Anda di halaman 1dari 28

unsur unsur golongan 2B

Label: CADMIUM, MERKURI, ZINK | di 7:31 PM

Unsur-Unsur Golongan IIB

Golongan ini sering disebut golongan Zink. Terdiri dari Zink (Zn), Kadmium (Cd), Merkuri (Hg)
dan Ununbium (Uub) yang mempunyai 2 elektron s terluar dengan sub kulit d terisi penuh.

Unsur
No. Atom
Konfigurasi Elektron
Zink (Zn)
30
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10
Kadmium (Cd)
48
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10
Merkuri (Hg)
80
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6 6s2 4f14 5d10
Ununbium (Uub)
112
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6 6s2 4f14 5d10 6p6 7s2 5f14 6d10

Beberapa sifat golongan IIB :


◊ Jari-jari elektron dari atas ke bawah semakin besar, sebab jumlah kulit elektron semakin
banyak.
◊ Energi ionisasi (Energi yang dibutuhkan untuk melepas elektron yang terikat paling lemah dari
suatu atom netral atau suatu ion dalam keadaan gas) dari atas ke bawah semakin kecil, sebab jari-
jari atom semakin besar, sehingga daya tarik antara inti dengan elektron terluar semakin lemah.
◊ Titik leleh (mp) dan titik didih (bp) dari atas ke bawah semakin kecil, sebab energi kohesi
(Energi tarik-menarik atom yang satu dengan lainnya) semakin kecil, sehingga diperlukan suhu
yang rendah untuk memutuskan ikatan antar atom.

1.Zink
Zink atau Seng adalah unsur kimia dengan lambang Zn, nomor atom 30 dan massa atom relatif
65,39 g/mol. Ditemukan oleh Andreas Marggraf di Jerman pada tahun 1764.
1.1. Keberadaan
Seng tidak diperoleh dengan bebas di alam, melainkan dalam bentuk terikat. Mineral yang
mengandung seng di alam bebas antara lain kalamin, franklinit, smithsonit (ZnCO3), wilenit,
zinkit (ZnO) serta dapat dijumpai dalam sfalerit atau zink blende (ZnS) yang berasosiasi dengan
timbal sulfida.
Dalam pengolahan seng, pertama-tama bijih dibakar menghasilkan oksida, kemudian direduksi
dengan karbon (kokas) pada suhu tinggi dan uap zink yang diperoleh diembunkan. Atau oksida
dilarutkan dalam asam sulfat, kemudian zink diperoleh lewat elektrolisis.
1.2. Sifat
1.2.1. Sifat fisika
Penampilan
Abu-abu muda kebiruan
Fase
Padat
Massa jenis
7,14 g/cm3
Titik lebur
692,68 K
Titik didih
1.180 K
Kalor peleburan
7,32 kJ/mol
Kalor penguapan
123,6 kJ/mol
Kapasitas kalor
25,390 J/(mol.K)
Elektronegativitas
1,65
Energi ionisasi
(1) 906,4 kJ/mol; (2) 1.733,3 kJ/mol;
(3) 3.833 kJ/mol
Jari-jari atom
135 pm
Jari-jari kovalen
131 pm
Jari-jari Van Der Waals
139 pm

1.2.2. Sifat kimia


Zn tidak dapat ditarik oleh magnet (diamagnetik) sebab semua elektronnya telah berpasangan
dengan struktur kristal heksagonal.
●Reaksi dengan udara
Seng terkorosi pada udara yang lembab. Logam seng dibakar untuk membentuk seng (II) oksida
yang berwarna putih dan apabila dipanaskan lagi, maka warna akan berubah menjadi kuning.
2Zn(s) + O2(g) → 2ZnO(s)
●Reaksi dengan halogen
Seng bereaksi dengan bromine dan iodine untuk membentuk seng (II) dihalida.
Zn(s) + Br2(g) → ZnBr2(s)
Zn(s) + I2(g) → ZnI2(s)
●Reaksi dengan asam
Seng larut perlahan dalam asam sulfat encer untuk membentuk gas hidrogen.
Zn(s) + H2SO4(aq) → Zn2+(aq) +SO42- (aq) + H2(g)
Reaksi seng dengan asam pengoksidasi seperti asam nitrit dan HNO3 sangat kompleks dan
bergantung pada kondisi yang tepat.
●Reaksi dengan basa
Seng larut dalam larutan alkali seperti potassium hidroksida dan KOH untuk membentuk zinkat.
1.3. Persenyawaan
● Zink klorida (ZnCl2)
Senyawa ini bersifat molekuler, bukan ionik karena memiliki titik leleh nisbi rendah dan mudah
menyublim.
● Zink oksida (ZnO)
Bersifat amfoterik dan membentuk zinkat dengan basa. Zink oksida dibuat melalui oksida zink
panas di udara.

● Zinkat
Adalah garam yang terbentuk oleh larutan zink atau oksida dalam alkali. Rumusnya sering ditulis
ZnO22- walaupun dalam larutan berair ion yang mungkin adalah ion kompleks dengan ion Zn2-
terkoordinasi dengan ion OH-. Ion ZnO22- dapat berada sebagai lelehan natrium zinkat, tetapi
kebanyakan zinkat padat adalah campuran dari berbagai oksida.
●Zink blende
Struktur krital dengan atom zink yang dikelilingi oleh empat atom sulfur pada sudut-sudut
tetrahedron, setiap sulfur dikelilingi oleh empat atom zink. Kristal ini tergolong sistem kubus.
●Zink sulfat
Bentuk umumnya adalah ZnSO4.7H2O Senyawa ini kehilangan air diatas 30°C menghasilkan
heksahidrat dan molekul air selanjutnya dilepaskan diatas 100°C menghasilkan monohidrat.
Garam anhidrat terbentuk pada 450°C dan ini mengurai diatas 500°C.
●Zink sulfide (ZnS)
Menyublim pada 1180 °C.
●Zink hidroksida Zn(OH)2
Zn hidroksi bersifat amfoter dan dapat membentuk kompleks amina bila direaksikan dengan
ammonia kuat berlebih.

1.4. Kegunaan
Dalam bahasa sehari-hari, seng juga dimaksudkan sebagai pelat seng yang digunakan sebagai
bahan bangunan.
Dalam industri zink mempunyai arti penting:
● Melapisi besi atau baja untuk mencegah proses karat.
● Digunakan untuk bahan baterai.
● Zink dan alinasenya digunakan untuk cetakan logam, penyepuhan listrik dan metalurgi bubuk.
● Zink dalam bentuk oksida digunakan untuk industri kosmetik (mencegah kulit agar tidak
kering dan tidak terbakar sinar matahari), plastik, karet, sabun, pigmen warna putih dalam cat
dan tinta (ZnO).
● Zink dalam bentuk sulfida digunakan sebagai pigmen fosfor serta untuk industri tabung
televisi dan lampu pendar.
● Zink dalam bentuk klorida digunakan sebagai deodoran dan untuk pengawetan kayu.
● Zink sulfat untuk mordan (pewarnaan), stiptik (untuk mencegah pendarahan), sebagai supply
seng dalam makanan hewan serta pupuk.
Seng adalah mikromineral yang ada di mana-mana dalam jaringan manusia/hewan dan terlibat
dalam fungsi berbagai enzim dalam proses metabolisme. Tubuh manusia dewasa mengandung 2-
2,5 gram seng. Tiga perempat dari jumlah tersebut berada dalam tulang dan mobilisasinya sangat
lambat. Dalam konsentrasi tinggi seng ditemukan juga pada iris, retina, hepar, pankreas, ginjal,
kulit, otot, testis dan rambut, sehingga kekurangan seng berpengaruh pada jaringan-jaringan
tersebut. Di dalam darah seng terutama terdapat dalam sel darah merah, sedikit ditemukan dalam
sel darah putih, trombosit dan serum. Kira-kira 1/3 seng serum berikatan dengan albumin atau
asam amino histidin dan sistein. Dalam 100 ml darah terdapat 900 ml seng dan dalam 100 ml
plasma terdapat 90-130 mg seng. Seng terlibat pada lebih dari 90 enzim yang hubungannya
denga metabolisme karbohidrat dan energi, degradasi/sintesis protein, sintesis asam nukleat,
biosintesis heme, transpor CO2 (anhidrase karbonik) dan reaksi-reaksi lain.
Pengaruh yang paling nyata adalah dalam metabolisme, fungsi dan pemeliharaan kulit, pankreas
dan organ-organ reproduksi pria, terutama pada perubahan testosteron menjadi
dehidrotestosteron yang aktif. Dalam pankreas, seng ada hubungannya dengan banyaknya sekresi
protease yang dibutuhkan untuk pencernaan.

