluran ini ADN virus merusak ke
dalam sitoplasma bakteri dan bercampur dengannya.
c. Fase Penggabungan
Ketika memasuki fase injeksi, DNA virus masuk kedalam tubuh bakteri.
Selanjutnya, DNA virus menyisip kedalam DNA bakteri atau melakukan
penggabungan. DNA bakteri berbentuk sirkuler, yakni seperti kalung yang
tidak berujung dan berpangkal. DNA tersebut berupa benang ganda yang
berpilin.
Mula-mula DNA bakteri putus, kemudian DNA virus menggabungkan diri
diantara benang yang putus tersebut, dan akhirnya terbentuk DNA sirkuler
baru yang telah disisipi DNA virus. Dengan kata lain, didalam DNA bakteri
terkandung materi genetic virus.
d. Fase Pembelahan
Dalam keadaan tersambung itu, DNA virus tidak aktif, yang dikenal
sebagai profag. Oleh karena DNA virus menjadi satu dengan DNA bakteri,
maka jika DNA bakteri melakukan replikasi, profag juga ikut melakukan
replikasi. Misalnya saja jika bakteri akan membelah diri, DNA bakteri
mengopi diri dengan proses replikasi. Dengan demikian, profag juga ikut
terkopi. Terbentuklah dua sel bakteri sebagai hasil pembelahan dan dalam

setiap sel anak bakteri terkandung profag yang identik. Demikian


seterusnya hingga proses pembelahan bakteri berlangsung berulang kali
sehingga setiap sel bakteri yang terbentuk didalamnya terkandung profag.
Dengan demikian jumlah profag mengikuti jumlah sel bakteri yang
ditumpanginya.
e. Fase Sintesis
Oleh karena satu dan lain hal, misalnya karena radiasi atau pengaruh zat
kimia tertentu, profag tiba-tiba aktif. Profag tersebut memisahkan diri dari
DNA bakteri. Selanjutnya, DNA virus mengadakan sintesis, yakni
mensintesis protein untuk digunakan sebagai kapsid bagi virus-virus baru.
Selain itu, DNA virus juga melakukan replikasi DNA sehingga DNA virus
menjadi banyak.
f. Fase Perakitan
Kapsid-kapsid dirakit menjadi kapsid virus yang utuh, yang berfungsi
sebagai selubung virus. Kapsid virus yang terbentuk mecapai 100-200
kapsid baru. Selanjutnya, DNA hasil replikasi masuk ke dalamnya guna
membentuk virus-virus baru.
g. Fase Litik
Setelah terbentuk virus-virus baru terjadilah lisis sel bakteri (uraian sama
dengan daur litik). Virus-virus yang terbentuk berhamburan keluar dari sel
bakteri lalu menyerang bakteri baru. Dalam daur selanjutnya, virus dapat
mengalami daur litik atau daur lisogenik. Demikian seterusnya.

2.4 Klasifikasi Virus


Berikut adalah klasifikasi virus berdasarkan ciri-ciri tertentu.
1) Berdasarkan kandungan asam nukleatnya, virus diklasifikasikan menjadi dua.
a. Ribovirus (virus RNA), yaitu virus yang asam nukleatnya berupa RNA. Contoh
togavirus (penyebab demam kuning dan ensefalitis), arenavirus (penyebab
meningitis),

picornavirus

(penyebab

polio),

orthomyxovirus

(penyebab

influenza), paramyxovirus (penyebab pes pada ternak), rhabdovirus (penyebab


rabies), hepatitisvirus (penyebab hepatitis pada manusia), dan retrovirus (dapat
menyebabkan AIDS).

b. Deoksiribovirus (virus DNA), yaitu virus yang asam nukleatnya berupa DNA.
Contoh virus herpes (penyebab herpes), poxvirus (penyebab kanker seperti
leukemia dan limfoma, ada pula yang menyebabkan AIDS), mozaikvirus
(penyebab bercak-bercak pada daun tembakau), dan papovavirus (penyebab kutil
pada manusia/ papiloma).

