Anda di halaman 1dari 6

Dwipuji Rahayu / 1306368223 / Material

Mutakhir 01
BIOMATERIALS

Biomaterial, secara tradisional didefinisikan sebagai bahan yang


digunakan dalam peralatan medis, telah digunakan sejak zaman dahulu
kala. Pada zaman dahulu, telah ditemukan mata, telinga, gigi dan hidung
buatan pada mumi di Mesir. Cina dan India menggunakan lilin, lem dan
jaringan untuk merekonstruksi hilangnya atau kerusakan pada bagian
tubuh. Berabad tahun lamanya, kemajuan pada bahan sintetis, teknik
bedah dan metode
biomaterial

dalam

sterilisasi telah diizinkan


banyak

cara.

Ilmu

untuk

Biomaterial

menggunakan
meliputi

unsur

kedokteran, biologi, kimia, teknik jaringan dan ilmu material. Saat ini,
Biomaterial

telah

rutin

memberikan

banyak

informasi

dan

menggabungkan komponen biologis yang berasal dari alam. Dimasa


mendatang, biomaterial akan memberikan peran yang lebih besar dalam
dunia kedokteran dan akan digunakan dalam berbagai macam aplikasi
non-medis

melalui

desain

yang

terinspirasi

dari

biologis

maupun

penggabungan perilaku yang dinamis.


Pada dasarnya, suatu biomaterial adalah bahan yang digunakan dan
disesuaikan

untuk

aplikasi

medis.

Institusi

Nasional

pada

Health

Consensus Development Conference mendefinisikan biomaterial sebagai


Suatu zat (selain obat) atau kombinasi zat, yang berasal dari sintetik
atau

alami,

yang

dapat

digunakan

dalam

periode

waktu,

secara

keseluruhan atau sebagian dari sebuah sistem yang memperlakukan,


menambah atau mengganti setiap jaringan, organ atau fungsi dari tubuh
(Boretos dan Eden, 1984).
Adapun aplikasi Biomaterial meliputi :

Penggantian sendi

Dwipuji Rahayu / 1306368223 / Material


Mutakhir 01

Bone plates
Bone cement
Ligamen
dan

buatan
Implan gigi untuk fiksasi

gigi
Prostesis

darah
Katup jantung
Perbaikan kulit
Penggantian koklea
Kontak lensa
Dewasa

tendon

pembuluh

ini,

praktek

medis menggunakan sejumlah

Gambar 1.

besar alat dan implan. Biomaterial dalam bentuk implan (penggantian


sendi, ligamen, cangkok pembuluh darah, lensa intraokular, implan gigi
dll) dan alat kesehatan (alat pacu jantung, hati buatan, tabung darah, dll)
yang secara luas digunakan untuk mengganti atau mengembalikan fungsi
jaringan atau organ yang sudah tidak dapat bekerja sebagai mana
fungsinya, dengan demikian dapat meningkatkan kualitas hidup dari
pasien.
Hal

utama

dan

terpenting

sebagai

syarat

dalam

pemilihan

biomaterial adalah dapat diterima oleh tubuh manusia. Suatu biomaterial


yang digunakan untuk implan harus memiliki beberapa sifat penting untuk
penggunaan jangka panjang dalam tubuh tanpa mengalami penolakan.
Beberapa parameter yang harus dipenuhi antara lain : Host Response,
Biocompablity, Biofunctionality, Manufacturability, High Corrosion & High
Wear Resistance, Long Fatigue Life, serta Adequate Strength.
Material yang digunakan sebagai material biomedis adalah Logam
(Stainless Steel, emas, paduan Co-Cr, Paduan titanium, dll), Polimer
(UHMWPE, PE, PU, PTFE, PMMA, PET, SR dll), Keramik (Alumina, Zirconia,
Carbon, Titania, Bioglass, dll) dan Komposit (Silica/SR, CF/UHMWPE,
CF/epoxy, dll). Keempat material tersebut dapat digunakan secara tunggal
ataupun

kombinasi

untuk

membentuk

sebagian

besar

perangkat

implantasi saat ini. Logam biasanya bersifat inert; keramik kemungkinan

Dwipuji Rahayu / 1306368223 / Material


Mutakhir 01
inert, aktif atau degradable; dan polimer kemungkinan inert atau
degradable. Sedangkan Biomaterial harus tidak beracun, karsinogenik,
inert, stabil dan secara mekanis cukup kuat untuk bertahan seumur hidup.
Pada pemilihan logam dan paduan untuk aplikasi biomaterial,
haruslah

memiliki

sifat

penghantar

panas

dan

listrik

yang

baik,

biocompability, tahan korosi, dan harga yang terjangkau. Pada tabel


dibawah ini, menunjukkan sifat mekanik pada Biomaterial Logam yang
hampir 7x lipat lebih besar dibandingkan dengan tulang asli nya dilihat
dari besarnya Modulus Young.