2. Kadmium
Kadmium adalah unsur kimia dengan lambang Cd, nomor atom 48 dan massa atom relatif
112,411 g/mol. Ditemukan oleh Fredrich Stromeyer di Jerman pada tahun 1817.
2.1. Keberadaan
Nama unsur ini diturunkan dari nama kalamin, yaitu zink karbonat (ZnCO3), sebab kadmium
biasa dijumpai bersama-sama dalam bijih zink seperti sfalerit (ZnS), walaupun juga dijumpai
sebagai mineral grinolit (CdS). Kadmium biasa dihasilkan bersamaan ketika bijih zink, tembaga,
dan timbal direduksi.
Jumlah normal kadmium di tanah berada di bawah 1 ppm, tetapi angka tertinggi (1.700 ppm)
dijumpai pada permukaan sample tanah yang diambil di dekat pertambangan biji seng (Zn).
Cadmium merupakan bahan alami yang terdapat dalam kerak bumi. Cadmium murni berupa
logam berwarna putih perak dan lunak, namun bentuk ini tak lazim ditemukan di lingkungan.
Umumnya kadmium terdapat dalam kombinasi dengan elemen lain seperti Oxigen (Cadmium
Oxide), Clorine (Cadmium Chloride) atau belerang (Cadmium Sulfide). Kebanyakan Cadmium
(Cd) merupakan produk samping dari pengecoran seng, timah atau tembaga kadmium yang
banyak digunakan berbagai industri, terutama plating logam, pigmen, baterai dan plastik Sumber
utama Cd berasal dari makanan, karena makanan menyerap dan mengikat Cd, misalnya tanaman
dan ikan. Tidak jarang Cd dijumpai dalam air karena adanya resapan dari tempat buangan limbah
bahan kimia.
2.2. Sifat
2.2.1. Sifat fisika
Penampilan
Putih perak
Fase
Padat
Massa jenis
8.65 g/cm3
Titik lebur
594,18 K
Titik didih
1038 K
Elektronegativitas
1,7
Energi ionisasi
(1) 8,99eV; (2) 16,84eV; (3) 38,0eV
Jari-jari atom
0,92 Aº

2.2.2. Sifat kimia


Kadmium memiliki sifat yang serupa dengan zink, kecuali cenderung membentuk kompleks.
Kadmium sangat beracun, meskipun dalam konsentrasi rendah.
●Reaksi dengan udara
Kadmium dibakar untuk menghasilkan kadmium (II) oksida.
2Cd(s) + O2(g) → 2CdO(s)
●Reaksi dengan halogen
Kadmium bereaksi dengan fluorin, bromine dan iodine untuk membentuk kadmium (II) dihalida.
Cd(s) + F2(g) → CdF2(s)
Cd(s) + Br2(g) → CdBr2(s)
Cd(s) + I2(g) → CdI2(s)
●Reaksi dengan asam
Kadmium larut perlahan dalam asam sulfat encer untuk membentuk campuran yang mengandung
ion kadmium (II) dan gas hidrogen.
Cd(s) + H2SO4(aq) → Cd2+(aq) +SO42- (aq) + H2(g)
●Reaksi dengan basa
Kadmium tidak akan larut dalam larutan alkali.
2.3. Persenyawaan
● Kadmium sulfida (CdS)
Merupakan senyawa yang tidak larut dalam air dan dijumpai sebagai mineral grinolit.
●Kadmium oksida (CdO)
Memiliki beberapa warna dari kuning kehijauan sampai coklat yang mendekati hitam tergantung
dengan kondisi suhu pemanasan. Warna tersebut merupakan akibat dari beberapa jenis
terputusnya kisi kristal.
●Kadmium seng telurida (CdZnTe)
Sangat beracun untuk manusia, tidak boleh tertelan, terhirup dan tidak boleh dipegang tanpa
sarung tangan yang tepat.

●Kadmium hidroksida (Cd(OH)2)


Tidak larut dalam basa. Cd hidroksi dapat membentuk kompleks amina bila direaksikan dengan
amonia kuat berlebih. Cd(OH)2 lebih bersifat asam daripada Zn(OH)2 yang bersifat amfoter.
2.4. Kegunaan
Kadmium digunakan dalam aloy bertitik leleh rendah untuk membuat solder dalam baterai NiCd,
dalam aloy roda gigi dan penyepuhan elektrik (lebih dari 50%). Senyawa kadmium digunakan
sebagai penyalut berpendar fosfor dalam tabung TV.
● Kadmium sulfida digunakan sebagai pigmen (warna kuning) dan dalam semikonduktor serta
bahan berpendar.
● Kadmium selenide digunakan sebagai pigmen (warna merah) dan semi konduktor.

3. Merkuri
Merkuri atau raksa adalah unsur kimia dengan lambang Hg, nomor atom 80 dan massa atom
relatif 200,59 g/mol.
3.1. Keberadaan
Raksa merupakan satu dari lima unsur (bersama cesium, fransium, galium, dan brom) yang
berbentuk cair dalam suhu kamar. Bijih utamanya adalah sulfida sinnabar (HgS) yang dapat
diuraikan menjadi unsur-unsurnya. Selain itu merkuri ditemukan dalam mineral corderoit,
livingstonit. Diperoleh terutama melalui proses reduksi dari cinnabar mineral.
3.2. Sifat
3.2.1. Sifat fisika

Penampilan
Putih keperakan
Fase
cair
Massa jenis
13,534 g/cm3
Titik lebur
234,32 K
Titik didih
629,88 K
Kalor peleburan
2,29 kJ/mol
Kalor penguapan
59,11 J/(mol.K)
Kapasitas kalor
27,938 J/(mol.K)
Elektronegativitas
1,9
Energi ionisasi
(1) 1.007,1 kJ/mol; (2) 1.810 kJ/mol;
(3) 3.300 kJ/mol
Jari-jari atom
150 pm
Jari-jari kovalen
149 pm
Jari-jari Van Der Waals
155 pm

3.2.2. Sifat kimia


Hg tidak dapat ditarik oleh magnet (diamagnetik) sebab semua elektronnya telah berpasangan.
Unsur Hg kurang reaktif dibandingkan zink dan kadmium, dan tidak dapat menggantikan
hidrogen dari asamnya, namun merkuri mampu mengkorosi alumunium dengan cepat, sehingga
pengangkutan dengan pesawat dibatasi. Densitas raksa yang tinggi menyebabkan benda-benda
seperti bola biliar menjadi terapung jika diletakkan di dalam cairan raksa hanya dengan 20%
volumenya terendam.
Sifat yang tak lazim dari Hg adalah dapat membentuk seyawa merkuri (I) yang mengandung ion
Hg22+ dan senyawa merkuri (II) yang mengandung ion Hg2+. Merkuri juga membentuk
sejumlah senyawa kompleks dan organomerkuri. Merkuri menyebabkan kerusakan jantung dan
ginjal, kebutaan, cacat saat dilahirkan, serta sangat merusak bagi kehidupan air.
●Reaksi dengan udara
merkuri dibakar hingga suhu 350ºC untuk membentuk merkuri (II) oksida.
2Hg(s) + O2(g) → 2HgO(s)
●Reaksi dengan halogen
Logam merkuri bereaksi dengan fluorin, klorin, bromine dan iodine untuk membentuk merkuri
(II) dihalida.
Hg(s) + F2(g) → HgF2(s)
Hg(s) + Cl2(g) → HgCl2(s)
Hg(s) + Br2(g) → HgBr2(s)
Hg(s) + I2(g) → HgI2(s)

●Reaksi dengan asam


Merkuri tidak bereaksi dengan asam non oksidasi, tetapi bereaksi dengan asam nitrit
terkonsentrasi atau asam sulfur terkonsentrasi untuk membentuk komposisi merkuri (II) dengan
nitrogen atau sulfur oksida.
3.3. Persenyawaan
Sel merkuri adalah sel volta primer yang terdiri dari anoda zink dan katoda merkuri (II) oksida
(HgO) bercampur grafit. Elektrolitnya ialah kalium hidroksida (KOH) yang dijenuhkan dengan
zink oksida, dengan reaksi keseluruhan :
Zn + HgO ® ZnO + Hg
●Merkuri (II) fulminat (Hg(ONC)2)
Sangat beracun serta sangat sensitif terhadap gesekan dan goncangan.
●Merkuri (II) sulfate (HgSO4)
Merkuri sulfat digunakan sebagai katalis dalam produki asetaldehid dari asetilen dan air.
●Merkuri hidroksida (Hg(OH)2)
Merupakan basa lemah.
3.4. Kegunaan
Raksa banyak digunakan sebagai bahan amalgam gigi,insektisida, termometer, barometer, dan
peralatan ilmiah lain, walaupun penggunaannya untuk bahan pengisi termometer telah digantikan
(oleh termometer alkohol, digital, atau termistor) dengan alasan kesehatan dan keamanan karena
sifat toksik yang dimilikinya.
● Merkuri(II) sulfida sebagai pigmen.
● Merkuri (II) klorida digunakan dalam pembuatan senyawa merkuri lainnya.
● Merkuri (I) klorida digunakan dalam sel kalomel dan sebagai fungisida.
● Merkuri sulfat sebagai katalis dalam produki asetaldehid dari asetilen dan air.