2) Berdasarkan bentuk dasarnya, virus diklasifikasikan sebagai berikut.


a. Virus bentuk ikosahedral : bentuk tata ruang yang dibatasi oleh 20 segitiga
sama sisi dengan sumbu rotasi ganda. Contoh virus polio dan adenovirus.
b. Virus bentuk helikal: menyerupai batang panjang, nukleokapsidnya tidak
kaku, berbentuk heliks, dan memiliki satu sumbu rotasi. Pada bagian atas
terlihat RNA virus dengan kapsomer, misal virus influenza dan TMV.
c. Virus bentuk kompleks
Struktur yang amat kompleks dan pada umumnya lebih lengkap dibanding
dengan virus lainnya. Contoh poxvirus (virus cacar) yang mempunyai selubung
yang menyelubungi asam nukleat.
3) Berdasarkan keberadaan selubung yang melapisi nukleokapsid, virus dibedakan
menjadi dua.
a. Virus berselubung, mempunyai selubung yang tersusun dari lipoprotein atau
glikoprotein. Contoh poxvirus, herpesvirus, orthomyxovirus, paramyxovirus,
rhabdovirus, togavirus, dan retrovirus.
b. Virus telanjang, Nukleokapsid tidak diselubungi oleh lapisan yang lain.
Contoh Adenoviruses, Papovaviruses, Picornaviruses, dan Reoviruses.
4) Berdasarkan jumlah kapsomernya, virus diklasifikasikan sebagai berikut.
a. Virus dengan 252 kapsomer, contoh adenovirus.

b. Virus dengan 162 kapsomer, contoh herpesvirus.


c. Virus dengan 72 kapsomer, contoh papovavirus.
d. Virus dengan 60 kapsomer, contoh picornavirus.
e. Virus dengan 32 kapsomer, contoh parvovirus
5) Berdasarkan sel inangnya, virus diklasifikasikan sebagai berikut.
a) Virus yang menyerang manusia, contoh HIV
b) Virus yang menyerang hewan, contoh rabies
c) Virus yang menyerang tumbuhan, contoh TMV
d) Virus yang menyerang bakteri, contoh virus T
2.5 Peranan Virus dalam Kehidupan Manusia
Virus ada yang bermanfaat bagi manusia, ada pula yang menimbulkan kerugian
bagi manusia. Berikut akan diuraikan contoh-contoh virus yang menguntungkan dan
yang merugikan.
2.5.1 Virus yang menguntungkan
Pada daur hidup lisogenik, salah satu fasenya adalah fase penggabungan. Pade
fase lisogenik, DNA virus menyambungkan diri ke DNA bakteri. Ini menyebabkan
didalam DNA bakteri terkandung profag (DNA virus). Dengan kata lain, didalam
bakteri terkandung materi genetik virus. Ketika profag aktif dan DNA bakteri
hancur, sebagian DNA bakteri yang tidak hancur ada yang terbawa DNA virus.
Dengan demikian, DNA virus dapat mengandung gen bakteri. Misalnya, didalam
DNA virus terkandung DNA bakteri pertama. Apabila virus ini menginfeksi bakteri
kedua, dan kemudian mengikuti daur lisogenik, maka didalam DNA bakteri kedua
ini terkandung DNA virus dan DNA bakteri pertama.
DNA materi genetik yang dapat menentukan sifat makhluk hidup. Jika DNA
berubah, maka sifat makhluk hidup pun berubah. Berdasarkan prinsip ini, jika
didalam bakteri kedua terdapat DNA virus dan DNA bakteri pertama maka sebagian
sifat bakteri pertama dapat dimiliki oleh bakteri kedua. Jadi, bakteri kedua memiliki
sebagian sifat bakteri pertama. berdasarkan prisip diatas, maka virus digunakan
untuk keperluan berikut ini :

a. Membuat antitoksin
Melihat kasus lisogenik ini, para pakar berpikir, bagaimana kala sebelumnya
didalam DNA virus digabungkan DNA (gen) lain yang menguntungkan, sehingga
sifat menguntungkan ini dimiliki oleh bakteri yang diinfeksi. Sebagai contoh,
kedalam DNA virus dsambungkan DNA (gen) manusia yang mengontrol sintesis
antitoksin (pelawan racun). Selanjutnya, gen tadi disambungkan ke sel bakteri oleh
virus lisogenik. Sel bakteri ini kini memuat gen manusia, yakni gen penghasil
antitoksin. Dengan kata lain bakteri yang semula tidak dapat menghasilkan
antitoksin manusia, sekarang mampu memproduksi antitoksin manusia.
Apabila bakteri terus menerus membelah diri, berarti setiap sel bakteri baru
yang dihasilkan akan mengandung DNA manusia dan mampu memproduksi
antitoksin. Antitoksin yang diproduksi dapat dipisahkan dan digunakan untuk
melawan penyakit pada manusia. Bakteri yang demikian dipelihara terus menerus.
Tentu saja diusahakan agar DNA virus yang tergabung itu tidak kumat lagi, agar
DNA virus tidak pergi dari dalam sel bakteri. Dari uraian diatas dapat disimpulkan
bahwa virus dapat dititipi gen manusia atau gen organisme lain untuk dimasukkan
kedalam sel bakteri sehingga sel bakteri tersebut membawa sifat gen yang dititipkan
tersebut.
b. Melemahkan Bakteri
Contoh lain tentang virus yang menguntungkan adalah virus yang menyerang
bakteri pathogen. Jika DNA virus lisogenik masuk kedalam DNA bakteri pathogen,
maka bakteri tersebut menjadi tidak berbahaya. Misalnya bakteri penyakit difteri dan
bakteri penyebab demam scarlet yang berbahaya akan berubah sifat menjadi tidak
bebahaya jika didalam DNA-nya tersambung oleh profag.
c. Memproduksi Vaksin
Selain itu, beberapa virus digunakan untuk memproduksi vaksin. Vaksin adalah
pathogen yang telah dilemahkan sehingga jika menyerang manusia, tidak berbahaya
lagi. Karena diberi vaksin, tubuh manusia akan memproduksi antibody. Kelak jika
pathogen yang sesungguhnya menyerang, tubuh telah kebal Karena berhasil
memproduksi antibody bagi pathogen tersebut.

