Anda di halaman 1dari 6

I.

JUDUL
Pengenalan dan Penggunaan Mikroskop Cahaya
II. TUJUAN
1.
2.
3.
4.

Mengenal dan mengetahui bagian bagian mikroskop serta cara menggunakan mikroskop.
Memahami unsur unsur yang terdapat dalam objek penelitian.
Mempelajari cara menyiapkan bahan-bahan yang akan diamati dibawah mikroskop.
Mengajarkan kepada mahasiswa untuk terampil dalam menggunakan mikroskop dengan baik dan
aman.

III.

DASAR TEORI
Mikroskop (bahasa Yunani: micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat untuk melihat

objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan
menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat
oleh mata. Karena keterbatasan penglihatan manusia inilah yang menjadi dorongan para ilmuwan untuk
mencari alat yang bisa digunakan untuk mempermudah mengamati bagian tubuh mahluk hidup yang sangat
kecil itu yang dikenal dengan mikroskop. Pada umumnya mikroskop adalah alat utama yang digunakan
untuk mengamati benda-benda kecil. Mikroskop dapat mengamati berbagai macam ukuran mulai dari
ukuran 0,1 mm. Objek yang dipelajari dalam biologi adalah mahluk hidup, dan sebesar apapun mahluk
hidup tersebut pada dasarnya tersusun oleh sel-sel yang sangat kecil. Dengan munculnya mikroskop, ilmu
biologi berkembang dengan sangat pesat. Contohnya pada penemuan-penemuan baru khususnya di bidang
kesehatan yang berawal dari pengatan lensa mikroskop. Mikroskop optik terdiri atas 2 yaitu,mikroskop
biologi dan mikroskop stereo. Mikroskop biologi digunakan untuk pengamatan benda tipis transparan.
Penyinaran diberikan dari bawah dengan sinar alam atau lampu. Sedangkan Mikroskop stereo merupakan
jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk benda yang berukuran relative besar. Mikroskop stereo
memiliki perbesasaran 7 hingga 30 kali. Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat dilihat secara 3
dimensi. Lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung secara sederhana dan
garis besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang bersifat semu, terbalik, dan
diperbesar terhadap posisi benda mula-mula, baik pada mikroskop cahaya maupun mikroskop elektron. (Tim
pengajar, 2012).
Mikroskop terdiri atas kaki mikroskop yang dibuat berat dan kokoh agar mikroskop dapat berdiri stabil.
Mikroskop memiliki tiga sistem lensa, yaitu lensa obyektif, lensa okuler, dan kondensor. Fungsi lensa-lensa
tersebut yaitu :
a. Lensa okuler fungsinya memperbesar benda yang dibentuk oleh lensa okuler. Letak lensa

ini yaitu,

dekat dengan mata.


b. Lensa obyektif fungsinya untuk menentukan bayangan objektif serta memperbesar benda yang
diamati. Umumnya ada 3 lensa objektif dengan pembesaran 4x, 10x, dan 40x. Letak dari lensa ini
yaitu, dekat dengan benda yang diamati (dekat dengan obyek).

c.

Kondensor fungsinya sebagai lensa tambahan yang berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang
masuk dalam mikroskop. Letak dari lensa ini yaitu dibawah meja preparat diatas diafragma.

Pada mikroskop modern terdapat alat penerang di bagian dasar mikroskop berfungsi untuk menerangi
preparat. Pada mikroskop yang tanpa alat penerangan mempunyai cermin datar dan cekung yang terdapat di
bawah kondensor. Cermi berfungsi untuk mengarahkan cahay yang berasal dari sumber cahaya luar ke
dalam kondensor.(Tim Dosen Pembina.2012: 2)
Menurut Nono Sutarno (2001) mikroskop biologi ini umumnya memiliki lensa okuler dan lensa objektif
dengan kekuatan perbesaran objektif sebagai berikut:
1. Objektif 4x dengan okuler 10x, perbesaran 40x
2. Objektif 10x dengan okuler 10x, perbesaran 40x
3. Objektif 40x dengan okuler 10x, perbesaran 400x
Bagian bagian Mikroskop :
1. Lensa Okuler
2.
3.
4.
5.