4. Ununbium
Ununbium adalah unsur kimia dengan lambang Uub, nomor atom 112 dan massa atom relatif
285. Ditemukan oleh GSI di Jerman pada tanggal 9 Februari 1996. Hanya sedikit atom dari
elemen 112 yang pernah dibuat melalui reaksi nuklir yang menggabungkan sebuah atom seng
dan atom timbal
.
4.1. Keberadaan
Ununbium murni dibuat dan tidak tersedia secara komersial.
4.2. Sifat
4.2.1. Sifat fisika
Ununbium wujudnya berupa metal cair yang lebih volatil (mudah menguap) daripada raksa,
dengan warna yang mungkin adalah putih perak atau abu-abu.
4.2.2. Sifat kimia
Ununbium bersifat lebih volatil (mudah menguap) daripada raksa.
4.3. Persenyawaan
Belum diketahui
4.4. Kegunaan
Belum diketahui

Seng
Ditulis oleh Yulianto Mohsin pada 20-10-2006

Sejarah
(Jerman: zink) Berabad-abad sebelum seng dikenal sebagai unsur tersendiri yang unik, bijih seng
telah digunakan dalam pembuatan kuningan. Campuran logam yang mengandung 87% seng
telah ditemukan di reruntuhan daerah Transylvania purba.
Logam seng telah diproduksi dalam abat ke-13 di Indina dengan mereduksi calamine dengan
bahan-bahan organik seperti kapas. Logam ini ditemukan kembali di Eropa oleh Marggraf di
tahun 1746, yang menunjukkan bahwa unsur ini dapat dibuat dengan cara mereduksi calamine
dengan arang.

Sumber
Bijih-bijih seng yang utama adalah sphalerita (sulfida), smithsonite (karbonat), calamine (silikat)
dan franklinite (zine, manganese, besi oksida). Satu metoda dalam mengambil unsur ini dari
bijihnya adalah dengan cara memanggang bijih seng untuk membentuk oksida dan mereduksi
oksidanya dengan arang atau karbon yang dilanjutkan dengan proses distilasi.

Isotop
Seng alami mengandung 5 isotop. Ada 16 isotop seng lainnya yang labil.

Sifat-sifat
Seng memiliki warna putih kebiruan. Logam ini rapuh pada suhu biasa tetapi mudah dibentuk
pada 100-150 derajat Celcius. Ia dapat mengalirkan listrik walau tidak seefektif tembaga dan
terbakar di udara pada suhu tinggi merah menyala dengan evolusi awan putih oksida.

Unsur ini juga menunjukkan sifat yang sangat mudah dibentuk (superplasticity). Seng maupun
zirkonium tidak memiliki sifat magnet. Tetapi ZrZn2 menunjukkan sifat kemagnetan pada suhu
dibawah 35 derajat Kelvin. Senyawa ini memiliki sifat-sifat kelistrikan, panas, optik dan solid-
state yang unik tetapi belum sepenuhnya dimengerti.

Kegunaan
Logam ini digunakan untuk membentuk berbagai campuran logam dengan metal lain. Kuningan,
perak nikel, perunggu, perak Jerman, solder lunak dan solder aluminium adalah beberapa contoh
campuran logam tersebut. Seng dalam jumlah besar digunakan untuk membuat cetakan dalam
industri otomotif, listrik, dan peralatan lain semacamnya. Campuran logam Prestal, yang
mengandung 78% seng dan 22% aluminium dilaporkan sekuat baja tapi sangat mudah dibentuk
seperti plastik. Prestal sangat mudah dibentuk dengan cetakan murah dari keramik atau semen.
Seng juga digunakan secara luas untuk menyepuh logam-logam lain dengan listrik seperti besi
untuk menghindari karatan. Seng oksida banyak digunakan dalam pabrik cat, karet, kosmetik,
farmasi, alas lantai, plastik, tinta, sabun, baterai, tekstil, alat-alat listrik dan produk-produk
lainnya. Lithopone, campuran seng sulfida dan barium sulfat merupakan pigmen yang penting.
Seng sulfida digunakan dalam membuat tombol bercahaya, sinar X, kaca-kaca TV, dan bola-bola
lampu fluorescent. Klorida dan kromat unsur ini juga merupakan senyawa yang banyak gunanya.
Seng juga merupakan unsur penting dalam pertumbuhan manusia dan binatang. Banyak tes
menunjukkan bahwa binatang memerlukan 50% makanan tambahan untuk mencapai berat yang
sama dibanding binatang yang disuplemen dengan zat seng yang cukup.

Penanganan
Seng tidak dianggap beracun, tetapi jika senyawa ZnO yang baru dibentuk terhirup, penyakit
yang disebut oxide shakes atau zinc chills kadang-kadang bisa muncul. Perlu ventilasi yang
cukup untuk ruangan yang menyimpan seng oksida untuk menghindari konsentrasi yang lebih
dari 5 gram/m3 (dirata-ratakan berdasarkan berat untuk 8 jam pengeksposan, 40 jam per minggu).
unsur unsur golongan 2B
Label: CADMIUM, MERKURI, ZINK | di 7:31 PM

Unsur-Unsur Golongan IIB

Golongan ini sering disebut golongan Zink. Terdiri dari Zink (Zn), Kadmium (Cd), Merkuri (Hg)
dan Ununbium (Uub) yang mempunyai 2 elektron s terluar dengan sub kulit d terisi penuh.

Unsur
No. Atom
Konfigurasi Elektron
Zink (Zn)
30
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10
Kadmium (Cd)
48
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10
Merkuri (Hg)
80
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6 6s2 4f14 5d10
Ununbium (Uub)
112
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6 6s2 4f14 5d10 6p6 7s2 5f14 6d10

Beberapa sifat golongan IIB :


◊ Jari-jari elektron dari atas ke bawah semakin besar, sebab jumlah kulit elektron semakin
banyak.
◊ Energi ionisasi (Energi yang dibutuhkan untuk melepas elektron yang terikat paling lemah dari
suatu atom netral atau suatu ion dalam keadaan gas) dari atas ke bawah semakin kecil, sebab jari-
jari atom semakin besar, sehingga daya tarik antara inti dengan elektron terluar semakin lemah.
◊ Titik leleh (mp) dan titik didih (bp) dari atas ke bawah semakin kecil, sebab energi kohesi
(Energi tarik-menarik atom yang satu dengan lainnya) semakin kecil, sehingga diperlukan suhu
yang rendah untuk memutuskan ikatan antar atom.