Ada beberapa teknik yang digunakan dalam produksi vaksin, antara lain :
Inaktivasi vaksin dengan menggunakan formalin (vaksin tifoid dan polio).
Menggunakan bagian tertentu dari antigen mikroorganisme penyebab penyakit
untuk memicu respon imun.
Melemahkan

mikroorganisme

hidup

dengan

merekayasa

kondisi

pertumbuhannya.
Vaksin yang dibuat daru racun (toksin) yang sering disebut toksoid.
Menggunakan organisme yang hampir sama dengan virulen tetapi tidak
menimbulkan gejala serius.
d. Berperan dalam bioteknologi
Contoh Baculovirus dapat digunakan sebagai pestisida

biologis untuk

membunuh serangga pada tanaman budidaya.


e. Teknik rekayasa genetika dilakukan dengan memanfaatkan gen dari
mikroorganisme penyebab penyakit agar dapat menghasilkan antigen.
Beberapa pakar biologi terutama yang berkecimpung dalam bidang rekayasa
genetika justru banyak terbantu dengan keberadaan virus ini.
Berikut adalah beberapa manfaat dari penciptaan virus ini :

Virus dapat digunakan untuk memproduksi interveron yaitu sejenis senyawa yang
dimanfaatkan untuk mencegah replikasi virus di dalam sel induk.

Virus juga dimanfaatkan untuk pembuatan vaksin berbagai jenis mikroba


penyebab penyakit bagi manusia seperti: vaksin sabin dan salk untuk mencegah
penyakit polio vaksin pasteur untuk mencegah penyakit rabies.

Virus juga dapat dimanfaatkan sebagai antibakterial karena dapat menghancurkan


bakteri-bakteri yang mengganggu pada produk-produk makanan yang diawetkan.

Virus juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan insulin. Sebagai contoh
virus penyebab kanker dapat dicangkokkan bersama dengan gen-gen penghasil

insulin atau zat lain ke bakteri sehingga bakteri tersebut dapat berkembangbiak
dengan cepat dan sekaligus memproduksi insulin atau zat lain.

Beberapa virus dapat dimanfaatkan untuk re-kombinasi genetika. Melalui terapi


gen, gen penyebab inveksi yang terdapat di dalam virus dapat diubah menjadi gen
baik (gen Penyembuh).

Virus bermanfaat sebagai antibodi pada serum darah sebagaimana sekresi pada
membran mukosa yang membantu tubuh menghancurkan unsur-unsur asing
seperti virus (virus melawan virus).

Virus berguna sebagai sebagai model sistem untuk mempelajari peristiwaperistiwa yang mengendalikan informasi genetik, karena virus sebenarnya adalah
potongan-potongan informasi genetik yang berbeda dengan informasi genetik sel.

2.5.2 Virus yang merugikan


a. Penyakit pada tumbuhan
1) Mozaik
Disebut mozaik karena pada tanaman yang terinfeksi (tomat, labu dan
tembakau) menunjukkan bercak-bercak pada daunnya atau buahnya. Misalnya,
penyakit mozaik pada tanaman tembakau yang disebabkan tanaman diserang virus
Tobacco Mozaik Virus (TMV).

Gambar 2.6.2.1 Penyakit Mosaik oleh TMV

2) Burik kuning
Burik kuning menyerang pada tanaman padi dan aster melalui plasmodesmata
sehingga menyebar ke seluruh tubuh tanaman. Ini disebabkan plasmodesmata
berfungsi untuk menghubungkan ruang-ruang antar sel.