Pada

keramik,

harus

memiliki

sifat

untuk

menjadi

biomaterial yakni bioinert, bioactive dan biodegradable. Akan tetapi,


penggunaan keramik sebagai implan haruslah diperhatikan dengan baik
karena keramik memiliki sifat brittle dan tensile properties yang rendah,
ditunjukkan olehTabel
Tabel
2. 2. Sedangkan Polimer, memiliki sifat flexibility,
Tabel 1.
Logam

Keramik

resistance to biochemical attack, good biocompability, light weight,


available in wide variety, easily manufactured sebagai syarat untuk
dijadikan biomaterial.

Tabel 3.
Polimer

Dwipuji Rahayu / 1306368223 / Material


Mutakhir 01
Dibawah

ini,

terdapat

aplikasi

dari

Biomaterial

Logam

dan

Biomaterial Keramik. Keduanya memberikan peran yang besar dalam


pembuatan biomaterial yang dapat diterima oleh tubuh manusia.

Tabel 4. Aplikasi Biomaterial


Keramik

Tabel 5. Aplikasi Biomaterial


Logam

APLIKASI BIOMATERIAL
Intraocular Lens Implants
Material Dasar : PMMA (Acrylic), Silicone

Tantangan

: Mengkombinasikan biocompability jangka

panjang dengan sifat optik


Advanced Technology Intraocular Lens Implants

Dwipuji Rahayu / 1306368223 / Material


Mutakhir 01
Perkembangan terakhir telah menghasilkan Advanced Technology
Implant yang dapat memberikan fokus yang jauh lebih luas dari
sebelumnya. Advanced Technology, "presbyopia-correcting" Intraocular
Lens Implants (IOLs) bekerja dengan ringan membelah (dengan refraksi
atau teknologi difraksi) untuk melihat jauh dan dekat ke retina pada saat
yang

sama

atau

dengan

mengubah

titik

fokus

implan

(disebut

akomodasi).
Seiring

dengan

bertambahnya

usia,

mata

mulai

kehilangan

kekuatan fokusnya, hal ini disebut presbiop. Akhirnya, lensa mata menjadi
keruh (katarak) dan gambar menjadi kabur. Operasi katarak dapat
mengakibatkan

kehilangan

penglihatan.

Setelah

operasi

katarak,

Intraocular Lens Implants (IOLs) ditempatkan secara permanen ke dalam


mata untuk membantu fokus. Saat ini ada tiga teknologi utama untuk
Advanced Technology Implants.
Restor dan Tecnis Multifocal Implants membagi cahaya yang masuk
mata untuk melihat fokus gambar yang jauh, menengah dan dekat pada
retina secara bersamaan. Hal ini dilakukan dengan difraksi sinar cahaya
masing-masing. Kebanyakan pasien yang memilih Tecnis Multifocal atau
Restor mampu lulus tes mengemudi tanpa kacamata dan dapat membaca
sangat baik. Namun, beberapa pasien dengan Tecnis multifocal, merasa
silau saat berkendara di malam hari (efek samping dari optik multifocal).
Penglihatan menengah akan diterima beberapa pasien yang melakukan
pekerjaan dengan komputer, ditemukan bahwa mereka mungkin perlu
untuk duduk lebih dekat layar atau membuat ukuran font yang lebih
besar.
Crystalens mengubah fokus lensa intraokuler dengan menggeser
posisinya ketika otot alami mata mencoba berakomodasi. Crystalens
memiliki desain engsel yang memungkinkan optik, atau bagian lingkaran
tengah lensa untuk bergerak maju mundur. Crystalens, seperti lensa
alami, lebih fleksibel dan lebih fokus ketika melihat. Semua teknologi
Advanced Technology Implants ini memberikan jangkauan fokus yang
lebih

luas

dan

kebebasan

menggunakan kacamata.

melihat

yang

lebih

besar

daripada

Dwipuji Rahayu / 1306368223 / Material


Mutakhir 01

Menurut saya, pengembangan biomaterial khususnya mengenai


Intraocular Lens Implants dapat dikembangkan di Universitas Indonesia.
Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara bekerja sama antara Fakultas
Kedokteran dengan Jurusan Teknik Metalurgi dan Material. Dengan begitu,
pemaanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat menunjang dan
meningkatkan kualitas hidup manusia.

Referensi
1. Nataniel Huebsch, dkk. Inspiration and Application in the evolution
of biomaterials. 2010.
2. Amogh Tathe, Mangesh

Ghodke,

and

Anna

Pratima

Nikalje.

Biomaterials and Their Application. India, 2010.


3. Nitesh R. Patel, and Piyush P. Gohil. Scope, Applications & Human

Anatomy Significance. Gujarat, 2012.


4. Article : Advanced Technology Intraocular Lens Implants.

Anda mungkin juga menyukai