1.Zink
Zink atau Seng adalah unsur kimia dengan lambang Zn, nomor atom 30 dan massa atom relatif
65,39 g/mol. Ditemukan oleh Andreas Marggraf di Jerman pada tahun 1764.
1.1. Keberadaan
Seng tidak diperoleh dengan bebas di alam, melainkan dalam bentuk terikat. Mineral yang
mengandung seng di alam bebas antara lain kalamin, franklinit, smithsonit (ZnCO3), wilenit,
zinkit (ZnO) serta dapat dijumpai dalam sfalerit atau zink blende (ZnS) yang berasosiasi dengan
timbal sulfida.
Dalam pengolahan seng, pertama-tama bijih dibakar menghasilkan oksida, kemudian direduksi
dengan karbon (kokas) pada suhu tinggi dan uap zink yang diperoleh diembunkan. Atau oksida
dilarutkan dalam asam sulfat, kemudian zink diperoleh lewat elektrolisis.
1.2. Sifat
1.2.1. Sifat fisika
Penampilan
Abu-abu muda kebiruan
Fase
Padat
Massa jenis
7,14 g/cm3
Titik lebur
692,68 K
Titik didih
1.180 K
Kalor peleburan
7,32 kJ/mol
Kalor penguapan
123,6 kJ/mol
Kapasitas kalor
25,390 J/(mol.K)
Elektronegativitas
1,65
Energi ionisasi
(1) 906,4 kJ/mol; (2) 1.733,3 kJ/mol;
(3) 3.833 kJ/mol
Jari-jari atom
135 pm
Jari-jari kovalen
131 pm
Jari-jari Van Der Waals
139 pm

1.2.2. Sifat kimia


Zn tidak dapat ditarik oleh magnet (diamagnetik) sebab semua elektronnya telah berpasangan
dengan struktur kristal heksagonal.
●Reaksi dengan udara
Seng terkorosi pada udara yang lembab. Logam seng dibakar untuk membentuk seng (II) oksida
yang berwarna putih dan apabila dipanaskan lagi, maka warna akan berubah menjadi kuning.
2Zn(s) + O2(g) → 2ZnO(s)
●Reaksi dengan halogen
Seng bereaksi dengan bromine dan iodine untuk membentuk seng (II) dihalida.
Zn(s) + Br2(g) → ZnBr2(s)
Zn(s) + I2(g) → ZnI2(s)
●Reaksi dengan asam
Seng larut perlahan dalam asam sulfat encer untuk membentuk gas hidrogen.
Zn(s) + H2SO4(aq) → Zn2+(aq) +SO42- (aq) + H2(g)
Reaksi seng dengan asam pengoksidasi seperti asam nitrit dan HNO3 sangat kompleks dan
bergantung pada kondisi yang tepat.
●Reaksi dengan basa
Seng larut dalam larutan alkali seperti potassium hidroksida dan KOH untuk membentuk zinkat.
1.3. Persenyawaan
● Zink klorida (ZnCl2)
Senyawa ini bersifat molekuler, bukan ionik karena memiliki titik leleh nisbi rendah dan mudah
menyublim.
● Zink oksida (ZnO)
Bersifat amfoterik dan membentuk zinkat dengan basa. Zink oksida dibuat melalui oksida zink
panas di udara.

● Zinkat
Adalah garam yang terbentuk oleh larutan zink atau oksida dalam alkali. Rumusnya sering ditulis
ZnO22- walaupun dalam larutan berair ion yang mungkin adalah ion kompleks dengan ion Zn2-
terkoordinasi dengan ion OH-. Ion ZnO22- dapat berada sebagai lelehan natrium zinkat, tetapi
kebanyakan zinkat padat adalah campuran dari berbagai oksida.
●Zink blende
Struktur krital dengan atom zink yang dikelilingi oleh empat atom sulfur pada sudut-sudut
tetrahedron, setiap sulfur dikelilingi oleh empat atom zink. Kristal ini tergolong sistem kubus.
●Zink sulfat
Bentuk umumnya adalah ZnSO4.7H2O Senyawa ini kehilangan air diatas 30°C menghasilkan
heksahidrat dan molekul air selanjutnya dilepaskan diatas 100°C menghasilkan monohidrat.
Garam anhidrat terbentuk pada 450°C dan ini mengurai diatas 500°C.
●Zink sulfide (ZnS)
Menyublim pada 1180 °C.
●Zink hidroksida Zn(OH)2
Zn hidroksi bersifat amfoter dan dapat membentuk kompleks amina bila direaksikan dengan
ammonia kuat berlebih.

1.4. Kegunaan
Dalam bahasa sehari-hari, seng juga dimaksudkan sebagai pelat seng yang digunakan sebagai
bahan bangunan.
Dalam industri zink mempunyai arti penting:
● Melapisi besi atau baja untuk mencegah proses karat.
● Digunakan untuk bahan baterai.
● Zink dan alinasenya digunakan untuk cetakan logam, penyepuhan listrik dan metalurgi bubuk.
● Zink dalam bentuk oksida digunakan untuk industri kosmetik (mencegah kulit agar tidak
kering dan tidak terbakar sinar matahari), plastik, karet, sabun, pigmen warna putih dalam cat
dan tinta (ZnO).
● Zink dalam bentuk sulfida digunakan sebagai pigmen fosfor serta untuk industri tabung
televisi dan lampu pendar.
● Zink dalam bentuk klorida digunakan sebagai deodoran dan untuk pengawetan kayu.
● Zink sulfat untuk mordan (pewarnaan), stiptik (untuk mencegah pendarahan), sebagai supply
seng dalam makanan hewan serta pupuk.
Seng adalah mikromineral yang ada di mana-mana dalam jaringan manusia/hewan dan terlibat
dalam fungsi berbagai enzim dalam proses metabolisme. Tubuh manusia dewasa mengandung 2-
2,5 gram seng. Tiga perempat dari jumlah tersebut berada dalam tulang dan mobilisasinya sangat
lambat. Dalam konsentrasi tinggi seng ditemukan juga pada iris, retina, hepar, pankreas, ginjal,
kulit, otot, testis dan rambut, sehingga kekurangan seng berpengaruh pada jaringan-jaringan
tersebut. Di dalam darah seng terutama terdapat dalam sel darah merah, sedikit ditemukan dalam
sel darah putih, trombosit dan serum. Kira-kira 1/3 seng serum berikatan dengan albumin atau
asam amino histidin dan sistein. Dalam 100 ml darah terdapat 900 ml seng dan dalam 100 ml
plasma terdapat 90-130 mg seng. Seng terlibat pada lebih dari 90 enzim yang hubungannya
denga metabolisme karbohidrat dan energi, degradasi/sintesis protein, sintesis asam nukleat,
biosintesis heme, transpor CO2 (anhidrase karbonik) dan reaksi-reaksi lain.
Pengaruh yang paling nyata adalah dalam metabolisme, fungsi dan pemeliharaan kulit, pankreas
dan organ-organ reproduksi pria, terutama pada perubahan testosteron menjadi
dehidrotestosteron yang aktif. Dalam pankreas, seng ada hubungannya dengan banyaknya sekresi
protease yang dibutuhkan untuk pencernaan.

2. Kadmium
Kadmium adalah unsur kimia dengan lambang Cd, nomor atom 48 dan massa atom relatif
112,411 g/mol. Ditemukan oleh Fredrich Stromeyer di Jerman pada tahun 1817.
2.1. Keberadaan
Nama unsur ini diturunkan dari nama kalamin, yaitu zink karbonat (ZnCO3), sebab kadmium
biasa dijumpai bersama-sama dalam bijih zink seperti sfalerit (ZnS), walaupun juga dijumpai
sebagai mineral grinolit (CdS). Kadmium biasa dihasilkan bersamaan ketika bijih zink, tembaga,
dan timbal direduksi.
Jumlah normal kadmium di tanah berada di bawah 1 ppm, tetapi angka tertinggi (1.700 ppm)
dijumpai pada permukaan sample tanah yang diambil di dekat pertambangan biji seng (Zn).
Cadmium merupakan bahan alami yang terdapat dalam kerak bumi. Cadmium murni berupa
logam berwarna putih perak dan lunak, namun bentuk ini tak lazim ditemukan di lingkungan.
Umumnya kadmium terdapat dalam kombinasi dengan elemen lain seperti Oxigen (Cadmium
Oxide), Clorine (Cadmium Chloride) atau belerang (Cadmium Sulfide). Kebanyakan Cadmium
(Cd) merupakan produk samping dari pengecoran seng, timah atau tembaga kadmium yang
banyak digunakan berbagai industri, terutama plating logam, pigmen, baterai dan plastik Sumber
utama Cd berasal dari makanan, karena makanan menyerap dan mengikat Cd, misalnya tanaman
dan ikan. Tidak jarang Cd dijumpai dalam air karena adanya resapan dari tempat buangan limbah
bahan kimia.
2.2. Sifat
2.2.1. Sifat fisika
Penampilan
Putih perak
Fase
Padat
Massa jenis
8.65 g/cm3
Titik lebur
594,18 K
Titik didih
1038 K
Elektronegativitas
1,7
Energi ionisasi
(1) 8,99eV; (2) 16,84eV; (3) 38,0eV
Jari-jari atom
0,92 Aº