3) Kerdil
Tanaman yang terserang virus tungro, pertumbuhannya akan terhambat
sehingga tampak kerdil, penyebarannya oleh perantara serangga wereng coklat dan
wereng hijau berpindah dari tanaman satu ke tanaman lainnya. Untuk mengatasi
virus tungro ini pemerintah telah menggalakan penanaman padi VUTW (varietas
unggul tahan wereng).
b. Penyakit pada hewan
1) Polyoma penyebab tumor
Penyakit yang disebabkan virus circovirus (Beak and Feather Disease) dan virus
polyoma adalah penyakit paling umum yang menyebabkan burung kesulitan
memproduksi bulu.

Gambar 2.6.2.2 Virus polyoma dan ayam yang terserang polyoma


2) New Castle Disease (NCD), Menyerang sistem saraf pada ternak unggas,
misalnya ayam. NCD umumnya disebut dengan tetelo.

Gambar 2.6.2.3 Virus Tetelo


3) Virus Rabies yang dapat menyerang pada anjing, kucing, rakun serta monyet.
Rabies adalah penyakit infeksi tingkat akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan
oleh virus rabies. Penyakit ini bersifat zoonotik, yaitu dapat ditularkan dari hewan ke
manusia. Virus rabies ditularkan ke manusia melalui gigitan hewan misalnya oleh
anjing, kucing, kera, rakun, dan kelelawar. Rabies disebut juga penyakit anjing gila.
Salah satu ciri anjing yang terkena rabies adalah terus-menerus mengeluarkan air liur.

Gambar 2.6.2.3 Virus Rabies


4) Adenovirus penyebab penyakit saluran pernafasan, beberapa menyebabkan tumor
pada hewan tertentu.

Gambar 2.6.2.4 Adenovirus


c. Penyakit pada manusia
1) AIDS
AIDS atau (Acquired Immune Deficiency Syndrom) adalah penyakit yang
menyebabkan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh
virus HIV (Human Immunodeficiensy Virus). Penyakit itu dapat ditularkan melalui
kontak biasa seperti melalui luka-luka di kulit, selaput lendir, hubungan seksual,
transfusi darah, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, dari ibu yang menderita
penyakit AIDS kepada anak yang sedang dikandungnya. Hingga kini belum ada
vaksin untuk mencegah penyakit AIDS. HIV merupakan golongan virus yang jarang
terdapat pada manusia, yaitu retrovirus.
Retrovirus merupakan virus RNA yang dapat membuat DNA melalui proses
transkripsi balik. Oleh karenanya, virus ini melengkapi diri dengan enzim spesifik
reverse transcriptase. HIV menyerang limfosit T4 yang mempunyai peranan penting
dalam mengatur imunitas. Seseorang yang mengidap HIV jumlah limfosit T akan
menurun. Sekali terinfeksi HIV maka seumur hidup orang tersebut akan membawa
virus HIV. Virus HIV terdapat pada darah, cairan sperma, cairan yang dihasilkan
vagina dan cairan tubuh lainnya dari penderita AIDS.

Gambar 2.6.2.5 Retrovirus


2) Hepatitis (Pembengkakan Hati)
Pada penyakit ini , virus menyerang hati penderita hingga membengkak,
mengakibatkan empedu beredar keseluruh tubuh. Akibatnya, kulit dan bola mata
penderita berwarna kuning. Itulah sebabnya penyakit ini disebut penyakit kuning.
Saat ini dikenal ada lima virus hepatitis yang dapat menginfeksi manusia yaitu
virus yang menyebabkan hepatitis A, B, C, D dan E. Hepatitis A dan E tergolong
ringan dan dapat pulih dalam beberapa minggu. Hepatitis B, C dan D dapat
menyebabkan hepatitis kronis yang diderita selama hidup.

Gambar 2.6.2.6 Hepatitis Virus


Hepatitis A disebabkan oleh virus HAV (Hepatitis A Virus) dari genus
heparnavirus. Penyakit hepatitis B disebabkan oleh virus HBV (Hepatitis B Virus)
dari genus orthohepadnavirus. Penyakit hepatitis C disebabkan oleh HCV (Hepatitis
C Virus) dari genus Hepacivirus. Penyakit hepatitis D disebabkan oleh HDV
(Hepatitis D Virus) dari genus Deltavirus. Penyakit hepatitis E disebabkan oleh HEV
(Hepatitis E Virus) dari genus Hervesvirus.

Gambar 2.6.2.7 Virus Hepatitis B (kiri) dan Hepatitis C (kanan)


3) Demam Berdarah Dengue (DBD)
Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue, yang termasuk genus
flavivirus. Ada beberapa subtipe virus ini, misalnya DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan
DEN-4. Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti
menunjukkan gejala panas tinggi mendadak dan terus menerus selama 2-7 hari,
nafsu makan dan minum turun, lemah, mual, muntah, sakit kepala, sakit perut, nyeri
ulu hati, bintik merah di kulit, pendarahan di gusi dan hidung, berak darah dan
muntah darah. Pada tingkat yang lebih parah terjadi pendarahan pada organ-organ
tubuh

sehingga

dapat

menyebabkan

kematian.