Pemutar lensa objektif


Tabung pengamatan
Meja benda
Kondensor

6.
7.
8.
9.

Lensa Objektif
Pengatur kekuatan lampu
Tombol on/off
Cincin pengatur diopter

10. Penjepit Spesimen


11. Sekrup pengatur vertikal
12. Sekrup pengatur horizontal
13. Sekrup fokus kasar
14. Sekrup fokus halus
15. Sekrup pengatur kondensor

: Untuk memperbesar bayangan yang dibentuk lensa


objektif.
: Untuk memutar objektif sehingga mengubah perbesaran.
: Spesimen diletakkan di sini.
: Untuk mengumpulkan cahaya supaya tertuju ke lensa
objektif.
: Memperbesar spesimen.
: Untuk memperbesar dan memperkecil cahaya lampu.
: Untuk menghidupkan dan mematikan mikroskop.
: Untuk menyamakan fokus antara mata kanan dan mata
kiri.
: Untuk menjepit spesimen agar tidak kemana-mana.
: Untuk menaikkan atau menurunkan.
: Untuk menggeser ke kanan / kiri objek glass.
: Untuk mencari fokus.
: Untuk menaik-turunkan meja benda secara halus dan
lambat.
: Untuk menaik-turunkan kondensor.

Menurut Anonim (2012), macam-macam mikroskop yaitu:


1. Mikroskop cahaya
Mikroskop cahaya mempunyai perbesaran maksimal 1000 kali. Mikroskop cahaya memiliki kaki
yang berat dan kokoh agar dapat berdiri dengan stabil. Mikroskop cahaya memiliki 3 dimensi lensa
yaitu objektif, lensa okuler dan lensa kondensor. Adapun teknik-teknik yang digunakan oleh
mikroskop cahaya yaitu :

a.
b.
c.
d.
e.
f.

Medan terang (spesimen tak diwarnai)


Medan terang (spesimen diwarnai)
Fase-kontras
Diferensiasi-interferensi-kontras (nomarski)
Fluoresensi
Konfokus

2. Mikroskop elektron
Mikroskop elektron merupakan electron yang mampu melakukan pembesaran objek sampai 2 juta
kali, yang menggunakan elektro statik dan elektro maknetik untuk mengontrol pencahayaan dan
tampilan gambar serta memiliki kemampuan pembesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus
dari pada mikroskop cahaya.
Mikroskop elektron dibagi menjadi dua, yaitu :
a. Mikroskopi elektron payar (SEM), memfokuskan seberkas elektron melalui spesimen atau
pada permukaannya. Dengan resolusi berbanding terbalik dengan panjang gelombang
radiasi.
b. Mikroskopi elektron transmisi (TEM), mengarahkan berkas elektron melalui irisan spesimen
yang sangat tipis, mirip dengan cara mikroskop cahaya meneruskan cahaya melalui obyek
(slide).
Sifat bayangan pada mikroskop ditentukan oleh 2 lensa, yaitu lensa obyektif dan lensa okuler.
Bayangan yang dihasilkan oleh benda haruslah terletak antara jarak titik dekat dan titik jauh mata
agar dapat diamati dengan jelas. Biasanya mikroskop dipergunakan untuk mengamati benda dengan
kecil, maka benda yang dimat iharuslah terletak sedekat mungkin dengan lensa objektif, agar sudut
penglihatan oleh lensa objektif menjadi sebesar mungkin. Hal ini, berarti bahwa jarak fokus lensa
objektif mikroskop harus sekeci mungkin. Jarak fokus sekecil ini dapat diperoleh dengan
menggunakan sistem lensa sebagai lensa objektif mikroskop. Di samping itu, dengan menggunakan
sitem lensa, abrasi dapat dikurangi. Karena lensa objektif hanyalah membentuk bayangan nyata yang
diperbesar, yang kemudian diamati dengan lensa okuler. (Sutrisno.1984 : 152)
IV.