2.2.2. Sifat kimia


Kadmium memiliki sifat yang serupa dengan zink, kecuali cenderung membentuk kompleks.
Kadmium sangat beracun, meskipun dalam konsentrasi rendah.
●Reaksi dengan udara
Kadmium dibakar untuk menghasilkan kadmium (II) oksida.
2Cd(s) + O2(g) → 2CdO(s)
●Reaksi dengan halogen
Kadmium bereaksi dengan fluorin, bromine dan iodine untuk membentuk kadmium (II) dihalida.
Cd(s) + F2(g) → CdF2(s)
Cd(s) + Br2(g) → CdBr2(s)
Cd(s) + I2(g) → CdI2(s)
●Reaksi dengan asam
Kadmium larut perlahan dalam asam sulfat encer untuk membentuk campuran yang mengandung
ion kadmium (II) dan gas hidrogen.
Cd(s) + H2SO4(aq) → Cd2+(aq) +SO42- (aq) + H2(g)
●Reaksi dengan basa
Kadmium tidak akan larut dalam larutan alkali.
2.3. Persenyawaan
● Kadmium sulfida (CdS)
Merupakan senyawa yang tidak larut dalam air dan dijumpai sebagai mineral grinolit.
●Kadmium oksida (CdO)
Memiliki beberapa warna dari kuning kehijauan sampai coklat yang mendekati hitam tergantung
dengan kondisi suhu pemanasan. Warna tersebut merupakan akibat dari beberapa jenis
terputusnya kisi kristal.
●Kadmium seng telurida (CdZnTe)
Sangat beracun untuk manusia, tidak boleh tertelan, terhirup dan tidak boleh dipegang tanpa
sarung tangan yang tepat.

●Kadmium hidroksida (Cd(OH)2)


Tidak larut dalam basa. Cd hidroksi dapat membentuk kompleks amina bila direaksikan dengan
amonia kuat berlebih. Cd(OH)2 lebih bersifat asam daripada Zn(OH)2 yang bersifat amfoter.
2.4. Kegunaan
Kadmium digunakan dalam aloy bertitik leleh rendah untuk membuat solder dalam baterai NiCd,
dalam aloy roda gigi dan penyepuhan elektrik (lebih dari 50%). Senyawa kadmium digunakan
sebagai penyalut berpendar fosfor dalam tabung TV.
● Kadmium sulfida digunakan sebagai pigmen (warna kuning) dan dalam semikonduktor serta
bahan berpendar.
● Kadmium selenide digunakan sebagai pigmen (warna merah) dan semi konduktor.

3. Merkuri
Merkuri atau raksa adalah unsur kimia dengan lambang Hg, nomor atom 80 dan massa atom
relatif 200,59 g/mol.
3.1. Keberadaan
Raksa merupakan satu dari lima unsur (bersama cesium, fransium, galium, dan brom) yang
berbentuk cair dalam suhu kamar. Bijih utamanya adalah sulfida sinnabar (HgS) yang dapat
diuraikan menjadi unsur-unsurnya. Selain itu merkuri ditemukan dalam mineral corderoit,
livingstonit. Diperoleh terutama melalui proses reduksi dari cinnabar mineral.
3.2. Sifat
3.2.1. Sifat fisika

Penampilan
Putih keperakan
Fase
cair
Massa jenis
13,534 g/cm3
Titik lebur
234,32 K
Titik didih
629,88 K
Kalor peleburan
2,29 kJ/mol
Kalor penguapan
59,11 J/(mol.K)
Kapasitas kalor
27,938 J/(mol.K)
Elektronegativitas
1,9
Energi ionisasi
(1) 1.007,1 kJ/mol; (2) 1.810 kJ/mol;
(3) 3.300 kJ/mol
Jari-jari atom
150 pm
Jari-jari kovalen
149 pm
Jari-jari Van Der Waals
155 pm

3.2.2. Sifat kimia


Hg tidak dapat ditarik oleh magnet (diamagnetik) sebab semua elektronnya telah berpasangan.
Unsur Hg kurang reaktif dibandingkan zink dan kadmium, dan tidak dapat menggantikan
hidrogen dari asamnya, namun merkuri mampu mengkorosi alumunium dengan cepat, sehingga
pengangkutan dengan pesawat dibatasi. Densitas raksa yang tinggi menyebabkan benda-benda
seperti bola biliar menjadi terapung jika diletakkan di dalam cairan raksa hanya dengan 20%
volumenya terendam.
Sifat yang tak lazim dari Hg adalah dapat membentuk seyawa merkuri (I) yang mengandung ion
Hg22+ dan senyawa merkuri (II) yang mengandung ion Hg2+. Merkuri juga membentuk
sejumlah senyawa kompleks dan organomerkuri. Merkuri menyebabkan kerusakan jantung dan
ginjal, kebutaan, cacat saat dilahirkan, serta sangat merusak bagi kehidupan air.
●Reaksi dengan udara
merkuri dibakar hingga suhu 350ºC untuk membentuk merkuri (II) oksida.
2Hg(s) + O2(g) → 2HgO(s)
●Reaksi dengan halogen
Logam merkuri bereaksi dengan fluorin, klorin, bromine dan iodine untuk membentuk merkuri
(II) dihalida.
Hg(s) + F2(g) → HgF2(s)
Hg(s) + Cl2(g) → HgCl2(s)
Hg(s) + Br2(g) → HgBr2(s)
Hg(s) + I2(g) → HgI2(s)

●Reaksi dengan asam


Merkuri tidak bereaksi dengan asam non oksidasi, tetapi bereaksi dengan asam nitrit
terkonsentrasi atau asam sulfur terkonsentrasi untuk membentuk komposisi merkuri (II) dengan
nitrogen atau sulfur oksida.
3.3. Persenyawaan
Sel merkuri adalah sel volta primer yang terdiri dari anoda zink dan katoda merkuri (II) oksida
(HgO) bercampur grafit. Elektrolitnya ialah kalium hidroksida (KOH) yang dijenuhkan dengan
zink oksida, dengan reaksi keseluruhan :
Zn + HgO ® ZnO + Hg
●Merkuri (II) fulminat (Hg(ONC)2)
Sangat beracun serta sangat sensitif terhadap gesekan dan goncangan.
●Merkuri (II) sulfate (HgSO4)
Merkuri sulfat digunakan sebagai katalis dalam produki asetaldehid dari asetilen dan air.
●Merkuri hidroksida (Hg(OH)2)
Merupakan basa lemah.
3.4. Kegunaan
Raksa banyak digunakan sebagai bahan amalgam gigi,insektisida, termometer, barometer, dan
peralatan ilmiah lain, walaupun penggunaannya untuk bahan pengisi termometer telah digantikan
(oleh termometer alkohol, digital, atau termistor) dengan alasan kesehatan dan keamanan karena
sifat toksik yang dimilikinya.
● Merkuri(II) sulfida sebagai pigmen.
● Merkuri (II) klorida digunakan dalam pembuatan senyawa merkuri lainnya.
● Merkuri (I) klorida digunakan dalam sel kalomel dan sebagai fungisida.
● Merkuri sulfat sebagai katalis dalam produki asetaldehid dari asetilen dan air.

4. Ununbium
Ununbium adalah unsur kimia dengan lambang Uub, nomor atom 112 dan massa atom relatif
285. Ditemukan oleh GSI di Jerman pada tanggal 9 Februari 1996. Hanya sedikit atom dari
elemen 112 yang pernah dibuat melalui reaksi nuklir yang menggabungkan sebuah atom seng
dan atom timbal
.
4.1. Keberadaan
Ununbium murni dibuat dan tidak tersedia secara komersial.
4.2. Sifat
4.2.1. Sifat fisika
Ununbium wujudnya berupa metal cair yang lebih volatil (mudah menguap) daripada raksa,
dengan warna yang mungkin adalah putih perak atau abu-abu.
4.2.2. Sifat kimia
Ununbium bersifat lebih volatil (mudah menguap) daripada raksa.
4.3. Persenyawaan
Belum diketahui
4.4. Kegunaan
Belum diketahui

Kadmium
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Kadmium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cd dan nomor
atom 48.