Pendarahan

menyebabkan jumlah trombosit (zat pembeku darah) menurun.

Gambar 2.6.2.8 Daur hidup flavivirus


4) Influenza

karena

virus

Penyakit ini menyerang semua manusia. Virus influenza berbentuk bola. Asam
nukleatnya terdiri dari 8 bagian RNA yang berbeda didalam kapsid. Kapsid terdiri
dari membran protein dan molekul glikoprotein. Ada lebih dari 200 macam virus
penyebab influenza yang telah diketahui. Bagian yang diserang oleh virus influenza
adalah saluran napas bagian atas, hingga timbul ingus. Orang yang baru saja sembuh
dari influenza dapat terserang lagi. Sebenarnya orang tersebut sudah kebal terhadap
virus influenza yang baru menyerangnya. Influenza disebabkan oleh infeksi virus
Orthoneovirus, ditularkan lewat udara dan masuk ke alat-alat pernafasan. Tanda dan
gejalanya adalah demam, sakit kepala, nafsu makan menurun, nyeri otot, biasanya
akan sembuh sendiri dalam 3-7 hari. Pencegahan dengan jalan menjaga daya tahan
tubuh serta menghindari interaksi dengan penderita.

Gambar 2.6.2.9 Influenza Virus


5) SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) atau sindrom pernafasan akut.
Pada pertengahan Maret 2003, dunia digemparkan oleh kemunculan penyakit
infeksi virus baru, yaitu Sindrom Pernapasan Akut Parah (Severe Acute Respiratory
Syndrome). Penyakit ini lebih dikenal sebagai SARS. SARS diduga disebabkan oleh
virus baru yang bermutasi dari virus Corona. Virus ini menyerang sistem pernafasan.
6) Polio
Virus polio memiliki capsid dengan bentuk icosahendral, virionnya tidak
berselubung, sferis dan berukuran 20-30 nm, termasuk RNA virus. Manusia
merupakan satu-satunya inang alami virus polio dan pada umumnya polio
menyerang anak-anak. Masa inkubasi virus ini 3-35 hari, tapi umumnya antara 7-14
hari. Sumber utama virus ini dari saluran usus orang yang terinfeksi. Feses orang
tersebut mengandung virus polio yang dapat menular lewat mulut melalui makanan

yang terkontaminasi olehnya. Virus ini menyerang sel-sel yang membatasi saluran
pencernaan dan selsel susunan saraf pusat, masuk ke dalam tubuh melalui makanan,
minuman atau pernafasan

Gambar 2.6.2.10 Virus Polio


7) Smallpox (cacar)
Cacar adalah penyakit akut, fatal dan sering epidemik. Cacar menyerang tubuh
dan menimbulkan luka pada sekujur tubuh dan wajah. Virus cacar (virus varicela,
smallpox virus) merupakan virus DNA dengan ukuran 250 x 400 nm. Virus ini dapat
bertahan hidup di luar sel inang. Manusia merupakan satusatunya inang alami virus
ini, meskipun dapat pula menyerang kera Infeksi awal virus variola pada manusia
terjadi pada membran mukosa saluran pernafasan bagian atas. Virus ini
memperbanyak diri dalam mukosa dan jaringan limfa sehingga terjadi verimia
pertama.

Gambar 2.6.2.11 Virus variola penyebab cacar

8) Flu burung
Flu Burung disebabkan oleh virus influenza tipe A, dulu hanya menginfeksi
unggas, tetapi belakangan ditemukan juga di kuda, babi, kucing dan manusia. Virus
ini dapat berkembang dan melintas, pindah dari unggas ke manusia, ada banyak
subtipe virus influenza ini karena jenis virus ini mudah sekali bermutasi atau
berubah bentuk, tetapi berubahnya tidak langsung total. Secara kasar, misalnya
sekarang virus ini bertangan dua, besok dapat berubah bertangan dua setengah.
Karena mudah berubah maka seseorang yang hari ini terkena flu dan telah sembuh,
besoknya dia bisa terkena flu lagi.
Cara penularan virus ini melalui pernafasan dan juga dari debu atau udara,
penularan dari unggas terutama dari droplet (lendir yang terutama dari hidung
unggas). Lendir tersebut dapat menginfeksi lewat air, wadah pakan dan kotoran
(faeces). Pada manusia penularannya dapat lewat ingus atau saat bersin, sedangkan
perpindahan virus dari unggas ke manusia melalui udara.
Masa inkubasi setelah terinfeksi virus ini sekitar 3 hari, artinya pada hari ke-3
setelah terinfeksi, penderita akan menunjukkan gejala-gejala penyakit. Meskipun
sekarang ini belum ditemukan bukti perpindahan flu burung dari manusia ke
manusia, sebaiknya orang terdekat di sekitar penderita tidak kontak dulu atau
membatasi kontak dengan penderita. Jika harus kontak, lebih baik menggunakan
masker