ALAT DAN BAHAN


Alat :
1. Mikroskop
2. Objek glass
3. De glass
4. Jarum ose
5. Serbet
6. Tisu
7. Pipet tetes
8. Spirtus
9. Korek api
10. Methylen blue

Bahan :
1. Sampel huruf a
2. Jamur roti
3. Jamur tempe

V.

CARA KERJA
Cara penggunaan mikroskop :
1. Meletakkan mikroskop di atas meja kerja tepat dihadapan.
2. Menyalakan mikroskop, dengan menekan tombol ON
3. Mengatur kekuatan lampu.
4. Menempatkan spesimen pada meja benda :
i. Meletakkan objek glass diatas meja benda yang sebelumnya sudah diberi sediaan
atau bahan yang akan diamati.
ii. Arahkan objek glass yang berisi bahan berada ditengah kaca meja dan jepit agar
tidak goyang.
5. Memfokuskan :
i. Putar revolving nosepiece pada perbesaran objektif 4x ,lalu putar sekrup kasar
sehingga meja benda bergerak keatas untuk mencari fokus.
ii. Saat perbesaran 4 x 10 didapatkan gambar dari spesimen yang diamati, lalu
gunakan perbesaran objektif 10x putar sekrup halus sampai fokus dan gunakan
perbesaran yang lebih tinggi jika masih dikehendaki.

VI.

HASIL

VII.

PEMBAHASAN
Mikroskop cahaya merupakan benda berguna untuk memberikan bayangan untuk

memberikan bayangan yang besar. Selain karena panca indera manusia yang memiliki kemampuan
daya pisah yang terbatas, maka mikroskop ini berguna untuk melihat benda-benda yang tidak bisa
dilihat secara langsung dengan mata. Selain itu, komponen-komponen yang ada dalam mikroskop,
juga memiliki fungsi atau kegunaan masing-masing dalam melaksanakan peranannya.Bayangan
mikroskop ditentukan oleh dua lensa, yaitu lensa okuler dan lensa objektif. Lensa-lensa tersebut
mempunyai sifat masing-masing. Yaitu lensa objektif mempunyai sifat bayangan maya, terbalik,
diperbesar.
Jamur atau cendawan adalah tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat
heterotrof. Jamur ada yang uniseluler dan multiseluler. Tubuhnya terdiri dari benang-benang yang
disebut hifa. Hifa dapat membentuk anyaman bercabang-cabang yang disebut miselium. Reproduksi
jamur, ada yang dengan cara vegetatif ada juga dengan cara generatif. Jamur menyerap zat organik
dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya untuk memperoleh makanannya. Setelah itu,
menyimpannya dalam bentuk glikogen. Jamur merupakan konsumen, maka dari itu jamur
bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia
lainnya. Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat
bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit.

VIII. KESIMPULAN
1. Bayangan yang terbentuk oleh mikroskop cahaya binokuler adalah maya, terbalik, diperbesar.

2.
3.
4.
5.

Jamur pada roti adalah jamur Aspergillus sp.


Jamur pada tempe adalah jamur Rhizops sp.
Jamur pada roti mempunya hifa bersekat.
Jamur pada tempe mempunyai hifa tidak bersekat.

DAFTAR PUSTAKA
Campbell NA. 2004. Biologi Edisi Kelima Jilid 2. Jakarta : Erlangga
Dwidjoseputro D. 1994. Dasar Dasar Mikrobiologi. Jakarta : Djambatan
Fardiaz. 1999. Divisi Fungi. Jakarta : Gramedia
Gandjar, Indrawati. 1999. Pengenalan Kapang Tropik Umum. Jakarta : UI Press
http://www.artikelsiana.com/2015/05/jamur-fungi-pengertian-ciri-ciri-reproduksi-peranan.html#
Lampiran