[sunting] Efek
Kadmium merupakan salah satu jenis logam berat yang berbahaya karena elemen ini beresiko
tinggi terhadap pembuluh darah. Kadmium berpengaruh terhadap manusia dalam jangka waktu
panjang dan dapat terakumulasi pada tubuh khususnya hati dan ginjal. Secara prinsipil pada
konsentrasi rendah berefek terhadap gangguan pada paru-paru, emphysema dan renal turbular
disease yang kronis. Jumlah normal kadmium di tanah berada di bawah 1 ppm, tetapi angka
tertinggi (1.700 ppm) dijumpai pada permukaan sample tanah yang diambil di dekat
pertambangan biji seng (Zn). Kadmium lebih mudah diakumulasi oleh tanaman dibandingkan
dengan ion logam berat lainnya seperti timbal. Logam berat ini bergabung bersama timbal dan
merkuri sebagai the big three heavy metal yang memiliki tingkat bahaya tertinggi pada kesehatan
manusia. Menurut badan dunia FAO/WHO, konsumsi per minggu yang ditoleransikan bagi
manusia adalah 400-500 μg per orang atau 7 μg per kg berat badan.

Seng
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Zink)

Langsung ke: navigasi, cari

30 tembaga ← seng → galium

-

Zn

Cd Tabel periodik

Keterangan Umum Unsur

Nama, Lambang, Nomor atom seng, Zn, 30

Deret kimia logam transisi

Golongan, Periode, Blok 12, 4, d

abu-abu muda kebiruan

Penampilan

Massa atom 65,409(4) g/mol

Konfigurasi elektron [Ar] 3d10 4s2

Jumlah elektron tiap kulit 2, 8, 18, 2

Ciri-ciri fisik

Fase padat
Massa jenis (sekitar suhu
7,14 g/cm³
kamar)

Massa jenis cair pada titik lebur 6,57 g/cm³

692,68 K
Titik lebur
(419,53 °C, 787,15 °F)

1180 K
Titik didih
(907 °C, 1665 °F)

Kalor peleburan 7,32 kJ/mol

Kalor penguapan 123,6 kJ/mol

Kapasitas kalor (25 °C) 25,390 J/(mol·K)

Tekanan uap

P/Pa 1 10 100 1k 10 k 100 k

pada T/K 610 670 750 852 990 (1185)

Ciri-ciri atom

Struktur kristal heksagonal

2
Bilangan oksidasi
(Oksida amfoter)

Elektronegativitas 1,65 (skala Pauling)

Energi ionisasi pertama: 906,4 kJ/mol

ke-2: 1733,3 kJ/mol

ke-3: 3833 kJ/mol

Jari-jari atom 135 pm


Jari-jari atom (terhitung) 142 pm

Jari-jari kovalen 131 pm

Jari-jari Van der Waals 139 pm

Lain-lain

Sifat magnetik diamagnetik

Resistivitas listrik (20 °C) 59,0 nΩ·m

Konduktivitas termal (300 K) 116 W/(m·K)

Ekspansi termal (25 °C) 30,2 µm/(m·K)

Kecepatan suara (suhu kamar)


(pada wujud kawat) (kawat tergulung) 3850 m/s

Modulus Young 108 GPa

Modulus geser 43 GPa

Modulus ruah 70 GPa

Nisbah Poisson 0,25

Skala kekerasan Mohs 2,5

Kekerasan Brinell 412 MPa

Isotop

iso NA waktu paruh DM DE (MeV) DP

64
Zn 48,6% Zn stabil dengan 34 neutron

65
ε - Cu
65
Zn syn 244,26 hari
γ 1,1155 -

66
Zn 27,9% Zn stabil dengan 36 neutron
67
Zn 4,1% Zn stabil dengan 37 neutron

68
Zn 18,8% Zn stabil dengan 38 neutron

70
Zn 0,6% Zn stabil dengan 40 neutron

Referensi

Seng (bahasa Belanda: zink) adalah unsur kimia dengan lambang kimia Zn, nomor atom 30, dan
massa atom relatif 65,39. Ia merupakan unsur pertama golongan 12 pada tabel periodik.
Beberapa aspek kimiawi seng mirip dengan magnesium. Hal ini dikarenakan ion kedua unsur ini
berukuran hampir sama. Selain itu, keduanya juga memiliki keadaan oksidasi +2. Seng
merupakan unsur paling melimpah ke-24 di kerak Bumi dan memiliki lima isotop stabil. Bijih
seng yang paling banyak ditambang adalah sfalerit (seng sulfida).

Kuningan, yang merupakan campuran aloi tembaga dan seng, telah lama digunakan paling tidak
sejak abad ke-10 SM. Logam seng tak murni mulai diproduksi secara besar-besaran pada abad
ke-13 di India, manakala logam ini masih belum di kenal oleh bangsa Eropa sampai dengan akhir
abad ke-16. Para alkimiawan membakar seng untuk menghasilkan apa yang mereka sebut
sebagai "salju putih" ataupun "wol filsuf". Kimiawan Jerman Andreas Sigismund Marggraf
umumnya dianggap sebagai penemu logam seng murni pada tahun 1746. Karya Luigi Galvani
dan Alessandro Volta berhasil menyingkap sifat-sifat elektrokimia seng pada tahun 1800.
Pelapisan seng pada baja untuk mencegah perkaratan merupakan aplikasi utama seng. Aplikasi-
aplikasi lainnya meliputi penggunaannya pada baterai dan aloi. Terdapat berbagai jenis senyawa
seng yang dapat ditemukan, seperti seng karbonat dan seng glukonat (suplemen makanan), seng
klorida (pada deodoran), seng pirition (pada sampo anti ketombe), seng sulfida (pada cat
berpendar), dan seng metil ataupun seng dietil di laboratorium organik.

Seng merupakan zat mineral esensial yang sangat penting bagi tubuh.[1] Terdapat sekitar dua
milyar orang di negara-negara berkembang yang kekurangan asupan seng. Defisiensi ini juga
dapat menyebabkan banyak penyakit. Pada anak-anak, defisiensi ini menyebabkan gangguan
pertumbuhan, mempengaruhi pematangan seksual, mudah terkena infeksi, diare, dan setiap
tahunnya menyebabkan kematian sekitar 800.000 anak-anak di seluruh dunia.[1] Konsumsi seng
yang berlebihan dapat menyebabkan ataksia, lemah lesu, dan defisiensi tembaga.

Dalam bahasa sehari-hari, seng juga dimaksudkan sebagai pelat seng yang digunakan sebagai
bahan bangunan.

Daftar isi
[sembunyikan]

 1 Karakteristik
o 1.1 Sifat fisik
o 1.2 Keberadaan
o 1.3 Isotop
 2 Sifat kimiawi
o 2.1 Reaktivitas
o 2.2 Senyawa seng
 3 Referensi

[sunting] Karakteristik
[sunting] Sifat fisik

Seng merupakan logam yang berwarna putih kebiruan, berkilau, dan bersifat diamagnetik. Walau
demikian, kebanyakan seng mutu komersial tidak berkilau.[2] Seng sedikit kurang padat daripada
besi dan berstruktur kristal heksagonal.Lehto 1968, p. 826

Logam ini keras dan rapuh pada kebanyakan suhu, namun menjadi dapat ditempa antara 100
sampai dengan 150 °C.[2] Di atas 210 °C, logam ini kembali menjadi rapuh dan dapat
dihancurkan menjadi bubuk dengan memukul-mukulnya.[3] Seng juga mampu menghantarkan
listrik. Dibandingkan dengan logam-logam lainnya, seng memiliki titik lebur (420 °C) dan tidik
didih (900 °C) yang relatif rendah.[4] Dan sebenarnya pun, titik lebur seng merupakan yang
terendah di antara semua logam-logam transisi selain raksa dan kadmium.[4]

Terdapat banyak sekali aloi yang mengandung seng. Salah satu contohnya adalah kuningan (aloi
seng dan tembaga). Logam-logam lainnya yang juga diketahui dapat membentuk aloi dengan
seng adalah aluminium, antimon, bismut, emas, besi, timbal, raksa, perak, timah, magnesium,
kobalt, nikel, telurium, dan natrium.[5] Walaupun seng maupun zirkonium tidak bersifat
feromagnetik, aloi ZrZn2 memperlihatkan feromagnetisme di bawah suhu 35 K.