Gambar 2.6.2.12 Avian Flu


9) Campak
Penyakit campak disebabkan oleh morbillivirus. Masa inkubasi virus ini 7 -11
hari, dengan gejala demam, bersin, batuk, pilek, mata merah, dan timbul ruam
bercak cokelat pada kulit. Penyakit campak dapat menular, namun satu kali infeksi
dapat memberikan kekebalan seumur hidup. Campak bersifat endemik dan kira-kira
berulang setiap 2- 3 tahun. Pencegahannya dilakukan dengan cara pemberian vaksin.
Vaksin campak merupakan bagian dari imunisasi rutin pada anak-anak. Vaksin
biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman
(vaksin MMR/mumps, measles, rubella), disuntikkan pada otot paha atau lengan
atas.

Gambar 2.6.2.12 Penyakit campak


10) Herpes Simplex
Virus ini menyerang membran lendir di mulut, alat kelamin, mata dan kulit.
Kulit yang terserang tersa sakit, panas, memerah dan melepuh. Ada dua tipe virus
penyebab herpes, yaitu HSV (Herpes Simplex Virus) tipe 1 dan HSV tipe 2. HSV
tipe 1 biasanya menyerang bibir, mulut, hidung, dagu, dan pipi. Umumnya
menginfeksi bayi dan anak-anak. HSV tipe 1 dapat berpindah melalui ciuman,
berbagi alat makan dan handuk. HSV tipe 2 menyerang alat kelamin dan ditularkan
melalui hubungan seksual.

Gambar 2.6.2.13 Herpes Simplex


11) Gondongan
Gondongan adalah penyakit pembengkakan kelenjar parotis (kelenjar ludah)
yang dapat menular. Pembengkakan dan rasa nyeri akan lebih terasa ketika menelan
makanan yang bersifat asam. Gondongan disebabkan oleh Paramyxovirus. Penyakit
gondongan ini harus segera diobati karena termasuk penyakit membahayakan yang
dapat menyebabkan komplikasi. Komplikasi terjadi dimana virus dapat menyerang
organ lain selain kelenjar parotis atau kelenjar air liur.

Gambar 2.6.2.14 Gondong


12) Penyakit Ebola
Virus ebola pada awalnya menyerang sejenis kera di hutan Afrika. Disebut
virus ebola karena ditemukan di sungai Ebola di Zaire, Afrika. Pada tahun 1976
diketahui bahwa virus ini dapat menyerang manusia dan menimbulkan kematian.

Penularan pada manusia dapat disebabkan kontak kulit dengan penderita dan dari
cairan tubuh penderita. Penderita mengalami pendarahan disekujur tubuhnya.
Pada manusia, mula-mula virus tersebut menyerang sel darah putih makrofag
dan jaringan fibroblas. Virus berkembang biak dan menetap di jaringan tersebut.
Selanjutnya virus menyebar menembus organ-organ tubuh dan menyerang lapisan
endotelium serta jaringan ikat di bawahnya. Setelah seminggu, penderita mengalami
pendarahan di dalam tubuhnya, menderita kerusakan ginjal serta hati. Pada saat
seperti ini penderita mengalami demam, sakit kepala yang hebat dan merasa sangat
capek. Berikutnya penderita mengalami penggumpalan darah dan pendarahan, baik
di dalam tubuh maupun di bagian luar tubuhnya, hingga akhirnya tak tertolong lagi.

Gambar 2.6.2.15 Virus ebola


13) Cacar Air dan Herpes Zoster
Cacar air dan herpes zoster disebabkan oleh virus yang sama, yaitu virus
Varicella zoster. Cacar air pada anak-anak adalah penyakit ringan, tetapi pada orang
dewasa dapat menyebabkan kematian. Masa inkubasi cacar air antara 14-16
hari.Virus terdapat dilendir saluran pernapasan dan kemudian masuk kedarah dan
beredar ketubuh, terutam kulit. Gejala cacar air antara lain demam dan terbentuk
gelembung kulit kering. Jika tidak terjadi infeksi bakteri, luka akan sembuh tanpa
berbekas.