[sunting] Keberadaan

Kadar komposisi unsur seng di kerak bumi adalah sekitar 75 ppm (0,007%). Hal ini menjadikan
seng sebagai unsur ke-24 paling melimpah di kerak bumi.[6] Tanah mengandung sekitar 5–
770 ppm seng dengan rata-ratanya 64 ppm. Sedangkan pada air laut kadar sengnya adalah 30 ppb
dan pada atmosfer kadarnya hanya 0,1–4 µg/m3.
Sfalerit (ZnS)

Unsur ini biasanya ditemukan bersama dengan logam-logam lain seperti tembaga dan timbal
dalam bijih logam. Seng diklasifikasikan sebagai kalkofil, yang berarti bahwa unsur ini memiliki
afinitas yang rendah terhadap oksigen dan lebih suka berikatan dengan belerang. Kalkofil
terbentuk ketika kerak bumi memadat di bawah kondisi atmosfer bumi awal yang mendukung
reaksi reduksi.[7] Sfalerit, yang merupakan salah satu bentuk kristal seng sulfida, merupakan bijih
logam yang paling banyak ditambang untuk mendapatkan seng karena ia mengandung sekitar
60-62% seng.

Mineral lainnya juga mengandung seng meliputi smithsonit (seng karbonat), hemimorfit (seng
silikat), wurtzit (bentuk seng sulfida lainnya), dan hidrozinkit. Terkecuali wurtzit, kesemua
mineral ini terbentuk oleh karena proses cuaca seng sulfida primordial.[7]

Total keseluruhan kandungan seng di seluruh dunia adalah sekitar 1,8 gigaton.[8] Hampir sekitar
200 megatonnya dapat diperoleh secara ekonomis pada tahun 2008.[8] Kandungan besar seng
dapat ditemukan di Australia, Kanada, dan Amerika Serikat.[7] Berdasarkan laju konsumsi seng
sekarang ini, cadangan seng diperkirakan akan habis antara tahun 2027 sampai dengan 2055.[9][10]
Sekitar 346 megaton seng telah ditambang sepanjang sejarahnya sampai dengan tahun 2002.
Selain itu, diperkirakan pula sekitar 109 megatonnya masih digunakan.[11]

[sunting] Isotop

Terdapat lima isotop seng yang dapat ditemukan secara alami. 64Zn merupakan isotop yang
paling melimpah (48,63% kelimpahan alami).[12] Isotop ini memiliki waktu paruh yang sangat
panjang, 4.3×1018 a,[13] sedemikiannya radioaktivitasnya dapat diabaikan.[14] Demikian pula isotop
70
Zn (0,6%) yang berwaktu paruh 1.3×1016 a tidak dianggap sebagai bersifat radioaktif. Isotop-
isotop lainnya pula adalah 66Zn (28%), 67Zn (4%) dan 68Zn (19%).

Terdapat pula dua puluh lima radioisotop yang telah berhasil dikarakterisasikan. 65Zn yang
berumur paruh 243,66 hari adalah radioisotop yang berumur paling lama, diikuti oleh 72Zn
dengan umur paruh 46,5 jam.[12] Seng memiliki 10 isomer inti. 69mZn merupakan isomer yang
berumur paruh paling panjang dengan lama waktu 13,76 jam.[12] Superskrip m mengindikasikan
suatu isotop metastabil. Inti isotop metastabil berada dalam keadaan tereksitasi dan akan kembali
ke keadaan dasarnya dengan memancarkan foton dalam bentuk sinar gama. 61Zn memiliki tiga
keadaan tereksitasi dan 73Zn memiliki dua keadaan tereksitasi.[15] Sedangkan isotop 65Zn, 71Zn,
77
Zn dan 78Zn semuanya hanya memiliki satu keadaan tereksitasi.[12]

Modus peluruhan yang paling umum untuk isotop seng bernomor massa lebih rendah daripada
64 adalah penangkapan elektron. Produk peluruhan dari penangkapan elektron ini adalah isotop
tembaga.[12]

Templat:Nuclide + e− → Templat:Nuclide
Sedangkan modus peluruhan paling umum untuk isotop seng bernomor massa lebih tinggi
daripada 64 adalah peluruhan beta, yang akan menghasilkan isotop galium.[12]

Templat:Nuclide → Templat:Nuclide + e− + νe

[sunting] Sifat kimiawi


[sunting] Reaktivitas

Seng memiliki konfigurasi elektron [Ar]3d104s2 dan merupakan unsur golongan 12 tabel
periodik. Seng cukup reaktif dan merupakan reduktor kuat..[16] Permukaan logam seng murni
akan dengan cepat mengusam, membentuk lapisan seng karbonat, Zn5(OH)6CO3, seketika
berkontak dengan karbon dioksida.[17] Lapisan ini membantu mencegah reaksi lebih lanjut
dengan udara dan air.

Seng yang dibakar akan menghasilkan lidah api berwarna hijau kebiruan dan mengeluarkan asap
seng oksida.[18] Seng bereaksi dengan asam, basa, dan non-logam lainnya.[19] Seng yang sangat
murni hanya akan bereaksi secara lambat dengan asam pada suhu kamar. Asam kuat seperti asam
klorida maupun asam sulfat dapat menghilangkan lapisan pelindung seng karbonat dan reaksi
seng dengan air yang ada akan melepaskan gas hidrogen.[18]

Seng secara umum memiliki keadaan oksidasi +2. Ketika senyawa dengan keadaan oksidasi +2
terbentuk, elektron pada kelopak elektron terluar s akan terlepas, dan ion seng yang terbentuk
akan memiliki konfigurasi [Ar]3d10.[20] Hal ini mengijinkan pembentukan empat ikatan kovalen
dengan menerima empat pasangan elektron dan mematuhi kaidah oktet. Stereokimia senyawa
yang dibentuk ini adalah tetrahedral dan ikatan yang terbentuk dapat dikatakan sebagai sp3.[21]
Pada larutan akuatik, kompleks oktaherdal, [Zn(H2O)6]2+, merupakan spesi yang dominan.[22]
Penguapan seng yang dikombinasikan dengan seng klorida pada temperatur di atas 285 °C
mengindikasikan adanya Zn2Cl2 yang terbentuk, yakni senyawa seng yang berkeadaan oksidasi
+1.[18] Tiada senyawa seng berkeadaan oksidasi selain +1 dan +2 yang diketahui.[23] Perhitungan
teoritis mengindikasikan bahwa senyawa seng dengan keadaan oksidasi +4 sangatlah tidak
memungkinkan terbentuk.[24]

Sifat kimiawi seng mirip dengan logam-logam transisi periode pertama seperti nikel dan
tembaga. Ia bersifat diamagnetik dan hampir tak berwarna.[25] Jari-jari ion seng dan magnesium
juga hampir identik. Oleh karenanya, garam kedua senyawa ini akan memiliki struktur kristal
yang sama.[26] Pada kasus di mana jari-jari ion merupakan faktor penentu, sifat-sifat kimiawi
keduanya akan sangat mirip.[18] Seng cenderung membentuk ikatan kovalen berderajat tinggi. Ia
juga akan membentuk senyawa kompleks dengan pendonor N- dan S-.[25] Senyawa kompleks
seng kebanyakan berkoordinasi 4 ataupun 6 walaupun koordinasi 5 juga diketahui ada.[18]
[sunting] Senyawa seng

Seng klorida

Kebanyakan metaloid dan non logam dapat membentuk senyawa biner dengan seng, terkecuali
gas mulia. Oksida ZnO merupakan bubuk berwarna putih yang hampir tidak larut dalam larutan
netral. Ia bersifat amfoter dan dapat larut dalam larutan asam dan basa kuat.[18] Kalkogenida
lainnya seperti ZnS, ZnSe, dan ZnTe memiliki banyak aplikasinya dalam bidang elektronik dan
optik.[27] Pniktogenida (Zn3N2, Zn3P2, Zn3As2 dan Zn3Sb2),[28][29] peroksida ZnO2, hidrida ZnH2, dan karbida
ZnC2 juga dikenal keberadaannya.[30] Dari keempat unsur halida, ZnF2 memiliki sifat yang paling
ionik, sedangkan sisanya (ZnCl2, ZnBr2, dan ZnI2) bertitik lebur rendah dan dianggap lebih bersifat
kovalen.[31]

Seng asetat basa

Dalam larutan basa lemah yang mengandung ion Zn2+, hidroksida dari seng Zn(OH)2 terbentuk
sebagai endapat putih. Dalam larutan yang lebih alkalin, hidroksida ini akan terlarut dalam
bentuk [Zn(OH)4]2-[18] Senyawa nitrat Zn(NO3)2, klorat Zn(ClO3)2, sulfat ZnSO4, fosfat Zn3(PO4)2, molibdat ZnMoO4,
sianida Zn(CN)2, arsenit Zn(AsO2)2, arsenat Zn(AsO4)2•8H2O dan kromat ZnCrO4 merupakan beberapa
contoh senyawa anorganik seng.[32][33] Salah satu contoh senyawa organik paling sederhana dari
seng adalah senyawa asetat Zn(O2CCH3)2.

Senyawa organoseng merupakan senyawa-senyawa yang mengandung ikatan kovalen seng-


karbon. Dietilseng ((C2H5)2Zn) merupakan salah satu reagen dalam kimia sintesis. Senyawa ini
pertama kali dilaporkan pada tahun 1848 dari reaksi antara seng dengan etil iodida dan
merupakan senyawa yang pertama kali diketahui memiliki ikatan sigma logam-karbon.[34]
Dekametildizinkosena mengandung ikatan seng-seng kovalen yang kuat pada suhu kamar.[35]
Kadmium
Ditulis oleh Yulianto Mohsin pada 20-10-2006

Sejarah
(Latin: cadmina, Yunani: kadmeia, nama kuno untuk calamine, seng karbonat). Ditemukan oleh
Stromeyer di tahun 1817 dari impurity (pengotor) dalam seng karbonat.

Kadmium hampir selalu ditemukan dalam jumlah yang kecil dalam bijih-bijih seng, seperti
sphalerite (ZnS). Greenokcite (CdS) merupakan mineral satu-satunya yang mengandung
kadmium. Hampir semua kadmium diambil sebagai hasil produksi dalam persiapan bijih-bijih
seng, tembaga dan timbal. Unsur ini lunak, logam putih yang kebiru-biruan yang dapat dengan
mudah dipotong dengan pisau. Hampir dalam banyak hal sifatnya mirip seng. Penanganannya
harus hati-hati karena uap dari kadmium sangat berbahaya. Contohnya solder perak.
Pengeksposan terhadap debu-debu kadmium tidak boleh melewati 0.01 mg/m3 (rata-rata waktu-
berat selama 8 jam, 40 jam seminggu). Konsentrasi maksimum, selama 15 menit, tidak boleh
melewati 0.14 mg/m3. Pengeksposan terhadap uap kadmium oksida tidak boleh melewati 0.05
mg/m3 dan konsentrasi maksimum tidak boleh melewati 0.05 mg/m3. Nilai-nilai konsentrasi di
atas sedang dievaluasi kembali dan rekomendasi sementara adalah untuk mengurangi
pengeksposan terhadap kadmium. Pada tahun 1927, organisasi International Conference on
Weights and Measures mendefinisikan satu meter dalam fungsi panjang gelombang cahaya
kadmium merah di garis spektral. Tapi definisi ini telah dirubah.

Kegunaan
Kadmium merupakan komponen campuran logam yang memiliki titik cair terendah. Unsur ini
digunakan dalam campuran logam poros dengan koefisien gesek yang rendah dan tahan lama. Ia
juga banyak digunakan dalam aplikasi sepuhan listrik (electroplating). Kadmium digunakan pula
dalam pembuatan solder, baterai Ni-Cd, dan sebagai penjaga reaksi nuklir fisi. Senyawa
kadmium digunakan dalam fosfor tabung TV hitam-putih dan fosfor hijau dalam TV bewarna.
Sulfat merupakan garamnya yang paling banyak ditemukan dan sulfidanya memiliki pigmen
kuning. Kadmium dan solusi senyawa-senyawanya sangat beracun.

Raksa
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

"Mercury" beralih ke halaman ini. Untuk planet, lihat Merkurius. Untuk dewa, lihat Merkurius (mitologi).
Merkuri atau Raksa atau Air raksa (Latin: Hydrargyrum, air/cairan perak) adalah unsur kimia
pada tabel periodik dengan simbol Hg dan nomor atom 80. Unsur golongan logam transisi ini
berwarna keperakan dan merupakan satu dari lima unsur (bersama cesium, fransium, galium, dan
brom) yang berbentuk cair dalam suhu kamar, serta mudah menguap. Hg akan memadat pada
tekanan 7.640 Atm. Kelimpahan Hg di bumi menempati di urutan ke-67 di antara elemen lainnya
pada kerak bumi. Di alam, merkuri (Hg) ditemukan dalam bentuk unsur merkuri (Hg0), merkuri
monovalen (Hg1+), dan bivalen (Hg2+). Raksa banyak digunakan sebagai bahan amalgam gigi,
termometer, barometer, dan peralatan ilmiah lain, walaupun penggunaannya untuk bahan pengisi
termometer telah digantikan (oleh termometer alkohol, digital, atau termistor) dengan alasan
kesehatan dan keamanan karena sifat toksik yang dimilikinya. Unsur ini diperoleh terutama
melalui proses reduksi dari cinnabar mineral. Densitasnya yang tinggi menyebabkan benda-
benda seperti bola biliar menjadi terapung jika diletakkan di dalam cairan raksa hanya dengan
20% volumenya terendam.

Daftar isi
[sembunyikan]

 1 Pencemaran
 2 Toksisitas
 3 Lihat pula
 4 Pranala luar
 5 Daftar Pustaka

[sunting] Pencemaran
Secara alamiah, pencemaran Hg berasal dari kegiatan gunung api atau rembesan air tanah yang
melewati deposit Hg. Apabila masuk ke dalam perairan, merkuri mudah berkaitan dengan klor
yang ada dalam air laut dan membentuk ikatan HgCl. Dalam bentuk ini, Hg mudah masuk ke
dalam plankton dan bisa berpindah ke biota laut lain. Merkuri anorganik (HgCl) akan berubah
menjadi merkuri organik (metil merkuri) oleh peran mikroorganisme yang terjadi pada sedimen
dasar perairan. Merkuri dapat pula bersenyawa dengan karbon membentuk senyawa organo-
merkuri. Senyawa organo-merkuri yang paling umum adalah metil merkuri yang dihasilkan oleh
mikroorganisme dalam air dan tanah. Mikroorganisme kemudian termakan oleh ikan sehingga
konsentrasi merkuri dalam ikan meningkat. Metil Hg memiliki kelarutan tinggi dalam tubuh
hewan air sehingga Hg terakumulasi melalui proses bioakumulasi dan biomagnifikasi dalam
jaringan tubuh hewan air, dikarenakan pengambilan Hg oleh organisme air yang lebih cepat
dibandingkan proses ekskresi.

[sunting] Toksisitas
Keracunan kronis oleh merkuri dapat terjadi akibat kontak kulit, makanan, minuman, dan
pernafasan. Toksisitas kronis berupa gangguan sistem pencernaan dan sistem syaraf atau
gingvitis. Akumulasi Hg dalam tubuh dapat menyebabkan tremor, parkinson, gangguan lensa
mata berwarna abu-abu, serta anemia ringan, dilanjutkan dengan gangguan susunan syaraf yang
sangat peka terhadap Hg dengan gejala pertama adalah parestesia, ataksia, disartria, ketulian, dan
akhirnya kematian. Wanita hamil yang terpapar alkil merkuri bisa menyebabkan kerusakan pada
otak janin sehingga mengakibatkan kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa otak janin lebih rentan terhadap metil merkuri dibandingkan dengan otak
dewasa. Konsentrasi Hg 20 µgL dalam darah wanita hamil sudah dapat mengakibatkan
kerusakan pada otak janin. Merkuri memiliki afinitas yang tinggi terhadap fosfat, sistin, dan
histidil yang merupakan rantai samping dari protein, purin, pirimidin, pteridin, dan porifirin.
Dalam konsentrasi rendah ion Hg+ sudah mampu menghambat kerja 50 enzim yang
menyebabkan metabolisme tubuh terganggu. Garam merkuri anorganik bisa mengakibatkan
presipitasi protein, merusak mukosa saluran pencernaan, merusak membran ginjal maupun
membran filter glomerulus. Toksisitas kronis dari merkuri organik ini dapat menyebabkan
kelainan berkelanjutan berupa tremor, terasa pahit di mulut, gigi tidak kuat dan rontok,
albuminuria, eksantema pada kulit, dekomposisi eritrosit, serta menurunkan tekanan darah.
Keracunan metil merkuri pernah terjadi di Jepang, dikenal sebagai Minamata yang
mengakibatkan kematian pada 110 orang.