Gambar 2.6.2.16 Virus Varicella


Herpes zoster adalah infeksi saraf sensori oleh VZV (Varicella Zoster Virus).
Herpes zoster terjadi pada orang dewasa yang pernah terkena cacar air pada saat
kecil. Infeksi zoster sangat pedih dan hanya terdapat disepanjang saraf sensori yang
terinfeksi. Penderita dapat lumpuh jika infeksi terjadi di sumsum tulang belakang,
tetapi umumnya dapat sembuh dalam 2-4 minggu.
Cacar air dan herpes zoster saling berkaitan. Setelah cacar air sembuh, virus
tinggaldi jaringan saraf. Virus tersebut dapat menjadi aktif dan jika kondisi tubuh
penderita lemah dapat menimbulkan herpes zoster.
14) Pilek ( Selesma)
Pilek disebarkan oleh ludah penderita yang terinfeksi dan kontak langsung.
Gejala penyakit ini tampak dalam waktu 12-28 jam setelah infeksi. Gejalanya adalah
tenggorokan kering, mata berair, hidung mengeluarkan cairan dan membran hidung
membesar sehingga susah bernapas.

Tabel 2.6.1 Beberapa virus, penyakit yang ditimbulkan, bagian tubuh yang
diserang serta cara penularannya
No.
1.

Nama
Virus
Virus

Penyakit yang
Ditimbulkan
Cacar

Cacar

Bagian Tubuh yang

Cara Penularannya

Diserang
Saluran pernapasan

Melalui kontak

bagian atas dan

langsung dengan

menyebar melalui

sumber infeksi,

darah

sekresi hidung, mulut,


dan benda yang telah
terkontaminasi oleh
virus, seperti handuk,
washlap, selimut,

2.

Virus

3.

Influenza
Virus Polio

Influenza

Bagian atas saluran

baju, dan seprai


Melalui udara

Polio

pernapasan
Selaput otak dan

Melalui feses orang

merusak sel saraf

yang telah terserang

otak depan

polio dan melalui


makanan/minuman
yang telah

4.

Otak, kelenjar

terkontaminasi
Kontak langsung,

Gondong /

parotid, pankreas,

percikan ludah

Virus RNA

dan jantung

(droplet), muntahan,

Virus

Gondong

dan bisa pula melalui


5.

6.

Virus

Rabies atau

Sistem saraf pusat

air kencing
Melalui gigitan dari

Rabies

Penyakit Anjing

penderita

hewan yang telah

Virus

Gila
Herpes Zoster

Saluran pernapasan

terinfeksi rabies
Melalui saluran

Varisela

atau Penyakit

bagian atas,

pernapasan dengan

Cacar Air

kemudian menyebar

cara airborne

7.

8.

Virus

Demam Berdarah

Dengue

(DBD)

Virus

Ebola

melalui darah dan

droplets dan secara

berhenti di dalam

kontak langsung

kulit
Pembuluh darah

Melalui gigitan
nyamuk Aedes

Sel darah

Ebola

Aegypti
Awalnya virus ebola
menyerang sel darah
putih makrofag dan
fibroblast, setelah itu
virus menyebar ke
seluruh jaringan
tubuh dan jaringan

9.

Kulit, selaput lendir,

ikat di bawahnya
Virus masuk ke

Herpes

mata, bibir, mulut,

dalam tubuh melalui

Simplex

alat kelamin, dan

luka kecil, pada bayi

kadang-kadang otak

virus sering

Virus

Herpes Simplex

ditularkan pada saat


dilahirkan

BAB III
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Virus adalah parasit yang berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis.
Beberapa hal mengenai virus antara lain :
1.

Asal mula penemuan virus dimulai tahun 1883 oleh ilmuwan Jerman Adolf Meyer dimana
ia menemukan daun tembakau berwarna hijau kekuning-kuningan dimana terdapat cairan
atau lendir. Penyakit ini disebut penyakit mosaik. Melalui penelitiannya penyebab penyakit
tersebut adalah mikroba yang sangat kecil dan hanya dapat dilihat dengan mikroskop
electron. Selanjutnya Dmitri Ivanovsky berhasil menemukan alat penyaring bakteri namun
saat digunakan untuk menyaring mikroba penyebab penyakit mosaik mikroba tersebut
dapat lolos dari saringan sehingga ia menyimpulkan bahwa mikroba tersebut lebih kecil
dari bakteri. Pada tahun 1897, M. Beljerinck ahli mikrobiologi Belanda menemukan fakta
bahwa mikroorganisme tersebut tidak dapat bereproduksi pada medium bakteri.
Selanjutnya Wendell M. Stanlye ilmuwan Amerika berhasil mengkristalkan makhluk hidup
tersebut dan diberi nama TMV (Tobacco Mosaic Virus).
Ciri-ciri virus adalah sebagai berikut :
Ukuran virus berkisar antara 25-300 nm.
Bentuk tubuh virus sangat bervariasi, ada yang bulat, oval, jarum, batang, seperti huruf
T dan juga bentuk polihedral.
Tubuh virus bukan merupakan sel. Struktur tubuh virus T terdiri dari bagian kepala dan
bagian ekor. Dimana pada bagian kepala terbungkus oleh protein yang disebut kapsid
yang dilindungi lipida dan karbohidrat. Di dalam tubuh virus terdapat materi genetik
sederhana yang terdiri dari asam nukleat berupa ADN atau ARN saja.
Virus hanya dapat hidup didalam sel makhluk hidup dan dapat mengkristal di luar sel
makhluk hidup.
Virus hanya dapat berkembang biak pada sel-sel hidup dan reproduksinya memerlukan
asam nukleat. Reproduksi virus terjadi dalam siklus litik dan lisogenik.

2.

Jika bakteriofag menginfeksikan genomnya ke dalam sel inang, maka virus hewan
diselubungi endositas atau jika terbungkus membrane, menyatu dengan plasmalema inang
dan melepaskan inti nukleoproteinnya ke dalam sel.

3.

Virus diklasifikasikan berdasarkan kombinasi asam nukleatnya (DNA atau RNA), rantai
asam nukleatnya (tunggal atau ganda) dan cara replikasinya.

4.

Beberapa peranan virus dalam kehidupan sehari-hari :


Virus yang menguntungkan dapat digunakan untuk membuat antitoksin, melemahkan
bakteri, memproduksi vaksin, dalam bidang bioteknologi Baculovirus digunakan
sebagai pestisida biologis dan virus juga digunakan untuk teknik rekayasa genetika.
Virus yang merugikan dapat menyebabkan penyakit pada tumbuhan seperti mozaik,
burik kuning dan kerdil pada tanaman. Sedangkan pada hewan dapat menyebabkan
Polyoma, NCD, rabies, dan penyakit saluran pernafasan.
Pada manusia virus dapat menyebabkan beberapa penyakit yaitu AIDS, hepatitis, DBD,
influenza, SARS, polio, cacar, flu burung, mata belek, campak, herpes, gondong,
kanker, ebola, herpes zoster, rabies dll.

5.

Pencegahan terhadap virus dilakukan oleh tubuh dimana sel darah putih dapat memakan
virus dan adanya antibodi yang mampu menyerang virus. Untuk penyembuhannya infeksi
virus diantisipasi dengan penggunaan antibiotic, makan-makanan yang bergizi dan istirahat
yang cukup.

DAFTAR PUSTAKA

Adi. 2011. Sejrah Penemuan Virus. http://adiwibawagde.wordpress.com/2011/07/25/sejarahpenemuan-virus. Diakses pada tanggal 3 Oktober 2015
Anonim. 2011. Penyebaran dan Pencegahan Virus. http://biologi.blogsome.com/2011/09/14/penyebarandan-pencegahan-virus/. Diakses pada tanggal 3 Oktober 2015

Anonim. 2012. Ciri dan Struktur Tubuh Virus. http://garda-pengetahuan.blogspot.com/2012/10/ciri-danstruktur-tubuh-virus.html. Diakses pada tangal 3 Oktober 2015
Anonim.

2013.

Menelusuri

Sejarah

Penemuan

http://kelasbiologiku.blogspot.com/2013/06/menelusuri-sejarah-penemuan-virus.html.

Virus.
Diakses

pada tanggal 3 Oktober 2015


Anonim.

2009.

Peranan

Virus

Dalam

Kehidupan

Manusia.

http://kedaibio.blogspot.co.id/2009/11/peranan-virus.html. Diakses pada tanggal 10 Oktober 2015


Anonim. 2015. Struktur dan Anatomy Virus. http://dinasuciwahyuni.blogspot.fr/2015/03/struktur-dananatomy-virus.html. Diakses pada tanggal 10 Oktober 2015
Rahma. 2011. Virus. http://nurrahma20.blogspot.co.id/2011/06/virus.html. Diakses pada tanggal 3
Oktober 2015.
Pober.

2011.

Pengertian

Virus,

Sejarah,

Ciri-Ciri,

Anatomi,

dan

Klasifikasi.

http://pobersonaibaho.wordpress.com/2011/02/22/pengertian-virus-sejarah-ciri-ciri-

anatomi-

reproduksi-klasifikasi/. Diakses pada tanggal 3 Oktober 2015

Reproduksi